← Daftar isi Matius (3) · bab 9/19

JALAN MENUJU KEMULIAAN (1)

Karena Matius merupakan kitab yang berkaitan dengan Kerajaan Surga, maka Kristus dalam kitab ini diwahyukan sebagai Raja surgawi. Dalam Injil lain Ia diwahyukan seba-gai seorang manusia (Lukas), sebagai budak (Markus), dan sebagai Anak Allah (Yohanes).

Ketiga belas pasal Matius yang di depan mencakup ba-nyak hal penting dan menentukan yang berhubungan dengan Kristus. Dalam pasal 1 terdapat silsilah Kristus dan kela-hiran Kristus. Dalam pasal 2 terdapat kisah tentang masa muda Kristus. Dalam pasal 3 Kristus diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis melalui baptisan dalam air dan diurapi de-ngan Roh, dan dalam pasal 4 Ia diuji dan memulai ministri-Nya. Setelah Kristus diperkenalkan, diurapi, dan diuji, Ia me-masuki ministri-Nya. Pada permulaan ministri-Nya, dalam pasal 5, 6, dan 7 Ia mengumumkan konstitusi Kerajaan Surga. Setelah mengumumkan konstitusi ini, Ia turun dari gunung untuk melanjutkan ministri-Nya. Ministri-Nya memberikan kepada-Nya kesempatan yang sangat baik untuk mewahyukan diri-Nya kepada orang dalam banyak aspek. Dalam pasal 9 Kristus mewahyukan diri-Nya sebagai seorang tabib. Sebagai orang yang telah jatuh, kita semua sakit dan membutuhkan seorang tabib. Karena kita berada dalam kebutuhan akan penyembuhan Tuhan, pertama-tama Ia mengungkapkan diri-Nya sebagai Tabib kita, Penyembuh kita. Setelah itu, Ia mengungkapkan diri-Nya sebagai Mempelai Laki-laki, orang yang paling menyenangkan; sebagai Gembala kita, orang yang memperhatikan kita; dan sebagai Tuan tuaian Allah. Dalam pasal 12 Kristus mengungkapkan diri-Nya sebagai Daud yang sejati, Bait yang lebih besar, Tuhan hari sabat, Yunus yang lebih besar, dan Salomo yang lebih besar. Jika semua judul ini kita letakkan bersama — Tabib, Mempelai Laki-laki, Gembala, Tuhan pemilik tuaian, Daud yang sejati, Bait yang lebih besar, Tuhan hari Sabat, Yunus yang lebih besar, Salomo yang lebih besar — kita akan paham bahwa Kristus sebagai Raja surga begitu limpah bagi kita.

Sebagai tambahan kepada semua wahyu Kristus ini, dalam pasal 9 Kristus mengungkapkan bahwa Dialah kain baru yang belum susut untuk dibuat baju yang baru, baju baru ini juga adalah diri-Nya sendiri. Selanjutnya, Ia adalah anggur dan bahkan kantong anggur baru. Tidakkah Anda damba untuk menikmati Kristus sebagai kain yang baru dan baju baru? Tidakkah Anda ingin meminum Dia sebagai anggur baru serta memelihara kenikmatan Anda pada-Nya sebagai kantong anggur yang baru? Saya sungguh mendambakan ini.

Saya telah menunjukkan bahwa Kristus sebagai Penyelamat dan Raja adalah Tabib kita. Apakah Anda sakit atau bahkan akan mati, saya khawatir beberapa orang yang membaca berita ini mungkin sedang sekarat. Tetapi Kristus adalah Tabib Kita, Penyembuh kita. Setiap orang yang sakit atau akan mati dapat mengatakan, “Tuhan Yesus, terima ka-sih. Engkaulah Tabibku, Penyembuhku. Aku percaya bahwa Engkau dapat memberikan penyembuhan yang sempurna.” Saya berkeyakinan bahwa kita semua di bawah penyembuhan-Nya. Sebab itu, kita sehat sejahtera. Betapa ajaib, Kristus adalah Tabib kita!

Kristus begitu limpah bagi kita. Ia Mempelai Laki-laki kita. Orang yang paling menyenangkan adalah mempelai laki-laki. Kita berhak menikmati hidup pernikahan yang terbaik bersama Kristus, Mempelai Laki-laki kita. Sebagai Gembala, Kristus tahu kebutuhan kita dan memperhatikan kita. Ka-rena itu, kita boleh melupakan kebutuhan kita, sebab Dialah Gembala kita. Kristus adalah pemilik tuaian Allah. Ia juga Daud yang sejati dan kita ini pengikut-pengikut-Nya. Tam-bahan pula, Ia adalah bait yang lebih besar dan kita ini para imam yang melayani, menyembah, dan menunaikan ministri di dalam Dia. Kita bukan melayani dalam agama, kita me-layani dalam seorang Persona yang adalah Bait yang lebih besar. Kristus juga Tuhan hari Sabat, Tuhan perhentian. Sebab itu, kita tidak hanya mempunyai perhentian, tetapi juga Tuhan perhentian. Kita tidak perlu mencari perhentian sebab kita mempunyai Tuhan. Pada akhirnya, Kristus adalah Yunus kita yang lebih besar dan Salomo kita yang lebih besar. Dialah Nabi yang memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan, yang membimbing kita dan memimpin kita. Ia juga Raja yang ajaib, Salomo kita yang terkasih di dalam kita. Oh, inilah Kristus kita!

Sekalipun dalam kesimpulan ministri-Nya Kristus diungkapkan sedemikian, namun ministri-Nya justru mengalami penolakan total. Pada akhir pasal 12, penolakan ini menca-pai puncaknya. Kristus akhirnya ditolak oleh generasi kaum agamawan Yahudi yang tidak tertolong. Penolakan dalam pa-sal 12 menyatakan fakta bahwa sifat penolakan generasi itu tidak tertolong, dan dalam suatu arti, tak terampuni baik pada zaman ini maupun pada zaman yang akan datang. Ka-rena orang Yahudi menolak Raja surgawi sampai sedemikian rupa, Ia pun membuang mereka. Ia membuang hubungan alamiah dan daging dengan orang Yahudi dan menyangkal hubungan alamiah-Nya dengan bangsa-Nya. Pada akhir pasal 12 kita nampak bahwa orang Yahudi pertama-tama menolak Tuhan dan kemudian penolakan mereka berakhir dengan Raja membuang mereka.

Dalam pasal 13 Raja masuk ke dalam perahu di laut. Ini menunjukkan bahwa Dia masuk ke dalam gereja. Di dalam gereja, Dia mengungkapkan rahasia Kerajaan Allah. Dengan kata lain, Dia mengungkapkan rahasia gereja yang juga ada-lah urat nadi, realitas kerajaan. Karena rahasia kerajaan diberikan dalam perumpamaan, maka hanya mereka yang mengasihi Dia, yang mengikuti Dia, dan yang bersatu dengan Dia yang dapat memahaminya. Kita telah nampak bahwa Tuhan mengumumkan konstitusi kerajaan kepada banyak orang di atas gunung. Tetapi dalam pasal 13, Dia mengung-kapkan rahasia kerajaan kepada pengikut-pengikut-Nya.

Setelah kita nampak diri Tuhan sendiri dan rahasia Kerajaan Allah, kita sebagai pengikut-pengikut-Nya perlu mengetahui jalan untuk mengikuti-Nya. Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus, dan semua murid yang lain mengetahui bahwa Tuhan adalah Tabib, Mempelai Laki-laki, dan Gembala. Mereka mengetahui begitu banyak aspek apa adanya Dia.

Tambahan pula, mereka mendengar rahasia kerajaan. Kini mereka perlu mengetahui jalan untuk mengikuti Dia. Sebab itu, apa yang diwahyukan mulai dari akhir pasal 13 ialah jalan untuk mengikuti Raja yang ditolak ini.

Bagaimana pengikut-pengikut-Nya dapat mengikuti Dia setelah Dia ditolak? Ingatlah bahwa Matius bukan buku se-jarah, melainkan buku doktrin. Catatan Matius bukan me-nurut fakta sejarah, melainkan menurut doktrin. Dalam Injil-nya Matius menyampaikan doktrin tentang Raja surgawi dan silsilah-Nya, kelahiran, masa remaja, perkenalan, peng-urapan, pengujian, ministri, pengungkapan diri-Nya dan ra-hasia kerajaan. Setelah nampak semua ini, kita dapat me-ngatakan, “Betapa indah dan ajaib! Kita tahu begitu banyak perkara tentang Raja dan kerajaan. Apalagi yang kita perlu-kan?” Apa yang kita perlukan ialah jalan untuk mengikuti Dia. Ia ajaib, dan kerajaan-Nya sangat indah, tetapi kita perlu mengetahui bagaimana kita dapat memasuki kerajaan ini dan mengikuti Dia. Karena itu, bagian akhir dari pasal 13 sampai bagian tengah pasal 17, sebagian besar dalam buku doktrin ini, memberi kita peta jalan yang jelas untuk meng-ikuti Raja yang ditolak itu.

Jika kita jujur dan setia terhadap Dia, kita harus berada pada jalan ini untuk mengikuti Kristus yang telah ditolak oleh generasi ini. Di manakah Anda hari ini? Anda boleh mengatakan bahwa Anda berada dalam pemulihan Tuhan. Tetapi pemulihan Tuhan adalah jalan kita mengikuti Raja surgawi yang ditolak. Raja ini telah ditolak oleh angkatan (generasi) ini dan masih tetap ditolak. Namun, kita akan mengikuti Dia seperti mereka yang lebih suka berbagian dalam penolakan. Haleluya, kita berbagian dalam kenikmatan terhadap-Nya dan berbagian dalam penolakan terhadap-Nya! Dialah Raja yang ditolak, dan kita ini pengikut-pengikut-Nya yang ditolak. Ia memelopori untuk ditolak dan Ia masih te-tap ditolak; kita mengikuti Dia pada jalan yang menuju kemuliaan. Pada permulaan jalan ini, tidak ada yang lain ke-cuali penolakan, tetapi akhirnya terdapat kemuliaan, yaitu manifestasi kerajaan.

Dalam berita ini dan dalam berita berikutnya saya ber-beban menunjukkan kepada Anda bagaimana berjalan pada jalan yang menuju kemuliaan ini. Walau Anda mengikuti Kristus, Anda mungkin tidak tahu bagaimana berjalan pada jalan ini. Untuk berjalan di atasnya, Anda memerlukan se-lembar peta. Dalam berita-berita ini kita akan belajar bagai-mana membaca peta ini. Kita sedang mengikuti Raja yang ditolak, dan tempat tujuan kita adalah kemuliaan. Kita harus berterima kasih kepada Matius karena ia telah memasukkan dalam buku doktrinnya bukan hanya sebuah diagram kerajaan, tetapi juga selembar peta jalan, agar kita dapat memasuki kerajaan. Dari akhir pasal 13 sampai pertengahan pasal 17 kita mempunyai peta yang jelas yang menunjukkan kepada kita bagaimana berjalan pada jalan mengikuti Raja kita yang terkasih masuk ke dalam kemuliaan.

I. PENINGKATAN PENOLAKAN

Perkara pertama yang kita hadapi pada jalan ini ialah penolakan. Karena Kristus telah ditolak, kita pun akan di-tolak. Kita tidak mempunyai pilihan lain. Jangan berharap untuk dielu-elukan, sebab tidak ada seorang pun akan me-nyambut Anda sampai kemuliaan tiba. Sebaliknya Anda harus bersiap-siap untuk ditolak. Dalam 13:53—14:13 kita nampak peningkatan penolakan. Banyak di antara kita telah mengalami beberapa tingkat penolakan oleh mereka yang menentang kedatangan kita ke dalam gereja. Tetapi saya perlu memberi tahu Anda bahwa penolakan ini tidak akan berkurang, sebaliknya akan bertambah. Akan ada penolakan terus-menerus. Bersiap sedialah untuk hal ini.

A. Penolakan oleh Orang Galilea

1. Mengenal Dia Menurut Daging dan Dibutakan oleh Pengetahuan Alamiah Mereka

Raja surgawi pertama-tama ditolak oleh kaum agama-wan Yahudi. Pemimpin agama menolak Kristus sekuat-kuat-nya sebab mereka terduduki, terkuasai sepenuhnya, dan ter-selubung oleh agama mereka. Karena agama adalah segala sesuatu bagi mereka, maka mereka tidak dapat mengenal Raja surgawi ini. Mereka dibutakan oleh selubung agama sehingga mereka menolak Dia. Setelah Tuhan ditolak di Yerusalem, pusat agama, Ia berpaling ke wilayah geografis yang tidak begitu agamis yaitu Galilea, tempat di mana Ia dilahirkan dan dibesarkan. Namun, ia juga tidak disambut di Galilea. Sekalipun orang Galilea tidak menentang Dia, mereka menolak Dia karena pengetahuan alamiah mereka. Ketika mereka melihat Dia dan mendengar Dia berbicara, mereka berkata, “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bu-kankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi, dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” (13:55-56). Di sini ki-ta nampak bahwa orang-orang Galilea mengenal Dia menurut daging, bukan menurut roh (2 Kor. 5:16). Mengira bahwa mereka mengetahui segala sesuatu tentang Dia, mereka dibutakan oleh pengetahuan alamiah mereka. Mereka nampak keajaiban, mukjizat yang Dia lakukan, tetapi sebelumnya mereka telah diduduki oleh konsepsi alamiah mereka. Umat agama diduduki oleh agama mereka dan oleh konsepsi agama mereka, dan orang Galilea diduduki oleh pengetahuan alamiah mereka.

Jika kita ingin mengenal Kristus dan mengikuti Dia, kita perlu mengetahui bahwa agama dan pengetahuan alamiah kita kedua-duanya merupakan selubung. Sebagian penentang kita meremehkan kita dengan mengatakan bahwa kita belum pernah mendapat pelatihan teologi. Tetapi Tuhan Yesus, anak tukang kayu, juga tidak mendapat pelatihan teologi. Saudara Watchman Nee yang begitu banyak membantu saya, lebih banyak daripada siapa pun, juga tidak pernah menerima pelatihan teologi. Pengetahuan agama dan alamiah meru-pakan dua rintangan besar yang merintangi orang-orang untuk mengenal siapakah Kristus itu. Jika Anda mengikuti agama, Anda tetap berada di Yerusalem dan jika Anda meng-ikuti pengetahuan alamiah Anda, Anda tetap di Galilea. Teta-pi Kristus tidak menetap di Yerusalem ataupun di Galilea. Sebagaimana kita akan nampak, Dia berangkat ke padang gurun. Karena Yerusalem dipenuhi dengan konsepsi agama dan Galilea dipenuhi dengan pengetahuan alamiah, Tuhan pergi ke padang gurun. Anda di Yerusalem, di Galilea, atau di padang gurun? Di padang gurun tidak ada agama, kebudayaan, atau pelatihan teologi. Di Yerusalem terdapat agama dan di Galilea terdapat pengetahuan alamiah, tetapi di padang gurun ada penyertaan Kristus. Oh, di padang gurun kita mempunyai Kristus! Inilah kebanggaan kita dan kenikmatan kita. Kita tidak mempunyai agama atau pengetahuan, kita mempunyai Kristus.

Karena kita tidak menitikberatkan pengetahuan, kita di-salahkan dan dituduh sebagai golongan yang pikirannya bengkok (mind benders). Tetapi pikiran kita tidak bengkok, melainkan diperbarui dari pengetahuan alamiah dan agama. Kita harus berani mendeklarasikan bahwa kita tidak lagi agamis atau alamiah. Kita bukan berpengetahuan alamiah atau agamis, melainkan kita mempunyai Kristus sebagai hikmat kita, hikmat yang melampaui pengetahuan.

Semua orang yang berusaha mengenal Kristus berda-sarkan pengetahuan alamiah akan menolak Kristus. Menurut pengetahuan alamiah, Kristus adalah anak tukang kayu dan ibunya seorang wanita biasa. Orang sedesanya mengenal se-gala rupa lahiriah-Nya, tetapi mereka tidak nampak bahwa Allah berada di dalam Dia. Dalam 2 Korintus 5:16 Paulus me-ngatakan bahwa sama dengan yang lain, ia pernah mengenal Kristus menurut daging. Ketika Paulus masih sebagai Saulus dari Tarsus, ia mengenal Kristus menurut daging, ia me-ngira Yesus hanyalah seorang Nazaret yang kecil. Saulus tidak tahu bahwa di dalam Yesus ada Allah. Tetapi pada su-atu hari di tengah perjalanan ke Damsyik, Tuhan Yesus ber-kata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Ketika Saulus bertanya kepada Tuhan siapakah Dia, Tuhan menjawab, “Akulah Yesus.” Pada perjalanan ke Damsyik, Saulus tahu bahwa Yesus orang Nazaret itu kini berada di surga. Yesus seolah-olah berkata, “Aku bukan hanya tubuh daging, Aku juga Allah, sebab Allah yang sejati itu ada di dalam-Ku. Saulus, kamu mengenal Aku menurut daging, bukan menurut roh yang di dalam.”

Sama halnya hari ini. Kita perlu mengenal orang Kristen lain bukan menurut perkara lahiriah, bukan menurut desa mereka, bahasa, orang tua, pendidikan, rupa lahiriah, atau kualifikasi mereka. Jika kita mengenal orang Kristen ber-dasarkan ini, kita mengenal mereka menurut daging. Te-tapi kita harus mengenal orang Kristen menurut roh, sebab Kristus ada di dalam mereka. Beberapa bulan yang lalu, se-orang penentang diundang ke rumah saya untuk makan si-ang. Kami bersama-sama selama tiga jam. Pada suatu titik ia berkata, “Anda tidak mempunyai orang-orang terpelajar di antara Anda, bukan? Tetapi ada lebih dari seratus orang terpelajar di antara kami.” Namun pada akhirnya kita yang dianggap tidak memiliki orang-orang terpelajar telah menulis artikel di surat kabar yang tidak mampu mereka jawab. Me-reka merasa dipersulit oleh begitu banyak anak tukang kayu.

Ketika kita mengikuti Tuhan dalam pemulihan-Nya, kita tidak boleh mengenal orang menurut daging atau menilai me-reka menurut daging. Kita wajib mengenal mereka menurut ukuran Kristus. Pengetahuan, kecerdasan, dan wujud lahiriah tidaklah berarti. Boleh jadi seorang saudara tidak dapat ber-bicara dengan baik dan menggunakan tata bahasa yang ku-rang baik. Tetapi ketika ia membuka mulutnya, Kristus ter-salur keluar. Bahkan ketika Anda duduk di depannya, Anda mengetahui bahwa Kristus beserta dengan dia. Di dalam hi-dup gereja dalam pemulihan Tuhan kita tidak mementingkan wujud lahiriah, kita hanya memperhatikan roh yang di da-lam, di mana Kristus ada. Inilah jalan untuk mengenal Kristus, jalan untuk mengenal orang Kristen lain, dan jalan untuk mengikuti Tuhan.

2. Menyebabkan Raja Surgawi Tidak Banyak Mengadakan Mukjizat di Antara Mereka

Ayat 58 mengatakan,“Karena mereka tidak percaya, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ.” Penolakan orang Farisi menyebabkan Raja surgawi meninggalkan me-reka. Ketidakpercayaan orang-orang Galilea membuat Tuhan tidak banyak melakukan mukjizat di antara mereka. Karena pengetahuan alamiah orang-orang Galilea, Kristus Tuhan ti-dak dapat melakukan apa pun di antara mereka. Orang-orang Galilea tidak berkata, “Yesus, kami tidak mau Engkau! Per-gilah dari sini!” Mereka hanya bertanya, “Bukankah ini anak tukang kayu? Dari manakah orang ini mendapat hikmat ini dan mukjizat ini?” Pertanyaan ini sudah cukup. Raja surgawi tidak dapat tinggal lebih lama lagi di sana, dan mukjizat ka-runia-Nya tidak lagi dapat dinikmati oleh mereka. Karena itu, Dia meninggalkan mereka, pergi ke padang gurun di mana tidak ada kebudayaan, tidak ada agama, dan sebagai-mana kita akan nampak sekarang, juga tidak ada politik.

B. Penolakan oleh Raja Orang Kafir

Dalam 14:1-13 kita nampak penolakan oleh raja kafir. Politik selalu sejajar dengan agama dan kebudayaan. Menurut penuturan Matius, setelah penolakan oleh agama dan penge-tahuan alamiah, terdapat penolakan oleh politik. Herodes, raja wilayah, mewakili penolakan oleh politik. Inilah prinsip dasar 14:1-13.

Herodes memenggal kepala Yohanes Pembaptis dalam penjara. Dalam 12:24 pemimpin agama Yahudi, mewakili se-luruh bangsa Yahudi, menolak Raja surgawi sampai pada puncaknya. Hal itu memaksa-Nya meninggalkan hubungan alamiah-Nya dengan mereka (12:46-50). Kemudian dalam 13:53-58 Dia ditolak juga oleh orang-orang Galilea. Kini dalam pasal 14, dalam penyusunan peristiwa berdasarkan doktrin, Matius menyingkapkan kepada kita bagaimana kaum politisi bukan Yahudi memperlakukan perintis Raja. Benar-benar jahat dan penuh dengan kebusukan dan kegelapan. Sampai butir ini, Matius telah memberikan gambaran yang penuh tentang penolakan orang-orang Yahudi, orang-orang Galilea, dan orang-orang bukan Yahudi terhadap ministri Kerajaan Surga.

1. Politik Kafir Serupa dengan Agama Yahudi

Pertama, penolakan oleh agama mencapai puncaknya. Selanjutnya datanglah penolakan oleh karena pengetahuan alamiah. Penolakan oleh politik serupa dengan penolakan oleh agama dan pengetahuan alamiah. Walaupun kaum agama-wan, yang memiliki pengetahuan alamiah, dan kaum politi-kus tidak mengadakan kesepakatan terlebih dulu untuk me-nolak Tuhan Yesus, penolakan mereka terhadap Dia serupa. Agama, pengetahuan alamiah, dan politik semuanya menolak Kristus.

2. Kegelapan Politik Tersingkap

Dalam pasal 14 kita nampak kegelapan, kemerosotan, dan ketidakadilan dalam politik. Mata kita perlu dicelikkan untuk nampak bahwa dalam agama tidak ada sambutan un-tuk Raja surgawi kita. Raja surgawi juga tidak mendapat-kan tempat dalam pengetahuan alamiah atau dalam keme-rosotan, kegelapan politik hari ini. Dalam angkatan ini tidak ada tempat bagi Raja surgawi. Agama, kebudayaan, dan po-litik semuanya bersatu dalam hal menolak Raja surgawi. Betapa saya bersyukur kepada Tuhan karena catatan dalam Injil Matius. Jika Anda membaca pasal-pasal sebelum pasal 14, Anda akan nampak kelicikan dalam agama Yahudi. Anda juga akan nampak bahwa pengetahuan alamiah me-nyebabkan kerusakan yang besar bagi manusia. Di samping itu, Anda akan nampak kebejatan dan kegelapan dalam po-litik Roma yang merupakan sistem politik terkemuka di bumi pada saat itu. Tetapi bahkan dalam sistem politik yang ter-baik itu pun tidak ada yang lain, hanya ada kebejatan dan kegelapan.

3. Menyebabkan Raja Surgawi Undur Ke Padang Gurun

Dengan demikian kita telah nampak dua pos pada jalan yang menuju kemuliaan. Pos pertama ialah penolakan oleh pengetahuan alamiah dan pos kedua ialah penolakan oleh politik. Penolakan baik oleh kebudayaan maupun politik me-maksa Raja surgawi undur. Ketika Ia mendengar berita pem-bunuhan terhadap Yohanes Pembaptis, “menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak menyendiri dengan perahu ke tempat yang terpencil” (14:13). Karena ditolak oleh orang-orang da-lam kalangan agama, budaya, dan politik, Raja surgawi me-ninggalkan mereka dan menyingkir ke tempat yang terpencil. Ini menunjukkan bahwa mulai saat itu, Dia akan menyem-bunyikan diri di tempat-tempat yang terpencil, tempat yang tanpa kebudayaan, jauh dari kalangan agama, budaya, dan politik.

Dalam 14:13 dikatakan,“Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.” Meskipun ditolak oleh segala macam orang, masih banyak orang yang mengikuti Raja surgawi dengan meninggalkan kota-kota mereka. Bukan Raja yang datang ke kota-kota mereka untuk mengunjungi mereka, melainkan merekalah yang meninggalkan kota-kota kebudayaan mereka untuk mengikuti-Nya di tempat yang terpencil (padang gu-run). Dari abad ke abad, pengikut Kristus yang sejati telah meninggalkan lingkungan kebudayaan untuk mengikuti Raja surgawi mereka di luar dunia kebudayaan. Kita ini justru adalah orang-orang di antara mereka yang mengikuti Dia. Di mana Ia berada, kita pergi ke sana. Kita mengikuti Dia ke padang gurun melalui segala penolakan.