← Daftar isi Mengetahui Telah Beroleh Selamat · bab 29/48

KRISTUS SEBAGAI SEGALA SESUATU

Wahyu Pokok Perjanjian Baru, khususnya dalam surat-surat rasuli Paulus, adalah Kristus yang telah Allah siapkan dalam ekonomi Perjanjian Baru-Nya menjadi pengalaman kita. Hal ini telah kita lihat dengan jelas pada pelajaran yang lalu. Sekarang, mari kita lihat kesimpulannya dalam kitab Filipi, yaitu mengambil Kristus sebagai segala sesuatu.

I. KRISTUS SEBAGAI HIDUP

1. "Karena bagiku hidup adalah Kristus" (Flp. 1:21).

Ayat itu menunjukkan bahwa Paulus yang telah mengalami Kristus dengan limpah dan kaya, mengambil Kristus sebagai hidupnya. Dalam Filipi 1, ia berkata bahwa baginya hidup adalah Kristus.

II. KRISTUS SEBAGAI EKSPRESI

1. "Seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata diperbesar di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku" (Flp. 1:20; Tl.).

Di sini Paulus yang kaya dengan pengalaman atas Kristus, menganggap Kristus sebagai ekspresinya. Seluruh hidup dan pekerjaannya bukanlah untuk mengekspresikan dirinya atau menonjolkan pengetahuannya, kemampuannya, keistimewaannya, dan kekhususannya. Semua keberadaan dan pekerjaannya adalah untuk mengekspresikan Kristus, bahkan untuk memperbesar Kristus, sehingga Kristus bukan saja terekspresi melalui dia, bahkan diperbesar di dalam dirinya.

III PIKIRAN KRISTUS SEBAGAI PIKIRAN

1. "Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Flp. 2:5).

Ayat ini berarti kita perlu mengambil pikiran Kristus sebagai pikiran kita. Paulus tidak hanya mengambil Kristus sebagai hidupnya dan ekspresi yang di luar, tetapi juga mengambil pikiran Kristus sebagai pikirannya. Menurut ayat-ayat selanjutnya, pemikiran dalam pikiran Kristus pada ayat ini adalah Dia yang telah berubah dari bentuk Allah kepada rupa manusia, menjadi manusia, bahkan mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba dan merendahkan diri-Nya, dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib.

IV. KRISTUS SEBAGAI KEBENARAN YANG DIPERHIDUPKAN

1. "Dan berada di dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan" (Flp. 3:9).

Dalam mengalami Kristus, Paulus memperlihatkan kepada orang lain bahwa dia adalah orang yang ada di dalam Kristus, memiliki kebenaran yang bukan berasal dari memelihara hukum Taurat, melainkan beroleh kebenaran dari Allah melalui iman dalam Kristus, yaitu Kristus sendiri diperhidupkan dari dirinya, terekspresi sebagai kebenarannya. Dengan cara itulah Paulus mengambil Kristus sebagai kebenaran yang diperhidupkannya.

V. MENGENAL KRISTUS SEBAGAI MUSTIKA

1. ". . . karena pengenalan akan Kristus Yesus Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus" (Flp. 3:8).

Paulus yang kaya dengan pengalaman atas Kristus, tentu memandang Kristus sebagai Mustika. Karena itu dalam ayat ini selanjutnya ia memperlihatkan kepada kita, bahwa ia menuntut untuk mengenal Kristus. Penuntutannya menunjukkan pandangannya akan kemustikaan pengenalan atas Kristus. Karena Kristus yang ia kenal, ia membuang segala sesuatu, yaitu dia menderita kehilangan segala sesuatu dan menganggapnya sampah, supaya dia memperoleh Kristus.

VI. KRISTUS SEBAGAI SASARAN

1. "Tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Flp. 3:13-14).

Paulus yang menuntut pengenalan atas Kristus untuk mengalami Dia lebih dalam, menganggap penuntutannya sebagai satu-satunya tugas. Karena itu, dia menuntut dengan cara melupakan apa yang di belakangnya, dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di depannya. Penuntutannya hanya terarah pada satu tujuan, satu sasaran, dan sasaran ini adalah Kristus. Dia mengambil Kristus sebagai sasarannya, menuntut untuk memperoleh hadiah panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Hadiah itu adalah Kristus, yaitu Kristus sebagai kenikmatan bagi orang-orang yang menuntut-Nya. Paulus menuntut ke atas, menuju surga, untuk memperoleh Kristus yang diambilnya sebagai sasaran dan hadiah.

VII. KRISTUS SEBAGAI PEKERTI KITA

1. "Jadi, akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Flp. 4:8).

Benar, mulia, adil, suci, manis, dan sedap didengar, adalah enam kebajikan yang terpuji. Kebajikan-kebajikan ini adalah ekspresi ciri khas Allah yang diperhidupkan dari diri para penuntut Kristus, yang adalah perwujudan Allah. Paulus yang menuntut mengalami Kristus menghimbau saudara-saudara untuk memikirkan hal-hal ini, yaitu memperhidupkan kebajikan-kebajikan tersebut dan mengekspresikan semua ciri khas Allah dalam Kristus. Karena ia menghimbau saudara-saudara sedemikian, dia sendiri tentu mengekspresikan ciri-ciri khas Allah dengan mengambil Kristus sebagai kebajikannya.

VIII. KRISTUS SEBAGAI KEKUATAN

1. "Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku"

(Flp. 4:13).

Paulus yang mengalami Kristus diberi kekuatan oleh Kristus; jadi dia dapat melakukan segala sesuatu dalam Kristus, terutama dapat memperhidupkan kebajikan yang mengekspresikan ciri khas Allah seperti yang tercantum dalam ayat 8. Hal tersebut menampakkan bahwa Paulus mengalami Kristus dengan mengambil-Nya sebagai kekuatan untuk memperhidupkan Kristus sebagai hidup yang unggul.

IX. KRISTUS SEBAGAI KUNCI RAHASIA

1. "Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam setiap keadaan dan dalam segala hal tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam keadaan kenyang, maupun dalam keadaan kelaparan, baik dalam keadaan kelimpahan, maupun dalam keadaan kekurangan" (Flp. 4:11-12).

Dalam segala keadaan dan dalam segala hal, Paulus yang telah mengalami Kristus dengan limpah dan kaya, mempelajari kunci rahasia untuk mencukupkan diri dan selalu bersukacita. Menurut perkataannya dalam seluruh kitab Filipi, kunci rahasia yang dipelajarinya hanyalah Kristus. Karena itu dia menganggap Kristus sebagai kunci rahasia untuk mengalami Kristus, mencukupkan diri dan selalu bersukacita dalam keadaan dan hal apa pun.

X. KRISTUS SEBAGAI HARAPAN

1. "Karena kewargaan kita terdapat di dalam surga dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya" (Flp. 3:20-21).

Hidup yang ditempuh Paulus dalam mengalami Kristus adalah hidup yang menantikan Juruselamat, Tuhan Yesus Kristus, yang akan datang dari surga untuk mengubah tubuhnya yang hina menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Demikianlah dia mengambil Kristus yang dia alami sebagai pengharapannya.