Berita Kedua Puluh Sembilan
KETERANGKATAN KAUM BERIMAN (1)
Selama satu setengah abad yang silam, masalah keterangkatan kaum saleh merupakan masalah yang merisaukan umat kristiani yang menuntut. Ada tiga kelompok pengertian mengenai keterangkatan: kelompok sebelum kesusahan besar, kelompok setelah kesusahan besar, dan kelompok yang disebut keterangkatan sebagian. Mereka yang di dalam kelompok terakhir ini mengatakan bahwa para pemenang akan diangkat lebih dini daripada mayoritas kaum beriman. Dalam setiap kelompok itu ada beberapa orang saleh yang sangat rohani yang memahami Alkitab dengan sangat baik. Karena perbedaan opini, maka terjadi banyak perdebatan tentang keterangkatan. Segera setelah saya beroleh selamat, saya mulai mempelajari nubuat-nubuat dalam Alkitab, karena itu, saya cukup mengenal ajaran-ajaran semua kelompok itu. Sebagai hasil mempelajari, mengamati, dan memperhatikan selama bertahun-tahun, saya ingin menyajikan di dalam berita ini dan di dalam berita berikutnya uraian yang jelas dan sederhana mengenai keterangkatan berdasarkan firman murni dalam Alkitab. Baiklah kita melupakan semua kelompok yang ada dan hanya memperhatikan firman murni.
I. KETERANGKATAN PARA PEMENANG
Dalam Alkitab kita tampak dua aspek keterangkatan: keterangkatan para pemenang dan keterangkatan mayoritas kaum beriman. Adanya dua aspek keterangkatan tidak berarti hanya ada dua kali pengangkatan. Terhadap keterangkatan para pemenang sedikitnya ada tiga kategori. Sebagai contoh, keterangkatan buah sulung berbeda dengan keterangkatan anak laki-laki. Anak laki-laki (12:5) terdiri atas para pemenang yang telah mati di dalam kebangkitan, dan buah sulung (14:1-5) adalah para pemenang yang masih hidup, yaitu orang-orang yang tidak pernah melewati mati. Sewaktu kita sampai ke pasal 12, kita akan melihat bahwa anak laki-laki, seperti perempuan yang berselubungkan matahari, merupakan sebuah lambang. Anak laki-laki dalam Kitab Wahyu ini ada melalui kelahiran. Perhatikanlah Tuhan Yesus. Ia dilahirkan dari Allah, menjadi Putra sulung dalam kebangkitan (Ibr. 1:5; Kis. 13:33). Anak laki-laki juga dilahirkan dalam kebangkitan. Kebangkitan anak laki-laki adalah kelahirannya. Wahyu 12:11 mengatakan bahwa para pemenang yang merupakan sebagian dari anak laki-laki adalah orang-orang yang setia sampai mati, mengalahkan musuh dengan darah dan dengan perkataan kesaksian mereka, dengan tidak menyayangkan hayat jiwa mereka, bahkan sampai mati. Ini menunjukkan bahwa semua orang yang termasuk dalam anak laki-laki adalah orang-orang yang setia sampai mati. Banyak di antara mereka telah martir. Karena itu, anak laki-laki, yang meliputi semua pemenang yang telah mati, berbeda dengan buah sulung, yang adalah para pemenang yang masih hidup. Di samping anak laki-laki dan buah sulung, masih ada sekelompok pemenang lainnya dalam pasal 15: para pemenang akhir yang telah mengalahkan Antikristus, tanda-tandanya, bilangan namanya, dan patungnya. Mereka itu akan diangkat dan berdiri di atas lautan kaca untuk memuji Tuhan. Karena itu, perihal para pemenang, sedikitnya ada tiga keterangkatan yang berbeda. Di samping itu, ada keterangkatan individual, yaitu keterangkatan dua saksi dalam pasal 11.
Keterangkatan para pemenang merupakan kategori pertama dalam keterangkatan, dan keterangkatan terhadap mayoritas kaum saleh, yang dibahas dalam Kitab Wahyu sebagai tuaian (14:15), merupakan kategori yang kedua. Dalam Imamat 23:10 kita tampak sebuah contoh keterangkatan — yaitu contoh tuaian di ladang yang telah matang. Sebagian dari tuaian itu matang duluan dan yang lainnya matang belakangan. Yang matang duluan disebut buah sulung. Dalam zaman Perjanjian Lama, buah sulung selalu dibawa ke dalam Bait Allah, bukan ke lumbung. Keluaran 23:19 dengan jelas mengatakan, “Yang terbaik dari buah bungaran (sulung) hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu.” Buah sulung dibawa dari ladang ke dalam Bait Allah untuk kenikmatan Allah dan kepuasan Allah. Bila ladang telah matang seluruhnya, berarti masa menuai telah tiba. Setelah tuaian dituai, hasilnya dibawa ke lumbung. Itu adalah sebuah lambang. Tuaian itu adalah umat Allah (1 Kor. 3:9), dan tuaian pertama yang dituai adalah buah sulung yang dibawa langsung ke Bait Allah di surga. Setelah hal itu berlangsung, sinar matahari akan menjadi semakin terik, dan tuaian yang belum matang, yang masih hijau, akan mulai matang. Bila semua tuaian telah matang, mayoritas kaum saleh akan dituai dan diangkat ke angkasa. Angkasa sepertilah lumbung. Pada kebanyakan pertanian, lumbung terletak di antara ladang dengan rumah petani. Tuaian disimpan di lumbung, tetapi buah sulung dibawa ke rumah petani untuk dinikmati lebih dulu. Banyak guru menulis perihal pengangkatan, namun kebanyakan di antara mereka tidak mempedulikan masalah penuaian Allah ini. Dalam Matius 13 Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia datang untuk menabur benih ke ladang. Dalam 1 Korintus 3 Paulus memberi tahu orang-orang di Korintus, “Kamu adalah ladang Allah.” Terakhir, dalam Wahyu 14, kita memiliki buah sulung dan tuaian. Ayat-ayat ini memberi kita konsepsi dasar perihal keterangkatan.
Kebanyakan orang Kristen terlalu dangkal dan berwa-wasan sempit. Mereka tidak membaca atau mempelajari Alkitab secara saksama. Mereka hanya mengambil beberapa ayat sebagai dasar, lalu mengajarkan bahwa semua orang Kristen akan diangkat sebelum kesusahan besar. Mereka berkata bahwa kita adalah orang-orang berdosa yang telah dibasuh dengan darah Tuhan, telah dilahirkan kembali oleh Roh itu, telah beroleh selamat, dan yang sekarang menunggu kedatangan kembali Tuhan. Pada saat itu kita semua akan diangkat. Secara umum, ini memang benar, sedikit pun tidak salah. Namun, ini terlalu ringkas, terlalu ceroboh, dan dangkal. Sebagai gambaran bahwa pengajaran tradisional mengenai pengangkatan ini bersifat umum dan kabur, tidak jelas, baiklah saya menggunakan contoh dari apartemen, tempat tinggal saya yang dahulu, di Arden Place di Anaheim. Setiap orang yang belum hafal dengan daerah Arden Place akan kesulitan mencari tempat itu. Sebagian orang yang mengetahui bahwa tempat ini berada di sekitar Ball dan Euclid, telah mengeluarkan waktu satu jam untuk mencari Arden Place. Mereka tahu bagaimana mencapai persimpangan Ball dan Euclid, tetapi mereka tidak mempunyai petunjuk yang rinci untuk mencapai tempat itu, dengan melalui banyak jalan yang kecil, barulah sampai ke apartemen tempat saya tinggal. Sekalipun tidak salah mengatakan tempat tinggal saya itu dekat dengan Ball dan Euclid, namun tepatnya, Arden Place itu terletak di Juno, agak tersembunyi. Untuk mencapai tempat itu, seseorang perlu menempuh jalan yang ruwet, melalui jalan-jalan kecil.
Memahami masalah keterangkatan dalam Perjanjian Baru juga seperti mengendarai melalui jaringan jalan yang ruwet. Sangat sulit mengetahui perkara ini dengan tepat. Mungkin Tuhan memakai jalan ini untuk membangkitkan sikap berjaga-jaga kita. Jangan merasa yakin bahwa Anda telah mengetahui semuanya tentang keterangkatan ini, karena boleh jadi Anda seperti mereka yang menganggap bahwa mereka tahu tempat tinggal saya, tetapi sebenarnya mereka hanya tahu bahwa tempat saya itu di sekitar Ball dan Euclid. Boleh jadi Anda mengetahui keterangkatan secara umum, tetapi tidak mengenalnya secara terinci. Yang kita perlukan bukanlah peta secara umum, melainkan secara terinci. Kebanyakan perbincangan mengenai keterangkatan di antara orang-orang Kristen terlalu umum. Hal itu seperti mengetahui persimpangan Ball dan Euclid tanpa mengetahui petunjuk-petunjuk khusus ke arah apartemen saya. Selama 50 tahun yang silam, saya mengeluarkan banyak waktu untuk mempelajari perihal keterangkatan ini. Sejak tahun 1925, kalau saya membaca atau mendengar tentang perkara ini, saya pasti tidak melewatkan kesempatan itu. Perihal keterangkatan, dengan pasti saya berkata bahwa Tuhan telah menunjukkan kepada kita sampai ke rincian yang kecil, dan dalam kedua berita ini kita akan melihat beberapa dari rincian ini.
Tuhan Yesus pasti akan datang kembali sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Pernah ada satu aliran teologi yang mengajarkan bahwa kembalinya Tuhan akan terjadi setelah Kerajaan Seribu Tahun. Meskipun aliran itu telah ada 50 tahun yang silam, namun sekarang boleh dikatakan telah lewat. Semasa muda, saya mempelajari aliran yang mengatakan bahwa Tuhan akan datang sebelum Kerajaan Seribu Tahun dan juga aliran yang mengatakan bahwa Tuhan akan datang setelah Kerajaan Seribu Tahun. Selama 50 tahun berselang, aliran yang kedua berangsur-angsur menghilang, dan hampir tidak seorang pun memperhatikannya lagi. Boleh jadi Anda tidak pernah mendengar tentangnya. Mengatakan bahwa Kristus akan datang kembali setelah Kerajaan Seribu Tahun mutlak tidak alkitabiah. Jadi, hanya ada satu aliran yang masih tinggal, yaitu aliran yang mengatakan bahwa Kristus akan datang sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Namun, hal ini sangatlah umum. Kita perlu lebih saksama, terperinci, dan spesifik. Memang sangatlah tepat mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali sebelum Kerajaan Seribu Tahun dan bahwa orang-orang Kristen akan diangkat, tetapi kita masih perlu mengenal rinciannya dengan jelas.
Saya prihatin terhadap sebagian pembaca berita ini. Kebanyakan, apa saja yang telah lebih dulu memasuki pikiran kita sulit dicabut. Begitu seseorang menerima ke dalam pikirannya bahwa semua orang beriman akan diangkat sebelum kesusahan besar, ia akan sulit menyingkirkan konsepsi itu. Namun, semua konsepsi yang usang, yaitu semua konsepsi yang tidak tepat, haruslah dihapuskan.
A. Keperluannya
1. Kesusahan Besar Segera Datang
Baiklah kita pertama-tama membahas perlunya pengangkatan para pemenang. Matius 24:21 menyatakan bahwa kesusahan besar segera datang. Matius 24:22 mengatakan, “Sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka tidak seorang pun akan diselamatkan; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan, waktu itu akan dipersingkat.” Kesusahan besar akan terjadi dengan sangat dahsyatnya sehingga harinya harus dipersingkat, kalau tidak, tidak akan ada yang selamat.
2. Jerat bagi Seluruh Penduduk Bumi Akan Segera Datang
Keperluan yang lain lagi terhadap pengangkatan yaitu karena jerat bagi seluruh penduduk bumi akan segera datang (Luk. 21:34-35). Sama seperti seorang penjala ikan menebarkan jala untuk menjerat ikan, demikian juga Iblis menebarkan jeratnya untuk menangkap kita. Dalam Lukas 21:34 Tuhan mencantumkan tiga perkara yang berkaitan dengan jerat yang diucapkan dalam ayat 34, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan dibebani (sarat) oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” Dalam ayat ini Tuhan menyebutkan pesta pora (makan), kemabukan (minum), serta kekhawatiran hidup.
Sejak Perang Dunia II, hampir setiap orang di bumi ini diduduki dengan ketiga perkara ini. Industri, sebagai contoh, sepenuhnya adalah untuk kepentingan hidup ini. Demikian juga dengan keuangan. Hari ini, universitas adalah untuk munculnya industri, dan industri adalah untuk uang, dan uang adalah untuk kepentingan hidup. Perhatikanlah miliaran orang di bumi hari ini: yang paling mereka perhatikan tidak lain adalah benda-benda untuk keperluan hidup hari ini. Segala sesuatu yang mereka gumuli: pendidikan, industri, politik, peperangan, semuanya terlingkup dalam memperhatikan kehidupan hari ini. Makan, minum, dan perhatian terhadap kehidupan hari ini adalah tiga unsur utama dari perangkap jahat, jerat yang dipakai oleh Iblis untuk menjerumuskan setiap orang di bumi ini. Dalam ayat-ayat di Injil Lukas ini, Tuhan Yesus berkata bahwa waktunya akan segera tiba, saat itu seluruh penduduk bumi akan ditimpa jerat. Saya telah hidup 70 tahun lebih dan saya telah mengamati situasi dunia selama hampir 60 tahun. Saya tahu apakah kehidupan manusia itu. Saya telah mempelajari sejarah manusia, membaca surat kabar, dan juga mengamati situasi dunia. Saya menemukan, terutama setelah Perang Dunia II, semua manusia tidak mempedulikan yang lain selain kepentingan kehidupan jasmani mereka. Allah tidak menciptakan bumi ini secara sembarangan. Ciptaan-Nya elok dan berisi banyak hal yang indah. Namun, jika kita terjerat oleh salah satu dari hal-hal itu, kita akan terperangkap olehnya. Sebagai contoh, kita memang perlu dan layak memperoleh sebuah tempat kediaman yang pantas bagi diri kita, namun kita harus waspada agar tidak terperangkap olehnya.
Meskipun ada bahaya terjerat oleh hal makan, minum, dan berbagai kepentingan hidup hari ini, kita masih perlu menempuh kehidupan manusia yang normal. Kaum muda perlu memperoleh pendidikan yang baik, karena hal itu diperlukan untuk mencari nafkah. Jangan beralasan, “Aku tidak mempedulikan hidup ini. Karena aku hanya mengasihi Tuhan, maka aku akan berhenti sekolah dan hanya memuji Tuhan sepanjang hari.” Jika Anda berbuat demikian, Anda akan menjadi beban bagi orang lain. Bagi Anda mungkin hal itu baik, tetapi tidak demikian bagi orang lainnya. Anda boleh menyatakan bahwa Anda beriman, tetapi yang Anda sebut iman itu memaksa orang lain bekerja keras bagi Anda. Kalian harus bersekolah dengan rajin dan belajar baik-baik di sekolah. Namun, janganlah dengan ini Anda bermaksud meninggikan nama Anda sendiri atau menjadi seorang yang terkenal. Sekalipun Anda harus bersekolah, janganlah membiarkan pendidikan Anda menjadi jerat Anda. Sebagian orang boleh jadi berkata, “Karena aku tidak ingin terjerat, maka aku tidak mau bersekolah lagi. Lebih baik waktuku kupergunakan untuk membaca Alkitab dan bersekutu dengan semua teman sebayaku. Bukankah hal ini sesuatu yang indah?” Banyak orang muda yang mempunyai konsepsi yang keliru, menurut mereka, “Tuhan Yesus mungkin akan datang besok. Mengapa kita harus belajar sekian banyak? Sungguh hal ini memboroskan waktu belaka.” Sekalipun mungkin Tuhan akan datang besok, namun karena kemalasan Anda, mungkin Ia akan menunggu hingga Anda mempelajari pelajaran Anda dan bahkan hingga Anda tamat sekolah.
Sebagai orang yang telah jatuh, kita menjadi tidak im-bang. Matius 24:40 membicarakan tentang dua orang yang di ladang. Di sana tidak dikatakan tentang dua orang yang sedang tidur, atau bersekutu, atau hidup sepenuhnya bagi Tuhan tanpa bekerja apa-apa. Mungkin ada orang yang berkata, “Karena mungkin Tuhan akan datang besok, mengapa kita harus bekerja di ladang? Jika perlu, kita bahkan dapat berpuasa hingga Ia datang.” Saya pernah mendengar sebuah khotbah yang mengatakan, “Betapa baiknya jika saat Tuhan datang, istriku dan aku sedang memuji dan berdoa.” Tetapi Alkitab tidak menunjukkan bahwa kita harus sedang melakukan hal-hal itu ketika Ia datang kembali. Sebaliknya, Matius 24:41 mengatakan tentang dua perempuan yang sedang memutar batu gilingan di penggilingan. Pada zaman dulu, pekerjaan yang paling berat bagi kaum wanita adalah menggiling gandum. Jika saya adalah salah seorang perempuan di zaman itu, saya mungkin akan berkata, “Saudara-saudara muda memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus mungkin akan datang malam ini. Untuk apa kita berlelah-lelah menggiling gandum? Sungguh memboroskan waktu belaka. Mengapa kita harus menggiling gandum jika Tuhan datang malam ini? Baiklah kita duduk-duduk saja di sini sambil menantikan kedatangan-Nya!” Inilah satu gambaran dari sesuatu yang ekstrem.
Gambaran ekstrem lainnya yaitu orang-orang Kristen yang tidak mau tahu yang lain selain mencari uang dan membelanjakannya. Kata mereka, “O, kita tidak perlu terlalu rohani. Kita harus bersikap praktis, memikirkan dan mengurus istri dan anak-anak kita. Aku harus menunjang keluargaku dan menangani banyak perkara lainnya. Aku tidak ada waktu untuk menghadiri sidang-sidang gereja. Tak bisakah kita menyembah Allah di rumah?” Terhadap sikap ekstrem seperti ini, Tuhan akan berkata, “Aku akan datang seperti pencuri. Aku akan datang pada saat engkau tidak memikirkan Aku. Boleh jadi Aku datang pada saat engkau sedang asyik mencari uang.” Tetapi terhadap orang-orang ekstrem lainnya, mungkin Ia berkata, “Karena kamu, Aku menunda kedatangan-Ku. Kamu terlalu buru-buru menanti kedatangan-Ku. Bahkan sampai-sampai kamu tidak melakukan apa-apa, dan tidak mau menanak nasi. Aku akan menunda kedatangan-Ku hingga kamu belajar mena-nak nasi, mencari uang, dan mengurus dirimu serta orang-orang lainnya.” Saya bersungguh-sungguh dengan apa yang saya ucapkan ini. Inilah situasi yang kasihan di kalangan orang-orang Kristen hari ini.
Kita harus melakukan kewajiban kita untuk mencari nafkah, namun kita harus melakukannya tanpa terjerat olehnya. Kita mungkin memiliki banyak hal, namun janganlah membiarkan semuanya itu mengendalikan kita. Belajarlah menjadi orang yang seimbang, janganlah jatuh ke dalam ekstrem malas, atau ke dalam ekstrem sampai seluruh diri kita diduduki oleh segala urusan hidup ini. Terhadap perkara ini, seperti dalam banyak perkara lainnya, selalu ada dua sisi. Perhatikan contoh Rasul Paulus. Tidakkah ia menantikan kedatangan Tuhan? Jika Anda dengan teliti membaca surat-suratnya, Anda akan melihat bahwa semua suratnya itu adalah untuk jangka panjang. Ia tidak pernah berkata, “Kaum saleh yang terkasih, karena Tuhan Yesus mungkin datang besok, maka kalian tidak perlu lagi mengerjakan demikian banyak perkara. Duduklah saja berkeliling dan berdoalah.” Tidak, di dalam Surat-surat Kirimannya, Paulus seolah-olah berkata, “Sementara kita menantikan kedatangan Tuhan, kita harus tetap hidup dengan normal.” Meskipun kita tidak tahu kapan Tuhan akan datang, namun kita tahu bahwa selama kita masih di bumi, kita tetap harus menempuh hidup dengan normal agar memiliki kesaksian yang tepat tentang Tuhan Yesus. Kita perlu memperoleh pendidikan yang paling baik dan mempunyai kehidupan sehari-hari yang seimbang. Kita juga harus mengurus rumah kita, dan dalam setiap hal, menjadi orang yang normal.
Sebagai orang yang menantikan kedatangan Tuhan, kita harus menempuh kehidupan yang tepat tanpa terjerat oleh sesuatu apa pun. Hati kita tidak tertuju pada sesuatu di luar Tuhan Yesus. Namun, ini tidak berarti kita tidak perlu sekolah, mengerjakan bisnis kita, dan tidak perlu mengurus pekerjaan harian kita, seperti: menangani hal-hal kebersihan. Janganlah berkata, “Mengapa aku harus memperhatikan kebersihan dan kerapian pakaianku? Mencuci baju hanya membuang-buang waktu dan uang saja. Tuhan Yesus tidak suka yang bersifat daging; Ia hanya memperhatikan rohku. Asal rohku bersih, maka segalanya baik.” Saya berani menjamin, banyak orang muda masih mempunyai sikap demikian. Mereka bahkan tidak pernah membereskan ranjang mereka di waktu pagi, menganggap pekerjaan itu memboroskan waktu saja. Karena itu, asal ada tempat untuk berbaring, mereka sudah merasa puas. Mereka tidak paham mengapa mereka harus menjaga kerapian, kebersihan dan ketertiban kamar mereka. Kemalasan dan keken-duran mereka akan membuat Tuhan menunda kedatangan-Nya. Tuhan mungkin memberi tahu mereka, “Kalian harus belajar membereskan ranjang kalian di waktu pagi, menyisir rambut, dan membersihkan sepatu kalian. Kemudian kalian harus mengatur dan menyusun semua buku kalian dengan rapi. Janganlah meletakkan Perjanjian Baru di depan Perjanjian Lama.” Seorang penatua yang ceroboh selamanya tidak akan berguna bagi pembangunan gereja. Kita harus belajar rajin, menyusun segala sesuatu dengan teratur dan rapi. Namun, janganlah kita memimpikan segala perkara ini pada malam hari. Sebaliknya, bila Tuhan berkata, “Lihatlah, Aku segera datang,” kita harus mampu melupakan segala-galanya. Sebagian orang mengatur barang-barang mereka dengan rapi, namun hal itu bisa menjadi jerat mereka. Hal itu merupakan ujian untuk menentukan di mana kita berada. Kita di sini sebagai kesaksian Yesus. Kita adalah orang-orang yang normal dan menempuh kehidupan yang normal, namun tidak satu pun dari kehidupan ini yang bisa menjamah kita. Kita tidak sembarangan, malas, atau sembrono. Ya, tidak ada satu perkara di dunia ini yang bisa mengendalikan kita. Kedua sisi perkara ini akan memaksa kita bersatu dengan Tuhan.
Apa arti diangkat? Diangkat berarti dibawa ke hadapan Tuhan. Jika Anda ingin dibawa ke hadapan-Nya, hari ini Anda harus hidup di depan-Nya. Kebanyakan pujian dan persekutuan Anda mungkin tidak berada di hadapan-Nya, melainkan hanya menurut pilihan Anda sendiri. Anda tidak berada di hadapan Tuhan, melainkan dalam pilihan dan kesukaan Anda sendiri. Bila Anda ingin bersekutu, mungkin Tuhan akan berkata, “Pergilah belajar atau bekerja.”
3. Pencobaan atas Seluruh Bumi Segera Datang
Aspek lain terhadap perlunya pengangkatan para pemenang adalah karena pencobaan segera datang atas seluruh bumi (Why. 3:10). Pencobaan ini akan menjadi kesusahan besar, terdiri dari tiga celaka dari ketiga sangkakala terakhir, mungkin disertai dengan malapetaka adikodrati dari meterai keenam dan keempat sangkakala yang pertama. Berbagai celaka dan malapetaka ini merupakan pencobaan yang paling dahsyat bagi penduduk bumi. Agar terhindar dari pencobaan ini, kita perlu diangkat sebelum segala malapetaka itu tiba.
4. Kebinasaan seperti Sakit Bersalin sedang Mendatangi Orang-orang yang Mengatakan Damai dan Aman
1 Tesalonika 5:3 mengatakan, “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman — maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput.” Ayat ini menyatakan bahwa kebinasaan seperti perempuan yang sakit bersalin akan menimpa mereka yang mengatakan semuanya damai dan aman. Orang-orang di Perserikatan Bangsa-bangsa mengambil kata-kata “damai dan aman” sebagai slogan. Saat orang-orang membicarakan tentang damai dan aman, tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka.
5. Iblis Turun ke Bumi dengan Geramnya yang Dahsyat sebagai Satu Celaka bagi Bumi dan Laut
Aspek lainnya terhadap perlunya pengangkatan atas para pemenang ialah karena Iblis akan datang ke bumi dengan geramnya yang dahsyat atas bumi dan laut (Why. 12:12). Karena ia tahu bahwa waktunya sudah tidak banyak lagi, maka dengan sekuat tenaga ia akan menyiksa manusia sehebat-hebatnya. Karena itu, perlu adanya pengangkatan agar kita terhindar dari siksaannya yang jahat itu.
6. Naga Besar — Iblis — Marah kepada Perempuan Itu dan Memerangi Keturunannya yang Lain
Setelah naga besar, Iblis, dilemparkan ke atas bumi, ia akan marah kepada perempuan itu dan memerangi keturunannya yang lain (12:17). Perempuan dalam pasal 12 adalah umat Allah secara keseluruhan, meliputi gereja dan bani Israel. Anak-anaknya terdiri atas dua kategori: orang yang melakukan hukum Taurat dan orang yang memiliki kesaksian Yesus. Seratus empat puluh empat ribu orang yang merupakan sisa dari umat Israel pilihan akan setia kepada hukum Taurat, sedang kaum tebusan, kaum beriman, akan setia kepada kesaksian Yesus. Naga besar, yang akan marah kepada perempuan ini, akan memerangi keturunannya yang lain, yaitu memerangi bangsa Yahudi yang melakukan hukum Taurat dan umat Kristen yang mempunyai kesaksian Yesus. Karena itu, pengangkatan yang lebih awal diperlukan untuk hal ini.
7. Binatang itu — Antikristus — Berperang Melawan Kaum Saleh dan Mengalahkan Mereka
Berbicara tentang Antikristus, Wahyu 13:7 mengatakan, “Ia juga diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka.” Kaum saleh adalah umat Allah seperti yang dilambangkan dengan perempuan dalam pasal 12. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kesusahan besar, sejumlah orang beriman yang akan berperang dengan Antikristus dan akan dikalahkan oleh-nya, masih ada di sana. Ini berarti, ia akan menganiaya kaum beriman selama kesusahan besar. Betapa kita me-merlukan pengangkatan sebelum saat itu!
Karena segala perkara yang mengerikan dan menakutkan ini akan datang, maka kita perlu diangkat. Kita bukan menantikan terjadinya segala peristiwa yang sangat menakutkan itu. Kita menantikan Tuhan mengangkat kita sebelum segala peristiwa itu terjadi. Jadi, sudahlah pasti diperlukan pengangkatan bagi para pemenang.
B. Janji-janji
1. Dianggap Layak untuk Luput dari Semua yang Akan Terjadi Itu dan Tahan Berdiri di Hadapan Anak Manusia
Sekarang sampailah kita kepada janji-janji yang bersangkut-paut dengan pengangkatan para pemenang. Lukas 21:36 mengatakan, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Dalam bahasa aslinya ungkapan “beroleh kekuatan” mempunyai dua makna, yaitu “dikuatkan dengan sepenuhnya” atau “terhitung layak”. Ketika kita beroleh kekuatan dengan sepenuhnya, maka kita terhitung layak. Kita harus beroleh kekuatan sepenuhnya agar kita bisa luput dari jerat itu dan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. Sebelum Tuhan datang kembali, Ia adalah Anak Manusia, berada di langit tingkat ketiga. Lukas 21:36 mewahyukan bahwa para pemenang akan berdiri di hadapan Anak Manusia. Ini berarti mereka akan diangkat ke hadapan Tuhan di surga. Sementara jerat itu hampir mendekati kita, kita harus dikuatkan sepenuhnya untuk luput dari-nya. Jika Anda paham tentang menjala ikan, Anda akan tahu bahwa ada ikan-ikan yang lebih kuat mampu meloloskan diri dari jala. Demikian juga, para pemenang akan beroleh kekuatan untuk melarikan diri dari jerat dan berdiri di hadapan Tuhan di surga. Inilah janji pengangkatan sebelum kesusahan besar.
2. Dilindungi pada Hari Pencobaan
Janji lainnya tentang pengangkatan ini kita temukan dalam Wahyu 3:10, “Karena engkau menuruti firman ketekunan-Ku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi” (Tl.). Ada orang berkata bahwa seluruh umat Kristen akan diangkat setelah kesusahan besar. Konsepsi ini dianut oleh golongan yang disebut golongan Newton dalam Kaum Saudara, di luar golongan Darby. Golongan Newton mengajarkan bahwa semua orang Kristen akan melewati kesusahan besar. Ketika saya bertanya kepada salah seorang di antara guru-guru terkemuka dalam golongan Newton tentang Wahyu 3:10, ia mengakui bahwa ayat ini merupakan masalah bagi mereka. Menurut ayat ini, para pemenang tidak hanya dilindungi dari pencobaan, tetapi juga dilepaskan dari hari pencobaan, dan itu berarti mereka akan diangkat sebelum kesusahan besar. Karena itu, pengangkatan para pemenang akan mendahului kesusahan besar.