Orang Benar yang Gagal
Pagi ini, kita akan membahas satu kisah dengan judul: "orang Benar yang Gagal". Artinya, orang ini gagal, tetapi ia juga orang yang benar. Ada orang benar yang menang, ada orang benar yang gagal. Kita harus menjadi orang benar yang menang dengan menerima peringatan dari kasus orang benar yang gagal ini. Siapakah orang benar yang gagal ini? Kita akan melihat dari ayat-ayat Alkitab.
Dua Petrus 2:6-8 mengatakan, "Dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, tetapi la menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, – sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa." Jiwa Lot adalah jiwa yang benar. Orangnya adalah orang yang benar. Melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan dan perkara-perkara yang tidak benar, hari demi hari jiwanya merasa tersiksa. Kalau dia orang yang demikian, mengapa disebut orang benar yang gagal?
Kita harus mengetahui siapakah Lot? Lot bukanlah seorang yang ternama dan luar biasa. Lot bisa terkenal karena mempunyai seorang paman yang terkenal, yaitu Abraham. Pamannya adalah orang yang terkenal, karena itu ia juga ikut terkenal. Mari kita melihat kitab Kejadian, untuk melihat orang macam apakah Lot itu.
Permulaan Lot
Kejadian 11:31 mengatakan, "Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana." Kalau kita membaca lagi Kisah Para Rasul 7, kita akan mengetahui, ketika Abraham di Mesopotamia, sebelum ia tinggal di Haran, Allah sudah menampakkan diri kepadanya. Allah memanggil dia untuk meninggalkan negeri dan sanak saudaranya, pergi ke negeri yang akan ditunjukkanNya kepadanya. Lalu Abraham meninggalkan Ur-Kasdim menuju ke Kanaan. Namun ketika ia meninggalkan Ur-Kasdim, ayahnya juga ikut. Bukan hanya ayahnya yang mengikuti dia, keponakannya, Lot, juga mengikuti dia. Boleh dikatakan, Lot seperti seorang anak atau adik kecil dalam satu keluarga yang beriman. Karena pamannya berkata, bahwa Ur-Kasdim adalah tempat yang moralnya tidak karuan, yang dihukum Allah, dan mereka harus pergi ke Kanaan, karena Allah telah memanggil mereka meninggalkan Ur, lalu Lot mengikuti pamannya, meninggalkan Ur-Kasdim, pergi ke Kanaan.
Menurut catatan ahli sejarah, semula rumah Abraham adalah satu rumah pembuat berhala; mungkin ayah Abraham mencari natkah dengan pekerjaan itu. Yosua pasal 24 mengatakan, bahwa Abraham dibawa keluar dari rumah penyembah berhala. Karena Lot mendengar pamannya berkata, bahwa dia ingin memisahkan diri dari dunia, dan tidak mau menempuh hidup dengan sembarangan, dia pun mengikuti pamannya dan meninggalkan Ur-Kasdim.
Saudara-saudari, hari ini mungkin bukan Anda yang terlebih dulu mendengar panggilan Allah. Mungkin kakek Anda, ayah Anda, ibu Anda, isteri Anda, atau paman Anda telah mendengarkan panggilan Allah, lalu membawa Anda keluar. Lot sendiri tidak mendengar panggilan Allah. Pamannyalah yang mendapat dan mendengar panggilan Allah. Itulah sebabnya dia mengikuti pamannya pergi. Mungkin ayah Anda percaya lebih dulu, mungkin kakak Anda percaya lebih dulu, mungkin kakak perempuan Anda percaya lebih dulu, atau mungkin isteri Anda percaya lebih dulu, kemudian Anda ikut percaya. Anda seperti Lot! Kalau dalam keluarga Anda sudah ada yang percaya Tuhan, dan Anda tidak mengikuti, Anda salah. Kalau Anda ikut, itu baik sekali. Ada orang mengikuti ibunya atau ayahnya percaya Tuhan, itu baik. Tetapi sayang, banyak orang yang dirinya sendiri tidak mengenal Allah. Kakek Anda percaya, paman Anda percaya, tetapi Anda sendiri tidak mengenal Allah. Ini adalah satu perkara yang patut disayangkan.
Lot itu baik! Dia bukan hanya mengikuti pamannya, dia sendiri adalah orang yang benar. Abraham seperti orang imani yang senior dan Lot adalah orang imani yang yunior. Sebagai sanak saudara, juga sebagai teman seperjalanan, mereka seharusnya baik sekali. Permulaan mereka berdua sungguh baik, tetapi di kemudian hari mereka berpisah. Mengapa mereka berpisah? Mari kita lihat ayat Alkitab selanjutnya.
Pilihan Lot
Kejadian 13:5-6 mengatakan, "Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka. untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama." Bersama-sama menderita itu mudah, tetapi bersama-sama makmur dan bahagia itu cukup sulit. Dua orang bersama-sama keluar dari Ur-Kasdim, bersama-sama pergi ke Kanaan, itu sungguh baik. Allah memberkati mereka, sehingga harta benda mereka bertambah banyak. Mereka makin kaya, tapi kesulitanpun timbul. Tempat itu tidak cukup luas bagi mereka berdua untuk tinggal bersama. Kalau Anda ada tempat tinggal, maka aku tidak ada. Kalau aku yang bertempat tinggal, Anda tidak bertempat tinggal. Lembu dan domba Anda ada rumput, lembu dan domba saya tidak ada rumput; begitu juga sebaliknya. Anda mungkin tidak bicara, aku juga tidak bicara, tapi hamba-hamba kita angkat suara.
Kejadian 13:7 mengatakan, "Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot."Anak buah mereka mulai berkelahi. Yang satu berkata, "Dombaku, lembuku harus makan rumput di sini." Yang lain juga berkata, "Dombaku, lembuku juga harus makan rumput yang di sini." Mereka tidak bisa tinggal bersama-sama, karena hartanya terlalu banyak. Hari ini, banyak sekali orang yang bisa bersama-sama meninggalkan Ur-Kasdim, tetapi setelah sampai di Kanaan, timbullah masalah.
Di sini, sekalian saya singgung beberapa tempat yang oleh Alkitab dipakai untuk melambangkan dunia. Ur-Kasdim melambangkan kekacauan dunia. Sodom dan Gomora melambangkan kenikmatan dunia. Mesir melambangkan dunia di bawah kuasa Iblis. Ketiga tempat ini semua melambangkan dunia. Tetapi masing-masing mempunyai ciri-ciri yang khusus.
Lot meninggalkan Ur-Kasdim yang kacau balau, tetapi setelah sampai di Kanaan, ada sesuatu yang tidak rela ia lepaskan. Orang Kristen juga demikian. Setelah percaya Tuhan, mereka mungkin tidak rela meletakkan ketenaran dalam kerohanian; tidak rela kehilangan kedudukan dalam pekerjaan. Dulu, di dunia mereka berebut reputasi, kini di gereja mereka berebut mendapatkan kedudukan. Dulu dalam profesi membuat berhala, mereka berebut keuntungan, kini di gereja mereka juga berebut keuntungan.
Kejadian 13:8-9 mengatakan, "Maka berkatalah Abram kepada Lot: Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kid, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri." Salah satu sebab kejatuhan orang Kristen adalah tidak bisa tinggal bersama orang Kristen yang lain. Begitu Anda merasa tidak bisa tinggal bersama orang Kristen yang lain, begitu Anda tidak bisa berhubungan dengan orang Kristen yang lain, begitu Anda berkata, bahwa orang yang percaya Tuhan masih tidak sebaik keluarga Anda, begitu Anda takut melihat orang Kristen lainnya, semua itu membuktikan, bahwa kerohanian Anda ada penyakitnya. Begitu Anda tidak bisa berhubungan secara baik dengan orang Kristen lainnya, saat itu juga Anda gagal.
Semua kesalahan ada di pihak Lot. Abraham adalah kepala keluarga, Lot adalah anak muda. Lot mendapat harta juga karena pamannya. la seharusnya tidak membiarkan para hambanya berkelahi dengan para hamba Abraham. Abraham sendiri tidak mau bertengkar, Abraham adalah pemenang. Lot seharusnya berkata, "Lembu dombaku boleh mati kelaparan, tetapi aku tidak boleh meninggalkan pamanku. Hanya sekeluarga ini yang percaya Allah di tanah Kanaan, bagaimana aku bisa meninggalkannya?" Tetapi Lot tidak berpikiran demikian. la merasa lembu domba mendapatkan makanan lebih penting daripada dia mendapatkan makanan. Lebih baik kehilangan persekutuan dengan paman, daripada kehilangan lembu domba. Lebih baik kerohaniannya tidak terbina, daripada kehilangan harta benda. Lebih baik kehilangan pamannya, Abraham, daripada kehilangan seekor temaknya. Karena hari ini paman sudah menyuruhku memilih, maka aku akan memilih yang terbaik." Demikianlah Lot menentukan pilihannya.
Kejadian 43:10 mengatakan, "Lalu Lot melayangkan pandangannya dan dilihamyalah, bahwa seluruh lembah Yordan banyak aimya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir sampai ke Zoar - Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora." Lihatlah, benda yang pertama masuk adalah harta. Orang muda yang baru percaya Tuhan sangat berani. Paman pergi, aku juga ikut pergi. Sejangka waktu kemudian, setelah mencicipi rasa dunia, sepertinya kepercayaan kepada Tuhan boleh disingkirkan, persekutuan dengan orang Kristen lain boleh diabaikan. Lot "melayangkan pandangan dan melihat, bahwa seluruh lembah Yordan banyak airnya." Dia tidak peduli, lembu domba Abraham ada rumput untuk dimakan atau tidak, dia hanya mempedulikan lembu dombanya sendiri.
Saudara saudari, saya tidak ingin bertanya kepada Anda, sudah berapa lama Anda percaya Tuhan; saya hanya memberitahu Anda, bahwa hari ini Allah telah membentangkan dua jalan di depan Anda. Hari ini Allah menaruh dunia di depan Anda, Allah juga menaruh tanah Kanaan di depan Anda. Allah hendak melihat bagaimana Anda memilih!
Lot melihat lembah Yordan banyak aimya sampai ke Zoar, seperti taman TUHAN, juga seperti tanah Mesir. Oh, di satu pihak seperti taman TUHAN, di pihak lain seperti Mesir, inilah dunia! Sodom dan Gomora mewakili kenikmatan dosa dunia. Orang dunia mencari kesenangan di dalam dosa.
Kejadian 13:11 mengatakan, "Sebab itu Lot memilih baginya seluruh lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah" Di dunia ini ada berkat, ada kemuliaan, juga ada kenikmatan. Demikianlah Lot memilih lembah Yordan. Mungkin dia berpikir, "Tempat ini seperti taman TUHAN!" Saya pernah bertanya kepada seorang saudara yang berbuat dosa, bagaimana perasaannya. Ia menjawab, seperti merasakan kesenangan surga. Ketika baru percaya Tuhan, ia tidak bisa melakukan ini, tidak bisa melakukan itu. Namun begitu ia melakukan sedikit dosa, ia merasa bahwa berdosa ada kenikmatannya. Dalam pandangan Lot, Sodom dan Gomora seperti taman TUHAN. Apa yang diperlihatkan dunia ini kepada kita, bisa jadi sedikit seperti surga.
Tetapi Sodom dan Gomora juga seperti Mesir. Di satu pihak, hati nurani orang Kristen membuat orang itu mempunyai satu daya pembeda. Seperti taman TUHAN, tetapi juga seperti Mesir. Ada kenikmatan, tetapi juga ada penderitaan. Ketika orang Israel di Mesir menjadi budak, mereka dianiaya oleh orang Mesir, disesah oleh orang Mesir; tidak diberi jerami, tetapi masih dituntut amembuat batu bata. Sebab itu, orang Israel ingin keluar dari Mesir. Ketika Anda mengasihi dunia, mungkin ada sedikit kesenangan, ada sedikit kebahagiaan, Anda merasa bahwa dunia ini mirip taman TUHAN, tetapi hati nurani Anda juga membuat Anda merasa tidak tentram. Banyak orang Kristen ketika berbuat dosa, di satu pihak merasa senang tetapi di pihak lain mereka merasakan hati nuraninya tidak damai. Di satu pihak ada kesenangan taman TUHAN, di pihak lain ada penganiayaan Mesir.
Saudara saudari muda, hari ini apa yang Anda sukai? Dunia? Kesenangan? Allah tidak memaksa Anda menempuh satu jalan tertentu, Allah menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada Anda sendiri. Anda menjadi Abraham yang memilih tanah Kanaan, atau menjadi Lot yang memilih dunia? Lot tidak memilih tinggal di dalam kota, dia memilih tinggal di luar kota. Seluruh lembah Yordan memang menyenangkan, tetapi juga pahit. Hari demi hari, di mana Anda menempuh hidup?
Geografi Kanaan adalah demikian: di sebelah timur adalah sungai Efrat. (Ini adalah sungai Efrat yang diseberangi Abraham dari Ur-Kasdim ke Kanaan). Di sebelah barat ada sungai Yordan. Kanaan terletak di antara kedua sungai itu. Apa yang dikatakan Alkitab setelah Lot memilih seluruh lembah Yordan? "Sebab itu Lot memilih baginya seluruh lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur?” (13:11). "Berangkat ke sebelah timur" adalah bergerak ke arah Sodom. Ini merupakan kejatuhan. Karena dia memilih demikian, maka perlahan-lahan dia bergerak ke sebelah timur. Tidak ada orang yang berbuat dosa, yang berhasil dalam satu hari. Tidak ada orang yang jatuh, yang langsung jatuh dalam satu hari. Semuanya terjadi karena hari ini kehilangan sedikit, besok kehilangan sedikit lagi; sejangka waktu kemudian, jatuhlah ia ke dalam dosa. Kalau Anda memilih lembah, Anda mudah menggembalakan temak dan mencari air, Anda tidak perlu naik turun gunung, Anda dapat hidup enak. Kalau Anda ingin kenyamanan, tidak ingin kerja keras, kemah Anda perlahan-lahan akan bergeser ke timur. Kalau Anda menyukai kesenangan dunia yang penuh dosa, akhirnya kaki Anda akan berjalan ke dunia. Kalau Anda tidak menahan langkah pertama Anda, Anda tidak akan mampu menahan langkah kedua. Karena hati Anda condong kepada dunia, maka Anda tidak dapat menahan kaki Anda agar tidak berjalan menuju dunia. Karena mata Anda terarah ke dunia, maka Anda tidak dapat menahan kaki Anda dari melangkah ke dunia. Kalau Anda sudah memilih dunia, Anda tidak akan mampu menahan kaki Anda dari berjalan ke dunia.
Kejadian 13:12 mengatakan, "Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom." Saudara saudari, saya tidak tahu bagaimana pilihan Anda hari ini. Abraham merelakan tanah yang subur dan indah kepada Lot. Dia sendiri menetap di tanah Kanaan, tanah yang ditunjukkan Allah kepadanya dalam panggilanNya, tanah yang diberkati Allah, dan tanah yang memungkinkannya menerima pembinaan rohani. Bagaimana dengan Lot? Dia menetap di kota-kota lembah Yordan, tempat pilihannya sendiri. Apakah kita seperti Abraham, yang tinggal di Kanaan, tanah yang ditunjukkan Allah kepadanya dalam panggilanNya? Atau, kita seperti Lot, yang tinggal di kota-kota lembah Yordan, yang dipilihnya sendiri?
Kejadian 13:12 mengatakan, "Lot menetap di kota-kota lembah Yordan, dan berkemah di dekat Sodom." Boleh jadi Lot berpikir, "Aku adalah orang benar. Kalau aku memilih Sodom, aku tentu akan jatuh dan menjadi murtad. Namun, tidak mengapa kalau memilih tempat di luar kota Sodom. Ini hanya dekat dengan Sodom, bukan di dalam Sodom. Kalau di dalam Sodom tentu tidak baik, tetapi tidak mengapa tinggal dekat Sodom." Oh, mungkin kita mengira memilih dunia itu tidak baik, tetapi mungkin masih boleh memilih sesuatu atau satu tempat di perbatasan dunia. Banyak orang Kristen adalah orang Kristen di perbatasan. Dunia mengatakan, "Anda tidak seperti salah satu dari kami:" Kanaan juga berkata, "Anda tidak seperti salah satu dari kami." Memang, Anda hanya tinggal dekat dunia, tetapi Anda juga tidak tinggal di Kanaan. Anda di pihak yang mana?
Suatu kali saya tinggal di sebuah desa, dan saya bertanya kepada seorang tentara, mengapa sebagian tentara mudah sekali berubah haluan. Dia berkata, sebab seragam mereka abu-abu. Abu-abu adalah campuran warna hitam dengan warna putih, bukan hitam juga bukan putih. Banyak orang Kristen yang seperti itu. Mereka tampaknya tidak berada di pihak sini juga tidak berada di pihak sana. Kelihatannya mereka ada di taman TUHAN, tetapi saat yang bersamaan mereka juga ada di Mesir. Mereka tidak rela berserah kepada Allah di pihak sini, juga tidak mau melepas dunia di pihak sana.
Saudara saudari, hari ini Anda ada di pihak yang mana? Apakah Anda orang Kristen abu-abu, yang bukan hitam atau putih? Bila Anda mendekati orang dunia, apakah mereka menganggap Anda manusia abaci kedua belas yang kuno, yang sangat berbeda dengan orang lain di dunia? Sungguh menyedihkan, ada orang menganggap orang Kristen seharusnya jauh berbeda dengan orang lain, tetapi ternyata orang Kristen serupa dengan mereka! Ini adalah pernyataan yang paling buruk yang dapat dilontarkan oleh orang luar terhadap orang Kristen! Banyak orang tidak mau berdiri mengatakan, "Aku adalah milik Kristus." Mereka merasa, asal sudah menjadi orang Kristen, mengakui atau tidak mengakui itu tidaklah penting. Mereka tidak bisa melepas taman TUHAN, tetapi mereka juga menginginkan Mesir. Mereka pergi ke balai sidang pada hari Minggu pagi, membaca Alkitab selama lima menit sehari, lalu mengira mereka adalah orang Kristen. Namun, mereka tidak memiliki persekutuan Kristian yang sejati. Mereka tidak dapat sungguh-sungguh melepas temak mereka. Saudara saudari, kita harus memohon Allah melepaskan kita dari jalan yang demikian. Kalau tidak, kita akan menghadapi bahaya.
Mungkin Anda mengira tidaklah mengapa asal Anda tidak masuk ke Sodom, asal Anda tidak murtad, asal Anda tidak mengatakan bahwa Anda tidak percaya Tuhan Yesus. Tetapi, kemah Anda perlahan-lahan bergerak, dan akan bergerak terus ke arah Sodom. Kalau Anda sudah mengayunkan langkah pertama, tidak terhindari lagi, Anda akan mengayunkan langkah kedua. Kalau Anda sudah memilih mengarah ke Sodom, akhirnya Anda akan masuk ke dalam kota Sodom. Kalau Anda sudah memilih kesenangan duniawi, kesudahannya tentu dalam dosa dan kejahatan. Kalau Anda sudah memilih harta benda, Anda tentu akan tercemar. Anda harus berkata, "Ya Allah, ke arah manakah kakiku melangkah?" Dulu, Anda di luar kota-kota lembah Yordan, tetapi kemah Anda dapat bergerak perlahan-lahan. Saya tidak tahu, apakah kaki Anda sudah bergerak atau belum. Saya tidak tahu, Anda sudah masuk ke dalam kota Sodom atau belum. Mungkin jejak yang Anda tinggalkan di belakang akan menunjukkan, bahwa kaki Anda sudah bergerak. Mula-mula, Anda dapat memilih meninggalkan orang Kristen lain karena Anda menghargai temak Anda, tetapi di kemudian, pasti jejak Anda bergerak makin jauh. Syukur kepada Allah, hari ini masih banyak orang Kristen yang kemahnya ada di Kanaan. Semoga kita tampak, kita harus menolak dosa dunia seperti halnya kesenangan dunia.
Kejadian 13:13 mengatakan, "Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan." Apakah Lot tidak tahu keadaan Sodom? Lot tahu. Orang-orang Sodom sangat jahat dan berdosa di hadapan Tuhan. Tetapi Lot masih tetap selangkah demi selangkah bergerak ke dalam kota Sodom. Bila kaki Anda bergerak menjauhi orang Kristen yang lain, kemah Anda juga akan bergerak ke arah Sodom. sehingga apa yang dibenci Allah, tidak akan Anda benci, apa yang dihakimi Allah, tidak akan Anda hakimi lagi. Perlahan-lahan, kaki Anda akan bergerak ke timur. Ada pepatah yang mengatakan, "Tidak takut perlahan, hanya takut berdiri teguh." Berdiri teguh sangat ditakuti oleh Iblis. Tetapi perlahan-lahan sangat mudah memberi kesempatan kepada Iblis. Demikianlah caranya pencobaan-pencobaan masuk. Hari ini kita sedikit melanggar hati nurani, besok kita melanggar sedikit lagi; hari ini kita mengurangi sedikit pembacaan Alkitab kita, besok kita akan mengurangi lebih banyak lagi; hari ini kita mengurangi waktu doa kita beberapa menu, besok kurang lagi beberapa menit; hari ini kita sedikit kurang dalam hal bersaksi bagi Tuhan, besok kita lebih jarang bersaksi. Justru karena hari demi hari terus berkurang sedikit, akhirnya kita akan mundur. Iblis tidak dalam sekejab membuat kita berhenti bersidang, berhenti membaca Alkitab, berhenti berdoa atau bersaksi. Dia membuat kita mundur perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, saat demi saat. la dengan sabar menarik kita mundur.
Peringatan Allah
Kemah Lot pelan-pelan beralih ke Sodom. Bahaya apa yang ditemukan di sana? Kejadian 14:9-12 mengatakan, bahwa empat raja berperang melawan lima raja. "Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan. Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi. Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi – sebab Lot itu diam di Sodom" (ayat 10-12). Dua kelompok pasukan berperang, lima raja dikalahkan oleh empat raja. Lot dan harta bendanya dirampas. Lot ditawan karena ia tinggal di Sodom. Di depan, kita melihat Lot masih tinggal di luar kota. Sekarang dia tinggal di dalam kota. Anda seperti orang Kristen, sekarang Anda telah menjadi warga negara Sodom. Sedikit lebih banyak berdosa, Anda sedikit lebih dekat dengan Sodom. Lewat beberapa waktu kemudian,. Anda merasa desa tidak sebaik kota; beberapa waktu lagi, Anda merasa tinggal di lembah tidak sebaik tinggal di kota.
Ketika Lot tinggal di Sodom, Allah bukan tidak memberi peringatan kepadanya. Pada saat lima raja dikalahkan oleh empat raja, Lot juga ditawan. lnilah peringatan Allah terhadap Lot; Sodom bukan tempat yang patut ia tinggali. Hari ini saya berterus terang kepada Anda, juga memberitahu Anda, kalau ada orang sakit, kalau ada orang yang gagal dalam bisnis, kalau ada orang dalam rumah tangganya ada kesulitan, mungkin hal itu adalah satu peringatan dari Allah. Kekalahan lima raja oleh empat raja, adalah peringatan Allah terhadap Lot, agar tidak tinggal di Sodom. Kemah Lot lama-lama beralih ke Sodom. Akhirnya Lot masuk menjadi warga negara Sodom. Hari ini Lot pindah sedikit, besok sedikit lagi, setiap hari pindah sedikit, sekali demi sekali pindah sedikit, akhirnya masuk ke dalam kota. Sebab itu Allah memberi peringatan kepada Lot. Hari ini kita bagaimana? Mungkin ada orang yang isterinya meninggal, mungkin ada orang yang kematian suaminya, mungkin ada orang kematian anak kesayangannya, mungkin ada orang yang gagal dalam bisnis, ketahuilah dalam hal-hal itu mungkin ada peringatan Allah. Kalau Anda orang Kristen, namun Anda sehari lewat sehari mendekati dunia, Allah akan mengingatkan Anda. Anda akan tidak ada damai sejahtera. Allah memberi peringatan kepada Anda, supaya Anda cepat-cepat berpaling.
Sayang, banyak orang Kristen tidak memiliki perasaan, tidak bisa merasa sakit. Meskipun mengetahui dirinya sakit, juga mengetahui usahanya gagal, juga mengetahui keluarganya ada kesulitan, tetapi mereka tidak mengetahui, bahwa semuanya itu adalah cambuk Allah. Sebab itu, mereka tidak mau berpaling. Kalau mereka tidak berpaling, akan ada urusan yang lebih besar. Ada saudara tidak jatuh, tetapi pelan-pelan menjadi tawar. Saudara lain pada suatu hari menganjuri dia, "Janganlah terus demikian." Dia menjawab, "Tidak mengapa. Saudara A asalnya gairah, lama-lama tawar. Pada umur enam puluh tahun, ketika anaknya yang sulung baru lulus dari perguruan tinggi, tiba-tiba meninggal, saudara tersebut gairah kembali." Saudara itu berkata, "Allah pasti berdasarkan yang kaukehendaki, menggenapkan maksudmu." Dia berkata, "Saya tidak mau demikian." Saudara saudari, kalau Anda adalah orang milik Allah, begitu kaki Anda berjalan menuju dunia yang berdosa, Allah pasti mendisiplin Anda. Kalau Anda sakit, kalau keluarga Anda menghadapi urusan, usaha Anda gagal, seharusnya Anda bertanya kepada Allah. Kalau Allah berkata, "Semua ini menimpamu karena kamu telah meninggalkan Tuhan." Anda harus segera berpaling. Sering kali kalau kasih Allah tidak dapat menarik kita, Allah akan dengan cambuk menghukum kita. Kalau firman Allah tidak bisa menggerakkan kita, Allah akan mendesak Anda dengan kesulitan. Kalau Anda milik Tuhan, begitu Anda berdosa, begitu Anda mundur, Allah pasti akan menghajar Anda, mendisiplin Anda. Dia tidak akan membiarkan Anda demikian. (Untunglah, ketika Lot tertawan, pamannya menyelamatkan dia).
Pertama-tama Lot tinggal di luar kota Sodom, hanya dekat kota Sodom. Ada orang mungkin masih seperti orang Kristen, masih belum masuk kota Sodom, hanya sampai batas kota, batasannya masih sangat jelas. Tetapi akhirnya, ia tinggal di dalam kota. Ada satu cerita: Ada seorang anak kecil. Ibunya memberinya enam buah permen untuk dimakan esok harinya. Anak ini menanih permen di hadapannya, tidak berani memakannya. Tidak dimakan, terasa sayang! Lalu apa yang ia perbuat? Ia menaruh setiap permen di bibimya, dan menjilamya. Sekali demi sekali, dengan lidahnya ia menjilati permen itu. Memang permen itu masih tetap bulat, tetapi lama-lama semakin kecil. Kemudian, ia memakan permen itu satu, makan dua, sisa empat, makan tiga, sisa tiga, akhirnya semua ditelan. Banyak orang Kristen juga demikian dalam hal berbuat dosa. Mengingkari hati nurani sedikit, mengabaikan lagi sedikit, akhirnya pergi mencari kesenangan di dunia. Saudara saudari, ketahuilah, setelah sekali berbuat dosa, bukannya tidak bisa berbuat dosa lagi, melainkan setelah berbuat sekali, timbullah satu ketagihan, dan Anda akan berbuat dosa lagi. Setiap kali berbuat dosa, ada dua akibat: pertama, memberi Anda kesenangan dalam dosa; kedua, menimbulkan satu ketagihan di dalam Anda, supaya Anda berbuat dosa untuk yang kedua kali dan seterusnya. Lot lama-lama masuk ke dalam kota; bisakah Anda tidak masuk ke dalam kota? Kita mengira, kita hanya berbuat dosa sekian banyak, tidak akan masuk ke dalam kota. Ketahuilah, tidak mungkin demikian. Kalau Anda di luar kota Sodom, Anda akan masuk ke dalam kota Sodom. Kalau mau, jangan berbuat dosa; kalau Anda berbuat dosa, Anda tidak akan mampu dan tidak akan ada kekuatan menguasai diri untuk hanya berbuat sekian banyak dan tidak berbuat lebih banyak lagi.
Kesudahan Lot
Kejadian 19:1 mengatakan, "Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom." Pada masa itu, di negara-negara timur ada kebiasaan yang berbeda dengan pengadilan pada hari ini. Negara-negara itu mengadili segala kejadian di tengah masyarakat di depan pintu gerbang kota. Hakim mereka dipilih dari antara orang-orang yang bersyarat, dan mereka bertugas sebagai tua-tua. Selaku hakim, mereka duduk di depan pintu gerbang, mengadili perkara-perkara yang terjadi di tehgah-tengah masyarakat. Kini Lot duduk di depan pintu gerbang. Lot sudah naik pangkat. la bukan hanya rakyat biasa atau rakyat jelata di Sodom, ia telah menjadi hakim. Kedudukan Lot di dunia makin tinggi dan maju, jalan berbuat dosa makin lama akan makin cepat. Lot pertama-tama hanya mendekati Sodom. Akhirnya, ia tinggal di Sodom, bahkan menjadi hakim di Sodom.
Apa akibamya? Isterinya mati di tengah jalan, anak perempuannya melakukan perzinahan, dan menantunya terbakar api dari langit.
Surat II Petrus mengatakan, Lot adalah orang benar (2:7), tetapi ia lupa, bahwa ia sudah jatuh ke dalam Sodom. la mencucurkan air mata bagi mereka yang jahat, tetapi untuk dirinya sendiri, ia lupa mencucurkan air matanya. Ada orang bisa mencucurkan air mata untuk orang Kristen yang lain, tetapi lupa mencucurkan air mata untuk dirinya sendiri. Melihat dosa-dosa besar orang Sodom, Lot ingin membantu mereka. Tetapi ia tidak sadar, kalau ia tidak mampu. Banyak orang Kristen juga demikian. Mereka sendiri jatuh, tetapi masih menganjuri orang lain agar percaya Tuhan Yesus.
Allah akan memusnahkan Sodom, tetapi Allah mendengarkan doa Abraham, lalu dua malaikat diutus untuk menolong Lot. Kejadian 19:12-14 mengatakan, "Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot "Siapakah kaummu yang ada di sini lagr? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka ke luar dari tempat ini, sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya. Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: Bangunlah; keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini. Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja." Ini menunjukkan, bahwa Lot tidak ada kesaksian di depan menantunya. Menantunya mengira dia hanya berolok-olok kepada mereka: orang mungkin percaya kalau berkata, "Ada kebakaran." Tetapi tidak ada yang akan percaya, kalau mengatakan, "Ada api yang akan turun dari langit." Kalau mengatakan, "Api dari tanki bensin membakar seseorang," mungkin orang masih bisa percaya; Tetapi tidak ada yang percaya bila Anda mengatakan, "Api belerang membakar orang."
Kejadian 19:16 mengatakan, "Ketika ia berlambat-lambat . . ." Perkataan ini memberikan gambaran yang jelas. Seolah-olah Lot ingin berkata kepada lembu dombanya, "Ya lembuku, karena kamu aku berpisah dengan Abraham; karena kamu, aku memilih lembah Yordan. Ya dombaku, kamu sudah berada di tempatku lima tahun, apakah hari ini aku harus meninggalkanmu?" Melihat perabot rumahnya, melihat barang-barang kesayangannys, melihat lembu dombanya, melihat gudangnya, mungkin ia berpikir, "Aku kira, aku bisa tinggal di Sodom selamanya. Aku akan membuat gudang yang lebih besar, untuk menyimpan segala makanan dan hartaku. Kemudian aku akan berkata kepada jiwaku, Ya jiwaku makanlah, minumlah, dan bersenang-senanglah. Apakah hari ini aku secara demikian meninggalkan ini semua? Apakah aku hari ini harus pergi begitu saja? Aku tidak bisa kehilangan begitu banyak barang yang berharga ini!"
Kejadian 19:16-17 mengatakan, "Maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya keluar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." Inilah pesan bagi mereka setelah malaikat membawa mereka keluar kota. Hari ini Anda di dunia, mungkin uang Anda tidak terlalu banyak, tetapi mungkin Anda seperti Lot, tidak rela meninggalkan dunia. Ada seorang nenek tua yang hanya mempunyai 15 dollar. Setiap hari ia menghitung uangnya satu dollar demi satu dollar. Mungkin kita menertawakan nenek itu, karena menganggap ia mata duitan. Tetapi orang yang mempunyai surat-surat berharga sebrankas, ketika dia meneliti surat-surat berharga itu, dan menganggapnya mustika, Allah di surga akan menertawakan dia seperti kita menertawakan nenek tua itu (Mazmur 59:9). Dalam pandangan kita, 15 dollar tidak terhitung apa-apa; dalam pandangan Allah, surat-surat berharga satu brankas penuh, juga tidak terhitung apa.
Tuhan Yesus segera datang. Pemusnahan Sodom adalah satu lambang pemusnahan yang akan terjadi atas dunia ini. Kalau segala pengharapan Anda, baik yang besar maupun yang kecil, Anda tanamkan di dunia ini, pada suatu hari, api dari surga akan memusnahkannya. Pada suatu hari, Allah akan memusnahkan semuanya. Bila hari itu tiba, ingin melarikan diripun tidak akan sempat, tidak akan ada jalan meloloskan diri. Dengan tegas ingin saya katakan, "Apa yang tidak rela Anda lepaskan hari ini, harus dilepaskan pada hari itu. Pada saat pengangkatan, Allah hanya mengangkat orang, bukan mengangkat barang. Allah hanya menyelamatkan orang, bukan menyelamatkan barang." Sebab itu, hari ini kita harus rela melepaskan barang-barang yang sepatutnya dilepaskan.
Kejadian 19:26 mengatakan, "Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam." Isteri Lot meneruskan keinginan suaminya --ia menoleh ke belakang. Walaupun tidak ada lagi barang yang dapat dilihat, menoleh sebentar ke arah api yang menyala tidaklah baik. Apa yang hendak dilihatnya, menunjukkan apa yang tidak rela dilepaskan hatinya. Perbuatannya menoleh ke belakang menyatakan banyak hal dan menyiratkan banyak perasaan dalam batin. Begitu menoleh, ia menjadi tiang garam, dan menjadi peringatan yang serius bagi kita, bahkan sampai hari ini! Tuhan berkata, "Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom, turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diriNya . . . Ingatlah akan isteri Lot!" (Lukas 17:29-30,32). Ketika Tuhan datang lagi, dunia juga akan dihakimi, dan semua barang di bumi akan dibakar musnah. Orang yang mengasihi dunia akan tertinggal di bumi, sama seperti isteri Lot yang menjadi tiang garam, tertinggal di bumi.
Saudara saudari, saya khawatir, kita terlalu memperhatikan perkara yang sia-sia dan lupa memperhatikan perkara yang kekal. Mungkin kita terlalu sibuk dengan kegiatan sosial, terlalu sibuk mendidik anak, terlalu sibuk dalam bisnis. Memang, mendidik anak, melakukan bisnis, semua itu sudah sepatutnya. Tetapi hal-hal yang kekal juga perlu diperhatikan. Saudara saudari, khususnya yang masih muda, jalan Anda masih panjang. Kalau Tuhan berlambatan. Marilah kita memilih jalan yang seharusnya kita tempuh. Semoga kita hari ini memperhatikan apa yang berharga, apa yang berasal dari Allah, apa yang bertahan sampai kekal. Semoga kemuliaan kita bukan pada hari ini, agar kita belajar mendekati Allah, dan agar kita baik-baik menempuh jalan yang di depan.