Daftar isi Dua Belas Bakul (9) · bab 3/12

Tiga Mencintai dan Dua Tidak Mencintai

"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri, mencintai uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfimah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau damai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak mencintai yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, mencintai kesenangan/pelesiran, tidak mencintai Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekamya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!" (terjemahan langsung).

II Tim 3:1-5

Dalam lima ayat Alkitab ini, ada lima tempat yang menyinggung masalah "mencintai”. Di antaranya ada tiga tempat yang mengatakan "mencintai", dan ada dua tempat yang mengatakan "tidak mencintai”. Saya tidak tahu, apakah saudara saudari ketika membaca menemukannya atau tidak? Tiga tempat yang mengatakan mencintai adalah "mencintai dirinya sendiri", "mencintai uang", dan "mencintai kesenangan". Dua tempat yang mengatakan tidak mencintai adalah "tidak mencintai yang baik", "tidak mencintai Allah".

Potongan Alkitab ini menyinggung, pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Dalam kesukaran ini, ada dua puluh macam atau dua puluh satu gejala. Saya harap saudara saudari muda setelah pulang ke rumah, bisa mencari kedua puluh atau dua puluh satu gejala ini.

Di sini, saya tidak bermaksud membicarakan semua gejala itu, saya hanya ingin menyinggung lima gejala yang berhubungan dengan "mencintai" untuk mempersekutukannya dengan saudara saudari. Kelima gejala ini, semuanya menyinggung cerita cinta dalam manusia, di antaranya ada tiga mencintai dan dua tidak mencintai. Kalau Anda dengan teliti membaca, Anda akan menemukan, bahwa kedua puluh gejala kesukaran itu bersumber dari kelima mencintai ini. Pada hari-hari terakhir, muncullah hal-hal yang menyulitkan, semua itu dikarenakan manusia mempunyai cerita tiga mencintai dan dua tidak mencintai ini; karena tiga mencintai dan dua tidak mencintai ini, lalu muncullah belasan gejala yang lain, jumlahnya dua puluh macam atau dua puluh satu macam.

Hal Mencintai Menentukan Hari Depan dan Seumur Hidup Manusia

Di sini kita akan melihat beberapa hal yang sangat panting. Pertama, dalam zaman ini bisa timbul masa kesukaran di tengah-tengah masyarakat, itu dikarenakan orang mempunyai masalah mencintai dan tidak mencintai. Kalau orang mencintai yang benar, maka di tengah-tengah masyarakat tidak akan ada masa kesukaran. Kalau orang mencintai yang salah, akan mendatangkan masa kesukaran. Sebab itu Anda harus tampak, di tengah-tengah masyarakat ada atau tidak ada masa kesukaran, tergantung pada masalah cinta. Baik bagi khalayak ramai maupun bagi individu, prinsipnya hanya satu. Kesukaran khalayak ramai tergantung pada seluk beluk cinta, kesukaran individu juga tergantung pada seluk beluk cinta. Atau dikatakan lebih riil lagi, hari depan Anda ada kesukaran atau tidak, bahaya atau tidak, tergantung pada bagaimana cinta Anda. Bagaimana hari depan Anda, bagaimana seumur hidup Anda, sepenuhnya tergantung pada Anda mencintai apa, dan tidak mencintai apa.

Orang muda sering mempunyai satu konsepsi, mengira kalau dirinya dilahirkan dalam keluarga ningrat, menerima pendidikan yang tinggi, dan mendapat lingkungan yang baik, hail depannya pasti cerah, pasti baik. Tetapi saya ingin memberitahu saudara saudari yang muda, konsepsi itu tidak tepat. Hari depan dan seumur hidup Anda tidak tergantung pada keluarga yang membesarkan Anda, tidak tergantung pada pendidikan yang Anda terima atau lingkungan yang Anda hadapi. Hari depan dan seumur hidup Anda, boleh dikatakan sepenuhnya tergantung pada Anda mencintai apa dan tidak mencintai apa. Arah cinta Anda menentukan seumur hidup Anda. Kalau cinta Anda benar, seumur hidup Anda benar. Kalau cinta Anda salah, seumur hidup Anda pasti terbengkalai. Kalau Anda ingin seumur hidup Anda baik, hari depan Anda baik, jangan sekali-kali melihat ke luar, harus melihat ke dalam. Di dalam Anda mencintai apa, akan menentukan arah luar Anda, menentukan langkah luar Anda. Cinta yang di dalam, hati yang di dalam, adalah yang terutama; arah dan langkah yang di luar hanyalah yang kedua. Sebab itu, pertama-tama harus melihat hati Anda berada di mana, ditaruh di tempat apa.

Saya yakin, saudara saudari muda semua mengetahui pentingnya hati. Baik secara fisik, maupun secara kejiwaan, hati menempati kedudukan yang penting. Ketika kita membicarakan perkara yang umum, kita juga sering mengatakan tentang inti. Inti adalah tempat yang paling penting. Kalau dalam masalah inti Anda melakukan kesalahan, maka pada lingkaran luamya pasti akan terjadi penyakit, terjadi kesalahan. Jangan sekali-kali mencoba dari kelahiran, pendidikan dan lingkungan Anda menentukan hari depan Anda, menentukan seumur hidup Anda! Itu tidak tepat, karena kesemuanya itu adalah hal-hal yang di lingkaran luar. Anda harus dari hati Anda, dari tempat yang paling inti dari diri Anda, melihat hari depan Anda, melihat seumur hidup Anda. Hari depan dan seumur hidup Anda, sepenuhnya tergantung pada hati Anda. Sebenarnya di manakah hati Anda? Sebenarnya apa yang dicintai hati Anda? Sebenarnya hati Anda ditaruh ke atas perkara dan benda apa? Kesemuanya ini menentukan hari depan dan seumur hidup Anda.

Saya kira tidak perlu membicarakan terlalu banyak tentang hal ini, saya yakin saudara saudari muda bisa memahami teori ini. Anda tidak bisa hanya di luaran membetulkan langkah Anda, membetulkan lingkungan Anda, membetulkan penghidupan Anda, membetulkan hal-hal yang dialami Anda. Anda harus terlebih dulu membereskan hati Anda. Anda harus melihat, sebenarnya hati Anda terletak di atas apa; Anda harus mengenal bagaimana keadaan hati Anda. Ringkasnya, sebenarnya hati Anda mencintai apa? Karena masalah hati adalah masalah "cinta". Cinta kasih adalah cerita dari hati. Sebab itu, kalau bertanya "Bagaimana hati Anda?" itu berarti bertanya, Anda sedang mencintai apa? Di mana Anda menaruh cinta Anda? Di mana Anda menaruh kasih Anda? O! Hal ini akan menentukan seumur hidup Anda, akan menentukan hari depan Anda. Kalau Anda hanya memperhatikan langkah, penghidupan dan lingkungan lahiriah Anda, tetapi mengabaikan cerita cinta kasih di dalam Anda, mengabaikan di mana Anda meletakkan hati Anda, saya ingin mengingatkan saudara saudari, khususnya kaum remaja, Anda harus berhati-hati, jangan-jangan masa kesukaran akan datang. Ini adalah perkataan rasul. Kalau hati Anda mencintai yang tak seharusnya Anda cintai, ketahuilah masa kesukaran, masa bahaya, akan datang kepada Anda, seumur hidup Anda, hari depan Anda berbahaya.

Allah Yang Menciptakan Cinta Kasih

Kita mengetahui, manusia adalah "mahkluk" yang mempunyai cinta kasih. Di atas diri manusia ada satu barang yang ajaib, yaitu cinta kasih. Kalau Anda menyuruh manusia tidak mencintai sesuatu apapun, ini tidak mungkin. Manusia tidak bisa tidak mencintai sesuatu. Kalau seseorang tidak mempunyai sasaran untuk dicintai, pastilah orang itu tidak mempunyai hati. Hanya orang yang tidak mempunyai hati yang bisa tidak memiliki cinta kasih. Coba Anda renungkan, siapa yang tidak mempunyai cinta kasih? Kalau tidak mempunyai cinta kasih, orang itu pasti tidak normal. Lihatlah kursi ini tidak memiliki cinta kasih. Manusia bukan kayu atau batu, siapa yang tidak mempunyai cinta kasih? Di dalam manusia, ada satu barang yang berasal dari penciptaan Allah, yaitu cinta kasih. O, saudara saudari, ketahuilah, Allah tidak hanya menciptakan satu otak, dua mata bagi Anda, Allah juga menciptakan satu hat, bahkan dalam hati ini, Allah khusus memberinya satu fungsi, yaitu cinta kasih.

Dokter memberitahu kita, ketika jantung seseorang berhenti berdenyut, orang itu mati. Di aspek fisik, jantung manusia adalah penggerak hidup manusia. Bila jantung berhenti berdenyut, hidup manusia juga berhenti.

Ketahuilah, di aspek kejiwaan, hati juga menggerakkan hidup manusia, menggerakkan penghidupan manusia, menggerakkan seumur hidup manusia. Tetapi hati ini bukan jantung jasmani, melainkan hati kejiwaan. Di dalam manusia ada cinta kasih, itu adalah fungsi dari hati. Hati sudah ada di dalam diri manusia sebelum manusia jatuh; yakni ketika Allah menciptakan manusia. Sebelum manusia jatuh, Adam dan Hawa dalam taman Eden bukanlah manusia dari kayu atau dari batu; mereka bukan batu dijodohkan dengan kayu, yang tidak mempunyai cinta dan kasih. Tidak! Sebelum manusia yang Allah ciptakan itu jatuh, hati yang di dalam mereka, penuh dengan fungsi cinta kasih. Sebab itu, manusia tidak mungkin tidak mencintai sesuatu, manusia pasti mencintai sesuatu. Sama seperti minum air, Anda tidak mungkin tidak minum air, karena di dalam Anda ada satu keperluan minum air, juga ada satu fungsi minum air. Juga seperti makan nasi, di dalam Anda ada keperluan makan nasi, juga ada fungsi makan nasi. Demikianlah di dalam manusia ada satu keperluan cinta kasih, juga ada fungsi cinta kasih. Ketika Allah menciptakan manusia, la sudah menaruh fungsi ini di dalam manusia.

Allah Menciptakan Cinta Kasih,

Agar Manusia Bisa MengasihiNya dan MenikmatiNya

Mengapa Allah menciptakan fungsi cinta kasih di dalam manusia? Kita bisa mencari jawabannya dari dalam Alkitab. Kalau Anda dengan teliti membaca seluruh Alkitab Perjanjian Lama dan Baru, Anda akan dengan mudah mendapatkan satu fakta yang sederhana, yaitu Allah paling senang berbaur dengan manusia, paling senang manusia mertikmati Dia, menerima Dia, mengalami Dia. Kalau Anda bertanya kepada saya, mengapa Allah senang berbaur dengan manusia? Mengapa Allah senang manusia menikmati Dia, menerima Dia, mengalami Dia? Saya tidak bisa menjawab ini. Sama seperti ada orang bertanya kepada Anda, "Mengapa Anda senang minum air?" Anda tidak dapat menjawab pertanyaan ini. Saudara "X", mengapa Anda senang minum air? la menjawab, karena di dalamnya terasa haus. Saya bertanya lagi, "Mengapa di dalam Anda bisa haus?" la tidak tahu mengapa. Di sini ada banyak saudara yang menjadi dokter, juga banyak saudari yang menjadi jururawat, bisakah kalian memberitahu saya, mengapa di dalam manusia bisa haus, mengapa bisa merasakan perlu minum air? Saya kira ini adalah satu pertanyaan yang aneh, yang tidak mudah dijawab.

O, Allah sendiri paling senang berbaur dengan manusia. Kalau Anda telah membaca seluruh Alkitab, Anda akan tampak, satu hal yang paling disenangi Allah adalah berbaur dengan manusia. la sangat mengharapkan berbaur dengan manusia, la paling senang berbaur dengan manusia, la dengan senang merelakan diriNya dialami dan dinikmati manusia.

Kalau Allah rela demikian, bagaimana dengan manusia? Di sini ada satu masalah. Meskipun Allah rela manusia mengalami Dia, menikmati Dia, tetapi manusia harus menaruh cinta kasih terhadapNya. Kalau manusia tidak mencintaiNya, meskipun Dia mau masuk ke dalam manusia, juga sangatlah sulit. Allah tidak bisa memaksa manusia. Anda tahu, memaksa anak kecil minum obat adalah hal yang sulit. Jangankan minum obat, memaksa anak kecil minum air saja sulit. Ketika anak kecil tidak senang minum air, setegukan air pun sulit masuk ke dalam kerongkongannya. Saya kira barang yang paling mudah dimasukkan ke dalam perut anak kecil adalah kembang gula, karena anak kecil paling senang kembang gula. Sebab itu, supaya manusia menerima sesuatu, harus ada hati mencintai sesuatu itu.

Ingatlah, Allah menghendaki manusia menerimaNya, menikmatiNya, mengalamiNya, namun perlu manusia mencintaiNya. Itulah sebabnya Allah menciptakan fungsi cinta kasih dalam manusia. Kalau Anda telah membaca seluruh Alkitab, Anda akan tampak, bahwa tujuan Allah menciptakan fungsi cinta kasih ini hanya satu, yaitu supaya manusia mencintaiNya.

Ketahuilah, kalau hari ini manusia memakai fungsi cinta kasih ini untuk mencintai benda atau perkara di luar Allah, itu adalah satu kesalahan. Fungsi cinta kasih dalam manusia seharusnya hanya dipakai terhadap diri Allah. Sebab itu sampai Perjanjian Baru, ketika Allah menjadi daging, datang ke tengah-tengah manusia, dan menaruh diriNya ke hadapan manusia, la tidak saja menghendaki manusia percaya kepadaNya, juga menghendaki manusia mengasihi-Nya. Kalau Anda membaca kitab Injil Anda akan tampak, permintaanNya yang pertama kepada manusia adalah percaya kepadaNya, kedua adalah mencintaiNya. Injil Yohanes khususnya sangat jelas mengatakan hal-hal ini. Dalam Injil Yohanes, kata "percaya" kepadaNya disinggung sampai seratus kali lebih. Setelah percaya, la berkata, "Apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada semua ini? Apakah engkau mengasihi Aku?" Boleh dikatakan, permintaanNya yang terakhir adalah mencintaiNya.

Mengapa hanya percaya kepada Tuhan saja masih kurang? Mengapa perlu juga mencintaiNya? Karena percaya membuat Anda menerima Dia, tetapi mencintai membuat Anda menikmati apa yang Anda terima. Setelah Anda percaya Tuhan, setelah Anda menerima Tuhan, maka kadar kenikmatan Anda terhadap Dia tergantung pada berapa banyak Anda mencintai Dia. Percaya adalah masalah menerima, mencintai adalah masalah menikmati. Dalam kitab-kitab Injil, Tuhan Yesus berkata dengan jelas, "Jikalau seseorang tidak mencintai Aku lebih daripada mencintai bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu" Setelah membaca ayat-ayat ini, Anda dapat menemukan satu fakta, bahwa tujuan Allah memberikan fungsi cinta kasih kepada manusia, adalah supaya manusia menggunakan fungsi ini untuk mencintaiNya.

Saya rasa banyak saudara saudari yang duduk di sini sudah jelas, tidak ada seorangpun yang tidak percaya Tuhan yang dapat mendapatkan Tuhan, tidak ada seorangpun yang tidak percaya Tuhan yang dapat menerima Tuhan ke dalamnya. Tetapi saya sekarang ingin menekankan, "Tidak ada seorangpun yang tidak mengasihi Tuhan bisa menikmati Tuhan, mengalami Tuhan. Dari zaman ke zaman, orang yang bisa menikmati Tuhan, atau mengalami Tuhan adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan. Melalui kitab-kitab Injil Anda tampak, orang-orang yang mengikuti Tuhan, langkah mereka yang pertama adalah percaya, langkah kedua adalah mencintai. Mereka percaya kepada Tuhan, juga mencintai Tuhan. Mereka menerima Tuhan, juga menikmati Tuhan. Mereka mendapatkan Tuhan, juga mengalami Tuhan. Lihatlah Maria Magdalena, lihatlah perempuan-perempuan yang mengikuti Tuhan, lihatlah murid-murid yang mengikuti Tuhan, langkah pertama mereka adalah percaya, langkah kedua mereka adalah mencintai. Langkah pertama, dengan iman menerima Tuhan; langkah kedua, dengan kasih menikmati Tuhan.

Barang-barang yang di Luar Allah, Begitu Menjadi Sasaran Kasih Anda,

Semuanya Beracun

Cinta kasih yang di dalam manusia, seharusnya untuk Allah. Cinta kasih ini harus mengambil Allah sebagai satu-satunya sasaran. Ingatlah, satu-satunya sasaran cinta kasih adalah Allah. Manusia, perkara dan benda di luar Allah, kalau menjadi sasaran cinta kasih manusia, semuanya salah. Dengan kata lain, kalau cinta kasih manusia diletakkan pada diri Allah itu benar, kalau cinta kasih manusia diletakkan di luar Allah, itu salah. Hal ini sama seperti manusia perlu makan, tetapi Anda harus hati-hati, jangan makan makanan yang beracun. Demikian juga, manusia perlu ada kasih, manusia tidak bisa tidak ada yang dikasihi, tetapi harus waspada, apa yang Anda kasihi. Ada sasaran cinta yang beracun, ada sasaran cinta kasih yang tidak beracun. Kalau Anda mencintai yang beracun, Anda akan mendapat celaka; kalau Anda mencintai yang tidak beracun, Anda tidak akan mendapat celaka, sebaliknya mendapatkan faedah.

Saya ingin bertanya kepada saudara saudari, "Sasaran cinta yang bagaimana yang beracun?" Saya harap yang menjadi orang tua "jangan" mendengar, coba orang-orang muda yang menjawab, "Apakah orang tua beracun?" Saya harap anak-anak muda "jangan" mendengar, coba orang tua yang menjawab, "Apakah anak-anak beracun?" Apakah istri beracun? Apakah suami beracun?

Saya terus terang berkata kepada Anda, "Semuanya beracun." Anda mencintai ilmu pengetahuan, mencintai nama, mencintai harta, mencintai rumah, mencintai sawah ladang, sampai-sampai mencintai jiwa Anda sendiri, semua itu beracun. Benda-benda yang di luar Allah, tidak peduli betapa baiknya, begitu menjadi sasaran cinta kasih Anda, semuanya beracun! Ini luar biasa! Jangan-jangan Anda semua akan bangkit menarik saya pergi ke kantor polisi, melapor, bahwa di sini ada seorang pengkhotbah yang berkata, "Orang tua beracun, anak-anak beracun. la memberitahu anak-anak, bahwa orang tua beracun, memberitahu suami, bahwa isteri beracun. Memberitahu isteri, bahwa suami beracun. Orang ini adalah pengacau!"

Tetapi cobalah baca Injil Lukas 14:26 baik-baik. Di sana Tuhan Yesus berkata, "Jika seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanyg ibunya isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu." Mengapa Tuhan berkata harus membenci? Karena ada racunnya.

Tentu, maksud saya bukan menyuruh saudara saudari muda sesudah mendengarkan perkataan ini, pulang memberitahu orang tua, bahwa ibu dan bapa mereka beracun; atau yang menjadi orang tua, sampai di rumah lalu memukul anak-anaknya dan berkata, "Kamu anak-anak, semua beracun." Perkataan ini sangatlah bodoh. Perkataanperkataan saya ini bertujuan supaya Anda semua bisa mengenal dari dalam, bahwa orang, perkara dan benda apa saja yang di luar Allah, kalau menjadi sasaran cinta kasih kita, semuanya beracun.

Mungkin saudara saudari muda akan bertanya kepada saya, "Bukankah Alkitab memberitahu kita, yang menjadi anak harus menghormati ibu bapanya?" Betul, tetapi Anda jangan lupa, di sana ada sukacita “di dalam Tuhan". Anda yang menjadi anak, harus "di dalam Tuhan" menghormati ibu bapa. Ibu bapa harus "di dalam Tuhan" menjadi sasaran cinta kasih Anda, itu baru benar. Kalau ibu bapa di luar Tuhan menjadi sasaran cinta kasih Anda, itu beracun.

Barang apa saja, asal ditaruh di dalam Tuhan, menjadi steril. Anda tentu mengerti arti steril. Barang apa saja di luar Tuhan semuanya beracun, hanya pilihan sendiri yang tidak beracun. Tidak saja demikian, la bahkan dapat menyeterilkan barang-barang yang lain. Uang ditaruh di dalam Tuhan, begitu disterilkan berubah menjadi "patut dicinta”; ilmu pengetahuan ditaruh di dalam Tuhan, disterilkan menjadi patut dicintai. Saya tidak berkata, bahwa manusia tidak perlu ilmu pengetahuan, saya berkata, bahwa ilmu pengetahuan di luar Tuhan ada racunnya, tetapi sebaliknya, ilmu pengetahuan ditaruh di dalam Tuhan, akan menjadi steril. Saat ini Anda boleh mencintai ilmu pengetahuan, tetapi harus mencintainya di dalam Tuhan.

Begitu juga, isteri di luar Tuhan benar-benar beracun. Tetapi menaruh isteri di dalam Tuhan untuk disteril, isteri menjadi patut dicintai. Suami juga demikian. Saudari-saudari, kalau Anda di luar Tuhan mencintai suami, haruslah hati-hati, suami Anda mungkin adalah seekor ular berbisa. Anda harus menaruh suami Anda di dalam Tuhan, untuk disterilkan. Lihatlah air minum harus disaring, disterilkan, baru bisa diminum. Kita harus ingat, di luar Tuhan, semuanya tidak bisa dicintai; di luar Tuhan, Anda mencintai apa saja, semuanya beracun. Kesemuanya itu harus dibawa ke dalam Tuhan, untuk disaring, disterilkan, baru bisa menjadi yang patut dicintai.

Saudara saudari, saya ulangi lagi, cinta kasih adalah untuk Allah, cinta kasih adalah untuk diberikan kepada Allah. Fungsi cinta kasih, daya guna cinta kasih di dalam manusia, semuanya untuk Allah. Allah menciptakan satu cinta kasih bagi manusia, bukan supaya manusia memakainya untuk mencintai barang yang lain, melainkan supaya manusia secara khusus mencintai Dia sendiri. Bila orang mencintai sesuatu barang di luar Allah, itu adalah kejatuhan.

Masih ingatkah Anda kisah kejatuhan manusia yang pertama kali. Setelah Hawa melihat buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, ia menyenanginya, karena sedap dipandang, lalu berkontak langsung dengan buah itu. Ingatlah, kalau Hawa membawa buah itu ke hadapan Tuhan, terlebih dulu berkontak dengan Tuhan, ia tidak akan makan buah itu. Kejatuhan Adam dan Hawa, dikarenakan mereka mengesampingkan Allah dan langsung mencintai barang yang lain.

Ingatlah, barang-barang di luar Allah yang Anda Langsung cintai, semuanya berbahaya, semuanya beracun. Semua cinta kasih harus melewati Allah, semua cinta kasih harus dibawa ke dalam Tuhan. Haruslah di dalam Tuhan mencintai suami, di dalam Tuhan mencintai isteri, di dalam Tuhan mencintai ibu bapa, di dalam Tuhan mencintai anak-anak. Demikian juga haruslah di dalam Tuhan mencintai harta kekayaan, di dalam Tuhan mencintai ilmu pengetahuan, di dalam Tuhan mencintai pakaian. Segala sesuatu yang Anda cintai, harus dibawa ke dalam Tuhan. Anda tidak bisa di luar Tuhan memiliki hubungan apa pun dengan manusia, perkara dan benda-benda. Semua barang di luar Tuhan, begitu menjadi sasaran cinta kasih Anda, semuanya beracun, sampai tahap yang tertentu Anda akan dicelakai. Sebab itu Alkitab berkata, "Akan datang masa kesukaran." Kejatuhan manusia, kesukaran manusia, semuanya, karena manusia tidak mencintai Allah, tetapi mencintai barang-barang yang di luar Allah.

Cinta Manusia yang Pertama yang di Luar Allah –

Mencintai Dirinya Sendiri

Cobalah renungkan, apakah cinta manusia yang pertama di luar Allah? Di luar Allah, manusia pertama mencintai dirinya sendiri. Saudara saudari, saya ingin bertanya, “Anda lebih mencintai ibu bapa, atau lebih mencintai diri sendiri?” Sesungguhnya, semua orang lebih mencintai dirinya sendiri. Yang menjadi orang tua berkata, bahwa mereka mencintai anak-anak mereka; perkataan ini belum tentu bisa dipercayai. Kita tahu, di tempat-tempat yang terjadi bala kelaparan sangat hebat, yang menjadi orang tua tidak bisa merawat anak-anak mereka, terpaksa membuang anak-anak mereka. Lihatlah, orang tua itu sebenarnya mencintai siapa? Sebenarnya mencintai diri sendiri! Anda boleh bertanya kepada diri sendiri, sebenarnya Anda mencintai siapa? Sebenarnya Anda mencintai apa? Sebenarnya Anda mencintai diri sendiri! Mencintai diri sendiri adalah satu pernyataan dalam masa kesukaran. Lihatlah keadaan sekarang, tidak peduli orang berpendidikan atau tidak, tidak peduli orang dari mana, tldak peduli orang macam apa, semuanya mencintai dirinya sendiri. Alkitab memperlihatkan kepada kita, ego manusia adalah jelmaan Iblis. Tentu Anda masih ingat, pada hari itu, Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, "Enyahlah iblis!" Karena hari itu Petrus memikirkan dirinya sendiri.

Cinta Manusia yang kedua di Luar Allah ---

Mencintai Uang

Setelah mencintai diri sendiri, selanjutnya mencintai apa? Roh Kudus benar-benar mengetahui gerak-gerik batin manusia, setelah mencintai diri sendiri, manusia mencintai uang. Saudara saudari, maaikan saya bertanya kepada Anda, "Apakah Anda mencintai uang?" Mungkin ada saudara menjawab, "Susah mengatakan." Jawaban "susah mengatakan" ini adalah bohong! Tidak ada orang yang tidak mencintai uang. O, saya lihat, anak yang paling kecil pun mencintai uang.

Ada seorang saudari tua yang datang dari tempat yang jauh, ia berteman dengan anak saya; yang satu enam tahun lebih, yang satunya lagi tujuh, atau delapan tahun. Mereka ada hubungan surat-menyurat, juga saling memberi hadiah. Pada suatu hari, saudari tua ini memberi anak kecil ini sebuah hadiah kecil, yaitu kotak celengan. Anda tahu, celengan adalah kotak uang yang mempunyai satu lobang, uang hanya bisa dimasukkan, tetapi tidak bisa dikeluarkan. Ketika ia memberikan hadiah ini kepada saya untuk diberikan kepada anak saya, saya mengerutkan kening dan berkata kepadanya, "Hadiah ini paling tidak baik." Ia berkata, "Mengapa tidak baik?" Saya berkata, "Apakah Anda akan memperkuat/memupuk niat hatinya yang cinta uang? Ini tidak perlu Anda perkuat, tidak perlu Anda pupuk, karena ia lebih mencintai uang daripada saya."

Kita harus mengakui, hari ini, semua orang mencintai uang. Dalam perasaan orang, uang benar-benar lebih menyenangkan daripada apa saja. Kita sering memakai istilah "nyawa yang kedua". Kita berkata, nama adalah nyawa yang kedua, keluarga adalah nyawa yang kedua. Tetapi sesungguhnya, uang adalah nyawa yang kedua. Nyawa yang pertama adalah diri sendiri, nyawa yang kedua adalah uang. Manusia mencintai diri sendiri, juga mencintai uang.

Saudara saudari, di seluruh dunia tidak ada seorang pun yang bukan hartawan. Setiap orang dunia adalah hartawan; tua, muda, kaya, miskin, semuanya hartawan. Tetapi ada yang benar-benar hartawan, ada yang sebagai hartawan semu. Ada orang setiap han benar-benar menghitung uang, ada orang yang setiap hari bermimpi menghitung uang. Setiap orang menghitung uang, jadi tidak ada seorang pun yang bukan hartawan.

Tidak peduli tua, muda, kaya, miskin, semua orang mencintai uang. Sebab itu, uang menjadi satu cobaan yang besar. Kita semua mengetahui, Alkitab berkata, "Uang (mamon) itu tidak jujur." Alkitab berkata pula, "Orang tidak bisa melayani dua tuan, tidak bisa melayani mamon, juga melayani Allah." Sebab itu, dengan jelas kita tampak, uang adalah lawan Allah, adalah musuh Allah. Uang adalah jelmaan Iblis.

Kalau pemahaman Anda tepat, saya ingin memberitahu Anda, bahwa semua barang yang di luar Allah, begitu menjadi sasaran cinta Anda, semua adalah jelmaan Iblis. Sampai-sampai ilmu pengetahuan juga jelmaan Iblis. Dan sudut pandangan Allah, ilmu pengetahuan adalah Iblis, uang adalah iblis, diri Anda sendiri adalah Iblis, sampai segala barang yang di luar Allah, yang Anda cintai juga adalah Iblis. Semua barang di luar Allah, tak peduli seberapa baiknya, semuanya adalah perantara Iblis, jelmaan Iblis. Iblis bersembunyi di dalam barang yang Anda cintai, untuk merebut diri Anda, menguasai diri Anda. Cinta Anda sebenarnya diciptakan untuk Allah. Diri Anda seharusnya menjadi jodoh Allah. Tetapi sekarang Anda mengambil barang di luar Allah sebagai sasaran cinta Anda, sebab itu diri Anda ini sudah dikuasai oleh barang yang di luar Allah. Barang yang di luar Allah menguasai Anda, berarti Iblis menguasai Anda, di antaranya yang paling hebat, pertama adalah diri sendiri, kedua adalah uang.

Cinta Manusia yang Ketiga yang di Luar Allah ---

Mencintai Kesenangan

Cinta Manusia yang ketiga yang di luar Allah adalah mencintai kesenangan. Dalam hal ini saya ingin menjelaskan sedikit. Kesenangan di sini bukan hanya mengacu kepada perjamuan-perjamuan atau pesta pora atau sejenisnya, juga mengacu kepada bermacam-macam hiburan, pelesiran, kegembiraan; misalnya: berenang, menonton bioskop, main piano, berdandan, dan lain-lainnya. Sebab itu mencintai kesenangan berarti mencintai hiburan, mencintai kegembiraan.

Lihatlah orang-orang zaman abad dua puluh ini, betul-betul mencintai hiburan, mencintai kegembiraan. Musim panas pergi berenang, sungguh menyenangkan, betul-betul gembira. Menonton bioskop, sungguh menyenangkan; bermain piano, betul-betul gembira. Berdandan, melihat dirinya pada cermin, semakin melihat semakin senang. Ada perempuan yang dalam sehari harus bercermin sampai dua puluh delapan kali. Anda jangan tertawa, kalau sehari saja dia tidak bercermin, ia akan merasa tersiksa, tidak bisa gembira.

Coba Anda lihat barang-barang yang dijual di pasaran pada hari ini, tujuh puluh sampai delapan puluh persen adalah untuk hiburan manusia, bukan untuk keperluan sehari-hari manusia. Coba Anda lihat setiap lembar surat kabar, iklan-iklannya, beritanya, fotonya, semua untuk hiburan. Sebab itu, hampir semua aktivitas manusia abad dua puluh ini, adalah untuk penghiburan.

Kita tahu bahwa hari pertama dalam satu minggu adalah hari Minggu. Hal ini asalnya dibawa masuk oleh kalangan Kekristenan ke dalam masyarakat, ke dalam kebudayaan manusia. Setiap tujuh hari ada satu hari libur. Sebenarnya, Allah menghendaki manusia: pertama istirahat; kedua, manusia melakukan penyembahan di hadapan Allah, supaya Allah mendapatkan suka cita, mendapatkan kegembiraan. Tetapi hari ini, orang-orang menggunakan hari Minggu untuk mengerjakan apa? Hampir semua orang memakainya untuk berfoya-foya, bersenang-senang. Sampai akhir pekan, semua orang mulai bersenang-senang. Semakin mendekati akhir zaman, manusia semakin suka bersenang-senang. Mereka tidak mempedulikan bumi, tidak mempedulikan langit, yang mereka cari adalah bersenang-senang. Mereka tidak takut langit, juga tidak takut bumi, mereka hanya mau bergembira. O, hari ini orang-orang di seluruh dunia, sekuat-kuamya mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan! Kita boleh berkata demikian: manusia mempunyai tiga nyawa, pertama adalah diri sendiri, kedua adalah uang, ketiga adalah kesenangan.

Tiga Mencintai

Anda boleh merenungkan sejenak, hari ini jika dalam masyarakat, dalam kebudayaan manusia, kita mengambil keluar diri sendiri, uang, kesenangan, apakah masih akan ada masyarakat lagi? Apakah masih akan ada kebudayaan lagi? Tidak ada. Hari ini, dalam masyarakat, segala kisahnya tercakup di dalam tiga nyawa ini. Sebab itu di sini Alkitab cukup membicarakan tiga cinta ini saja. Manusia telah menggunakan fungsi hati, fungsi cinta kasih yang diciptakan Allah ke atas tiga perkara ini: mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan.

Ingatlah, kelihatannya manusia mungkin mencintai hal-hal yang lain, tetapi sebenarnya tidak luput dari ketiga hal ini. Kalau ada orang mencintai pengetahuan, sebenarnya cinta akan pengetahuannya itu semu. Manusia bukan benar-benar mencintai pengetahuan, sesungguhnya untuk diri mereka sendiri mencintai ilmu pengetahuan, untuk uang mereka mencintai ilmu pengetahuan, untuk kesenangan mereka mencintai ilmu pengetahuan. Hari ini manusia hanya mempunyai tiga cinta kasih: mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan. Hari ini manusia paling suka membicarakan modern, sesungguhnya perkara yang paling modern adalah mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan. Zaman ini adalah zaman mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan. Di sini kita akan tampak, meskipun cinta ada tiga, tetapi dunia tetap hanya satu. Diri sendiri, uang, dan kesenangan, semuanya adalah satu dunia. Mencintai diri sendiri adalah mencintai dunia, mencintai uang adalah mencintai dunia, mencintai kesenangan juga mencintai dunia. Ketiga cinta ini adalah satu dunia, bukan tiga dunia, bahkan adalah tiga perkara yang penting dalam satu dunia ini.

Saudara saudari, di sini kita akan melihat, diri sendiri, uang, dan kesenangan, ketiga hal ini adalah jebakan bagi umat manusia, khususnya jebakan bagi orang muda. Ini adalah jebakan, di sini ada bahaya. Saya ingin memberitahu kaum muda, barangsiapa mengasihi diri sendiri, uang dan kesenangan, cepat atau lambat akan masuk ke dalam jurang itu. Barangsiapa mencintai barang-barang ini, cepat atau lambat, akan masuk ke dalam jebakan itu. Hati-hatilah, hari depan yang bahaya sedang menantikan Anda. Bila Anda sedikit saja lebih mencintai diri sendiri, sedikit saja lebih mencintai uang, sedikit saja lebih mencintai kesenangan, Anda makin mendekati bahaya. Orang yang paling bahaya adalah orang yang paling mencintai diri sendiri, yang paling mencintai uang, yang paling mencintai kesenangan. Apakah hari depan Anda ada bahaya, tergantung seberapa banyak cinta kasih Anda terhadap ketiga hal ini. Semakin Anda mencintai, semakin kuat mencintai, semakin mesra mencintai, ketahuilah, bahaya besar semakin dekat dengan Anda, Anda adalah seorang yang paling bahaya. Hal-hal ini tidak bisa dicintai, semuanya beracun, semuanya adalah barang-barang yang di luar Allah.

Pada zaman yang akhir, akan datang masa kesukaran, karena manusia mencintai tiga hal ini. Dalam zaman ini, kaum muda harus terlepas dari kesukaran ini, terlepas dari bahaya ini, terlepas dari ketiga cinta ini; kaum muda harus tidak mencintai diri sendiri, tidak mencintai uang, tidak mencintai kesenangan. Kalau Anda mencintai hal-hal ini, ketahuilah, Anda pasti jatuh ke dalam zaman yang bahaya ini.

Dua Tidak Mencintai

Sayang sekali, banyak orang Kristen meskipun sudah beroleh selamat, tetapi tidak terlepas dari kesukaran ini. Lebih-lebih saudara saudari yang muda, sampai sekarang belum terlepas dari kesukaran ini. Kalau Anda hanya mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan, Anda tidak akan bisa mencintai Allah, dan Anda akan tidak mencintai Allah. Tidak mencintai Allah berarti tidak mencintai yang baik, karena yang baik itu mengikuti Allah. Kebaikan yang sejati berasal dari Allah. Boleh dikatakan, kebaikan adalah diri Allah sendiri. Sebab itu, tidak mencintai Allah adalah tidak mencintai kebaikan.

Saudara saudari, ketahuilah, barangsiapa mempunyai tiga cinta yang di depan, pasti mempunyai dua tidak mencintai yang di belakang. Kalau orang mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan, akhirnya pasti tidak mencintai Allah, tidak mencintai kebaikan. Diri sendiri, uang dan kesenangan adalah barang-barang dalam satu dunia; Allah dan kebaikan adalah barang-barang dalam dunia yang lain. Kalau Anda mencintai barang dalam dunia ini, Anda tidak bisa mencintai barang di dunia itu, Anda tidak bisa mencintai kedua-duanya.

Karena terbatasnya waktu, saya tidak bisa banyak menguraikan. Hari ini saya ingin memberi kesan kepada semua orang, bahwa manusia tidak bisa tidak ada cinta, tidak bisa tidak ada yang dicintai, manusia pasti mempunyai sasaran untuk dicintai. Tetapi kita harus hati-hati tentang sasaran cinta kita. Kalau sasaran cinta manusia tepat, hari depan manusia akan mantap. Kalau sasaran cinta manusia salah, hari depan manusia pasti bahaya. Kalau Anda menghendaki hari depan Anda terang dan tepat, jangan mempedulikan langkah di luar Anda, Anda harus memulai dari hati. Pertama-tama Anda harus melihat hati Anda ditaruh di mana, cinta Anda ditaruh di mana. Arus zaman ini adalah "tiga mencintai dan dua tidak mencintai"; mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan, tidak mencintai Allah, tidak mencintai kebaikan. Kalau Anda juga demikian, ketahuilah, langkah Anda sudah berada di jalan yang paling berbahaya.

Perkataan saya ini tidak hanya saya tujukan kepada orang Kristen, juga kepada semua orang. Kita harus baik-baik melihat, manusia adalah mahkluk yang diciptakan oleh Allah bagi diriNya sendiri, hati manusia seharusnya pada diri Allah, cinta kasih di dalam manusia seharusnya juga dipersembahkan kepada Allah. Cinta Anda terhadap barang dan perkara apa saja, harus di dalam Allah. Kalau tidak di dalam Allah, perkara dan barang apa saja bagi Anda adalah suatu bahaya. Hanya Allah sebagai sasaran cinta kasih, barulah paling mantap, langkah manusia baru bisa berjalan pada jalan damai sejahtera. Kalau tidak, hari depan Anda sangatlah bahaya, ada jebakan, ada jurang.

Saya yakin saudara saudari bisa ingat "tiga mencintai dan dua tidak mencintai": mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan, tidak mencintai Allah, tidak mencintai kebaikan. Inilah perkara yang bahaya! lni adalah jalan yang bahaya! Ini adalah penghidupan manusia yang bahaya! Saya ulangi lagi, mencintai diri sendiri, mencintai uang, mencintai kesenangan, tidak mencintai Allah, tidak mencintai kebaikan, adalah jalan yang bahaya, adalah penghidupan manusia yang bahaya. Semoga saudara saudari yang muda, mendapat belaskasihan Allah, bisa tertolong dari hal-hal ini.