← Daftar isi 1 Korintus (3) · bab 2/23

BERTUMBUH KE DALAM KEMILIKAN DAN KENIKMATAN YANG PENUH ATAS KRISTUS

Pembacaan Alkitab: Ibr. 5:11-14; 3:6-19; 1Kor. 3:1-3, 6-7; 2:14

Dalam berita ini kita akan melihat dari Ibrani dan 1Korintus bahwa kita perlu bertumbuh ke dalam kemilikan dan kenikmatan yang penuh atas Kristus yang almuhit.

ORANG-ORANG IBRANI DAN KORINTUS

Paulus menerapkan sejarah bangsa Israel pada kehidupan gereja Perjanjian Baru. Dalam Ibrani dan 1Korintus dia menekankan dengan jelas bahwa yang telah terjadi pada bangsa Israel merupakan lambang bagi kita. Seluruh sejarah bangsa Israel merupakan cerita gereja. Seperti yang telah kita lihat, dalam 10:6 Paulus menyinggung bangsa Israel, “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita.”

Situasi kaum beriman yang digambarkan dalam Ibrani dan 1 Korintus tidak sama. Kaum beriman Ibrani masih bayi-bayi dalam doktrin mengenai Kristus, dan mereka tidak dapat masuk ke dalam perhentian penuh dari tanah yang dijanjikan karena kekurangan iman (Ibr. 5:11-14; 3:6-19; 6:1). Karena itu, mereka perlu bertumbuh dalam iman. Mereka kekurangan iman dalam pengetahuan yang tepat tentang kebenaran. Paulus menyebut kebenaran yang lebih dalam ini sebagai perkataan kebenaran, makanan keras (Ibr. 5:12-14).

Kaum beriman Korintus masih bayi-bayi dalam pengalaman akan Kristus dan tidak dapat masuk ke dalam kenikmatan penuh akan Kristus karena mereka jiwani dan karnal. Karena itu, mereka perlu bertumbuh dalam hayat (1Kor.3:1-3, 6-7; 2:14). Orang-orang Ibrani kekurangan iman, dan orang-orang Korintus kurang bertumbuh dalam hayat. Baik dalam Surat Ibrani maupun dalam Surat 1 Korintus, Paulus mendorong kaum beriman untuk berjalan terus, maju. Kelompok pertama, kaum beriman Ibrani, perlu maju, bertumbuh dalam iman yang tepat terhadap kebenaran yang lebih dalam; kelompok kedua, kaum beriman Korintus, perlu maju untuk bertumbuh dalam hayat.

Kaum beriman Korintus memiliki Kritus sebagai bagian mereka (1:2), karena mereka telah dipanggil ke dalam persekutuan Kristus (1:9). Allah telah membuat Kristus menjadi kekuatan dan hikmat mereka: kebenaran, pengudusan, dan penebusan (1:30). Selain itu, kaum beriman Korintus telah mengalami dan menikmati Kristus sebagai Paskah mereka (5:7), kesucian mereka untuk dikuduskan (6:11), kebenaran mereka untuk dibenarkan (6:11), roti yang tidak beragi sebagai makanan untuk hari raya (5:8), makanan rohani mereka (10:3), minuman rohani mereka (10:4a), dan batu karang rohani mereka (10:4b). Pengalaman mereka atas Kristus berlangsung dengan roh mereka yang telah dilahirkan kembali berbaur dengan Roh itu, yaitu Kristus yang telah bangkit (2:14; 6:17; 15:45b). Pada masa yang akan datang, mereka akan menikmati Kristus sebagai kemuliaan mereka untuk pemuliaan (2:7-8). Itu akan menjadi penebusan tubuh mereka (1:30). Mereka berbagian dalam darah dan tubuh Kristus (10:16). Namun, mereka dinasihati untuk tidak jatuh dalam gelanggang perlombaan kristiani, seperti yang dialami bangsa Israel di padang gurun, melainkan bertumbuh kepada kemilikan dan kenikmatan yang penuh atas Kristus yang almuhit, tanah yang dijanjikan Allah.

SEJARAH BANGSA ISRAEL

Sejarah bangsa Israel dapat dibagi ke dalam tiga bagian. Kita dapat menyebut bagian yang pertama adalah keselamatan. Menurut kitab Keluaran, bangsa Israel, walaupun mereka bangsa pilihan Allah, berada dalam kondisi yang jatuh dan berada di bawah tirani Mesir. Tetapi mereka diselamatkan keluar dari situasi yang jatuh dan dibawa ke gunung Allah dan ke tempat tinggal Allah. Mereka juga menerima perbekalan ilahi yang menyuplaikan kebutuhan mereka. Ketika mereka membutuhkan makanan, manna surgawi datang. Ketika mereka membutuhkan minuman, air hidup mengalir kepada mereka dari batu karang yang terbelah. Semua kebutuhan mereka dipenuhi oleh Allah. Karena itu, mereka memiliki perbekalan ilahi yang membuat mereka dapat memasuki tanah permai. Setelah sampai di tanah permai, mereka menikmati kekayaan tanah itu. Dalam Ulangan 8:7-9 kita memiliki gambaran yang menakjubkan dari kekayaan tanah permai. Setiap aspek dari kekayaan ini melambangkan aspek dari kekayaan Kristus.

Dalam berita sebelumnya kita telah memberikan perkataan peringatan. Dalam berita itu tidak banyak dorongan yang diberikan. Sekarang dalam berita ini kita akan membahas sesuatu yang mendorong. Sebenarnya sejarah, atau lambang dari bangsa Israel tidak mengecewakan. Memang, hanya dua orang yang keluar dari Mesir dan masuk ke tanah permai. Lebih dari dua juta orang yang keluar dari Mesir tetapi hanya Yosua dan Kaleb, bersama dengan jenazah Yakub dan Yusuf, yang masuk ke dalam tanah permai. Namun, bersama mereka, semua generasi baru masuk ke tanah permai. Dari sudut manusia, kita melihat kegagalan, tetapi dari sudut Allah kita melihat kemenangan. Kita harus memperhatikan fakta bahwa akhirnya orang-orang pilihan Allah masuk ke tanah permai; menguasai, mengalahkan, mengusir perampas, mendapatkan tanah, dan menikmati semua kekayaan tanah itu. Mereka mendirikan kerajaan, dan dalam kerajaan itu dibangun sebuah bait. Karena itu, di tengah-tengah umat-Nya di tanah permai dengan kerajaan dan bait, Allah memiliki ekspresi-Nya. Ini menandakan akhir dari bagian sejarah bangsa Israel yang disebut bagian keselamatan.

Dalam Alkitab, keselamatan Allah yang penuh dan sempurna meliputi Paskah, keluar dari Mesir, menyeberangi Laut Merah, perjalanan di padang gurun, suplai dari perbekalan ilahi, persekutuan dengan Allah di gunung-Nya, menerima wahyu ilahi, dan membangun tempat tinggal Allah.

Sewaktu kita memikirkan ruang lingkup keselamatan yang penuh dan sempurna ini, kita harus menyadari bahwa Allah tidak mungkin dikalahkan. Kita mungkin berpikir bahwa tidak mungkin Allah mendapatkan 144.000 pemenang (Why. 14:1). Bagi kita sepertinya hal ini tidak mungkin. Tetapi apa yang tidak mungkin bagi manusia adalah mungkin bagi Allah. Allah kita adalah Allah yang menang. Dia tidak dapat dikalahkan, dan tujuan-Nya, rencana-Nya, juga tidak dapat dikalahkan. Allah itu besar dan pandangan-Nya sangat luas. Dia memiliki jalan untuk membawa umat-Nya keluar dari Mesir, melalui padang gurun, dan masuk ke tanah permai.

Bangsa Israel dikalahkan, atau mendapatkan kemenangan? Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah mereka dikalahkan sementara, tetapi akhirnya mereka menang. Mereka mendapatkan tanah permai dan menerima keselamatan sempurna Allah.

Umumnya orang-orang Kristen di bawah pengaruh teologi tradisional, bertanya kepada orang lain apakah mereka telah beroleh selamat. Untuk memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan ini, kita harus memikirkan ruang lingkup keselamatan sempurna Allah dan menyadari bahwa itu mencakup seluruh pengalaman bangsa Israel dari Paskah sampai pembangunan bait di tanah permai. Kenikmatan atas Paskah tentunya merupakan satu aspek dari keselamatan Allah. Namun, itu hanya merupakan awal dari keselamatan yang sempurna; itu bukan akhir dari keselamatan ini. Hanya setelah bangsa Israel menyeberangi Laut Merah, menempuh perjalanan di padang gurun, mendapatkan tanah permai, dan membangun bait, yang dipenuhi dengan kemuliaan Allah, barulah mereka memiliki keselamatan sempurna Allah.

Bila nanti ada orang bertanya kepada Anda apakah Anda telah beroleh selamat, Anda harus menjawabnya dengan bijaksana. Anda perlu menanyakan apa yang dimaksud dengan keselamatan Allah dan apa yang tercakup dalam keselamatan ini. Anda mungkin menjawab, ”Kamu bertanya kepadaku apakah aku sudah beroleh selamat. Sebelum aku menjawab, tolong katakan kepadaku apakah jangka waktu, ruang lingkup, dari keselamatan Allah.” Ya, bangsa Israel mengalami keselamatan pada waktu Paskah. Contohnya, seorang anggota suku Benyamin dapat bersaksi de-ngan berani bahwa karena ia telah menikmati Paskah, dia telah beroleh selamat. Namun, keselamatan Allah mencakup lebih banyak daripada Paskah. Seperti yang telah kita tekankan, keselamatan itu mencakup kediaman Allah, tempat tinggal-Nya. Keselamatan tidak hanya untuk ke-diaman Allah; bahkan mencakup tempat kediaman ini. Jika kita belum mengalami tempat tinggal Allah, keselamat-an kita belum sempurna. Beroleh selamat secara penuh dan sempurna berarti menikmati Paskah, mengalami keluar dari Mesir dan menyeberangi Laut Merah, disuplai dengan perbekalan ilahi, mendapatkan tanah permai, dan dibangun menjadi bait Allah, tempat kediaman-Nya di bumi. Kemuliaan Allah akan memenuhi bait ini. Ini merupakan keselamatan yang sempurna. Seluruh sejarah bangsa Israel dari Paskah sampai 1Raja-raja 8 merupakan lambang gereja. Namun, banyak guru Kristen hanya mengambil aspek tertentu sebagai lambang, bukan sejarah yang lengkap.

Dalam berita ini kita tidak begitu memperhatikan bagian kedua dan ketiga dari sejarah bangsa Israel. Karena itu, cukup kita katakan bahwa bagian kedua mencakup segala hal dari kemerosotan yang terjadi setelah pembangunan bait sampai pemulihan Yerusalem pada tahun 1967. Bagian ketiga, milenium, baru akan dimulai pada kedatangan Tuhan kembali. Bagian pertama dan kedua dari sejarah Israel merupakan lambang gereja. Dalam pandangan Allah, Israel dan gereja berada pada jalur yang sejajar.

MENERAPKAN BAGIAN PERTAMA

DARI SEJARAH ISRAEL

Saya ingin menekankan fakta bahwa dalam mendapatkan tanah permai bangsa Israel tidak dikalahkan. Mereka memasuki tanah permai, mereka mendudukinya, mereka sepenuhnya memiliki tanah permai, dan mereka memiliki kenikmatan atas hasil yang kaya dari tanah permai. Beban saya dalam berita ini adalah menerapkan bagian dari sejarah bangsa Israel ini kepada kita. Karena itulah berita ini berjudul, ”Bertumbuh ke dalam Kemilikan dan Kenikmatan yang Penuh atas Kristus”.

Pada bagian pertama dari sejarah bangsa Israel setiap hal yang positif merupakan lambang Kristus atau sesuatu yang berhubungan dengan Kristus. Paskah dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit melambangkan Kristus. Laut Merah merupakan lambang kematian Kristus, dan awan merupakan lambang Roh Kristus. Demikian pula manna, batu karang yang dipukul, air hidup, dan tabernakel dengan perkakas dan perabotnya merupakan lambang. Tetapi lambang yang akhir dari Kristus, lambang yang terbesar dan almuhit, adalah tanah permai. Bangsa Israel memasuki tanah permai, memilikinya, dan menikmatinya. Kita perlu menerapkan bagian dari sejarah ini ke atas pengalaman kita hari ini.

Sewaktu kita memikirkan bagian dari sejarah mereka, kita akan nampak bahwa bangsa Israel tidak dikalahkan. Sebaliknya, mereka menang: mereka mendapatkan tanah permai, memasukinya, memilikinya, dan menikmatinya. Ini seharusnya mendorong kita untuk tidak menjadi kecewa atas situasi di antara orang-orang Kristen hari ini. Kita harus percaya bahwa Allah kita tetap Allah yang menang dan Dia memiliki jalan untuk melaksanakan tujuan-Nya. Terlebih lagi, kita juga percaya bahwa pemulihan diperlukan oleh Allah untuk menggenapkan apa yang dilambangkan oleh bagian dari sejarah Israel yang berhubungan dengan memasuki tanah permai, memilikinya, dan menikmatinya.

DUA GENERASI

Dari Paskah sampai memasuki tanah permai, ada dua generasi bangsa Israel. Generasi pertama tersusun dari mereka yang keluar dari Mesir, dan yang kedua, mereka yang memasuki tanah permai. Ini menunjukkan bahwa kita sebagai kaum beriman terdiri atas dua generasi. Kita diselamatkan dengan generasi yang pertama, tetapi kita akan memasuki tanah permai dengan generasi yang kedua. Generasi yang pertama adalah manusia lama kita, dan generasi kedua adalah manusia baru kita.

Dengan pengecualian Yosua dan Kaleb, yang memiliki roh yang berbeda, generasi yang pertama meninggal. Yosua dan Kaleb adalah milik generasi yang baru, bukan generasi yang lama. Itulah sebabnya mereka mengalami baptisan ganda, baptisan pertama adalah ketika mereka menyeberangi Laut Merah dan yang kedua ketika mereka menyeberangi Sungai Yordan. Generasi yang lama melewati Laut Merah, tetapi generasi yang baru melewati Sungai Yordan.

Ketika bangsa Israel melewati Laut Merah, saya meragukan apakah mereka menyadari bahwa mereka mengalami baptisan. Tetapi walaupun mereka mungkin kekurangan pengertian, di pandangan Allah mereka dibaptis pada saat itu. Namun, setelah baptisan mereka masih berada pada situasi yang sangat menyedihkan. Pada pinsipnya, kaum beriman hari ini mungkin seperti itu. Setelah kita dibaptis, kehidupan gereja kita mungkin masih kacau. Karena itu, kita harus melewati Sungai Yordan. Baptisan yang pertama sebenarnya tidak mengakhiri bangsa Israel, melainkan mengubur Firaun dan tentara Mesir. Baptisan Sungai Yordanlah yang mengubur dua belas suku Israel, yang diwakili dengan dua belas batu yang diletakkan di dasar sungai (Yos. 4:9).

Di antara baptisan pertama di Laut Merah dan baptis-an kedua di Sungai Yordan, bangsa Israel mengalami transformasi. Jika Anda mengunjungi mereka setelah mereka melewati Laut Merah, Anda mungkin bertanya bagaimana mereka bisa menjadi umat Allah. Mungkin Anda berpikir bahwa Musa salah dalam membantu mereka menikmati Paskah. Mereka berperang, bersungut-sungut, dan mengkritik. Tetapi selama 40 tahun di antara melewati Laut Merah dan menyeberangi Sungai Yordan, ada banyak penanggulangan yang berhubungan dengan transformasi. Ini berarti, secara rohani, selama waktu itu bangsa Israel ditransformasi. Ya, generasi lama diserakkan di padang gurun, dan itu merupakan peringatan bagi kita. Tetapi generasi baru datang. Ini adalah transformasi. Setelah mereka menyeberangi Sungai Yordan, mereka menjadi tentara yang kuat.

PROSES TRANSFORMASI

Jika kita memperhatikan sejarah bangsa Israel, kita tidak akan dikecewakan oleh diri kita sendiri. Sebaliknya, kita akan menyadari bahwa kita dapat dibandingkan dengan ulat dalam kepompong yang mengalami proses transformasi. Jangan kecewa, tetapi sembahlah Tuhan dalam ”kepompong” Anda. Kita semua adalah ”ulat” yang mengalami pekerjaan transformasi ilahi. Lebih maju pekerjaan ini, kita semakin keluar dari kepompong kita. Beberapa orang muda mungkin hanya memiliki sedikit bagian yang terlepas dari kepompong, sedangkan orang kudus lain memiliki persentasi yang lebih besar yang berada di luar kepompong. Puji Tuhan bahwa ulat ditransformasi dan kepompong itu lama kelamaan hilang! Ini adalah keadaan yang sesungguhnya dalam kehidupan gereja dalam pemulihan Tuhan.

Karena kita sebagian berada dalam kepompong dan sebagian lagi di luarnya, kadang-kadang kita kecewa dan kadang-kadang terdorong. Ketika kita berpikir tentang kepompong atau ulat dalam kepompong, kita menjadi kecewa. Tetapi ketika kita melihat kupu-kupu keluar dari kepompong, kita terdorong dan senang. Dalam pemulihan Tuhan kita perlahanlahan keluar dari kepompong. Banyak di antara kita dapat bersaksi bahwa, ketika kita berada dalam agama yang terorganisir, kita tidak tahu apa pun tentang transformasi, juga tidak memiliki konsepsi tentang ulat dalam kepompong yang diubah menjadi kupu-kupu yang indah. Pemulihan Tuhan tentunya perlu membawa orang kudus ke dalam pengalaman transformasi yang riil.

Jika kita setia kepada Tuhan, pemulihan akan menjadi lebih hebat dan lebih hebat lagi. Akhir-akhir ini saya menyampaikan beberapa berita tentang situasi dunia. Jika kita memiliki penglihatan yang tepat akan situasi dunia, kita akan melihat bahwa sudah waktunya pemulihan Tuhan menyebar ke seluruh bumi. Bahkan semua sarana transportasi dan komunikasi modern dapat digunakan Tuhan bagi pemulihan-Nya. Karena itu, waktunya sudah tiba bagi kita, terutama orang-orang yang muda, untuk menyebarkan pemulihan Tuhan. Di manakah orang-orang Kristen hari ini dapat mendengar baik perkataan kasih karunia dan perkataan kebenaran-Nya? Di banyak tempat orang-orang mempraktekkan penyembahan berhala; mereka makan, minum, dan bersukacita. Tetapi dalam pemulihan, Allah berbicara. Saya percaya bahwa dalam pemulihan di tahun mendatang, pergerakan Tuhan yang akhir di bumi, akan sangat hebat. Tuhan berhasrat mengumpulkan mereka yang mencintai dan mencari Dia dan membuat mereka menjadi kesaksian-Nya yang hidup.

KITA PERLU BERTUMBUH DALAM HAYAT

Kita yang ada dalam pemulihan Tuhan perlu bertumbuh dalam hayat. Bertumbuh berarti keluar dari kepompong. Bertumbuh dalam hayat juga berarti menggantikan generasi yang lama dan diperbarui dalam pikiran, emosi, dan tekad kita. Ini menyangkut transformasi. Transformasi merupakan masalah mengganti generasi yang lama, manusia lama, dan mengenakan generasi baru, manusia baru. Ini sepenuhnya keluar dari kepompong dan dilepaskan sebagai kupu-kupu.

Hari ini kita menikmati Kristus, tetapi kita belum memiliki Dia sebagai tanah yang almuhit. Jika kita ingin memiliki Kristus secara demikian, manusia lama kita harus dimatikan, dan manusia baru harus datang. Puji Tuhan bahwa manusia lama dimatikan dari hari ke hari! Kebanyakan dari kita dapat bersaksi bahwa sejak kita datang ke pemulihan Tuhan, di dalam kita terjadi perubahan. Perubahan ini adalah mematikan manusia lama kita dan menumbuhkan manusia baru. Ini adalah transformasi, pertumbuhan dalam hayat.

Maksud Paulus dalam menulis Surat Kiriman ini kepada orang-orang Korintus adalah membantu mereka mengalami penyingkiran manusia lama dan menumbuhkan manusia baru. Dia menggunakan kata bertumbuh dalam pasal 3, dengan mengatakan bahwa dia menanam, Apolos menyiram, dan Allah menumbuhkan.

Ketika beberapa orang kudus mendengar soal pertumbuhan hayat, mereka mungkin berkata, ”Aku telah bertahun-tahun berada dalam pemulihan Tuhan, tetapi aku tidak merasa ada pertumbuhan di dalamku.” Jika perasaan Anda demikian, saya mendorong Anda untuk membandingkan keadaan Anda pada hari ini dengan keadaan Anda beberapa tahun yang lalu. Jika Anda membandingkannya, saya percaya Anda akan menyembah Tuhan dan bersyukur kepada-Nya untuk apa yang telah Dia kerjakan di dalam Anda. Anda akan memuji Dia atas fakta bahwa kupu-kupu, diri Anda yang baru, perlahan-lahan telah keluar dari kepompongnya. Puji Tuhan kita sedang bertumbuh! Dengan bertumbuh dan mengalami pengubahan, kita menyingkirkan manusia lama dan mengenakan manusia baru.

Namun, kita harus berhati-hati, jangan mencoba merobek kepompong kita sendiri. Melakukan hal ini berarti merusak. Kepompong melindungi kita ketika kita sedang bertumbuh dalam hayat. Jangan pernah mencoba menarik keluar kepompong tanpa adanya pertumbuhan hayat yang tepat. Prinsip di sini diilustrasikan dalam Keluaran 23:27-30 mengenai menduduki tanah permai dan mengusir orang-orang Kanaan. Allah memberi tahu bangsa Israel bahwa Ia tidak akan mengusir bangsa Kanaan sekaligus. Jika tidak, binatang-binatang liar akan menyerang mereka. Allah bahkan menggunakan orang-orang Kanaan sebagai perlindungan bagi bangsa Israel. Ini menunjukkan bahwa kita tidak seharusnya mencoba menanggulangi manusia lama kita lepas dari pertumbuhan hayat. Saya ulangi, jangan sekali-kali mencoba merobek kepompong Anda. Sebaliknya, tempuhlah kehidupan gereja yang normal dalam pemulihan Tuhan. Jika Anda melakukan hal ini, Anda akan dijamin bertumbuh dalam hayat dengan stabil.