← Daftar isi Wahyu (1) · bab 11/17

YERUSALEM DIINJAK-INJAK DAN KESAKSIAN DUA ORANG SAKSI

Pasal 10 dan bagian pertama pasal 11 merupakan si-sipan di antara sangkakala keenam dan sangkakala ketu-juh. Dalam pasal 10, kita mempunyai visi yang jelas ten-tang kembalinya Kristus untuk mengambil alih bumi. Dalam pasal 11 , kita memiliki satu visi yang penting terhadap nubuat kitab ini. Ketika kita membahas visi ini, ada tiga hal penting yang perlu kita ingat: waktu, tempat, dan orang. Lamanya waktu yang terliput dalam visi itu empat puluh dua bulan (ayat 2). Keempat puluh dua bulan sama dengan seribu dua ratus enam puluh hari (ayat 3). Tidak diragu-kan, ini merupakan satu acuan terhadap ayat-ayat dalam Kitab Daniel, yang mencantumkan tiga setengah tahun, pa-ruh kedua dari tujuh puluh kali tujuh masa yang terakhir (Dan. 12:7; 7:26 ; 9:27). Dalam Kitab Wahyu kita memiliki kegenapan dari apa yang tercantum dalam Kitab Daniel itu. Tempat dalam visi ini adalah kota Yerusalem, yang me-nurut Kitab Daniel, akan diberikan kepada bangsa kafir, terutama Antikristus. Saat Antikristus melanggar persetujuan yang dibuatnya dengan bangsa Israel selama tujuh tahun (Dan. 9:27), ia akan menganiaya bangsa Yahudi dan me-maksa mereka berhenti menyembah Allah (Why. 13:7; Dan. 7:21; 8:11-12). Dari pihak Antikristus, ia akan merampas kendali atas Yerusalem, namun dari pihak Allah, Allahlah yang akan memberikan Yerusalem kepadanya. Ini berarti Allah membiarkan Antikristus melakukan apa saja terha-dap Yerusalem seturut kehendak hatinya.

Selama keempat puluh dua bulan itu, di dalam kota Yerusalem akan ada dua orang saksi. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki pelita dan yang mengenakan kain kabung (ayat 3-4). Mereka akan bernubuat. Seperti yang akan kita lihat, kedua saksi itu bukanlah orang baru, melainkan orang-orang yang hidup dalam zaman Perjanjian Lama — Musa dan Elia. Dalam Wahyu 11, kedua saksi itu “berdiri di hadapan Tuhan semesta alam” (ayat 4). Ketika kita memasuki potongan firman ini, kita harus mengingat ketiga perkara ini — waktu, tempat, dan saksi (orang).

I. SELAMA MASA KESUSAHAN BESAR

Ayat 2 mengatakan bahwa bangsa-bangsa “akan meng-injak-injak Kota Suci selama empat puluh dua bulan”. Pada akhir zaman ini, Antikristus akan mengadakan perjanjian dengan orang Yahudi selama satu kali tujuh masa (tujuh tahun), yaitu satu kali tujuh masa terakhir dari tujuh pu-luh kali tujuh masa yang ditetapkan oleh Allah untuk nega-ra Yahudi dalam Daniel 9:24-27. Pada pertengahan dari sa-tu kali tujuh masa terakhir ini (yaitu setelah tiga setengah tahun yang pertama), Antikristus akan mengingkari janji, dan merusak perihal penyembahan kepada Allah (Dan. 9:27). Kemudian, ia akan menghujat Allah dan menganiaya umat Allah selama tiga setengah tahun (13:5-7; Dan. 7:25; 12:7), yaitu empat puluh dua bulan yang dibicarakan di sini, juga adalah seribu dua ratus enam puluh hari yang tercantum dalam Kitab Wahyu; juga adalah setengah yang terakhir dari satu kali tujuh masa yang terakhir pada Daniel 9:27. Pada saat itu Antikristus akan merusak Kota Suci Yerusalem. Berdasarkan Matius 24:15 dan 21, tiga setengah tahun yang terakhir ini adalah masa kesusahan besar untuk menguji (mencobai) semua orang yang tinggal di bumi (3:10).

II. YERUSALEM DIINJAK-INJAK

Dalam ayat 1-2, kita membaca perihal diinjak-injaknya Yerusalem, “Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang bu-luh, seperti tongkat pengukur, dengan kata-kata berikut, ‘Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan ha-laman Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci se-lama empat puluh dua bulan.” Buluh seperti dalam 21:15 dan Yeh. 40:3; 42:16-19, adalah untuk mengukur, memiliki, sedangkan tongkat menyiratkan penghukuman (Ams. 10:13; Yes. 10:5; 11:4). Karena itu, buluh seperti tongkat peng-ukur”, menyatakan mengukur dengan penghukuman untuk memiliki. Mengukur adalah untuk menguduskan, melin-dungi, dan memiliki (Bil. 35:2, 5; Yeh. 45:1-3; 42:15, 20; 48:8, 12, 15). Mezbah dalam ayat 1 adalah mezbah pembakaran ukupan dari emas, karena ia menjadi satu dengan bait. Mezbah ini bukan mezbah kurban bakaran yang terbuat dari tembaga, dan terletak di halaman, di luar bait (ayat 2). Pe-lataran dalam ayat 2 adalah di bumi. Kota Suci di sini meng-acu kepada Yerusalem yang bumiah (Yes. 52:1; Mat. 27:53).

Rasul Yohanes disuruh mengukur Bait Suci Allah dan mezbahnya. Tidak diragukan, ini adalah bait dan mezbah yang di surga. Pengukuran ini menunjukkan bahwa surga terlindung dari segala kerusakan dan kebinasaan. Selama tiga setengah tahun itu, surga akan terlindung karena Iblis telah dilemparkan dari surga ke bumi. Karena anak laki-la-ki diangkat ke surga, maka tidak ada lagi tempat bagi Iblis di sana. Di mana ada pemenang, di sana tidak ada tempat bagi si Iblis. Para pemenang akan berperang ke surga, begi-tu mencapai di sana, segera berperang melawan Iblis. Iblis akan dikalahkan dan dilemparkan ke bumi. Sesudah itu, Kristus dan para pemenang akan turun dan berperang sam-pai ke bumi, sampai ke Harmegedon untuk membinasakan pasukan Antikristus. Dalam tiga setengah tahun yang ter-akhir itu tidak ada tempat sedikit pun bagi Iblis di surga, dan surga akan terlindung sepenuhnya. Pada saat itu, Iblis, Antikristus, dan nabi palsu, kumpulan yang jahat, akan berada di bumi dan mereka dengan sekuat tenaga berusaha merusak bumi.

Sementara Bait Allah di surga diukur, “halaman Bait Suci yang di sebelah luar” akan “dikecualikan” dan tidak diukur (ayat 2) “karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan”. Di sini kita nampak bahwa Bait Suci yang bumiah, Yerusalem yang bumiah, akan diberikan kepada Antikristus dan bangsa-bangsa lain untuk diinjak-injak.

III. KESAKSIAN DUA ORANG SAKSI

A. Dua Orang Saksi

Sekarang marilah kita melihat kesaksian dua orang saksi (ayat 3-12). Semua pelajar Alkitab setuju kalau salah satu di antara kedua saksi itu adalah Elia. Namun terha-dap identitas yang lainnya terjadi ketidaksamaan, apakah dia itu Henokh atau Musa. Sebagian orang mengatakan dia itu Henokh, karena, selain Elia, Henokh adalah satu-satu-nya orang yang tidak pernah mati. Menurut Ibrani 9:27, manusia ditetapkan untuk mati satu kali saja. Orang-orang yang berpegang pada pandangan itu mengatakan bahwa karena Henokh dan Elia tidak pernah mati, maka mereka pastilah kedua orang saksi yang akan mati pada masa ke-susahan besar. Karena Musa sudah mati, ia tidak akan ma-ti untuk kali kedua. Lalu bagaimana dengan Lazarus? Ber-kebalikan dengan cara pemikiran tadi, ia telah mati, dan dibangkitkan, kemudian mati lagi. Mengapa kami mengata-kan bahwa kedua saksi ini adalah Musa dan Elia? Kami berkata demikian karena pernyataan itu dengan tegas ber-dasar pada fakta Alkitab. Alkitab mewahyukan bahwa Musa dan Elia merupakan kedua saksi Allah. Yang mereka laku-kan dalam 11:5-6 adalah seperti yang dilakukan oleh Musa dan Elia (Kel. 7:17, 19; 9:14; 11:1; 2 Raj. 1:10-12; 1 Raj. 17:1). Musa mengubah air menjadi darah, dan Elia memanggil api dari surga. Karena itu, menurut ministri mereka, kedua saksi ini pastilah Musa dan Elia. Selanjutnya, mereka me-nampakkan diri di depan Tuhan di atas gunung pengubah-an (Mat. 17:1-3). Musa yang mewakili hukum Taurat, dan Elia yang mewakili para nabi (Luk. 16:16), semuanya bersaksi untuk Allah. Perjanjian Lama terdiri dari tulisan-tulisan yang mewakili kedua orang ini, hukum Taurat dan nabi-nabi. Hukum Taurat diberikan lewat Musa, dan Elia adalah nabi yang terkemuka. Karena itu, Perjanjian Lama disebut “hukum Taurat dan kitab para nabi” (Luk. 16:16). Kedua ministri ini selalu menjadi kesaksian Allah. Selama berabad-abad, hukum Taurat yang diwakili oleh Musa dan nabi-nabi yang diwakili oleh Elia adalah saksi Allah di bu-mi. Alkitab pernah menubuatkan terutusnya Elia (Mal. 4:5; Mat. 17:11).

1. Kedua Pohon Zaitun, Kedua Kaki Pelita, dan Kedua Putra Minyak Berdiri di Hadapan Tuhan Semesta Alam

Kedua saksi ini adalah kedua pohon zaitun, kedua kaki pelita, dan kedua putra minyak yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam (ayat 4; Za. 4:3, 11-12, 14). Ayat 4 me-ngatakan, “Merekalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki pelita yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.” Pohon zaitun yang tercantum dalam ayat 4 menghasilkan minyak untuk pelita, dan kaki pelita memberikan terang karena minyak dari pohon zaitun ini. Zakharia 4:14 mengatakan bahwa mereka adalah “kedua orang yang diurapi (putra minyak Tl.), yang berdiri di dekat Tuhan seluruh bumi”. Mereka disebut putra-putra minyak karena mereka penuh dengan minyak; mereka penuh dengan Roh itu. Karena itu, mereka mempunyai beberapa nama — kedua saksi, kedua kaki pelita, kedua pohon zaitun, dan kedua putra minyak. Dalam zaman gereja, gereja-gereja adalah kaki pelita untuk kesaksian Allah (1:20), tetapi dalam tiga setengah tahun yang terakhir dari zaman ini, kedua saksi ini akan menjadi kaki pelita untuk kesaksian Allah.

Seribu dua ratus enam puluh hari dalam ayat 3 adalah 42 bulan yang tercantum dalam ayat 2, selang waktu keti-ka Antikristus menghujat Allah (13:5-6) dan menganiaya umat-Nya (12:6, 14). Ketika ia melaksanakan kuasa dan penganiayaannya yang kejam itu, kedua saksi ini bernu-buat, berbicara bagi Allah, dan bersaksi melawan segala perbuatan jahat Antikristus. Selama kesusahan besar, peng-aniayaan akan semakin hebat dan dahsyat. Karena itu, Allah akan mengutus Musa dan Elia, yang penuh dengan Roh itu, untuk menguatkan orang-orang Yahudi yang dipaksa oleh Antikristus untuk membuang kepercayaan mereka. Mereka juga akan menguatkan kaum saleh yang tertinggal dalam kesusahan besar itu. Menurut Wahyu 14, segera setelah pengangkatan buah sulung, Antikristus akan menganiaya umat Allah dan memaksa mereka menyembah dia dan pa-tungnya (14:9-12). Pada saat itulah, kedua saksi ini akan menguatkan umat Allah. Berbarengan dengan itu, seorang malaikat “terbang tinggi di langit” untuk memberitakan “Injil yang kekal” (14:6). Injil ini berbeda dengan Injil hayat atau Injil kerajaan; Injil ini akan membuat orang banyak menjadi takut akan Allah, menyiratkan bahwa mereka ti-dak seharusnya menganiaya umat-Nya; melainkan harus menyembah Allah, menyiratkan bahwa mereka tidak seha-rusnya menyembah Antikristus. Jadi, selama kesusahan be-sar, terdapat dua macam penguatan: yang pertama melalui kedua saksi itu, dan yang kedua melalui pemberitaan Injil kekal.

2. Mengenakan Kain Kabung

Ayat 3 mengatakan, “Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, (mengenakan kain kabung), seribu dua ratus enam puluh hari lamanya” (ayat 3). Mengenakan kain kabung melam-bangkan perkabungan (2 Sam. 3:31). Dua orang saksi akan mengenakan pakaian perkabungan sebagai peringatan ter-hadap manusia yang tinggal di bumi, menyuruh mereka melepaskan diri dari penyembahan kepada Antikristus, su-paya mereka terhindar dari penghakiman Allah.

3. Menghanguskan dan Membunuh Musuh Mereka

Ayat 5 mengatakan, “Jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka meng-hanguskan semua musuh mereka. Jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati seca-ra demikian.” Tidak seperti mereka, kita tidak mempunyai kuasa itu, dan dalam pemberitaan kita, kita tidak membu-nuh orang atau menghanguskan mereka. Tetapi kedua sak-si ini bisa berkata, “Kalau kalian mencoba menyakiti kami, kalian akan terbakar dan terbunuh.”

4. Mempunyai Kuasa untuk Menutup Langit,

Mengubah Air Menjadi Darah, dan Memukul Bumi dengan Segala Jenis Malapetaka

Ayat 6 mengatakan, “Mereka mempunyai kuasa menu-tup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka ber-nubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air un-tuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka meng-hendakinya.” Menutup langit agar tidak hujan serupa de-ngan yang dilakukan oleh Elia (1 Raj. 17:1; Luk. 4:25). Mengubah air menjadi darah dan memukul bumi dengan berbagai tulah serupa dengan yang dilakukan oleh Musa (Kel. 7:17, 19; Kel. 9:14; 11:1).

5. Dibunuh oleh Antikristus

Dalam hikmat-Nya, Allah akan membiarkan kedua saksi ini dikalahkan untuk sementara waktu. Ayat 7 mengata-kan, “Bilamana mereka telah menyelesaikan kesaksian me-reka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.” Binatang di sini adalah Antikristus yang akan muncul dari jurang maut (17:8) dan dari dalam laut (13:1), dan yang akan berperang melawan kedua orang saksi itu dan kaum saleh (13:7). Terakhir, kedua saksi yang paling kuat itu akan dibunuh melalui penganiayaan yang dilaku-kan oleh Antikristus. Pada saat itu, Antikristus tidak hanya akan berperang melawan manusia, tetapi juga melawan Allah. Ia akan terus berperang melawan Allah hingga Kristus datang dengan para pemenang-Nya untuk berperang secara langsung dengannya. Pada waktu itu, benar-benar ada satu orang di bumi yang akan berperang secara langsung mela-wan Allah. Kristus, perwujudan Allah, akan turun dengan pasukan pemenang-Nya dan berperang melawan Antikristus, “manusia durhaka itu” (2 Tes. 2:3). Ketiga setengah tahun yang terakhir merupakan perang antara umat manusia pem-berontak di bawah pimpinan binatang itu, “manusia durha-ka”, dengan Sang Pencipta. Keadaan ini mendesak Allah sendiri datang dan berperang secara langsung, di dalam Kristus bersama semua pemenang-Nya.

6. Mayat Mereka Dibiarkan Terlantar di Jalan Kota Yerusalem Selama Tiga Setengah Hari Lamanya

Ayat 9-10 mengatakan, “Orang-orang dari segala bang-sa dan suku dan bahasa dan umat, melihat mayat mereka selama tiga setengah hari dan orang-orang itu tidak mem-perbolehkan mayat mereka dikuburkan. Mereka yang ting-gal di bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang tinggal di bumi.” Mayat mereka tidak dikuburkan, melain-kan dibiarkan terlantar di jalan kota besar, tempat Tuhan mereka disalibkan, untuk mempermalukan mereka. Kota besar mengacu kepada kota suci yang disebut dalam ayat 2, yaitu Yerusalem bumiah, yang secara rohani akan menjadi Sodom dan Mesir, tempat Tuhan mereka disalibkan. Setelah bangsa Israel bangkit kembali pada tahun 1948, orang-orang Yahudi yang kembali ke negaranya tetap tidak mau perca-ya. Mereka akan berdosa seperti Sodom (lihat Yes. 1:9-10; 3:9; Yer. 23:14), duniawi seperti Mesir (lihat Yeh. 23:3, 8, 19, 27), sampai kembalinya Kristus, Mesias mereka. Pada waktu itu seluruh Israel akan diselamatkan (Rm. 11:26). Orang-orang yang paling duniawi justru ditemukan dalam ne-gara Israel yang kecil ini. Pada akhir zaman ini, dalam pandangan Allah, dosa yang diperbuat Yerusalem sama de-ngan dosa Sodom, dan sifat duniawinya sama dengan Mesir. Karena itu, Allah akan membuang kota ini selama tiga setengah tahun. Allah seolah-olah berkata, “Biarkanlah dia.

Aku akan menyerahkan dia ke tangan Antikristus, membiarkannya berbuat sekehendak hatinya terhadap Yerusalem yang penuh dosa dan duniawi ini.”

Pada tahun 70, Titus, pangeran Romawi, memusnah-kan kota Yerusalem. Baik dalam Kitab Daniel maupun da-lam Perjanjian Baru, pangeran itu merupakan lambang Antikristus. Daniel 9:26-27 menganggap kedua orang ini sa-tu. Jika Anda membaca Daniel 9 dengan cermat, Anda akan nampak bahwa akan terjadi dua kali perusakan terhadap Yerusalem. Yang pertama dilakukan oleh Titus dan yang kedua dilakukan oleh Antikristus. Dalam nubuat Daniel, kedua sebutan itu seperti satu, namun sesungguhnya ke-duanya bukanlah satu. Antikristus akan membinasakan Yerusalem dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh Titus. Menurut prinsipnya, penggenapan atas sebuah lambang selalu lebih sempurna daripada lambang itu sen-diri. Itulah sebabnya Tuhan berkata bahwa kesusahan be-sar akan lebih dahsyat daripada segala yang telah menda-huluinya atau yang akan mengikutinya. Bahkan dalam Matius 24 dan Lukas 21, nubuat Tuhan tentang perusakan Yerusalem yang dilakukan Titus dan Antikristus tidaklah begitu nyata perbedaannya. Keduanya digabungkan. Karena alasan tersebut, ketujuh puluh kali tujuh masa mempunyai satu sela waktu yang panjang di antara keenam puluh sembilan kali tujuh masa dengan ketujuh puluh kali tujuh masa. Ada satu jeda yang panjang hingga minggu ketujuh puluh itu tiba. Setelah masa keenam puluh sembilan kali tujuh masa, terjadi perusakan di bawah pimpinan Titus, dan setelah senggang waktu antara masa keenam puluh sembi-lan dengan masa ketujuh puluh, terjadi penghancuran di bawah pimpinan Antikristus. Tetapi dalam Alkitab kedua penghancuran itu tercantum hampir-hampir seperti satu peristiwa. Pada zaman Titus, Yerusalem penuh dengan dosa, dan pada zaman Antikristus, dosanya lebih parah lagi. Wahyu pasal 11 menyebutnya “kota besar”, bukan Yerusalem, me-nunjukkan tempat itu sebagai tempat Tuhan Yesus disalib-kan (ayat 8). Memang, Tuhan disalibkan bukan di Sodom atau di Mesir; Ia disalibkan di Yerusalem. Pada saat Anti-kristus melakukan penganiayaan dan penghancuran, ke-adaan di Yerusalem penuh dosa seperti Sodom dan duniawi seperti Mesir. Karena itu, kita perlu berdoa bagi bangsa Yahudi agar mereka bisa bertobat. Di antara mereka terda-pat orang-orang yang setia — sebanyak seratus empat pu-luh empat ribu orang. Setelah pengangkatan kedua saksi, saat kedatangan Tuhan beserta bala tentara-Nya untuk me-ngalahkan Antikristus dalam perang Harmagedon semakin dekat.

7. Dibangkitkan

Ayat 11 mengatakan, “Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, se-hingga mereka bangkit (berdiri) dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.” “Mereka berdiri” menunjukkan bahwa mereka hidup kembali. Kebangkitan mereka berbeda dengan kebangkitan yang disebutkan dalam 1 Tesalonika 4:16. Tuhan Yesus dibangkitkan pada hari ke-tiga, dan Lazarus dibangkitkan pada hari keempat. Tetapi kedua saksi ini akan dibangkitkan setelah tiga setengah hari kematiannya. Tiga setengah hari ini tentu termasuk dalam 1. 260 hari yang di dalamnya mereka bernubuat dan bersaksi untuk Tuhan; kalau tidak, hari-hari itu akan melampaui masa kesusahan besar.

8. Diangkat ke Langit

Selanjutnya ayat 12 mengatakan, “Lalu kedua nabi itu mendengar suatu suara yang nyaring dari surga berkata kepada mereka, ‘Naiklah ke mari!’ Lalu naiklah mereka ke surga, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.” “Mereka naik ke langit” menunjukkan bahwa me-reka diangkat. Mereka dibunuh, bangkit, dan terangkat, se-muanya adalah bagian kesaksian mereka, dan tentunya dalam kurun waktu 1.260 hari ministri mereka. Dengan demikian, keterangkatan mereka pasti berlangsung pada hari terakhir ministri mereka, yaitu hari terakhir dari masa kesusahan besar. Ini akan terjadi pada hari yang sama dengan keter-angkatan yang dinubuatkan oleh 1 Tes. 4:17, mungkin ber-samaan atau agak belakangan.

B. Kesaksian Mereka

Ayat 7 mengatakan bahwa kedua saksi itu “menyele-saikan kesaksian mereka”. Kesaksian mereka adalah agar Allah menjadi Tuhan atas seluruh bumi (ayat 4) dan me-nentang Antikristus. Pada masa kesusahan besar, kedua orang saksi itu akan bersaksi secara penuh bagi Allah dan menentang Antikristus (Ul. 17:6; 19:15; Mat. 18:16).

Banyak orang melihat kebangkitan dan keterangkatan kedua saksi itu, namun mereka tidak mau bertobat. Ini menunjukkan bahwa kita tidak seharusnya mempercayai berbagai mukjizat. Banyak orang yang mengukuhi konsepsi yang keliru. Menurut mereka, orang-orang bisa percaya ka-rena melihat banyak mukjizat. Tetapi kedua saksi ini seca-ra jasmani telah dibunuh, tiba-tiba dan secara ajaib bangkit dan naik ke langit. Namun, orang-orang yang telah melihat hal itu masih tidak mau bertobat.

IV. GEMPA BUMI YANG DAHSYAT

Ayat 13 mengatakan, “Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di surga.” Kota di sini mengacu pada “kota besar” da-lam ayat 8, yakni Yerusalem. Karena gempa bumi yang di-sebut dalam ayat ini, sepersepuluh bagian kota Yerusalem akan rubuh. Pada saat terjadi gempa bumi yang terakhir, kota itu akan terbelah menjadi tiga, seperti yang disebut-kan dalam 16:19.

Ayat 13 juga mengatakan, “Tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu.” (Menurut bahasa aslinya adalah: tujuh ribu nama orang-orang yang mati oleh gempa bumi itu). Ungkapan “nama” menyiratkan bahwa orang-orang terse-but adalah orang-orang yang terpandang. Mereka yang mati adalah tujuh ribu orang terkenal. Pada saat itu, di antara bangsa Israel banyak yang menjadi orang-orang terkenal. Tujuh ribu di antara mereka akan terbunuh melalui gempa bumi itu karena mereka memimpin orang untuk tidak mem-percayai Tuhan Yesus. Hari ini, demikian banyak orang Yahudi yang menjadi filsuf, doktor, sarjana politik, dan ahli keuangan, namun mereka penuh dosa dan duniawi, tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Hari ini, bangsa Israel mutlak di bawah pengawasan orang-orang terkenal tersebut. Ham-pir tidak seorang pun di antara bangsa Israel yang ternama yang mau percaya kepada Tuhan. Belakangan ini, saya de-ngar pemerintah Israel telah memutuskan untuk mengha-langi semua pekerjaan misi Kristen di Israel. Keputusan itu dibuat oleh orang-orang yang terkenal. Ketika gempa itu terjadi, gempa itu terutama akan membunuh orang-orang terkenal itu.

Bagian firman ini merupakan jendela dan melaluinya kita bisa melihat situasi yang menyedihkan di antara orang-orang Yahudi pada akhir zaman ini. Itulah sebabnya peng-aniayaan besar akan terjadi. Apa pun yang dilakukan bang-sa Arab untuk memusnahkan bangsa Israel hari ini, tidak akan berhasil, karena Tuhan menjaga bangsa Israel. Te-tapi, hal itu tidak berarti bahwa bangsa Yahudi benar-benar untuk Tuhan. Tidak, mereka terus-menerus berdosa dan duniawi hingga suatu hari Allah akan berkata, “Aku akan menyerahkan kalian. Langit akan diukur, namun Aku akan menyerahkan Yerusalem ke tangan Antikristus. Ia akan merusak kota itu lebih parah daripada yang dilakukan oleh Titus.” Menurut Zakharia 12, penganiayaan itu akan mem-buat orang-orang Yahudi teraniaya sedemikian rupa sehing-ga mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam. Pada saat itulah, Kristus akan datang kembali, dan semua suku di Tanah Suci akan melihat Sang Penebus yang telah mereka tikam dua ribu tahun yang lalu. Sewaktu mereka melihat-Nya, mereka akan meratap kepada-Nya dan berto-bat (Za. 12:10-14). Tetapi ratapan itu sudah agak terlambat, karena, sebelum itu banyak di antara mereka yang telah dibantai oleh Antikristus. Itulah nubuat tentang mereka.

Apakah yang bisa kita lakukan selain berdoa bagi mereka dan bersiap-siap untuk hari itu, saat Tuhan akan mengangkat kita?

Setelah ketujuh ribu orang yang terkenal itu terbunuh oleh gempa yang dahsyat, orang-orang lainnya akan sangat ketakutan dan akan memuliakan Allah. Sekelompok orang yang tersisa itu, kalau bukan semuanya, akan bertobat, pada saat Ia kembali kepada mereka, dan mereka akan menerima Tuhan yang telah mereka tikam.