PERSIAPAN MANUSIA-PENYELAMAT DALAM KEINSANIAN-NYA DENGAN KEILAHIAN-NYA (5)
Pembacaan Alkitab: Luk. 3:1-22
Dalam berita ini kita akan membahas penobatan Manusia-Penyelamat (3:1-22). Mula-mula Dia diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis (ay. 1-20), kemudian Dia dibaptis (ay. 21) dan diurapi (ay. 22).
Kita akan nampak bahwa penobatan Manusia-Penyelamat terutama melibatkan pembaptisan-Nya oleh Yohanes Pembaptis dan pengurapan-Nya oleh Bapa. Sebenarnya, pe-nobatan ini adalah satu perkenalan, tetapi lebih dari sekadar sebuah perkenalan. Memperkenalkan seseorang bukan berarti secara resmi menempatkannya ke dalam suatu jabatan. Tetapi menobatkan seseorang itu bukan hanya berarti mem-perkenalkannya, tetapi juga membawanya secara resmi ke dalam jabatannya.
Dalam pasal-pasal sebelumnya, Manusia-Penyelamat ini dikandung dari Roh Kudus dan lahir dari seorang dara. Melalui keterkandungan, kelahiran, dan masa kecil-Nya, Dia dipersiapkan sebagai satu Persona yang lengkap untuk menjadi Penyelamat kita dalam keinsanian-Nya dengan keilahian-Nya. Sekarang dalam pasal 3 Dia perlu diperkenalkan dan dibawa ke dalam ministri-Nya. Karena itu, dalam 3:1-22 terdapat satu catatan tentang penobatan Manusia-Penyelamat ini. Mengenai penobatan ini, Yohanes Pembaptis dan Allah Bapa sama-sama berperan. Yohanes melakukan se-suatu di pihak manusia, dan Bapa melakukan sesuatu di pi-hak Allah.
DIPERKENALKAN OLEH YOHANES PEMBAPTIS
Memberitakan Baptisan Tobat
Dalam 3:3-14 kita nampak Yohanes Pembaptis datang memberitakan baptisan tobat. Ayat 3 mengatakan, ”Lalu da-tanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan memberita-kan baptisan tobat untuk pengampunan dosa.” Bertobat adalah mengubah pikiran, memalingkan pikiran kepada Ma-nusia-Penyelamat. Membaptis adalah menguburkan orang-orang yang bertobat, mengakhiri mereka, supaya Manusia-Penyelamat dapat menunaskan mereka oleh kelahiran kem-bali (Yoh. 3:3, 5-6).
Menurut 3:3, baptisan tobat adalah untuk pengampunan dosa-dosa. Kata Yunani yang diterjemahkan ”untuk” juga berarti ”kepada”. Bertobat dan dibaptis adalah untuk dan menghasilkan pengampunan dosa-dosa, sehingga penghalang yang ada karena kejatuhan manusia dapat disingkirkan dan manusia dapat didamaikan dengan Allah.
Lukas 3:4-6 mengatakan, ”Seperti ada tertulis dalam ki-tab nubuat-nubuat Yesaya: ’Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskan-lah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.’” Dalam 3:5, mempersiapkan jalan bagi Tuhan dan membuat jalan-Nya lurus berarti mengubah pikiran orang, memalingkan pikiran orang kepada Manusia-Penyelamat. Ini juga berarti membuat hati orang tepat, meluruskan setiap bagian hati orang melalui pertobatan, supaya Manusia-Penyelamat dapat masuk untuk menjadi hayatnya dan memilikinya.
Lembah, gunung, yang berliku-liku, dan yang berlekuklekuk dalam 3:5 adalah kata-kata kiasan yang menggambarkan keadaan hati manusia terhadap Allah dan terhadap satu sama lain, dan hubungan antara manusia (1:16-17). Keadaan hati manusia dan hubungan antar manusia perlu ditanggulangi untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Penyelamat.
Ayat 6 mengatakan bahwa semua orang akan melihat keselamatan yang dari Allah. Di sini ”orang” mengacu kepada manusia yang jatuh, dan ”keselamatan” menekankan Penyelamat sebagai keselamatan yang dari Allah.
Perkataan Yohanes kepada Orang Banyak
Dalam 3:7-9 Yohanes berkata kepada orang banyak yang datang untuk dibaptis olehnya, ”Hai kamu keturunan ular berbisa! Siapakah yang memperingatkan kamu supaya me-larikan diri dari murka yang akan datang? Jadi, hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Janganlah berpi-kir dalam hatimu: Abraham adalah bapak leluhur kami! Ka-rena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.” ”Keturunan ular berbisa” dalam ayat 7 sama dengan ”anak-anak Iblis” dalam 1 Yohanes 3:10.
Dalam ayat 8 Yohanes memberi tahu orang-orang bah-wa Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu. Karena orang-orang Yahudi tidak bertobat, maka firman ini dan firman dalam ayat 9 telah digenapkan. Allah telah memotong mereka dan membangkitkan orang-orang bukan Yahudi yang percaya untuk menjadi anak-anak Abra-ham dalam iman (Rm. 11:15, 19-20, 22; Gal. 3:7, 28-29). Ini juga menunjukkan bahwa Kerajaan Allah tersusun bukan dari anak-anak Abraham secara jasmani, melainkan dari anak-anak Abraham secara iman.
Dalam ayat 9 Yohanes mengatakan bahwa setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang ke dalam api. Api ini adalah api dari telaga api (Why. 20:15), di mana orang-orang yang tidak percaya akan menderita kebinasaan kekal.
Dalam 3:10-14 terdapat catatan tentang perkataan Yohanes kepada orang banyak, para pemungut cukai, dan kepada beberapa orang yang bertugas dalam kemiliteran. Kepada orang banyak yang bertanya kepadanya apa yang harus di-lakukan, Yohanes berkata, ”Siapa saja yang mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan siapa saja yang mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian” (ay. 11). Kepada para pemungut cukai yang datang untuk dibaptis, Yohanes berkata, “Jangan menagih lebih banyak daripada yang telah ditentukan bagi-mu” (ay. 13). Kepada orang-orang yang bertugas dalam kemiliteran ia berkata, ”Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu” (ay. 14). Apa yang Yohanes katakan di sini berhubungan dengan moralitas. Dari hal ini kita nampak bahwa dalam Injilnya, Lukas menekankan moralitas, karena maksudnya adalah untuk menyajikan Manusia-Penyelamat dalam standar moralitas yang tertinggi.
Memuji Manusia-Penyelamat
Dalam 3:15-17 terdapat pujian Yohanes Pembaptis ter-hadap Manusia-Penyelamat. Ayat 15 mengatakan, ”Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan se-muanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias.” Di sini kita nampak bahwa orang-orang hendak mengetahui apakah Yohanes adalah Kristus, Mesias (Yoh. 1:19-27).
Dalam ayat 16 dan 17 Yohanes berkata, ”Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari-pada aku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengum-pulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi sekam akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” Di sini kita nampak bahwa meskipun Yohanes memberitakan baptisan tobat, sasaran ministrinya adalah Persona yang ajaib, Yesus Kristus, Putra Allah. Dia tidak menjadikan diri-nya pusat dari ministrinya, seperti sebuah magnet yang menarik orang lain kepada dirinya sendiri. Ia sadar bahwa ia hanyalah seorang utusan yang diutus oleh Yehova semesta alam untuk membawa orang-orang kepada Yesus Kristus dan meninggikan Dia sebagai sasaran ministrinya.
Dalam ayat 16 Yohanes mengatakan bahwa ia membaptis dengan air, tetapi Dia yang akan datang, Manusia-Penyelamat itu, akan membaptis orang-orang dalam Roh Kudus dan api. Air menandakan kematian dan penguburan untuk mengakhiri orang-orang yang bertobat; Roh Kudus adalah Roh hayat dan kebangkitan untuk menunaskan orang-orang yang telah diakhiri. Yang pertama adalah tanda ministri pertobatan oleh Yohanes; yang kemudian, adalah tanda dari ministri hayat Manusia-Penyelamat. Yohanes menguburkan orang-orang yang bertobat ke dalam air-kematian; Manusia-Penyelamat membangkitkan mereka untuk kelahiran kembali mereka di dalam Roh itu oleh hayat kebangkitan-Nya.
Air-kematian, menunjukkan dan menandakan kematian Kristus yang almuhit, yang ke dalamnya kaum beriman-Nya dibaptiskan (Rm. 6:3), bukan hanya menguburkan orang-orang yang dibaptis melainkan juga dosa-dosa mereka, du-nia, dan kehidupan serta sejarah mereka yang lampau (seperti halnya Laut Merah menguburkan Firaun dan tentara orang Mesir bagi bani Israel — Kel. 14:26-28; 1 Kor. 10:2), dan memisahkan mereka dari dunia yang meninggalkan Allah dan kebobrokannya (seperti air bah memisahkan Nuh dan keluarganya dari dunia — 1 Ptr. 3:20-21).
Roh Kudus, yang ke dalam-Nya Manusia-Penyelamat membaptiskan orang-orang yang percaya kepada-Nya, ada-lah Roh Kristus dan Roh Allah (Rm. 8:9). Jadi, dibaptis da-lam Roh Kudus berarti dibaptis ke dalam Kristus (Gal. 3:27; Rm. 6:3), ke dalam Allah Tritunggal (Mat. 28:19), bahkan ke dalam Tubuh Kristus (1 Kor. 12:13), yakni disatukan dengan Kristus dalam satu Roh (1 Kor. 6:17). Melalui pembaptisan di dalam air dan di dalam Roh yang demikian, kaum beriman dalam Kristus dilahirkan kembali ke dalam Kerajaan Allah, ke dalam alam hayat ilahi dan pemerintahan ilahi (Yoh. 3:3, 5), sehingga mereka dapat hidup dengan hayat kekal Allah di dalam kerajaan kekal-Nya.
Menurut konteksnya, ”api” dalam3:16-17 bukanlah api dalam Kisah Para Rasul 2:3, yang berhubungan dengan Roh Kudus, melainkan api dari telaga api (Why. 20:15). Firman yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis di sini berarti, jika orang-orang mau sungguh-sungguh bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, Tuhan akan membaptis mereka dalam Roh Kudus supaya mereka dapat memiliki hayat yang kekal. Jika tidak, Tuhan akan membaptis mereka dalam api, me-masukkan mereka ke dalam telaga api untuk penghukuman yang kekal. Baptisan Yohanes hanya untuk pertobatan, untuk mengantar orang-orang kepada iman dalam Tuhan. Baptisan Tuhan adalah untuk hayat yang kekal dalam Roh Ku-dus dan untuk kebinasaan yang kekal dalam api.
Dalam ayat-ayat ini ada tiga jenis baptisan: baptisan dalam air, baptisan dalam Roh Kudus, dan baptisan dalam api. Baptisan dalam air adalah untuk pertobatan, baptisan dalam Roh Kudus adalah untuk hayat, dan baptisan dalam api adalah untuk kebinasaan.
Lukas 3:17 menunjukkan bahwa Tuhan akan mengumpulkan gandum ke dalam lumbung-Nya, tetapi akan mebakar sekam dengan api yang tidak terpadamkan. Orang-orang yang dilambangkan dengan gandum itu memiliki ha-yat di dalamnya. Tuhan akan membaptis mereka dalam Roh Kudus dan mengumpulkan mereka ke dalam ”lumbung”-Nya di surga melalui pengangkatan. Orang-orang yang dilam-bangkan dengan sekam, seperti lalang dalam Matius 13:24-30, tidak memiliki hayat. Tuhan akan membaptis mereka dalam api, memasukkan mereka ke dalam telaga api. ”Sekam” dalam 3:17 mengacu kepada orang-orang Yahudi yang tidak bertobat, sedangkan lalang dalam Matius 13 mengacu kepada orang-orang Kristen sebutan. Nasib kekal keduanya akan sama — kebinasaan dalam lautan api (Mat. 13:40-42).
Menasihati dan Membawa Kabar Baik
Lukas 3:18 mengatakan, ”Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.” ”Memberitakan Injil” dalam bahasa Yunaninya berarti mengabar-kan kabar baik, mengumumkan atau membawa kabar suka-cita, menyampaikan Injil. Karena itu, mengabarkan Injil Kerajaan Allah (4:43) adalah memberitakan Kerajaan Allah sebagai Injil, sebagai kabar baik.
PEMBAPTISAN DAN PENGURAPAN MANUSIA
PENYELAMAT
Dalam 3:21-22 terdapat pembaptisan dan pengurapan Manusia-Penyelamat: ”Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa bu-rung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: ”Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.” Tuhan Yesus dibaptis bukan hanya untuk memenuhi kebenaran menurut ketentuan Allah (Mat. 3:16), tetapi juga untuk membiarkan diri-Nya sendiri diletakkan ke dalam kematian dan kebangkitan, agar Dia dapat mela-yani bukan secara alamiah, melainkan dalam kebangkitan. Dengan dibaptis, Dia mampu hidup dan melayani dalam kebangkitan, sekalipun Dia belum benar-benar mengalami mati dan bangkit, yang dialami-Nya tiga setengah tahun kemudian.
Perihal Tuhan dibaptis untuk memenuhi kebenaran Allah dan diletakkan ke dalam kematian dan kebangkitan membawakan tiga hal kepada-Nya: langit terbuka, Roh Allah turun, dan Bapa berbicara. Hal ini seharusnya kita alami pada hari ini.
Lukas 3:22 mengatakan bahwa Roh Kudus turun ke atas Manusia-Penyelamat dalam rupa seekor merpati. Sebelum Roh Allah turun dan datang ke atas-Nya, Tuhan Yesus dikandung dan lahir dari Roh (Luk. 1:35). Ini membuktikan bahwa Dia telah memiliki Roh Allah di dalam-Nya bagi ke-lahiran-Nya. Sekarang, bagi ministri-Nya, Roh Allah turun ke atas-Nya. Ini adalah penggenapan kitab Yesaya 61:1; 42:1; dan Mazmur 45:8 untuk mengurapi Manusia-Penye-lamat dan memperkenalkan Dia kepada umat-Nya.
Lukas 3:22 mengatakan bahwa Roh Kudus turun dalam rupa seekor burung merpati. Merpati itu lembut, dan mata-nya hanya dapat melihat satu sasaran pada satu saat. Karena itu, merpati menandakan kelembutan dan ketulusan dalam pandangan dan tujuan. Dengan turunnya Roh Allah ke atas-Nya seperti burung merpati, maka Tuhan Yesus me-layani dalam kelembutan dan ketulusan, hanya tertuju ke-pada kehendak Allah.
Dalam 3:22 kita juga nampak bahwa ada suara dari langit, ”Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.” Turunnya Roh Kudus adalah pengurapan Kristus, sedangkan pembicaraan Bapa adalah kesaksian bagi Dia sebagai Anak yang terkasih. Ini adalah gambaran Trinitas Ilahi: Anak bangkit keluar dari air, Roh turun ke atas Anak, dan Bapa berbicara mengenai Anak. Ini mem-buktikan bahwa Bapa, Anak, dan Roh ada secara bersamaan. Hal ini adalah untuk merampungkan ekonomi Allah.