← Daftar isi W.l Visi Dispensi Ilahi dan Petunjuk Pelaksanaan Jalan Baru · bab 6/10

LANGKAH PASTI PEIAKSANAAN JALAN BARU

Dalam sidang ini saya akan dengan rinci membicarakan bagaimana melaksanakan jalan baru.

BERDOA UNTUK PELAKSANAAN

JALAN BARU

Terlebih dulu kita akan melakukan dua hal. Pertama, harus dengan sungguh-sungguh mengumumkan kepada gereja tempat kalian berada, mohon saudara saudari berdoa untuk pelaksanaan jalan baru. Sidang doa gereja harus khusus berdoa untuk perkara ini. Kalau Tuhan memimpin kalian, boleh mengumumkan hari apa berdoa puasa, itu paling baik. Tidak saja demiklan, perlu meminta saudara saudari secara pribadi setiap hari berdoa untuk pelaksanaan jalan baru, tidak berdoa cuma satu dua bulan saja, tetapi berdoa dalam jangka panjang, mungkin sedikitnya berdoa satu tahun lamanya, dan melihat bagaimana Tuhan menjawab doa kita. Saya yakin, kalian juga mengetahui, doa gereja mempunyai hasil yang istimewwa. Ini bukan perkara kecil, kalian harus melakukan ini. Meskipun pelaksanaan jalan baru perlu jerih lelah, usaha keras manusia, tetapi kita semua harus percaya akan doa. Yang Tuhan kehendaki kita lakukan, perlu digenapi oleh Tuhan sendiri. Tanpa kita Dia tidak bisa berbuat banyak, tetapi setelah ada kita, masih perlu doa kita, kerja sama kita. Saya pribadi merasakan, dalam pekerjaan Tuhan, tak peduli kita mengerjakan apa saja, kalau mengabaikan doa, pasti menderita kerugian yang besar. Sebab itu dalam setiap hal kita harus berdoa, semakin banyak doa semakin ada pekerjaan Tuhan.

BERBUAH UNTUK TUHAN

Kedua, harus memberi penjelasan kepada saudara saudari, bahkan menghimbau, memperlihatkan kepada mereka hari ini Tuban mernimpin kita menempuh jalan baru, langkah pertama adalah berbuah untuk Tuhan. Mau kita tidak berbuah, kita sungguh berhutang kepada Tuhan; karena la mengutus kita pergi memberitakan Injil (Mat. 28:19), juga mengutus kita pergi berbuah (Yoh. 15:16). Sedikitnya dalam setahun kita harus menghasilkan satu buah, kalau tidak, kita tidak bertanggung jawab kepada Tuhan. Sebab itu, kita harus menjelaskan kepada saudara saudari, semua harus memikul beban ini, memberitakan Injil, menyelamatkan orang dosa. Baik menempuh jalan baru atau tidak menempuh jalan baru, seorang yang menuntut Tuhan harus berbuah. Lihatlah, kita tinggal di Taiwan, di mana saja ada orang. Sama seperti ikan yang melompat ke kaki kita, apakah kita tidak mempedulikannya. Kita tidak perlu pergi ke laut menjala ikan, karena ikan sudah diantar ke depan kita. Kalau kita tidak mengulurkan tangan menyelamatkan orang, benar-benar tidak pantas.

Lagi pula, tidak berbuah sesungguhnya adalah kerugian kita. Kita tahu, pada suatu hari kita semua akan berdiri di depan takhta pengadilan Kristus. Matius pasal 25 dengan jelas memperlihatkan kepada kita, setiap orang yang beroleh selamat, sedikit banyak pasti telah menerima karunia dari Allah, dan kita harus memakai karunia itu, untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan bagi Tuhan. Ketika Dia kembali lagi, kita semua akan menyerahkan perhitungan kita di hadapanNya. Kalau kita tidak berbuah, membawa orang beroleh selamat, kita akan disalahkan sebagai hamba yang jahat dan malas, sehingga kehilangan pahala kerajaan (Mat. 25:14-19, 24-30). Sebab itu sejak hari ini, setiap saudara saudari harus menerima kasih karunia, berbuah untuk Tuhan.

JALAN UNTUK BERBUAH

Jalan untuk berbuah yang pertama, setiap orang harus menulis daftar nama anggota keluarga, teman, teman sekantor, teman sekolah, atau tetangga yang belum beroleh selamat. Tulislah rangkap dua, satu untuk diri sendiri, satu untuk gereja. Ketika menulis, datanya harus jelas, termasuk nama, hubungan, umur, tempat tinggal, dan nomor telepon.

Kedua, siapa yang mau setiap minggu mengeluarkan tiga jam yang tetap untuk mengabarkan Injil, harap mendaftarkan diri. Bagi yang kesehatannya tidak mengizinkan atau tak dapat menyisihkan waktu, tetapi ada beban berdoa untuk hal ini, juga mendaftarkan diri, tulislah sanggup berdoa berapa kali dan pada jam berapa. Dengan demikian kita bisa mengetahui jumlah dan keadaan orang yang pergi memberitakan Injil maupun yang berdoa di rumah, semua ada data yang jelas.

Ketiga, terhadap orang-orang yang mendaftarkan diri mau melaksanakan berdoa bagi pelaksanaan jalan baru, lewat sejangka waktu boleh dicek; tiga bulan sekali atau sebulan sekali, ketika sidang kelompok atau sesudah sidang pemecahan roti, memberi kesempatan kepada mereka untuk bersaksi, dan mendorong mereka terus melakukan doa bagi pelaksanaan jalan baru. Ini mudah dilakukan. Yang paling perlu diperhatikan adalah orang-orang yang mendaftarkan diri setiap minggu mau pergi mengabarkan Injil. Kalian yang menjadi penatua harus terlebih dulu belajar bagaimana keluar mengunjungi orang, membawa orang beroleh selamat. Saat ini boleh mengurnpulkan mereka, memberi sedikit pelatihan kepada mereka, mengaJar mereka bagaimana melakukannya. Kemudian menurut keadaan yang sesungguhnya membagi regu. Setiap penatua memimpin satu regu. Pada permulaannya setiap hal harus diberi contoh, supaya mereka terlepas dari cara alamiah mereka, dan mempercayai jalan baru yang kita pelajari. Lewat sejangka waktu, membiarkan mereka sendiri yang melakukan, penatua cukup mengawasi saja.

Lagi pula, dalam pelatihan kalian, setiap hal harus mengikuti prinsip yang pasti, jangan mengambang, tetapi harus tegas; jangan mengucapkan kata-kata yang sulit dimengerti, harus mengatasi masalahnya dengan tepat. Ketika kita pergi memberitakan Injil, jangan basa-basi, asal menggunakan otoritas Tuhan, mengedakan menurut pesan Tuhan, membawa orang percaya, dibaptis, beroleh selamat (Mrk. 16:16). Harus percaya apa yang kita kedakan dalam nama Tuhan, semuanya terhitung. Kita adalah utusan Kristus, datang memberitakan Injil damai sejahtera, supaya orang menerima Kristus, berdamai dengan Allah. Sebab itu sikap kita harus lemah lembut, tetapi perkataan kita harus tulus, berkekuatan. Singkatnya, kita semua pedu teriatih dalam ekonomi Allah dan jalan yang ditetapkan Allah, serta mengajar orang, menggenapi orang, berbicara bagi Allah, membawa orang beroleh selamat.

MERAWAT DOMBA YANG KECIL

Setelah kita membawa orang dibaptis, beroleh selamat, selanjutnya hanis merawat mereka. Untuk mengerjakan hal ini dengan baik, pertama, kita harus mempunyai hati mengerjakan ini, senang terhadap orang, memperhatikan keadaan orang lain. Ketika Anda membawa orang beroleh selamat, Anda merasa gembira seperti diri Anda sendiri yang beroleh selamat; dia adalah anak yang Anda lahirkan melalui Injil. Anda jangan mengajarnya dengan cara manusia, tetapi harus bersandar roh Allah merawatnya. Setelah ia dibaptis, segera memberi pelajaran, supaya dia mengenal bahwa dirinya mempunyai roh, sudah dilahirkan kembali, dan Allah itu Roh, Roh ini adalah perampungan sempuma Allah, yang maha ada, ada di mulutnya, juga di dalam hatinya. Asal ia menyeru namaTuhan, dalamnya mendapatkan Allah, bisa menikmati penyertaan Allah. Inilah perawatan yang sejati, semakin banyak perawatan yang demikian semakin baik.

Lagi pula, hari ini dia dibaptis, besok sudah boleh melakukan penyegaran pagi bersama dia, cara yang paling baik melalui telepon, sangat praktis dan menghemat waktu. Anda boleh belanji dengannya, memilih waktu yang cocok, setiap pagi lewat telepon mendoabacakan firman Tuhan dengannya kurang lebih 10 menit, melalui ini berkontak dengan Tuhan, menikmati Tuhan. Setiap kali jangan membaca terlalu banyak, supaya mudah dikunyah; paling baik 2 ayat, 3 ayat juga boleh. Hanya melalui doa mencerna firman Tuhan, sebab itu tidak perlu terlalu banyak menjelaskan, sesekali memberi penjelasan yang pantas sudah cukup. Tidak saja demikian, perlu membantu dia dalam satu hari, baik di tempat kerja maupun di rumah, biar 2 atau 3 ayat ini berkali-kali muncul di dalamnya, ditambah sedikit doa, dan mendapatkan suplai darinya. Selain itu, pada waktu yang lain juga boleh melalui telepon merawat, banyak berkontak dan berbicara dengannya, memberi dia sedikit usulan dan pimpinan yang tegas. Tak perlu terlalu lama, Anda akan melihat dia bertumbuh di dalam Tuhan, juga berubah. Sehari lewat sehari, ia tidak saja makan kenyang, juga belajar banyak hal, hasilnya sangat besar.

MENDIRIKAN SIDANG KELOMPOK

Ketika kita menurut jalan baru memberitakan Injil, membawa orang beroleh selamat, dan merawat domba-domba kecil ini, beberapa bulan lagi setiap orang bisa mendapatkan dua, tiga orang.

Beberapa orang di antara kita bisa mengumpulkan domba-domba kecil itu, demikian terbentuklah satu kelompok, dan dapat mendirikan sidang kelompok. Dalam kelompok : 1. Tidak seperti kebaktian yang formal; 2. Juga tidak seperti bersidang pada umumnya; 3. Jangan seperti dulu menyanyi, membaca Alkitab, berdoa. Ketika datang, sama seperti biasa, tetapijuga tidakbiasa, di dalam penuh dengan pujian dan ucapan syukur, dengan sendirinya ada saling merawat, saling mendoakan, dan saling menggembalakan, saling membantu. Setiap kali sidang kelompok harus melakukan hal-hal ini. Sampai satu tahap, saudara saudari dalam kelompok ini bisa saling mengetahui dengan jelas keadaan keluarga masing-masing. Bila terjadi sesuatu, semua harus belajar bersekutu, saling mengetahui. Dengan demikian setiap kelompok mempunyai dasar, bisa menghasilkan banyak pekerjaan.

Sebab itu, kita dapat mengatakan kelompok adalah bagian terbesar dalam penghidupan gereja. Kalau satu gereja lokal mau menjadi kuat, jumlah kelompoknya harus banyak. Paling baik jumlah anggota sidang kelompoknya melebihi jumlah anggota sidang hari Minggu, itu bukan kebaktian, melainkan penghidupan gereja. Dalam sidang kelompok selain saling merawat, memperhatikan, saling mengenal, dan saling mendoakan, yang paling penting adalah menggenapi orang, sebaiknya setengah dari waktu sidang kelompok mengerjakan hal ini. Bagaimana menggenapi orang? Kita tidak ada pendeta yang khusus; diundang, juga tidak ada pemimpin yang khusus, setiap orang harus belajar, setiap orang harus mengajar. Siapa saja boleh bertanya, siapa saja boleh menjawab. Ada jawaban yang dangkal, ada jawaban yang dalam; jawaban yang baik memang berfaedah, jawaban yang menyimpang, juga tidak apa-apa, karena pasti ada orang yang dengan hikmat membetulkannya. Akhimya digabung menjadi satu berita yang baik dan utuh. Orang yang mengikuti, dengan sendirinya belajar kebenaran, seminggu lewat seminggu, dengan sendirinya mendapatkan perawatan, mendapatkan pembinaan.

Kalau kalian menurut persekutuan saya kepada kalian dan menggarap sidang kelompok, terus mengerjakan dengan tekun dalam jangka panjang, saya jamin jumlah anggota sidang kalian dalam setahun pasti bertambah satu kali lipat. Di antara kalian pasti ada orang baru yang masuk, satu generasi demi satu generasi, setiap orang mendapatkan perawatan dan pembinaan. Dengan demikian, kita betul-betul menjadi keluarga yang terdidik. Saya yakin, keadaan ini lewat beberapa tahun lagi akan muncul di tengah-tengah kita.

Menurut wahyu Perjanjian Baru, pelaksanaan jalan baru adakalanya perlu dibantu oleh rasul atau pengajar, mengadakan sidang istimewa atau pelatihan. Di atas diri Paulus kita nampak hal ini. Di Efesus, ia pernah mengadakan pelatihan jangka panjang, menganjuri orang, mengajar orang, selama dua, tiga tahun (Kis. 18:8-10; 20:31). Selanjutnya di Troas, dia tinggal tujuh hari, mengadakan sidang istimewa (Kis. 20:6-12). Sebab itu sejak tahun 1986 sampai hari ini, kita terus mengadakan pelatihan sepenuh waktu. Selain itu, kalau di Taipei ada gereja yang sekian besar, satu bulan boleh mengadakan satu kali sidang istimewa, menyampaikan berita yang diperlukan saat itu, untuk meniup sangkakala, mendorong gereja maju, itu akan lebih indah lagi. Ini tidak bisa dilakukan oleh tempat sidang yang kecil, sebab itu perlu dilakukan oleh gereja yang mempunyai tempat sidang besar.

Kali ini saya kembali ke Taipei lebih gembira dari dulu, karena menurut pengamatan saya, setiap gereja lokal ada kemajuan. Sebab itu saya sekali lagi mernperlihatkan kepada kalian bagaimana mengabarkan Injil, merawatdomba kecil, serta mengerjakan sidang kelompok. Yang saya persekutukan kepada kalian, boleh dikatakan cukup untuk kalian praktikkan. Setelah kalian kembali ke tempat masing-masing, kalian harus melaksanakan langkah demi langkah. Jangan melaksanakan dengan mengira-ngira, itu pasti gagal. Perlu kita laksanakan derigan pengarahan yang tegas, juga mendorong saudara saudari mengeijakannya. Dengan demikian, kalian akan nampak hari depan yang gemilang.

BELAJAR DUA PELAJARAN

Selain itu, saya mengharapkan kalian bisa. belajar dua pelajaran. Yang pertama, apa saja yang kalian kerjakan, harus dari lubuk batin mengharap kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku hanya satu saluran, satu bejana. Kalau Engkau tidak masuk ke dalam semua yang kukerjakan, semuanya kosong; jika Engkau tidak memberkati apa yang kukerjakan, semuanya akan nihil." Kita harus mempunyai roh yang demikian, sering berdoa demikian. Yang kedua, jangan lupa, tak peduli kita di gereja maupun, balai sidang atau satu rayon manapun, kita semua adalah satu Tubuh. Sebab itu harus memelihara kesatuan Roh itu, saling menerima, saling mengasihi, saling belajar, saling membantu, mewujudkan keharmonisan. Jangan mengira apa yang kita kedakan paling baik, lalu meremehkan orang lain; juga jangan karetin orang lain sukses, lalu iri hati. Kesemuanya itu tidak perlu. Kalau mungkin, seharusnya kita pergi untuk saling tukar pengalaman. Belajarlah apa yang bisa dipelajari, bantulah apa yang bisa dibantu. Orang dunia saja demikian, sering tukar pengalaman, kita seharusnya lebih daripada mereka.

Kalian juga harus mengerti, tak peduli seberapa hati-hatinya, seberapa saling mengasihi, apa yang kita kerjakan tidak mungkin sama seratus persen. Sebab itu harus menghindari opini, kritik, juga menghindari bentrokan. Asal kita belajar dan mengerjakan sekuatnya, tidak lewat tiga atau lima tahun, saya yakin setahun lagi, keadaan kalian pasti lebih baik. Dalam setahun kalian pasti banyak kemajuan. Semoga Tuhan membelaskasihani kalian.