NENEK MOYANG DAN STATUS RAJA (1)
PENDAHULUAN
Alkitab adalah perkataan Allah. Alkitab memiliki dua bagian. Pada bagian pertama, yaitu Perjanjian Lama, Allah berbicara melalui para nabi, dan pada bagian kedua, yaitu Perjanjian Baru, Dia berbicara di dalam Anak (di dalam persona Anak, Ibr. 1:1-2). Bagian kedua ini terdiri atas keempat kitab Injil, Kitab Kisah Para Rasul, Surat Kiriman, dan Kitab Wahyu. Ketika Anak (Putra) berada di dalam daging, Ia mulai berbicara dalam keempat kitab Injil tersebut. Setelah kebangkitan-Nya, Ia berbicara sebagai Roh itu melalui rasul-rasul (Yoh. 16:12-14). Jadi, Perjanjian Baru merupakan perkataan Anak kepada kita, yang memberikan diri-Nya sebagai hayat dan segala sesuatu kita, agar kita dapat menjadi Tubuh-Nya, ekspresi-Nya, yaitu gereja.
Alkitab adalah kitab hayat, dan hayat ini adalah persona Kristus yang hidup. Perjanjian Lama memberi kita suatu gambaran dalam lambang dan nubuat mengenai Kristus sebagai yang akan datang. Dalam Perjanjian Baru, Ia yang dinubuatkan itu telah datang. Jadi, Perjanjian Baru adalah penggenapan dari Perjanjian Lama. St. Augustine pernah mengatakan sebuah kalimat yang sangat baik, “Perjanjian Baru terkandung dalam Perjanjian Lama, dan Perjanjian Lama diekspresikan dalam Perjanjian Baru. Kedua Perjanjian ini sebenarnya adalah satu, yaitu mewahyukan satu persona yang adalah hayat kita.”
KATA PEMBUKA PERJANJIAN BARU
Hampir semua orang Kristen dipersulit oleh bagian per-tama dalam Perjanjian Baru. Bagian ini memuat banyak sekali nama yang sulit diucapkan. Namun demikian, bagian ini adalah bagian yang pertama dari Perjanjian Baru. Dalam setiap bentuk karangan, baik prakata maupun kata penutup sangatlah penting. Banyak orang Kristen ketika membaca sampai Perjanjian Baru, mereka melewati bagian pertama dari Matius 1 dan mulai membacanya dari ayat 18, seolah-olah dalam Perjanjian Baru tidak ada Matius 1:1-17. Tetapi syukur kepada Allah, karena di dalam firman terdapat bagian yang kaya ini! Silsilah Kristus ini merupakan ringkasan seluruh Perjanjian Lama. Ringkasan ini meliputi segala sesuatu, kecuali sepuluh setengah pasal pertama dari Kitab Kejadian. Jika kita hendak mengetahui makna dari silsilah ini, kita harus mengetahui seluruh Perjanjian Lama.
GAMBARAN YANG HIDUP MENGENAI KRISTUS
Saya perlu mengatakan sesuatu tentang Perjanjian Baru. Perjanjian Baru merupakan gambaran yang hidup mengenai satu persona. Kita semua harus menyadari bahwa persona ini sangatlah ajaib. Ia adalah Allah juga manusia. Ia adalah perbauran antara Allah dengan manusia. Ia memiliki sifat ilahi dan insani yang berbaur menjadi satu. Ia adalah raja, dan Ia juga adalah hamba. Alangkah ajaibnya Dia!
Tidak ada seorang manusia pun yang pernah mengucapkan perkataan seperti yang Dia katakan, yaitu perkataan yang sangat dalam tetapi jelas. Misalnya, Yesus berkata, “Akulah roti kehidupan (hayat),” (Yoh. 6:35) dan “Akulah terang dunia” (Yoh. 8:12). Plato dan Konghucu adalah ahli-ahli filsafat yang besar dan orang-orang sangat menghargai perkataan mereka, tetapi mereka tidak dapat mengatakan, “Akulah terang dunia.” Tidak ada pula orang yang dapat ber-kata, “Akulah jalan,” atau “Akulah realitas” (Yoh. 14:6). Ini adalah kata-kata sederhana dan kalimat pendek — “Aku adalah”, dan “Aku adalah Sang adalah itu”, — tetapi sangat besar dan dalam. Di antara kita siapa yang bisa mengatakan bahwa kita adalah terang dunia, atau kita adalah hayat? Jika kita berkata demikian, mereka pasti akan mengirim kita ke rumah sakit jiwa. Tetapi Yesus dapat berkata demikian. Ia sangat agung!
EMPAT BIOGRAFI DARI SATU PERSONA
Yesus itu almuhit. Pada-Nya terdapat banyak aspek. Tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan sampai tuntas mengenai apa dan siapa Dia. Siapa lagi di dalam sejarah yang mempunyai empat biografi seperti yang ditulis mengenai Dia? Meskipun Perjanjian Baru adalah kitab yang pendek, tetapi kitab ini dimulai dengan empat biografi dari satu persona, yang memberi tahu kita tentang hidup Kristus.
Setiap orang di antara kita mempunyai empat sisi: muka dan belakang, kanan dan kiri. Jika Anda melihat wajah saya dari depan, Anda akan melihat tujuh lubang pada wajah saya. Tetapi jika saya berbalik membelakangi Anda, semua lubang itu tidak akan terlihat. Pada samping kanan saya, Anda akan melihat sebuah lubang yang kecil, demikian pula pada samping kiri. Jika Anda hendak menggambar diri saya dengan tepat, Anda harus menggambar dari setiap sisi. Inilah yang dilakukan dalam Perjanjian Baru.
Mengapa kita memilki empat kitab Injil? Karena setidaknya Kristus memiliki empat aspek utama. Kristus itu agung! Kristus itu almuhit dan kekayaan-Nya tidak terduga. Ia memerlukan beberapa biografi. Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, masing-masing menyajikan aspek Kristus yang berlainan, karena mereka masing-masing berasal dari kalangan yang berbeda. Matius misalnya, adalah seorang pemungut cukai. Di kalangan orang Yahudi pada zaman itu, pemungut cukai adalah orang yang dipandang rendah. Tetapi justru Matius adalah orang yang menulis biografi pertama Kristus. Markus adalah rakyat jelata, dan Lukas adalah seorang tabib, bukan orang Yahudi. Mula-mula, Yohanes adalah penjala ikan biasa, tetapi akhirnya ia menjadi rasul tua yang berpengalaman. Masing-masing menulis biografi yang berbeda mengenai Kristus yang sama. Persona yang hidup ini memerlukan banyak biografi.
KELUASAN KRISTUS
Kitab Kisah Para Rasul merupakan keluasan persona yang ajaib ini. Kitab Kisah Para Rasul adalah pencabangan Kristus yang almuhit. Kristus ini telah meluas dari satu persona menjadi beribu-ribu orang. Dulu Ia adalah Kristus yang individual, tetapi dalam Kitab Kisah Para Rasul, Ia telah menjadi Kristus yang korporat. Setelah Kitab Kisah Para Rasul, kita memiliki Surat-surat Kiriman yang memberikan definisi lengkap mengenai manusia ajaib, universal, dan besar ini. Kristus adalah Kepala, dan gereja adalah Tubuh; inilah Manusia universal, Kristus dan gereja. Terakhir kita memiliki Kitab Wahyu sebagai kegenapan Perjanjian Baru, yang memberi kita gambaran yang lengkap mengenai Tubuh Kristus, yaitu Kristus individual yang bersatu dengan semua anggota-Nya menjadi Yerusalem Baru.
URUTAN KEEMPAT KITAB INJIL
Marilah kita kembali kepada keempat kitab Injil di atas. Seandainya saya yang menyusun keempat kitab Injil tersebut, saya akan menaruh Injil Yohanes pada urutan yang pertama. Banyak orang Kristen ketika membaca Alkitab memulainya dari Injil Yohanes, kemudian barulah Injil Lukas, Markus, dan Matius. Konsepsi manusia berlawanan dengan konsepsi ilahi. Konsepsi ilahi dimulai dari Injil Matius sampai dengan Injil Yohanes, sedangkan konsepsi manusia dimulai dari Injil Yohanes kembali ke Injil Matius. Banyak sekali di antara kita yang membaca Perjanjian Baru mulai dari Injil Yohanes, karena Injil Yohanes sangat ajaib. Injil Yohanes adalah kitab hayat. Setelah membaca Injil Yohanes, kita membaca Injil Lukas, karena Injil Lukas adalah kitab mengenai Juruselamat, yang memberitahukan banyak perkara keselamatan kepada kita. Tentu saja, setelah itu, kita sampai pada Injil Markus, karena Injil Markus adalah kitab yang pendek dan sederhana. Orang-orang membaca Injil Matius pada urutan yang terakhir, karena Injil Matius terlalu sulit, dan terlalu misterius. Tidak hanya pasal 1 saja yang sulit dipahami, tetapi perumpamaan dalam pasal 13 dan nubuat dalam pasal 24 dan 25 pun sulit dipahami. Terutama pasal 5, 6, dan 7, yaitu mengenai Khotbah di Bukit, sangatlah sulit. Tidak ada seorang pun yang dapat melaksanakannya! Anda menampar pipi kanan saya, dan saya berikan juga pipi kiri saya. Anda memaksa saya berjalan sejauh satu mil, dan saya akan berjalan sejauh dua mil bersama Anda. Anda meng-ambil jubah saya, dan saya serahkan pula baju saya. Ini keterlaluan! Hanya Yesuslah yang dapat melakukannya! Itu-lah sebabnya orang-orang meletakkan Injil Matius pada urutan yang terakhir. Injil Yohanes sangat indah dan mus-tika. Dalam Injil Yohanes, Yesus adalah segala sesuatu dan kita tidak perlu melakukan apa pun. Karena itu, kita lebih menyukai Injil Yohanes daripada Injil Matius. Mungkin pe-rasaan ini tidak kita ucapkan, tetapi kita rasakan dalam hati. Namun urutan ilahi adalah urutan yang terbaik. Allah menaruh Injil Matius pada urutan yang pertama. Sekarang kita siap untuk menerima pelajaran-hayat Injil Matius.
SKETSA UMUM
Pada setiap kitab dalam Alkitab, kita memerlukan sketsa umum. Sketsa umum Injil Matius ialah:
Kristus adalah TUHAN Allah yang berinkarnasi menjadi Raja-Penyelamat, yang datang untuk mendirikan Kerajaan Surga (pemerintahan surgawi) dengan jalan menyelamatkan umat-Nya dari dosa (pemberontakan) melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
PIKIRAN UTAMA
Pada setiap kitab dalam Alkitab, kita juga perlu mengetahui pikiran utamanya. Pikiran utama dalam Injil Matius ialah:
Kristus, sebagai Yesus (TUHAN Penyelamat) dan Imanuel (Allah beserta kita), adalah Raja, Pembaptis, Terang, Guru, Penyembuh, Pengampun, Mempelai Laki-laki, Gembala, Teman, Hikmat, Perhentian, Bait yang lebih besar, Daud yang sejati, Tuhan atas hari Sabat, Yunus yang lebih besar, Salomo yang lebih besar, Penabur, Benih, Pemberi Makan, Roti, Remah-remah di bawah meja, Kristus, Anak Allah yang Hidup, Batu Karang bagi gereja, Pembangun gereja, Pendiri Kerajaan, Musa masa kini, Elia masa kini, Batu Penjuru, Tuhan, Dia yang dibangkitkan, Dia yang berkuasa, dan Dia yang selamanya menyertai umat-Nya dalam kebangkitan.
Dalam Injil Matius, Kristus demikian kaya bagi kita, bahkan lebih kaya daripada dalam Injil Yohanes. Sebagai Yesus dan Imanuel, bagi kita Ia juga tiga puluh tiga butir lain di atas. Kita harus menikmati Dia dan berbagian atas Dia. Kita harus mengalami Dia sebagai tiga puluh tiga butir tersebut dalam kebangkitan, bukan dalam kedudukan alamiah. Dia adalah Yang selamanya menyertai kita. Injil Matius dimulai dengan “Allah menyertai kita”, dan berakhir dengan “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Alangkah ajaib!
NENEK MOYANG DAN STATUS RAJA
I. SILSILAH
Di antara keempat Injil ini, hanya dua Injil yang memiliki silsilah, yaitu Injil Matius dan Injil Lukas. Injil Matius memberi tahu kita bahwa Yesus adalah keturunan keluarga raja. Ia adalah ahli waris takhta kerajaan yang sah. Tentu saja orang yang sedemikian ini memerlukan silsilah yang menerangkan asal usul-Nya. Injil Lukas menyajikan Yesus sebagai manusia biasa. Untuk menunjukkan Yesus sebagai manusia juga memerlukan silsilah. Dalam Injil Markus, tidak mencantumkan silsilah Yesus. Injil Yohanes memberi tahu kita bahwa Yesus adalah Allah. “Pada mulanya ada Firman . . . dan Firman itu adalah Allah.” Pada-Nya tidak ada permulaan, tidak ada orang tua. Ia itu kekal, hidup-Nya tidak berawal dan tidak berkesudahan (Ibr. 7:3). Pada mula-nya ada Allah! Jika Yohanes membicarakan silsilah-Nya, tentu sangat tidak masuk akal.
Bagi setiap orang, tidak peduli siapa dia atau berapa banyak biografi yang ditulis orang mengenai dirinya, silsilah-nya pasti akan sama. Tetapi Yesus mempunyai dua silsilah. Nanti kita akan nampak bagaimana kedua silsilah itu menja-di satu. Sekali lagi kita nampak, Ia itu ajaib. Dalam segala aspek, Ia sangat ajaib.
A. Silsilah Kristus
Sekarang kita melihat silsilah Yesus dalam Injil Matius. Kita harus tahu siapa Yesus itu. Siapakah Yesus itu? Mungkin kita akan menjawab bahwa Yesus itu Putra Allah, tetapi silsilah ini tidak memakai istilah yang demikian, melain-kan menyebut-Nya anak Daud dan anak Abraham. Karena Yesus terlalu ajaib, sulit dikatakan siapakah Yesus.
Yesus adalah perbauran Allah dengan manusia, antara keilahian dengan keinsanian. Inilah silsilah Yesus. Silsilah Yesus berarti Dia adalah perbauran, yaitu perbauran yang ajaib. Dalam silsilah ini terdapat perbauran antara persona ilahi dengan begitu banyak orang, yaitu segala macam orang. Jangan lagi mengira Matius 1:1-17 hanyalah suatu daftar nama.
Silsilah Kristus tersusun dari:
1. Para Leluhur
Para leluhur ini adalah orang-orang yang besar, semuanya terdiri atas empat belas generasi (1:2-6a).
2. Para Raja
Inilah para raja, anggota keluarga raja, juga terdiri atas empat belas generasi (1:6b-10).
3. Rakyat
(Orang-orang yang Ditawan dan yang Dipulihkan)
Silsilah Kristus tidak hanya mencakup orang-orang dari kalangan atas, tetapi juga dari kalangan rakyat jelata, orang yang tidak menonjol, seperti Maria dan Yusuf. Orang-orang miskin, rakyat jelata, juga termasuk dalam silsilah Kristus. Kristus tidak hanya setingkat dengan leluhur para raja, tetapi juga setingkat dengan rakyat jelata. Ia bukan ha-nya berasal dari orang besar, dari kaum ningrat, tetapi juga berasal dari rakyat kecil. Dari gambaran silsilah Kristus ini, kita nampak bahwa silsilah Kristus mencakup segala macam orang.
Generasi ini mencakup orang-orang yang terpanggil, se-perti Abraham, juga mencakup orang-orang yang ditawan dan dibawa ke tempat pembuangan. Dalam catatan yang singkat ini kita memiliki istilah “ditawan”. Abraham “dipanggil” keluar dari Babel, asal mula Babilon. Silsilah Kristus tidak hanya mencakup orang-orang yang “dipanggil”, tetapi juga mencakup orang-orang yang “mundur ke belakang”. Mungkin lima tahun yang lalu Anda adalah orang yang dipanggil, te-tapi sekarang Anda adalah orang yang mundur ke belakang. Janganlah putus asa, silsilah Kristus mencakup Anda. Silsilah ini mencakup Yekhonya, raja yang diturunkan dari takhta dan dibuang ke Babel sebagai tawanan. Pernahkah Anda diturunkan dari takhta? Jangan mengira Anda tidak pernah turun dari takhta. Dalam kehidupan kekristenan Anda, kadang-kadang Anda kehilangan kedudukan raja. Dulu Anda adalah seorang raja, tetapi Anda telah kehilangan jabatan raja Anda. Anda telah menjadi orang yang mundur ke belakang. Nenek moyang kita, Abraham, keluar dari Babel, tetapi Anda malah kembali; Anda kembali bukan atas kemau-an Anda sendiri, melainkan ditawan dan dibawa kembali. Puji Tuhan, silsilah Kristus ini juga mencakup orang-orang yang telah jatuh!
Setelah pembuangan ada pemulihan. Jadi, kita memiliki nama lain, yaitu Zerubabel, nama pemulihan. Banyak ta-wanan yang kembali bersama Zerubabel. Silsilah Kristus men-cakup semua macam orang: orang baik, orang jahat, orang yang dipanggil, orang yang jatuh, orang yang dipulihkan. Jika saya bertanya, “Orang macam apakah Anda?” Anda mungkin akan menjawab bahwa pertama-tama Anda adalah orang yang dipanggil, kemudian orang yang jatuh, dan akhirnya adalah orang yang dipulihkan. Anda adalah Abraham, kemudian men-jadi Yekhonya, tetapi hari ini Anda adalah Zerubabel. Kita se-mua adalah Zerubabel. Kita adalah orang-orang yang dipang-gil, orang-orang yang jatuh, dan orang-orang yang dipulihkan.
4. Empat Perempuan yang Menikah Lagi
Menurut kebiasaan orang Yahudi, seorang penulis silsilah tidak akan menuliskan nama perempuan, melainkan hanya nama laki-laki. Tetapi dalam silsilah yang singkat ini dise-butkan nama lima orang perempuan. Kelima perempuan ini seperti jari-jari tangan saya. Yang empat merupakan satu ke-lompok, sedangkan yang satu berdiri sendiri. Empat dari lima perempuan ini menikah lagi, dan satu dari yang empat itu adalah perempuan sundal. Kelihatannya catatan ilahi di sini tidak menyebutkan orang-orang yang baik, seperti Sara atau Ribka, melainkan orang-orang yang buruk. Dengarkanlah catatan ilahi: “Daud mempunyai anak, Salomo dari istri Uria” (1:6). Catatan di sini bahkan tidak mencantumkan nama pe-rempuannya, hanya mencantumkan riwayatnya, untuk meng-ingatkan kita tentang orang macam apakah dia itu.
Tahukah Anda riwayat Tamar? Ia adalah menantu pe-rempuan Yehuda. Yehuda justru mempunyai anak kembar dari menantunya ini (Kej. 38:24-30). Alangkah mengerikan! Perempuan kedua yang disebutkan di sini ialah Rahab, pe-rempuan sundal dari Kota Yerikho. Nama perempuan ketiga ialah Rut, perempuan Moab. Orang Moab tidak diizinkan ma-suk ke dalam jemaah TUHAN, bahkan sampai keturunan yang kesepuluh pun tidak diizinkan masuk ke dalam jemaah TUHAN, sampai selama-lamanya (Ul. 23:3). Orang Moab ada-lah keturunan Moab yang diperanakkan dari Lot dengan anak perempuannya! Perempuan keempat ialah Batsyeba, istri orang Kanaan bernama Uria yang “dibunuh” oleh Daud. Daud mengambilnya sebagai istri, dan memperanakkan Salomo.
Mengapa catatan singkat ini menyebutkan semua perempuan tersebut? Karena mereka adalah wakil-wakil kita. Janganlah mengira bahwa Anda adalah orang yang bersih. Jangan mengira Anda lebih bersih daripada keempat perempuan tersebut. Telusurilah asal-usul Anda. Anda akan menemukan bagaimana dan dari siapa kakek Anda dilahirkan, bagaimana dan dari siapa ayah Anda dilahirkan, dan bagaimana dan dari siapa pula Anda dilahirkan! Kita semua lebih buruk. Tetapi semua orang yang buruk ini termasuk dalam silsilah Kristus. Puji Tuhan! Ia benar-benar Juruselamat orang dosa.
Angka empat menunjukkan semua ciptaan, termasuk seluruh umat manusia. Manusia sangat kotor, tidak ada se-orang pun yang bersih. Tetapi syukur kepada Tuhan, kita semua disatukan dengan Kristus. Kita semua adalah bagian dari silsilah Kristus.
Seandainya kita harus menulis biografi Kristus dan di dalam Alkitab tidak terdapat biografi mengenai Dia, kita tidak akan berani menulisnya demikian. Kita akan me-nyembunyikan semua nama leluhur yang tidak suci, dan menyebut nama leluhur yang baik seperti Sara dan Ribka. Tetapi Roh Kudus tidak menyebutkan Sara dan Ribka serta nama semua orang yang baik, melainkan dengan sengaja menyebutkan orang-orang yang tidak bersih ini. Jika catatan ilahi ini hanya menyebutkan nama-nama perempuan yang baik tanpa menyebutkan nama-nama dari perempuan yang tidak bersih itu, saya pasti meragukan situasi gereja sekarang ini. Saya akan berkata, “Lihatlah situasi dalam gereja hari ini, sedikit sekali yang bersih.” Jangan mengira Anda sangat bersih dan suci. Kita semua tidak bersih. Na-mun, silsilah Kristus meliputi orang-orang yang baik dan yang buruk, bahkan yang buruk lebih banyak daripada yang baik.
5. Seorang Perawan
Di samping keempat perempuan yang menikah lagi ter-sebut, terdapat seorang perawan, yaitu Maria, ibu Yesus. Ia adalah seorang perempuan yang baik, murni, dan suci. Ini menunjukkan bahwa semua orang yang disebutkan dalam kitab silsilah ini adalah orang-orang dosa kecuali Yesus. Ke-cuali Yesus, semua lainnya adalah orang-orang yang tidak bersih.
B. Anak Daud
Kristus adalah anak Daud (Mat. 22:42, 45; Why. 22:16). Salomo, anak Daud, adalah lambang Kristus dalam tiga aspek utama. Pertama, ia adalah lambang Kristus yang mewarisi kerajaan (2 Sam. 7:12b, 13a; Yer. 23:5; Luk. 1:32-33). Kedua, Salomo memiliki kebijaksanaan dan mengucapkan kata-kata hikmat. Dalam Matius 12, kita nampak bahwa Kristus juga memiliki hikmat dan mengucapkan kata-kata hikmat. Dalam pasal ini Kristus menyebut diri-Nya sebagai Salomo yang lebih besar (ayat 42). Di sini ada yang lebih besar daripada Salomo, dan Dia mengucapkan kata-kata hikmat. Tidak ada perkataan manusia yang bijaksana seperti perkataan Kristus. Ketiga, Salomo membangun Bait Allah (2 Sam. 7:13a). Sebagai anak Daud, Kristus membangun Bait Allah, yaitu Gereja.
C. Anak Abraham
Kristus juga adalah anak Abraham. Kitab silsilah ini hanya mengatakan bahwa Kristus adalah anak Daud dan anak Abraham, bukan anak orang lain. Dalam Perjanjian Lama terdapat nubuat yang jelas bahwa Kristus akan menjadi anak Abraham. Ishak adalah lambang Kristus. Sebagai lam-bang Kristus, Ishak juga memiliki tiga aspek utama. Per-tama, Ishak membawakan berkat kepada semua bangsa, baik bangsa Yahudi maupun bangsa bukan Yahudi (Kej. 22:18a; Gal. 3:16, 14). Kedua, Ishak dipersembahkan kepada Allah sampai kepada kematian dan dibangkitkan (Kej. 22:1-12; Ibr. 11:17, 19). Ketiga, Ishak memperoleh mempelai perempuan (Kej. 24:67). Ini merupakan lambang Kristus sebagai Yang Dijanjikan yang membawa berkat bagi semua bangsa, yang juga diserahkan kepada kematian, yang bangkit, dan yang se-telah kebangkitan-Nya, akan memperoleh mempelai perem-puan (Yoh. 3:29; Why. 19:7). Suatu hari Roh Kudus yang di-lambangkan oleh pelayan Abraham, akan membawa Ribka yang rohani, ilahi, dan surgawi, kepada Ishak surgawi.
Anak Abraham memperoleh mempelai perempuan, dan anak Daud mendirikan Bait Allah. Bagi Kristus, mempelai perempuan adalah Bait Allah, dan Bait Allah adalah mempelai perempuan. Itulah sebabnya dikatakan bahwa Kristus adalah anak Abraham dan anak Daud. Ia menyerahkan diri-Nya kepada kematian, dibangkitkan, dan sekarang Ia sedang men-dirikan Bait Allah, dan kelak akan menerima Mempelai Perempuan. Kristus juga mengatakan hikmat, dan memba-wakan berkat Allah kepada semua bangsa. Dialah yang menggenapkan semua perkara ini. Dalam keempat kitab Injil kita dapat menemukan keenam aspek ini. Kitab Injil tersebut mewahyukan bahwa Kristus datang untuk mewarisi kerajaan, bahwa Ia menyerahkan diri-Nya kepada kema-tian, dibangkitkan, mengucapkan kata-kata hikmat, bahwa Ia membawakan berkat kepada semua bangsa, membangun rumah Allah, dan akan datang untuk menerima mempelai perempuan. Kristus adalah Ishak dan Salomo yang sejati.
Sebagai anak Daud, Yesus adalah berkat yang besar bagi orang-orang Yahudi, tetapi sebagai anak Abraham, Ia mem-bawakan berkat kepada semua bangsa bukan Yahudi. Seba-gai Anak Daud Ia adalah untuk orang-orang Yahudi; seba-gai anak Abraham Ia adalah untuk kita semua. Seandainya Yesus hanya anak Daud, Ia tidak ada hubungannya dengan saya. Puji Tuhan! Ia juga anak Abraham. Semua bangsa di-berkati dalam keturunan Abraham, yaitu Kristus. Berkat ini adalah berbagian dalam Allah Tritunggal. Berkat yang Allah janjikan kepada Abraham ialah Roh itu (Gal. 3:14), dan Roh itu adalah realisasi akhir dari Allah Tritunggal. Melalui Kristus sebagai anak Abraham, kita semua memiliki Roh itu, dan kita semua berbagian dalam Allah Tritunggal. Haleluya!