← Daftar isi Mengetahui Telah Beroleh Selamat · bab 38/48

PENGAMPUNAN DOSA DAN PENCUCIAN DOSA

Dalam keselamatan-Nya yang sempurna, mula-mula Allah mengampuni dosa kita dan mencuci dosa kita. Ketika kita menerima keselamatan sempurna Allah, hal pertama yang kita nikmati adalah pengampunan dosa kita dan pencucian dosa kita oleh-Nya.

I. PENGAMPUNAN DOSA

1. "Siapa saja yang percaya kepada-Nya, akan mendapat pengampunan dosa" (Kis. 10:43).

Pengampunan dosa adalah bagian pertama dari penebusan kita yang kita dapatkan begitu kita percaya. Persoalan pertama kita di hadapan Allah ialah adanya suatu catatan dosa karena perbuatan dosa kita. Setelah catatan dosa kita itu terhapus, barulah kebenaran Allah melepaskan kita. Kalau perbuatan dosa kita tidak dihapus di hadapan-Nya, Allah yang adil tidak dapat memberikan hal-hal penebusan-Nya yang lebih dalam. Maka, pertama-tama kita perlu mendapatkan pengampunan dosa dari Allah.

A. Makna Pengampunan Dosa

1. Terhindar dari hukuman keadilan Allah -- "Siapa saja yang percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum" (Yoh. 3:18).

Pertama, pengampunan dosa berarti penghapusan catatan dosa kita di hadapan Allah agar kita dapat terhindar dari hukuman keadilan Allah. Karena kita memiliki catatan dosa di hadapan Allah dan terhukum, maka kita harus menanggung hukuman keadilan Allah. Akan tetapi, ketika Allah mengampuni kita, Ia melepaskan kita dari hukuman keadilan-Nya dan tidak menghukum kita lagi.

2. Supaya dosa meninggalkan orang yang diampuni -- "Dapat . . . menerima pengampunan dosa" (Kis. 5:31); "Tuhan telah menimpakan kepada-Nya [Kristus] kejahatan kita sekalian" (Yes. 53:6); "Ia [Kristus] sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib" (1 Ptr. 2:24).

Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani untuk pengampunan berarti "supaya ia pergi" dan "meninggalkan". Ketika Allah mengampuni dosa kita, Ia tidak hanya menghapus catatan dosa kita di hadapan-Nya, tetapi juga membuat dosa-dosa yang kita lakukan meninggalkan kita. Sebab ketika Allah menjadikan Tuhan Yesus suatu kurban penghapus dosa di salib, Ia menimpakan semua dosa kita kepada-Nya, menyuruh-Nya memikul bagi kita. Bahkan, setelah Allah menyuruh Tuhan Yesus memikul dosa kita di salib, menanggung penghakiman dan penghukuman Allah menggantikan kita, Ia pun membuat semua dosa kita tertimpa kepada Satan (Iblis), supaya ia yang menanggungnya sampai selamanya. Inilah yang diberitahukan oleh lambang penebusan yang tercantum dalam Imamat 16. Dosa berasal dari Satan dan ditularkan kepada kita, sehingga kita memiliki catatan dosa di hadapan Allah. Allah menaruh semua dosa kita pada diri Tuhan Yesus agar Ia menanggung semuanya, mengalami hukuman Allah bagi kita, dan menghapus catatan dosa kita di hadapan Allah. Setelah itu, Allah mengembalikan semua dosa kita kepada Satan, agar dia menanggung semuanya. Dengan jalan itu, Allah dapat mengampuni dosa orang yang diampuni dan membuat dosa meninggalkannya. "Sejauh timur dari barat, demikianlah dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita" (Mzm. 103:12).

3. Melupakan dosa orang yang diampuni -- "Sebab Aku [Allah] akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka" (Ibr. 8:12).

Ketika Allah mengampuni dosa-dosa seseorang, Ia pun melupakan dosa-dosanya. Ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, Ia tidak hanya menghapuskan catatan dosa kita dan membuat dosa-dosa kita terlepas dari kita, tetapi di pihak-Nya, Ia pun melupakan dosa-dosa kita. Begitu Ia mengampuni kita, Ia menghapus dosa-dosa kita dari ingatan-Nya dan tidak mengingatnya sama sekali.

B. Dasar Pengampunan Dosa

1. "Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan" (Ibr. 9:22).

Pengampunan dosa oleh Allah didasarkan pada penumpahan darah penebusan. Karena Ia adil, Allah tidak dapat mengampuni dosa manusia tanpa sebab. Keadilan-Nya menuntut semua yang berdosa harus mati (Yeh. 18:4). Kalau tuntutan keadilan-Nya tidak dipenuhi, keadilan-Nya tidak mengizinkan-Nya mengampuni dosa orang berdosa. Namun, karena Tuhan Yesus telah mati dan menumpahkan darah-Nya di atas salib, sesuai dengan keadilan Allah, dan dengan demikian memenuhi tuntutan keadilan Allah, Allah dapat dengan sah mengampuni dosa-dosa mereka menurut keadilan-Nya. Tuhan Yesus berkata, "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa" (Mat. 26:28). Karena darah Tuhan Yesus tertumpah bagi manusia menurut keadilan Allah dan dengan demikian memenuhi tuntutan keadiian Allah, maka darah-Nya itu menjadi dasar pengampunan dosa-dosa mereka yang percaya kepada-Nya.

C. Cara Menerima Pengampunan Dosa

1. Bertobat -- "Pertobatan untuk pengampunan dosa" (Luk. 24:47).

Bertobat kepada Allah adalah langkah pertama orang-orang berdosa untuk menerima pengampunan dosa oleh Allah.

2. Percaya -- "Siapa saja yang percaya kepada-Nya [Kristus] akan mendapat pengampunan dosa" (Kis. 10:43).

Di pihak negatif, bertobat adalah berpaling dari dosa-dosa, sedangkan di pihak positif, percaya adalah percaya ke dalam Kristus.Percaya ke dalam Kristus adalah masuk ke dalam-Nya dan bersatu dengan-Nya. Inilah langkah kedua untuk menerima pengampunan dosa oleh Allah. Langkah ini langsung menyusul pertobatan.

D. Hasil Pengampunan Dosa

1. Takut akan Allah -- "Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang" (Mzm. 130:4).

Pengampunan dosa membuat kita takut akan Allah. Semakin kita menikmati pengampunan dosa, kita akan semakin takut akan Allah.

2. Mengasihi Allah -- "Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia [perempuan yang berdosa] telah banyak mengasihi" (Luk. 7:47).

Perkataan di atas diucapkan oleh Tuhan terhadap perempuan berdosa yang telah diampuni dosa-dosanya. Klausa "sebab ia telah banyak mengasihi" tidak mengacu kepada alasan Tuhan mengampuninya, melainkan mengacu kepada kesaksian bagaimana dia diampuni oleh Tuhan. Kasihnya yang besar kepada Tuhan menunjukkan bahwa dia banyak mendapat pengampunan. Semakin kita diampuni oleh Tuhan, kita akan semakin mengasihi Tuhan. Maka, mengasihi Tuhan adalah akibat diampuni oleh Tuhan.

II. PENCUCIAN DOSA

1. "Ia [Allah] akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yoh. 1:9).

Perkataan di atas menunjukkan kepada kita, bahwa pencucian dosa kita terjadi segera setelah pengampunan dosa kita. Ketika Ia mengampuni dosa kita, Ia pun mencuci kita dari dosa.

A. Makna Pencucian Dosa

1. "Basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju" (Mzm. 51:9); "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba" (Yes. 1:18).

Ketika Allah mengampuni dosa kita, Ia membebaskan kita dari hukuman dosa; ketika Allah mencuci kita dari dosa, Ia menghapus bekas dosa kita. Kalau hanya ada pengampunan dosa dan tidak ada pencucian dosa, walaupun dosa kita diampuni, bekas dosa kita masih ada. Pengampunan adalah prosedur hukum, sedangkan pencucian adalah pembersihan fakta. Menyinggung hukum Allah yang adil, dosa kita perlu diampuni. Menyinggung bekas dosa di dalam kita, dosa kita perlu dicuci bersih. Jadi, dalam keselamatan sempurna-Nya, Allah tidak hanya menyingkirkan catatan dosa kita di hadapan-Nya menurut keadilan hukum-Nya, tetapi juga mencuci bersih bekas dosa di dalam kita. Pencucian dosa oleh-Nya menjadikan kita seputih salju dan bulu domba. Pencucian yang membuat kita seputih salju adalah pencucian pada aspek posisi, dari luar; pencucian yang menjadikan kita seputih bulu domba adalah pencucian sifat kita, dari dalam.

B. Dua Aspek Pencucian Dosa

1. Pencucian Dosa oleh Darah

1. "Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa" (1 Yoh. 1:7).

Pencucian dosa oleh Allah memiliki dua aspek. Yang satu di aspek posisi di luar kita, sedangkan yang lain di aspek sifat di batin kita. Pencucian dosa secara luaran dan posisi, digenapi dengan darah Tuhan Yesus. Darah Tuhan Yesus, Manusia-Allah, secara luaran dan posisi mencuci kita dari semua dosa.

a. Di hadapan Allah

1. "Setelah selesai mengadakan penyucian dosa, Ia [Kristus] duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi" (Ibr. 1:3).

Perkataan di atas mengacu kepada Tuhan Yesus yang mencuci kita dari dosa di hadapan Allah, sekali untuk selamanya, dengan mencucurkan darah-Nya di salib, sehingga secara posisi, kita bersih di hadapan Allah dan hukum-Nya.

b. Di dalam Hati Nurani Kaum Beriman

1. "Darah Kristus . . . menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup" (Ibr. 9:14).

Darah Tuhan tidak mencuci hati kita, tetapi mencuci hati nurani kita. Karena darah Tuhan mencuci kita dari dosa di hadapan Allah dan hukum-Nya, maka darah-Nya juga mencuci hati nurani kita, sehingga kita dapat dengan berani melayani Allah yang hidup.

2. Pencucian Dosa oleh Hayat

1. "Permandian kelahiran kembali" (Tit. 3:5); "Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan . . . dalam Roh Allah kita" (1 Kor. 6:11).

Kedua ayat di atas menyinggung hayat Allah yang melahirkan kembali kita dan mencuci bersih diri kita oleh Roh-Nya. Itulah pencucian batini di dalam sifat kita dengan hayat dan Roh-Nya. Ketika kita dilahirkan kembali, kita menerima hayat Allah dan Roh Allah tinggal di dalam kita. Ketika hayat Allah bertumbuh di dalam kita dan Roh-Nya bergerak di dalam kita, terjadilah fungsi metabolis yang menyingkirkan dan mencuci bersih kenajisan di dalam sifat kita, watak kita. Jadi, kita menikmati pencucian dosa dalam keselamatan sempurna Allah di posisi luar kita, dan di dalam sifat batini kita.