← Daftar isi W.l Visi Dispensi Ilahi dan Petunjuk Pelaksanaan Jalan Baru · bab 7/10

MENERIMA LATIHAN DALAM WAHYU ILAHI

Pembacaan Alkitab :

2Tim. 3:16-17; Kol. 1:25-26; Why. 22:18-19;

Luk. 24:45; Ibr. 5:13-14; Mzm. 119:130; Kis. 8:30-31

GARIS BESAR

I. Enam puluh enam kitab dalam Alkitab adalah wahyu Allah yang utuh, tidak boleh ditambah, juga tidak boleh dikurangi - 2Tim. 3:16-17; Kol. 1:25-26; Why. 22:18-19

II. Untuk mengerti Alkitab, harus menggunakan roh kita, juga perlu pikiran yang terbuka, dan indra yang terlatih - Luk. 24:45; Ibr. 5:13-14

III. Alkitab perlu tersingkap (dimasuki), baru bisa memberi terang - Mzm. 119:130; Kis. 8:30-31

IV. Cara membaca Alkitab yang paling lengkap yang didapatkan oleh pengalaman pembacaan Alkitab kaum imani dari zaman ke zaman :

A. Cara membaca setiap hari mendapatkan makanan hayat rohani - Setiap pagi memilih satu kitab, lalu secara berurutan mendoabacakan 2 atau 3 ayat, kurang lebih 10-15 menit.

B. Setiap hari mempelajari Alkitab, memasuki kedalaman satu kitab kurang lebih 30 menit.

C. Setiap hari membaca dengan cepat 3 pasal Perjanjian Lama dan 1 pasal Perjanjian Baru, kurang lebih 15 menit.

Mulai tahun 1986, kita sudah mulai pelatihan ini, tujuan utamanya adalah menggenapi sekelompok kaum imani muda pergi memberitakan Injil ke desa-desa, kemudian kembali lagi ke kota besar belajar melayani, membangun gereja. Di samping itu kita ada satu hati, mengharapkan ada orang pergi ke luar negeri, khususnya ke Amerika Latin dan Afrika, meluaskan gereja Tuhan. Kita tahu, di seluruh dunia ada 1/3 orang memakai bahasa Spanyol, dan Amerika Latin hampir seluruhnya dipengaruhi Katolik. Bagian dunia Vang lain yang terutama memakai bahasa Inggris, kebanyakan dipengaruhi Protestan. Tetapi hari ini keadaan Kekristenan, baik isinya, coraknya dan modelnya banyak yang sudah jauh dari Alkitab.

RINGKASAN SEJARAH

PENERJEMAHAN ALKITAB

Pada dekade tahun, 1920, Alkitab sudah sampai ke tangan kita; yang kita dapatkan bukan berdasarkan yang kita dengar atau penyampaian secara lisan, melainkan satu Alkitab. Ini bukan perkara kecil. Lagi pula kekayaan teologi, tahap pertama sebelum Tuhan lahir berada dalam bahasa Ibrani; dalam tahap kedua setelah Tuhan lahir dari bahasa. Ibrani beralih ke dalam bahasa Yunani; tahap ketiga sejak tahun 1590 melalui bahasa Latin masuk ke dalam dunia bahasa Inggris. Hari ini segala macam kekayaan teologi boleh dikatakan paling banyak berada dalam dunia bahasa Inggris. Di antara kita, sejak saudara Watchman Nee, sudah ada orang mengejar, mempelajari, dan menggali kekayaan ini.

Melalui kesempatan ini saya sekilas memberitahu kalian sejarah penerjemahan Alkitab bahasa Mandarin. Pada tahun 1807, seorang misionaris Inggris bernama R. Morrison datang ke Cina, ia menangani terjemahan Alkitab dan diterbitkan pada tahun 1823. Sejak itu ada terjemahan yang berbeda, yang diteruskan oleh para penerjemah yang berbeda, ada yang berbahasa kuno, ada yang berbahasa sehari-hari. Tahun 1919, terjemahan bahasa Mandarin versi Union secara resmi diterbitkan. Versi terjemahan ini mengambil acuan utama Alkitab bahasa Inggris Revised Version. Pada mulanya diterjemahkan oleh tim penerjemah yang terdiri dari tujuh orang, penerjemah utamanya adalah Dr. C. W. Mateer yang merangkap sebagai ketua, menghabiskan waktu 20 tahun baru selesai. Tak sampai 10 tahun, terjemahan versi ini hampir-hampir menggantikan kedudukan terjemahan versi yang lain, yang secara umum dipakai oleh segala lapisan masyarakat.

Sampai Tuhan membangkitkan kita, karena kita berdiri di atas bahu mereka yang di depan, kita maju selangkah lagi mempunyai penglihatan yang lebih banyak. Kita menggunakan Alkitab Mandarin Versi Union sebagai referensi utama, juga mengambil semua terjemahan dalam bahasa Inggris yang berbobot, serta terjemahan dalam bahasa Mandarin lain yang bisa kita kumpulkan sebagai referensi, tidak saja sebagai perbandingan, pemahaman, juga untuk menghindari berat sebelah atau salah pengertian. Di samping itu, kita juga memakai buku tafsiran Alkitab dan kamus Alkitab yang terbaik, ditambah terang yang kita peroleh dari Allah, pada tahun 1986 menerbitkan Alkitab Pedanjian Baru Versi Pemulihan dalam bahasa Mandarin. Versi ini boleh dikatakan adalah kumpulan pengenalan para saleh dari segala jurusan terhadap wahyu ilahi; hari ini sudah ditaruh di depan semua orang, semoga bisa terus maju.

TERLATIH DALAM WAHYU ILAHI

Kali ini beban utama saya adalah melengkapi kalian dalam hal kebenaran dan hayat. Sidang kita cuma dua kali, yang satu untuk mempersekutukan perihal "Terlatih Wahyu Ilahi," yang satu lagi mempersekutukan perihal "Mendapatkan Rawatan dalam Hayat Ilahi"

Enam Puluh Enam Kitab dalam Alkitab

adalah Wahyu Allah yang Utuh,

Tidak Boleh Ditambah, Juga Tidak Boleh Dikurangi

Kita tahu wahyu Alkitab sepenuhnya berdasarkan kebenaran. Yang tersembunyi dalam Allah adalah satu misteri; begitu misteri ini dinyatakan, jadilah wahyu; sampai wahyu ini kita dapatkan, itu adalah kebenaran. Alkitab adalah satu kitab wahyu ilahi (2Tim. 3:16-17), setelah lewat beberapa zaman, melalui banyak tangan, dari Pentateukh permulaan Perjanjian Lama sampai Kitab Wahyu, kitab terakhir Perjanjian Baru, semuanya 66 kitab, ditulis dalam jangka waktu 1500-1600 tahun. Sebelum Perjanjian Baru, wahyu Allah belum rampung, sampai Perjanjian Baru, rasul Paulus menjadi minister gereja, merampungkan firman Allah (Kol. 1:25-26), menyatakan dengan sepenuhnya wahyu ilahi kepada kita. Selanjutnya melewati surat kiriman Yakobus, Petrus, Yohanes, dan Yudas, akhirnya sampai kitab Wahyu, barulah seluruh Alkitab rampung. Sebab itu, pada akhir Alkitab ada satu peringatan, tidak memperbolehkan siapapun menambah atau mengurangi sesuatu pada kitab ini (Why. 22:18-19). Sebab itu kita harus, membaca setiap kitab, setiap pasal dan setiap ayat Alkitab, supaya tidak kehilangan berkat yang seharusnya kita dapatkan.

Untuk Mengerti Alkitab, Harus Menggunakan Roh Kita,

Juga Perlu Pikiran yang Terbuka, Indra yang Terlatih

Lukas 24:45 mengatakan, "Lalu Ia (Kristus) membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci" Ini menunjukkan untuk memahami Alkitab, kita perlu melalui penerangan Roh Tuhan, membuka pikiran kita; kalau tidak, kita tidak bisa mengerti. Ibrani 5:13-14 juga memberitahu kita, untuk menikmati firman Allah, indra kita, yaitu kemampuan memahami, perlu dilatih sampai mahir. Jadi untuk membaca Alkitab, kemampuan pikiran dan pernaharnan rohani kita periu terus dilatih.

Alkitab Perlu Tersingkap,

Baru Bisa Memberi Terang

Mazmur 119:130 mengatakan, "Bila tersingkap, firman-firmanMu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh." Banyak ayat Alkitab kalau tidak dijelaskan tidak bisa dimengerti. Misalnya sida-sida Etiopia yang tercatat dalam Kisah Para Rasul pasal 8; ketika Filipus menjumpainya, Filipus mendengar dia sedang membaca kitab nabi Yesaya, lalu bertanya, "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" Dia menjawab, "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" (30-31). Potongan Alkitab yang dibacanya adalah, "Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian, dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulutNya." Ketika sida-sida itu membaca, dia tidak mengerti di sini "Ia " mengacu kepada siapa, sebab itu pertu Filipus menjelaskan kepadanya, memberitakan Injil Yesus, membimbingnya percaya dan dibaptis.

Dalam Alkitab ada banyak contoh yang sama yang perlu dijelaskan baru bisa mengerti. Saya ambil beberapa contoh lagi sebagai bukti : Tujuh puluh kali tujuh (Dan. 9:24); surat Kristus, yang ditulis oleh Roh dari Allah yang hidup, di dalam hati kaum imani (11 Kor. 3:3); Kristus bersemayarn di hati kita (Ef. 3:17); dipenuhi menjadi kepenuhan Allah (Ef. 3:19); sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu (Ef. 1:10); di dalam Kristus kita mendapat bagian yang dijanjikan Allah (Ef. 1:11); ketika sangkakala ketujuh dibunyikan, genaplah keputusan rahasia Allah (Why. 10: 7). Hal-hal di atas, kalau Anda baca sendiri, tidak bersandar bantuan orang lain, meskipun membaca beberapa kali, masih tetap tidak dapat Anda pahami. Itulah sebabnya di sini Anda sekalian dilatih; pertama adalah untuk dilatih dalam menenma pelatihan kebenaran.

CARA MEMBACA ALKITAB

YANG PALING LENGKAP YANG DIDAPATKAN

OLEH PENGALAMAN PEMBACAAN ALKITAB KAUM IMANI

DARI ZAMAN KE ZAMAN

Sekarang saya ingin memberitahu kalian, cara membaca Alkitab yang paling lengkap yang didapatkan oleh pengalaman pembacaan Alkitab kaum imani dari zaman ke zaman, ada tiga cara :

A. Cara Membaca Setiap Hari Mendapatkan

Makanan Untuk Hayat Rohani - Setiap Pagi Memilih Satu Kitab,

lalu secara berurutan mendoabacakan 2 atau 3 ayat,

kurang lebih 10 - 15 menit

Setiap bangun pagi, 10 - 15 menit pertama tidak melakukan perkara yang lain, tetapi mendoabacakan secara berurut 2 atau 3 ayat Alkitab yang sudah ditentukan. Tidak saja membaca, juga mendoabacakan, dengan firman Tuhan langsung berbicara kepada Tuhan, dan mendoabacakan firman Tuhan sampai ke dalam. Cara ini paling dapat merawat hayat rohani. Meskipun siang hari kita semua repot, tidak banyak waktu, tetapi siapa saja dapat bangun lebih pagi 15 menit. Asal mau, siapa saja bisa melakukan ini. Cara ini paling cocok untuk setiap orang. Pada mulanya mungkin agak dipaksa sedikit, setelah lewat sejangka waktu akan menjadi kebiasaan. Lagi pula, cara membaca demikian mudah menyimpan firman Tuhan ke dalam hati, dalam satu hari, sering dikunyah lagi, serta dicerna, sehingga mendapatkan suplai dari Tuhan. Inilah cara pertama, yang harus dilakukan setiap orang imani.

B. Setiap Hari Mempelajari Alkitab,

Memasuki Kedan Satu Kitab Kurang Lebih 30 Menit

Cara membaca dengan mempelajari (menyelidiki) Alkitab, memasuki kedalaman satu kitab, juga tidak boleh diabaikan. Meskipun setiap pagi kita mendoabacakan 2 atau 3 ayat Alkitab, bisa mendapatkan gizi dan terang rohani, tetapi taraf bantuan yang didapat dari cara ini sangat relatif. Kalau pengenalan Anda terhadap Alkitab dalam, gizi yang didapat akan limpah. Tetapi ada orang karena pengenalannya terhadap Alkitab kurang tepat, suplai yang didapat juga kurang tepat. Sebab itu, saya ingin menyampaikan peringatan, membaca Alkitab memerlukan pemahaman yang tepat. Tentu saja, salah memahami lebih baik daripada tidak membaca, tetapi kalau bisa memahami dengan benar akan lebih baik lagi. Namun dalam pembacaan Alkitab, untuk mendapatkan pemahaman yang tepat, untuk mendapatkan wahyu yang limpah, tergantung pada taraf pengenalan kita terhadap Alkitab. Sebab itu, kita perlu diajar, terus-menerus memasuki kedan Alkitab.

C. Setiap Hari Membaca dengan Cepat 3 Pasal

Perjanjian Lama dan 1 Pasal Perjanjian Baru,

Kurang Lebih 15 Menit

Masih ada satu cara membaca, yaitu membaca dengan cepat, sebaiknya memakai waktu setelah makan siang. Setiap hari dapat membaca 4 pasal Alkitab, Perjanjian Lama 3 pasal, berurutan, mulai dari Kitab Kejadian; Perjanjian Baru 1 pasal, mulai dari Injil Matius. Cara pembacaan ini tidak perlu terlalu menuntut pemahaman, cukup membaca dengan cepat, kalau tidak mengerti juga tidak mengapa, tidak bisa mengingatnya juga tidak mengapa. Setiap hari membaca menurut urutannya, lewat sejangka waktu pasti ada faedahnya. Terhadap perkara rohani jangan ingin segera sukses, atau ingin sekaligus mendapatkan banyak, perkara rohani yang paling berharga adalah dilakukan terus-menerus seperti aliran sungai yang mengalir tak henti. Kalau dalam setahun setiap hari bisa melakukan demikian, ini baik sekali.

Saya menghargai kalian dalam masa muda bisa mengeluarkan waktu 1-2 tahun sepenuh hati mengikuti pelatihan di sini, karena dalam gereja, banyak perkara rohani didapatkan dari menerima dan diajar. Pengenalan kalian terhadap kebenaran, hampir semua belajar dari saya, sedikit sekali yang tidak karena menerima. Saya juga demikian, penghidupan Kekristenan saya 40 tahun yang lalu, hampir semua diajar oleh orang lain. Kemudian Tuhan membelaskasihani saya, langsung memberi terang kepada saya, sehingga saya nampak ekonomi Allah, dispensi Allah, Allah berbaur dengan manusia dan sebagainya. Saya bisa mempunyai kemampuan ini, memahami hal-hal ini, tidak saja karena pertumbuhan hayat, juga. karena menerima pendidikan tentang Alkitab. Orang yang sekolah juga demikian, kalau belum mencapai taraf tertentu, tidak mungkin meneliti atau menemukan sesuatu.

Alkitab bukan buku yang sembarangan, ia adalah buku yang khusus, tidak bisa dipahami oleh otak iah manusia. Saya tidak percaya seorang begitu membuka Alkitab langsung bisa nampak terang yang terkandung di dalamnya, dan mempunyai pengenalan yang tepat. Sebab itu untuk membaca Alkitab harus menerima pendidikan. Kita mendidik orang membaca Alkitab, cara yang paling sederhana ialah dengan tanpa disadari memberi bimbingan, pengarahan, dan pembetulan. Pendidikan yang demikian, paling baik ketika bersama orang lain doa baca, atau berdoa dalam sidang, dengan spontan mengucapkan. perkataan yang membuka pikiran orang dan bersifat mendidik, sehingga orang lain mendapatkan suplai, juga mendapatkan bimbingan. Kalau ingin mempunyai doa yang demikian, harus di dalam Tuhan mempunyai pengenalan yang cukup terhadap Alkitab. Menurut pengan saya, satu doa yang benar mempunyai kekuatan, dan kekuatan yang sejati ini berasal dari berjerih lelah terhadap firman dalam jangka waktu yang panjang. Bila seseorang belum lulus universitas, lalu mengikuti pelatihan di sini, ia akan merasa berat, karena daya pemahamannya belum terbuka, ada beberapa hal yang tidak akan bisa ia pahami.

Ada satu perkara lagi, saya akan jelaskan kepada kalian, firman Alkitab adalah makanan kita. Ini bukan makanan material, melainkan makanan rohani. Makanan material tidak perlu melalui pikiran kita, tetapi langsung dimakan ke dalam perut dan dicema. Tetapi Alkitab adalah makanan. rohani, perlu melalui rasio kita. Kalau seseorang tidak mengerti bahasa Inggris, dan Anda memberi dia satu Alkitab bahasa Inggris, ia sama sekali tidak akan bisa memahaminya. Sebab itu, untuk menikmati firman Tuhan, selain harus memakai roh, juga perlu melatih rasio kita.

Alkitab adalah hembusan Allah, sebab itu makanan rohani ini adalah diri Allah sendiri. Ketika firman Tuhan masuk ke dalam kita, firman itu bukan hanya mengenyangkan kita, juga mendispensikan Allah ke dalam kita. Hasilnya, kita bertumbuh besar karena pertambahan Allah (Kol. 2:19). Sebab itu setelah kalian lulus universitas, sebelum masuk masyarakat, luangkanlah 2 tahun untuk menerima pelatihan, tidak saja hayat dikenyangkan, lebih-lebih menerima pendiriikan kebenaran, pasti akan sangat membantu pengan hidup selanjutnya. Sebab itu, kalau kalian mau demikian, kalian pastimendapatkan berkat; dengan tidak terasa seantero diri kalian terpengaruh; pikiran, konsepsi serta pengenalan terhadap manusia dan Allah akan berbeda. Ini tidak saja menjadi berkat bagi pribadi kalian, juga berkat bagi keluarga kalian, kelakkalian di masyarakat, juga menjadi kebaikan bagi masyarakat; dalam gereja juga menjadi satu bantuan yang besar terhadap gereja.