Daftar isi Sepatah Kata bagi Saudari · (1) · bab 1/2

(1)

Para Saudari Yang Melayani Dalam Hidup Gereja

Pembacaan Alkitab :

Roma 16:1-2, 3-4, 6, 12b

Firman ilahi dalam wahyu Allah selalu sangat ekonomis. Dalam Alkitab, tak ada satu kata pun yang terbuang sia-sia. Setiap halaman, setiap garis, dan bahkan setiap kata dalam Alkitab ini bernilai dan tidak boleh kurang. Berdasarkan prinsip ini, kita perlu memandang Roma 16 sama pentingnya dengan Roma 6. Kita semua sangat menghargai Roma 6, dan kita pun mengetahui apa yang diwahyukan di sana. Tetapi sangat sedikit di antara kalian yang jelas atas Roma 16 ini. Roma 16 bukanlah satu pasal yang pendek, ia terdiri atas dua puluh tujuh ayat.

Tidak ada doktrin-doktrin yang disinggung dalam Roma 16 --- tak ada pembenaran, tak ada penebusan, tak ada pendamaian, tak ada pengudusan, tak ada pemuliaan, tak ada tindakan yang lainnya. Namun dalam pasal ini penuh dengan nama-nama, nama demi nama. Kali ini kita akan khusus memilih lima nama dari pasal ini.

Febe Dan Priska

Nama pertama yang disebut adalah Febe, ini adalah nama yang paling baik di antara semua nama perempuan lainnya. Nama kedua adalah Priska, yang bila dieja dalam bahasa Ibrani dibaca Priskila, sebuah nama yang kekasih. Aku menyukai kedua nama ini. Nama yang pertama kuberikan kepada anak perempuan sulungku, karena aku tahu nama ini adalah sebuah nama yang indah. Sedang nama kedua, Priskila, kuberikan kepada istriku. Arti nama bukan hanya sekadar satu nama, namun juga merupakan realitas orang itu sendiri.

Nama ketiga adalah nama seorang saudara, Akwila, suami Priska (Priskila). Menurut prinsip Alkitab, nama suami selalu berada di depan nama istri. Tetapi dalam hal ini, keadaannya berbalikan dengan prinsip ilahi, nama istri berada di depan, dan kemudian baru nama suaminya. Kelihatannya seolah-olah melanggar prinsip.

Pertama kali pasangan ini disebutkan dalam Kisah Para Rasul 18, Akwila disebut duluan, baru Priska. Semasa mudaku, ketika membaca sampai kitab Roma, aku merasa ragu, yang manakah sang suami. Bahkan pernah terpikir olehku, mestinya terdapat kekeliruan dalam naskahnya. Tetapi, di sini ada satu alasan yang pasti atas penetapan dalam firman ini.

Maria Dan Persis

Nama keempat adalah nama yang sangat dikenal, Maria. Sedikitnya ada enam Maria dalam Perjanjian Baru, dan Maria dalam Roma 16 adalah yang keenam. Maria adalah bentuk nama dalam Perjanjian Baru, yang dalam Perjanjian Lama adalah Miriam.

Maria yang pertama adalah ibu Tuhan Yesus. Yang lainnya adalah Maria Magdalena. Dia dirasuk oleh tujuh setan, dan setan-setan itu telah diusir keluar oleh Tuhan Yesus. Ia telah babas, sejak saat itu ia menjadi penuntut Tuhan yang sejati, seorang yang sangat mengasihi Tuhan. Masih ada Maria lainnya, yaitu ibu Yohanes, yang disebut juga Markus dalam Kisah Para Rasul 12.

Di sini ada empat Maria : Maria dalam Roma 16, ibu Yesus, Maria Magdalena, dan ibu Yohanes Markus dalam Kisah Para Rasul 12. Selain itu, masih ada dua Maria lainnya.

Keenam Maria ini menempuh hidup Kekristenan dan hidup gereja dengan baik, berawal dari inkarnasi Kristus dan berakhir dalam hidup gereja yang praktis. Inkarnasi Kristus diawali dari Maria yang pertama, ibu Yesus, dan Maria dalam Roma 16 merupakan penutup dari hidup gereja yang praktis. Dari Maria yang pertama hingga Maria yang terakhir, telah mencakup baik hidup kekristenan mau pun hidup gereja.

Maria adalah nama keempat yang ingin kita pilih, dan kelima adalah Persis, dalam ayat 12. Mungkin tak seorang pun di antara kalian yang pernah memperhatikan nama ini, dan bahkan banyak yang tidak mengetahui kalau Persis ini adalah nama seorang perempuan. Seorang saudari yang bernama Persis dengan sengaja diberi salam oleh Rasul Paulus dalam Roma 16.

Dalam pasal ini ada sejumlah nama lain di samping kelima nama yang telah kita sebut itu. Karena tak satu perkataan pun yang terbuang sia-sia dalam Kitab Suci, maka kita perlu mengingat nama-nama yang tercantum dalam salam dari Rasul Paulus ini sebagai sesuatu yang sangat praktis/berguna.

Sebuah Pasal Yang sangat Penting

Kita perlu memandang Roma 16 sama pentingnya dengan Roma 6, Roma 8 ataupun Roma 12. Roma 6 adalah satu pasal dari Kitab Roma. Roma 8 merupakan satu pasal lainnya, demikian pula Roma 12. Tetapi kita tidak boleh lupa bahwa kitab Roma ada 16 pasal. Jika anda memahami Roma 6, anda pun harus memahami Roma 16. Jika anda mengetahui Roma 8, anda pun hams mengetahui Roma 16. Jika anda mengenal Roma 12, anda harus mengenal Roma 16. Terhadap banyak orang Kristen yang ada penuntutan, seolah-olah kitab Roma bukan terdiri dari enam belas pasal. Kitab Roma mereka hanya terdiri dari empat belas pasal, dan barangkali dengan beberapa penggalan dari pasal lima belas dan enam belas.

Kita semua perlu mempunyai kesan bahwa Kitab Roma mempunyai enam belas pasal. Kita harus memilih Roma 16 ini. Tanpa pengalaman yang cukup, sulitlah bagi kita untuk masuk ke dalam Roma 16 untuk melihat apa yang tercakup di sana, dan apa yang diungkapkan kepada kita. Dalam perkara ini Roma 16 adalah seperti Roma 8. Anda memerlukan pengalaman untuk mencapai kedalaman Roma 8 dan memahaminya. Terlebih lagi, tanpa pengalaman, tak mungkinlah anda memahami Roma 16.

Hidup Gereja Yang Riil

Kebanyakan pembaca Kristen menganggap Roma 16 sebagai satu pasal yang berisi salam-salam belaka. Memang kelihatannya demikian. Tetapi saya akan mengatakan dengan tegas, sebenarnya tidak demikian. Secara nyata dan praktis, pasal ini lebih dari sekadar daftar yang berisi salam belaka.

Kitab Roma merupakan satu sketsa yang lengkap dan sempurna atas hidup Kekristenan dan hidup gereja. Tak ada buku lain yang demikian lengkap seperti kitab Roma dalam membahas kedua perkara ini. Meskipun tidak dibahas secara mendetail, tetapi ia sangat lengkap. Inilah sketsa, garis besar, dari hidup kekristenan dan hidup gereja yang lengkap.

Memang agak mudah memahami kalau dikatakan Roma 6 dan Roma 8 mewahyukan hidup kekristenan, sedang Roma 12 mewahyukan hidup gereja. Akan tetapi, tidak mudah melihat apa yang diwahyukan dalam Roma 16. Sebagai pasal terakhir dari kitab ini, Roma 16 mewahyukan hidup gereja yang riil.

Hidup gereja yang riil tidak diwahyukan dalam Roma 15. Topik utama dalam Roma 15 adalah komunikasi antar gereja-gereja, persekutuan tubuh antar gereja-gereja. Anda tak dapat menemukan hidup gereja yang riil dalam Roma pasal 15. Istilah gereja atau pun gereja-gereja sama sekali tak dipakai dalam pasal tersebut. Tetapi dalam satu pasal ini, pasal keenam belas, istilah gereja atau gereja-gereja digunakan sebanyak lima kali. Hidup gereja yang riil ada di dalam pasal ini.

Kita tak seharusnya menganggap Roma 16 hanya sebagai satu pasal yang berisikan salamsalam belaka. Pasal ini memuat tentang hidup gereja yang riil. Dari pasal ini kita dapat melihat bahwa hidup gereja yang tepat, pertama-tama, tergantung pada para saudari.

Sebelum Paulus memberi salam kepada kaum saleh, ia memberikan rekomendasi kepada mereka akan seorang saudari dengan cara yang sangat bermakna. Mungkin menurut pendapat kita, rekomendasi seperti itu harusnya diletakkan di akhir pasal, tetapi Paulus meletakkan rekomendasi bagi saudari tersebut pada butir yang pertama. Tambahan pula, setelah rekomendasi ini, Paulus memberikan salamnya kepada pasangan suami istri, namun yang disebutkan dulu adalah nama istrinya.

Kemudian ia menyalami Maria, seorang saudari, dan dua saudari lainnya yang tidak kita sebutkan , dan Persis, saudari lainnya lagi.

Di bawah inspirasi Roh Kudus, Paulus meletakkan rekomendasi dan salam-salamnya secara demikian dengan maksud untuk menunjukkan bahwa para saudari menempati urutan pertama dalam hidup gereja yang praktis.

Roh Yang Melayani

Sekarang kita perlu memasuki detail-detail yang bertalian dengan keempat saudari ini dan satu saudara.

Jika kalian membaca dengan cermat, kalian dapat melihat bahwa segala perkara yang bertalian dengan keempat saudari ini meliputi segala aspek dari hidup gereja yang riil. Pertama, Febe adalah seorang yang melayani, seorang diaken perempuan. Kata diaken berasal dari kata Yunani yang dilndonesiakan, yaitu untuk orang yang melayani. Karena itu, Febe lnewakili roh yang melayani dalam hidup gereja yang riil.

Dalam hidup gereja yang riil, perkara pertama bukanlah doktrin, tetapi pelayanan. Orang yang direkomendasikan ini bukanlah pendeta, bukan pula pendeta perempuan, tetapi seorang diaken perempuan, seorang yang berlelah, seorang yang melayani. Firman kudus sangatlah ekonomis, tetapi Paulus menggunakan dua ayat yang panjang untuk memuji saudari yang kekasih ini, untuk menunjukkan bagaimana ia melayani. "Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani sebagai diaken gereja di Kengkrea, supaya kamu menyambut dia di dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri" (Roma 16:1-2 Tl). Mula-mula Paulus menyebutnya diaken, kemudian menyebutnya pemberi bantuan (penunjang), ini merupakan sebuah kata yang bermartabat yang menunjukkan seorang yang senang membantu, menunjang, menyuplai, dan yang menunjukkan suatu penghargaan yang tinggi terhadap saudari itu.

Mungkin perawat terbaik di sebuah rumah sakit di Amerika bisa memberikan sedikit gambaran tentang pelayanan pemberi bantuan di dalam kitab Roma ini. Pada zaman Paulus, seorang pemberi bantuan adalah seorang yang selalu bersama-sama dengan anda, di sisi anda, memelihara dan merawat anda, menyuplai segala kebutuhan anda, menanggung semua beban anda, dan membereskan segala problema anda, memenuhi segala kebutuhan anda. Paulus minta kepada kaum saleh di Roma untuk memperhatikan Febe karena ia sendiri telah banyak melayani. Pelayanannya berarti bahwa ia ingin membagikan apa saja yang anda perlukan. Apa saja yang anda perlukan, entah besar atau kecil, segeralah ia memberikannya kepada anda. Pelayanan dari seorang perawat yang terbaik merupakan sepertiga gambaran dari pelayanan seorang pemberi bantuan seperti itu.

Yang kita butuhkan sekarang adalah melatih lebih banyak saudari-saudari menjadi perawat-perawat gereja. Dalam beberapa hal, gereja adalah sebuah rumah sakit, tempat perlindungan untuk merawat sedemikian banyak orang sakit. Kita perlu membawa orang-orang yang sakit ke dalamnya dan merawat mereka. Para saudara adalah dokternya, sedang para saudari dan sebagian saudara menjadi perawat-perawatnya.

Ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang,

juga kepadaku sendiri

Jika kalian, para saudari, mengasihi Tuhan dan sungguh-sungguh ingin bagi gereja dalam pemulihan Tuhan, kalian harus menganggap diri kalian sebagai orang-orang yang melayani, sebagai orang-orang yang memberikan perawatan, sama seperti para perawat di sebuah rumah sakit. Namun perawatan seorang perawat ini sendiri masih sepertiga dari pelayanan seorang pemberi bantuan dalam kitab Roma.

Kata "Roh Kudus" diterjemahkan sebagai "Penghibur" dalam bahasa Yunani adalah Parakletos. Sulit untuk menterjemahkan kata ini hingga mempunyai arti yang sama dengan aslinya. Saran yang terbaik adalah kata pemberi bantuan dalam kitab Roma. Roh Kudus adalah Pemberi bantuan/ Penunjang, dan semua saudari yang melayani adalah penunjang-penunjang. Selain itu, I Yohanes 2:1 mengatakan bahwa hari ini Tuhan Yesus terhadap Bapa adalah Penunjang kita. Dalam ayat ini kata Parakletos biasanya diterjemahkan Penganjur, Pengacara, tapi paling baik diterjemahkan Penunjang; yakni, seseorang yang dipanggil dan selalu berada di sisi anda untuk membantu segala sesuatu yang anda butuhkan. Seorang penunjang dalam kitab Roma merawat dan membantu segala perkara anda, segala perkara menurut hukum, sebab musabab secara hukum, dan juga membantu segala urusan yang anda butuhkan.

Saudari kita, Febe, seorang yang melayani,

yang memberikan bantuan kepada banyak orang

Sekelompok Saudari yang Melayani

Pokok pikiran dalam rekomendasi Paulus terhadap saudari ini adalah dalam garis ini. Di dalam setiap gereja lokal diperlukan sekelompok saudari yang melayani seperti saudari ini, sekelompok saudari yang berlelah untuk memelihara kaum saleh. Aku telah melihat praktik pelayanan seperti ini di antara para saudari di gereja Shanghai, yang merupakan gereja terbesar di Cina. Gereja yang 90% terbangun oleh pelayanan para saudari. Ministri saudara Nee ada di sana, tetapi ministrinya menyumbangkan hanya sepersepuluh dari pembangunan di dalam gereja itu.

Bukan hanya satu atau dua, juga bukan hanya sepuluh atau dua puluh, tetapi sejumlah besar saudari yang ada di Shanghai melayani kaum saleh, melayani rasul-rasul, pelayan-pelayan Tuhan. Pelayanan mereka lebih daripada pelayanan seorang perawat. Gereja di Shanghai terbangun pada tahun 1926. Sejak seat saudara Nee mulai ministrinya pada tahun 1927 hingga ia menikah tujuh tahun kemudian, yaitu tahun 1934, kebanyakkan ia dirawat oleh saudari-saudari yang kekasih itu, yang umurnya rata-rata lebih tua dari saudara Nee. Gereja di sana terbangun dengan baik sekali oleh pelayanan saudari-saudari itu.

Ketika pertama kali says pergi ke Shanghai pada tahun 1933, setiap Sabtu para saudari membersihkan balai sidang dan membersihkan semua kursi. Sangat sedikit kaum lelaki yang libur di hari Sabtu. Ada juga beberapa saudara di sana, mereka sebagai sekerja yang. sepenuh waktu. Kebanyakan saudara lainnya harus bekerja enam atau tujuh hari setiap minggu. Jadi pekerjaan pembersihan ini hampir-hampir seluruhnya di tangan saudari.

Tempat-tempat lain di Cina mempunyai keadaan yang sama. Namun satu hal yaitu, tempat-tempat tertentu akan memiliki kondisi yang baik sekali jika di sana terdapat sekelompok saudari yang melayani. Di beberapa tempat kurang ada pembangunan gereja, terutama disebabkan oleh kurangnya saudari-saudari yang melayani. Karena alasan inilah, kita mempunyai beban untuk mengadakan beberapa kali latihan bagi para saudari hingga bangkit sekelompok saudari yang ingin melayani bagi pembangunan gereja yang kokoh.

Gambaran yang paling baik dari hidup gereja dalam bentuk miniatur Injil Yohanes 12, satu keluarga yang terdiri dari tiga orang; satu saudara dan dua saudari; mereka adalah Lazarus, Marta dan Maria. Dalam gambaran ini, Lazarus dibangkitkan dari kematian sebagai suatu kesaksian hayat. Tetapi di sana memerlukan pelayan Marta. Jangan kalian kira Marta tidak baik. Marta sungguh-sungguh baik. Gereja memerlukan sekelompok Marta untuk melayani. Maria pun di sana melayani, namun dengan cara yang berbeda. Lazarus adalah satu-satunya yang tidak melayani. Ia hanya duduk di sana sebagai suatu kesaksian yang hidup, dibangkitkan dari antara orang mati. Gambaran ini menujukkan bahwa pelayanan bukanlah pada para saudara, tetapi pada para saudari.

Dalam rekomendasi Paulus, aspek yang pertama dari hidup gereja yang nil secara tak sadar telah tercakup dalamnya. Secara tak langsung dalam rekomendasi ini ada roh pelayanan dari para saudari. Karena itu, terlebih dulu para saudari harus dilatih sebagai perawatperawat gereja.

Di Dalam Gereja Dan Bagi Gereja

Aspek vital yang kedua yang tersirat dalam rekomendasi Paulus terhadap saudari dalam Roma 16:1, Febe, yaitu ia adalah seorang saudari yang seratus persen bersangkut paut dengan gereja. Ia seorang saudari di dalam gereja. la dipuji sebagai seorang yang melayani di dalam gereja, melayani untuk gereja, dan melayani gereja secara langsung. Ia berlelah bagi banyak kaum saleh yang dikasihinya bukan dalam ruang lingkup yang lain, tetapi di dalam gereja. Ia adalah seorang saudari yang seratus persen di dalam gereja.

Saudari-saudari, selama kalian, melayani di dalam gereja, kalian berharga di hadapan Tuhan. Segala sesuatu yang kalian lakukan di dalam gereja mempunyai arti. Namun apa saja yang kalian lakukan di luar gereja tidaklah berarti banyak. Dalam hidup kekristenanku, aku telah melihat banyak saudari yang baik yang mengasihi saudara saudari lainnya, memelihara dan merawat mereka, tetapi semuanya berada di luar gereja. Akhirnya apa yang mereka lakukan menjadi hal yang menyedihkan karena dilakukan di luar gereja. Yang Tuhan inginkan yaitu melayani di dalam gereja, melayani untuk gereja, dan melayani gereja secara langsung. Ini lah topik utamanya.

Saudari dalam Roma 16:1, Febe, adalah seorang yang melayani, seorang perawat yang melayani, perawat gereja, seorang penunjang yang melayani, dan ia adalah seorang yang seratus persen di dalam gereja. Rekomendasi Paulus ini sangat bagus.

Priska Dan Akwila

Saudari kedua dalam Roma 16 adalah Priska (Priskila). Aku yakin dia seorang yang lebih kuat di dalam hidup gereja daripada suaminya, dengan pengertian ia yang memelopori perawatan gereja. Ke mana saja mereka pergi, ia dan suaminya merawat gereja dengan cara mengadakan sidang-sidang gereja di rumah mereka. Sewaktu mereka berada di Efesus, gereja berhimpun di rumah mereka. Sewaktu mereka di Roma, di sini pun gereja berhimpun di rumah mereka.

Paulus berkata bahwa keduanya ini mempertaruhkan diri mereka bukan hanya untuk dia saja, tetapi juga bagi gereja. Karena itu, Rasul Paulus berterimakasih kepada mereka, dan gereja-gereja juga berterima kasih kepada mereka.

Dalam satu keluarga, jika istri tidak memelopori untuk menempuh hidup gereja, suami akan selalu merasa terhalang. Cara terbaik dan jalan yang paling unggul bagi satu keluarga untuk menempuh hidup gereja yaitu sang istri yang menjadi pelopor. Dalam hal-hal lainnya istri tak seharusnya menjadi pelopor. Tetapi dalam menempuh hidup gereja yang praktis bagi keluarga, para istri boleh menjadi pelopor. Namun maksudku bukan dalam hal seperti pengajaran, mengambil keputusan, dan memberikan petunjuk, tetapi dalam melayani gereja, saudari boleh memelopori.

Keluarga Yang Mutlak Untuk

Hidup Gereja

Di dalam setiap keluarga, jika sang istri memelopori untuk menempuh hidup gereja, hal itu akan membuat kemudahan untuk membawa seluruh keluarga ke dalam hidup gereja. Tetapi jika sang istri tidak memelopori hal ini, melainkan suami yang memeloporinya, boleh jadi sulit bagi keluarga tersebut bisa menempuh hidup gereja. Kegagalan-kegagalan akan selalu muncul yang bersumber dari sang istri tidak mengambil inisiatif untuk menempuh hidup gereja.

Para saudara perlu memaafkan aku karena mendorong semua saudari menjadi berani untuk memelopori hal yang bersangkut paut dengan hidup gereja yang riil, membiarkan semua Akwila mengikuti Priska — Priska dalam satu perkara ini. Di sini seolah-olah para saudari melanggar prinsip kekepalaan, namun mereka tidak seharusnya membiarkan hukum atau agama menahan mereka dari perkara yang satu ini. Dalam setiap gereja lokal perlu ada sekelompok saudari yang berani memelopori hidup gereja yang praktis. Pada suatu saat Tuhan akan menunjukkan kepada kita bahwa semuanya ini benar-benar sesuai dengan kehendak hatiNya.

Para Saudari Memelopori

Dengan Mempertaruhkan Tengkuk Mereka Untuk Gereja

Hanya dalam perkara satu-satunya inilah para saudari diizinkan memelopori. Roma 16 memiliki wahyu semacam ini sehingga para saudari boleh bertindak sebagai pelopor dengan mempertaruhkan tengkuk mereka bagi gereja. Karena alasan inilah Akwila disebut di belakang Priska. Tuhan tidak mengizinkan para saudari bertindak sebagai pelopor dalam hal lainnya --- tidak mengizinkan mereka hanya untuk kerohanian mereka pribadi, untuk selera kerohanian pribadi, untuk segala sesuatu lainnya. Melakukan hal yang demikian berarti benar-benar melanggar prinsip, dan para saudari tak seharusnya melakukan hal itu. Tetapi di antara ribuan perkara, inilah satu-satunya perkara yang unik, di mana para saudari boleh memelopori untuk hidup gereja yang rill. Para saudari harus berani hanya untuk hidup gereja, bukan untuk kerohanian mereka sendiri. Kerohanian tidaklah terlalu berarti banyak. Satu-satunya perkara yang sangat bermakna adalah hidup gereja. Tidak perlu kalian mohon Tuhan mengampuni kalian atau memaafkan kalian karena kalian memelopori hal yang bersangkut paut dengan hidup gereja, karena Tuhan malahan akan mendorong anda untuk melakukan hal ini. Ia akan berkenan karena saudari memelopori hal ini, karena dalam zaman ini hanya sedikit keluarga yang bagi hidup gereja secara praktis. Tuhan akan sangat berbahagia terhadap istri yang memelopori keluarganya untuk memiliki hidup gereja.

Para saudari perlu terdorong untuk memelopori keluarga mereka untuk menempuh hidup gereja - bukan untuk mengajar, bukan untuk menjadi rohaniwan, juga bukan untuk pemberitaan Injil. Jika para saudari tidak mau berbuat demikian, mereka tidak dapat mencapai standar, tidak memenuhi syarat di hadapan Tuhan. Bahkan di dalam gereja di tempat ini, untuk hidup gereja para saudari harus memelopori, menjadi Priska-Priska.

Roma 16:1-23

1. Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani (menjadi diaken) jemaat di Kengkrea,

2. Supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberi bantuan kepada banyak orang,juga kepadaku sendiri.

3. Sampaikan salam kepada Priska dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.

4. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua gereja bukan Yahudi.

5. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.

6. Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.

7. Salam kepada Adronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah berada di dalam Kristus sebelum aku.

8. Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.

9. Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.

10. Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.

11. Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.

12. Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.

13. Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku juga ibu.

14. Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka.

15. Salam kepada Filologus dan Mulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka.

16. Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.

17. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaaan. Sebab itu hindarilah mereka!

18. Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan Bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

19. Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersuka cita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat.

20. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

21. Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa.

22. Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini.

23. Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh gereja. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita.

Para Saudari Melayani dan Memelopori

Dengan mempertaruhkan Tengkuk Mereka

Untuk Hidup Gereja

Berlelah Dalam Hidup Gereja

Dalam Roma 16 ayat 6 dan 12 Paulus mengatakan bahwa Maria telah bekerja keras bagi rasul-rasul, dan Persis pun telah bekerja membanting tulang. Bekerja di sini berarti melayani.

Kita telah menunjukkan segala perkara yang bertalian dengan pars saudari dalam penghidupan gereja yang riil: seperti melayani, berlelah dan memelopori untuk hidup gereja.

Jika perkara-perkara ini diterapkan ke dalam praktik di antara kita, maka kita dapat segera tampak kalau situasi kita tidak sebanding dengan wahyu yang tercantum dalam Roma 16; yakni kurangnya roh yang melayani di antara para saudari. Jika anda mau memberiku kebebasan berbicara dengan terus terang dan dengan jujur tanpa menyalahi anda, aku akan menunjukkan kekurangan ini. Di antara para saudari lebih banyak bicara (ngobrol) daripada melayani. Kepala tak perlu berbicara tentang doktrin-doktrin, tapi perlu ada sesuatu yang riil yang perlu anda lakukan, yaitu melayani orang-orang.

Kata-Kata Yang Melayankan Hayat

Kepada Orang Lain

Ada dua Cara yang berbeda untuk membicarakan kebenaran-kebenaran atau doktrin-doktrin kepada orang-orang. Satu cara yaitu membicarakannya secara doktrinal; sedang cara lainnya yaitu melayani orang-orang dengan kebenaran-kebenaran, karena anda tahu benar seseorang itu memerlukan kebenaran khusus agar bertumbuh dalam hayat. Pembicaraan semacam ini, meskipun tampaknya membicarakan doktrin, namun sebenarnya melalui berbicara melayani orang-orang lain, sesuai dengan kebutuhan mereka dalam hayat melayani mereka. Pembicaraanku dengan anda seharusnya melayankan sesuatu kepada anda.

Tidak Berkata yang Sia-sia

Seringkali para saudari membicarakan tentang doktrin-doktrin tertentu, tetapi dalam pandangan Tuhan pembicaraan mereka sebenarnya bisa dianggap sebagai sia-sia (ngobrol) karena dalamnya tak ada unsur pelayanan. Tak seorang pun dari mereka yang berbicara membutuhkan perkara-perkara itu untuk pertumbuhan hayat mereka, karena itu pembicaraan mereka menjadi sia-sia. Paulus mengucapkan kata-katanya ini dalam I Timotius 5:13, "Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas." Mencampuri soal orang lain berarti ikut campur dalam urusan-urusan orang lain. Segala perkara yang tak sepatutnya diucapkan ini boleh jadi adalah perkara-perkara yang baik, doktrin-doktrin yang baik, bahkan yang sangat sorgawi dan rohani, namun yang sebenarnya tak perlu mereka utarakan.

Jika semua saudari memang berbeban terhadap roh yang melayani, maka tak seorang pun dari mereka yang mempunyai waktu, tenaga, semangat, perhatian atau pun hati untuk membicarakan sesuatu yang bukan melayankan hayat kepada orang lain. Saudari-saudari akan dijenuhi sepenuhnya dengan roh yang melayani.

Dalam sebuah rumah sakit, perawat-perawat yang baik bukan pembicara-pembicara yang baik. Seluruh waktu dan tenaga mereka sepenuhnya mereka curahkan untuk melayani. Hanya orang yang malas yang suka berbicara. Kiranya Tuhan melatih semua saudari menjadi perawat-perawat gereja yang baik dan tepat.

Jika kalian, para saudari, sungguh-sungguh ingin menjadi orang-orang yang melayani dalam gereja, pertama-tama kalian semua wajib belajar, sama sekali tak berbicara yang sia-sia. Kebanyakan saudari menganggap gosip-gosip sebagai kata-kata yang sia-sia, tetapi lupa kalau perkataan tentang doktrin pun sia-sia. Di sini saya ingin dengan tegas memberitahu anda, bahwa perkataan yang sia-sia tentang doktrin juga adalah gosip. Pembicaraan anda seharusnya melayankan sesuatu kepada orang lain, yaitu yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan hayat mereka. Karena anda tabu bahwa orang-orang tersebut memerlukan ini, layanilah mereka dengan ini untuk pertumbuhan mereka. Jika mereka tidak memerlukan itu namun anda membicarakannya juga, maka pembicaraan anda adalah pembicaraan yang sia-sia, kosong. Apakah kata-kata anda itu sia-sia atau tidak, hal itu bukan tergantung pada judul pembicaraan anda, tetapi pembicaraan anda itu mereka butuhkan atau tidak. Jika tidak dibutuhkan, apapun yang anda katakan adalah sia-sia, kata-kata yang kosong. Alkitab menyebut jenis kata-kata seperti ini adalah kata sia-sia (Mat.12:36) karena anda bermalas-malas, anda tidak melakukan sesuatu pun, anda tidak memiliki pelayanan yang menyibukkan anda. Karenanya anda punya semangat, bahkan berminat dan mempunyai waktu untuk membicarakan segala hal yang sia-sia.

Melayani meliputi perkara-perkara materi dan rohani. Saudari-saudari bisa melayani kaum muda dengan hayat rohani. Mereka harus melayani semua kaum yang kekasih agar kerohanian mereka bertumbuh.

Jika gereja ingin bertumbuh dan terbangunkan, pertama-tama semua saudari harus belajar tidak berbicara yang sia-sia. Ini suatu pelajaran yang besar. Dengan kata lain, saudari-saudari harus belajar apa yang perlu dikatakan, dan apa yang tidak perlu dikatakan. Ada banyak perkara-perkara yang baik yang tidak perlu dibicarakan oleh para saudari. Mereka benar-benar tak perlu mempercakapkannya.

Belakangan ini seiring dengan Roma 8, kita telah berkali-kali menekankan bahwa kita harus hidup dan bertindak menurut roh. Saya yakin sekali banyak pembicaraan di antara kaum imani tidak menurut rob. Yang saya maksud bukan saja pembicaraan tentang berbelanja atau tentang pernikahan, tetapi juga pembicaraanpembioaraan yang sia-sia tentang doktrin. Saudara-saudara dan saudari-saudari, semuanya bares belajar, pertama-tama membatasi bukan dalampikiran kits, tetapi mulut kita. Janganlah mengira berjalan menurut roh itu hanya berarti menggunakan kedua kaki kita. Hidup dan bertindak menurut roh yang pertama-tama berarti menggunakan bibir kita. Kits perlu belajar berbicara menurut roh.

Melayani Melalui Doa

Melayani orang lain dengan sesuatu juga meliputi perkara berdoa bagi orang-orang lain. Seorang saudari mungkin menyadari ada empat saudari muda yang memerlukan seseorang untuk melayani mereka melalui doa-doa, tanpa perlu menegur mereka juga tanpa perlu memberitahu kalau ia berdoa bagi mereka. Ia hanya perlu melayani mereka dengan doanya, dengan perataraannya, bahkan dengan mati-matian menjadi penengah mereka. Doa tersebut juga merupakan satu jenis pelayanan.

Di Shanghai saudari-saudari yang tua melayani dengan cara ini. Mereka tidak saja banyak berdoa bagi saudari-saudari muda, tetapi juga bagi banyak saudara. Sebagai contoh, seringkali seorang saudara berdiri dalam sidang dan mengatakan sesuatu yang tak patut ia katakan. Saudari-saudari yang melayani tersebut tidak mengatakan sesuatu pun, tetapi mereka menerima beban itu, pulang ke rumah dan berdoa bagi saudara itu, melayani saudara itu dengan doa mereka. Setelah sejangka waktu, saudara itu bersaksi bagaimana Tuhan telah mengubahnya. Doa para saudari itu merupakan suatu pelayanan terhadap saudara, yang membukakan jalan bagi Tuhan untuk berbuat sesuatu.

Doa para saudari merupakan satu Pelayanan

Saudari-saudari yang melayani itu juga sadar kalau sejumlah kaum muda memerlukan dos-doa mereka untuk pernikahan mereka. Untuk kasus yang sama, semua saudari tersebut bekerja bersama-sama berdoa bagi pernikahan saudara tertentu. Itulah pelayanan.

Seringkali para saudari mengundang beberapa saudari muda yang mereka doakan untuk makan malam. Selama makan malam, tak pernah muncul kata-kata yang sia-sia, gosip-gosip, atau kata-kata kosong tentang hal-hal khusus, juga tak ada percakapan sia-sia tentang peristiwa-peristiwa dalam gereja, yang ada hanyalah satu pelayanan yang membuat saudari-saudari yang lebih muda itu terbangun. Hari ini terlampau banyak pembicaraan yang sia-sia tentang peristiwa-peristiwa dalam gereja, tetapi tak banyak melayani. Semua pembicaraan tentang demikian banyak hal, semua percakapan sia-sia tentang orang-orang lain, di pandangan Allah kesemuanya itu tak lain adalah gosip, dan menyia-nyiakan waktu anda. Para saudari haruslah menjadi orang-orang yang melayani dan harus belajar melayani.

Untuk melayani, pertama-tama anda harus berhenti berbicara yang sia-sia. Anda harus belajar tentang apa yang tidak perlu dibicarakan, atau menjadi sederhana, belajar tidak berbicara yang sia-sia. Namun anda masih memerlukan persekutuan dengan orang-orang lain dengan suatu roh yang melayani. Jika anda memiliki pelayanan di dalam roh seperti ini dan dengan beban seperti ini, maka hari-hari anda akan menjadi lebih sibuk. Demikian banyak saudara memerlukan pelayanan anda. Mereka memerlukan doa-doa anda. Dan banyak sekali saudari-saudari yang memerlukan pelayanan anda. Para penatua pun memerlukan pelayanan anda. Pekerjaan, ministri, memerlukan pelayanan anda.

Jika para saudari memang bersungguh-sungguh dengan Tuhan, banyak hal bisa mereka lakukan dengan jalan pelayanan ini. Persekutuan seperti ini pasti akan menimbulkan suatu keinginan di dalam kalian untuk melayani orang-orang. Kalian perlu berlelah, kalian perlu melayani, dan perlu menjadi penunjang yang baik. Dan kesemuanya ini harus dilakukan di dalam gereja dan bagi gereja.

Melalui persekutuan seperti ini, saya yakin Tuhan akan memberikan beban kepada semua saudari, dan Ia pun akan mencelikkan mata kalian supaya tampak betapa banyak perkara yang perlu diperhatikan melalui pelayanan kalian. Jalan terbaik untuk melayani adalah berdoa. Di rumah Maria dalam Kisah Para Rasul 12 ada perhimpunan doa yang berdoa bagi Petrus yang sedang dipenjarakan. Alkitab tidak menyebutkan rumah-rumah lainnya. Perhimpunan doa di rumah Maria ini merupakan suatu pelayanan.

Ketika kalian, para saudari, tampak suatu kebutuhan dalam hidup gereja, tak perlu kalian membicarakannya, tetapi tanggunglah beban untuk berdoa. Ketika kalian melihat ada suatu kebutuhan untuk suatu peremukan hayat yang kalian tak seharusnya berkomentar. Kalian perlu menanggung beban dengan empat atau lima, delapan atau sepuluh saudari bersama-sama datang dan berdoa, melayani untuk tujuan ini. Berdoa bagi peremukan hayat yang riil ini.

Cara terbaik untuk melayani adalah berdoa

Kapan anda tampak seorang saudara menjadi problem bagi gereja, atau seorang saudari mempunyai beberapa masalah dalam penghidupannya, janganlah berkomentar. Terimalah beban untuk berdoa dengan dua atau tiga saudari lainnya, melayani untuk tujuan ini. Jika kalian ingin menjadi orang yang demikian, maka banyak di antara kalian yang menjadi Febe-Febe hari ini. Dengan demikian gereja akan memiliki pelayanan yang terbaik.

Kita semua perlu belajar melayani gereja dan melayani kaum saleh seperti saudari Febe yang dipuji oleh Paulus dalam Roma 16. Hal ini haruslah menjadi beban para saudari, dan mereka benar-benar memiliki posisi untuk melayani secara demikian. Jika para saudari menerima beban ini dan setia kepada Tuhan dalamnya, mereka akan dapat melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukan oleh para saudara. Kita benar-benar memerlukan saudari-saudari yang demikian. Kiranya Roh Kudus menterjemahkan kata-kata ini kepada kita.

Witness Lee Anaheim, California 11 Maret 1975