KETERANGKATAN KAUM BERIMAN (1)
Selama satu setengah abad yang silam, masalah keter-angkatan kaum saleh merupakan masalah yang merisaukan umat kristiani yang menuntut. Ada tiga kelompok penger-tian mengenai keterangkatan: kelompok sebelum kesusahan besar, kelompok setelah kesusahan besar, dan kelompok yang disebut keterangkatan sebagian. Mereka yang di dalam ke-lompok terakhir ini mengatakan bahwa para pemenang akan diangkat lebih dini daripada mayoritas kaum beriman. Dalam setiap kelompok itu ada beberapa orang saleh yang sangat rohani yang memahami Alkitab dengan sangat baik. Karena perbedaan opini, maka terjadi banyak perdebatan tentang keterangkatan. Segera setelah saya beroleh sela-mat, saya mulai mempelajari nubuat-nubuat dalam Alkitab, karena itu, saya cukup mengenal ajaran-ajaran semua ke-lompok itu. Sebagai hasil mempelajari, mengamati, dan memperhatikan selama bertahun-tahun, saya ingin menya-jikan di dalam berita ini dan di dalam berita berikutnya uraian yang jelas dan sederhana mengenai keterangkatan berdasarkan firman murni dalam Alkitab. Baiklah kita melupakan semua kelompok yang ada dan hanya memperhatikan firman murni.
I. KETERANGKATAN PARA PEMENANG
Dalam Alkitab kita nampak dua aspek keterangkatan: keterangkatan para pemenang dan keterangkatan mayoritas kaum beriman. Adanya dua aspek keterangkatan tidak ber-arti hanya ada dua kali pengangkatan. Terhadap keterang-katan para pemenang sedikitnya ada tiga kategori. Sebagai contoh, keterangkatan buah sulung berbeda dengan keter-angkatan anak laki-laki. Anak laki-laki (12:5) terdiri atas para pemenang yang telah mati di dalam kebangkitan, dan buah sulung (14:1-5) adalah para pemenang yang masih hi-dup, yaitu orang-orang yang tidak pernah melewati mati. Sewaktu kita sampai ke pasal 12, kita akan melihat bahwa anak laki-laki, seperti perempuan yang berselubungkan ma-tahari, merupakan sebuah lambang. Anak laki-laki dalam Kitab Wahyu ini ada melalui kelahiran. Perhatikanlah Tuhan Yesus. Ia dilahirkan dari Allah, menjadi Putra sulung da-lam kebangkitan (Ibr. 1:5; Kis. 13:33). Anak laki-laki juga dilahirkan dalam kebangkitan. Kebangkitan anak laki-laki adalah kelahirannya. Wahyu 12:11 mengatakan bahwa para pemenang yang merupakan sebagian dari anak laki-laki adalah orang-orang yang setia sampai mati, mengalahkan musuh dengan darah dan dengan perkataan kesaksian me-reka, dengan tidak menyayangkan hayat jiwa mereka, bah-kan sampai mati. Ini menunjukkan bahwa semua orang yang termasuk dalam anak laki-laki adalah orang-orang yang setia sampai mati. Banyak di antara mereka telah martir. Karena itu, anak laki-laki, yang meliputi semua pemenang yang telah mati, berbeda dengan buah sulung, yang adalah para pemenang yang masih hidup. Di samping anak laki-laki dan buah sulung, masih ada sekelompok pe-menang lainnya dalam pasal 15: para pemenang akhir yang telah mengalahkan Antikristus, tanda-tandanya, bilangan namanya, dan patungnya. Mereka itu akan diangkat dan berdiri di atas lautan kaca untuk memuji Tuhan. Karena itu, perihal para pemenang, sedikitnya ada tiga keterang-katan yang berbeda. Di samping itu, ada keterangkatan in-dividual, yaitu keterangkatan dua saksi dalam pasal 11.
Keterangkatan para pemenang merupakan kategori pertama dalam keterangkatan, dan keterangkatan terhadap mayoritas kaum saleh, yang dibahas dalam Kitab Wahyu sebagai tuaian (14:15), merupakan kategori yang kedua. Dalam Imamat 23:10 kita nampak sebuah contoh keterang-katan — yaitu contoh tuaian di ladang yang telah matang. Sebagian dari tuaian itu matang duluan dan yang lainnya matang belakangan. Yang matang duluan disebut buah su-lung. Dalam zaman Perjanjian Lama, buah sulung selalu dibawa ke dalam Bait Allah, bukan ke lumbung. Keluaran 23:19 dengan jelas mengatakan, “Yang terbaik dari buah bungaran (sulung) hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu.” Buah sulung dibawa dari ladang ke dalam Bait Allah untuk kenikmatan Allah dan kepuasan Allah. Bila ladang telah matang seluruhnya, ber-arti masa menuai telah tiba. Setelah tuaian dituai, hasilnya dibawa ke lumbung. Itu adalah sebuah lambang. Tuaian itu adalah umat Allah (1 Kor. 3:9), dan tuaian pertama yang dituai adalah buah sulung yang dibawa langsung ke Bait Allah di surga. Setelah hal itu berlangsung, sinar matahari akan menjadi semakin terik, dan tuaian yang belum ma-tang, yang masih hijau, akan mulai matang. Bila semua tuaian telah matang, mayoritas kaum saleh akan dituai dan diangkat ke angkasa. Angkasa sepertilah lumbung. Pa-da kebanyakan pertanian, lumbung terletak di antara la-dang dengan rumah petani. Tuaian disimpan di lumbung, tetapi buah sulung dibawa ke rumah petani untuk dinik-mati lebih dulu. Banyak guru menulis perihal pengangkat-an, namun kebanyakan di antara mereka tidak mempeduli-kan masalah penuaian Allah ini. Dalam Matius 13 Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia datang untuk menabur benih ke ladang. Dalam 1 Korintus 3 Paulus memberi tahu orang-orang di Korintus, “Kamu adalah ladang Allah.” Terakhir, dalam Wahyu 14, kita memiliki buah sulung dan tuaian. Ayat-ayat ini memberi kita konsepsi dasar perihal keterang-katan.
Kebanyakan orang Kristen terlalu dangkal dan berwa-wasan sempit. Mereka tidak membaca atau mempelajari Alkitab secara saksama. Mereka hanya mengambil beberapa ayat sebagai dasar, lalu mengajarkan bahwa semua orang Kristen akan diangkat sebelum kesusahan besar. Mereka berkata bahwa kita adalah orang-orang berdosa yang telah dibasuh dengan darah Tuhan, telah dilahirkan kembali oleh Roh itu, telah beroleh selamat, dan yang sekarang menung-gu kedatangan kembali Tuhan. Pada saat itu kita semua akan diangkat. Secara umum, ini memang benar, sedikit pun tidak salah. Namun, ini terlalu ringkas, terlalu cero-boh, dan dangkal. Sebagai gambaran bahwa pengajaran tra-disional mengenai pengangkatan ini bersifat umum dan ka-bur, tidak jelas, baiklah saya menggunakan contoh dari apartemen, tempat tinggal saya yang dahulu, di Arden Place di Anaheim. Setiap orang yang belum hafal dengan daerah Arden Place akan kesulitan mencari tempat itu. Sebagian orang yang mengetahui bahwa tempat ini berada di sekitar Ball dan Euclid, telah mengeluarkan waktu satu jam untuk mencari Arden Place. Mereka tahu bagaimana mencapai persimpangan Ball dan Euclid, tetapi mereka tidak mem-punyai petunjuk yang rinci untuk mencapai tempat itu, dengan melalui banyak jalan yang kecil, barulah sampai ke apartemen tempat saya tinggal. Sekalipun tidak salah me-ngatakan tempat tinggal saya itu dekat dengan Ball dan Euclid, namun tepatnya, Arden Place itu terletak di Juno, agak tersembunyi. Untuk mencapai tempat itu, seseorang perlu menempuh jalan yang ruwet, melalui jalan-jalan kecil.
Memahami masalah keterangkatan dalam Perjanjian Baru juga seperti mengendarai melalui jaringan jalan yang ruwet. Sangat sulit mengetahui perkara ini dengan tepat. Mungkin Tuhan memakai jalan ini untuk membangkitkan sikap berjaga-jaga kita. Jangan merasa yakin bahwa Anda telah mengetahui semuanya tentang keterangkatan ini, ka-rena boleh jadi Anda seperti mereka yang menganggap bah-wa mereka tahu tempat tinggal saya, tetapi sebenarnya me-reka hanya tahu bahwa tempat saya itu di sekitar Ball dan Euclid. Boleh jadi Anda mengetahui keterangkatan secara umum, tetapi tidak mengenalnya secara terinci. Yang kita perlukan bukanlah peta secara umum, melainkan secara terinci. Kebanyakan perbincangan mengenai keterangkatan di antara orang-orang Kristen terlalu umum. Hal itu se-perti mengetahui persimpangan Ball dan Euclid tanpa me-ngetahui petunjuk-petunjuk khusus ke arah apartemen saya. Selama 50 tahun yang silam, saya mengeluarkan ba-nyak waktu untuk mempelajari perihal keterangkatan ini. Sejak tahun 1925, kalau saya membaca atau mendengar tentang perkara ini, saya pasti tidak melewatkan kesem-patan itu. Perihal keterangkatan, dengan pasti saya berkata bahwa Tuhan telah menunjukkan kepada kita sampai ke rincian yang kecil, dan dalam kedua berita ini kita akan melihat beberapa dari rincian ini.
Tuhan Yesus pasti akan datang kembali sebelum Kera-jaan Seribu Tahun. Pernah ada satu aliran teologi yang mengajarkan bahwa kembalinya Tuhan akan terjadi setelah Kerajaan Seribu Tahun. Meskipun aliran itu telah ada 50 tahun yang silam, namun sekarang boleh dikatakan telah lewat. Semasa muda, saya mempelajari aliran yang menga-takan bahwa Tuhan akan datang sebelum Kerajaan Seribu Tahun dan juga aliran yang mengatakan bahwa Tuhan akan datang setelah Kerajaan Seribu Tahun. Selama 50 ta-hun berselang, aliran yang kedua berangsur-angsur meng-hilang, dan hampir tidak seorang pun memperhatikannya lagi. Boleh jadi Anda tidak pernah mendengar tentangnya. Mengatakan bahwa Kristus akan datang kembali setelah Kerajaan Seribu Tahun mutlak tidak alkitabiah. Jadi, hanya ada satu aliran yang masih tinggal, yaitu aliran yang mengatakan bahwa Kristus akan datang sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Namun, hal ini sangatlah umum. Kita perlu lebih saksama, terperinci, dan spesifik. Memang sangatlah tepat mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan datang kem-bali sebelum Kerajaan Seribu Tahun dan bahwa orang-orang Kristen akan diangkat, tetapi kita masih perlu mengenal rinciannya dengan jelas.
Saya prihatin terhadap sebagian pembaca berita ini. Kebanyakan, apa saja yang telah lebih dulu memasuki pi-kiran kita sulit dicabut. Begitu seseorang menerima ke da-lam pikirannya bahwa semua orang beriman akan diang-kat sebelum kesusahan besar, ia akan sulit menyingkirkan konsepsi itu. Namun, semua konsepsi yang usang, yaitu se-mua konsepsi yang tidak tepat, haruslah dihapuskan.
A. Keperluannya
1. Kesusahan Besar Segera Datang
Baiklah kita pertama-tama membahas perlunya peng-angkatan para pemenang. Matius 24:21 menyatakan bahwa kesusahan besar segera datang. Matius 24:22 mengatakan, “Sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka tidak seorang pun akan diselamatkan; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan, waktu itu akan dipersingkat.” Kesusahan besar akan terjadi dengan sangat dahsyatnya sehingga harinya harus dipersingkat, kalau tidak, tidak akan ada yang selamat.
2. Jerat bagi Seluruh Penduduk Bumi Akan Segera Datang
Keperluan yang lain lagi terhadap pengangkatan yaitu karena jerat bagi seluruh penduduk bumi akan segera da-tang (Luk. 21:34-35). Sama seperti seorang penjala ikan me-nebarkan jala untuk menjerat ikan, demikian juga Iblis menebarkan jeratnya untuk menangkap kita. Dalam Lukas 21:34 Tuhan mencantumkan tiga perkara yang berkaitan dengan jerat yang diucapkan dalam ayat 34, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan dibebani (sarat) oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” Dalam ayat ini Tuhan me-nyebutkan pesta pora (makan), kemabukan (minum), serta kekhawatiran hidup.
Sejak Perang Dunia II, hampir setiap orang di bumi ini diduduki dengan ketiga perkara ini. Industri, sebagai contoh, sepenuhnya adalah untuk kepentingan hidup ini. Demikian juga dengan keuangan. Hari ini, universitas ada-lah untuk munculnya industri, dan industri adalah untuk uang, dan uang adalah untuk kepentingan hidup. Perhati-kanlah miliaran orang di bumi hari ini: yang paling mereka perhatikan tidak lain adalah benda-benda untuk keperluan hidup hari ini. Segala sesuatu yang mereka gumuli: pendi-dikan, industri, politik, peperangan, semuanya terlingkup dalam memperhatikan kehidupan hari ini. Makan, minum, dan perhatian terhadap kehidupan hari ini adalah tiga unsur utama dari perangkap jahat, jerat yang dipakai oleh Iblis untuk menjerumuskan setiap orang di bumi ini. Dalam ayat-ayat di Injil Lukas ini, Tuhan Yesus berkata bahwa waktunya akan segera tiba, saat itu seluruh penduduk bu-mi akan ditimpa jerat. Saya telah hidup 70 tahun lebih dan saya telah mengamati situasi dunia selama hampir 60 ta-hun. Saya tahu apakah kehidupan manusia itu. Saya telah mempelajari sejarah manusia, membaca surat kabar, dan juga mengamati situasi dunia. Saya menemukan, terutama setelah Perang Dunia II, semua manusia tidak mempedu-likan yang lain selain kepentingan kehidupan jasmani me-reka. Allah tidak menciptakan bumi ini secara sembarangan. Ciptaan-Nya elok dan berisi banyak hal yang indah. Namun, jika kita terjerat oleh salah satu dari hal-hal itu, kita akan terperangkap olehnya. Sebagai contoh, kita memang perlu dan layak memperoleh sebuah tempat kediaman yang pantas bagi diri kita, namun kita harus waspada agar tidak terperangkap olehnya.
Meskipun ada bahaya terjerat oleh hal makan, minum, dan berbagai kepentingan hidup hari ini, kita masih perlu menempuh kehidupan manusia yang normal. Kaum muda perlu memperoleh pendidikan yang baik, karena hal itu di-perlukan untuk mencari nafkah. Jangan beralasan, “Aku ti-dak mempedulikan hidup ini. Karena aku hanya mengasihi Tuhan, maka aku akan berhenti sekolah dan hanya me-muji Tuhan sepanjang hari.” Jika Anda berbuat demikian, Anda akan menjadi beban bagi orang lain. Bagi Anda mung-kin hal itu baik, tetapi tidak demikian bagi orang lainnya. Anda boleh menyatakan bahwa Anda beriman, tetapi yang Anda sebut iman itu memaksa orang lain bekerja keras bagi Anda. Kalian harus bersekolah dengan rajin dan bela-jar baik-baik di sekolah. Namun, janganlah dengan ini Anda bermaksud meninggikan nama Anda sendiri atau menjadi seorang yang terkenal. Sekalipun Anda harus bersekolah, janganlah membiarkan pendidikan Anda menjadi jerat Anda. Sebagian orang boleh jadi berkata, “Karena aku tidak ingin terjerat, maka aku tidak mau bersekolah lagi. Lebih baik waktuku kupergunakan untuk membaca Alkitab dan berse-kutu dengan semua teman sebayaku. Bukankah hal ini sesuatu yang indah?” Banyak orang muda yang mempunyai konsepsi yang keliru, menurut mereka, “Tuhan Yesus mung-kin akan datang besok. Mengapa kita harus belajar sekian banyak? Sungguh hal ini memboroskan waktu belaka.” Sekalipun mungkin Tuhan akan datang besok, namun karena kemalasan Anda, mungkin Ia akan menunggu hingga Anda mempelajari pelajaran Anda dan bahkan hingga Anda tamat sekolah.
Sebagai orang yang telah jatuh, kita menjadi tidak im-bang. Matius 24:40 membicarakan tentang dua orang yang di ladang. Di sana tidak dikatakan tentang dua orang yang sedang tidur, atau bersekutu, atau hidup sepenuhnya bagi Tuhan tanpa bekerja apa-apa. Mungkin ada orang yang ber-kata, “Karena mungkin Tuhan akan datang besok, mengapa kita harus bekerja di ladang? Jika perlu, kita bahkan dapat berpuasa hingga Ia datang.” Saya pernah mendengar se-buah khotbah yang mengatakan, “Betapa baiknya jika saat Tuhan datang, istriku dan aku sedang memuji dan berdoa.” Tetapi Alkitab tidak menunjukkan bahwa kita harus sedang melakukan hal-hal itu ketika Ia datang kembali. Sebalik-nya, Matius 24:41 mengatakan tentang dua perempuan yang sedang memutar batu gilingan di penggilingan. Pada zaman dulu, pekerjaan yang paling berat bagi kaum wanita adalah menggiling gandum. Jika saya adalah salah seorang perem-puan di zaman itu, saya mungkin akan berkata, “Saudara-saudara muda memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus mung-kin akan datang malam ini. Untuk apa kita berlelah-lelah menggiling gandum? Sungguh memboroskan waktu belaka. Mengapa kita harus menggiling gandum jika Tuhan datang malam ini? Baiklah kita duduk-duduk saja di sini sambil menantikan kedatangan-Nya!” Inilah satu gambaran dari sesuatu yang ekstrem.
Gambaran ekstrem lainnya yaitu orang-orang Kristen yang tidak mau tahu yang lain selain mencari uang dan membelanjakannya. Kata mereka, “O, kita tidak perlu ter-lalu rohani. Kita harus bersikap praktis, memikirkan dan mengurus istri dan anak-anak kita. Aku harus menunjang keluargaku dan menangani banyak perkara lainnya. Aku ti-dak ada waktu untuk menghadiri sidang-sidang gereja. Tak bisakah kita menyembah Allah di rumah?” Terhadap sikap ekstrem seperti ini, Tuhan akan berkata, “Aku akan da-tang seperti pencuri. Aku akan datang pada saat engkau tidak memikirkan Aku. Boleh jadi Aku datang pada saat engkau sedang asyik mencari uang.” Tetapi terhadap orang-orang ekstrem lainnya, mungkin Ia berkata, “Karena kamu, Aku menunda kedatangan-Ku. Kamu terlalu buru-buru me-nanti kedatangan-Ku. Bahkan sampai-sampai kamu tidak melakukan apa-apa, dan tidak mau menanak nasi. Aku akan menunda kedatangan-Ku hingga kamu belajar mena-nak nasi, mencari uang, dan mengurus dirimu serta orang-orang lainnya.” Saya bersungguh-sungguh dengan apa yang saya ucapkan ini. Inilah situasi yang kasihan di kalangan orang-orang Kristen hari ini.
Kita harus melakukan kewajiban kita untuk mencari nafkah, namun kita harus melakukannya tanpa terjerat olehnya. Kita mungkin memiliki banyak hal, namun jangan-lah membiarkan semuanya itu mengendalikan kita. Belajar-lah menjadi orang yang seimbang, janganlah jatuh ke da-lam ekstrem malas, atau ke dalam ekstrem sampai seluruh diri kita diduduki oleh segala urusan hidup ini. Terhadap perkara ini, seperti dalam banyak perkara lainnya, selalu ada dua sisi. Perhatikan contoh Rasul Paulus. Tidakkah ia menantikan kedatangan Tuhan? Jika Anda dengan teliti membaca surat-suratnya, Anda akan melihat bahwa semua suratnya itu adalah untuk jangka panjang. Ia tidak pernah berkata, “Kaum saleh yang terkasih, karena Tuhan Yesus mungkin datang besok, maka kalian tidak perlu lagi me-ngerjakan demikian banyak perkara. Duduklah saja berke-liling dan berdoalah.” Tidak, di dalam Surat-surat Kirimannya, Paulus seolah-olah berkata, “Sementara kita menantikan kedatangan Tuhan, kita harus tetap hidup dengan normal.” Meskipun kita tidak tahu kapan Tuhan akan datang, na-mun kita tahu bahwa selama kita masih di bumi, kita te-tap harus menempuh hidup dengan normal agar memiliki kesaksian yang tepat tentang Tuhan Yesus. Kita perlu mem-peroleh pendidikan yang paling baik dan mempunyai kehi-dupan sehari-hari yang seimbang. Kita juga harus meng-urus rumah kita, dan dalam setiap hal, menjadi orang yang normal.
Sebagai orang yang menantikan kedatangan Tuhan, kita harus menempuh kehidupan yang tepat tanpa terjerat oleh sesuatu apa pun. Hati kita tidak tertuju pada sesuatu di luar Tuhan Yesus. Namun, ini tidak berarti kita tidak perlu sekolah, mengerjakan bisnis kita, dan tidak perlu meng-urus pekerjaan harian kita, seperti: menangani hal-hal ke-bersihan. Janganlah berkata, “Mengapa aku harus mem-perhatikan kebersihan dan kerapian pakaianku? Mencuci baju hanya membuang-buang waktu dan uang saja. Tuhan Yesus tidak suka yang bersifat daging; Ia hanya memper-hatikan rohku. Asal rohku bersih, maka segalanya baik.” Saya berani menjamin, banyak orang muda masih mempu-nyai sikap demikian. Mereka bahkan tidak pernah membe-reskan ranjang mereka di waktu pagi, menganggap pekerjaan itu memboroskan waktu saja. Karena itu, asal ada tempat untuk berbaring, mereka sudah merasa puas. Mereka tidak paham mengapa mereka harus menjaga kerapian, kebersih-an dan ketertiban kamar mereka. Kemalasan dan keken-duran mereka akan membuat Tuhan menunda kedatangan-Nya. Tuhan mungkin memberi tahu mereka, “Kalian harus belajar membereskan ranjang kalian di waktu pagi, menyi-sir rambut, dan membersihkan sepatu kalian. Kemudian kalian harus mengatur dan menyusun semua buku kalian dengan rapi. Janganlah meletakkan Perjanjian Baru di de-pan Perjanjian Lama.” Seorang penatua yang ceroboh sela-manya tidak akan berguna bagi pembangunan gereja. Kita harus belajar rajin, menyusun segala sesuatu dengan ter-atur dan rapi. Namun, janganlah kita memimpikan segala perkara ini pada malam hari. Sebaliknya, bila Tuhan ber-kata, “Lihatlah, Aku segera datang,” kita harus mampu melupakan segala-galanya. Sebagian orang mengatur barang-barang mereka dengan rapi, namun hal itu bisa menjadi jerat mereka. Hal itu merupakan ujian untuk menentukan di mana kita berada. Kita di sini sebagai kesaksian Yesus. Kita adalah orang-orang yang normal dan menempuh ke-hidupan yang normal, namun tidak satu pun dari kehidup-an ini yang bisa menjamah kita. Kita tidak sembarangan, malas, atau sembrono. Ya, tidak ada satu perkara di dunia ini yang bisa mengendalikan kita. Kedua sisi perkara ini akan memaksa kita bersatu dengan Tuhan.
Apa arti diangkat? Diangkat berarti dibawa ke hadapan Tuhan. Jika Anda ingin dibawa ke hadapan-Nya, hari ini Anda harus hidup di depan-Nya. Kebanyakan pujian dan persekutuan Anda mungkin tidak berada di hadapan-Nya, melainkan hanya menurut pilihan Anda sendiri. Anda tidak berada di hadapan Tuhan, melainkan dalam pilihan dan ke-sukaan Anda sendiri. Bila Anda ingin bersekutu, mungkin Tuhan akan berkata, “Pergilah belajar atau bekerja.”
3. Pencobaan atas Seluruh Bumi Segera Datang
Aspek lain terhadap perlunya pengangkatan para peme-nang adalah karena pencobaan segera datang atas seluruh bumi (Why. 3:10). Pencobaan ini akan menjadi kesusahan besar, terdiri dari tiga celaka dari ketiga sangkakala ter-akhir, mungkin disertai dengan malapetaka adikodrati dari meterai keenam dan keempat sangkakala yang pertama. Berbagai celaka dan malapetaka ini merupakan pencobaan yang paling dahsyat bagi penduduk bumi. Agar terhindar dari pencobaan ini, kita perlu diangkat sebelum segala ma-lapetaka itu tiba.
4. Kebinasaan seperti Sakit Bersalin sedang Mendatangi Orang-orang yang Mengatakan Damai dan Aman
1 Tesalonika 5:3 mengatakan, “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman — maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perem-puan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput.” Ayat ini menyatakan bahwa kebi-nasaan seperti perempuan yang sakit bersalin akan menim-pa mereka yang mengatakan semuanya damai dan aman. Orang-orang di Perserikatan Bangsa-bangsa mengambil ka-ta-kata “damai dan aman” sebagai slogan. Saat orang-orang membicarakan tentang damai dan aman, tiba-tiba kebinasa-an menimpa mereka.
5. Iblis Turun ke Bumi dengan Geramnya yang Dahsyat sebagai Satu Celaka bagi Bumi dan Laut
Aspek lainnya terhadap perlunya pengangkatan atas para pemenang ialah karena Iblis akan datang ke bumi dengan geramnya yang dahsyat atas bumi dan laut (Why. 12:12). Karena ia tahu bahwa waktunya sudah tidak ba-nyak lagi, maka dengan sekuat tenaga ia akan menyiksa manusia sehebat-hebatnya. Karena itu, perlu adanya peng-angkatan agar kita terhindar dari siksaannya yang jahat itu.
6. Naga Besar — Iblis — Marah kepada Perempuan Itu dan Memerangi Keturunannya yang Lain
Setelah naga besar, Iblis, dilemparkan ke atas bumi, ia akan marah kepada perempuan itu dan memerangi ketu-runannya yang lain (12:17). Perempuan dalam pasal 12 adalah umat Allah secara keseluruhan, meliputi gereja dan bani Israel. Anak-anaknya terdiri atas dua kategori: orang yang melakukan hukum Taurat dan orang yang memiliki kesaksian Yesus. Seratus empat puluh empat ribu orang yang merupakan sisa dari umat Israel pilihan akan setia kepada hukum Taurat, sedang kaum tebusan, kaum ber-iman, akan setia kepada kesaksian Yesus. Naga besar, yang akan marah kepada perempuan ini, akan memerangi ketu-runannya yang lain, yaitu memerangi bangsa Yahudi yang melakukan hukum Taurat dan umat Kristen yang mempu-nyai kesaksian Yesus. Karena itu, pengangkatan yang lebih awal diperlukan untuk hal ini.
7. Binatang itu — Antikristus — Berperang Melawan Kaum Saleh dan Mengalahkan Mereka
Berbicara tentang Antikristus, Wahyu 13:7 mengata-kan, “Ia juga diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka.” Kaum saleh adalah umat Allah seperti yang dilambangkan dengan pe-rempuan dalam pasal 12. Hal ini menunjukkan bahwa da-lam kesusahan besar, sejumlah orang beriman yang akan berperang dengan Antikristus dan akan dikalahkan oleh-nya, masih ada di sana. Ini berarti, ia akan menganiaya kaum beriman selama kesusahan besar. Betapa kita me-merlukan pengangkatan sebelum saat itu!
Karena segala perkara yang mengerikan dan menakutkan ini akan datang, maka kita perlu diangkat. Kita bukan menantikan terjadinya segala peristiwa yang sangat menakutkan itu. Kita menantikan Tuhan mengangkat kita sebelum segala peristiwa itu terjadi. Jadi, sudahlah pasti diperlukan pengangkatan bagi para pemenang.
B. Janji-janji
1. Dianggap Layak untuk Luput dari Semua yang Akan Terjadi Itu dan Tahan Berdiri di Hadapan Anak Manusia
Sekarang sampailah kita kepada janji-janji yang bersangkut-paut dengan pengangkatan para pemenang. Lukas 21:36 mengatakan, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil ber-doa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari se-mua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Dalam bahasa aslinya ungkapan “beroleh kekuatan” mempunyai dua makna, yaitu “dikuat-kan dengan sepenuhnya” atau “terhitung layak”. Ketika kita beroleh kekuatan dengan sepenuhnya, maka kita terhitung layak. Kita harus beroleh kekuatan sepenuhnya agar kita bisa luput dari jerat itu dan tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. Sebelum Tuhan datang kembali, Ia adalah Anak Manusia, berada di langit tingkat ketiga. Lukas 21:36 me-wahyukan bahwa para pemenang akan berdiri di hadapan Anak Manusia. Ini berarti mereka akan diangkat ke hadap-an Tuhan di surga. Sementara jerat itu hampir mendekati kita, kita harus dikuatkan sepenuhnya untuk luput dari-nya. Jika Anda paham tentang menjala ikan, Anda akan tahu bahwa ada ikan-ikan yang lebih kuat mampu melolos-kan diri dari jala. Demikian juga, para pemenang akan ber-oleh kekuatan untuk melarikan diri dari jerat dan berdiri di hadapan Tuhan di surga. Inilah janji pengangkatan se-belum kesusahan besar.
2. Dilindungi pada Hari Pencobaan
Janji lainnya tentang pengangkatan ini kita temukan dalam Wahyu 3:10, “Karena engkau menuruti firman kete-kunan-Ku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk men-cobai mereka yang tinggal di bumi” (Tl.). Ada orang berkata bahwa seluruh umat Kristen akan diangkat setelah kesusahan besar. Konsepsi ini dianut oleh golongan yang disebut go-longan Newton dalam Kaum Saudara, di luar golongan Darby. Golongan Newton mengajarkan bahwa semua orang Kristen akan melewati kesusahan besar. Ketika saya berta-nya kepada salah seorang di antara guru-guru terkemuka dalam golongan Newton tentang Wahyu 3:10, ia mengakui bahwa ayat ini merupakan masalah bagi mereka. Menurut ayat ini, para pemenang tidak hanya dilindungi dari pen-cobaan, tetapi juga dilepaskan dari hari pencobaan, dan itu berarti mereka akan diangkat sebelum kesusahan besar. Karena itu, pengangkatan para pemenang akan mendahului kesusahan besar.