← Daftar isi Nubuat "tujuh" Pertama— Pekan Terakhir dari Tujuh Puluh Pekan · bab 2/6

NUBUAT "TUJUH" KEDUA—TUJUH METERAI

Pembacaan Alkitab: Why. 4:2-3; 5:1-7; 6:1-17; 8:1-2

Dalam seri berita-berita ini, kita berbeban untuk melihat nubuat mengenai empat "tujuh" di dalam Alkitab. Dalam berita yang lalu, kita melihat nubuat "tujuh" yang pertama—pekan terakhir dari tujuh puluh pekan di dalam Daniel 9:24-27. yaitu satu nubuat mengenai perampungan zaman ini.

Kita juga nampak bahwa Tuhan Yesus bernubuat mengenai perampungan zaman ini di dalam Matius 24:32-33, "Tariklah pelajaran dari perumpamaan pohon ara; apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat di ambang pintu." Ilustrasi Tuhan di sini mengenai pohon ara, yang menandakan bangsa Israel, mencakup tiga butir: 1) melembut menandakan datangnya kembali hayat; 2) bertunas menandakan aktivitas luarnya; 3) musim panas menandakan masa pemulihan bangsa Israel (Kis. 1:6). Pohon ara, bangsa Israel, melalui "musim dingin" yang panjang dari abad pertama sampai tahun 1948 Masehi, ketika bangsa Israel terbentuk kembali. Itulah pohon ara yang melembut, datang kembalinya hayat. Pada tahun 1967 kota Yerusalem diambil alih oleh Israel (Luk. 21:24). Saya menyadari hal ini sebagai bertunas, aktivitas luarnya. Karena kedua hal ini telah terjadi, kita tahu bahwa musim panas telah dekat, masa pemulihan bangsa Israel, zaman pemulihan kerajaan (Luk. 21:3031), di mana akan dimulai pada kedatangan Tuhan kali kedua.

Butir lain yang perlu terjadi sebelum kedatangan Tuhan kembali adalah pembangunan kembali Bait. Di dalam Matius 24:15 Tuhan membicarakan, "Kekejian dari pembinasaan berdiri di tempat kudus menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel." Kekejian ini mengacu pada patung Antikristus yang didirikan di dalam Bait Allah sebagai berhala (Why. 13:14-15; 2 Tes. 2:4) pada permulaan kesusahan besar (Mat. 24:21). Ini berarti bahwa Bait Allah harus terbangun kembali sebelum kesusahan besar dimulai. Menurut berita-berita belakangan ini, sejumlah orang Yahudi di Israel sedang mempersiapkan bagi pembangunan kembali Bait dan perlayanan keimaman di dalam Bait.

Di dalam berita terdahulu, kita nampak bahwa menurut Daniel 9, Antikristus akan membuat suatu perjanjian dengan Israel pada awal dari tujuh tahun dari pekan terakhir dari tujuh puluh pekan, dan pada pertengahan pekan itu ia akan mengingkari perjanjian tersebut. Pekan terakhir akan dibagi menjadi dua bagian dengan dia mengingkari perjanjian tujuh tahun ini dengan Israel. Bagian kedua adalah tiga setengah tahun akan menjadi masa kesusahan besar (Mat. 24:21, 15). Para pemenang akan diangkat sebelum kesusahan besar, sedangkan mayoritas kaum beriman akan diangkat pada akhir kesusahan besar. Karena kita mengetahui semua hal ini, kita perlu berwaspada dan bersiap siaga bagi penampakan Tuhan.

Kita telah nampak penggenapan nubuat Tuhan mengenai Israel di dalam Matius 24, yang Tuhan katakan akan terjadi sebelum perampungan zaman ini. Dalam Roma 9:27-28 Paulus berkata, "Dan Yesaya berseru tentang Israel, sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan. Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di bumi, sempurna dan segera." Paulus mengatakan bahwa Tuhan akan menyingkat firman-Nya untuk menggenapkan nubuat-Nya secara cepat. Saya percaya masalah hari ini di Timur Tengah adalah bagian dari penyingkapan firman Tuhan. Hari ini kita ada di dalam waktu yang sangat kritis. Ketika terdengar berita tentang seorang kuat menandatangani perjanjian tujuh tahun dengan Israel, apa yang kita lakukan? Kita harus mempersiapkan diri kita untuk diangkat. Sekarang kita harus maju lagi untuk melihat nubuat "tujuh" kedua—tujuh meterai di dalam kitab Wahyu.

I. SUASANA DI SURGA

Sebelum Yohanes, menulis Wahyu, melihat tujuh meterai, pertama dia melihat sebuah suasana, sebuah pemandangan di dalam surga (Why. 4:2-3; 5:1-7; 6:1-17; 8:1-2). Suasana di surga ini terjadi segera setelah kenaikan Kristus ke dalam surga (lihat Why. 5:6, catatan 3—Versi Pemulihan).

A. Sebuah Takhta Berdiri di Sana, dan Allah duduk di atas Takhta itu

Di dalam pandangan ini ada satu takhta, dan Allah duduk di atas takhta itu (Why. 4:2-3).

B. Di tangan Kanan Allah, Yang Duduk di atas Takhta itu, ada Sebuah Gulungan Kitab yang Dimeteraikan dengan Tujuh Meterai

Di tangan kanan Allah, yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab yang dimeteraikan dengan tujuh meterai (Why. 5:1). Gulungan kitab adalah catatan rahasia ekonomi Allah mengenai seluruh alam semesta.

C. Tidak ada Seorangpun yang di Surga atau yang di Bumi atau yang di Bawah Bumi, yang Dapat, Layak, untuk Membuka Gulungan

Kitab itu dan Membuka Meterai-meterainya

Yohanes menangis dengan sedih karena tidak ada seorangpun yang di surga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi yang dapat, layak, untuk membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya (Why. 5:2-4).

D. Singa Suku Yehuda, Akar Daud, Anak Domba, telah Menang untuk Membuka Gulungan Kitab itu dan Ketujuh Meterainya

Kemudian ia diberitahu supaya tidak menangis sebab Singa suku Yehuda, Akar Daud, Anak Domda, telah menang untuk membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya. Orang ini datang dan mengambil gulungan kitab dari tangan kanan Allah, yang duduk di atas takhta, dan Dia membuka satu dari ketujuh meterainya (Why. 5:5-7; 6;1).

Singa adalah satu simbol dari Kristus, menggambarkan Dia sebagai pejuang yang kuat untuk melawan musuh, seperti yang dinubuatkan dalam Kejadian 49:8-9. Kristus sebagai Akar Daud menandakan bahwa Dia adalah sumber Daud. Ketika Tuhan masih hidup di bumi, orang-orang Farisi menanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk mencobai Dia. Kemudian Tuhan bertanya kepada mereka satu pertanyaan untuk menenangkan mereka. Dia bertanya, "Apakah pendapatmu tentang Kristus? Anak siapakah Dia?" (Mat. 22:42). Ketika mereka menjawab bahwa Kristus adalah putra Daud, Dia menjawab, "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku; duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Ku-taruh di bawah kaki-Mu? Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimanakah mungkin Ia anaknya pula?" (Mat. 22:43-45). Hal ini mengatup mulut semua penentang-penentang-Nya. Kristus bukan hanya Anak Daud, Ranting Daud (Yer. 23:5; 35:15), tetapi juga Tuhannya Daud, Akar Daud. Sebagai keturunan Daud dalam keinsanian-Nya, Kristus adalah Ranting Daud yang keluar dari Daud. Tetapi sebagai Allah yang kekal di dalam keilahian-Nya, Kristus adalah Tunas Daud, sumber dari Daud. Kristus adalah juga Domba penebusan kita di dalam zaman sekarang ini. Sebagai Yang almuhit demikian, Dia telah menang untuk membuka gulungan kitab dan tujuh meterainya.

II. KETUJUH METERAI

A. Empat Meterai Pertama—Empat Ekor Kuda dengan Penunggangnya, Berlari dalam Jalur Empat Kuda

Empat meterai pertama adalah empat ekor kuda dengan penunggangnya, berlari dalam jalur empat kuda itu (Why. 6:1-8). Semua penunggangnya bukan persona yang sesungguhnya tetapi mewujudkan hal-hal itu.

1. Meterai Pertama—Seekor Kuda Putih dan Penunggangnya, Menandakan Penyebaran Injil

Meterai pertama adalah seekor kuda putih dan penunggangnya, menandakan penyebaran injil (Why. 6:1-2). Wahyu 6:2 berkata, "Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah busur dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan."

a. Sebuah Busur Menandakan bahwa Perjuangan Kristus bagi Penetapan Injil Damai Sejahtera telah Diselesaikan dan Kemenangan telah Diraih

Busur adalah bagi peperangan bila digabung dengan anak panah. Namun di sini hanya ada sebuah busur tanpa anak panah. Ini mengindikasikan bahwa anak panah telah dilepaskan untuk menghancurkan musuh dan perjuangan Kristus bagi penetapan injil damai sejahtera telah diselesaikan dan kemenangan telah diraih.

b. Sebuah Mahkota Menandakan bahwa Injil telah Dimahkotai

dengan Kemuliaan Kristus

Sebuah mahkota menandakan bahwa injil telah dimahkotai dengan kemuliaan Kristus (2 Kor. 4:4). Injil yang kita beritakan hari ini mempunyai sebuah mahkota, dan mahkota ini adalah kemuliaan Kristus. Kita tidak seharusnya merasa malu ketika kita mengabarkan injil. Sebaliknya, kita harus merasa mulia, memberitakan injil adalah satu hal yang mulia. Barangsiapa yang memberitakan injil akan menjadi penunggang kuda putih itu.

c. "Maju sebagai Pemenang" Menandakan bahwa Injil telah Maju bersama Kristus untuk Memenangkan Segala Jenis Oposisi dan Serangan

"Maju sebagai pemenang" dalam Wahyu 6:2 menandakan bahwa injil telah maju bersama Kristus untuk memenangkan segala jenis oposisi dan serangan. Ketika saya meninggalkan daratan China pada tahun 1949, di sana terdapat kurang dari empat juta orang Kristen. Ketika komunis mengambil alih, mereka melakukan dengan segala upayanya untuk menentang, menghalangi, dan memancing setiap orang yang ingin mempraktekkan menjadi seorang Kristen. Sebagai hasil penentangan sedemikian, hari ini sedikitnya ada di atas lima puluh juta orang Kristen di China. Ini menunjukkan kemenangan yang telah diraih oleh injil di sana selama empat puluh tahun belakangan ini. Melalui generasi demi generasi, injil telah maju bersama Kristus sebagai Pemenang.

Menurut Alkitab, kita harus memberitakan injil untuk mendapatkan orang-orang berdosa dan diselamatkan. Kita semua harus berbuah. Walaupun kita mengakui bahwa hal ini alkitabiah, kita belum menghasilkan buah apapun. Ini berarti bahwa kita belum di atas kuda putih. Jika kita memberitakan injil, perhatian kita berada dalam kerajaan Allah. Apa daya tarik kita hari ini di bumi? Kita seharusnya menjadi orang yang berjerih lelah untuk memperoleh orang-orang yang diselamatkan untuk membangun Tubuh Kristus bagi kerajaan Allah. Seharusnya kita mengerjakan satu penghidupan. Tetapi kita semua bisa menyisihkan sejumlah waktu tertentu untuk Tuhan bagi kepentingan-Nya. Orang-orang yang tidak percaya boleh selalu menghamburkan waktu bagi hiburan dan kesenangan mereka. Tetapi kita kaum beriman memiliki Allah sebagai hiburan dan kesenangan kita. Kita tidak memiliki perkecualian untuk tidak memberitakan injil. Kita harus berada di atas kuda putih bagi perluasan injil.

2. Meterai kedua—Seekor Kuda Merah dan Penunggangnya, Menandakan Penyebaran Peperangan

Meterai kedua terdiri dari seekor kuda merah dan penunggangnya, menandakan penyebaran peperangan. Wahyu 6:3-4 berkata, "Dan ketika Dia itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!" Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah dan orang yang menungganginya dikarenakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya di karuniakan sebilah pedang yang besar." "Merah" di sini menandakan penumpahan darah. Kuda merah adalah simbol dari peperangan yang hebat, yang bersama-sama sebagai perkara penumpahan darah.

a. Sebilah Pedang yang Besar Menandakan Senjata-senjata bagi Peperangan

Sebilah pedang yang besar menandakan senjata-senjata bagi peperangan.

b. "Untuk Mengambil Damai Sejahtera dari Bumi." Menandakan

Peperangan sedang Berlangsung di Bumi

"Untuk mengambil damai sejahtera dari bumi." Menandakan peperangan sedang berlangsung di bumi.

c. "Mereka saling Membunuh Satu dengan Yang lainnya" Menandakan bahwa Orang-orang akan Berperang Satu dengan Yang lainnya

"Mereka saling membunuh satu dengan yang lainnya" menandakan bahwa orang-orang akan berperang satu dengan yang lainnya. Tuhan Yesus menubuatkan hal yang sama dalam Matius 24. Dia memberitahu kita bahwa "Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan" (ay. 7). Ketika peperangan sedang berlangsung, injil seharusnya berjalan terus. Kedua kuda ini berlari bersama-sama.

3. Meterai Ketiga—Seekor Kuda Hitam dan Penunggangnya,

Menandakan Penyebaran Kelaparan

Meterai ketiga, terdiri dari seekor kuda hitam dan penungangnya, menandakan penyebaran kelaparan. Wahyu 6:5-6 berkata, "Dan ketika Dia membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi jangan rusakan minyak, dan anggur itu." "Hitam" di sini mengindikasikan "Kekurangan" (Yer. 14:1-4) menandakan warna dari roman muka orang-orang yang kelaparan (Rat. 4:8-9; 5:9-10). Kuda hitam adalah simbol dari penyebaran kelaparan, yang menyebabkan sebuah roman muka hitam.

a. Sebuah Timbangan, Alat Pengukur yang Digunakan untuk Menimbang Hal-hal yang Berharga, Digunakan di sini untuk Menimbang Makanan Menandakan Kelangkaan Makanan

Sebuah timbangan, alat pengukur yang digunakan untuk menimbang hal-hal yang berharga, digunakan di sini untuk menimbang makanan menandakan kelangkaan makanan (Im. 26:26; Yeh. 4:16).

b. Secupak Gandum, upah yang Memadai bagi Kerja Sehari, dan Tiga Cupak Jelai, juga Upah yang Memadai bagi Kerja Sehari, Menandakan Harga Makanan yang Tinggi dari Kelangkaannya

Secupak gandum, upah yang memadai bagi kerja sehari dan tiga cupak jelai, juga upah yang memadai bagi kerja sehari, menandakan harga makanan yang tinggi dari kelangkaannya (Mat. 20:2).

c. "Jangan Rusakkan Minyak dan Anggur itu" (Minyak dan Anggur adalah untuk Kenikmatan Manusia—Mazmur 104:15—dan Selalu dalam Kekurangan Suplaian dan Menjadi Berharga dalam Kelaparan) Menandakan Kelaparan pada Hari ini

"Jangan rusakkan minyak dan anggur itu" (minyak dan anggur adalah untuk kenikmatan manusia—Mazmur 104:15—dan selalu dalam kekurangan suplaian dan menjadi berharga dalam kelaparan) menandakan kelaparan pada hari ini. Peperangan selalu diikuti dengan kelaparan. Selama kelaparan, minyak dan anggur dipelihara dan berharga.

4. Meterai Keempat—seekor Kuda Abu-abu dan Penunggangnya, Menandakan Penyebaran Kematian

Meterai keempat, terdiri dari seekor kuda abu-abu dan penungganya, menandakan penyebaran kematian. Wahyu 6:7-8 berkata, “Dan ketika Dia membuka meterai keempat, Aku mendengar suara makhluk keempat berkata, Marilah. dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda abu-abu dan orang yang menungganginya bernama Maut dan Alam Maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.”

a. Abu-abu Menandakan Warna Penampilan Orang-orang yang

Dilukai dengan Malapetaka

Abu-abu menandakan warna penampilan orang-orang yang dilukai dengan malapetaka.

b. Alam Maut mengikuti Maut, Menandakan bahwa Alam Maut Menerima

dan Menahan Yang Mati Dibunuh

Alam maut mengikuti maut menandakan bahwa Alam maut menerima dan menahan yang mati dibunuh.

c. Kuasa yang Diberikan kepada Maut dan Alam Maut atas Seperempat bagian Bumi untuk Membunuh dengan Pedang, Kelaparan, dan Perusakan, dan oleh Binatang-binatang buas yang di Bumi

Kuasa yang diberikan kepada Maut dan Alam Maut atas seperempat bagian bumi untuk membunuh dengan pedang, kelaparan, dan perusakan, dan oleh binatang-binatang buas yang di bumi.

5. Keempat Penunggang dari Keempat Kuda—Injil, Peperangan, Kelaparan, dan Kematian—Seluruhnya Diwujudkan

Keempat penunggang dari keempat kuda—injil, peperangan, kelaparan, dan kematian—seluruhnya diwujudkan.

6. Berlari pada Jalur Empat Kuda Dimulai dari Kenaikan Kristus dan Berlanjut melalui Seluruh Zaman Gereja

sampai Kristus Datang Kembali

Berlari pada jalur empat kuda dimulai dari kenaikan Kristus (Mat. 16:19-20) dan berlanjut melalui zaman gereja sampai Kristus datang kembali. Dimulai dengan abad pertama, injil telah disebarkan melalui dua puluh abad. Peperangan di antara kaum manusia juga telah berlangsung secara serempak. Peperangan selalu mengakibatkan kelaparan, dan kelaparan mengakibatkan kematian. Semua ini akan berlanjut sampai akhir zaman ini. Ketika tujuh puluh pekan dalam Daniel lengkap, empat jalur kuda akan di akhiri. injil, peperangan, kelaparan, dan kematian akan berhenti.

B. Meterai Kelima—Seruan dari Orang-orang Kudus Martir

Meterai kelima adalah seruan dari orang-orang kudus martir (Why. 6:9-11).

1. Seruan untuk Membalaskan Darah Mereka

Ini adalah seruan untuk membalaskan darah mereka (Why. 6:10).

2. Para Martir ini Dibunuh Karena Firman Allah dan Karena Kesaksian Mereka, Termasuk Para Martir Perjanjian Lama

Meterai kelima adalah seruan dari para martir ini yang dibunuh karena firman Allah dan karena kesaksian mereka (Why. 6:9b), termasuk para martir Perjanjian Lama (Mat. 23:34-36).

3. Di bawah Mezbah Menandakan Di bawah Bumi, yang mana Firdaus, Bagian Menyenangkan dari Alam Maut, Memelihara Jiwa-jiwa

Orang Kudus yang Martir

Para martir di sini ada di bawah mezbah, Dalam gambaran, mezbah adalah pelataran luar kemah dan Bait, dan pelataran luar ini menandakan bumi. Sehingga, di bawah mezbah menandakan di bawah bumi (Mat. 12:40), yang mana Firdaus, bagian menyenangkan dari Alam Maut (Luk. 16:22-23) memelihara jiwa-jiwa orang kudus yang martir (Luk. 23:43).

4. “Berapa Lama” Menandakan bahwa Para Martir Telah Menanti di dalam Firdaus selama Jangka Waktu yang Sangat Panjang

Orang-orang kudus yang martir ini berseru dengan suara nyaring, berkata, “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” (Why. 6:10). “Berapa lama” menandakan bahwa para martir telah menanti di dalam firdaus selama jangka waktu yang panjang.

5. “Sedikit Waktu lagi” Menandakan bahwa Seruan Para Martir Akan Terjadi Hampir Akhir dari Zaman Ini

Wahyu 6:11 berkata, “Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. ”Sedikit waktu lagi” menandakan bahwa seruan para martir akan terjadi hampi akhir dari zaman ini.

6. Jubah Putih menandakan bahwa Orang-orang yang Mati Martir Diakui oleh Tuhan, dan Beristirahat Menandakan bahwa Mereka Beristirahat di Firdaus

Jubah putih menandakan orang-orang yang mati martir diakui oleh Tuhan, dan beristirahat menandakan bahwa mereka beristirahat di Firdaus.

7. “Hingga Genap Jumlah Kawan-kawan Pelayan dan Saudara-saudara Mereka yang akan Dibunuh” Mengindikasikan Orang-orang

yang Mati Martir selama Kesusahan Besar

“Hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka yang akan dibunuh” mengindikasikan orang-orang yang mati martir selama kesusahan besar (Why. 20:4). Banyak kaum beriman akan mati martir oleh Antikristus dalam tiga setengah tahun ini.

C. Meterai Keenam—Menggoncang Bumi dan Langit

Meterai keenam adalah menggoncang bumi dan langit (Why. 6:12-17).

1. Gempa Bumi yang Dahsyat, Matahari menjadi Gelap, Bulan menjadi Merah Seluruhnya seperti Darah, Bintang-bintang Jatuh ke Bumi, Langit Menyusut, dan Setiap Gunung dan Pulau Bergeser

Akan ada gempa bumi yang dahsyat, matahari menjadi gelap, bulan menjadi merah seluruhnya seperti darah, bintang-bintang jatuh ke bumi, langit menyusut, dan setiap gunung dan pulau bergeser (Why. 6:12-14).

2. Raja-raja, Pembesar-pembesar, Perwira-perwira, Orang-orang Kaya serta Orang-orang Berkuasa, dan Semua Budak serta Orang Merdeka Menyembunyikan Diri Mereka ke dalam Gua-gua

dan Celah-celah Batu Karang di Gunung

Raja-raja, pembesar-pembesar, perwira-perwira, orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka menyembunyikan diri mereka ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan berkata kepada gunung-gunung dan kepada celah-celah batu karang itu: “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” (Why. 6:16-17).

3. Bencana yang Supernatural adalah Permulaan Kesusahan Besar, Terdiri dari Semua Bencana, Malapetaka, dan Celaka dari Meterai Keenam sampai Cawan Terakhir dari Ketujuh Cawan

Bencana yang supernatural ini adalah permulaan kesusahan besar (Mat. 24:21), terdiri dari semua bencana, malapetaka, dan celaka dari meterai keenam sampai cawan terakhir dari ketujuh cawan (Why. 16:17-21).

D. Meterai Ketujuh—Isi Seluruh Ketujuh Sangkakala

Meterai ketujuh adalah isi seluruh dari ketujuh sangkakala (Why. 8:1-2). Isi-isinya ada segi negatif dan segi positif.

1. Pada Segi Negatif

a. Bencana yang Supernatural dari Empat Sangkakala yang Pertama

Meterai ketujuh, ini seluruh ketujuh sangkakala, termasuk bencana-bencana yang supernatural dari empat sangkakala yang pertama (Why. 8:7-12).

b. Tiga Celaka dari Tiga Sangkakala Terakhir

Meterai ketujuh juga termasuk tiga celaka dari tiga sangkakala terakhir (Why. 8:13—9:21; 11:14-15a, 18, 19b).

c. Tujuh Bencana dari Ketujuh Cawan sebagai Bagian Isi Negatif

dari Sangkakala Ketujuh

Meterai ketujuh termasuk tujuh bencana dari ketujuh cawan sebagai bagian isi negatif dari sangkakala ketujuh (Why. 15:7 16:12, 17:21).

d. Membinasakan Babel Besar dan Membinasakan Antikristus dan Nabi Palsunya pada Perang Harmagedon

Isi-isi negatif dari meterai ketujuh, tujuh sangkakala, juga termasuk membinasakan Babel besar (Why. 17:1—19:4) dan membinasakan Antikristus dan nabi palsunya pada perang Harmagedon (Why. 19:11-21; 16:13-16; 11:18c). Babel besar memiliki aspek agamis dan aspek material. Babel agamis, gereja Katholik Roma, akan dihancurkan oleh Antikristus pada permulaan kesusahan besar (Why. 14:8; 17:16), sementara Babel material, kota Roma, akan runtuh, dihancurkan oleh Allah (Why. 16:19), pada akhir kesusahan besar (18:2).

e. Mengikat dan Memenjarakan Satan

Meterai ketujuh termasuk mengikat dan memenjarakan Satan (Why. 20:1-3).

f. Pemberontakan Terakhir dari Umat Manusia dan Kehancuran Iblis, Satan

Ini juga termasuk pemberontakan terakhir dari jenis manusia dan kehancuran Iblis, Satan (Why. 20:7-10).

g. Penghakiman yang Terakhir pada Takhta Putih Besar

Meterai ketujuh termasuk penghakiman yang terakhir pada takhta putih besar (Why. 20:11-15). Ini akan menjadi akhir dari segala perkara dan persona jahat di alam semesta.

2. Pada Segi Positif

Sekarang kita sampai pada segi positif dari isi-isi ketujuh sangkakala, dari meterai ketujuh.

a. Kerajaan Dunia akan menjadi Kerajaan Tuhan Kita dan Kristus-Nya, dan Kristus Memerintah Selama-lamanya

Kerajaan dunia akan menjadi kerajaan Tuhan kita dan Kristus-Nya, dan Dia akan memerintah selama-lamanya (Why. 11:15, 17b).

b. Mengupah Hamba-hamba Tuhan, Nabi-nabi, dan Orang-orang Kudus dan kepada Mereka yang Takut akan Nama Tuhan, Orang-orang Kecil dan Orang-orang Besar pada Takhta Penghakiman Kristus

Di sana akan mengupah hamba-hamba Tuhan, nabi-nabi, dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama Tuhan, orang-orang kecil dan orang-orang besar pada takhta penghakiman Kristus (Why. 11:18b).

c. Perkawinan Anak Domba

Di sana juga ada perkawinan Anak Domba (Why. 19:7-9). Ini akan menjadi perkawinan Kristus dan para pemenang-Nya. Allah Tritunggal yang melalui proses sebagai Anak Domba akan menikahi manusia tripartit yang dilahirkan kembali dan ditransformasi.

d. Kerajaan Seribu Tahun

Di sana akan juga menjadi kerajaan seribu tahun (Why. 20:4-6).

e. Langit Baru dan Bumi Baru dengan Yerusalem Baru

Pada akhir meterai ketujuh, di sana akan menjadi langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru (Why. 21:1 22:5).

f. Penyelesaian Misteri Allah sebagai Kabar Baik yang Dikabarkan Allah kepada Hamba-bamha-Nya, Para Nabi

Kelengkapan dari peristiwa-peristiwa adalah meterai ketujuh akan menjadi penyelesaian misteri Allah sebagai kabar baik yang dikabarkan Allah kepada hamba-hamba-Nya, para nabi (Why. 10:7). Ketujuh meterai dan ketujuh sangkakala diakhiri dengan Yerusalem Baru.

Kitab Wahyu dapat dianggap sebagai gulungan kitab. Sebelum kenaikan Kristus, ada gulungan kitab yang demikian, tetapi gulungan ini tidak dapat dibuka. Setelah kenaikan Kristus, Kristus sebagai Singa dari suku Yehuda, Akar Daud, dan Anak Domba membuka gulungan ini. Ketujuh meterai yang memeterai gulungan kitab ini sesungguhnya adalah isi dari gulungan kitab ini dan isi dari kitab Wahyu. Kitab ini hanya terbuka, tersingkap, oleh ketujuh meterai. Hari ini oleh belaskasihan Tuhan kita dapat membuka gulungan kitab ini di depan kita.