NUBUAT "TUJUH" PERTAMA— PEKAN TERAKHIR DARI TUJUH PULUH PEKAN
Pembacaan Alkitab:
2 Ptr. 1:19; Mat. 24:32-44; Luk. 21:25-36; Why. 3:10-11; Dan: 9:24-27 (T.L)
Dalam seri berita-berita ini kita akan mempelajari nubuat mengenai empat "tujuh" di dalam Alkitab. Jika kita ingin mengetahui; nubuat mengenai perampungan zaman ini, kita perlu mengenal kebenaran tentang empat "tujuh" ini. Dalam berita ini kita ingin melihat nubuat tentang "tujuh" yang pertama; yang adalah tujuh tahun terakhir dari zaman ini yang dibicarakan sebagai tujuh pekan terakhir dari tujuh puluh pekan dalam Daniel 9. Tiga kumpulan yang lain dari "tujuh" terdapat dalam kitab Wahyu. Yaitu tujuh meterai, tujuh sangkakala, dan tujuh cawan. Kitab Wahyu bisa dianggap sebagai kitab nubuat berkenaan dengan tiga kumpulan "tujuh" ini. "Tujuh" yang pertama di dalam Daniel 9 berhubungan dengan tiga kumpulan "tujuh" dalam kitab Wahyu. Nubuat tentang keempat "tujuh" ini berhubungan dengan Mesias (Kristus), bangsa Israel, kaum beriman Perjanjian Baru, dan gereja.
Sebagai bahan pelajaran kita tentang nubuat "tujuh" yang pertama, kita harus membaca Daniel 9:24-27 terjemahan baru:
24. Tujuh puluh pekan telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan kebenaran yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi Tempat Mahakudus.
25. Maka ketahuilah dan pahamilah; dari saat surat keputusan/dekrit itu keluar untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem sampai pada Mesias, Sang Raja, ada tujuh pekan dan enam puluh dua pekan; kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang (jalan) dan paritnya, walaupun di tengah-tengah kesulitan.
26. Sesudah enam puluh dua pekan itu Mesias akan disingkirkan padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datang rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.
27. Raja itu akan membuat perjanjian dengan banyak orang selama satu pekan. Pada pertengahan pekan itu ia akan menghentikan kurban sembelihan dan kurban sajian; dengan kekejian-kekejian pembinasa itu, sampai kegenapan pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa pembinasa itu.
Ketujuh puluh pekan di dalam Daniel 9 dibagi ke dalam tujuh pekan, enam puluh dua pekan dan satu pekan. Dalam Daniel satu pekan adalah tujuh tahun, maka tujuh puluh pekan adalah empat ratus sembilan puluh tahun. Tujuh pekan adalah empat puluh sembilan tahun, enam puluh dua pekan adalah empat ratus tiga puluh empat tahun dan satu pekan terakhir adalah tujuh tahun. Pekan terakhir dari tujuh puluh pekan akan menjadi tujuh tahun terakhir dari zaman sekarang ini, zaman gereja. Setelah tujuh tahun ini datang, kerajaan Allah akan tiba di bumi dan bahkan akan ada seribu tahun bagi Kristus untuk berkuasa di dalam millenium.
Pekan terakhir dari tujuh puluh pekan di dalam Daniel 9 akan dibagi dua. Setengah bagian terakhir dari pekan ini adalah tiga setengah tahun, yang diacukan oleh Daniel sebagai satu masa dan dua masa dan setengah masa (Dan. 7:25; 12:7). Tiga setengah tahun ini sangat berkaitan dengan nubuat Yohanes mengenai tujuh meterai, tujuh sangkakala, dan tujuh cawan. Jika kita Ingin memahami ketujuh meterai, tujuh sangkakala, dan tujuh cawan, kita harus memahami setengah pekan dari pekan terakhir dari tujuh puluh pekan dalam Daniel 9. Ini akan menjadi tiga setengah tahun terakhir dari zaman ini. Para pemenang akan terangkat sebelum tiga setengah tahun ini. Kaum beriman di bumi pada tiga setengah tahun terakhir yang belum matang akan ditinggal di bumi untuk menjalani tiga setengah tahun terakhir ini, yang mana waktu itu adalah kesusahan besar. Kita harus mengerti nubuat tentang masa dari periode ini karena takdir kita terletak di sana.
I. YOHANES DAN DANIEL ADALAH SATU
Dalam pelajaran Alkitab saya di masa lalu, saya tidak menyadari seperti hari ini bagaimana rasul Yohanes begitu menyatu dengan nabi Daniel. Selama masa Daniel, Babel menghancurkan Yerusalem dan bait dan menawan orang-orang Yahudi pada 606 S.M. Kira-kira tujuh puluh tahun kemudian, Daniel menerima wahyu mengenai tujuh puluh pekan (cf. Dan. 9:2). Kira-kira 100 M, Yohanes menulis kitab Wahyu, sehingga jarak waktu penulisan Daniel dan kitab Wahyu sekitar enam ratus tahun. Walaupun dipisahkan priode waktu yang panjang, penulisan mereka menyatu dalam nubuat mereka mengenai akhir zaman ini.
A. Rasul Yohanes dan Nabi Daniel adalah Satu dalam Nubuat mengenai Perampungan Zaman ini
Rasul Yohanes dan nabi Daniel adalah satu dalam nubuat mengenai perampungan zaman ini.
1. "Satu Masa, Dua Masa, dan Setengah Masa" dalam Wahyu 12:14 adalah sebuah Kutipan dari Daniel; 7:25 dan 12:7
"Satu masa, dua masa, dan setengah masa" dalam Wahyu 12:14, adalah sebuah kutipan dari Daniel pasal 7:25 dan 12:7. "Satu masa" adalah satu tahun, "dua masa" adalah dua tahun, "setengah masa" adalah setengah tahun. Pengutipan Yohanes dari Daniel dengan cara ini menunjukan kepada kita bahwa dia bersatu dengan Daniel dan nubuatnya itu disajikan berdasarkan pada Daniel.
2. Binatang di dalam Wahyu 13:1 Berhubungan dengan Keempat Binatang dalam Daniel 7:7
Bukti lain Yohanes menyatu dengan Daniel adalah bahwa binatang dalam Wahyu 13:1 berkaitan dengan keempat binatang dalan Daniel 7:7. Dalam Wahyu 13 terdapat dua binatang. Binatang pertama, yang diacukan dalam ayat 1, adalah Antikristus, dan binatang kedua adalah nabi palsu. Di dalam Daniel 7 terdapat empat binatang. Empat binatang ini berhubungan dengan kekaisaran dari Babel, Media-Persia, Yunani dan Roma. Keempat binatang ini, yang mana menandakan Kekaisaran Roma, yang disebut di dalam Wahyu 13 sebagai binatang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, menandakan sepuluh raja yang akan datang yang membangkitkan dan memulihkan Kekaisaran Roma.
3. Sepuluh Tanduk, Sepuluh Raja, dan Binatang dalam Wahyu 17:12 Berhubungan dengan Sepuluh Tanduk, Sepuluh Raja dan Binatang dalam Daniel 7:23-24
Sepuluh tanduk, sepuluh raja, dan binatang dalam Wahyu 17:12 berhubungan dengan sepuluh tanduk, sepuluh raja dalam Daniel 7:23-24.
4. Catatan dari Yohanes 5:28-29 Berhubungan dengan Yang Terdapat dalam Daniel 12:2
Bersatunya Yohanes dan Daniel dalam nubuat mereka dapat juga dilihat melalui fakta bahwa catatan atau penulisan dari Yohanes 5:28 dan 29 berhubungan dengan yang terdapat dalam Daniel 12:2. Yohanes 5:28-29 membicarakan tentang dua macam kebangkitan. Kebangkitan hayat adalah kebangkitan kaum beriman yang diselamatkan sebelum millenium (Why. 20:4, 6; 1 Kor. 15:23, 52; 1 Tes. 4:6); dan kebangkitan penghakiman yang adalah kebangkitan orang tidak percaya yang sudah mati setelah millenium (Why. 20:5, 12). Daniel 12:2 juga membicarakan dua macam kebangkitan ini. Yang satu mengacu pada hidup selamanya, dan yang lain pada kenajisan dan kehinaan selamanya. Hal ini juga menunjukkan kesatuan dari Daniel dan Yohanes.
B. Posisi dan Sudut dari Daniel dan Yohanes dalam Menerima Wahyu dan dalam Menampak Visi
Untuk melihat sesuatu kita harus memiliki posisi yang tepat dan sudut yang tepat. Banyak orang Kristen membaca Alkitab, tetapi mereka tidak menerima terang atau visi apapun. Ini disebabkan karena posisi dan sudut mereka salah. Firman nubuat Allah sangat khusus. Jika kita tidak memiliki posisi dan sudut yang tepat, kita tidak akan dapat menampak visi. Kita perlu memiliki posisi dan sudut dari Daniel dan Yohanes dalam menerima wahyu dan dalam menampak visi.
1. Daniel Tertawan di Babel; Hatinya Sepenuhnya Tertuju pada Allahdan Umat-Nya, Bait-Nya, dan Kota Kudus-Nya bagi Kerajaan Allah di Bumi; dan di dalam Rohnya, Diduduki Sepenuhnya dengan Doa dan Permohonan kepada Allah
Daniel tertawan di Babel (Dan. 9:1-2a); hatinya tertuju sepenuhnya pada Allah dan umat-Nya, bait-Nya dan kota kudus-Nya bagi kerajaan Allah di bumi (Dan. 9:2b-19); dan di dalam rohnya diduduki sepenuhnya dengan doa dan permohonan kepada Allah (Dan. 9:20-23). Kita mungkin tertarik dengan nubuat, tetapi dengan apakah hati kita diduduki? Apakah hati kita sama dengan hati Daniel? Hati kita harus sepenuhnya pada Allah dan kedambaan-Nya supaya kita dapat menerima wahyu dan menampak visi.
2. Yohanes dalam Pembuangan di Pulau Patmos; Hatinya Tertuju bagi Firman Allah dan Kesaksian Yesus dengan Berpartisipasi dalam Kesusahan, Kerajaan dan Ketekunan dalam Yesus; dan dalam
Rohnya pada Hari Tuhan, Mendambakan Tuhan dan
Memandang Penampakan-Nya
Yohanes dalam pembuangan di Pulau Patmos (Why. 1:9b), hatinya tertuju bagi firman Allah dan kesaksian Yesus dengan berpartisipasi dalam kesusahan, kerajaan dan ketekunan dalam Yesus (why. 1:9); dan dalam rohnya pada hari Tuhan, mendambakan Tuhan dan memandang penampakan-Nya (Why. 1:10). Daniel dan Yohanes memiliki kesamaan dalam posisi dan sudut mereka, sehingga mereka dapat nampak visi.
II. TUJUH PULUH PEKAN DISINGKAPKAN KEPADA DANIEL
A. Tujuh Puluh Pekan telah Ditetapkan bagi Bangsa Israel dan Kota Kudus, Yerusalem
Tujuh puluh pekan telah ditetapkan bagi bangsa Israel dan kota kudus, Yerusalem (Dan. 9:24-27). Pada saat Daniel melihat visi tujuh puluh pekan tersebut, negara Israel telah jatuh ke tangan bangsa-bangsa Kafir. Bangsa-bangsa ini adalah Babel dan kemudian Media-Persia. Kota kudus dihancurkan, dan Bait suci dirusak, dan mereka tertawan kira-kira selama tujuh puluh tahun. Daniel berada dalam situasi seperti itu. Hati Daniel tidak tertawan di sana, tetapi apakah yang dapat ia lakukan? Dia tidak berbuat apa-apa kecuali berdoa. Dia berdoa dan terus berdoa. Kemudian satu visi datang kepadanya. Sesuatu yang rahasia telah disingkapkan kepadanya tujuh puluh pekan.
1. Melenyapkan Kefasikan
Tujuh puluh pekan ini telah ditetapkan untuk melenyapkan kefasikan.
2. Mengakhiri Dosa-Dosa
Masa tersebut juga ditetapkan untuk mengakhiri dosa-dosa.
3. Menghapuskan Kesalahan
Lebih lanjut lagi, masa tersebut juga ditetapkan untuk menghapuskan kesalahan.
4. Mendatangkan Kebenaran Sepanjang Zaman
Tujuh puluh pekan ini telah ditetapkan untuk mendatangkan kebenaran sepanjang zaman (2 Ptr. 3:13). Kefasikan dilenyapkan, dosa-dosa diakhiri, pelanggaran dihapuskan. Kebenaran sepanjang zaman akan didatangkan. Ini adalah kebenaran kekekalan, atau kebenaran yang kekal, yang mana terdapat dalam millenium demikian juga dalam langit baru dan bumi baru. Di dalam millenium Kristus akan menjadi Sang benar (Yer. 23:5), dan Dia akan memerintah kerajaan seribu tahun dalam kebenaran (Yes. 11:5-6). Dalam 2 Petrus 3:13, Petrus berkata, "Kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran." Hari ini ketidakadilan merajalela di mana-mana. Tetapi akan ada satu zaman, zaman langit baru dan bumi baru, di mana terdapat kebenaran.
5. Memeteraikan Visi-visi dan Nabi
Setelah tujuh puluh pekan ini tergenapi, visi-visi dan nubuat-nubuat akan dimeteraikan. Hari ini kita memerlukan visi dan nubuat, tetapi ketika tujuh puluh pekan digenapi, kita tidak membutuhkannya lagi.
6. Dan untuk Mengurapi Tempat Mahakudus (Ruang Mahakudus)
Tujuh puluh pekan juga ditetapkan untuk mengurapi Tempat Mahakudus, Ruang Mahakudus (Dan. 9:24). Sebelum tujuh puluh pekan berlalu, Bait akan dibangun kembali. Kemudian, Antikristus akan menghancurkan dan mencemarkan Bait itu. Dia akan menghentikan kurban sembelihan dan kurban sajian, mendirikan patungnya di dalam Bait sebagai berhala untuk menajiskan Bait suci Allah (Mat. 24:15; Why. 13:14-15; 2 Tes. 2:4). Setelah selesai tiga setengah tahun dari zaman ini, Antikristus akan dihancurkan secara total, Bait akan dibersihkan dan ditahirkan, kemudian Tempat Mahakudus, Ruang Mahakudus, akan diurapi. Ketika Ruang Mahakudus diurapi, pelayanan kurban sembelihan dan kurban sajian akan dipulihkan.
Tiga setengah tahun kesusahan besar diacukan sebagai empat puluh dua bulan (Why. 11:2), atau seribu dua ratus enam puluh hari (12:6). Tetapi Daniel 12:11 dan 12 berkata, "Sejak dihentikan kurban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus sembilan puluh hari. Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari." Dalam ayat-ayat ini seribu dua ratus sembilan puluh hari dan seribu tiga ratus tiga puluh lima hari disebutkan. Orang yang tetap menantikan dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari akan diberkati.
Pada akhir seribu dua ratus enam puluh hari, Antikristus akan dihancurkan oleh Kristus. Kemudian tiga puluh hari lagi diperlukan untuk membersihkan pencemaran, pengrusakan dan pengotoran Bait. Oleh karena itu, pada akhir seribu dua ratus sembilan puluh hari, Bait akan ditahirkan. Tetapi di sana masih belum ada kurban-kurban atau persembahan. Pelayanan ini perlu didirikan. Hal ini memerlukan empat puluh lima hari lagi, yang mana menjadi seribu tiga ratus tiga puluh lima hari. Begitu pelayanan ini didirikan, seluruh umat akan diberkati dalam persembahan kurban sembelihan dan sajian bagi Allah. Supaya bangsa Israel menjadi berkat untuk menikmati persembahan-persembahan. Berkat akan dirampas oleh Antikristus. Dari masa Antikristus menghentikan persembahan-persembahan sampai pada hari orang-orang Israel menikmati persembahan kembali adalah seribu tiga ratus tiga puluh lima hari.
7. Tujuh Pekan Pertama—Empat Puluh Sembilan Tahun—adalah untuk Pembangunan Kembali Yerusalem dan Sudah Digenapi
Sekarang kita perlu melihat bagian-bagian dari pembagian tujuh puluh pekan. Tujuh pekan pertama—empat puluh sembilan tahun—adalah untuk pembangunan kembali Yerusalem dan sudah digenapi (Dan. 9:25).
8. Enam Puluh Dua Pekan Empat ratus Tiga Puluh Empat Tahun adalah untuk Penyingkiran (Penyaliban) Mesias (Kristus)
Enam puluh dua pekan selanjutnya—empat ratus tiga puluh empat tahun adalah untuk penyingkiran (penyaliban) Mesias, Kristus (Dan. 6:26a). Sejarah memberi tahu kita mulai dari pembangunan kembali Yerusalem sampai tahun Kristus disalibkan tepat empat ratus tiga puluh empat tahun.
B. Jangka Waktu Enam Puluh Dua Pekan dan sebelum Pekan yang Terakhir dari Tujuh puluh Pekan
Setelah enam puluh dua pekan dan sebelum pekan yang terakhir dari tujuh puluh pekan, ada jangka waktu, yang lamanya tidak diwahyukan dan di mana penghancuran kota Yerusalem dan tempat kudus-Nya oleh rakyat seorang raja (tentara Roma dari Titus) pada tahun 70 Masehi, dan raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah, dan sampai akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan seperti yang telah ditetapkan (Dan, 9:26b). Jangka waktu enam puluh dua pekan dan sebelum pekan yang terakhir dari tujuh puluh pekan adalah zaman kasih karunia dan zaman gereja. Disebut juga zaman misteri. Dalam jangka waktu ini, segala sesuatu yang telah Allah lakukan, sedang dilakukan, dan akan dilakukan adalah sebuah misteri. Dalam jangka waktu ini Kristus adalah misteri Allah (Kol. 2:2) dan gereja adalah misteri Kristus (Ef. 3:4). Kristus dan gereja adalah misteri yang besar (Ef. 5:23). Wahyu 10:7 mengatakan bahwa misteri-misteri ini akan disempurnakan, diselesaikan, dan berlalu pada peniupan sangkakala ketujuh.
Dalam jangka waktu ini terdapat pemusnahan kota Yerusalem oleh Titus dengan pasukan Romawi pada tahun 70 Masehi. Josephus, ahli sejarah Yahudi, memberi tahu bagaimana Titus menghancurkan Yerusalem dan bait. Ini adalah pengenapan nubuat Tuhan di dalam Matius 24:2 mengenai bait, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Nubuat Daniel selanjutnya adalah akan ada peperangan sampai ke tujuh puluh pekan tergenapi. Mulai dari pemusnahan Yerusalem sampai hari ini, terdapat peperangan demi peperangan.
III. NUBUAT "TUJUH" PERTAMA—PEKAN YANG TERAKHIR DARI TUJUH PULUH PEKAN
A. Pada Permulaan Tujuh Tahun dari Pekan Terakhir dari Tujuh Puluh Pekan,
Antikristus Membuat suatu Perjanjian yang Berat dengan Israel dan Mengingkari Perjanjian pada Pertengahan Pekan itu
Pada permulaan tujuh tahun dari pekan terakhir dari tujuh puluh pekan, Antikristus akan membuat suatu perjanjian yang berat dengan Israel; dan pada pertengahan pekan itu dia akan mengingkari perjanjian itu. Dalam Daniel 9:27 mengatakan, "Dan dia akan membuat perjanjian dengan banyak orang selama satu pekan. Pada pertengahan pekan itu ia akan menghentikan kurban sembelihan dan kurban sajian; dengan kekejian-kekejian pembinasa itu, sampai kegenapan pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa pembinasa itu.” Titus adalah satu lambang dari Antikristus. Dia menghancurkan, membinasakan, kota kudus dan Bait suci, dan Antikristus akan melakukan hal yang sama. Titus membunuh, dan memburu orang-orang kudus, dan Antikristus akan melakukan hal yang sama. Nubuat Daniel menganggap mereka sebagai satu orang. Persona itu diacukan dalam ayat 27 adalah raja dalam ayat 26 yang akan menghancurkan kota dan tempat suci. Bahwa raja itu adalah Titus. Tetapi ayat 27 mengacu kepada kedatangan Antikristus.
1. Menyebabkan Kurban Sembelihan dan Kurban Sajian Dihentikan
Pada pertengahan pekan terakhir dari tujuh puluh pekan, Antikristus akan menyebabkan kurban sembelihan dan kurban sajian dihentikan (Dan. 12:7b, 11a).
2. Menggantikan Kurban Sembelihan dan Kurban Sajian dengan Kekejian-kekejian, yakni, Berhala-berhala, dari Pembinasaan, yakni Antikristus
Dia akan menggantikan kurban sembelihan dan kurban sajian dengan kekejian-kekejian, berhala-berhala, dari pembinasaan, Antikristus (Dan. 12:11b; Mat. 24:15; Why. 13:14-15; 2 Tes. 2:4). Dalam Matius 24:15 Tuhan membicarakan ”Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel.” Menurut Wahyu 13:14 dan 15, pembinasa keji adalah patung Antikristus, yang didirikan di dalam Bait sebagai satu berhala. Kemudian 2 Tesalonika 2:4 memberi tahu kita bahwa Antikristus akan duduk di dalam Bait untuk menyatakan bahwa dia adalah Allah. Daniel 9:27 mengacu kepada “kekejian-kekejian [jamak] dari pembinasa itu.” Kekejian-kekejian ini dapat diacukan kepada diri Antikristus sendiri, kepada patungnya, dan berhala-berhala dia yang diletakkan ke dalam Bait.
3. Sampai Kegenapan Pemusnahan yang telah Ditetapkan Menimpa atas Pembinasa, yakni, Antikristus
Berhala-berhala ini akan tinggal dalam tempat kudus, di dalam Bait, sampai kegenapan pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa atas pembinasa, yaitu Antikristus (Dan. 9:27; 2 Tes. 2:8; Why. 17:11; 19:19-20). Dengan kata lain, berhala-berhala akan tinggal di dalam Bait selama tiga setengah tahun sampai Antikristus secara penuh dihancurkan oleh Kristus. Kristus akan menghalau dia keluar dengan penampakan parousia-Nya, kedatangan-Nya.
B. Tujuh Tahun dari Pekan Terakhir adalah Tujuh Tahun Terakhir dari Zaman Ini
Tujuh tahun dari pekan terakhir adalah tujuh tahun terakhir dari zaman ini dari misteri Allah, mengenai Mesias (Kristus), bangsa Israel, kaum beriman, dan gereja.
C. Membagi Dua Pekan Terakhir
1. Pekan Terakhir Dibagi ke dalam Dua Bagian oleh Pengingkaran Antikristus dari Perjanjian Tujuh Tahun yang akan Dia Buat dengan Israel
Sekarang kita perlu melihat sesuatu mengenai membagi dua pekan terakhir, pekan terakhir dibagi ke dalam dua bagian oleh pengingkaran Antikristus dari perjanjian tujuh tahun yang akan dia buat dengan Israel (Dan. 9:27).
2. Setengah Pertama adalah Sebelum Meterai Keenam, yang Berisi Bencana-bencana yang Supernatural di Bumi dan Langit dan yang Akan Dimulainya Kesusahan Besar selama Tiga Setengah Tahun, Setengah Terakhir dari Pekan Terakhir
Setengah pertama adalah sebelum meterai keenam, yang berisi bencana-bencana yang supernatural di bumi dan langit (Why. 6:12-17). Selama meterai keenam bumi akan menjadi satu tempat yang tidak nyaman untuk manusia hidup di atasnya. Meterai keenam akan dimulainya kesusahan besar selama tiga setengah tahun, setengah terakhir dari pekan terakhir.
3. Setengah Kedua Tiga Setengah Tahun
Setengah kedua tiga setengah tahun yang diacukan dalam 7:25 dan 12:7.
a. Dihitung dari Dihentikannya Kurban Sembelihan dan Kurban Sajian, dan Menggantikannya dengan Kekejian-kekejian dan Berhala-berhala, oleh Antikristus, pada Masa Meterai Keenam
Setengah kedua ini akan dihitung dari dihentikannya kurban sembelihan dan kurban sajian, dan menggantikannya dengan kekejian-kekejian dan berhala-berhala, oleh Antikristus, pada masa meterai keenam (Why. 6:12-17). Pada satu pihak, Allah akan mengguncang bumi dan langit, menjadikan bumi satu tempat yang tidak nyaman untuk hidup dalamnya. Di pihak lain, Antikristus akan mengingkari perjanjiannya dengan Israel, dan dia akan memburu orang-orang Yahudi dan menghancurkan Bait.
b. Masa Kesusahan Besar, Dimulai dari Meterai Keenam dari Ketujuh Meterai dan Berakhir pada Cawan Ketujuh dari Ketujuh Cawan, adalah “Hari Pencobaan yang akan Datang atas Seluruh Bumi untuk Mencobai Mereka yang Diam di Bumi” (Why. 3:10)
Setengah kedua dari pekan terakhir, tiga setengah terakhir dari zaman ini, akan menjadi masa kesusahan besar (Mat. 24:21, 15), dimulai dari meterai keenam dari ketujuh meterai (Why. 6:12-17) dan berakhir pada cawan ketujuh dari ketujuh cawan (Why. 6:17-21), adalah “hari pencobaan yang akan datang atas seluruh bumi untuk mencobai mereka yang diam di bumi” (Why. 3:10). Lima meterai pertama tidak ada hubungannya dengan kesusahan besar. Kesusahan besar akan dimulai oleh meterai keenam. Ketujuh cawan akan menjadi celaka terakhir dari kesusahan besar, dan kesusahan ini diacukan sebagai “hari pencobaan.”
c. Sebelum Tiga Setengah Tahun Kesusahan Besar, Para Pemenang di antara Kaum Beriman Diangkat ke dalam Kehadiran Kristus (Parousia) di Langit
Sebelum tiga setengah tahun kesusahan besar, para pemenang di antara kaum beriman diangkat ke dalam kehadiran Kristus (Parousia) di langit (Why. 12:5-6; 14:1; Luk. 21:34-36; Mat. 24:36-44).
d. Pada Akhir (Yang Seharusnya terjadi dalam Tahun Terakhir) Tiga Setengah Tahun Kesusahan Besar, Mayoritas Kaum Beriman, Yang Meninggal dan Dibangkitkan dan Hidup, Diangkat ke dalam Penanpakan Kristus (Parousia) di Udara
Pada akhir (yang seharusnya terjadi dalam tahun terakhir) tiga setengah tahun kesusahan besar, mayoritas kaum beriman, yang meninggal dan dibangkitkan dan hidup, diangkat ke dalam kehadiran Kristus (parousia) di udara (2 tes. 4:16-17; Why. 14:14-16; 2 Tes. 2:1, 3-4, 8). Perjanjian Baru secara jelas mewahyukan akan ada dua jenis pengangkatan. Satu sebelum kesusahan, dan yang lainnya setelah kesusahan. Satu sebelum kesusahan bagi para pemenang, dan satu setelah kesusahan untuk mayoritas kaum beriman.
1) Perempuan Universal, yang Melambangkan Mayoritas Orang-orang Kudus, Dirawat selama Tiga Setengah Tahun pada Satu Tempat di Bumi yang Disiapkan oleh Allah untuk Orang-orang Kudus yang Hidup Mengindikasikan dan Membuktikan bahwa Mayoritas Orang-orang Kudus yang Hidup akan Diangkat setelah Genap Tiga Setengah TahunKesusahan Besar
Fakta bahwa perempuan universal, yang melambangkan mayoritas orang-orang kudus, dirawat selama tiga setengah tahun pada satu tempat di bumi yang disiapkan oleh Allah untuk orang-orang kudus yang hidup (Why. 12:6, 14), mengindikasikan dan membuktikan bahwa mayoritas orang-orang kudus yang hidup akan diangkat setelah genap tiga setengah tahun kesusahan besar.
2) Tuaian, yang Melambangkan Mayoritas Orang-orang Kudus yang Hidup, Dituai setelah Penyembah-penyembah Antikristus dan Patungnya juga Mengindikasikan dan Membuktikan bahwa Mayoritas Orang-orang Kudus yang Hidup pada Kedatangan Tuhan akan Diangkat setelah Kesusahan Besar Tiga Setengah Tahun
Tuaian, yang melambangkan mayoritas orang-orang kudus yang hidup, dituai (Why. 14:14-16) setelah penyembah-penyembah Antikristus dan patungnya (Why. 14:9-13) juga mengindikasikan dan membuktikan bahwa mayoritas orang-orang kudus yang hidup pada kedatangan Tuhan (Why. 14:14) akan diangkat setelah kesusahan besar tiga setengah tahun
Selama masa kesusahan besar, Allah akan menyediakan tempat untuk merawat umat-Nya yang masih hidup. Ini menunjukkan bahwa bagaimana adanya Allah kita. Ini adalah jalan yang serupa bahwa Tuhan akan memelihara bangsa Israel ketika mereka ada di Mesir. Allah menghakimi orang-orang Mesir dengan segala malapetaka, tetapi bangsa Israel ada dalam perawatan di satu tempat yang disebut Gosyen dimana mereka dilindungi, dijaga, dan dipelihara.
Fakta-fakta yang akan menguji jerih lelah bahwa mayoritas orang-orang kudus yang tidak matang sebelum kesusahan besar akan ditinggal di bumi sampai melewati kesusahan besar. Seperti yang telah kita tunjuk, bumi pada saat itu tidak akan menjadi tempat yang nyaman untuk hidup. Mereka yang melewati kesusahan besar akan menderita segala hal. Para pemenang akan diangkat, dan di sana akan banyak bencana yang supernatural. Saya percaya ini akan sulit bagi kaum beriman untuk mengasihi dunia selama masa itu. Apakah kita percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah? Kita telah belajar segala hal ini. Beban saya adalah tidak mengajarkan nubuat. Saya memberikan kepada Anda satu kata peringatan. Hati Daniel dan Yohanes ada pada Allah. Tetapi di manakah hati Anda hari ini?
IV. PELAJARAN-PELAJARAN ROHANI DALAM MENCARI PENAMPAKAN TUHAN
A. Memberi Perhatian kepada Firman Nubuatan seperti Memperhatikan Pelita yang Bercahaya di Tempat yang Gelap,
sampai Fajar Menyingsing dan Bintang Timur Bercahaya di dalam Hatimu
Dalam mencari penampakan Tuhan, ada beberapa pelajaran rohani. Pertama, kita perlu memberi perhatian kepada firman nubuatan seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, sampai fajar menyingsing dan Bintang Timur bercahaya di dalam hatimu (2 Ptr. 1:19; Why. 22:16; 2:28). Yang mendahului kedatangan Tuhan secara terbuka, Tuhan akan tampak seperti bintang timur di dalam kegelapan waktu malam kepada yang berjaga-jaga dan memandang bagi penampakan-Nya (2 Tim. 4:8). Mereka harus disinari oleh cahaya firman nubuatan, yang dapat memimpin mereka kepada fajar yang menyingsing kepada terang bintang timur di dalam hati mereka.
B. Hari dan Jam Para Pemenang Diangkat tidak Diketahui oleh Kita, tetapi Tahun Pengangkatan Mayoritas Kaum Beriman dapat Digambarkan oleh Kita Menurut Pekan Terakhir dari Tujuh Puluh Pekan, melalui Perumpamaan Pohon Ara yang Diumpamakan oleh Tuhan dalam Matius 24:32-33
Hari dan jam para pemenang diangkat tidak diketahui oleh kita (Mat. 24:36-44), tetapi tahun pengangkatan mayoritas kaum beriman dapat digambarkan oleh kita menurut pekan terakhir dari tujuh puluh pekan, melalui perumpamaan pohon ara yang diumpamakan oleh Tuhan dalam Matius 24:32-33. Ayat ini mengatakan bahwa pohon ara akan melembut dan bertunas. Kemudian Tuhan mengatakan bahwa ketika kita melihat ini, kita seharusnya mengenal bahwa musim panas hampir dekat. Dalam Matius 24:32-33 pohon ara melambangkan bangsa Israel, melembut menandakan kembalinya hayat, dan bertunas menandakan aktivitas di luar.
1. Pohon Ara Menandakan Bangsa Israel
Pohon Ara adalah lambang dari bangsa Israel (Yer. 24:2, 5, 8; Hos. 9:10) dan digunakan oleh Tuhan dalam Matius 21:19; “Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapatkan apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya. Dan pohon ara itu mendadak menjadi kering.” Pohon ara penuh dengan daun tetapi tidak berbuah, menandakan bahwa pada saat bangsa Israel penuh dengan penampilan luaran tetapi tidak ada sesuatu yang dapat dipersembahkan pada Allah. Pada waktu ini, bangsa Israel benar-benar kering.
2. Melembut Menandakan Kembalinya Hayat
Akhirnya, orang-orang Yahudi di Israel kehilangan kampung halaman mereka dan tersebar ke berbagai negara. Ini kelihatannya tak masuk akal bahwa setelah berabad-abad mereka dapat kembali ke tanah nenek moyang mereka dan membentuk satu bangsa. Tetapi pada 1948 bangsa Israel telah dibentuk; bahwa bangsa Israel telah melembut, kembalinya hayat.
3. Bertunas Menandakan Aktivitas di Luar
Ketika orang-orang Yahudi mendapatkan kembali Yerusalem 1967, bahwa pohon ara bertunas. Satu tanda terakhir akan terjadi pembangunan kembali Bait. Menurut surat kabar baru-baru ini, banyak orang Yahudi mempersiapkan untuk pembangunan kembali Bait dengan segala pelayanannya. Bait Allah akan dibangun kembali sebelum Tuhan datang kembali (cf. Mat. 24:15; 2 Tes. 2:4).
Dalam penglihatan Tuhan akan datang kembali, kita perlu memperhatikan situasi dunia hari ini. Kecendrungan perkembangan situasi politik, ekonomi, dan militer di Eropa mengarah kepada seorang yang kuat akan dibangunkan. Orang kuat ini akan menjadi seorang yang menandatangani perjanjian tujuh tahun dengan Israel. Pada hari itu orang kuat, Antikristus, menandatangani perjanjian ini dengan Israel, ada tujuh tahun untuk mengakhiri zaman ini. Setelah tiga setengah tahun, dia akan mengingkari perjanjian ini, dan tiga setengah tahun kedua akan menjadi masa kesusahan besar. Hanya sebelum dimulainya kesusahan besar, para pemenang Kristus akan diangkat. Jika kaum beriman yang hidup pada saat ini tidak siap dan matang, mereka akan ditinggal di bumi untuk melewati masa kesusahan besar. Kesusahan akan terjadi dari tiga arah: dari Allah, dari Antikristus, dan dari Satan. Allah akan menghakimi seluruh alam semesta oleh bencana yang supernatural, menjadikan bumi tidak nyaman bagi yang hidup. Satan dan Antikristus akan melakukan pekerjaan mereka yang akhir untuk menghancurkan dan merusak umat manusia.
4. Musim Panas Menandakan Zaman Pemulihan Bangsa Israel
Ketika kita melihat pohon ara, melambangkan bangsa Israel, melembut dan bertunas, kita harus menyadari bahwa musim panas hampir tiba. Musim panas menandakan zaman pemulihan bangsa Israel (Kis. 1:6).
5. Butir 1, 2, dan 3 yang Tertera di atas Akan Terjadi sebelum Antikristus Membuat Perjanjian Tujuh Tahun dengan Bangsa Israel pada Akhir Zaman Ini; Sehingga, Tujuh Tahun dari Pekan Terakhir dapat Diperkirakan
Pohon ara melembut dan bertunas terjadi sebelum Antikristus membuat perjanjian tujuh tahun dengan bangsa Israel pada akhir zaman ini; sehingga, tujuh tahun dari pekan terakhir dapat diperkirakan.
C. Berjaga-jaga dan Siap Sedia untuk Diambil, dengan “Dicuri” oleh Penampakan Tuhan secara Rahasia “Pencuri,” ke dalam Kehadiran-Nya (paraousia) di Langit
Kita perlu berjaga-jaga dan siap sedia untuk diambil, dengan “dicuri” oleh penampakan Tuhan secara rahasia “pencuri,” ke dalam kehadiran-Nya (paraousia) di langit (Mat. 24:40-44). Seorang pencuri datang untuk mencuri barang-barang yang berharga pada waktu yang tidak diketahui. Tuhan akan datang secara rahasia sebagai seorang pencuri untuk mencuri Anda jika Anda adalah berharga.
D. Memperhatikan Diri Kita Sendiri dan Berjaga-jaga Setiap Saat, Memohon bahwa Kita dapat Luput dari Segala hal dari Kesusahan Besar
Kita perlu memperhatikan diri kita sendiri, supaya hati kita jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas diri kita seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kita dapat tahan berdiri di hadapan Anak Manusia, Kristus (Luk. 21:34-36). Kita perlu menjadi seorang yang menjaga hati kita tidak dapat dipengaruhi oleh hawa nafsu, kemabukan, dan kecemaran hidup. Hawa nafsu adalah kegemaran dalam minum-minum dan makan-makan. Jika hati kita dipenuhi kecemaran, kemudian hati kita tidak ada ruangan bagi Allah, bagi Kristus. Kita mungkin datang kesuatu sidang, tetapi hati kita tidak di dalam sidang karena hati kita dipenuhi dengan hal-hal duniawi. Kita perlu menjaga hati kita kerena kita tidak ingin hari kesusahan besar datang keatas kita secara tiba-tiba sebagai satu jerat. Hari ini akan menjadi seperti air bah yang datang secara tiba-tiba kepada orang-orang pada zaman Nuh. Kita perlu berjaga-jaga dan berdoa supaya kita dapat luput dari segala hal ini dan dapat berdiri di hadapan Anak Manusia. Ini berhubungan dengan Wahyu 14:1, yang mengindikasikan bahwa para pemenang yang terangkat akan berdiri di hadapan Juruselamat di gunung Sion di langit sebelum kesusahan besar (cf. 12:5-6, 14).
E. Menuruti Firman Kesabaran Kristus bahwa Kita dapat Dilindungi oleh Dia untuk Keluar dari Hari Pencobaan, yang akan Datang atas seluruh Bumi, untuk Mencobai Mereka yang Diam di Bumi
Kita juga perlu menuruti firman kesabaran Kristus bahwa kita dapat dilindungi oleh Dia untuk keluar dari hari pencobaan, yang akan datang atas seluruh bumi, untuk mencobai mereka yang diam di bumi (Why. 3:10). Hari ini firman yang kita turuti adalah firman kesabaran. Selama kita menuruti firman Allah, kita akan menderita. Orang-orang akan menganiaya kita. Bahkan orang tua dan teman-teman kita dapat menghina kita. Kita perlu menuruti firman kesabaran Tuhan sehingga kita dapat dipelihara pada saat kesusahan besar sebagai satu pencobaan yang akan datang atas seluruh bumi untuk mencobai mereka yang diam di bumi. Kita harus berjaga-jaga dan siap sedia untuk belajar pelajaran-pelajaran rohani. Untuk menjadi matang bukan perkara satu malam. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri kita sendiri untuk kedatangan-Nya dengan mengasihi Dia sehingga kita dapat bertumbuh di dalam Dia dan matang bagi penampakan-Nya.