← Daftar isi Wahyu (2) · bab 11/17

BINATANG YANG KELUAR DARI DALAM BUMI

Dalam berita ini kita akan melihat binatang yang kedua, yaitu binatang yang keluar dari dalam bumi (13:11-18).

I. YUDAS ISKARIOT

Wahyu 13:11 mengatakan, “Lalu aku melihat seekor bi-natang lain keluar dari dalam bumi.” Binatang lain ini adalah nabi palsu (16:13; 19:20; 20:10). Karena bumi, ta-nah, melambangkan negara Israel, maka binatang lain ini, nabi palsu, akan berasal dari orang Yahudi. Sejumlah pene-liti nubuat yakin bahwa nabi palsu ini tidak lain adalah Yudas Iskariot. Saya percaya pendapat demikian tepat. Me-nurut Kisah Para Rasul 1:25, setelah kematiannya, Yudas “pergi ke tempatnya sendiri” (Tl.), bukan “dikumpulkan kepada kaum leluhurnya”, seperti orang-orang lainnya yang tercatat di dalam Alkitab (Kej. 25:17; 35:29). Meskipun ada banyak orang palsu dalam sejarah, namun tidak seorang pun yang dipenuhi dengan Iblis seperti Yudas. Yesus berkata, “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun, salah seorang di antara kamu adalah Iblis. Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, walaupun dia seorang di antara kedua belas murid itu” (Yoh. 6:70-71). Di sini kita nampak Tuhan Yesus menyebut Yudas sebagai Iblis. Karena Yudas dipenuhi oleh Iblis, maka ia bersatu dengan Iblis. Tidak ada seorang pun yang sepadan dengan Yudas dalam gambarannya sebagai nabi palsu.

Baiklah kita membahas lebih lanjut makna Yudas “pergi ke tempatnya sendiri”. Menurut catatan dalam Alkitab, Elia diangkat ke takhta Allah, dan tubuh Musa disimpan Allah untuk tujuan khusus. Selain itu, kita juga telah melihat roh Nero ditahan di jurang maut. Tidak salah lagi, roh Yudas juga ditahan di suatu tempat khusus. Ketika membaca sampai Kitab Wahyu, barulah kita tahu, mengapa Alkitab memberikan catatan khusus tentang keempat orang ini.

Pada waktu kesusahan besar, umat Allah di bumi perlu dikuatkan. Allah tahu akan hal ini, karena itu dalam kedaulatan-Nya, Ia memelihara Musa dan Elia untuk kesaksian-Nya pada saat itu. Allah juga menahan Nero dan Yudas, tetapi berbeda dengan Musa dan Elia, mereka bukan berada di tempat yang menyenangkan. Yang satu berada di jurang maut, sedang yang lain berada di “tempatnya sendiri”. Meskipun saya tidak tahu di mana tempat itu, namun saya yakin, itu bukan tempat yang menyenangkan. Karena itu, dua orang dipelihara Allah untuk tujuan-Nya yang positif, sedang dua orang lainnya ditahan untuk tujuan-Nya yang negatif. Roh Nero ditahan di dalam jurang maut hingga saat pengukuhan kaisar terakhir dari Kekaisaran Romawi sebagai Antikristus. Yudas ditahan di tempatnya sendiri hingga saatnya menampakkan diri sebagai nabi palsu. Dengan kedaulatan pemeliharaan atau penahanan Allah terhadap keempat orang ini, kita nampak alam semesta dan seluruh umat manusia ada di bawah tangan kedaulatan Allah. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi secara kebetulan. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan pengaturan kedaulatan Allah.

Berabad-abad yang lalu, Allah telah mempersiapkan Musa dan Elia. Telah kita tunjukkan, Musa mewakili hu-kum Taurat, sedang Elia, mewakili nabi-nabi. Pada zaman dulu, orang-orang Yahudi menyebut Perjanjian Lama “kitab Taurat dan nabi-nabi”. Karena Musa dan Elia akan menjadi dua orang saksi, maka Allah sengaja memeliharanya. Suatu hari, setelah Iblis dilemparkan ke bumi dan menjelma ke dalam Antikristus, yang akan menjalankan kuasa setaninya untuk menganiaya umat Allah, Allah akan mengutus kedua saksi ini untuk menguatkan umat-Nya. Saat itu, Iblis akan memanggil Yudas keluar, agar ia bekerja untuk Iblis seperti yang telah dilakukannya dulu. Sama seperti roh Nero akan keluar dari jurang maut dan menjadi Anti-kristus, demikian juga Yudas akan keluar dari tempatnya sendiri dan menjadi nabi palsu. Karena itu, selama tiga setengah tahun masa kesusahan besar, keempat orang istimewa ini akan ada di bumi — Musa, Elia, Nero dan Yudas. Mungkin keempat orang ini akan saling berhadapan muka. Saya ingin tahu apa yang dikatakan Musa dan Elia kepada Yudas. Musa dan Elia akan memberikan kesaksian yang melawan Antikristus dan nabi palsu. Bayangkan, betapa si-tuasi pada saat keempat orang ini bertemu satu sama lain!

II. KELUAR DARI DALAM BUMI

Wahyu 13:11 mengatakan bahwa binatang lain, nabi palsu, akan keluar dari dalam bumi. Secara geografis, ia akan keluar dari dalam bumi; secara perlambangan ia akan berasal dari negara Israel. Kita telah nampak bahwa tanah melambangkan negara Israel. Karena itu, nabi palsu pasti akan berasal dari negara Israel. Ia adalah salah seorang dari orang Yahudi.

III. KEPALSUANNYA

Wahyu 13:11 juga menyatakan bahwa binatang yang keluar dari bumi itu “bertanduk dua sama seperti anak dom-ba dan ia berbicara seperti seekor naga”. Nabi palsu itu ke-lihatannya seperti anak domba, tetapi bicaranya seperti naga. Hal itu menunjukkan kepalsuannya. Dalam Alkitab, anak domba menyatakan Kristus. Fakta bahwa nabi palsu itu memiliki dua buah tanduk seperti anak domba, menun-jukkan ia berpura-pura seperti Kristus. Namun, pembicara-annya seperti naga, Iblis. Meskipun ia pura-pura berlaku seperti Kristus, namun yang diekspresikannya adalah Iblis. Ia mutlak palsu.

Ayat 13 mengatakan, “Ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.” Nabi palsu akan melakukan mukjizat yang besar dengan kekuatan Iblis. Dalam menu-runkan api dari langit, nabi palsu akan melakukan per-buatan yang sama seperti yang diperbuat Elia. Elia pernah meminta api dari surga pada zaman Ahab (1 Raja-raja 18), dan pada masa tiga setengah tahun kesusahan besar ia melakukannya sekali lagi. Ketika Yudas melihat hal ini, ia mungkin berkata, “Jika Elia bisa, aku pun bisa.” Karena nabi palsu itu melakukan mukjizat yang besar, maka orang banyak sulit membedakan mana nabi yang sejati dan mana yang palsu. Nabi palsu mampu melakukan hal-hal yang dilakukan oleh nabi sejati. Dalam hal fasih lidah, Yudas juga tidak kalah dengan Musa maupun Elia, karena bicaranya seperti naga.

Jika kita mendapatkan terang, kita tidak akan mem-perhatikan mukjizat-mukjizat. Menurut konsepsi Perjanjian Baru, Tuhan tidak ingin kita mencurahkan perhatian pada mukjizat-mukjizat. Sebaliknya, kita harus memusatkan seluruh diri kita pada perkara hayat. Janganlah meng-inginkan mukjizat-mukjizat yang bisa dilakukan oleh se-orang pengkhotbah; kita harus menguji hayat yang dimi-likinya. Masalahnya bukanlah kekuatan yang kita jalankan, melainkan hayat yang kita perhidupkan. Jika Anda hanya memperhatikan hayat, Anda tidak mungkin tertipu. De-ngan mukjizat-mukjizat yang di luar, kita sulit membeda-kan yang sejati dari yang palsu; karena Elia maupun nabi palsu sama-sama bisa menurunkan api dari langit. Jalan satu-satunya untuk membedakannya adalah dengan hayat. Jika Elia dan Yudas berdiri di depan Anda, Anda bisa dengan mudah membedakan siapa yang sejati dan siapa yang palsu melalui diri mereka. Orang bisa saja menipu sesamanya dengan kata-kata mereka, tetapi apa adanya mereka menyatakan siapa mereka itu. Janganlah terpaku pada apa yang bisa dilakukan oleh seseorang, perhatikanlah apa adanya mereka. Hari ini, kebanyakan orang Kristen tidak memperhatikan apa adanya seseorang, melainkan apa yang mampu diperbuatnya. Mereka terpaku pada kekuatan, tanda-tanda ajaib dan mukjizat-mukjizat. Tetapi orang-orang yang dengan kekuatan ajaib melakukan berbagai mukjizat itu, mungkin memiliki kehidupan dan tingkah laku yang kasihan. Namun bukan berarti kita tidak perlu memperha-tikan penampilan luaran kita, melainkan kita harus sesuai dengan apa adanya kita. Yang harus kita ekspresikan dalam kehidupan kita adalah apa yang ada dalam hayat kita. Hayat yang kita perhidupkan dari dalam, bukan me-nyatakan apa yang bisa kita perbuat, melainkan meng-ekspresikan apa adanya kita.

Pada akhir zaman, berbagai tanda, kekuatan, dan muk-jizat akan muncul. Dalam Matius 24:24 Tuhan Yesus ber-kata, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat, sehingga sekiranya mung-kin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” Dalam 2 Tesalonika 2:9-10 Paulus berkata, Antikristus, manusia durhaka itu, akan datang menurut operasi Iblis, “disertai berbagai perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mukjizat-muk-jizat palsu, dengan berbagai tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa”. Di sini kita diingatkan agar tidak mencari dan mengharapkan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat. Kalau tidak, kita mudah tertipu. Bukan tanda-tanda yang kita tuntut, sebaliknya, kita harus memperhati-kan Kristus dalam hayat. Jangan mencari mukjizat-muk-jizat, perhatikanlah hayat, yaitu Kristus sendiri. Ketika Yudas, nabi palsu itu, muncul, ia akan menyesatkan ba-nyak orang dengan tanda-tanda yang dilakukannya.

IV. BEKERJA BAGI BINATANG

YANG KELUAR DARI DALAM LAUT

Nabi palsu itu bukan bekerja untuk kepentingannya sendiri, melainkan untuk Antikristus, binatang yang keluar dari dalam laut. Orang yang berbicara untuk kepentingan-nya sendiri, umumnya tidak dihargai dan tidak dipercayai. Lebih mudah memuji orang lain daripada memuji diri sen-diri. Jika saya berbicara muluk-muluk tentang diri saya sendiri, tidak akan ada yang mau mendengarkan saya. Segala yang diucapkan dan dilakukan oleh Yudas adalah untuk kepentingan binatang yang pertama. Hanya saja yang tidak saya pahami mengapa ia mau menjual dirinya sede-mikian rupa untuk kepentingan Antikristus sehingga akhir-nya ia harus masuk ke telaga api bersamanya. Seolah-olah hal ini tidak masuk akal. Iblis atau Antikristus tidak per-nah menjanjikan apa-apa kepadanya. Mengapa ia demikian bodoh mau menjual dirinya secara mutlak? Sejak semula Yudas telah ditangkap oleh Iblis dan menjadi orang yang di bawah hasutan jahat Iblis. Sama seperti Iblis mengontrol Yudas di waktu yang silam, ia juga akan mengontrolnya se-kali lagi di masa mendatang. Mungkin itulah sebabnya Yudas secara mutlak menjual dirinya kepada Antikristus.

Meski tidak satu pun di antara kita yang seperti Yudas, namun sebagian diri alamiah kita ada di dalam prinsip Yudas, setidaknya sampai taraf tertentu sama dengannya. Boleh jadi kita juga menjual diri kita kepada Iblis untuk mendapatkan hal-hal yang tidak berarti. Entah Anda me-nyadarinya atau tidak, Anda telah melakukannya berkali-kali. Sering kali, kita menjual Tuhan Yesus atau merusak hidup gereja; kita melakukan beberapa perkara yang bisa menghambat pemulihan Tuhan. Ketika kita berbuat demikian, kelihatannya tanpa alasan apa pun. Lebih dari 14 tahun yang silam di Amerika Serikat, saya melihat be-berapa kasus dari orang-orang yang merusak pemulihan Tuhan, namun mereka tidak mendapatkan sesuatu pun se-bagai imbalannya. Semua perbuatan mereka merupakan hasil dari pengendalian Iblis atas diri alamiah mereka. Bila Iblis masuk ke dalam diri alamiah kita dan menempati bagi-an-bagian tertentu, kita akan menjual diri kita untuk hal-hal yang kosong. Itulah prinsip Yudas, juga prinsip nabi palsu.

Bukan Iblis saja yang memberikan kekuatannya ke-pada nabi palsu, Antikristus pun akan percaya sepenuhnya kepadanya. Karena itu, nabi palsu diberi kuasa untuk me-wakili Antikristus, mewakili perwujudan Iblis itu. Iblis akan menjelma ke dalam Antikristus, dan Antikristus akan diwa-kili oleh nabi palsu. Sebab itu, beberapa peneliti Alkitab menyebut Iblis, Antikristus, dan nabi palsu trinitas setani. Namun saya tidak suka kata trinitas dipakai dalam arti negatif. Bagaimanapun, Iblis, Antikristus, dan nabi palsu akan menjadi satu. Melalui persatuan itu, nabi palsu ber-kuasa melakukan apa saja yang diingininya.

A. Menjalankan Kekuasaan Binatang Pertama

Wahyu 13:12 mengatakan, “Seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya.” Nabi palsu bukan saja menjalankan kekuatan Antikristus, ia pun menjalankan kekuasaan Antikristus.

B. Menyebabkan Bumi dan Semua Penghuninya

Menyembah Binatang Pertama

Ayat 12 mengatakan, “Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.” Nabi palsu itu akan menyebabkan seluruh bumi dan penghuni bumi menyem-bah Antikristus. Ministrinya adalah menyiarkan bahwa se-tiap orang di bumi harus menyembah Antikristus. Ia akan berbicara panjang lebar. Melalui bicaranya yang sangat fa-sih dan penuh kekuatan, ia akan meyakinkan orang-orang untuk menyembah Antikristus.

C. Menyesatkan Penghuni Bumi untuk Membuat Patung Binatang Pertama

Ayat 14 mengatakan, “Ia menyesatkan mereka yang ting-gal di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepa-danya untuk dilakukan di depan mata binatang itu. Ia me-nyuruh mereka yang tinggal di bumi, supaya mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pe-dang, namun yang tetap hidup itu.” Ia akan menyesatkan orang sedemikian rupa sehingga mereka setuju untuk mem-buat patung binatang itu dan menyembahnya.

Kita telah nampak, Antikristus akan merupakan to-talitas ciri khas semua kuasa di dunia. Sepanjang abad, orang-orang suka sekali mendirikan patung pahlawan me-reka. Nabi palsu itu akan mendirikan patung Antikristus supaya disembah oleh semua orang yang ada di bumi. Da-lam kesepuluh perintah Allah, Allah melarang kita mem-buat patung apa pun. Keinginan untuk memiliki seorang pahlawan akan terwujud di dalam Antikristus, dan nabi palsu akan meyakinkan orang-orang yang hidup di bumi un-tuk menyembah pahlawan mereka. Tidak diragukan, Anti-kristus akan menjadi pahlawan di antara segala pahlawan, melebihi segala pahlawan dalam generasi yang telah lalu. Dengan dilepaskannya dan disebarkannya berita ini, ba-nyak orang Kristen akan dipersiapkan untuk menghadapi hal itu. Bila tiba saatnya patung Antikristus didirikan, mereka akan mampu menjauhinya.

Wahyu 13:15 mengatakan, “Kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, se-hingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.” Dalam ayat ini kita nam-pak, nabi palsu itu secara nyata mampu memberikan nafas hidup kepada berhala itu. Berhala itu akan dihidupkan. Berhala yang dibuat manusia tidak bisa berbicara (Mzm. 115:5), namun berhala yang terakhir ini bisa berbicara, ba-gaikan patung yang hidup. Terhadap penduduk bumi, hal ini pasti suatu perkara ajaib, sehingga mereka semua akan menyembahnya. Para sarjana zaman ini mampu membuat banyak benda, namun mereka tidak mampu memberikan nafas hidup ke dalam benda-benda itu. Tetapi pada zaman akhir, Yudas akan mampu melakukan hal itu. Sebuah ber-hala akan didirikan di dalam Bait Allah. Berhala itu akan berbicara dan menyuruh setiap orang menyembahnya, ka-lau tidak, orang itu akan dibunuh. Betapa sulit bagi setiap orang untuk tidak tertipu oleh keajaiban jahat ini! Siapa yang berani tidak menyembah Antikristus atau patungnya? Menurut 13:8, “Semua orang yang tinggal di bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.” Hanya orang-orang yang namanya telah tertulis dalam kitab hayat Anak Dombalah yang tidak menyembah Antikristus dan patung-nya. Mereka menolak menyembahnya, meskipun mereka harus kehilangan nyawa mereka. Akibatnya, pada saat itu banyak orang menjadi martir.

Jika Anda bukan buah bungar, melainkan orang yang masih tertinggal di bumi pada saat kesusahan besar, Anda mungkin akan dibunuh sebagai martir oleh Antikristus. Tetapi sebagai martir Anda akan cepat menjadi pemenang. Meskipun orang-orang martir selama kesusahan besar akan menjadi pemenang yang belakangan, mereka akan menjadi pemenang dengan cepat sekali.

Saudara Watchman Nee melewati waktu lima puluh tahun lebih untuk menjadi pemenang. Lebih dari tiga puluh tahun ia menderita akibat penganiayaan oleh kekristenan, melalui tentangan, kritik, dan isu-isu tentang dirinya. Ham-pir semua misionaris, terutama mereka yang tergabung da-lam China Inland Mission menentangnya. Setelah tahun-tahun yang penuh tentangan oleh kekristenan berlalu, ia dipenjarakan selama dua puluh tahun. Untuk menjadi se-orang pemenang, Saudara Watchman Nee melewati waktu lima puluh tahun lebih, tetapi orang-orang yang tertinggal dalam kesusahan besar memerlukan waktu tidak lebih dari empat puluh dua bulan. Memang tidak menyenangkan bila kita tertinggal dan melewati kesusahan besar, tetapi itu jauh lebih baik daripada mati sekarang ini. Jika Anda mati sekarang, Anda bisa kehilangan kesempatan untuk menjadi pemenang. Puji Tuhan, karena kita semua mempunyai ke-sempatan untuk menjadi pemenang, entah itu pemenang duluan atau pemenang belakangan. Saya ingin menjadi pemenang, karena itu saya ingin terus hidup hingga saya melihat Tuhan. Tetapi jika kita tidak bisa menjadi peme-nang hari ini, maka daripada mati, kita lebih suka ter-tingal dalam kesusahan besar, karena dengan demikian kita akan memiliki kesempatan menjadi pemenang belakangan dan dalam waktu singkat. Jika Anda tidak ingin menjadi pemenang hari ini, kelak Anda akan dipaksa menjadi pe-menang. Meskipun Anda berkata Anda tidak peduli, namun Tuhan mempunyai jalan untuk membuat Anda mempeduli-kan dan memperhatikannya. Antikristus akan datang, dan nabi palsu akan berkhotbah dan mendirikan patung yang bisa berbicara. Lalu apakah yang akan Anda perbuat? An-da harus menentang khotbahnya. Namun setelah Anda ber-khotbah menentang Antikristus, Anda akan menjadi martir.

Jika berita-berita ini tidak membantu Anda menjadi pemenang duluan, saya yakin berita-berita ini sedikitnya akan mempersiapkan Anda menjadi pemenang belakangan. Sekarang Tuhan sedang melepaskan semua berita ini. Lebih dari lima puluh tahun, saya belum pernah menyentuh per-kara nubuat ini. Inilah pertama kalinya sejak awal tahun 1930 saya menguraikan nubuat ini secara hayat. Saya ya-kin, tidak terlalu lama lagi Antikristus akan datang dan nabi palsu akan muncul. Firman ini disampaikan kepada umat Allah tepat pada waktunya. Firman ini akan mendo-rong mereka menjadi pemenang duluan, atau akan menguat-kan mereka menjadi pemenang belakangan. Tuhan memi-liki jalan dan cara, dan Ia akan mendapatkan kemenangan.

Haleluya, nama-nama kita telah tercantum dalam kitab hayat! Itulah nasib kita.

D. Menyebabkan Semua Orang

Menerima Tanda Itu

Nabi palsu akan menyebabkan semua orang “diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya” (13:16). Tanda-tanda itu menunjukkan bahwa mereka milik Anti-kristus, pemegang kuasa nabi palsu. Orang-orang yang ti-dak memiliki tanda itu, tidak akan bisa membeli atau menjual (13:17). Telah kita tunjukkan, nama binatang itu adalah kaisar Nero, dan bilangan namanya adalah enam ratus enam puluh enam.

Kita pun tahu bahwa kedua binatang itu hampir tiba, binatang yang pertama keluar dari dalam laut, dari dunia orang Kafir, sedang binatang yang kedua keluar dari bumi, dari negara Israel. Tidak ada gunanya kita mengingat se-mua rincian yang menyinggung kedua binatang itu. Bila saatnya tiba, kesan terhadap berita-berita ini akan teringat kembali dan Anda dipersiapkan. Inilah maksud Tuhan me-lepaskan berita-berita ini. Sampai di sini, setelah melihat banyak tentang binatang itu dan nabi palsu, kita tidak bisa mengatakan kalau kita tidak ada kesan sama sekali. Kita sangat terkesan, kesan ini tidak bisa dihapuskan. Kita ta-hu siapa kita, di mana kita berada, apa yang sedang kita lakukan, dan ke mana kita akan pergi. Puji Tuhan, karena kita juga tahu apa yang akan datang. Haleluya, kita telah mendapatkan terang, dan kesan itu tertanam ke dalam kita!