Daftar isi Wahyu (3) · Berita Keempat Puluh Lima · bab 12/17

Berita Keempat Puluh Lima

PERSAMAAN ANTARA VISI DALAM WAHYU 12 DENGAN KITAB EFESUS

Dalam berita ini saya ingin menunjukkan persamaan antara visi dalam Wahyu 12 dengan Kitab Efesus. Dalam Wahyu 12, kita memiliki kesan yang dalam terhadap perempuan dengan bagian yang lebih kuat, anak laki-laki, dan peperangan melawan musuh dengan senjata firman. Dalam Kitab Efesus, juga dapat kita temukan perempuan. Kita semua telah mengetahui, Kitab Efesus adalah sebuah kitab tentang gereja, yang merupakan bagian yang lebih besar dari perempuan dalam Wahyu 12. Dalam Kitab Efesus, perempuan ini adalah istri Kristus.

I. DIKUATKAN MENJADI BAGIAN YANG LEBIH

KUAT DI DALAM PEREMPUAN ITU

Dalam Efesus 3:16 Paulus berdoa, mohon Bapa “menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan kamu dengan kuasa melalui Roh-Nya ke dalam manusia batiniah” (Tl.). Proses penguatan ini terjadi di dalam manusia batiniah kita, yaitu dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali, yang juga dihuni oleh Roh Kudus. Semakin kuat manusia batiniah kita, kita akan semakin menjadi bagian yang lebih kuat dari perempuan itu. Kunci untuk menjadi bagian yang lebih kuat dalam perempuan itu adalah manusia batiniah kita harus dikuatkan. Dalam ayat 18 Paulus melanjutkan doanya. Ia ingin supaya kita “bersama-sama dengan semua orang kudus dapat dengan penuh kekuatan memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus” (Tl.). Kata-kata “dapat dengan penuh kekuatan” dalam bahasa aslinya berarti “dikuatkan dengan kekuatan”. Kita perlu menerima kekuatan untuk memahami betapa besar kapasitas kekayaan Kristus kita. Untuk menjadi anak laki-laki, bukan hanya manusia batiniah kita perlu dikuatkan, diri kita pun harus menerima rawatan dari kekayaan Kristus. Selain itu, Efesus 6:10 memberi tahu kita, “hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Menurut pasal ini, cara untuk menjadi kuat ialah mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah (ayat 11, 13). Mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah berarti mengenakan Kristus yang almuhit ke atas diri kita. Setiap aspek dari Kristus yang almuhit itu haruslah menjadi penutup kita. Jadi, dalam Efesus 3:16, 18 dan 6:10-11, kita tampak cara untuk menjadi bagian yang lebih kuat di dalam perempuan itu, yaitu manusia batiniah kita harus dikuatkan, mendapatkan kekuatan untuk mengalami kekayaan Kristus, dan menjadi kuat melalui mengenakan Kristus yang almuhit sebagai perlengkapan senjata kita. Karena itu, dalam Kitab Efesus kita dapati aspek-aspek perempuan dan anak laki-laki.

II. MELALUI BERDOA

BERPERANG MELAWAN MUSUH

Dalam Kitab Efesus kita juga menemukan peperangan melawan roh-roh kegelapan, melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan kuasa-kuasa dunia yang gelap, melawan roh-roh jahat di udara (Ef. 6:12). Kuasa-kuasa jahat itu, sudah tentu adalah kuasa-kuasa musuh, Iblis. Karena itu, dalam kitab ini, kita tidak saja melihat perempuan dan anak laki-laki, tetapi juga pihak ketiga, Iblis dan ular. Kitab Efesus mewahyukan peperangan yang sedang berkecamuk antara bagian yang lebih kuat di dalam perempuan itu dengan musuh. Selain itu, kitab ini juga mengatakan bahwa peperangan dilaksanakan melalui doa. Cara anak laki-laki memerangi musuh adalah melalui doa. Terakhir, seluruh Kitab Efesus memberi kita satu butir klimaks — “berjaga-jaga dan berdoa”.

III. MEMPERGUNAKAN FIRMAN

DENGAN SEGALA DOA

Pada bagian ini kita perlu menyajikan terjemahan Efesus 6:17-18 secara harfiah. “Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus.” Menurut ayat-ayat ini, cara kita berperang ialah menggunakan firman Allah dengan segala doa. Jangan hanya memiliki satu cara berdoa, milikilah banyak cara berdoa. Kita perlu melatih roh kita berdoa dengan berbagai cara. Bagian Alkitab ini jelas membicarakan tentang doa-baca, yaitu menggunakan firman Allah dengan segala macam doa. Tidak ada faedahnya kita memerangi musuh dengan pikiran-pikiran dan kata-kata kita sendiri. Kita tidak akan mampu melawan dia dengan menggunakan pikiran dan perkataan kita. Cara yang paling efektif untuk melawan musuh adalah mendoa-bacakan firman, dan salah satu bagian firman yang paling baik didoa-bacakan adalah Kitab Efesus. Jika Anda mendoa-bacakan kitab ini dengan penuh konsentrasi dalam sejangka waktu, Anda akan dikuatkan. Jadi, jangan berpikir untuk memahami Kitab Efesus, doa-bacalah kitab ini, bahkan doa-bacalah seluruh kitab ini dalam dua minggu. Dengan berbuat demikian, Anda akan bisa bersaksi bahwa Anda menjadi bagian yang lebih kuat di dalam perempuan itu.

IV. MEMBUNUH OPINI DAN KONSEPSI KITA

Firman dalam Yohanes 6 adalah untuk perawatan. Dalam Yohanes 6:57 Tuhan berkata, “demikian juga siapa saja yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Sedang dalam 6:63 Ia berkata, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hayat.” Firman dalam Yohanes 6 adalah untuk merawat, sedang firman dalam Efesus 6 terutama untuk membunuh. Firman dalam Yohanes 6 adalah roti, sedangkan firman dalam Efesus 6 adalah sebilah pedang. Pedang bukan untuk merawat, melainkan membunuh. Tetapi pedang ini bukan untuk membunuh Anda — melainkan untuk membunuh musuh dan semua perkara negatif di dalam Anda. Jika kita ingin berperang melawan penghu-lu-penghulu dan penguasa-penguasa di udara, terlebih dulu kita harus membunuh semua “hama” di dalam kita.

Mungkin Anda tidak mengerti apakah “hama-hama” itu. Secara doktrin, “hama-hama” itu adalah pikiran, emosi dan tekad kita. Tetapi pada praktiknya, “hama-hama” yang paling perlu dibunuh adalah semua opini kita. Kita perlu diterangi secara intensif agar kita tampak bahwa kita penuh dengan opini. Ketika Anda mendengar sebuah berita, bersekutu dengan kaum saleh, atau membaca Alkitab, Anda memegang teguh opini-opini dan konsepsi-konsepsi Anda. Hampir setiap orang saleh memegang teguh beberapa opini dan konsepsi mereka. Yang akan saya tekankan adalah: jika kita ingin menjadi bagian yang lebih kuat dalam perempuan itu, berperang melawan musuh melalui doa, kita harus menggunakan firman Allah dan menolak semua opini kita. Dengan kata lain, cara menggunakan firman Allah melalui doa-baca ialah membunuh semua opini kita. Dalam Pelajaran-Hayat Kitab Kejadian berita ke-87, telah kita bahas bahwa memelihara firman Tuhan berarti menerima Tuhan dan membunuh semua opini kita. Kalau bukan karena belas kasihan Tuhan, kita akan merusak firman Tuhan dengan opini kita. Betapa kita perlu mendoa-bacakan firman yang membunuh semua opini dan konsepsi kita!

Dalam pengalaman saya menempuh hidup gereja, saya sering merugikan Tuhan dengan opini-opini saya. Opini adalah kesulitan setiap orang. Saya tidak berkata bahwa kita harus hidup tanpa perasaan seperti sebatang kayu. Ketika Anda membaca Alkitab, sebagai seorang yang kuat dalam pikiran, perasaan, dan tekad, Anda harus memohon Tuhan membunuh semua opini Anda. Tidak banyak orang saleh yang berdoa demikian. Tetapi kita harus berkata, “Tuhan, aku mau mendoa-bacakan firman-Mu. Tuhan, matikanlah opiniku.” Yang merusak Anda sehingga Anda tidak dapat terbangun bersama saudara saudari lainnya, terutama bukan kelemahan Anda, juga bukan keduniawian Anda, melainkan opini Anda. Kita semua mempunyai hati yang mengasihi Tuhan dan ingin terbangun bersama di dalam gereja. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita. Ada orang telah menempuh hidup gereja lebih dari sepuluh tahun, tetapi masih belum menjadi bagian dari bangunan yang sejati. Mereka mungkin saja dekat sekali kepada bangunan itu, namun mereka masih terpisah dengannya, masih berada di luar bangunan itu. Tidak peduli bagaimana dekatnya mereka dengan bangunan itu, mereka belum secara riil terbangun ke dalamnya. Semua opini mereka menghalangi mereka terbangun bersama dengan yang lainnya. Karena itu, kita semua harus berdoa, “Tuhan, aku damba manusia batiniahku dikuatkan; aku mau dikuatkan sehingga dapat memahami kekayaan Kristus; aku mau mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar menjadi orang yang tangguh. Tetapi kesulitanku ialah aku belum membiarkan firman-Mu membunuh opiniku.”

Adakalanya, beberapa teman bertanya kepada saya, “Bagaimana Anda bisa menerima terang demikian banyak dari firman, sedang kami hanya menerima sedikit saja?” Meskipun kami membaca Alkitab yang sama, namun mereka tidak menerima banyak terang. Inilah rahasianya agar kita menerima terang dari firman itu: biarkanlah firman itu mematikan opini Anda. Banyak orang membaca Alkitab secara selektif, memilih-milih, mereka menerima firman yang cocok dengan opini mereka dan menolak yang mereka rasakan tidak cocok. Namun doa-baca yang sejati adalah menerima semua firman yang ada dan membiarkan firman itu mematikan opini kita. Efesus 6 tidak menunjukkan kepada kita cara doa-baca, tetapi menyuruh kita menggunakan firman dengan segala doa. Sewaktu kita berdoa-baca, perkara pertama yang dilakukan firman itu adalah membunuh opini kita. Jika Anda tidak membiarkan firman itu membunuh opini Anda, Anda tidak akan mampu mendatangi musuh yang ada di udara dan memeranginya. Pengalaman kita membuktikan bahwa doa-baca pertama-tama bukan untuk mengenyangkan kita, melainkan untuk mematikan opini kita. Setiap kali kita mempraktikkan doa-baca ini, opini kita diakhiri.

Mungkin Anda merasa bingung, apa yang dimaksud dengan opini Anda. Para saudara memegang satu opini, dan istri mereka mengukuhi opini yang lain. Mungkin Anda menganggap diri Anda seorang suami yang baik, namun Anda tidak menyadari betapa kuatnya Anda mengukuhi opini-opini Anda terhadap istri Anda. Anda mengasihinya dan mungkin jarang bertengkar dengannya, namun jauh di dalam batin Anda, Anda menghargai dan mengindahkan opini-opini Anda yang berbeda dengan opininya. Demikian juga halnya dengan para istri. Jadi, para suami dan para istri, masing-masing memegang konsepsi-konsepsi yang berbeda. Akibatnya, mereka tidak saja tidak dapat terbangun bersama saudara dan saudari lainnya dalam hidup gereja, dalam hidup pernikahan mereka pun mereka tidak bisa terbangun satu sama lain. Meskipun Anda dan istri Anda telah diselamatkan selama bertahun-tahun, dan menggunakan waktu-waktu itu untuk mengasihi Tuhan dan menuntut kebenaran, namun hingga saat ini Anda masih tetap mengukuhi opini-opini Anda. Anda mengasihi Tuhan, Anda mengasihi gereja, Anda juga saling mengasihi, namun Anda tetap mengukuhi opini Anda. Opini-opini itu menghalangi Anda terbangun di dalam gereja.

Setiap orang di antara kita adalah orang yang beropini, berpendirian kaku. Saya akui, saya adalah orang yang ber-pendirian sangat kaku, namun saya memuji Tuhan karena opini-opini saya telah melewati banyak penanggulangan. Memang, saya tidak bisa memegahkan diri bahwa saya tidak mempertahankan apa-apa lagi, namun saya bisa bersaksi bahwa melewati pembunuhan yang dilakukan-Nya, sulit bagi saya mengukuhi apa-apa lagi. Menurut pengertian dalam Efesus 6, melalui doa-baca kita menerima firman yang mematikan, firman yang seperti pedang, yang mampu membunuh semua opini kita.

V. CARA MENGENAKAN KRISTUS

SEBAGAI PERLENGKAPAN SENJATA

Jika kita memegang erat opini-opini kita, kita tidak akan dapat mengenakan Kristus sebagai perlengkapan senjata kita. Untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, opini kita harus dimatikan. Kebanyakan orang tidak memiliki Kristus sebagai perlengkapan senjata mereka, malah sebaliknya mereka memiliki opini yang beraneka ragam. Pemikiran, keinginan, dan pilihan mereka diatur oleh opini mereka. Karena mereka memiliki opini-opini itu, mereka tidak bisa memiliki perlengkapan senjata Allah. Benak mereka penuh dengan berbagai opini, namun mereka tidak memiliki Kristus sebagai ketopong keselamatan pada kepala mereka. Cara satu-satunya untuk mengenakan ketopong keselamatan sebagai tudung kita ialah membiarkan semua opini dan konsepsi kita ditaklukkan dan dimatikan. Kita perlu berdoa, “Ya Tuhan, belas kasihanilah aku, bunuhlah pikiran, opini dan konsepsiku.” Jika kita dengan tulus berdoa demikian, kita akan berada di bawah penudungan ketopong keselamatan ini. Demikian juga mengenai tutup dada. Anda mungkin saja memiliki cita rasa dan pilihan Anda sendiri, mungkin Anda sangat tegas menilai yang Anda sukai dan yang tidak Anda sukai; jika demikian keadaan Anda, Anda tidak bisa mengenakan tutup dada. Bila pilihan Anda dimatikan, barulah Anda bisa mengenakan Kristus sebagai tutup dada yang menutupi hati nurani Anda.

Meskipun secara doktrinal saya telah mengetahui Efesus 6 bertahun-tahun yang lalu, tetapi syukur kepada Tuhan, karena hari ini saya memahami pasal ini secara pengalaman. Saya tampak, jika kita ingin mengenakan Kristus yang almuhit sebagai perlengkapan senjata Allah, seluruh pendapat, konsepsi, opini, rasa sayang, dan pilihan kita harus dimatikan. Hanya demikian kita baru bisa tersembunyi seutuhnya di dalam Kristus yang almuhit. Dengan mengenakan perlengkapan senjata ini, kita akan sanggup memerangi penguasa-penguasa jahat yang di angkasa.

Banyak orang tidak memenuhi syarat untuk berperang melawan penghulu-penghulu dan penguasa-penguasa di angkasa karena mereka terjerat dengan berbagai konsepsi, opini, dan pilihan mereka. Peperangan yang mereka ketahui tidak lain adalah peperangan yang di dalam batin mereka, bukan peperangan di angkasa. Mereka tidak mampu lepas dari diri mereka sendiri untuk menerobos ke dalam wilayah kekuasaan musuh di angkasa. Mereka seperti pesawat tempur yang tidak bisa terbang karena cuaca buruk. “Cuaca buruk” ini adalah diri mereka sendiri, yang penuh dengan berbagai opini, pilihan, maksud, keputusan, kesenangan, dan kebencian. Karena kebanyakan orang terjerat dengan perkara-perkara ini, dan tidak mengenakan Kristus yang almuhit sebagai perlengkapan senjata yang menutupi dan memperlengkapi mereka, maka mereka tidak mampu membubung ke angkasa untuk memerangi musuh yang di angkasa. Sebaliknya, mereka masih terbungkus dalam segala opini dan konsepsi mereka.

VI. CARA RIIL MENGALAMI VISI INI

Dalam Wahyu 12 kita memiliki visi, sedangkan dalam Kitab Efesus kita memiliki cara yang riil untuk mengalami visi ini. Meskipun Wahyu 12 mewahyukan bagian yang lebih tangguh di dalam perempuan itu, namun pasal ini tidak memberi tahu kita cara untuk menjadi bagian yang lebih kuat itu. Caranya, terbentang dalam Kitab Efesus, yaitu manusia batiniah kita diperkuat, diberi kekuatan untuk mengalami kekayaan Kristus, dan juga menjadi tangguh demi mengenakan perlengkapan senjata Allah melalui mendoa-bacakan firman yang bersifat membunuh. Firman yang kita terima melalui doa-baca akan membunuh setiap unsur negatif dalam diri kita. Semakin banyak unsur negatif yang terbunuh, kita akan semakin diperlengkapi dengan perlengkapan senjata Allah. Kalau demikian keadaan kita, kita akan bisa tinggal landas dan berperang melawan peng-hulu-penghulu dan penguasa-penguasa di angkasa. Karena itu, cara berperang sebagai anak laki-laki kita temukan dalam Efesus 6.

Saya tahu, setiap orang dalam gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan mengasihi Tuhan, karena itu saya mempunyai beban bersekutu secara demikian. Meskipun Anda mengasihi Tuhan, Anda masih memiliki banyak opini yang perlu dimatikan. Firman yang membunuh itu harus bekerja di dalam kita. Hal ini tidak mungkin terjadi hanya dengan pengajaran atau demi mendengarkan berita-berita, melainkan merupakan hasil dari mendoa-bacakan firman dengan benar. Setelah firman demi firman menjenuhi diri kita, berbagai opini, konsepsi, dan pilihan kita akan terbunuh. Saya anjuri Anda menyisihkan waktu selama dua minggu untuk membuktikan hal ini demi mendoa-bacakan seluruh Kitab Efesus. Doa-baca yang demikian akan menyingkapkan seluruh opini dan konsepsi Anda, dan akan membuat Anda rela meninggalkan semuanya itu. Saat itulah Anda mampu berkata, “Dalam hidup gereja bersama saudara saudari dan dalam hidup pernikahanku, aku tidak memegang opini apa-apa. Tuhan, karena aku tidak lagi terjerat oleh apa pun di bumi ini, maka kapan saja aku bisa tinggal landas ke angkasa memerangi musuh. Tidak ada sesuatu pun yang bisa menarikku.” Jika Anda mendoa-baca-kan Kitab Efesus, Anda akan tampak di mana Anda berada, dan Anda akan mengetahui apa yang Anda perlukan.