PERSAMAAN ANTARA VISI DALAM WAHYU 12 DENGAN KITAB EFESUS
Dalam berita ini saya ingin menunjukkan persamaan antara visi dalam Wahyu 12 dengan Kitab Efesus. Dalam Wahyu 12, kita memiliki kesan yang dalam terhadap perempuan dengan bagian yang lebih kuat, anak laki-laki, dan peperangan melawan musuh dengan senjata firman. Dalam Kitab Efesus, juga dapat kita temukan perempuan. Kita semua telah mengetahui, Kitab Efesus adalah sebuah kitab tentang gereja, yang merupakan bagian yang lebih be-sar dari perempuan dalam Wahyu 12. Dalam Kitab Efesus, perempuan ini adalah istri Kristus.
I. DIKUATKAN MENJADI BAGIAN YANG LEBIH
KUAT DI DALAM PEREMPUAN ITU
Dalam Efesus 3:16 Paulus berdoa, mohon Bapa “menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan kamu dengan kuasa melalui Roh-Nya ke dalam manusia batiniah” (Tl.). Proses penguatan ini terjadi di dalam manusia batiniah kita, yaitu dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali, yang juga dihuni oleh Roh Kudus. Semakin kuat manusia ba-tiniah kita, kita akan semakin menjadi bagian yang lebih kuat dari perempuan itu. Kunci untuk menjadi bagian yang lebih kuat dalam perempuan itu adalah manusia batiniah kita harus dikuatkan. Dalam ayat 18 Paulus melanjutkan doanya. Ia ingin supaya kita “bersama-sama dengan semua orang kudus dapat dengan penuh kekuatan memahami, be-tapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus” (Tl.). Kata-kata “dapat dengan penuh kekuat-an” dalam bahasa aslinya berarti “dikuatkan dengan ke-kuatan”. Kita perlu menerima kekuatan untuk memahami betapa besar kapasitas kekayaan Kristus kita. Untuk men-jadi anak laki-laki, bukan hanya manusia batiniah kita perlu dikuatkan, diri kita pun harus menerima rawatan dari ke-kayaan Kristus. Selain itu, Efesus 6:10 memberi tahu kita, “hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuat-an kuasa-Nya.” Menurut pasal ini, cara untuk menjadi kuat ialah mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah (ayat 11, 13). Mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah berarti mengenakan Kristus yang almuhit ke atas diri kita. Setiap aspek dari Kristus yang almuhit itu haruslah men-jadi penutup kita. Jadi, dalam Efesus 3:16, 18 dan 6:10-11, kita nampak cara untuk menjadi bagian yang lebih kuat di dalam perempuan itu, yaitu manusia batiniah kita harus dikuatkan, mendapatkan kekuatan untuk mengalami keka-yaan Kristus, dan menjadi kuat melalui mengenakan Kristus yang almuhit sebagai perlengkapan senjata kita. Karena itu, dalam Kitab Efesus kita dapati aspek-aspek perempuan dan anak laki-laki.
II. MELALUI BERDOA
BERPERANG MELAWAN MUSUH
Dalam Kitab Efesus kita juga menemukan peperangan melawan roh-roh kegelapan, melawan pemerintah-pemerin-tah, melawan penguasa-penguasa, melawan kuasa-kuasa dunia yang gelap, melawan roh-roh jahat di udara (Ef. 6:12). Kuasa-kuasa jahat itu, sudah tentu adalah kuasa-kuasa musuh, Iblis. Karena itu, dalam kitab ini, kita tidak saja melihat perempuan dan anak laki-laki, tetapi juga pi-hak ketiga, Iblis dan ular. Kitab Efesus mewahyukan pepe-rangan yang sedang berkecamuk antara bagian yang lebih kuat di dalam perempuan itu dengan musuh. Selain itu, kitab ini juga mengatakan bahwa peperangan dilaksanakan melalui doa. Cara anak laki-laki memerangi musuh adalah melalui doa. Terakhir, seluruh Kitab Efesus memberi kita satu butir klimaks — “berjaga-jaga dan berdoa”.
III. MEMPERGUNAKAN FIRMAN
DENGAN SEGALA DOA
Pada bagian ini kita perlu menyajikan terjemahan Efesus 6:17-18 secara harfiah. “Dan terimalah ketopong ke-selamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di da-lam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus.” Menurut ayat-ayat ini, cara kita berperang ialah menggunakan firman Allah dengan segala doa. Jangan hanya memiliki satu cara berdoa, milikilah banyak cara berdoa. Kita perlu melatih roh kita berdoa dengan berbagai cara. Bagian Alkitab ini jelas membicarakan tentang doa-baca, yaitu menggunakan firman Allah dengan segala macam doa. Tidak ada faedahnya kita memerangi musuh dengan pikiran-pikiran dan kata-kata kita sendiri. Kita tidak akan mampu melawan dia dengan menggunakan pikiran dan perkataan kita. Cara yang paling efektif untuk melawan musuh adalah mendoa-bacakan firman, dan salah satu bagian firman yang paling baik didoa-bacakan adalah Kitab Efesus. Jika Anda mendoa-bacakan kitab ini dengan penuh konsentrasi dalam sejangka waktu, Anda akan dikuatkan. Jadi, jangan berpi-kir untuk memahami Kitab Efesus, doa-bacalah kitab ini, bahkan doa-bacalah seluruh kitab ini dalam dua minggu. De-ngan berbuat demikian, Anda akan bisa bersaksi bahwa Anda menjadi bagian yang lebih kuat di dalam perempuan itu.
IV. MEMBUNUH OPINI DAN KONSEPSI KITA
Firman dalam Yohanes 6 adalah untuk perawatan. Da-lam Yohanes 6:57 Tuhan berkata, “demikian juga siapa saja yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Sedang dalam 6:63 Ia berkata, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan ke-padamu adalah roh dan hayat.” Firman dalam Yohanes 6 adalah untuk merawat, sedang firman dalam Efesus 6 ter-utama untuk membunuh. Firman dalam Yohanes 6 adalah roti, sedangkan firman dalam Efesus 6 adalah sebilah pe-dang. Pedang bukan untuk merawat, melainkan membunuh. Tetapi pedang ini bukan untuk membunuh Anda — melain-kan untuk membunuh musuh dan semua perkara negatif di dalam Anda. Jika kita ingin berperang melawan penghu-lu-penghulu dan penguasa-penguasa di udara, terlebih dulu kita harus membunuh semua “hama” di dalam kita.
Mungkin Anda tidak mengerti apakah “hama-hama” itu. Secara doktrin, “hama-hama” itu adalah pikiran, emosi dan tekad kita. Tetapi pada prakteknya, “hama-hama” yang paling perlu dibunuh adalah semua opini kita. Kita perlu diterangi secara intensif agar kita nampak bahwa kita pe-nuh dengan opini. Ketika Anda mendengar sebuah berita, bersekutu dengan kaum saleh, atau membaca Alkitab, An-da memegang teguh opini-opini dan konsepsi-konsepsi Anda. Hampir setiap orang saleh memegang teguh beberapa opini dan konsepsi mereka. Yang akan saya tekankan adalah: ji-ka kita ingin menjadi bagian yang lebih kuat dalam pe-rempuan itu, berperang melawan musuh melalui doa, kita harus menggunakan firman Allah dan menolak semua opini kita. Dengan kata lain, cara menggunakan firman Allah melalui doa-baca ialah membunuh semua opini kita. Dalam Pelajaran-Hayat Kitab Kejadian berita ke-87, telah kita ba-has bahwa memelihara firman Tuhan berarti menerima Tuhan dan membunuh semua opini kita. Kalau bukan ka-rena belas kasihan Tuhan, kita akan merusak firman Tuhan dengan opini kita. Betapa kita perlu mendoa-bacakan fir-man yang membunuh semua opini dan konsepsi kita!
Dalam pengalaman saya menempuh hidup gereja, saya sering merugikan Tuhan dengan opini-opini saya. Opini ada-lah kesulitan setiap orang. Saya tidak berkata bahwa kita harus hidup tanpa perasaan seperti sebatang kayu. Ketika Anda membaca Alkitab, sebagai seorang yang kuat dalam pikiran, perasaan, dan tekad, Anda harus memohon Tuhan membunuh semua opini Anda. Tidak banyak orang saleh yang berdoa demikian. Tetapi kita harus berkata, “Tuhan, aku mau mendoa-bacakan firman-Mu. Tuhan, matikanlah opiniku.” Yang merusak Anda sehingga Anda tidak dapat terbangun bersama saudara saudari lainnya, terutama bu-kan kelemahan Anda, juga bukan keduniawian Anda, me-lainkan opini Anda. Kita semua mempunyai hati yang me-ngasihi Tuhan dan ingin terbangun bersama di dalam gereja. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita. Ada orang telah menempuh hidup gereja lebih dari sepuluh ta-hun, tetapi masih belum menjadi bagian dari bangunan yang sejati. Mereka mungkin saja dekat sekali kepada ba-ngunan itu, namun mereka masih terpisah dengannya, ma-sih berada di luar bangunan itu. Tidak peduli bagaimana dekatnya mereka dengan bangunan itu, mereka belum seca-ra riil terbangun ke dalamnya. Semua opini mereka meng-halangi mereka terbangun bersama dengan yang lainnya. Karena itu, kita semua harus berdoa, “Tuhan, aku damba manusia batiniahku dikuatkan; aku mau dikuatkan sehing-ga dapat memahami kekayaan Kristus; aku mau mengena-kan seluruh perlengkapan senjata Allah agar menjadi orang yang tangguh. Tetapi kesulitanku ialah aku belum mem-biarkan firman-Mu membunuh opiniku.”
Adakalanya, beberapa teman bertanya kepada saya, “Bagaimana Anda bisa menerima terang demikian banyak dari firman, sedang kami hanya menerima sedikit saja?” Meskipun kami membaca Alkitab yang sama, namun me-reka tidak menerima banyak terang. Inilah rahasianya agar kita menerima terang dari firman itu: biarkanlah firman itu mematikan opini Anda. Banyak orang membaca Alkitab secara selektif, memilih-milih, mereka menerima firman yang cocok dengan opini mereka dan menolak yang mereka rasakan tidak cocok. Namun doa-baca yang sejati adalah menerima semua firman yang ada dan membiarkan firman itu mematikan opini kita. Efesus 6 tidak menunjukkan ke-pada kita cara doa-baca, tetapi menyuruh kita mengguna-kan firman dengan segala doa. Sewaktu kita berdoa-baca, perkara pertama yang dilakukan firman itu adalah mem-bunuh opini kita. Jika Anda tidak membiarkan firman itu membunuh opini Anda, Anda tidak akan mampu menda-tangi musuh yang ada di udara dan memeranginya. Peng-alaman kita membuktikan bahwa doa-baca pertama-tama bukan untuk mengenyangkan kita, melainkan untuk me-matikan opini kita. Setiap kali kita mempraktekkan doa-baca ini, opini kita diakhiri.
Mungkin Anda merasa bingung, apa yang dimaksud dengan opini Anda. Para saudara memegang satu opini, dan istri mereka mengukuhi opini yang lain. Mungkin An-da menganggap diri Anda seorang suami yang baik, namun Anda tidak menyadari betapa kuatnya Anda mengukuhi opini-opini Anda terhadap istri Anda. Anda mengasihinya dan mungkin jarang bertengkar dengannya, namun jauh di dalam batin Anda, Anda menghargai dan mengindahkan opini-opini Anda yang berbeda dengan opininya. Demikian juga halnya dengan para istri. Jadi, para suami dan para istri, masing-masing memegang konsepsi-konsepsi yang ber-beda. Akibatnya, mereka tidak saja tidak dapat terbangun bersama saudara dan saudari lainnya dalam hidup gereja, dalam hidup pernikahan mereka pun mereka tidak bisa ter-bangun satu sama lain. Meskipun Anda dan istri Anda te-lah diselamatkan selama bertahun-tahun, dan menggunakan waktu-waktu itu untuk mengasihi Tuhan dan menuntut kebenaran, namun hingga saat ini Anda masih tetap mengukuhi opini-opini Anda. Anda mengasihi Tuhan, Anda mengasihi gereja, Anda juga saling mengasihi, namun Anda tetap mengukuhi opini Anda. Opini-opini itu menghalangi Anda terbangun di dalam gereja.
Setiap orang di antara kita adalah orang yang beropini, berpendirian kaku. Saya akui, saya adalah orang yang ber-pendirian sangat kaku, namun saya memuji Tuhan karena opini-opini saya telah melewati banyak penanggulangan. Memang, saya tidak bisa memegahkan diri bahwa saya ti-dak mempertahankan apa-apa lagi, namun saya bisa ber-saksi bahwa melewati pembunuhan yang dilakukan-Nya, sulit bagi saya mengukuhi apa-apa lagi. Menurut penger-tian dalam Efesus 6, melalui doa-baca kita menerima fir-man yang mematikan, firman yang seperti pedang, yang mampu membunuh semua opini kita.
V. CARA MENGENAKAN KRISTUS
SEBAGAI PERLENGKAPAN SENJATA
Jika kita memegang erat opini-opini kita, kita tidak akan dapat mengenakan Kristus sebagai perlengkapan sen-jata kita. Untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, opini kita harus dimatikan. Kebanyakan orang tidak memiliki Kristus sebagai perlengkapan senjata mereka, malah sebaliknya mereka memiliki opini yang beraneka ra-gam. Pemikiran, keinginan, dan pilihan mereka diatur oleh opini mereka. Karena mereka memiliki opini-opini itu, me-reka tidak bisa memiliki perlengkapan senjata Allah. Be-nak mereka penuh dengan berbagai opini, namun mereka tidak memiliki Kristus sebagai ketopong keselamatan pada kepala mereka. Cara satu-satunya untuk mengenakan ketopong keselamatan sebagai tudung kita ialah membiar-kan semua opini dan konsepsi kita ditaklukkan dan dima-tikan. Kita perlu berdoa, “Ya Tuhan, belas kasihanilah aku, bunuhlah pikiran, opini dan konsepsiku.” Jika kita dengan tulus berdoa demikian, kita akan berada di bawah penu-dungan ketopong keselamatan ini. Demikian juga mengenai tutup dada. Anda mungkin saja memiliki cita rasa dan pi-lihan Anda sendiri, mungkin Anda sangat tegas menilai yang Anda sukai dan yang tidak Anda sukai; jika demikian keadaan Anda, Anda tidak bisa mengenakan tutup dada. Bi-la pilihan Anda dimatikan, barulah Anda bisa mengenakan Kristus sebagai tutup dada yang menutupi hati nurani Anda.
Meskipun secara doktrinal saya telah mengetahui Efesus 6 bertahun-tahun yang lalu, tetapi syukur kepada Tuhan, karena hari ini saya memahami pasal ini secara pengalam-an. Saya nampak, jika kita ingin mengenakan Kristus yang almuhit sebagai perlengkapan senjata Allah, seluruh pen-dapat, konsepsi, opini, rasa sayang, dan pilihan kita harus dimatikan. Hanya demikian kita baru bisa tersembunyi se-utuhnya di dalam Kristus yang almuhit. Dengan mengena-kan perlengkapan senjata ini, kita akan sanggup meme-rangi penguasa-penguasa jahat yang di angkasa.
Banyak orang tidak memenuhi syarat untuk berperang melawan penghulu-penghulu dan penguasa-penguasa di ang-kasa karena mereka terjerat dengan berbagai konsepsi, opini, dan pilihan mereka. Peperangan yang mereka ketahui tidak lain adalah peperangan yang di dalam batin mereka, bukan peperangan di angkasa. Mereka tidak mampu lepas dari diri mereka sendiri untuk menerobos ke dalam wilayah kekua-saan musuh di angkasa. Mereka seperti pesawat tempur yang tidak bisa terbang karena cuaca buruk. “Cuaca bu-ruk” ini adalah diri mereka sendiri, yang penuh dengan berbagai opini, pilihan, maksud, keputusan, kesenangan, dan kebencian. Karena kebanyakan orang terjerat dengan perkara-perkara ini, dan tidak mengenakan Kristus yang almuhit sebagai perlengkapan senjata yang menutupi dan memperlengkapi mereka, maka mereka tidak mampu mem-bubung ke angkasa untuk memerangi musuh yang di ang-kasa. Sebaliknya, mereka masih terbungkus dalam segala opini dan konsepsi mereka.
VI. CARA RIIL MENGALAMI VISI INI
Dalam Wahyu 12 kita memiliki visi, sedangkan dalam Kitab Efesus kita memiliki cara yang riil untuk mengalami visi ini. Meskipun Wahyu 12 mewahyukan bagian yang lebih tangguh di dalam perempuan itu, namun pasal ini tidak memberi tahu kita cara untuk menjadi bagian yang lebih kuat itu. Caranya, terbentang dalam Kitab Efesus, yaitu manusia batiniah kita diperkuat, diberi kekuatan un-tuk mengalami kekayaan Kristus, dan juga menjadi tang-guh demi mengenakan perlengkapan senjata Allah melalui mendoa-bacakan firman yang bersifat membunuh. Firman yang kita terima melalui doa-baca akan membunuh setiap unsur negatif dalam diri kita. Semakin banyak unsur nega-tif yang terbunuh, kita akan semakin diperlengkapi dengan perlengkapan senjata Allah. Kalau demikian keadaan kita, kita akan bisa tinggal landas dan berperang melawan peng-hulu-penghulu dan penguasa-penguasa di angkasa. Karena itu, cara berperang sebagai anak laki-laki kita temukan dalam Efesus 6.
Saya tahu, setiap orang dalam gereja-gereja dalam pe-mulihan Tuhan mengasihi Tuhan, karena itu saya mempu-nyai beban bersekutu secara demikian. Meskipun Anda mengasihi Tuhan, Anda masih memiliki banyak opini yang perlu dimatikan. Firman yang membunuh itu harus beker-ja di dalam kita. Hal ini tidak mungkin terjadi hanya de-ngan pengajaran atau demi mendengarkan berita-berita, melainkan merupakan hasil dari mendoa-bacakan firman dengan benar. Setelah firman demi firman menjenuhi diri kita, berbagai opini, konsepsi, dan pilihan kita akan terbu-nuh. Saya anjuri Anda menyisihkan waktu selama dua minggu untuk membuktikan hal ini demi mendoa-bacakan seluruh Kitab Efesus. Doa-baca yang demikian akan me-nyingkapkan seluruh opini dan konsepsi Anda, dan akan membuat Anda rela meninggalkan semuanya itu. Saat itu-lah Anda mampu berkata, “Dalam hidup gereja bersama saudara saudari dan dalam hidup pernikahanku, aku tidak memegang opini apa-apa. Tuhan, karena aku tidak lagi ter-jerat oleh apa pun di bumi ini, maka kapan saja aku bisa tinggal landas ke angkasa memerangi musuh. Tidak ada se-suatu pun yang bisa menarikku.” Jika Anda mendoa-baca-kan Kitab Efesus, Anda akan nampak di mana Anda ber-ada, dan Anda akan mengetahui apa yang Anda perlukan.