MINISTRI MANUSIA-PENYELAMAT DALAM KEBAJIKAN INSANI-NYA DENGAN ATRIBUT ILAHI-NYA DI GALILEA (10)
Pembacaan Alkitab: Luk. 9:1-26
Kita telah nampak bahwa dalam 7:36—8:21 kehidupan orang Kristen dimulai dari pengampunan dosa dan kemudian mencapai satu titik di mana kita menjadi sanak keluarga Kristus, anggota-anggota Tubuh-Nya. Sebagai sanak keluarga-Nya, kita siap untuk berjalan di jalan yang telah ditentukan-Nya dan pergi serta mengunjungi berbagai tempat bersama-Nya.
PENYEBARAN YOBEL
Menjelang Lukas 9:1, murid-murid Tuhan telah disem-purnakan sampai pada satu tingkat. Sekarang kita perlu melihat bahwa mereka disempurnakan untuk penyebaran tahun yobel. Setelah Manusia-Penyelamat dipersiapkan se-penuhnya, Dia dibaptis, diuji, dan diurapi. Setelah layak dan disempurnakan sepenuhnya, Dia memulai ministri-Nya. Me-nurut pasal 4, ministri-Nya dimulai dengan pengumuman yobel.
Ketika Tuhan mengumumkan yobel, Dia sendiri melak-sanakan ministri yang diberikan Allah. Setelah Dia mengumumkan yobel, Dia memanggil orang-orang tertentu. Da-lam 6:13 kita nampak bahwa Dia memanggil murid-murid-Nya, dan ”memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.” Kita dapat mengatakan bahwa di dalam pasal 6—8 kedua belas rasul itu adalah ”murid-mu-rid” yang mengikuti Tuhan yang belajar bagaimana melak-sanakan ministri-Nya. Seperti yang ditunjukkan oleh catat-an dalam 7:3—8:56, dosa-dosa mereka diampuni dan mereka mulai mengasihi Tuhan dan menempuh suatu kehidupan damai sejahtera. Mereka juga mulai bertumbuh dalam hayat, bercahaya seperti pelita, dan menjadi sanak keluarga Kristus. Dalam pasal 8, mereka berjalan bersama Tuhan dengan firman-Nya. Di satu tempat mereka menghadapi setan-setan dan melihat bagaimana Tuhan membersihkan usaha peternakan babi. Di tempat lainnya, mereka meng-hadapi seorang perempuan dengan keadaan yang membocor-kan hayat dan seorang anak perempuan yang dibangkitkan dari kematian. Karena itu, pada akhir pasal 8 para pengikut Tuhan ini telah sedikit banyak disempurnakan.
Pasal 9 dimulai dengan bagian lainnya dari Injil Lukas, yaitu satu bagian yang berkenaan dengan penyebaran yobel. Apakah yobel itu? Yobel sebenarnya adalah Injil Perjanjian Baru. Seperti yang telah kita lihat, Injil ini adalah peng-umuman kemerdekaan dari orang-orang yang tertawan dan pemulihan hak kelahiran yang telah hilang. Sekarang dalam pasal 9 terdapat permulaan dari penyebaran yobel ini. Sebe-lum waktu ini, ministri itu hanya dilaksanakan oleh Tuhan sendiri. Tetapi dalam 9:1 kita memiliki penyebarannya me-lalui dua belas orang lainnya. Karena itu, mulai 9:1 kita nampak penyebaran ministri itu, penyebaran yobel melalui kedua belas rasul. Pemikiran tentang penyebaran yobel ini menjadi dasar dari catatan dalam 9:1-26. Kasus-kasus ter-tentu dalam 9:1-26 ditemukan juga dalam Injil Matius dan Injil Markus. Dalam Injil Matius kasus-kasus ini dipakai sebagai bukti untuk membuktikan doktrin Kerajaan Surga, dan dalam Injil Markus kasus-kasus ini dipakai untuk me-nyajikan Tuhan Yesus sebagai Hamba Allah yang setia yang melaksanakan ministri yang ditentukan Allah. Namun da-lam Injil Lukas, kasus-kasus ini dipakai untuk menunjukkan penyebaran yobel. Yobel telah diumumkan oleh Manusia-Penyelamat, dan pengumuman ini berlanjut sampai akhir pasal delapan. Sekarang dalam Lukas 9 penyebaran yobel ini dimulai. Yang mengumumkan yobel ini sekarang bukan hanya satu orang melainkan dua belas orang lainnya diutus untuk menyebarkan yobel. Memang, kata ”yobel” atau ”tahun rahmat Tuhan” tidak disinggung dalam 9:1-26. Meskipun demikian, pemikiran yang mendasar ini sangat erat hubung-annya dengan yobel.
PENYEBARAN MINISTRI MELALUI
KEDUA BELAS RASUL
Dalam 9:1-6 kita nampak penyebaran ministri ini melalui dua belas rasul. Penyebaran ministri ini sebenarnya adalah penyebaran yobel.
Memberi Mereka Tenaga dan Kuasa atas
Setan-setan dan untuk Menyembuhkan Penyakit
Lukas 9:1 mengatakan, ”Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.” Tenaga dan kuasa atas setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit adalah bagi pembebasan orang-orang yang tertawan. Akibat kejatuhan, manusia di-tawan oleh Iblis, dosa, dan penyakit (yang adalah akibat dosa). Setiap manusia yang telah jatuh adalah tawanan setan-setan dan penyakit-penyakit. Karena itu, Manusia-Penyela-mat ini memberikan kedua belas rasul itu tenaga dan kuasa atas setan-setan dan penyakit-penyakit. Ini adalah aspek ne-gatif dari yobel, aspek pembebasan orang-orang yang ter-tawan.
Kuasa dalam 9:1 atas setan-setan dan penyakit adalah pencicipan terhadap kuat kuasa di zaman yang akan datang (Ibr. 6:5), yaitu masa seribu tahun, yang di dalamnya semua setan akan diusir dan semua penyakit akan disembuhkan (Yes. 35:5-6).
Setan-setan adalah roh-roh dari makhluk-makhluk hidup yang hidup di zaman sebelum Adam dan dihakimi oleh Allah ketika mereka bergabung dengan pemberontakan Sa-tan, Iblis (lihat Pelajaran-Hayat Kejadian Berita 2). Malai-kat-malaikat yang jatuh bekerja sama dengan Iblis di udara (Ef. 2:2; 6:11-12), dan setan-setan bergerak bersamanya di bumi. Keduanya bertindak jahat kepada manusia untuk ke-rajaan Iblis. Perasukan setan-setan atas orang-orang melam-bangkan penyusupan Iblis atas manusia, yang diciptakan oleh Allah bagi tujuan-Nya. Setan-setan itu perlu diusir dari orang-orang yang kerasukan supaya mereka dapat dibebas-kan dari belenggu Iblis (Luk. 13:16), keluar dari kuasa ke-gelapan Iblis (Kis. 26:18; Kol. 1:13), dan masuk ke dalam Ke-rajaan Allah.
Mengutus Mereka untuk Mengumumkan
Kerajaan Allah
Lukas 9:2 mengatakan, ”Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit.” Di sini kita nampak pengumuman Kerajaan Allah sebagai sebagai aspek positif dari yobel. Kerajaan Allah melibatkan pemulihan hak untuk menikmati Allah di dalam Kristus.
Marilah kita mengulang kembali apa yang telah dikata-kan dalam berita sebelumnya mengenai Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah Penyelamat (17:21), sebagai benih ha-yat, yang ditaburkan ke dalam kaum beriman-Nya, umat pilihan Allah (Mrk. 4:3, 26), dan berkembang ke dalam suatu alam tempat Allah memerintah sebagai kerajaan-Nya dalam hayat ilahi-Nya. Jalan masuknya adalah kelahiran kembali (Yoh. 3:5), dan perkembangannya adalah pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi (2 Ptr. 1:3-11). Ini adalah kehi-dupan gereja pada hari ini, yang di dalamnya kaum beriman yang setia hidup (Rm. 14:17), dan akan berkembang ke da-lam kerajaan yang akan datang sebagai pahala (Gal. 5:21; Ef. 5:5), yang akan diwarisi oleh orang-orang kudus peme-nang dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:4, 6). Akhirnya kerajaan ini akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai kerajaan kekal Allah, satu alam kekal dari berkat kekal ha-yat kekal Allah untuk dinikmati seluruh umat tebusan Allah di dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya (Why. 21:1-4; 22:1-5). Kerajaan yang demikian, yaitu Keraja-an Allah, adalah yang diberitakan oleh Penyelamat sebagai Injil, sebagai kabar baik (4:43).
Menurut 9:2, Tuhan mengutus kedua belas orang itu untuk mengumumkan Kerajaan Allah. Mengumumkan Kerajaan Allah adalah mengumumkan yobel. Khususnya, ini mengumumkan aspek yang positif dari yobel — pemulihan hak kita yang telah hilang atas kenikmatan akan Allah. Karena itu, dalam mengutus kedua belas orang itu, Manusia-Penyelamat menyebarkan yobel melalui mereka ke seluruh negeri itu.
Melarang Kedua Belas Rasul Membawa Apa-apa dalam Perjalanan Mereka
Dalam 9:3-4 Tuhan berkata kepada kedua belas rasul, ”Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan mem-bawa tongkat atau kantong perbekalan, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.” Mengapa Manusia-Penyelamat melarang orang-orang yang diutus itu membawa apa-apa dalam perjalanan mereka? Karena dalam ketentuan Allah, dalam masa yobel, segala sesuatu adalah milik bersama. Sebab itu, kedua belas rasul itu tidak perlu membawa apa-apa bagi diri mereka. Gambaran di sini menunjukkan bahwa ketika yobel itu tiba, tidak akan ada rasa egois yang hanya untuk diri sendiri. Sebaliknya, segala sesuatu adalah untuk kita dan juga untuk orang lain.
Rasul-rasul Pergi Memberitakan Injil
Lukas 9:6 mengatakan, ”Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi desa-desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.” Apakah Injil ini? Ini adalah Kerajaan Allah. Kabar baik yang ditentukan oleh Manusia-Penyelamat adalah pemberitaan Kerajaan Allah.
Lukas 9:6 menyatakan bahwa rasul-rasul pergi ”menyembuhkan orang sakit di segala tempat.” Ini menun-jukkan bahwa mereka pergi untuk menerapkan yobel. Yobel diumumkan oleh Manusia-Penyelamat dalam pasal 4, tetapi dalam pasal 9, yobel ini diterapkan kepada orang-orang di Yudea oleh kedua belas rasul itu.
Herodes Sangat Cemas
Lukas 9:7-9 mengatakan, ”Herodes, raja wilayah, men-dengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan bahwa Yohanes telah dibangkitkan dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, ’Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa sebenarnya Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?’ Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.” Menurut Markus 6:14-29, Herodes telah memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Itu adalah satu petunjuk dari kebencian Iblis kepada pelopor Manusia-Penyelamat yang setia. Kebencian ini dinyatakan dalam ke-gelapan dan ketidakadilan orang-orang dunia yang berkuasa. Dalam Lukas 9 kita nampak bahwa ketika Herodes men-dengar apa yang terjadi itu, ia sangat cemas.
MEMBERI MAKAN LIMA RIBU ORANG
Tuhan Pergi secara Diam-diam
Dalam 9:10-11 Lukas selanjutnya berkata, ”Sekembalinya rasul-rasul itu menceritakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan pergi menyendiri bersama mereka ke sebuah kota yang ber-nama Betsaida. Akan tetapi orang banyak mengetahuinya,
lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.” Di sini kita nampak bahwa karena penentangan Herodes, Manusia-Penyelamat pergi secara diam-diam ke kota Betsaida. Di tempat itu Dia berbicara mengenai Kerajaan Allah kepada orang banyak yang mengikuti-Nya. Dia juga menyembuhkan yang sakit. Sekali lagi kita memiliki penerapan yobel yang telah diumumkan dalam pasal 4. Pembicaraan Tuhan menge-nai Kerajaan Allah adalah aspek positif dari yobel — pe-mulihan hak untuk menikmati Allah; dan penyembuhan-Nya atas orang sakit adalah aspek negatif dari yobel — pem-bebasan orang-orang yang tertawan. Bahkan sewaktu Dia pergi karena penentangan Herodes, Tuhan tetap melanjut-kan menerapkan yobel.
Memberi Makan Orang Banyak dengan Lima Roti dan Dua Ikan
Dalam 9:12-17 terdapat catatan Lukas tentang memberi makan lima ribu orang. Dalam Injil Yohanes kasus ini di-pakai untuk membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah roti yang menyuplaikan hayat, roti yang hidup, roti Allah, yang turun dari surga untuk memberi hayat kepada dunia. Akan tetapi, dalam Injil Lukas kasus ini dipakai untuk membuk-tikan hal lainnya lagi. Dengan kata lain, dalam mencatat memberi makan lima ribu orang ini, Lukas memiliki satu pandangan yang berlainan dengan catatan dalam Yohanes 6. Sekali lagi kita nampak bahwa pandangan Lukas itu ber-hubungan dengan yobel. Lukas 9:12-17 menunjukkan bahwa dalam yobel tidak ada seorang pun yang akan kekurangan; tidak ada seorang pun yang akan kehabisan, dan tidak akan ada kemiskinan.
Menurut ayat 13, orang banyak itu berjumlah kira-kira lima ribu orang laki-laki. Jika ditambah dengan perempuan-perempuan dan anak-anak, maka jumlahnya mungkin lebih dari sepuluh ribu orang. Semua orang itu tidak memiliki ma-kanan, sungguh merupakan suatu kekurangan yang sangat besar. Karena memandang hal ini dari pemahaman alamiah mereka, kedua belas murid itu datang kepada Tuhan dan berkata, ”Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang terpencil” (ay. 12). Saran murid-murid agar Tuhan membubarkan orang banyak itu adalah ekspresi dari manusia alamiah.
Tuhan menjawab murid-murid dengan berkata, ”Kamu harus memberi mereka makan” (ay. 13). Di sini Tuhan se-olah-olah berkata, ”Bagi orang-orang yang miskin dan yang tidak memiliki apa-apa untuk dimakan, kamu harus memberi makanan dengan cuma-cuma, tanpa bayar.” Dalam yobel semua orang diberi makan tanpa bayar.
Zaman Perjanjian Baru seharusnya merupakan zaman yobel. Namun, sayang sekali, karena situasi yang merosot di antara orang-orang Kristen, yobel ini telah hilang. Tetapi saya percaya bahwa Tuhan sekarang sedang memulihkan yobel ini. Dalam pemulihan yobel oleh Tuhan seharusnya tidak boleh ada kekurangan. Sebaliknya, seharusnya ada sesuatu yang tersisa, seperti dua belas bakul penuh potongan-potongan yang lebih dalam 9:17. Ini berarti harus selalu ada satu ekspresi kelimpahan kekayaan.
Ketika Tuhan menyuruh murid-murid memberi sesuatu untuk dimakan kepada orang banyak itu, mereka menjawab, ”Yang ada pada kami tidak lebih daripada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini” (ay. 13). Kemudian Tuhan berkata kepada murid-murid untuk menyuruh orang-orang itu ”duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang seke-lompok” (ay. 14). “Setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya disajikan kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikum-pulkan potongan-potongan roti yang lebih sebanyak dua be-las bakul” (ay. 16-17). Di sini kita nampak bahwa setiap orang dipuaskan dan bahwa jumlah yang tersisa itu lebih besar daripada yang semula ada di tangan mereka. Sewaktu kita membaca hal ini, kita mungkin berkata, ”Ini adalah satu mujizat.” Ya, ini memang satu mujizat. Meskipun demikian, kita perlu melihat butir yang penting bahwa Lukas mencatat mujizat ini dalam Injilnya dari sudut pandang yobel. Catatan tentang memberi makan lima ribu orang ini menunjukkan bahwa dalam yobel tidak ada kekurangan. Dalam yobel setiap orang dipuaskan.