← Daftar isi Yosua · bab 12/15

MEMBAGIKAN TANAH PERMAI (2)

Pembacaan Alkitab: Yos. 18—22

Perjanjian Baru mewahyukan banyak butir rohani tentang Kristus dan gereja secara prinsip, tidak secara rinci. Khususnya dalam hal mendapatkan Kristus, mengalami Kristus, dan menikmati Kristus.

Surat Efesus mewahyukan bahwa Kristus itu almuhit, karena Dia adalah Yang memenuhi segala sesuatu di dalam segala sesuatu (1:23). Kristus tidak saja almuhit, juga alwasi karena kasih-Nya tidak terukur lebar, panjang, tinggi, dan dalamnya (3:18-19a). Kasih Kristus adalah Kristus sendiri. Kalau kasih-Nya tidak terduga, diri-Nya pasti juga tidak terduga. Dalam Efesus 3:8 Paulus membicarakan kekayaan Kristus yang tidak terduga. Kekayaan-Nya sangat limpah dan sangat luas sehingga tidak bisa diselidiki. Meskipun Surat Efesus mewahyukan Kristus yang almuhit, alwasi, dan tak terduga, dalam surat ini kita tidak dapat menemukan cara yang rinci untuk mendapatkan Kristus.

Cara rinci untuk mendapatkan Kristus, mengalami Kristus, dan menikmati Kristus tidak ada dalam Perjanjian Baru. Namun, Yosua 13—22 menyediakan cara rinci untuk memiliki dan menikmati tanah itu, yang melambangkan Kristus yang almuhit.

Tanah permai itu luas, terbentang dari Laut Tengah sampai Sungai Efrat, tetapi bangsa Israel tidak memiliki seluruh tanah itu. Bahkan dengan apa yang mereka miliki, mereka masih memerlukan cara yang rinci untuk membagi tanah itu untuk mendapatkan dan menikmatinya. Caranya adalah dengan membuang undi. Dalam Kitab Yosua kata undi digunakan dalam pengertian membuang undi (18:8, 10). Ditinjau dari segi manusia, kita mengenal bahwa membuang undi tergantung pada keberuntungan, tetapi Allah adalah keberuntungan kita, dan hasil dari membuang undi itu sesuai dengan apa yang Dia tetapkan. Ketika Allah menciptakan bumi, Dia memiliki pandangan yang jelas tentang keadaan tanah permai. Dia dengan jelas mengetahui, misalnya, Yerusalem dan sekitarnya adalah untuk Yehuda, dan Kristus berasal dari Yehuda. Meskipun ini telah ditetapkan lebih dulu, tetapi masih perlu melalui membuang undi untuk merealisasikannya. Tangan pengatur Allah ada dalam proses pembuangan undi untuk mengarahkan hasilnya. Ini berarti pembagian tanah permai tidak tergantung pada Yosua, imam besar, atau siapa saja selain Allah. Hasilnya, tidak dasar bagi suku-suku itu untuk mengeluh tentang bagian tanah yang dibagikan kepada mereka. Cara mereka mengundi tanah itu jujur, dan hal ini menyebabkan setiap orang tunduk.

Selanjutnya saya hendak menekankan fakta bahwa Kristus dalam diri-Nya adalah satu-satunya yang unik dan selalu sama. Bagi Dia tidak ada perubahan dalam diri-Nya; Dia sama kemarin, hari ini, besok, dan selama-lamanya (Ibrani 13:8). Namun, dalam pengalaman dan kenikmatan kita Kristus memiliki banyak ukuran dan macam, seperti dijelaskan oleh berbagai kurban bakaran dan kurban sajian. Kristus itu apa bagi kita dalam pengalaman kita tidak tergantung pada Dia, hal ini tergantung pada kita. Kita mendapatkan Kristus, mengalami Kristus, dan menikmati Kristus menurut apa adanya kita. Karena itu, orang yang rajin mengejar Kristus akan mengalami Kristus yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang malas dalam hal ini.

Baru-baru ini saya pikir kita dapat menganggap dua belas suku Israel sebagai satu gambaran kaum beriman dari abad pertama sampai hari ini. Galatia 6:16 mengatakan bahwa kita adalah “Israel milik Allah.” Ini menunjukkan bahwa umat pilihan Allah dalam Perjanjian Baru dapat dibagi menjadi dua belas “suku.” Suku pertama adalah rasul-rasul zaman kuno yang mendatangkan wahyu Perjanjian Baru. Suku kedua adalah bapa gereja. Suku ketiga adalah para martir di bawah Kekaisaran Romawi. Suku keempat adalah orang-orang yang mengadakan reformasi dalam Gereja Roma Katolik sebelum sistem kepausan terbentuk. Suku kelima adalah kaum Protestan dan suku keenam adalah aliran mistik. Protestan menjadi dangkal dan mati, lalu timbullah reaksi aliran mistik seperti Madame Guyon, Father Fenelon, dan Brother Lawrence. Suku ketujuh adalah saudara-saudara Moravia yang dipimpin Count Zinzendorf. Suku kedelapan adalah Kaum Saudara Inggris yang dipimpin John Nelson Darby. Ketika Kaum Saudara menjadi penuh dengan pengetahuan yang mati, ada tiga reaksi. Pertama, ada reaksi dari aliran hayat batini seperti Andrew Murray, Jessie Penn-Lewis, dan T. Austin-Sparks. Inilah suku kesembilan. Kedua, ada reaksi dari aliran Injili, meliputi C.H. Spurgeon, D.L. Moody, Charles Finney, Hudson Taylor, William Carey, dan David Livingstone. Inilah suku kesepuluh. Ketiga, ada reaksi dari aliran Pentakosta, ini adalah suku kesebelas. Suku kedua belas adalah pemulihan, yang memulihkan wahyu Perjanjian Baru kepada keadaan rasul-rasul sebermula.

Dalam pemulihan Tuhan kebenaran dari Kitab Matius sampai Wahyu telah dipulihkan oleh Tuhan. Khususnya, Tuhan telah memulihkan kebenaran mengenai Kristus yang almuhit dan Yerusalem Baru. Kebenaran dalam pemulihan adalah perampungan kebenaran selama sembilan belas abad. Kita berdiri di atas bahu semua suku yang telah mendahului kita. Maka, kebenaran itu telah diringkas, dipadatkan, dan dikristalkan bagi kita.

Sekarang mari kita membahas Yosua 18—22 dengan lebih rinci mengenai pembagian tanah itu.

VI. TANAH YANG DIBAGIKAN

KEPADA SISA TUJUH SUKU

Dalam 18:1—19:51 kita memiliki catatan tentang tanah yang dibagikan kepada tujuh suku yang lain. Yosua memerintahkan bangsa Israel untuk merebut tanah yang belum direbut oleh mereka (18:1-3). Kemudian dia mengutus tiga orang dari setiap suku dari ketujuh suku itu untuk menjelajahi tanah itu dan mencatat keadaannya, sebagai gambaran milik pusaka masing-masing (ayat 4-6, 8-9). Setelah itu, Yosua membagikan tanah itu kepada ketujuh suku itu (ayat 10). Tidak ada tanah yang dibagikan kepada orang Lewi, karena jabatan imam TUHAN adalah milik pusakanya (ayat 7).

A. Tanah yang Dibagikan kepada Suku Benyamin

Tanah yang dibagikan kepada suku Benyamin (ayat 11-28) di antara suku Yehuda dan suku Yusuf (ayat 11-20). Tanah itu memiliki dua puluh enam kota dengan desa-desanya, termasuk Yerusalem (ayat 21-28). Yerusalem berada di tanah Benyamin tetapi diwariskan oleh bani Yehuda (15:63).

B. Tanah yang Dibagikan kepada Suku Simeon

Tanah yang dibagikan kepada suku Simeon (19:1-9) ada di tengah-tengah warisan bani Yehuda (ayat 1, 9) dan mencakup tujuh belas kota dengan desa-desanya (ayat 2-8).

C. Tanah yang Dibagikan kepada Suku Zebulon

Tanah yang dibagikan kepada suku Zebulon (19:10-16) berisi dua belas kota dengan desa-desanya, termasuk Betlehem (ayat 15).

D. Tanah yang Dibagikan kepada Suku Isakhar

Tanah yang dibagikan kepada suku Isakhar terbentang dari Yizreel sampai Sungai Yordan dan termasuk enam belas kota dengan desa-desanya (ayat 17-23).

E. Tanah yang Dibagikan kepada Suku Asyer

Tanah yang dibagikan kepada suku Asyer terbentang dari Helkat sampai laut (ayat 24-31). Memiliki dua puluh dua kota dengan desa-desanya, termasuk Sidon Besar dan kota Tirus yang berkubu (ayat 28-29).

F. Tanah yang Dibagikan kepada Suku Naftali

Tanah yang dibagikan kepada suku Naftali (ayat 32-39) berada di tengah-tengah, dengan Zebulon di selatan, Asyer di barat, dan Yehuda di Yordan menghadap matahari terbit. Tanah ini termasuk sembilan belas kota dengan desa-desanya.

G. Tanah yang Dibagikan kepada Suku Dan

Tanah yang dibagikan kepada suku Dan (ayat 40-48) di seberang Yapo (ayat 46—Yope, Kisah Para Rasul 10:5). Ketika wilayah bani Dan tidak cukup bagi mereka, mereka pergi dan berperang melawan Lesem (Lais—Hakim-hakim 18:29, ujung utara tanah permai), merebutnya dan menamainya menurut nama Dan bapa leluhur mereka (Yosua 19:47)

H. Warisan yang Diberikan kepada Yosua

Warisan yang diberikan kepada Yosua (ayat 49-50) adalah kota Timnat-Serah di pegunungan Efraim. Dia meminta kota ini, dan bangsa Israel memberikannya kepada dia menurut yang diperintahkan TUHAN.

VII. KOTA-KOTA PERLINDUNGAN

Catatan dalam Yosua 20 membicarakan kota-kota perlindungan (Keluaran 21:13; Bilangan 35:6a, 10-15).

A. Ditentukan bagi Pembunuh

yang Membunuh Seseorang dengan Tidak Sengaja dan dengan Tidak Ada Niat Lebih Dulu

TUHAN menyuruh Yosua memberi tahu bangsa Israel untuk menentukan kota-kota perlindungan supaya pembunuh yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja dan dengan tidak ada niat lebih dulu dapat melarikan diri dari mereka yang menuntut darah (Yosua 20:1-6).

B. Tiga Kota di Kanaan, Sebelah Barat Yordan

Ada tiga kota yang menjadi kota perlindungan di Kanaan, sebelah barat Yordan (ayat 7). Kota-kota ini adalah Kadesy di Galilea di pegunungan Naftali, Sikhem di pegunungan Efraim, dan Hebron di Pegunungan Yehuda.

C. Tiga Kota di Sebelah Timur Yordan

Ada tiga kota lain yang menjadi kota perlindungan di sebelah timur Yordan (ayat 8-9). Kota-kota ini adalah Bezer di padang gurun di dataran tinggi suku Ruben, Ramot di Gilead dari suku Gad, dan Golan di Bashan dari suku Manasye.

D. Dibagikan kepada Orang-orang Lewi

Seluruh kota perlindungan dibagikan kepada orang-orang Lewi (Bilangan 35:6a).

VIII. KOTA-KOTA DENGAN TANAH PENGGEMBALAAN YANG DIBAGIKAN KEPADA ORANG-ORANG LEWI

YANG MEREKA TUNTUT DI SILO

Kota-kota dengan tanah penggembalaannya yang dibagikan kepada orang-orang Lewi dituntut oleh mereka di Silo. Tanah itu diberikan kepada orang-orang Lewi oleh bangsa Israel menurut perintah Allah kepada Musa (21:1-3). Totalnya, ada empat puluh delapan kota, termasuk enam kota perlindungan (ayat 41).

A. Kepada Kaum Kehat dan Anak-anak Imam Harun

Kepada kaum Kehat dan anak-anak imam Harun diberikan tiga belas kota dari suku Yehuda, Simeon, dan Benyamin (ayat 4, 8-19).

B. Kepada Sisa Keturunan Kehat

Kepada sisa keturunan Kehat diberikan sepuluh kota dari suku Efraim, Dan, dan setengah suku Manasye (ayat 5, 20-26).

C. Kepada Keturunan Gerson

Kepada keturunan Gerson diberikan tiga belas kota dari suku Isakhar, Asyer, Naftali, dan setengah suku Manasye (ayat 6, 27-33).

D. Kepada Keturunan Merari

Kepada keturunan Merari diberikan dua belas kota dari suku Ruben, Gad, dan Zebulon (ayat 7, 34-40).

IX. PENGGENAPAN JANJI TUHAN

KEPADA NENEK MOYANG ISRAEL

SEHINGGA DIA DAPAT MEMBERI MEREKA

TANAH PERMAI

Pembagian tanah permai yang dicatat dalam pasal-pasal ini adalah penggenapan janji TUHAN kepada nenek moyang Israel sehingga Dia dapat memberi mereka tanah permai untuk dimiliki dan ditinggali (ayat 43-45). Mengenai ini, ayat 45 mengatakan, “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.”

X. KEMBALINYA SUKU RUBEN, GAD, DAN SETENGAH SUKU MANASYE KE TANAH MEREKA

DI SEBELAH TIMUR YORDAN

Yosua 22 memberi kita satu kisah kembalinya suku-suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye ke tanah mereka di sebelah timur Yordan.

A. Yosua Mengutus Mereka dengan Berkat

Yosua mengutus mereka dengan berkat (ayat 1-9). Dia memanggil mereka dan berkata kepada mereka bahwa mereka telah memelihara semua yang telah Musa perintahkan kepada mereka dan telah mendengarkan suara Yosua dalam semua yang telah diperintahkan kepada mereka, memberi tahu mereka bahwa mereka telah memelihara perintah TUHAN, Allah mereka.

B. Mereka Mendirikan Mezbah di Sungai Yordan

di Tanah Kanaan

Ketika bani Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye datang ke daerah Yordan yaitu di tanah Kanaan, mereka mendirikan mezbah di sana di tepi Sungai Yordan, mezbah yang besar bangunannya (ayat 10).

C. Bangsa Israel Menantikan untuk Pergi

ke Peperangan melawan Mereka

Ketika bangsa Israel mendengar tentang mezbah yang telah didirikan menghadap ke tanah Kanaan, di daerah Yordan, mereka menantikan untuk pergi ke peperangan melawan suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye (ayat 11-12). Bangsa Israel mengutus imam Pinehas bersama sepuluh pemimpin suku Israel untuk menanggulangi mereka (ayat 13-20).

D. Suku Ruben, Gad, dan Setengah Suku Manasye Menjelaskan bahwa Mezbah yang telah Didirikan bukan untuk Mempersembahkan kepada Allah

tetapi untuk Satu Kesaksian

Suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye menjelaskan kepada Pinehas dan sepuluh pemimpin Israel bahwa mereka mendirikan mezbah bukan untuk mempersembahkan kepada Allah tetapi untuk satu kesaksian (ayat 21-29). Mereka menyatakan bahwa mereka tidak mendirikan mezbah dalam pemberontakan atau melakukan pelanggaran terhadap TUHAN (ayat 22). Mereka menyimpulkan dengan berkata, “Jauhkanlah dari pada kami untuk memberontak terhadap TUHAN, dan untuk berbalik dari pada TUHAN pada hari ini dengan mendirikan mezbah untuk kurban bakaran, kurban sajian atau kurban sembelihan, mezbah yang bukan mezbah TUHAN, Allah kita, yang ada di depan Kemah Suci-Nya!” (ayat 29).

E. Imam Pinehas dan Sepuluh Pemimpin Israel

Puas dengan Penjelasan Mereka

Imam Pinehas dan sepuluh pemimpin Israel puas dengan penjelasan mereka dan kembali ke negerinya (ayat 30-33).

F. Mereka Menamai Mezbah itu

Bani Ruben dan bani Gad menamai mezbah itu, mengatakan mezbah ini adalah satu kesaksian bahwa TUHAN adalah Allah (ayat 34).