PERSIAPAN MANUSIA-PENYELAMAT DALAM KEINSANIAN-NYA DENGAN KEILAHIAN-NYA (4)
Pembacaan Alkitab: Luk. 2:1-52
Dalam berita ini kita akan membahas kelahiran dan masa kecil Manusia-Penyelamat. Kelahiran-Nya diuraikan dalam 2:1-20, dan masa kecil-Nya, diuraikan dalam 2:21-52.
KELAHIRAN-NYA
Pada Masa Pemerintahan Kaisar Agustus
Lukas 2:1-3 mengatakan, ”Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi gubernur di Siria. Karena itu, pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.” Kaisar Agustus, Kaisar yang kedua, adalah pengganti Kaisar Julius. Tuhan Yesus dilahirkan pada masa pemerintahan Kaisar Agustus.
Satu perintah dikeluarkan oleh Kaisar Agustus untuk mendaftar semua penduduk bumi. Ini adalah kedaulatan Allah, seperti yang disinggung dalam Amsal 21:1. Melalui pendaftaran ini Maria dan Yusuf pergi dari Nazaret ke Betlehem sehingga Penyelamat dapat dilahirkan di sana bagi penggenapan nubuat mengenai tempat kelahiran-Nya (Mi. 5:1; Yoh. 7:41-42).
Di Betlehem
Lukas 2:4-6 mengatakan, ”Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud — supaya didaftarkan bersama-sama de-ngan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ke-tika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk ber-salin.” Keluarga dan keturunan Daud adalah di dalam garis keluarga dan keturunan rajani untuk mewarisi takhta Daud (3:23-31; 1:32; lihat Mat. 1:6-16). Tanpa perintah Kaisar Agustus, tidak mungkin Yusuf dan Maria pergi dari Nazaret ke Betlehem. Pergerakan yang demikian diperlukan agar Kristus lahir di Betlehem untuk menggenapkan nubuat da-lam Perjanjian Lama.
Dibaringkan di dalam Palungan
Ayat 7 mengatakan, ”Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” Ke-hidupan Manusia-Penyelamat dimulai di sebuah palungan, tempat yang paling rendah, karena penginapan penuh de-ngan umat manusia yang jatuh dengan kesibukan kegiat-annya. Kita dapat mengatakan bahwa palungan adalah se-buah lambang dari kehidupan insani Penyelamat.
Lukas menyajikan seorang Manusia-Penyelamat. Setelah mengisahkan keterkandungan-Nya, dalam pasal ini, Lukas memberi kita suatu catatan yang sangat baik mengenai aspek-aspek tertentu dari kehidupan insani Manusia-Penyelamat. Lukas menggambarkan kelahiran insani-Nya yang sejati menurut hukum penciptaan Allah terhadap manusia, supaya Dia dapat menjadi Manusia-Penyelamat bagi keselamatan manusia. Lukas memberikan catatan tentang penyunatan jasmani-Nya menurut hukum ketetapan Allah (2:21-24), supaya Dia dapat menjadi benih Abraham yang sah (Kej. 17:9-14), Dia yang di dalam-Nya terdapat janji Allah kepada Abraham — ”olehmu semua kaum di bumi akan mendapat berkat” (Kej. 12:3) — sebagai Injil yang diberitakan kepadanya (Gal. 3:8), dapat digenapi bagi semua bangsa (Gal. 3:14). Dalam pasal ini kita nampak pertumbuhan insani Manusia-Penyelamat menurut hukum hayat insani (ay. 40), supaya Dia dapat menjadi seorang Manusia yang sempurna untuk mengekspresikan Allah bagi penggenapan rencana penebusan Allah. Akhirnya, Lukas mencatat masa kanak-kanak Tuhan dengan tepat. Pada masa itu tumbuhlah minatnya terhadap perkara-perkara Allah. Minat ini berhubungan dengan ke-Allahan-Nya se-bagai Putra Bapa (ay. 40-52), supaya Dia bisa memiliki ukuran hikmat dan perawakan yang penuh, dan disukai oleh Allah dan manusia.
Catatan tentang kelahiran dan masa kecil Penyelamat dalam pasal ini sangat berbeda dengan catatan yang ada da-lam Matius 2. Catatan Matius tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat kelahiran Penyelamat dan selama masa kecil-Nya menyusun bukti yang tegas dari status raja Kristus yang sah. Lukas juga mencatat kelahiran dan masa kecil Penyelamat, tetapi apa yang dia catat merupakan peristiwa-peristiwa dari aspek yang berbeda, peristiwa-peris-tiwa yang memberikan bukti kuat akan keinsanian Yesus yang sejati. Kedua catatan itu hanya mencakup dua aspek yang berbeda dari status Penyelamat yang ajaib. Catatan Matius mempersaksikan bahwa Kristus adalah Raja yang tepat yang dinubuatkan dalam Kitab Suci, sedangkan catat-an Lukas mengenai masa kecil Yesus membuktikan bahwa Dia adalah seorang manusia yang tepat. Keduanya mutlak berbeda.
Diberitakan kepada Gembala-gembala oleh Malaikat
Kelahiran Manusia-Penyelamat diberitakan kepada gembala-gembala oleh malaikat sebagai kabar baik dengan kesukaan yang besar bagi semua orang (2:8-10). Ayat 8 mengatakan, ”Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.” Pekerjaan mereka dalam menggembalakan kawan-an domba (tidak hanya menyediakan makanan bagi manusia, tetapi juga kurban persembahan kepada Allah) dan kerajinan mereka dalam berjaga malam melayakkan mereka menjadi yang pertama menerima kabar gembira tentang kelahiran ajaib dari Penyelamat, yang diumumkan oleh malaikat. Ketika malaikat Tuhan berdiri dekat gembala-gembala dan ke-muliaan Tuhan bersinar meliputi mereka, mereka sangat ketakutan (2:9). Secara harfiah, bahasa Yunani yang diterje-mahkan ”sangat ketakutan” itu berarti “gentar karena sa-ngat ketakutan”.
Dalam ayat 10-11 malaikat itu berkata kepada gembala-gembala itu, ”Jangan takut, sebab sesungguhnya aku mem-beritakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Kabar baik dengan kesukaan yang besar ini diberitakan kepada semua orang. Ini berarti kabar ini bukan hanya diberitakan kepada orang-orang Yahudi, tetapi juga kepada seluruh umat manusia.
Dalam ayat 12 malaikat itu melanjutkan, ”Inilah tanda-nya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam palungan.” Se-orang bayi di dalam palungan, menunjukkan kekecilan da-lam kerendahan, merupakan tanda dari kehidupan Manusia-Penyelamat. Bayi kecil ini disebut Allah yang Perkasa dalam nubuat mengenai Manusia-Penyelamat (Yes. 9:5).
Sejumlah Besar Bala Tentara Surga Bersama dengan Malaikat itu Memuji Allah
Lukas 2:13 dan 14 mengatakan, ”Tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala ten-tara surga yang memuji Allah, katanya, ’Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.’” Sorak-sorai para malaikat yang bergembira karena kelahiran Penyelamat bagi keselamatan manusia (lihat 15:7) meng-hasilkan pujian kepada Allah. Menurut ayat 14, kedatangan Penyelamat membawa kemuliaan bagi Allah di surga dan membawa damai sejahtera bagi manusia di bumi. Dalam ayat 14 ”manusia yang berkenan kepada-Nya” adalah manusia yang dipilih Allah menurut kerelaan kehendak-Nya (Ef. 1:5).
Pujian bala tentara surga ini memiliki dua aspek: kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di antara manusia di bumi. Penyelamatan Manusia-Penyelamat telah menggenapkan dua perkara ini. Penyelamatan ini telah membawa kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di antara manusia di bumi. Kristus adalah bagi kemuliaan Allah dan damai sejahtera manusia.
Dilihat oleh Gembala-gembala dan Diberitahukan kepada Orang Lain
Dalam 2:15-20 tercatat bahwa gembala-gembala itu pergi ke Betlehem dan “menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan” (ay. 16). Kabar baik mengenai kelahiran Manusia-Penyelamat ini pertama-tama diberitakan oleh malaikat kepada gembala-gembala. Kita dapat mengatakan bahwa malaikat itu memberitakan Injil kepada mereka. Kemudian gembala-gembala itu, sete-lah mendengar pemberitaan malaikat dan datang melihat anak kecil itu, mulai memberitakan kepada orang lain. Ayat 18 mengatakan, ”Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada me-reka.” Setelah melihat Yesus, Anak itu, ”Kemudian kembali-lah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan ke-pada mereka” (ay. 20).
MASA KECIL-NYA
Disunat dan Diberi Nama
Lukas 2:21 membicarakan tentang penyunatan dan pemberian nama Tuhan Yesus: ”Ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” Menurut hukum Taurat, setiap anak laki-laki harus disunat pada hari kedelapan dan diberi nama pada hari itu. Tuhan Yesus disunat dan diberi nama pada hari kedelapan.
Dipersembahkan dan Dipuja
Dalam 2:22-39 terdapat catatan tentang Manusia-Penyelamat ini dipersembahkan dan dipuja. Di satu pihak, sebagai seorang Anak, Dia disajikan, dipersembahkan kepada Allah; di pihak lain, Pada saat itu juga Dia dipuja, dipuji, dan disembah oleh manusia.
Mengenai hal mempersembahan Manusia-Penyelamat ini, 2:22-24 mengatakan, ”Lalu ketika tiba waktu penyucian menurut hukum Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: ’Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah’, dan untuk mempersembahkan kur-ban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.” Agar Manusia-Penyelamat dapat menjadi orang Israel yang tepat, sebagai Manusia yang tepat di hadapan Allah dan manusia, maka apa pun yang dituntut dalam hu-kum Taurat dipenuhi seluruhnya dalam ayat 21-24.
Ayat 24 membicarakan tentang sepasang burung teku-kur atau dua ekor anak burung merpati. Kurban semacam ini menunjukkan kemiskinan orang yang mempersembah-kannya (Im. 12:8), yang juga adalah ciri lain dari kehidupan Manusia-Penyelamat.
Dipuja oleh Simeon
Dalam 2:25-35 Yesus, Anak itu, dipuja oleh Simeon. Ayat 25 mengatakan, ”Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel, dan Roh Kudus ada di atasnya.” Simeon ”benar” terutama terhadap manusia dan ”saleh” terutama terhadap Allah. Sebagai orang yang demikian, ia mencari penghiburan bagi Israel. Manusia-Penyelamat ini adalah penghiburan bagi umat pilihan Allah.
Pemujaan Simeon terhadap Yesus adalah di dalam Roh Kudus. Roh Kudus ada di atasnya (ay. 25), dan telah dinya-takan kepadanya oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Kristus Tuhan (ay. 26), dan ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus (ay. 27).
”Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hu-kum Taurat” (ay. 27), Simeon menyambut Anak itu dan me-natang-Nya sambil memuji Allah, katanya, ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat ke-selamatan yang daripada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menyatakan kehendak-Mu bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemulia-an bagi umat-Mu, Israel” (ay. 28-32). Dalam ayat 30 dan 32 Simeon membicarakan tentang keselamatan dan terang. Ma-nusia-Penyelamat adalah keselamatan Allah bagi umat-Nya dan juga terang bagi bangsa-bangsa dan kemuliaan dari Israel.
Di dalam 2:34-35 Simeon berkata kepada Maria, ”Se-sungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan — dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri — supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Di sini kita nampak bahwa Manusia-Penyelamat ini ditentukan oleh Allah untuk menjadi suatu ujian bagi orang Israel sehingga banyak orang da-ri antara mereka akan tersandung oleh-Nya dan banyak yang akan bangun oleh-Nya (Rm. 9:33).
Manusia-Penyelamat juga merupakan suatu tanda, lambang, yang ditentang, dilawan, dan disanggah oleh orang-orang yang memihak musuh-Nya, sehingga maksud hati banyak orang dapat disingkapkan.
Dalam perkataan Simeon, Manusia-Penyelamat diwahyukan sebagai penghiburan bagi umat Israel, keselamatan Allah, terang bagi bangsa-bangsa, kemuliaan Israel, ujian bagi Israel, dan tanda pertentangan.
Dalam ayat 35 Simeon memberi tahu Maria bahwa suatu pedang akan menembus jiwanya sendiri. Ini menun-jukkan bahwa sewaktu Manusia-Penyelamat sebagai suatu tanda sedang ditentang, penderitaan juga akan menusuk lu-buk batin orang yang melahirkan Dia. Ini berarti mengalami penderitaan-Nya dalam pengalaman atas Dia.
Dalam ayat 35 Simeon juga membicarakan bahwa pikiran hati banyak orang akan menjadi nyata. Apa yang ada di dalam hati manusia mudah disingkapkan oleh sikapnya terhadap Kristus.
Dipuja oleh Hana
Dalam 2:36-39 terdapat pemujaan Hana terhadap Yesus, Anak itu. Ayat 36 mengatakan, ”Lagi pula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya.” Hana adalah seorang janda ”berumur delapan puluh empat tahun seka-rang. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa” (ay. 37). Ayat 38 mengatakan, ”Pada saat itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.” Kata ”kelepasan” di sini menunjuk-kan bahwa Manusia-Penyelamat ini adalah penebusan umat Allah. Hana kembali bersyukur kepada Allah atas Manusia-Penyelamat ini dan berbicara tentang Dia sebagai penebus-an umat Allah.
Dalam 2:21-38 kita nampak bahwa untuk menjadi orang Israel yang tepat menurut hukum Taurat, Manusia-Penye-lamat ini disunat, diberi nama, dan dipersembahkan kepada Allah. Lukas 2:39 mengatakan, ”Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediaman mereka, yaitu kota Nazaret di Galilea.” Manusia-Penyelamat dilahirkan di Betlehem, kota Daud, dan Dia tinggal di sana hanya dalam waktu singkat; tetapi Dia dibesarkan di Nazaret, sebuah kota di Galilea yang dipan-dang rendah, wilayah yang diremehkan. Diremehkan adalah ciri khas lain dari kehidupan insani Penyelamat.
Bertumbuh dalam Perawakan Tubuh, Kuat dalam Roh,
Dipenuhi dengan Hikmat, dan Kasih Karunia Allah ada pada-Nya
Lukas 2:40 mengatakan, ”Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” Dia bertumbuh dalam perawakan tubuh (ay. 52), dan Dia menjadi kuat dalam roh (lihat 1:80).
Ayat 40 mengatakan bahwa sewaktu Manusia-Penyelamat ini bertumbuh, Dia penuh dengan hikmat. Hikmat yang berasal dari ke-Allahan Penyelamat ini (Kol. 2:2-3), tertampil selaras dengan ukuran pertumbuhan perawakan-Nya.
Ayat 40 juga menunjukkan bahwa kasih karunia Allah ada pada-Nya. Sebagai seorang Manusia, Yesus pun memer-lukan kasih karunia Allah untuk kehidupan insani-Nya. Dia dipenuhi dengan hikmat ke-Allahan-Nya dan memerlukan kasih karunia Allah dalam keinsanian-Nya.
Sebagai Allah, Manusia-Penyelamat ini tidak memerlukan kasih karunia. Namun, sebagai seorang Manusia, Dia memerlukan kasih karunia Allah. Karena itu, dalam ayat 40 dikatakan bahwa kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Sebagai manusia, kita semua memerlukan hikmat dan kasih karunia Allah. Hikmat berhubungan dengan cara me-lakukan sesuatu, dan kasih karunia berhubungan dengan kekuatan, kemampuan, untuk melaksanakan sesuatu itu. Dalam kehidupan kita, pertama-tama kita memerlukan cara untuk melakukan sesuatu; kemudian kita memerlukan ke-kuatan untuk melakukannya. Hikmat adalah caranya, dan kasih karunia adalah kekuatannya. Kita memerlukan hik-mat agar memiliki cara yang tepat. Namun hikmat itu sendiri tidaklah cukup. Kita juga memerlukan kasih karunia. Jika kita tidak memiliki kasih karunia, kita tidak akan memiliki kuasa, kekuatan, atau tenaga untuk melaksanakan hal tertentu dengan cara yang tepat. Jika kita memiliki hikmat tanpa kasih karunia, kita akan kecewa karena kita tidak akan dapat memenuhi kewajiban kita. Tetapi kita memiliki hikmat Allah untuk cara kita dan kasih karunia Allah untuk kuasa, kekuatan, dan tenaga kita. Manusia-Yesus ini hidup di dalam hikmat dan kasih karunia Allah.
Memperhatikan Kepentingan Allah
pada Umur Dua Belas dan Patuh kepada
Orang Tua-Nya
Dalam 2:41-51 kita nampak bahwa Tuhan Yesus mem-perhatikan kepentingan Allah pada umur dua belas dan juga patuh kepada orang tua-Nya. Ayat 42 mengatakan, ”Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.” Pada umur dua belas, seorang anak laki-laki disebut “anak hukum Taurat” oleh orang Yahudi dan mulai menjalani kewajiban hukum (Alford). Angka dua belas melambangkan kesempurnaan kekal dalam administrasi Allah. Karena itu, ”dua belas tahun” menunjukkan bahwa apa yang Tuhan lakukan di sini sepenuhnya berhubungan dengan administrasi Allah.
Ayat ini mengatakan bahwa mereka pergi ”seperti yang lazim pada hari raya itu.” Kebiasaan ini ditetapkan Allah ba-gi seseorang agar menjadi seorang laki-laki yang sah di Is-rael (Ul. 16:16).
Menurut ayat 43-48, Yesus, anak laki-laki itu, tetap tinggal di Yerusalem, dan orang tua-Nya tidak mengetahui-nya. Saat mereka sadar bahwa Dia tidak ada bersama-sama dengan mereka di antara orang-orang seperjalanan mereka, mereka kembali ke Yerusalem mencari Dia. Ketika mereka menemukan Dia, ibu-Nya berkata kepada-Nya, ”Nak, menga-pakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Lihat, ba-pak-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau” (ay. 48). Tuhan menjawab, ”Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (ay. 49). Ini menunjukkan bahwa Yesus, anak laki-laki itu, memperhatikan kepentingan Allah. Kata ”Bapa-Ku” da-lam ayat 49 menunjukkan ke-Allahan Yesus, anak laki-laki itu (Yoh. 5:18). Dalam keinsanian-Nya Dia adalah anak orang tua-Nya; dalam keilahian-Nya Dia adalah Putra Allah Bapa.
Ayat 51 mengatakan bahwa Tuhan Yesus ”pulang ber-sama-sama mereka ke Nazaret; dan tetap hidup dalam asuh-an mereka.” Di sini kita nampak kepatuhan keinsanian-Nya kepada orang tua insaninya.
Dalam 2:41-51 kita nampak kembali status ganda Tuhan, status-Nya sebagai Putra Allah dan Putra Manusia. Sebagai Putra Allah, Dia memperhatikan kepentingan Allah. Sebagai Putra Manusia, Dia taat dalam keinsanian-Nya kepada orang tua insani-Nya.
Bertambah dalam Hikmat dan Perawakan, dan Dikasihi Allah dan Manusia
Dalam 2:52 terdapat kesimpulan dari bagian mengenai masa kecil Manusia-Penyelamat: ”Yesus makin dewasa dan bertambah hikmat-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” Seperti dalam ayat 40, hikmat dari ke-Allahan Penyelamat ini dinyatakan dalam ukuran pertumbuhan pe-rawakan-Nya. Kata Yunani untuk ”perawakan” bukan hanya menunjukkan perawakan seperti dalam 19:3, tetapi juga usia.
Dalam ayat 52 dikatakan bahwa Manusia-Penyelamat ini makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Dia makin dikasihi Allah karena Dia bertumbuh dalam ekspresi Allah me-nurut hasrat hati Allah. Dia makin dikasihi manusia karena Dia bertumbuh dalam kebajikan-kebajikan insani, yang penuh hikmat terhadap manusia. Dia bertumbuh sebagai manusia-Allah di hadapan Allah dan manusia.
Seperti yang telah kita tunjukkan, semua kejadian yang dikisahkan oleh Lukas dalam pasal 2 kitab Injil ini adalah bukti-bukti yang kuat bahwa Tuhan Yesus adalah seorang Manusia yang riil, sejati, tepat, dan sempurna. Namun, dalam Matius 2 terdapat kelompok peristiwa-peristiwa lain-nya, dan peristiwa-peristiwa itu membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah seorang Raja, keturunan Daud yang sejati untuk mewarisi takhta dan kerajaan. Karena itu, Matius 2 dan Lukas 2 membicarakan masa kecil Kristus. Tetapi ke-dua kitab itu mewahyukan aspek status-Nya yang berbeda
— status-Nya sebagai seorang Raja dan status-Nya sebagai seorang Manusia yang sejati. Untuk menjadi Raja, perlu ada peristiwa-peristiwa tertentu yang membuktikan bahwa Dia adalah ahli waris dan penggganti takhta Daud yang se-sungguhnya. Untuk diwahyukan sebagai seorang Manusia yang sejati, perlu ada bukti-bukti yang membuktikan kesejatian keinsanian-Nya. Jadi, dalam Lukas 2 kita nampak bukti yang jelas dan kuat bahwa Tuhan Yesus adalah se-orang Manusia yang tepat dan sejati.