TELADAN MEMPERHIDUPKAN KRISTUS BAGI GEREJA (1)
Pembacaan Alkitab: 2Kor. 1:8-9, 12, 17-22
Allah kita selalu maju. Karena alasan ini, kita tidak boleh tetap berada di hari kemarin atau berusaha hidup untuk hari esok. Kita harus hidup pada hari ini. Orang Kristen yang tepat tidak memiliki hari kemarin, dan mereka juga tidak memiliki hari esok. Kita hanya memiliki hari ini. Karena itu, Alkitab mengatakan, “Selama masih dapat dikatakan hari ini” (Ibr. 3:13). Allah bukanlah Allah hari kemarin atau Allah hari esok; Dia adalah Allah hari ini. Setiap hari Allah maju, bergerak. Karena itu, kita perlu terbuka kepada pembicaraan Allah pada hari ini. Pembicaraan Allah adalah kemajuan-Nya.
Judul berita ini adalah “Teladan Memperhidupkan Kristus bagi Gereja.” Betapa ajaibnya memperhidupkan Kristus bagi gereja! Saya tidak percaya bahwa sebelum tahun 1980 di antara kita ada yang tahu pernyataan “memperhidupkan Kristus bagi gereja.” Pernyataan ini baru muncul belakangan ini. Namun, kita bukan hanya memperhatikan memperhidupkan Kristus bagi gereja, tetapi juga melihat teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Paulus adalah satu teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja.
SATU KITAB TENTANG MEMPERHIDUPKAN KRISTUS BAGI GEREJA
Dalam 1Korintus kita melihat perkara memperhidupkan Kristus bagi gereja, tetapi baru dalam 2Korintus kita memiliki teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Saya minta Anda memperhatikan apa yang diwahyukan dalam keenam belas pasal dari 1Korintus. Pasal-pasal ini mewahyukan bagaimana cara menikmati Kristus, bagaimana menerima Kristus menjadi hayat kita, bagaimana memperhidupkan Kristus supaya kita dapat memiliki gereja dan supaya Dia dapat memiliki Tubuh untuk menggenapkan tujuan kekal Allah. Tidak banyak pembaca Alkitab yang telah melihat bahwa 1Korintus adalah satu kitab tentang memperhidupkan Kristus bagi gereja.
Dalam Pelajaran Hayat 1Korintus, saya telah menunjukkan bahwa 1Korintus menanggulangi banyak masalah. Masalah-masalah itu terdiri atas dua kategori: masalah-masalah dalam ruang lingkup kehidupan manusia dan masalah-masalah dalam ruang lingkup pemerintahan ilahi. Memiliki kehidupan insani yang tepat itu sangat penting. Tentunya, pemerintahan ilahi itu juga sangat penting. Sesungguhnya kita perlu memiliki satu kehidupan insani yang tepat untuk merampungkan pemerintahan Allah. Tetapi, bagaimana caranya kita memiliki kehidupan insani yang demikian, dan bagaimana caranya kita merampungkan pemerintahan Allah? Kehidupan yang bagaimana yang dapat membuat kita memiliki kehidupan insani yang tepat? Apakah cara dan sarananya agar kita dapat merampungkan pemerintahan ilahi? Kristus adalah faktor untuk memecahkan masalah-masalah di dalam ruang lingkup kehidupan manusia, dan gereja adalah faktor untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pemerintahan ilahi.
SATU-SATUNYA PEMECAHAN
Kristus adalah antibiotik surgawi dan ilahi yang akan membunuh kuman-kuman negatif di dalam kita. Karena kejatuhan, kuman-kuman ini telah masuk ke dalam kehidupan keluarga kita dan juga ke dalam kehidupan gereja. Satu Korintus mewahyukan bahwa gereja di Korintus telah diserang oleh kuman-kuman negatif ini. Akibatnya, runtuh dan bobrok. Kristus adalah satu-satunya “antibiotik” yang berkhasiat untuk menanggulangi kuman-kuman ini. Jadi, dalam sepuluh pasal yang pertama dari 1Korintus kita nampak Kristus sebagai faktor, unsur, dan “obat” untuk menyembuhkan semua masalah dalam kehidupan manusia dan mengobati penyakit-penyakit dalam kehidupan gereja.
Gereja di Korintus memang sakit. Orang-orang kudus menderita sakit rohani, seperti perpecahan, menuntut hak, percabulan, dan menyalahgunakan hak yang Allah berikan dalam hal makan dan pernikahan. Apa yang dapat menyembuhkan kaum beriman dari penyakit-penyakit ini? Satusatunya obat adalah Kristus, obat ilahi.
BAGIAN KITA
Marilah kita mengulang kembali apa yang telah dibahas dalam 1Korintus 1 sampai 10 mengenai Kristus sebagai antibiotik untuk mengobati semua penyakit dalam gereja. Pertama, Kristus adalah bagian unik kita, yaitu Dia yang ke dalam persekutuan-Nya kita telah dipanggil oleh Allah (1Kor. 1:2, 9). Satu Korintus 1:2 mengatakan bahwa Kristus adalah “Tuhan mereka dan Tuhan kita.” Ayat 9 mengatakan, “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” Karena Allah telah memanggil kita ke dalam persekutuan dengan Putra-Nya, maka sekarang Putra adalah bagian kita.
KEBENARAN, PENGUDUSAN, DAN PENEBUSAN
KITA SETIAP HARI
Dalam 1Korintus 1:30 kita melihat aspek-aspek tertentu dari bagian ini: “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita: kebenaran dan pengudusan dan penebusan” (Tl.). Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah (1Kor. 1:24). Sebagai hikmat bagi kita dari Allah, Kristus menjadi kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita setiap hari. Setiap hari kita dapat menikmati Kristus sebagai kebenaran kita. Jika kita menikmati Dia secara demikian, kita dapat berkata, “Hai malaikat-malaikat, setan-setan, dan semua manusia, aku benar terhadap Allah dan manusia. Aku benar terhadap keluargaku dan terhadap semua saudara dan saudari dalam gereja. Inilah kesaksianku karena Kristus adalah kebenaranku setiap hari.”
Kita juga dapat bersaksi bahwa Kristus adalah pengudusan kita setiap hari agar kita dapat dikuduskan. Hari demi hari kita menikmati Dia sebagai bagian yang demikian bagi kita. Karena itu, kita dapat berharap bahwa malaikat-malaikat dan setan-setan mengkonfirmasi fakta bahwa kita dikuduskan. Kita dapat berkata, “Hai malaikat-malaikat dan setan-setan, kalian harus sadar bahwa aku kudus. Aku mengundang kalian mengkonfirmasikan fakta tentang kekudusanku dalam Kristus. Putra Allah yang adalah hikmat Allah dan kekuatan Allah, menjadi pengudusanku setiap hari, agar aku dapat dikuduskan.”
Kekudusan adalah substansi, sedangkan pengudusan adalah tindakan untuk menjadi kudus. Hari demi hari kita bukan hanya memiliki kekudusan, unsur itu, tetapi kita juga memiliki pengudusan, yaitu prosesnya. Kristus yang adalah bagian kita untuk kenikmatan kita ini sedang menguduskan kita setiap hari.
Satu pasangan yang telah menikah dapat mengalami Kristus sebagai kebenaran dan pengudusan mereka dalam kehidupan pernikahan mereka. Misalnya seorang suami tidak senang dengan istrinya dan menyulitkan istrinya. Jika saudari itu berseru kepada nama Tuhan Yesus, ia akan mendapatkan Dia sebagai kebenaran juga sebagai pengudusan. Ia akan mengalami Tuhan yang menguduskannya dari dalam. Pergerakan Tuhan yang di batin ini akan menjaganya dari marah-marah terhadap suaminya. Jika tidak, mungkin ia akan tersinggung dan mulai berdebat dengan suaminya.
Hanya dengan berseru kepada nama Tuhan Yesus, kita akan mengalami sesuatu yang misterius dan ajaib di dalam kita yang menguduskan kita dan menjaga kita dari marahmarah. Akhirnya, pengudusan ini menjadi kekudusan kita. Lagi pula, kekudusan ini adalah satu Persona, yaitu Putra Allah, bagian unik yang ke dalamnya Allah telah memanggil kita. Allah telah memanggil kita ke dalam persekutuan dengan Kristus. Sekarang, setiap hari dan setiap saat, kita perlu menikmati Dia, pertama-tama sebagai kebenaran, lalu sebagai pengudusan, dan kemudian sebagai penebusan.
HAL-HAL YANG DALAM DAN RAHASIA
DARI ALLAH
Dalam 1Korintus 2 kita melihat bahwa Kristus, Dia yang misterius ini, adalah hal-hal yang dalam dan rahasia dari Allah. Untuk memahami Dia dan merealisasi Dia, kita harus menjadi orang yang rohani, orang yang melatih roh dan hidup di dalam roh. Jika kita jiwani, hidup di dalam jiwa, kita tidak akan dapat mengenal Dia. Hanya dengan hidup di dalam roh dan melatih roh kita, barulah kita dapat mengenal Kristus untuk mengalami Dia.
PONDASI YANG HIDUP
Menurut perkataan Paulus dalam 1Korintus 3, Kristus adalah pondasi yang hidup, pondasi yang bertumbuh. Dalam pasal ini Paulus mengatakan bahwa ia menanam, Apolos menyiram, dan Allah memberikan pertumbuhan. Memberikan pertumbuhan adalah perkara menumbuhkan Kristus. Kristus yang bertumbuh di dalam kita adalah pondasi yang unik. Maka, ini adalah satu pondasi yang hidup dan bertumbuh.
Sewaktu pondasi ini bertumbuh di dalam kita, pertumbuhan ini menghasilkan emas, perak, dan batu-batu permata, yaitu bahan-bahan yang diperlukan untuk pembangunan gereja. Inilah mengalami Kristus, menikmati Kristus, dan mengambil bagian dalam Kristus supaya kita dapat diubah bagi pembangunan itu. Dengan cara ini kita memiliki bahan-bahan yang berharga bagi pembangunan Tubuh. Inilah memperhidupkan Kristus bagi gereja.
HARI RAYA KITA
Dalam 1Korintus 5:8 kita memiliki Kristus sebagai hari raya kita. Kristus bukan hanya Paskah kita; Dia juga adalah hari raya Paskah kita. Sekarang kita sedang berhari raya makan Dia dan menikmati Dia sebagai roti yang tidak beragi. Sebagai bagian kita, Kristus adalah kenikmatan kita yang tidak beragi. Bila kita menikmati bagian ini, kita dibersihkan dari setiap macam ragi. Menikmati Kristus sebagai roti yang tidak beragi akan membuat kita menjadi tidak beragi. Pemurnian dari setiap macam ragi ini bukan-lah satu penderitaan. Ini bukanlah hasil dari ditaruh di atas meja bedah; ini berasal dari duduk di meja pesta di mana kita menikmati Kristus sebagai roti yang tidak beragi.
ANGGOTA-ANGGOTA KRISTUS
Dalam pasal 6 kita melihat bahwa Kristus adalah Roh itu dan bahwa kita satu roh dengan Dia (1Kor. 6:17). Akhirnya Roh itu akan menjenuhi kita dan bahkan mem-buat tubuh jasmani kita menjadi anggota-anggota Kristus. Ini berarti bukan hanya roh kita yang disatukan secara organik dengan Dia, tetapi tubuh kita juga menjadi anggota-anggota Kristus. Tubuh kita bahkan diokulasikan ke dalam Kristus.
Kita sering kali mengira tubuh jasmani kita ini telah menjadi tubuh daging, yang penuh dengan nafsu. Ini memang benar jika tubuh ini dipandang dari sudut kejatuhan. Tetapi menurut keselamatan penuh Kristus, yang meliputi transformasi metabolik, tubuh kita ini diokulasikan ke dalam Kristus dan menjadi anggota Kristus. Ketika saya nampak ini, saya sangat gembira dan berkata, “O Tuhan Yesus, haleluya! Aku bukan hanya anggota-Mu di dalam roh, bahkan tubuhku juga adalah anggota-Mu. Tubuhku adalah bagian dari diri-Mu, anggota Kristus!” Percayakah Anda bahwa tubuh Anda adalah anggota Kristus? Kita semua harus percaya akan hal ini. Semakin Anda mempercayainya, Roh yang berhuni itu akan semakin menjenuhi tubuh Anda dan membuatnya bersatu secara organik dengan Kristus.
BAIT ROH KUDUS
Selain itu, tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Kita sering mengatakan bahwa roh kita adalah tempat kediaman Allah. Biasanya kita mengatakan bahwa bait Allah ada di dalam roh kita. Tetapi 1Korintus 6:19 menunjukkan dengan tegas bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus.
Bagaimana tubuh kita di satu pihak bisa menjadi anggota Kristus dan di pihak lain menjadi bait Roh Kudus? Jawabannya terdapat dalam 1Korintus 6:17: “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Karena kita menjadi satu roh dengan Tuhan, maka tubuh kita menjadi anggota Kristus. Selain itu, ka-rena kita menjadi satu roh dengan Dia, tubuh kita pun menjadi bait Roh Kudus. Ini melebihi penebusan atau kekudusan. Ini berarti seluruh diri kita disatukan dengan Allah dan menjadi bait-Nya. Seluruh diri kita disatukan dengan Kristus, dan tubuh kita menjadi anggota Kristus.
Satu Korintus 6:15-20 melibatkan Allah Tritunggal dan manusia tripartit. Dalam seluruh diri kita roh, jiwa, dan tubuh kita disatukan dengan Allah Tritunggal. Sekarang Allah Tritunggal dilibatkan dengan manusia tripartit kita. Inilah Kristus sebagai faktor untuk menyembuhkan semua penyakit rohani kita. Ketika kita menikmati Allah Tri tunggal yang dilibatkan dengan tiga bagian dari diri kita ini, maka kita menjadi orang-orang kudus yang sejati. Kita bahkan menjadi lebih kudus daripada malaikat-malaikat.
Jika kita ingin memahami tulisan Paulus, kita harus tahu roh Paulus dan menjamah beban yang ada di dalam rohnya. Kita juga harus menjamah konsepsi Paulus yang dalam ini. Surat Kiriman Paulus selalu berhubungan dengan konsepsinya, bebannya, dan rohnya. Dalam 1Korintus ia memiliki konsepsi mengenai gereja di Korintus. Selain itu, dalam rohnya ada satu beban untuk menulis kepada gereja di sana. Konsepsi Paulus dalam pasal 6 adalah kaum beriman Korintus harus tahu bahwa mereka adalah satu roh dengan Tuhan dan bahwa tubuh mereka harus diresapi dan dijenuhi oleh Roh itu sehingga menjadi anggota-anggota Kristus dan bait Roh Kudus. Paulus berbeban agar seluruh diri orang Korintus dapat diambil alih dan dimiliki oleh Allah Tritunggal. Inilah beban Paulus dalam 1Korintus 6.
KRISTUS UNTUK MAKANAN DAN MINUMAN KITA
Pasal 10 mewahyukan bahwa Kristus yang adalah bagian kita, yang adalah kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita, yang menjadi satu dengan kita sehingga Dia dapat membuat tubuh kita menjadi anggota-anggota-Nya dan menjadi bait Roh Kudus, telah memberikan diri-Nya sendiri kepada kita untuk menjadi makanan dan minuman kita. Kristus yang memberikan diri-Nya sendiri kepada kita untuk menjadi makanan dan minuman kita ini adalah bagi kenikmatan kita terhadap-Nya.
Cara Kristus memberikan diri-Nya sendiri kepada kita adalah melalui kematian. Fakta bahwa darah terpisah dari tubuh menunjukkan kematian. Kapan saja darah telah terpisah dari tubuh, itu menunjukkan kematian. Kristus mati di atas salib, mencucurkan darah-Nya dan mengurbankan tubuh-Nya, bukan hanya untuk menebus kita, tetapi juga untuk memberikan diri-Nya sendiri kepada kita. Sekarang, setiap kali kita datang ke meja Tuhan, kita makan Dia dan minum Dia. Makan dan minum menunjukkan menerima. Bila kita minum sesuatu atau makan sesuatu, kita menerima sesuatu itu ke dalam kita. Kristus telah memberikan diri-Nya sendiri, dan sekarang kita menerima Dia. Haleluya untuk kenikmatan akan Kristus ini!
Kristus yang kaya yang diwahyukan dalam 1Korintus ini adalah faktor yang unik untuk memecahkan semua masalah dalam kehidupan manusia. Jika kita menikmati Kristus ini sampai tingkat yang penuh, kita tidak akan memiliki masalah apa pun. Setiap masalah akan dipecahkan, karena kita memiliki pemecahan yang unik untuk semua masalah. Surat Kiriman yang kedua kepada orang-orang Korintus menunjukkan bahwa penyakit-penyakit yang ada di antara orang-orang Korintus telah disembuhkan oleh “obat” yang diministrikan oleh Paulus dalam Surat Kirimannya yang pertama. Dalam pasal demi pasal, Paulus “menyuntik” mereka dengan Kristus. Hasilnya, orang-orang Korintus mulai menempuh kehidupan insani yang tepat. Kehidupan insani yang demikian adalah kehidupan yang memperhidupkan Kristus.
Jika kita tidak memperhidupkan Kristus, kita tidak mungkin dapat memiliki kehidupan insani yang tepat. Kita dapat memiliki kehidupan yang demikian hanya dengan menerima Kristus dan memperhidupkan Dia. Kehidupan semacam ini adalah bagi gereja. Kita perlu memperhidupkan Kristus bagi gereja.
TUBUH BERFUNGSI DI BAWAH KEKEPALAAN
Pemerintahan ilahi dilaksanakan melalui gereja di bawah kekepalaan Kristus dan Allah. Di bawah kekepalaan ini, anggota-anggota Tubuh itu berfungsi dengan karunia-karunia mereka. Inilah pekerjaan yang melaksanakan pemerintahan Allah. Ini hanya dapat dilakukan dalam hayat kebangkitan. Di dalam ruang lingkup pemerintahan ilahi, pertama-tama kita memiliki kekepalaan, lalu Tubuh, fungsi anggota-anggota melalui karunia-karunia, dan kemudian hayat kebangkitan.
Kebangkitan adalah Kristus yang menjadi Roh pemberi hayat. Roh ini, yaitu realitas dari Kristus yang bangkit, adalah kebangkitan. Sebelum penyaliban dan kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus berkata kepada Marta, “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh. 11:25). Karena itu, kebangkitan adalah satu Persona yang hidup, yaitu Kristus yang ajaib. Dalam kebangkitan ini, Tubuh berfungsi di bawah kekepalaan untuk melaksanakan pemerintahan Allah.
HARI PERTAMA DALAM SEMINGGU
Perkara terakhir yang ditanggulangi dalam 1Korintus adalah pengumpulan persembahan untuk orang-orang kudus yang memerlukan. Seperti yang dikatakan oleh Paulus, persembahan-persembahan itu diberikan pada hari pertama dalam seminggu. Hari pertama dalam seminggu, yaitu hari Tuhan, adalah satu tanda, satu lambang, dari Kristus yang bangkit. Sabat, hari yang ketujuh dalam seminggu adalah tanda Allah sebagai Pencipta. Sekarang hari pertama adalah tanda bahwa Allah Tritunggal telah melalui proses dalam kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi hayat yang almuhit.
Hari ini Allah kita bukan Allah hari ketujuh. Itu adalah Allah orang-orang Yahudi. Allah kita adalah Allah hari pertama dalam seminggu. Ini berarti Dia bukan hanya Allah dalam penciptaan, tetapi lebih dari itu, Dia adalah Allah dalam kebangkitan. Sekarang kita memiliki Allah yang bukan hanya dalam penciptaan, tetapi juga dalam kebang-kitan. Allah dalam penciptaan adalah untuk kita sembah, sedangkan Allah dalam kebangkitan bukan hanya untuk kita sembah, tetapi juga untuk kita nikmati. Orang-orang Yahudi hanya tahu bagaimana menyembah Allah sebagai Pencipta. Namun, kita menikmati Allah Tritunggal kita sebagai Roh pemberi-hayat. Allah dalam kebangkitan adalah untuk kita nikmati.
Segala sesuatu yang kita lakukan dalam kehidupan gereja dalam prinsipnya harus berada pada hari pertama dalam seminggu. Ini berarti segala sesuatu harus dilakukan dalam kebangkitan. Jika kita memperhidupkan Kristus dan menikmati Dia, mengalami Dia, maka setiap hari Dia akan menjadi kebangkitan bagi kita. Demikian, setiap hari akan menjadi hari pertama dalam seminggu.
Hari yang pertama bukan melambangkan satu hari, melainkan melambangkan Allah Tritunggal yang telah melalui proses, telah menjadi Roh pemberi hayat yang dapat dinikmati dan almuhit. Sekarang kita dapat menikmati Roh ini. Dengan menikmati Roh ini maka kita berada pada hari pertama dalam seminggu. Ini adalah bagi pemerintahan Allah.
Saya dapat bersaksi bahwa dalam pengalaman saya, saya berada pada hari pertama dalam seminggu. Dalam kebangkitan saya menikmati Roh yang almuhit, yaitu Dia yang adalah Allah yang telah melalui proses yang menjadi bagian saya. Haleluya atas bagian yang demikian! Sekarang dalam sidang-sidang kita, kita dapat melaksanakan pemerintahan ilahi dalam kebangkitan pada hari pertama dalam seminggu, dan mengambil bagian dalam Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai Roh pemberi hayat. Bila saya sampai kepada butir ini, secara batini saya lupa diri dengan sukacita. Puji Tuhan untuk wahyu yang menakjubkan dalam 1Korintus ini!
PERLUNYA TELADAN
Satu Korintus adalah satu kitab yang membicarakan tentang memperhidupkan Kristus bagi gereja, dan satu kitab yang memberi tahu kita bagaimana memperhidupkan Kristus bagi gereja. Sepanjang abad, umat Tuhan tidak menyadari bahwa 1Korintus menyuruh kita memperhidupkan Kristus bagi gereja. Kaum beriman belum memiliki bahasa ini karena mereka tidak memiliki pengalaman rohani yang membangkitkannya. Bahasa dengan kata-kata dan istilah-istilah dapat memenuhi keperluan terhadap pengalaman. Misalnya, bertahun-tahun yang lalu tidak ada kata seperti komputer. Tetapi setelah penemuan komputer, perlu ada satu istilah untuk menggambarkannya. Haleluya untuk pengalaman rohani kita yang baru! Menurut pengalaman ini kita perlu memperhidupkan Kristus bagi gereja. Saya dapat bersaksi bahwa seluruh diri saya diduduki oleh hal ini. Saya tidak memiliki ruang untuk perkara lainnya lagi. Setiap berita saya berasal dari pengalaman ini. Secara lahiriah saya mungkin melakukan banyak hal, tetapi secara batiniah saya selalu diduduki dengan perihal memperhidupkan Kristus bagi gereja.
Saya dapat bersaksi bahwa sebelum menyampaikan berita ini, saya tidak jelas apa yang harus saya bicarakan. Saya berdoa demikian, “Tuhan, kami terbuka kepada-Mu. Kami tidak membuat keputusan mengenai berita ini. Tuhan, kami tidak tahu apa yang Engkau ingin kami katakan. Pimpinlah kami, bimbinglah kami, Tuhan. Infus kami dengan pikiran dan perasaan-Mu.” Kemudian dalam batin saya mulai merasakan bahwa saya harus membicarakan subyek tentang teladan memperhidupkan Kristus bagi kehidupan gereja.
Kita telah menekankan bahwa 1Korintus mewahyukan bahwa kita harus memperhidupkan Kristus bagi gereja. Tetapi dalam 2Korintus kita memiliki teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Wahyu yang ajaib dan menakjubkan dalam 1Korintus ini memerlukan teladan yang disajikan dalam 2Korintus. Karena itu, setelah Surat Kirimannya yang pertama, Paulus menulis Surat Kiriman yang kedua untuk memperlihatkan kepada kaum beriman di Korintus satu teladan dari orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Dalam berita selanjutnya kita akan melihat rincian dari teladan ini.