← Daftar isi 1 dan 2 Samuel (3) · bab 8/30

SEJARAH MENGENAI SAUL (1)

ASAL USULNYA DAN PENGURAPAN ALLAH

Pembacaan Alkitab: 1Sam. 9—10

Dalam berita ini kita akan memulai membahas sejarah mengenai Saul. Meskipun sejarah Saul tidak ada yang positif dan mendorong. Saya percaya bahwa pelajaran kita atas hal ini akan sangat mendorong kita.

I. ASAL USULNYA

Dalam 9:1 dan 2 kita memiliki perkataan yang berhubungan dengan asal usul Saul.

A. Dari Suku Benyamin

Saul berasal dari suku Benyamin, suku yang terkecil (ay. 1a).

B. Dari Ayahnya, Kisy

Ayah Saul adalah Kisy seorang yang berada (ay. 1b-2a). Kata Ibrani untuk “berada” di sini dapat diterjemahkan “keberanian.” Kisy adalah seorang kaya dalam berada dan kemungkinan kaya dalam keberanian.

C. Namanya Saul

Nama Saul berarti “diminta bagi” (ay. 2b).

D. Seorang Muda yang Ganteng

Saul adalah seorang muda yang ganteng (ay. 2c). Kata Ibrani untuk “muda” dalam ayat 2 berarti “pilihan.” Sebagai seorang muda, atau seorang pilihan, Saul adalah seorang pilihan orang. Fakta bahwa dia ganteng, atau tampan, menunjukkan bahwa dia menarik orang. Istilahnya, Saul adalah seorang pilihan terbaik menjadi raja.

II. PENGURAPAN ALLAH

Saul menjadi raja melalui pengurapan Allah. Tujuan Allah dalam mengurapi Saul menjadikan raja adalah untuk memakai dia sebagai “cambuk” untuk mendisiplinkan orang Israel.

A. Melalui Ayahnya Kehilangan Keledai di bawah Kedaulatan Allah

Saul menjadi raja terjadi melalui ayahnya kehilangan keledai di bawah kedaulatan Allah (ay. 3-10). Saya percaya bahwa kehilangan keledai ini diatur oleh Allah bagi tujuan-Nya dalam menjadikan Saul raja orang Israel. Pasti hal ini hanya sekali dalam sejarah seorang yang menjadi raja melalui kehilangan keledai.

1. Ayahnya Menyuruh Dia Mencari Keledai itu

Ketika Kisy, ayah Saul, mendengar bahwa keledainya hilang, dia meminta anaknya untuk membawa seorang hamba dan pergi mencari keledai itu (ay. 3). Hal ini adalah tugas yang sulit untuk menemukan keledai itu, tidak ada seorangpun yang tahu ke mana mereka pergi, dan hal ini mungkin karena tidak ada jejak jalan mereka.

2. Saul tidak Menemukan Keledai itu, dan Hambanya Mengusulkan bahwa Mereka Mencari Seorang Manusia (Abdi) Allah bagi Perjalanan Mereka

Saul dan hambanya meninggalkan daerahnya Efraim, melewati negeri Salisa, Sahalim, dan negeri Benyamin, tetapi mereka tidak menemukan keledai-keledai itu. Ketika mereka sampai di negeri Zuf, Saul memberi tahu hambanya bahwa mereka harus kembali; jika tidak, ayahnya akan berhenti mengkhawatirkan tentang keledai-keledai itu dan mulai mengkhawatirkan mereka (ay. 4-5). Tetapi hamba itu berkata kepadanya, “Tunggu, di kota ini ada seorang abdi Allah (Samuel), seorang yang terhormat; segala yang dikatakannya pasti terjadi. Marilah kira pergi ke sana sekarang juga, mungkin ia dapat memberitahukan kepada kita tentang perjalanan yang kita tempuh ini” (ay. 6). Saya percaya bahwa usulan ini, dengan tepat sesuai yang diperlukan, yang diilhami oleh Allah. Akhirnya Saul menyetujui usulan hambanya, dan mereka pergi ke kota di mana Samuel, abdi Allah itu berada (ay. 10).

B. Melalui Bertemu Samuel di bawah Pengaturan Allah dan Panggilan Allah melalui Samuel

Pengurapan Allah atas Saul terjadi melalui Saul bertemu dengan Samuel di bawah pengaturan Allah dan pemanggilan Allah melalui Samuel (ay. 11-27).

1. TUHAN Meramalkan kepada Samuel bahwa Dia akan Mengutus Saul kepadanya

TUHAN meramalkan kepada Samuel bahwa Dia akan mengutus Saul kepadanya, yang akan Samuel urapi sebagai pemimpin atas umat-Nya Israel (ay. 15-17). Sehari sebelum Saul datang, TUHAN telah membicarakannya kepada Samuel, katanya, “Besok, kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin, engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel” (ay. 16a).

2. Samuel Memberi Tahu Saul bahwa Keledai Ayahnya telah Diketemukan dan bahwa Segala yang Dinginkan Orang Israel adalah Dia dan Seluruh Kaum Keluarga Ayahnya

Menurut ramalan Allah, Samuel memberi tahu Saul bahwa keledai ayahnya telah ditemukan dan segala yang dinginkan orang Israel adalah dia dan seluruh kaum keluarga ayahnya (ay. 20).

3. Jawaban Saul kepada Samuel

Saul dikejutkan oleh perkataan dan jawaban Samuel, “Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin? Mengapa bapa berkata demikian kepadaku?” (ay. 21; 15:17). Kerendahhatian Saul di sini adalah satu alasan. Dari awalnya dia adalah seorang yang beralasan. Seperti yang akan kita lihat, ketika dia tahu bahwa Samuel akan menunjuk dia menjadi seorang raja, dia tersembunyi dalam “kerendahhatian” (10:22). Bahwa dia tidak secara asli merendahkan diri dilihat dalam dirinya yang tidak bermaksud menyerahkan takhtanya. Karena dia sama sekali menuntut bagi dirinya sendiri, dia mencoba dengan ngotot mempertahankan takhta untuk anaknya Yonatan (20:30-31).

Semua kejadian dicatat dalam 9:3-21 berada di bawah kedaulatan Allah. Allah menyebabkan keledai-keledai itu hilang; Dia menyebabkan hamba membuat usulan yang penting; Dia mewahyukan perkara tertentu kepada Samuel; dan Dia mengutus Saul kepada Samuel. Semua perkara ini dipakai oleh Allah untuk merampungkan sesuatu yang penting, menjadikan Saul seorang raja agar mendisiplinkan, melatih bangsa Israel sehingga mereka akan belajar tidak memiliki seorang raja untuk menggantikan Allah.

C. Melalui Diurapi Samuel dengan Minyak

“Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangkannyalah ke atas kepada Saul, diciumnyalah dia sambil berkata; Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel?” (10:1). Di sini kita nampak bahwa Saul dijadikan raja melalui Samuel mengurapi dia dengan minyak.

D. Ditegaskan

Dalam 10:2-13 memberi tahu kita penegasan bagaimana Allah mengurapi Saul menjadi raja.

1. Oleh Roh TUHAN Menggerakan Dia dengan Kuasa dan Menggerakan Dia Bernubuat

Samuel memberi tahu Saul bahwa dia akan menemukan sekelompok nabi yang akan bernubuat dan Roh TUHAN akan menggerakan dia (ay. 5b-6a). Perkataan ini digenapi hari selanjutnya ketika sekelompok nabi bertemu dia. Kemudian Roh Allah menggerakan dia, dan dia mulai bernubuat di antara mereka (ay. 10-13).

2. Oleh Allah Memberikan Dia Hati yang Lain dan menjadikan Dia Seorang yang Lain

Samuel juga diberi tahu bahwa setelah Roh Allah menggerakan dia, dia akan “berubah jadi manusia lain”(ay. 6b). Perkataan ini selanjutnya digenapi (ay. 9a).

E. Diperiksa oleh Pamannya

Ketika paman Saul memeriksa Saul ke mana dia telah pergi bersama hambanya, Saul memberi tahu dia bahwa mereka pergi untuk mencari keledai, dan kemudian mereka tidak menemukannya, mereka pergi ke Samuel (ay. 14). Kemudian paman Saul berkata bahwa dia harus memberitahunya apa yang Samuel katakan kepada dia. Saul memberi tahu dia bagian tentang keledai, tetapi “Perihal menjadi raja yang telah dikatakan Samuel kepadanya, tidak diceritakan kepadanya” (ay. 15-16).

F. Dijadikan Raja melalui Samuel

Ayat 17 sampai 27 memberi catatan bagaimana Saul dijadikan raja melalui Samuel.

1. Di hadapan Bangsa Israel

Samuel mengerahkan bangsa itu ke hadapan TUHAN di Mispa (ay. 17). Ini menunjukkan bahwa Saul dijadikan raja melalui Samuel, dipandangan bangsa Israel.

2. Melalui Membuang Undi untuk Membuktikan bahwa Dia Dipilih Allah

Saul dijadikan raja melalui membuang undi untuk membuktikan bahwa dia dipilih Allah (ay. 20-23a). Saul dipilih melalui undi, tetapi dia menyembunyikan dirinya di antara barang bawaan, dan bangsa itu tidak dapat menemukan dia. Tetapi TUHAN memberi tahu mereka di mana dia bersembunyi, dan mereka menemukan dia di sana.

3. Melalui Memperlihatkan Orangnya kepada Bangsa itu

Samuel kemudian memperlihatkan persona Saul kepada bangsa itu (ay. 23b-24). Mengenai Saul, yang tingginya melebihi semua bangsa itu dari bahu ke atas, Samuel berkata, “Kamu lihatkah orang yang dipilih Tuhan itu? Sebab tidak ada seorangpun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu.” (ay. 24a). Lalu bersoraklah seluruh bangsa itu dan katanya, “Hidup raja.”

4. Melalui Memberi Tahu Bangsa itu Hak-hak Kerajaan

Menurut ayat 25a, Samuel memberi tahu bangsa itu hak-hak kerajaan. Dia menulisnya dalam satu kitab dan diletakkan di hadapan TUHAN.

5. Menghasilkan Orang-orang Gagah Perkasa, yang Hatinya telah Digerakan Allah, Pergi Bersama Saul ke Rumahnya

Saul pulang ke rumahnya di Gibea, dan orang-orang yang gagah perkasa yang hatinya telah digerakan Allah, pergi bersama dia (ay. 26). Inilah hasil Saul dijadikan raja melalui Samuel.

6. Banyak Orang Dursila Memandang Rendah Saul

Banyak orang dursila berkata, “Masakah orang ini dapat menyelamatkan kita! Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.” (ay. 27). Padahal orang lain membawa persembahan untuk merayakan rajani Saul, orang-orang dursila ini menolak untuk berbagian dalam perayaan itu. Tetapi Saul tetap diam.

Saul, anak Kisy, telah pergi mencari keledai yang hilang dan dia kembali ke ayahnya dengan jabatan raja. Sehubungan hal ini, Samuel bekerja sama dengan Allah bagi kerajaan kekal-Nya, yaitu bagi ekonomi kekal Allah.