← Daftar isi Mengetahui Telah Beroleh Selamat · bab 25/48

DIPINDAHKAN KE DALAM KRISTUS

(Disarankan pelajaran yang panjang dan dalam ini dibaca dalam dua kesempatan. Pembacaan yang kedua dimulai dari bagian "DIPINDAHKAN KE DALAM KRISTUS").

Kedua puluh empat pelajaran dalam dua jilid sebelumnya adalah pandangan sekilas atas berbagai perkara antara orang beriman dengan Allah, yang harus diketahui, dikenal, dan dilaksanakan oleh orang berdosa yang telah percaya Tuhan, beroleh selamat, dan menjadi orang beriman milik Allah dan Tuhan. Mulai jilid ini, kita akan maju selangkah untuk melihat karunia keselamatan yang Allah siapkan bagi kita di dalam Kristus. Kita pun akan melihat kekayaan yang telah kita peroleh, pengalaman yang seharusnya kita miliki, hal-hal yang seharusnya kita rampungkan, dan sasaran yang harus kita capai dalam Kristus.

I. DALAM PANDANGAN ALLAH HANYA ADA DUA MANUSIA

A. Adam Adalah Manusia Pertama, Adam yang Pertama

1. "Manusia pertama berasal dari debu tanah" (1 Kor. 15:47); "Manusia pertama, Adam" (1 Kor. 15:45).

Walaupun ada jutaan manusia di bumi, tetapi dalam pandangan Allah hanya ada dua manusia. Manusia pertama adalah Adam. Alkitab menyebutnya manusia pertama, juga Adam yang pertama. Dia berasal dari debu tanah, karena itu dia bumiah. Dialah awal manusia, dan tidak ada manusia sebelum dia. Jadi, dia adalah manusia pertama, Adam yang pertama. Kita, orang-orang di dunia, adalah keturunannya, berasal dari dia, dan di dalam dia, menjadi satu manusia bersamanya.

B. Kristus Adalah Manusia Kedua, Adam yang Terakhir

1. "Manusia kedua berasal dari surga" (1 Kor. 15: 47). "Adam yang terakhir" (1 Kor. 15:45).

Ayat-ayat di atas mengacu kepada Kristus. Di sini Alkitab menyebut Kristus sebagai Manusia kedua. Dalam pandangan kita, karena manusia pertama adalah Adam, manusia kedua tentu anak sulungnya, Kain, sebagai generasi kedua umat manusia. Namun, Alkitab melewatkan Kain dan jutaan keturunannya, lalu mengatakan bahwa Manusia kedua adalah Kristus. ltulah pandangan Allah! Dalam pandangan Allah, manusia setelah Adam adalah Kristus. Sebelum Kristus hanya ada satu manusia, Adam, dan tidak ada yang lain. jadi, Adam adalah manusia pertama, dan Kristus adalah manusia kedua. Kitab Suci tidak hanya menyebut Kristus Manusia kedua, juga menyebut-Nya Adam yang terakhir, Manusia terakhir. Hal itu menunjukkan kepada kita, Allah memandang Kristus bukan hanya sebagai Manusia kedua, juga sebagai manusia terakhir, dan tidak ada manusia lagi sesudah Dia. Walaupun ada manusia pertama sebelum Kristus, tidak ada manusia ketiga setelah Dia. Maka, dalam pandangan Allah hanya ada dua manusia di alam semesta, Adam dan Kristus. Semua orang yang jumlahnya jutaan itu ada dalam Adam, milik Adam, dan bersatu dengan Adam, atau ada dalam Kristus, milik Kristus, dan bersatu dengan Kristus.

II. LAHIR DALAM ADAM

1. "Dari satu orang saja la telah menjadikan semua bangsa" (Kis. 17:26).

Dalam beberapa naskah kuno, kata "satu" dalam ayat ini diterjemahkan "satu darah", yang mengacu kepada satu orang. Orang yang dimaksud adalah Adam. Dari satu orang, Adam, atau dari "satu" ini, Allah telah menjadikan semua bangsa di dunia. Setiap bangsa di dunia berasal dari Adam dan dalam Adam. Sebenarnya, sebelum kita lahir, kita sudah ada dalam Adam. Karena kita berasal dari Adam, tentu kita lahir dari Adam, dan menjadi orang milik Adam.

III. YANG KITA MILIKI DALAM ADAM

1. "Jadi sama seperti melalui ketidaktaatan satu orang [Adam] banyak orang telah menjadi orang berdosa" (Rm. 5:19).

Dari semua yang kita miliki dalam Adam, yang pertama adalah dosa. Hal pertama yang Adam teruskan kepada kita adalah dosa. Untuk berdosa dan menjadi orang dosa, kita tidak perlu berbuat dosa. Melalui ketidaktaatan satu orang, Adam, kita sudah berdosa dan menjadi orang dosa. Adam berdosa dan adalah orang dosa karena ketidaktaatan. Kita pun berdosa dan menjadi orang dosa selama kita ada di dalam Adam.

2. "Sebab itu, sama seperti melalui satu pelanggaran [pelanggaran di taman Eden] banyak orang beroleh penghukuman" (Rm. 5:18).

Karena kita adalah orang dosa dan berdosa dalam Adam, maka kita berada di bawah penghukuman. Karena Adam menjadikan kita orang-orang dosa, maka ia pun menyebabkan kita dihukum. Kita semua berbagian dalam pelanggarannya di taman Eden, karena kita semua di dalam dia. Sewaktu ia berdosa, kita semua ada di dalam dia, berdosa bersamanya. la mencakup kita dan metibatkan kita bersamanya ketika ia berdosa.

3. "Karena sama seperti semua orang telah mati dalam Adam" (1 Kor. 15:22; Tl.).

Dari semua yang kita peroleh dan miliki dalam Adam, yang pertama adalah dosa, yang kedua adalah penghukuman, dan yang ketiga adalah maut. Karena kita berdosa, kita dihukum; karena kita dihukum, kita pasti akan mati. Akibat dosa dan penghukuman adalah mati. Mati ini ada dalam Adam dan mencakup beberapa pengertian. Pertama, kematian roh, yaitu roh manusia kehilangan fungsinya karena putus dari persekutuan dengan Allah. Kedua, kematian tubuh, yaitu tubuh manusia kehilangan hayatnya dan kembali menjadi debu. Ketiga, kematian jiwa, yaitu jiwa manusia pergi ke alam maut untuk menderita (Luk. 16:22-25). Keempat, kematian kedua, yaitu roh, jiwa, dan tubuh manusia dibuang ke telaga api untuk menerima penderitaan kekal (Why. 20:15; 21:8). Hari ini, roh orang-orang dunia mati terhadap Allah. Suatu hari, tubuh mereka akan mati dan jiwa mereka pergi ke alam maut untuk menderita. Pada hari terakhir, roh, jiwa, dan tubuh mereka akan dibangkitkan dan dikumpulkan untuk dibuang ke telaga api, menderita selamanya. ltulah kematian terakhir, kematian kekal. Inilah beberapa pengertian yang tercakup dalam maut, bagian bersama orang dunia dalam Adam.

IV. DIPINDAHKAN KE DALAM KRISTUS

1. "Supaya setiap orang yang percaya ke dalam-Nya [Kristus]" (Yoh. 3:16; Tl.).

Di sini, kata "ke dalam" secara harfiah menyiratkan masuk ke dalam. Percayanya kita membuat kita masuk ke dalam Kristus. Asalnya kita lahir dalam Adam, dan terus hidup dalam Adam setelah kita lahir. Ketika kita percaya Tuhan, kita dibawa masuk ke dalam Kristus, sehingga kita dapat masuk ke dalam Dia dan menjadi seorang manusia dalam Kristus.

2. "Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus"

(Gal. 3:27).

Baptisan langsung menyusul setelah percaya. Percaya dan dibaptis adalah dua bagian dari satu langkah untuk masuk ke dalam Tuhan. Percaya adalah masuk ke dalam Kristus secara batin, sedangkan dibaptis adalah masuk ke dalam Kristus secara lahir. Percaya adalah secara riil masuk ke dalam Kristus di dalam roh; dibaptis adalah secara praktis masuk ke dalam Kristus di dalam air. Begitu kita percaya, segera di dalam roh masuk ke dalam Kristus. Kemudian, melalui baptisan, kita mengakui dan menegaskan fakta itu, memamerkannya, dan mengumumkannya. Karena itu, percaya dan dibaptis adalah langkah yang lengkap yang membawa kita masuk ke dalam Kristus, memindahkan kita dari Adam ke dalam Kristus, agar kita menjadi orang yang di dalam Kristus.

3. "Tetapi oleh Dia [Allah] kamu berada dalam Kristus Yesus" (1 Kor. 1:30).

Kewajiban kita adalah percaya dan dibaptis untuk dapat masuk ke dalam Kristus, tetapi untuk memasukkan Roh Kristus dan hayat Kristus ke dalam kita, itu di luar kemampuan kita, itu adalah perbuatan Allah. Ketika kita masuk ke dalam Kristus melalui percaya dan dibaptis, Allah menaruh roh Kristus dan hayat Kristus ke dalam roh kita agar kita dan Kristus dapat mengalami pembauran organik rohani; semua itu adalah perbuatan Allah. Jadi, menyinggung Roh dan hayat, Allahlah yang membuat kita berada dalam Kristus Yesus. Allahlah yang menaruh kita ke dalam Kristus, menaruh Roh dan hayat Kristus ke dalam kita, sehingga kita dapat bersatu dengan Kristus di dalam roh. Selain percaya dan dibaptis, semua itu sepenuhnya merupakan perbuatan Allah melalui Roh-Nya. Demikianlah Allah memindahkan kita secara praktis dari Adam ke dalam Kristus di dalam Roh dan hayat, agar kita dapat menjadi orang yang sepenuhnya di dalam Kristus.

V. YANG KITA MILIKI DALAM KRISTUS

Kita lahir dari Adam, mempunyai barang-barang milik Adam sebagai sarana hidup manusia lama kita di dalam Adam. Ketika kita dipindahkan ke dalam Kristus, kita pun mempunyai kekayaan di dalam Kristus sebagai sarana hidup manusia baru kita di dalam Kristus. Kekayaan dalam Kristus tersebut tidaklah terhitung banyaknya. Di sini kita hanya mengutarakan beberapa yang penting saja:

1. "Melalui ketaatan satu Orang [Kristus], banyak orang menjadi orang benar"

(Rm. 5:19).

Hal pertama yang kita miliki dalam Adam adalah dosa, tetapi hal pertama yang kita miliki dalam Kristus adalah kebenaran. Hal pertama yang Adam bawakan kepada kita adalah dosa; hal pertama yang Kristus bawakan kepada kita adalah kebenaran. Ketidaktaatan Adam membuat kita berdosa dan menjadikan kita orang dosa; ketaatan Kristus menjadikan kita benar, sehingga kita menjadi orang benar.

2. "Melalui satu perbuatan kebenaran [di Golgota], banyak orang beroleh pembenaran untuk hidup" (Rm. 5:18).

Dosa-dosa yang kita miliki dalam Adam membuat kita dihukum di dalamnya, sedangkan kebenaran yang kita peroleh dalam Kristus membuat kita dibenarkan dalam Dia. Pelanggaran Adam di taman Eden membuat kita, yang ada dalamnya, terhukum; sedangkan satu perbuatan kebenaran dalam Kristus di Golgota membuat kita, yang ada dalam-Nya, dibenarkan.

Selanjutnya dosa dan hukuman yang kita miliki dalam Adam juga menyebabkan kita mati, tetapi kebenaran Kristus membawakan kita hayat. Karena dosa Adam, kematian Satan masuk ke dalam kita, melakukan pekerjaan maut, sehingga roh, jiwa, tubuh kita, seluruh diri kita, diserbu oleh maut. Karena kebenaran Kristus, hayat Allah masuk ke dalam kita, melakukan pekerjaan hayat untuk menelan maut di dalam roh, jiwa, dan tubuh kita, agar seluruh diri kita dihidupkan.

3. "Karena sama seperti semua orang mati dalam Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam Kristus" (1 Kor. 15:22).

"Dihidupkan kembali" mengacu pada dibangkitkan. Asalnya kita adalah orang-orang mati. Kristus masuk ke dalam kita, membawakan hayat Allah sehingga membuat kita hidup. Jadi, dihidupkan adalah dibangkitkan. Maut yang Adam bawakan kepada kita telah menghancurkan segala sesuatu dari hidup kita dalam ciptaan lama. Kebangkitan yang Kristus bawakan kepada kita telah memulai hidup kita dalam ciptaan baru, agar kita berbagian atas segala sesuatu dalam hayat ciptaan baru.

4. "Yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga" (Ef. 1:3).

Di dalam Kristus, kita tidak hanya memperoleh tiga hal, yaitu kebenaran, pembenaran, dan hayat, tetapi juga setiap berkat rohani di dalam sorga. Pemilihan Bapa Kudus, penebusan Putra Kudus, pemeteraian Roh Kudus, dan semua berkat surgawi dan rohani yang disebutkan dalam Perjanjian Baru, telah diberikan kepada kita oleh Allah di dalam Kristus dan kita peroleh di dalam Kristus.

5. "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita, yaitu kebenaran dan pengudusan dan penebusan kita"

(1 Kor. 1:30; Tl.).

Dengan jelas dinyatakan di sini, ada empat hal penting yang kita peroleh dalam Kristus dari Allah: hikmat, kebenaran, pengudusan, dan penebusan. Hikmat adalah hal pokok; kebenaran, pengudusan, dan penebusan, adalah hal-hal penjelas. Semua yang telah Allah berikan kepada kita di dalam Kristus berasal dari hikmat Kristus, atau dapat kita katakan bahwa Kristus sebagai hikmat, yang mencakup kebenaran, pengudusan, dan penebusan. Kebenaran adalah agar kita dibenarkan oleh Allah sehingga kita beroleh selamat. Hal ini terjadi di masa lalu. Pengudusan adalah agar kita menempuh hidup kudus, sehingga kita dapat menang. Hal ini terjadi pada hari ini. Penebusan adalah agar tubuh kita tertebus sehingga kita dimuliakan. Hal ini terjadi pada masa yang akan datang. Kita memperoleh semuanya ini dalam Kristus, dan sebenarnya adalah Kristus sendiri.

6. "Siapa yang ada . . . di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor. 5:17).

Kita pun menjadi ciptaan baru dalam Kristus. Hal-hal usang dalam Adam telah berlalu, semuanya telah menjadi baru dalam Kristus. Itulah hasil dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus.