← Daftar isi W.l Visi Dispensi Ilahi dan Petunjuk Pelaksanaan Jalan Baru · bab 4/10

SIKAP YANG SEHARUSNYA DIMILIKI KAUM IMANI TERHADAP KEDATANGAN KEMBALI KRISTUS

Pembacaan Alkitab :

2Tim. 4:8; Flp. 3:20; 1 Tes. 1:10; Why. 22:20; 2Ptr. 1:19;

Mat. 24:32-33, 42-44; 25:13; Luk. 21:34-35,36;

Why. 3:10; Mat. 25:4,10; 24:45-51; 25:19-30;

1 Kor. 3:10-17; Why. 16:15

Garis besar :

I. Merindukan kedatanganNya - 2Tim. 4:8

II. Dengan gairah menantikan kedatanganNya - Flp. 3: 20; 1Tes. 1:10

III. Berseru, mohon Dia datang - Why. 22:20

IV. Memperhatikan perkataan para nabi (penutur sabda), sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hati kita - 2Ptr. 1:19

V. Memperhatikan pohon ara yang melambangkan kerajaan Israel : melihat ketika rantingnya melembut (negara Israel pulih) dan mulai bertunas (Israel merebut kembali ibu kota dan lain-lain), ketahuilah bahwa musim panas (pemulihan negara Israel) sudah dekat - Mat. 24:32-33

VI. Harus berjaga-jaga, juga siap sedia -Mat. 24:42-44; 25:13

VII. Menjaga diri, supaya hati kita jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas diri kita seperti suatu jerat, sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini - Luk. 21:34-35

VIII. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kita menang, luput dari semua yang akan teriadi itu, dan supaya tahan berdiri di hadapan Anak Manusia, yaitu terangkat ke dalam penyertaan Kristus di sorga - Luk. 21:36

IX. Menuruti firman kesabaran Tuhan,terlindung dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi - Why. 3:10

X. Menjadi gadis yang bijaksana, membiarkan Roh Allah memenuhi dan menjenuhi jiwa kita, yaitu seluruh diri kita, supaya tidak tertutup di luar pintu perjamuan Kristus - Mat. 25:10

XI. Menjadi hamba yang setia dan bijaksana, mengatur gereja Tuhan, memberi kaum imani makanan pada waktunya; atau menurut karunia yang diterima, sekuatnya menunaikan fungsi, supaya tidak kehilangan pahala dan menerima ganjaran - Mat. 24:45-51,- 25:19-30

XII. Harus memperhatikan bagaimana membangun gereja di atas dasar yang telah diletakkan rasul, supaya yang kita bangun tidak terbakar, sehingga diri kita menderita kerugian, seperti melewati api - IKor. 3:10-17

XIII. Berjaga-jaga dan memperhatikan pakaian sendiri, supaya jangan berjalan dengan telanjang - Why. 16:15

Menurut pengajaran Perjanjian Baru, ketika para rasul menulis Perjanjian Baru, termasuk Paulus, mereka mengira bahwa ketika mereka masih hidup, Tuhan Yesus akan datang kembali. Ketika menubuatkan kedatangan Kristus, nabi-nabi Perjanjian Lama mengira kedatanganNya cuma sekali, tetapi sesungguhnya kedatangan Kristus ada dua kali, dan dua kedatangan ini sedikitnya berselang dua ribu tahun. Ini sama seperti dua puncak gunung, dari jauh kelihatannya sangat berdekatan, satu di depan, satu di belakang, kelihatan bertumpukan. Sekarang ketika kita membacanya, kita tahu kedatangan Tuhan ada dua kah, dan kedatangan yang kedua tidak secepat yang diduga para rasul.

Ada orang mungkin akan berkata, "Dua ribu tahun sudah hampir lewat, mengapa kedatangan Tuhan belum juga tertampak? Bukankah pada akhir kalimat dari Wahyu 22 Dia berkata, ‘Aku segera datang?’" Janganlah Anda lupa, bagi Tuhan, seribu tahun seperti satu hari (2Ptr. 3:8). Bagi Tuhan Allah yang kekal, waktu bukanlah faktor yang menentukan. Untuk menggenapi janji kedatanganNya, yang penting bukan waktunya, melainkan faktanya. Sekarang saya berdiri di hadapan Anda semua, dengan tegas berkata, "Waktunya tidak akan terlalu lama lagi." Karena bila. melihat berbagai nubuat Alkitab, dan mencocokkannya dengan situasi dunia internasional hari ini, kedatangan Tuhan sudah amat dekat.

MERINDUKAN KEDATANGANNYA

Beban saya di sini : Ketika Para rasul menulis Perjanjian Baru, dalam hati mereka, Tuhan segera datang, sebab itu dipandang dari pengajaran Perjanjian Baru, penghidupan yang mereka tempuh adalah mempersiapkan kedatangan Tuhan. Ini sama seperti keluarga yang sudah lama berpisah, ketika akan berkumpul kembali, sekeluarga sudah siap menyambutnya. Sama seperti perempuan yang siap menikah, begitu mengetahui hari pernikahannya telah ditentukan, ia sepenuh hati menantikan kedatangan hari itu. Paulus mempunyai sikap ini, penghidupan yang ia tempuh adalah penghidupan yang menantikan kedatangan Tuhan. Kalau kita membaca I Tesalonika, kita akan menernukan hal ini. Kitab ini terdiri dari 5 pasal. Setiap pasal diakhiri dengan perkataan tentang kedatangan Tuhan. Dari sini kita tahu, dia adalah seorang yang mendambakan kedatangan Tuhan (2Tim. 4:8). Kita juga harus demikian.

DENGAN GAIRAH MENANTIKAN

KEDATANGANNYA

Kalau kita merindukan kedatanganNya, berarti kita dengan gairah menantikan kedatanganNya (Flp. 3:10; 1 Tes. 1:10). Sebab itu hari esok kita terpusat pada diriNya. Penghidupan kita menyatakan kita di burni tidak ada harapan. Harapan kita hanya pada Tuhan yang akan datang, Dia adalah nasib kekal kita. Dalam I Korintus 7:29-30 Paulus mengatakan, "Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu : waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis, dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira, dan orang-orang yang memberi seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli." Dia barulah harapan kita yang sesungguhnya.

BERSERU MOHON DIA DATANG

Kita boleh mengubah kerinduan terhadap kedatanganNya menjadi doa, berseru kepadaNya, "Datanglah, Tuhan Yesus!" (Why. 22:20). Kita sering berseru demikian kepadaNya, sebagai respon kita terhadap kedatanganNya.

MEMPERHATIKAN PERKATAAN PARA NABI,

SAMPAI FAJAR MENYINGSING

Dua Petrus 1:19 mengatakan, "Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu." Perkataan para nabi (penutur sabda) dalam Alkitab sama seperti pelita kaum imani, menyalurkan terang rohani, menerangi kegelapan kita, memimpin kita memasuki terang siang hari, bahkan melewati kegelapan, sampai hari Tuhan menyatakan diri, fajar menyingsing. Sebelum Tuhan Matahari ini menyatakan diri, kita perlu terang firmanNya menerangi langkah kita.

MEMPERHATIKAN POHON ARA

YANG MELAMBANGKAN KERAJAAN ISRAEL

Kedatangan Tuhan kembali berkaitan dengan kerajaan Israel. Matius 24:32 memberitahu kita, ketika ranting pohon ara melembut dan mulai bertunas, kita mengetahui bahwa musim panas sudah dekat. Pohon ara melambangkan negara Israel, setelah dikutuk (Mat. 21:19), pada tahun 1948 pulih kembali, kemudian merebut kembali ibu kota, sama seperti ranting itu melembut dan bertunas. Sebab itu, pemulihan negara Israel yang dilambangkan oleh musim panas sudah dekat. Ketika kita melihat bait suci dibangun kembali, Antikristus muncul, kita segera tahu negara Israelpun segera dipulihkan (Mat. 24:33).

HARUS BERJAGA-JAGA, JUGA SIAP SEDIA

Matius 24:42 mengatakan, "Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang." Ketika Tuhan datang lagi, Ia akan seperti pencuri, dengan tersembunyi datang kepada orang yang mengasihiNya, dan mengambil mereka seperti mengambil barang berharga (Mat. 24:43). Sebab itu kita harus berjaga-jaga (Mat. 25:13), juga siap sedia (24:44).

MENJAGA DIRI,

SUPAYA HATI KITA JANGAN SARAT OLEH PESTA PORA

DAN KEMABUKAN SERTA

KEPENTINGAN-KEPENTINGAN DUNIAWI

Lukas 21:34-35 mengatakan, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini." Hari ini banyak orang menuntut kekayaan dunia, mendambakan kemodernan dunia, ini berarti mereka sedang "pesta pora". Mereka tenggelam di dalamnya seperti kemabukan. Hati mereka tertekan oleh kepentingan masa kini, sehingga tidak bisa menolong diri sendiri. Kta harus berhati-hati.

BERJAGA-JAGALAH SENANTIASA SAMBIL BERDOA,

SUPAYA KITA MENANG

Supaya kita bisa, terlepas dari malapetaka yang akan datang, kita tidak saja harus berjaga-jaga, juga perlu berdoa. Lukas 21:36 mengatakan, "Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dan semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Hari ini firman Tuhan terhadap kita adalah firman kesabaran. Untuk memelihara firman kesabaranNya, kita. perlu menerima penderitaan dan penganiayaan yang la terima. Dengan demikian kita akan terjaga, luput dari penderitaan yang akan terjadi di dunia.

MENJADI GADIS YANG BIJAKSANA

Matius pasal 25 memperlihatkan kepada kita, bagaimana gadis yang bijaksana belaga-jaga menantikan kedatangan mempelai laki-laki (1-10). Mereka membawa pelita, dalam bejananya juga ada minyak, pergi menyongsong mempelai laki-laki. Mereka sudah siap sedia menanti kedatangan mempelai laki-laki, lalu bersamaNya masuk ke ruang perjamuan. Kita kaum imani seperti gadis yang murni, dalam zaman yang gelap bersaksi bagi Tuhan, dan keluar dari dunia menyongsong Tuhan. Untuk itu, kita, tidak saja perlu Roh Allah tinggal di dalam kita, juga perlu Roh Allah memenuhi kita, menjenuhi jiwa kita, yaitu seluruh diri kita, supaya tidak tertutup di luar pintu pedamuan Kristus.

MENJADI HAMBA YANG SETIA

DAN BIJAKSANA

Di samping perlu meniadi gadis yang bijaksana, kita juga perlu menjadi hamba yang setia dan bijaksana. Gadis melambangkan aspek hayat kita, dijodohkan dengan Tuhan, hidup untuk Tuhan; hamba melarnbangkan aspek pelayanan kita, dibeli oleh Tuhan, melayani Dia. Matius pasal 24, 25 juga memberitahu kita, bagaimana menjadi hamba yang bijaksana, yaitu yang mengatur gereja Tuhan, memberi kaum imani makanan pada waktunya; atau menurut karunia yang dianugerahkan sekuatnya menunaikan fungsi, supaya tidak kehilangan pahala dan menerima hukuman (Mat. 24:45-51; 25:19-30).

HARUS MEMPERHATIKAN

BAGAIMANA MEMBANGUN GEREJA DI ATAS DASAR

YANG TELAH DILETAKKAN RASUL

Satu Korintus 3:10-17 memberitahu kita, bahwa kita harus memperhatikan bagaimana membangun gereja di atas dasar yang telah diletakkan rasul. Kita tidak seharusnya membangun di atas Kristus, dasar yang unik ini, dengan yang dihasilkan oleh orang alamiah kita : kayu, rumput kering, dan jerami; tetapi harus membangun dengan segala kebajikan dan atribut Allah Tritunggal : emas, perak, dan permata, supaya bangunan kita tidak terbakar, sehingga diri kita rugi, sama seperti melewati api.

BERJAGA-JAGA DAN MEMPERHATIKAN

PAKAIAN SENDIRI

Terakhir, kita harus berjaga-jaga, memperhatikan pakaian sendiri. Dalam Wahyu 16:15, Tuhan berkata, "Lihatlah Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya." Kita perlu baik-baik menghormati diri sendiri, jangan berjalan menurut daging, melainkan betalan menurut roh, untuk bersiap betumpa dengan Tuhan.