MENGALAMI KRISTUS
(Dianjurkan pelajaran yang agak dalam ini dibaca dalam dua kesempatan, dan bagian kedua dimulai dari "MEMPERHIDUPKAN KRISTUS).
Kita percaya dan dibaptis ke dalam Kristus, bersatu dengan-Nya, tinggal di dalam-Nya adalah untuk mengalami-Nya. Kita mengalami Kristus, berarti kita mendapatkan dan menikmati-Nya dengan riil, sehingga Dia dapat terekspresi atas diri kita.
I. BERBAGAI ASPEK MENGALAMI KRISTUS
A. Kristus Terwahyu di dalam Kita
1. "Allah . . . berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam Aku" (Gal. 1:15-16).
Pengalaman pertama kita atas Kristus adalah penyataan-Nya (terwahyukannya Kristus) di dalam kita. Inilah kunci keselamatan dan kelahiran kembali kita, juga adalah hasil utama dari keselamatan kita dan bersatunya kita dengan Allah, ini juga adalah awal dari pengalaman kita terhadap Kristus.
B. Kristus Ada di dalam Kita
1. "Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran" (Rm. 8:10).
Begitu Kristus terwahyukan di dalam kita, kita segera mengalami Dia di dalam kita, yang menampakkan kepada kita, bahwa tubuh kita memang mati karena dosa, yaitu dosa yang kita warisi dari Adam, tetapi roh kita hidup karena kebenaran, yaitu kebenaran yang kita peroleh dari Kristus. Inilah pengalaman yang Kristus berikan kepada kita.
C. Kristus Tinggal di dalam Kita
1. "Barangsiapa tinggal di dalam Aku [Kristus] dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak" (Yoh. 15:5).
Jika kita tinggal di dalam Kristus menurut fakta keberadaan kita di dalam Kristus, Kristus akan tinggal di dalam kita, menempatkan diri-Nya di dalam kita sebagai hayat dan suplai hayat kita, sehingga Dia dapat menjadi pengalaman hayat kita untuk berbuah banyak.
2. "Jika seorang mengasihi Aku [Kristus] ia akan menuruti firman-Ku, dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia" (Yoh. 14:23).
Kristus tinggal di dalam kita bersama Bapa. Kita mengalami hal ini bila kita mengasihi-Nya dan menuruti firman-Nya.
D. Kristus Adalah Hayat Kita
1. ". . . Kristus yang adalah hayat kita" (Kol.3:4; Tl.).
Hal utama dan pokok yang Kristus perbuat ketika Ia tinggal di dalam kita adalah menjadi hayat kita, sehingga kita dapat menjadikan-Nya hayat kita dan kita hidup oleh Dia, tidak lagi bertindak berdasarkan hayat alamiah kita. Kita harus mengalami hal ini hari demi hari dan saat demi saat.
E. Kristus Hidup di dalam Kita
1. "Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:20).
Kita tidak saja mengalami Kristus tinggal di dalam kita menjadi hayat kita, tetapi juga mengalami Kristus hidup di dalam kita menjadi kehidupan kita. Untuk mengalami Kristus sedemikian, kita harus menyangkal diri dengan tinggal dalam kematian-Nya dan dapat mengatakan, "yang hidup bukan aku lagi". Kita harus mati untuk dapat mengalami Kristus hidup di dalam kita.
F. Kristus Berumah di dalam Kita
1. "Oleh imanmu Kristus berumah di dalam hatimu . . . supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah" (Ef. 3:17-19; Tl.).
Kita pun perlu mengalami Kristus berumah di dalam hati kita. Dia bukan hanya hidup di dalam kita, bahkan secara batiniah menduduki seluruh bagian kita, berumah di dalam kita, dan berakar di dalam kita, menjenuhi dan memenuhi seluruh diri kita sehingga kita menjadi kepenuhan Allah.
G. Kristus Terbentuk di dalam Kita
1. "Aku [Rasul Paulus] menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus terbentuk di dalam kamu" (Gal. 4:19; Tl.).
Kita pun harus mengalami Kristus terbentuk di dalam kita, yaitu Dia bertumbuh hingga dewasa sampai kita mencapai kepenuhan perawakan-Nya (Ef. 4:13).
H. Memperhidupkan Kristus
1. "Bagiku hidup adalah Kristus" (Flp. 1:21).
"Hidup adalah Kristus" adalah memperhidupkan Kristus. Kita harus mengalami Kristus hidup dalam setiap aspek secara batiniah, dan mengalami memperhidupkan Dia di lahir.
L. Memperbesar Kristus
1. "Kristus dengan nyata diperbesar di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku" (Flp. 1:20; Tl.).
Kita bukan hanya harus mengalami memperhidupkan Kristus di lahir, juga harus memperbesar Kristus. Segala perkara yang menimpa kita membuat kita memperbesar Kristus. Makin sulit keadaan kita dan makin sibuk pekerjaan kita, makin membuat kita memperbesar Kristus. Inilah puncak pengalaman kita atas Kristus secara lahiriah.
J. Kristus sebagai Segalanya bagi Manusia Baru
1. "Kamu telah menanggalkan manusia lama . . . dan telah mengenakan manusia baru [yang korporat] . . . dalam hal ini [manusia baru, gereja] tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit (yang paling primitif), budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua [orang]dan di dalam segala sesuatu (orang)" (Kol. 3:9-11).
Ayat-ayat di atas memberitahukan, bahwa kita yang telah percaya Tuhan dan telah dilahirkan kembali, telah menanggalkan manusia lama kita dan mengenakan manusia baru. Dalam manusia baru ini, gereja, tidak ada lagi manusia lama dari ras, agama, kebudayaan, atau kelas tertentu, melainkan Kristus yang adalah hayat kita dan unsur yang menyusun manusia baru ini. Kristus adalah semua orang dalam manusia baru yang korporat ini, Kristus juga di dalam semua orang ini. Kita harus banyak mengalami Kristus dalam hal ini, pengalaman yang penuh limpah akan Kristus yang seharusnya kita miliki pada saat pengalaman kita atas Dia mencapai puncaknya.
II. SYARAT-SYARAT UNTUK MENGALAMI KRISTUS
A. Tinggal di dalam Dia
1. "Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia . . ." (Yoh. 15:5).
Syarat pertama untuk mengalami Kristus tinggal di dalam kita adalah kita tinggal di dalam Dia. Kita harus tinggal di dalam Dia, memberi-Nya waktu dan tempat sehingga Dia dapat tinggal di dalam kita.
B. Menetap dalam Ketersaliban bersama Dia
1. "Aku telah disalibkan dengan Kristus . . . bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:19b-20).
Pengalaman ketersaliban kita bersama Kristus lebih-lebih adalah syarat dasar mengalami Kristus. Jika kita tinggal di dalam Dia, kita tentu menetap dalam ketersaliban bersama Kristus, yaitu dalam kematian-Nya yang almuhit, yang meniadakan keberadaan kita, sehingga bukan lagi kita sendiri yang hidup. Demikianlah kita membiarkan Kristus hidup di dalam kita, sehingga kita dapat mengalami dan menikmati Dia sebagai hayat kita.
C. Mengasihi Dia dan Menuruti Firman-Nya
1. "Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia" (Yoh. 14:23).
Mengasihi Kristus dan menuruti firman-Nya juga merupakan syarat untuk mengalami Kristus tinggal di dalam kita. Jika kita mengasihi-Nya dan menuruti firman-Nya, Dia dan Bapa akan datang dan tinggal bersama kita, sehingga kita dapat menikmati semua berkat Allah Tritunggal yang tinggal di dalam kita.
D. Dikuatkan ke dalam Insan Batiniah
1. "Supaya Ia[Bapa] . . . menguatkan kamu dengan kuasa melalui Roh-Nya ke dalam insan batiniahmu, sehingga oleh imanmu, Kristus berumah di dalam hatimu . . ." (Ef. 3:16-17; Tl.).
Dikuatkannya kita oleh Allah dengan kuasa melalui Roh-Nya ke dalam insan batiniah kita (roh kita), adalah syarat untuk mengalami Kristus berumah di dalam hati kita. Pengalaman atas Kristus yang demikian ini dalam, maka syaratnya sangat berat dan mantap, yaitu seluruh diri kita dikuatkan oleh Allah ke dalam roh kita.
E. Mempunyai Keberanian
1. "Dengan segala keberanian, seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata diperbesar di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku" (Flp. 1:20; Tl.).
Untuk memperbesar Kristus, kita harus memiliki keberanian dalam segala hal, tidak peduli hidup atau mati. Inilah syarat tertinggi bagi kita untuk mengalami Kristus sampai puncaknya.
III. SARANA UNTUK MENGALAMI KRISTUS
1. "Aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh . . . suplai limpah lengkap Roh Yesus Kristus" (Flp. 1:19; Tl.).
Kita tidak mengalami Kristus berdasarkan kekuatan kita atau jerih payah kita, melainkan melalui suplai limpah lengkap Roh Yesus Kristus. Roh Yesus Kristus adalah Roh Allah yang berbagian dalam inkarnasi, hidup insani, dan penyaliban Yesus, serta kebangkitan, kenaikan, dan pemuliaan Kristus. Roh ini adalah Roh yang almuhit, yaitu ekspresi ultima Allah Tritunggal. Suplai limpah lengkap Roh yang almuhit ini adalah kekuatan dan sarana untuk mengalami Kristus.
IV. HASIL MENGALAMI KRISTUS
A. Kristus Terbentuk di dalam Kita
1. ". . . sampai rupa Kristus terbentuk di dalam kamu" (Gal.4:19 Tl.).
Hasil pertama dari pengalaman kita atas Kristus adalah Kristus terbentuk di dalam kita. Ini mengacu kepada bertumbuh dan dewasanya Kristus di dalam kita sampai ukuran perawakan-Nya (Ef. 4:13), sehingga Dia sepenuhnya terekspresi dari diri kita.
B. Kita Menjadi Ekspresi Penuh Allah
1. ". . . Kristus berumah di dalam hatimu . . . supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya, dan panjangnya dan tingginya, dan dalamnya kasih Kristus (kapasitas Kristus yang tak terbatas) . . . supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah" (Ef. 3:17-19).
Hasil kedua dari pengalaman kita atas Kristus adalah kita menjadi ekspresi penuh Allah. lni mengacu kepada Kristus berumah di dalam hati kita agar kita dengan semua orang saleh dapat memahami kapasitas-Nya yang tak terbatas, sehingga kita dapat dipenuhi dengan segala kepenuhan Allah, menjadi ekspresi korporat Allah.