← Daftar isi Lukas (1) · bab 24/26

MINISTRI MANUSIA-PENYELAMAT DALAM KEBAJIKAN INSANI-NYA DENGAN ATRIBUT ILAHI-NYA DARI GALILEA KE YERUSALEM (2)

Pembacaan Alkitab: Luk. 9:51—10:24

Dalam berita sebelumnya kita telah memulai membahas bagian kedua dari ministri Manusia-Penyelamat di bumi, yaitu bagian dari Galilea ke Yerusalem (9:51—19:27). Kita telah nampak bahwa Tuhan ditolak oleh orang-orang Sama-ria (9:51-56). Setelah penolakan ini, Dia mengajar orang-orang tertentu untuk mengikut Dia (9:57-62). Pengajaran ini ada-lah satu persiapan untuk menunjuk tujuh puluh murid un-tuk menyebarkan ministri-Nya, seperti yang tercatat dalam 10:1-24.

KETUJUH PULUH MURID KEMBALI

DENGAN GEMBIRA

Lukas 10:17 mengatakan, ”Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, ’Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.’” Tuhan Yesus menjawab, ”Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.” Pada waktu pemberontakannya terhadap Allah sebelum penciptaan manusia, Iblis dihakimi dan dijatuhi hukuman dengan dilempar ke dalam dunia orang mati (alam maut), ke dalam dasar jurang yang paling dalam (Yes. 14:15; Yeh. 28:17). Kemudian Allah mulai melaksanakan keputus-an hukuman yang telah dijatuhkan-Nya kepada Iblis dalam berbagai kesempatan dan dalam berbagai taraf, seperti yang telah dilaksanakan melalui ketujuh puluh murid dalam Lukas 10, melalui Kristus di atas salib (Ibr. 2:14; Yoh 12:31), melalui Anak laki-laki itu dan Mikhael sebelum kesusahan besar, melemparkannya ke bumi (Why. 12:5, 7-10, 13), dan melalui malaikat sebelum Kerajaan Seribu Tahun, meng-hempaskannya ke dalam jurang maut, jurang yang tak ber-dasar (Why. 20:1-3). Pada akhirnya, Iblis akan dihempaskan ke dalam lautan api setelah Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:10) sampai selama-lamanya.

Dalam 10:19 Tuhan selanjutnya berkata kepada ketujuh puluh murid itu, ”Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.” Yang Tuhan berikan kepada murid-murid adalah kekuasaan; sedangkan yang musuh mi-liki adalah kekuatan. Kekuasaan menaklukkan kekuatan. Ular dalam ayat 19 melambangkan Iblis dan malaikat-malaikatnya (Ef. 2:2; 6:11-12); kalajengking melambangkan setan-setan (Luk. 10:17, 20). Dengan kuasa Tuhan murid-murid menaklukkan kekuatan jahat musuh.

Setelah memberi tahu murid-murid bahwa Dia melihat Iblis jatuh dari langit seperti kilat dan setelah mengatakan bahwa Dia telah memberikan kekuasaan atas semua kekuatan musuh, Tuhan berkata, ”Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi ber-sukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga” (ay. 20). Tentu saja diselamatkan dan nama kita terdaftar di surga itu jauh lebih penting daripada mengusir setan-setan. Namun, kaum beriman, khususnya orang-orang muda, lebih gembira karena hal mengusir setan-setan daripada nama mereka terdaftar di surga. Setelah mendengar laporan dari ketujuh puluh murid itu, Tuhan Yesus tidak gembira karena hal menaklukkan setan-setan. Tuhan memberi tahu murid-murid bahwa mereka seharusnya bersukacita, memuji, bukan karena setan-setan itu takluk kepada mereka, melainkan karena nama mereka telah terdaftar di surga.

Kali pertama kita mendengar tentang yobel, kita mung-kin sangat gembira. Saya memperhatikan bahwa setelah ada satu berita tentang yobel belakangan ini, orang-orang kudus sangat gembira. Tetapi mereka tidak gembira ketika saya menunjukkan dalam berita selanjutnya bahwa kita harus disatukan dengan kematian Kristus untuk berbagian dalam kenikmatan atas yobel. Kristus harus mati untuk meng-genapkan yobel, dan kita perlu mati untuk berbagian dalam yobel. Di luar kematian, yobel tidak dapat menjadi pengala-man kita. Namun, kita tidak menganggap firman yang de-mikian sangat menggembirakan.

Setelah Tuhan Yesus menjelaskan hal yobel kepada murid-murid, Dia berbicara kepada mereka mengenai ke-matian-Nya. Dia mengungkapkan kematian-Nya untuk kali pertama dalam Lukas 9:22, dan untuk kali kedua dalam 9:44. Sebelum mengungkapkan kematian-Nya untuk kali kedua, Tuhan menyuruh murid-murid ”mendengarkan dan memperhatikan”. Meskipun demikian, mereka tidak memahami apa yang sedang dikatakan-Nya. Seperti murid-murid itu, kita mungkin gembira karena yobel, tetapi kita tidak gembira atas firman Tuhan tentang perlunya kita mati ber-sama Dia untuk berbagian dalam kenikmatan atas yobel. Dalam 10:20 Tuhan menyuruh murid-murid untuk tidak ber-sukacita karena hal menaklukkan setan-setan, atas fakta bahwa roh-roh itu takluk kepada mereka. Dia memberi tahu mereka untuk bersukacita karena nama mereka terdaftar di surga.

MANUSIA-PENYELAMAT BERGEMBIRA

DALAM ROH KUDUS

Lukas 10:21-22 mengatakan, ”Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, ’Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah di-erahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang mengenal siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu ber-kenan menyatakan hal itu.” Doa Tuhan di sini melibatkan Trinitas secara ekonomikal. Dalam Roh Kudus Putra memuji Bapa, Tuhan langit dan bumi. Secara ekonomikal, semua hal telah diserahkan kepada Putra oleh Bapa. Sekarang tidak ada seorang pun yang mengenal Putra selain Bapa dan yang mengenal Bapa selain Putra, dan ia yang kepadanya Putra berkenan mewahyukan Bapa. Penekanannya di sini bukan pada Trinitas esensial melainkan pada Trinitas ekonomikal.

Dalam kegembiraan-Nya di dalam Roh Kudus, Penyelamat memuji Bapa, Tuhan langit dan bumi. ”Bapa” mengacu kepada hubungan Bapa dengan Dia, Putra. ”Tuhan langit dan bumi” mengacu kepada hubungan Allah dengan alam semesta. Ketika umat Allah dikalahkan oleh musuh-Nya, Dia disebut Allah atas langit (Ezr. 5:11-12; Dan. 2:18, 37). Tetapi ketika ada seorang manusia berdiri bagi Allah di bumi, Dia disebut yang empunya langit dan bumi (Kej. 14:19, 22). Di sini dalam Lukas 10:21 Manusia-Penyelamat, sebagai Putra Manusia, juga menyebut Bapa Tuhan langit dan bumi. Ini menunjukkan bahwa Dia berdiri di bumi demi kepentingan Allah. Dalam 10:21 Putra memuji Bapa bahwa Dia telah ”menyembunyikan hal-hal ini dari orang bijak dan orang pandai, tetapi menyatakannya kepada orang kecil.” ”Orang bijak dan orang pandai” khususnya mengacu kepada orang-orang yang ada di ketiga kota yang disinggung dalam ayat 13 dan 15, yaitu orang-orang yang bijak dan pandai di mata mereka sendiri. Kehendak Bapa adalah menyembunyikan pengenalan akan Putra dan Bapa terhadap orang-orang yang demikian. ”Orang kecil” dalam ayat 21 mengacu kepada murid-murid, yang adalah anak-anak hikmat. Bapa ber-kenan mewahyukan Putra dan Bapa kepada mereka.

Kita tidak boleh menganggap diri kita sendiri bijak dan pandai. Jika kita memiliki pandangan yang demikian terhadap diri sendiri, kita tidak akan menerima wahyu tentang Putra dan Bapa. Daripada menganggap diri kita bijak dan pandai, lebih baik kita menganggap diri kita seperti bayi-bayi, seperti orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan. Bapa berkenan mewahyukan pengenalan akan Putra dan Bapa kepada bayi-bayi, tetapi menyembunyikannya dari orang yang bijak dan pandai.

Dalam ayat 22 Tuhan mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang mengenal Putra selain Bapa dan yang mengenal Bapa selain Putra, dan ia yang kepadanya Putra berkenan mewahyukan Bapa. Kata ”mengenal” di sini mene-kankan pengenalan yang penuh, bukan hanya pengetahuan yang obyektif. Mengenai Putra, hanya Bapa yang memiliki pengenalan yang demikian, dan mengenai Bapa, hanya Putra yang memiliki pengenalan seperti itu. Maka, untuk menge-nal Putra perlu wahyu dari Bapa (Mat. 16:17), dan untuk mengenal Bapa perlu wahyu dari Putra (Yoh. 17:6, 26). Kata ”berkenan” dalam 10:22 berarti dengan hati-hati melakukan kehendak sesuai rencana.

HAL-HAL YANG TERCAKUP DI DALAM PENDAFTARAN NAMA KITA DI SURGA

Lukas 10:23-24 mengatakan, ”Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, ’Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.’” Dalam kedua ayat ini Manusia-Penyelamat tiga kali membicarakan tentang ”melihat”, ”ingin melihat”, dan “ingin mendengar”. Hal-hal apakah yang telah dilihat oleh murid-murid dan yang ingin dilihat oleh banyak nabi dan raja? Hal-hal apakah yang telah didengar murid-murid dan yang ingin didengar oleh banyak nabi dan raja? Mengenai hal ini kita harus memperhatikan ”semuanya itu” yang Tuhan katakan dalam ayat 21, dan ”semua” dalam ayat 22. Pertama-tama Tuhan bergembira dalam Roh Kudus bahwa Bapa telah menyembunyikan semuanya itu bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi menyatakannya kepada orang kecil. Kemudian Tuhan mengatakan bahwa semua telah diserahkan kepada-Nya oleh Bapa. Setelah ini, Tuhan secara tersendiri memberi tahu murid-murid bahwa mata mereka berbahagia karena melihat apa yang mereka lihat. Apakah ”semuanya,” ”semua” ini? Kita akan nampak bahwa semuanya ini mengacu kepada hal yang sama.

Kita telah melihat bahwa ketujuh puluh murid kembali dengan gembira, bersukacita karena roh-roh jahat takluk kepada mereka demi nama Tuhan. Namun Tuhan memberi tahu mereka supaya tidak bersukacita karena roh-roh itu takluk kepada mereka, melainkan bersukacita karena nama mereka terdaftar di surga. Pada waktu yang sama Dia ber-gembira dalam Roh Kudus dan memuji Bapa karena menyembunyikan semuanya itu dari orang bijak dan orang pandai dan menyatakannya kepada orang kecil. Kemudian Dia memberi tahu murid-murid, bahwa semua telah diserah-kan kepada-Nya oleh Bapa. Akhirnya, Dia memberi tahu mereka bahwa mereka berbahagia karena melihat dan mende-ngar hal-hal yang dapat mereka lihat dan mereka dengar. ”Semuanya” dalam ayat 21, ”semua hal” dalam ayat 22, dan ”apa yang” dalam ayat 23 dan 24 semuanya berhubungan dengan hal-hal yang tercakup dalam pendaftaran nama kita di surga.

Pendaftaran nama kita di surga mencakup banyak hal. Sebenarnya, keempat belas Surat Rasul Paulus diperlukan untuk menggambarkan apa yang tercakup dalam pendaftaran nama kita di surga. Kita tidak seharusnya berharap mendapatkan penjelasan yang penuh tentang hal-hal ini dalam Injil Lukas. Hal ini mencakup rahasia Allah, khusus-nya rahasia Allah, yaitu Kristus, dan rahasia Kristus, yaitu gereja.

Firman tentang ”semuanya”, ”semua”, dan ”apa yang” dalam Lukas 10 dapat mengingatkan kita kepada perkataan Paulus dalam 1 Korintus 2:9: ”Tetapi seperti ada tertulis: ’Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di da-lam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” ”Apa yang” di sini mengacu ke-pada hal-hal di dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ruang lingkup yang dapat dilihat mata itu sempit; ruang lingkup yang dapat dipahami oleh telinga itu luas; dan ruang lingkup yang dapat disadari oleh hati itu tanpa batas. Allah dalam hikmat-Nya telah menentukan dan mempersiapkan bagi kita banyak hal yang dalam, rahasia, dan tersembunyi, seperti pembenaran, pengudusan, pemuliaan, dll. Semua itu tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah dipahami oleh hati.

Saya ingin menekankan fakta bahwa penjelasan untuk ”semuanya”, ”semua”, dan ”apa”, tidak ditemukan dalam Injil Lukas. Untuk penjelasan ini kita harus datang kepada Surat-surat Rasul Paulus. Dalam Surat-surat Rasul Paulus terdapat ekonomi Perjanjian Baru Allah dan rahasia-rahasia dalam ekonomi ini. Betapa menakjubkan dan dalamnya rahasia-rahasia ini! Apa yang diwahyukan dalam surat-surat Paulus mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah mencakup Trinitas ilahi, rencana kekal Allah, Kristus sebagai perwujudan Allah, gereja sebagai Tubuh Kristus, dan maksud Allah untuk diekspresikan melalui Trinitas ilahi-Nya dalam gereja.

Lukas 10:21-24 sangat mirip dengan Matius 11:25-27. Namun, firman dalam Injil Matius tidak sejelas atau menyeluruh seperti dalam Injil Lukas. Sewaktu membaca Matius 11 kita tidak merasakan perlunya empat belas Surat Rasul Paulus untuk mendapatkan pemahaman yang tepat tentang hal-hal yang tersembunyi bagi orang bijak dan orang pandai dan mewahyukannya kepada orang kecil. Tetapi sewaktu kita membaca Lukas 10, dengan penekanan pada ”semuanya”, ”semua”, dan khususnya ”apa yang”, kita menyadari perlu-nya Surat-surat Rasul Paulus, di mana kita mendapatkan satu definisi dan penjelasan yang penuh tentang semua itu.

Dalam Injil Lukas 10 dengan sangat dalam Tuhan Yesus menjamah hal-hal rahasia yang kemudian disingkapkan da-lam Surat-surat Rasul Paulus. Dalam pasal ini Tuhan menunjukkan bahwa realitas yobel ada dalam semuanya ini. Ini berarti bahwa realitas yobel bukan hanya dalam mengusir roh-roh jahat, menaklukkan roh-roh, tetapi juga kita dibawa masuk ke dalam apa yang ditentukan oleh Allah bagi kita sebelum dunia dijadikan. Allah telah memilih kita dan me-nakdirkan kita untuk menikmati rencana kekal-Nya, rencana yang dilaksanakan dalam ekonomi Perjanjian Baru-Nya. Dia juga telah menakdirkan kita untuk menikmati semua hal yang berhubungan dengan ekonomi-Nya, hal-hal yang sepenuhnya disingkapkan dalam Surat-surat Rasul Paulus.

Saya percaya bahwa pendaftaran nama kita di surga itu meliputi pemilihan Allah atas kita dan penakdiran-Nya terhadap kita. Sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih kita, dan kemudian Dia menakdirkan kita. Itulah pendaftaran nama kita di surga.

Sewaktu Paulus membicarakan rahasia Kristus, yaitu Tubuh Kristus dalam Surat Efesus, ia memulai dengan memberi tahu kita tentang pemilihan dan penakdiran Bapa sebelum dunia dijadikan. Inilah dasar kita untuk mengatakan bahwa penjelasan tentang ”semuanya”, ”semua”, dan ”apa yang”, dalam Lukas 10 terdapat dalam empat belas Surat Rasul Paulus. Karena itu, pendaftaran nama kita di surga menunjuk kepada semua rahasia yang diwahyukan dalam Surat-surat Rasul Paulus. Inilah sebabnya saya mengatakan bahwa dalam Lukas 10, dengan sangat dalam Tuhan membahas tentang ekonomi Perjanjian Baru Allah. Jika kita menginginkan pemahaman yang menyeluruh ten-tang ”semuanya”, ”semua”, dan ”apa yang”, kita perlu melihat Surat-surat Rasul Paulus.