KEBAJIKAN ISTIMEWA PENATUA BERJERIH LELAH, RAJIN, GIAT, BERGUMUL
Pembacaan Alkitab :
ITim. 5:17; 1Kor. 15: 10; 2Tim. 2:6; Rm. 12:11;
Mat. 25:26; Flp. 1:27; Kol. 1:28-29
Garis besar
I. Berjerih lelah - ITim. 5:17; 1Kor. 15:10; 2Tim. 2:6
II. Rajin - Rm. 12:11; Mat. 25:26
III. Giat (berjuang) - Flp. 1:27
IV. Bergumul - Kol. 1:28-29
Doa : Tuhan, kami merendahkan diri di hadapanMu, mengakui kelemahan, kebobrokan, kenajisan, dan kegagalan kami. Dalam berbagai aspek, kami perlu pengampunanMu, perlu pencucian oleh darahMu. Tuhan, kiranya Engkau dari dalam sampai luar, dari atas sampai bawah membersihkan kami. Kami perlu Engkau, perlu pengurapan minyakMu dengan tebal mengurapi kami. Kami lebih perlu penyertaanMu, perlu Engkau di sini berbicara kepada kami. Kami di sini dengan tenang mendengarkan suaraMu. Tuhan, berbicaralah kepada kami. Bila Engkau berbicara, kami mendapatkan penerangan; bila Engkau berbicara, kami mendapatkan suplai, juga mendapatkan tegoran. Dalam terangMu kami tersingkap, Kiranya peneranganMu membuat kami mengenal Engkau, juga membuat kami nampak diri kami sendiri. 0, Tuhan Yesus, semoga visi yang dilihat oleh Yesaya pada hari itu, juga diperlihatkan kepada kami. Kami akan melihat Tuhan kami duduk di takhta mulia di tempat yang mahatinggi. Tuhan, utuslah kami! Berilah perintah kepada kami! Sampaikanlah perkataan kasih kepada kami! Jamahlah lubuk batin kami! Semakin Kaujamah, kami semakin merebah di hadapanMu, semakin bernazar kepadaMu, dan sekali lagi mutlak menyerahkan diri kepadaMu. Ya, Tuhan, di sini Engkau mernimpin kami setahap demi setahap. Dalam dua kali persidangan ini, ucapkanlah kepada kami sebutir demi sebutir perkataan yang tersimpan dalam hatiMu, yang Kaukehendaki kami laksanakan. Maafkanlah kami, karena kami adalah orang yang lamban. Tuhan, setiap waktu kami perlu tunjanganMu. Bawalah kami ke dalam terang wajahMu, masuk ke dalam perasaanMu! Tuhan, kami menyembahMu! Sekali lagi kami persembahkan pujian dan ucapan syukur kami. Amin.
Puji Tuhan, oleh kuasa pengaturan Tuhan, kita memiliki sidang yang demikian ini lagi. Kita semua mengetahui, bulan Oktober 1984 kita mulai menyinggung "jalan baru", sampai sekarang sudah enam tahun. Dalam enam tahun ini kita melewati jalan yang panjang. Pada mulanya tenang, setelah ada sedikit kemajuan mulai mengalami penentangan, akhirnya mengalami penyerangan. Namun sampai hari ini, gereja-gereja di seluruh dunia boleh dikatakan kebanyakan dengan gembira menerima pimpinan Tuhan, rela monempuh jalan yang ditetapkan Allah ini.
TIGA BUTIR BESARYANG TELAH
DILAKSANAKAN
Perkara pertama, dalam jalan yang ditetapkan Allah ini, saya sambil belajar sambil mernimpin, juga banyak mengamati. Kalau ada orang yang mempertanyakan jalan ini, sayalah orang pertama yang bertanya. Sambil belajar, saya menyelidiki, sambil bertanya-tanya; saya akan meneliti apakah jalan ini tahan uji oleh Alkitab. Sekarang saya dapat berkata kepada kalian, jawaban saya adalah "Ya", jalan ini mutlak sesuai dengan Alkitab. Saya menyelidiki Alkitab selama enam puluh lima setengah tahun, banyak judul telah saya pelaiari, boleh dikata ini adalah satu-satunya judul yang hanya mempunyai kepositifan, dan tidak mempunyai kenegatifan, bahkan setiap butir sesuai dengan Alkitab.
Tidak saja demikian, saya menemukan sedikitnya ada tiga butir yang selama dua ribu tahun ini tidak dilaksanakan oleh gereja di bumi ini, tetapi telah dilaksanakan oleh jalan baru. Meskipun karena kelemahan, kelambanan, dan ketidakpercayaan kita, hari ini pelaksanaan kita kurang kuat, kurang dahsyat, juga kurang segar dan terang, tetapi perkara ini sendiri, ada tiga butir yang selain zaman rasul-rasul, belum pernah dilaksanakan oleh kaum saleh di bumi ini, dan melalui jalan baru terlaksana lagi.
Yang pertama adalah bertutur-sabda (bernubuat) yang dibicarakan dalam I Korintus pasal 14. Di sana dikatakan, "Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu...." (26), juga mengatakan, "Jadi, kalau seluruh jemaat berkumpul bersama-sama,... kalau semua bertutur-sabda (bernubuat),..." (23-24), juga mengatakan, "Kamu semua boleh bertutur-sabda (bernubuat) seorang demi seorang" (31). Sekarang hal ini terlaksana. Menurut pengamatan saya, baik di Amerika maupun di Taiwan, meskipun tidak bisa dikatakan sukses semua, tetapi ada sebagian yang dengan nyata sukses. Ini tidak bisa disangkal.
Kedua adalah yang dibicarakan dalam Efesus pasal 4. Di sana dikatakan, bahwa karunia yang dianugerahkan kepada gereja oleh Kristus yang adalah Kepala, ada rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar. Orang-orang ini tidak langsung membangun Tubuh Kristus, tetapi akan menggenapi kaum saleh, supaya mereka bisa melakukan pekedaan ministri Perjanjian Baru (11-12). Dalam pelaksanaan penghidupan gereja, selamanya belum ada orang melaksanakan ini. Tetapi kali ini kita telah melakukannya. Saya tidak bisa mengatakan sudah sukses semua, tetapi saya benar-benar melihat kesuksesannya. Inipun tidak bisa disangkal.
Ketiga, adalah yang dikatakan dalam Roma 15:16, setiap orang menjadi imam Injil Allah, mempersembahkan orang dosa sebagai korban kepada Allah. Tidak ada Kebaktian Penginjilan yang besar, tetapi ada ribuan orang beroleh selamat, ini adalah perkara yang belum pernah ada.
MENJADI PETANI YANG BERJERIH LELAH
Hari ini di seluruh bumi meskipun pemulihan Tuhan masih dalam berbagai kelemahan dan kekurangan, tetapi sudah mencapai enam benua : Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia, dan Australia. Lagi pula saya mempunyai bukti yang dapat dipercayai, gereja-gereja di setiap benua menyambut jalan baru. Meskipun demikian, saat kemuliaan belum tiba. Inilah beban hati saya. Dua kali sidang ini meskipun kita tidak menyajikan doktrin yang besar, yang kita perlukan adalah berjerih lelah, rajin, berjuang, bergumul. Tahun 1984 saya kembali ke Taiwan membawa jalan baru, boleh dikatakan pulau Taiwan yang pertama kali memberi tanggapan. Meskipun pada mulanya lamban, tetapi kemudian hari berjalan di atas rel juga. Lewat tiga tahun, sidang hari Minggu pagi masih tetap ada; sampai bulan Oktober 1987, kita mengadakan sekali hari raya Injil. Setelah hari raya itu, kita mengucapkan selamat tinggal kepada sidang "seorang berbicara yang lainnya mendengar" - ini baik. Namun tak lama lagi, semua orang kendor lagi.
Dalam proses riset ini, saya menemukan jalan yang ditetapkan Allah dalam. Alkitab menghendaki orang berjerih lelah. Ini sama seperti petani bercocok tanam, kalau sehari saja tidak berjerih lelah, keadaannya akan temyata. Di utara ada pepatah mengatakan "butir gandum jatuh ke tanah". Artinya, ketika gandum sudah matang, meskipun di rumah terjadi perkara besar apapun, tetap harus cepat-cepat pergi ke sawah menuai gandum; kalau tidak, setelah waktunya lewat, gandum akan jatuh ke dalam tanah. Sebab itu, petani tidak saja harus berjerih lelah, juga perlu bekerja keras pada waktunya, baru ada tuaian yang baik.
Semua yang hadir di sini, kalau. bukan penatua, tentu adalah sekerja atau sepenuh waktu. Saya ingin bertanya, "Apakah kalian berlelah seperti petani?" Keadaan kita jauh dari yang diharapkan karena kita kurang berjerih lelah. Lagi pula, jalan yang ditetapkan. Allah tidak hanya menghendaki beberapa orang saja yang bederih lelah, melainkan menghendaki setiap orang bederih lelah. Karena jerih lelah kita kurang, hasil pekerjaan kita juga kurang nyata. Saya melihat keadaan demikian, lalu kembali melihat bagaimana kata Alkitab. Saya menemukan, bahwa Perjanjian Lama tidak banyak membicarakan tentang berjerih lelah dan rajin. Hanya kitab Amsal yang menyinggung sedikit. Kitab Amsal mengatakan, orang malas tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, maka kemiskinan akan datang kepadanya seperti seorang penyerbu (Ams. 6:9-11). Pada musim dingin, si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa (Ams. 20:4). Pedanjian Baru banyak membicarakan berlelah. Misalnya Surat Roma adalah kitab yang membicarakan penghidupan orang Kristen dan penghidupan gereja, membicarakan janganlah kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan (Rm. 12:11).
PERLU JERIH LELAH YANG LUAR BIASA
Dalam melayani Tuhan, ada satu masalah - malas. Mungkin Anda akan berkata, "Saudara Lee, kami tidak malas. Setiap Minggu kami bersidang pada waktunya, bagaimana bisa dikatakan malas?" Hari ini saya ingin memberitahu kalian, hanya bersidang menurut waktu yang telah ditetapkan tidak bisa sukses, harus ditambah rajin. Menurut pengamatan saya, jalan kita sekarang sudah benar, juga sesuai dengan kebenaran, kaum saleh tidak menentang, juga tidak ada opini yang berlawanan, semua menerima dengan sukacita. Tetapi tanggapan yang diberikan hanya terlihat dalam sidang rutin, di luar sidang jarang terlihat. Ini menyatakan satu hal, saudara saudari yang melayani Tuhan, sudah memiliki jerih lelah yang rutin, tetapi tidak ada jerih lelah yang lebih banyak lagi. Jerih lelah di luar rutinitas barulah kunci kesuksesan.
Selain kerajinan, Paulus juga memakai empat istilah yang kuat dalam menggambarkan pelayanannya kepada Tuhan, yaitu jerih lelah, giat (berusaha), meronta, bergumul. Kalau saya tidak salah, keempat istilah ini dalam bahasa aslinya merninjam istilah yang dipakai dalam pesta olah raga Olimpiade zaman kuno. Dalam gelanggang perlombaan, baik lomba lari, gulat, lompat tinggi, dan lain-lain, semuanya tidak bisa terlepas dari empat istilah ini, semuanya pasti akan mempertaruhkan dirinya, berjuang mati-matian. Paulus berkata, "Aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua, tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku" (IKor. 15:10). Ia berkata pula, "Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan denyan segala tenaga sesuai dengan kuasaNya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku" (Kol. 1:29). Sumber perlawanan yang sering dialami Paulus ada tiga : 1. Agama Yahudi, 2. Aliran Gnostik, 3. Adat kafir. Semuanya sangat hebat. Namun, ia sama sekali tidak dapat ditaklukkan, sebaliknya bekerja lebih keras.
Hari ini kita menerima jalan baru, tetapi ada sedikit seperti duduk di tandu - Menurut pengamatan saya, di tengah-tengah kita yang bergumul mati-matian sedikit sekali. Begitu sedikit tidak lancar, sudah ingin mundur. Kalau kita mau rnengerjakan, harus mengerjakan dengan baik-baik, kalau tidak, jangan mengerjakan. Kalau mau mengerjakan, harus mengerjakan pada waktu yang menetap. Saya tahu, anda seorang saudari tua yang berusia 80 tahun. Ia berusaha mati-matian, akhirnya pekerjaannya membuahkan hasil. Ketahuilah, dalam penciptaan Allah ada satu hukum alam, orang yang tidak rajin, jangan mimpi bisa sukses. Contoh yang nyata adalah petani bercocok tanam. Allah menciptakan langit dan bumi, menurunkan hujan, memberi terang matahari dan udara, tetapi masih perlu petani dengan rajin menanam, baru ada tuaian. Dalam melaksanakan jalan baru, kita harus seperti petani yang berjerih lelah, baru bisa sukses.
PERLU MEMAKAI OTORITAS TUHAN
Ada beberapa tempat yang dengan sukacita menerima jalan baru, tetapi ketika melaksanakannya, jalan lama muncul kembali. Misalnya akan mengetuk pintu, orangnya sudah berdiri di depan pintu, tetapi gemetar; sampai waktunya berbicara, cuma basa basi saja. Matius pasal 28 memperlihatkan kepada kita, ketika Tuhan dalam kebangkitan kembali ke tengah-tengah murid-murid, Ia berkata kepada mereka, "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (18-19). Sebab itu kita hanya perlu berkata kepada Tuhan, "Amin." Menurut firman Tuhan, kita pergi tidak perlu gemetar, karena kita adalah wakil dari otoritas sorgawi. Ketika kita masuk ke rumah orang, beritahu kepadanya, "Yesus Kristus hari ini menyuruh aku datang, menyuruh Anda percaya kepadaNya." Kalau dia berkata, bahwa dia tidak tahu bagaimana percaya, bawalah dia berdoa, "Tuhan Yesus, aku percaya kepadaMu." Selesai berdoa, katakanlah kepadanya, "Anda telah percaya, juga telah berdoa, sekarang aku akan membaptis Anda." Dengan memakai otoritas Tuhan, kita membaptis orang ke dalam Allah Tritunggal. Dalam alam semesta, dalam pandangan Allah, orang ini telah beroleh selamat. Beberapa pelaksanaan dalam Kekristenan selalu ingin mengajar, sampai orang itu jelas barulah dibaptis. Tetapi firman Tuhan berkata, kita harus pergi, menjadikan semua bangsa murid Tuhan, membaptis mereka ke dalam Allah Tritunggal, kemudian baru mengajar mereka tentang yang Tuhan pesankan kepada kita (Mat. 28:20).
Kita percaya waktu bisa menyelamatkan orang, atau percaya Roh Kudus bisa menyelamatkan orang? Tuhan Yesus berkata, pergilah, baptislah orang ke dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, demikianlah kita pergi. Inilah firman Yesus Kristus, apakah Dia tidak bisa membuat firmanNya berhasil? Ketika Paulus dalam Roma 10:8 mengutip perkataan hukum Taurat dalam Ulangan 30:14, ia berkata, "Itulah firman iman. Firman ini adalah Kristus, dekat dengan Anda, berada di mulut Anda dan di hati Anda". Saudara saudari, kita perlu memiliki pandangan ini, bahkan firman hukum Taurat saja adalah hembusan Allah, di dalamnya ada hayat Allah.
Kita harus percaya, ketika kita keluar mengetuk pintu mengunjungi orang, memberitakan Injil, setiap kata-kata kita mengandung pekerjaan Roh. Sebab itu kita sekuatnya memberitahu orang, "Yesus Kristus menyuruh aku datang, memberitahu Anda harus percaya Dia. Ini bukan perkataanku, melainkan perkataan Yesus Kristus. Dia berada di mulut Anda, berada di hati Anda." Kalian harus percaya perkataan kalian adalah perkataan Kristus. Perbedaan jalan baru denganjalan lama adalah : jalan lama tidak ada Kristus, mengharapkan mengutarakan Kristus; jalan baru ada Kristus dan mengantarkan Kristus kepada orang lain.
Di sini saya tidak bermaksud mentang-mentang tua, saya mempunyai sangat banyak pengalaman sehingga tahu, bukan waktu yang bisa menyelamatkan orang, juga bukan basa basi yang bisa mendispensikan hayat kepada orang, tetapi Roh Allah menanamkan firman yang keluar dari mulut Allah ke dalam manusia, inilah yang membuat orang mendapatkan hayat. Sebab itu, jalan baru adalah jalan iman, jalan baru adalah jalan berdasarkan Roh. Apakah Anda akan pergi memberitakan Injil? Anda harus percaya, kalau tidak, Anda pasti tidak bisa pergi. Anda harus percaya Anda adalah duta besar Tuhan, Tuhan telah mengutus Anda, asal Anda pergi, orang lain mau mendengar perkataan Anda.
BERJUANG MEMPERTARUHKAN DIRI
Saudara-saudara tidak cukup menyambut atau menerima jalan baru, perlu berjuang mempertaruhkan diri, terus mengikuti dengan ketat. Bagairnana Tuhan berkata, begitulah Anda dan saya melakukannya. Ketika Anda memberitakan Injil membawa orang beroleh selamat, dia. adalah anak yang Anda lahirkan. Dari dalam hati Anda harus menganggap dia adalah bayi yang baru lahir, sekuatnya merawatnya, memeliharanya, memimpin dia maju setahap demi setahap. Ada orang berkata dia sudah mengerti jalan baru, tetapi dari pengamatan saya, ia sama sekali belum memasuki jalan baru. Meskipun dia tidak menentang, tetapi hatinya sama sekali tidak di dalam jalan ini, ia masih menurutjalan lama. Tak usah berkata tentang pekerjaan Allah, tentang perkara duniapun demikian. Kalau Anda memakai satu karyawan untuk bekerja bagi Anda, kalau hatinya tidak ikut masuk, tidak sehati bekerja sama dengan Anda, bersama berjuang, sebaiknya Anda tidak memakai dia. Percayalah perkataan saya, menjadi perampok pun perlu sehati, mempertaruhkan nyawa. Di Amerika ada beberapa saudara yang menjalankan bisnis, mereka semua adalah manajer pemasaran yang ternama. Mereka berkata kepada saya, "Saudara Lee, Anda belajar kepada siapa? Cara penginjilan Anda sama dengan teknik pernasaran kami." Saya tidak belajar kepada siapapun, saya belajar dari Alkitab.
Kepada yang hadir di sini, baik penatua, sekerja, atau yang sepenuh waktu, saya menasihati kalian : menempuh jalan baru harus mempertaruhkan segala sesuatu. Kalau tidak, janganlah menempuh jalan ini. Sejak tahun 1984 saya kembali memimpin melaksanakan jalan baru, boleh dikatakan telah mempertaruhkan segalanya. Saya melayani Tuhan sampai saat itu sudah 50 tahun lebih, tidak bisa dikatakan sukses sekali, tetapi ada sedikit keberhasilan juga. Saya menyerempet bahaya melakukan pekerjaan ini, menemui banyak rintangan dan penentangan; namun saya tetap teguh. Tidak ada satu hal yang bisa mengganggu saya untuk membelokkan saya, karena saya telah mengerjakan dengan mempertaruhkan diri. Tak peduli orang lain bagaimana melukai saya, melawan saya, saya tetap tidak goyah. Saya nasihati kalian, kalau kalian mau menempuh jalan baru, kalian harus bakerja dengan mempertaruhkan diri!
GIAT BELAJAR
Masih ada satu hal yang ingin saya ingatkan kepada kalian, jangan sekali-kali menggunakan cara pelayanan kalian yang dulu, kalau begitu, berarti menempuh jalan baru dengan jalan lama. Kalau mau menempuh jalan baru, tempuhlah jalan baru. Yang tidak mengerti, perlu meneliti, perlu belajar; kalaupun sampai lupa tidur dan makanpun, itu masih berharga. Hari Minggu ini saya perlu mengikuti sidang di satu tempat. Saya dengar mereka semua melakukan demikian, dalam dua, tiga tahun yang lalu pertambahan mereka setiap tahun mencapai 100%. Saya lihat kesaksian mereka sungguh- sungguh. Di sinilah titik berat saya, kalian tidak bisa memakai jalan yang lama untuk melaksanakan jalan baru. Kalian harus belajar dari dasar, belajar sedikit demi sedikit.
Saudara saudari, saya tidak bisa mengatakan sudah sangat berpengan dalam pekerjaan Tuhan; tetapi oleh belaskasihan Tuhan, saya sering mengetahui pada waktu apa harus memberitakan apa. Saya percaya hari ini judul yang saya beritakan : "Kebajikan Istimewa Penatua", adalah kepeduan Taiwan pada masa ini. Di antara kalian, ada orang yang melayani Tuhan sudah puluhan tahun, mengira sudah mengerti semua, tetapi hasilnya bagaimana? Kalian jangan menyalahkan saya, inilah nasihat saya yang penuh kasih. Kalian menempuh jalan baru tanpa hasil, karena kalian belum memasukinya. Saya menganjuri kalian jangan terus demikian, supaya jangan merugikan orang lain, juga merugikan diri sendiri. Kalau mau rnengerjakan, kerjakan dengan sungguh-sungguh, kalau tidak mau melakukan, tak usah lakukan. Saya bukan tidak segan-segan terhadap kalian, tetapi saya ingin merangsang kalian.
Saudara saudari yang kekasih, saya mengharapkan kalian bisa menerima perkataan saya yang berat ini. Mohon Tuhan membelaskasihani kita. Semoga kita bersandar kasih karunia Tuhan, menempuh jalan baru, belajan-jalan selangkah demi selangkah. Misalnya memberitakan Injil, sesungguhnya tidak perlu mengetuk "pintu yang belum dikenal", pintu yang sudah dikenal" sudah cukup banyak. Coba kalian pikirkan, setiap saudara saudari sedikitnya mempunyai 20 lebih teman Injil, ada yang sebagai sanak keluarga, teman, atau tetangga yang belum beroleh selamat. Kita belum tentu harus menghadapi sendiri, boleh berkoordinasi. Ada teman yang bertahun-tahun kita beritakan Injil belum beroleh selamat, ganti orang lain yang memberitakan, hasilnya akan berbeda, mungkin mereka beroleh selamat. Setelah beroleh selamat, perawatan terhadap mereka jangan memakai cara yang usang, harus belajar cara yang baru. Dulu kita terialu terpengaruh oleh tradisi dan konsepsi alamiah, tidak menuruti roh. Kita membantu orang, jalan yang tepat bukan menyelesaikan masalah orang itu, tetapi membawa dia menyeru, "0, Tuhan Yesus! Tuhan Yesus!" sudahlah cukup. Asal orang itu menjamah Tuhan, menikmati Tuhan, semua masalah akan beres. Harus percaya Tuhan yang kita percayai itu benar dan hidup. Sebab itu jangan menurut cara lama kita lagi, itu tidak efisien, harus menerapkan jalan baru dengan ketat.
Untuk itulah kita harus berusaha, giat, bergumul. Sesungguhnya, hari ini kita masih belum terhitung bisa berbuat apa. Kita semua sedang belajar. Kita harus dengan glat belajar, dengan mempertaruhkan diri belajar. Percayalah perkataan saya; siapa saja yang mau belajar dengan mempertaruhkan diri, akan menjadi ahli dalam jalan baru, karena kemahiran bekerja berasal dari belajar. Saya percaya kalian yang di sini semua setuju dengan jalan baru, tetapi hanya setuju saja tidak cukup. Harus rajin, berlelah, giat, bergumul, dan mempertaruhkan diri untuk pelaksanaan jalan baru!