SEJARAH MENGENAI DAUD (16)
DIMAHKOTAI OLEH RAKYAT UNTUK MENJADI RAJA
BAGI KERAJAAN ALLAH DI BUMI
2 SAMUEL 2—24
(10)
TAHAP TERAKHIR JABATAN RAJA DAUD
2 SAMUEL 21—24
Pembacaan Alkitab: 2Sam. 21—24
Dalam berita ini kita akan membahas tahap terakhir jabatan raja Daud.
I. PERHATIAN DAUD ATAS KELAPARAN BANGSA ITU
Dalam 21:1-14 adalah perhatian Daud atas kelaparan bangsa itu.
A. Menanyakan TUHAN
Kelaparan ini berlangsung tiga tahun, dan Daud menanyakan hal ini kepada TUHAN (ay. 1a).
B. Menemukan Sebab Musabab Kelaparan
Daud menemukan bahwa sebab musabab kelaparan ini adalah karena Saul melanngar sumpah yang dibuat oleh orang Israel dengan orang Gibeon. Kelaparan adalah “Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon” (ay. 1b). Daud memanggil orang Gibeon dan berbicara kepada mereka (ay. 2a).
C. Ketentuan Melanggar Sumpah
Untuk ketentuan melanggar sumpah, orang Gibeon meminta tujuh keturunan Saul dibunuh (ay. 2b-14a). Daud memerintahkan rakyat memenuhi permintaan orang Gibeon, dan Allah mengabulkan doa untuk negeri itu (ay. 14b).
II. DAUD MENAKLUKKAN ORANG FILISTIN
Ayat 15 sampai 22 membicarakan Daud menaklukkan orang Filistin.
A. Daud menjadi Lemah
Dalam peperangan melawan orang Filistin, Daud menjadi letih lesu, dan ada dalam bahaya dibunuh oleh seorang raksasa Filistin (ay. 15-16).
B. Abisai dan Bangsa Israel Mengalahkan Orang Filistin
Abisai and orang Israel mengalahkan orang Filistin dan membunuh empat orang raksasanya (ay. 17-22).
III. DAUD BERSYUKUR DAN MEMUJI ALLAH DALAM NYANYIAN
Dalam pasal 22 Daud bersyukur dan memuji Allah dalam nyanyian.
A. Suatu Hari TUHAN Membebaskan Dia dari Tangan Semua Musuhnya
Daud membicarakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada hari ketika TUHAN melepaskan dia dari tangan semua musuhnya dan dari tangan Saul (ay. 1; Mzm. 18:1).
B. Nyanyian Ini menjadi Mazmur 18
Nyanyian ini sebagai pembicaraan intimnya dengan Allah, menjadi mazmur 18 dalam Kitab Mazmur. Butir selannutnya adalah isi dari mazmur ini.
1. Memuji Allah
Daud memuji Allah sebagai bukit batu, kubu pertahanan, Penyelamat, gunung batu, perisai, tanduk keselamatannya, kota benteng, tempat pelarian, dan Juruselamatnya (2Sam. 22:2-6).
2. Bersyukur pada Allah sebab Mendengar Seruannya
Daud selanjutnya bersyukur kepada Allah sebab mendengar seruanya dan menolong dia dari malapetakanya dengan perbuatan-Nya yang akaib (ay. 7-20).
3. Menganggap Kebenaran, Kesempurnaan, Kesetiaan, Kesucian, dan Kemurniannya disebabkan Keselamatan Allah Kepadanya
Ayat 21 sampai 28 memperlihatkan kepada kita bahwa Daud menganggap kebenaran, kesempurnaan, kesetiaan, kesucian, dan kemurniannya disebabkan keselamatan Allah kepadanya dan dia menganggap keselamatan Allah sebagai imbalan kepada dia.
4. Bersyukur pada Allah sebagai Pelitanya
Daud juga bersyukur kepada Allah sebagai pelitanya yang menyinari kegelapannya (ay. 29).
5. Bersyukur pada Allah yang Jalan-Nya Sempurna
Sisa nyanyiannya, Daud bersyukur kepada Allah yang jalannya sempurna; yang firman-Nya teruji; yang adalah Allah yang unik, mendudukkan dia di tempat yang tinggi; mereka yang rendah dan lemah dibuat besar dan telah memperluas tempat langkah-langkahnya, menguatkan dia untuk menaklukkan musuh-musuhnya, menjaga dia sebagai kepala bangsa-bangsa, dan membuat orang asing ngeri terhadap dia dan melayani dia; dan yang memanifestasikan keselamatan untuk raja-Nya dan melaksanakan kasihsetia kepada yang diurapi-Nya, kepada Daud dan keturunanannya (Kristus) selama-lamanya (ay. 30-51).
IV. PERKATAAN TERAKHIR DAUD
Dalam 23:1-7 kita memiliki perkataan terakhir Daud.
A. Tutur Kata Daud Bin Isai
Perkataan ini dinyatakan Daud anak Isai (ay. 1b).
B. Tutur Kata Seorang yang Diangkat Tinggikan
Ayat 1c mengatakan bahwa bahwa perkataan ini dari seorang yang telah diangkat ditinggikan, diurapi Allah Yakub, orang yang dikasihi (menyenangkan) dalam mazmur Israel.
C. Roh TUHAN Berbicara melalui Dia
Dalam ayat 2 Daud berkata bahwa Roh TUHAN berbicara melalui dia dan firman-Nya ada di lidahnya.
D. Pembicaraan Allah dan Gunung Batu Israel bagi Dia
Daud selanjutnya menyatakan bahwa Allah dan gunung batu Israel berbicara kepada dia (ay. 3a).
E. Dia, Melambangkan Kristus, Berkuasa di antara Manusia dengan Adil dengan Takut Akan Allah
Ayat 3b mengatakan bahwa Daud, melambangkan Kristus, berkuasa di antara manusia dengan adil dengan takut akan Allah.
F. Dia, Melambangkan Kristus, seperti Terang Fajar di Waktu Pagi, Pagi yang tidak Berawan
Melambangkan Kristus, Daud seperti terang fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah (ay. 4). Ketika Kristus memerintah di antara manusia dengan adil dengan takut akan Allah, Dia adalah terang fajar di waktu pagi, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.
G. Keluarganya Disertai Allah
Dalam ayat 5a Daud melanjutkan dengan menunjukkan bahwa keluargannya disertai Allah, sebab Allah telah membuat perjanjian kekal dengan dia, mengatur segala-galanya dan terjamin. Kemudian Daud memohon, ‘‘Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?”’ (ay. 5b).
H. Orang Dursila seperti Duri yang Dihamburkan
Daud menutup dengan berkata bahwa orang dursila akan seperti duri yang dihamburkan dan akan dibakar dengan api di tempatnya (ay. 6-7).
V. PAHLAWAN-PAHLAWAN DAUD
Ayat 8 sampai 39 membicarakan pahlawan-pahlawan Daud.
A. Tiga Pahlawan Pertama
Tiga pahlawan pertama adalah Isybaal, kepala triwira, Eleazar, and Sama (ay. 8-12).
B. Tiga Pahlawan Kedua, yang Menimba Air dari Sumur di Betlehem
Tiga pahlawan kedua adalah mereka yang menimba air dari sumur di Betlehem untuk Daud (ay. 13-23). Abisai, kepala dari antara tiga orang dan sangat dihormati di antara tiga puluh orang, menjadi pemimpinnya, tetapi dia tidak bisa menyamai triwira (ay. 18-19). Benaya, lebih dihormati dibanding tiga puluh orang tetapi tidak bisa menyamai triwira, diangkat Daud mengepalai pengawalnya (ay. 20-23).
B. Tiga Pahlawan Ketiga
Ayat 24 sampai 39 memberi nama tiga puluh pahlawan. Salah satu dari tiga puluh orang adalah Uria, yang dibunuh oleh persekongkolan Daud.
VI. DOSA TERAKHIR DAUD
Dalam pasal 24 dan in 1Tawarikh 21 kita memiliki catatan doa terakhir Daud.
A. Murka TUHAN terhadap Orang Israel
Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel (2Sam. 24:1a).
B. Iblis Menghasut Daud Melawan Orang Israel untuk Menghitung Orang Israel dan Yehuda
Iblis menghasut Daud menentang Israel untuk menghitung orang Israel dan Yehuda (ay. 1b-2; 1Taw. 21:1). Iblis menghasut Daud untuk melakukan ini seizin Allah.
C. Pertentangan Yoab dengan Menghitung Jumlah Rakyat
Yoab tidak setuju dengan menghitung rakyat dan berkata kepada Daud, ‘Kiranya TUHAN Allahmu, menambahkan rakyat seratus kali lipat dari pada ayang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?’’ (2Sam. 24:3).
D. Yoab dan Para Panglima Tentara Dipaksa Daud untuk Melaksanakan Amanatnya Menghitung Rakyat
Yoab dan para panglima tentara dipaksa Daud untuk melksanakan amanatnya menghitung rakyat (ay. 4-9). Rakyat dihitung di seluruh negeri selama sembilan bulan dan dua puluh hari. Jumlah orang perangnya yang dapat memegang pedang ada 800,000 di Israel dan 500,000 di Yehuda.
E. Pertobatan Daud dan Pengakuan Dosanya
Daud bertobat dan mengakui dosanya karena menghitung rakyat. Hatinya berdebar-debar, dan dia berkata kepada TUHAN, ‘Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN jauhkanlah kiranya kesalahan hambamu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh” (ay. 10).
F. Penghukuman Allah melalui Nabi Gad, pelihat Daud, dalam Tiga Pilihan
Dalam ayat 11 sampai 14 penghukuman Allah datang melalui nabi Gad, pelihat Daud. Allah mengajukan Daud tiga pilihan: tiga tahun kelaparan menimpa negeri, melarikan diri dari musuh-musuhnya selama tiga bulan di bawah pengejarannya, dan tiga hari penyakit sampar di negeri (ay. 13). Daud, sangat susah, memilih untuk jatuh ke tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya, dan jangan jatuh ke tangan manusia (ay. 14).
G. Penghukuman Allah atas Israel dengan Penyakir Sampar
TUHAN mengirim penyakit sampar di Israel, dan 70,000 orang yang dari Dan sampai Besyeba (ay. 15).
H. Allah Menyesal atas Malapetaka dan Pengakuan Dosa Daud
Dalam ayat 16 dan 17 kita melihat penyesalahn Allah atas malapetaka dan pengakuan dosa Daud. Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, TUHAN menyesal atas malapetaka itu dan berkata kepada malaikat, ‘‘Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu” (ay. 16b). Ketika Daud melihat malaikat memusnahkan bangsa itu, dia berkata, ‘‘Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku” (ay. 17).
I. Daud Membangun Mezbah untuk TUHAN untuk Menghentikan Tulah di antara Bangsa itu
Daud membangun mezbah untuk TUHAN untuk menghentikan tulah di antara bangsa itu (ay. 18-25). Daud melakukan hal ini menurut perintah Allah melalui nabi Gad (ay. 18-19). Mezbah dibangun di tempat pengirikan gandum Aurona, orang Yebus (ay. 20-24), dan Daud mempersembahakn kurban bakaran dan kurban pendamaian (ay. 25a). TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu (ay. 25b), dan tulah berhenti di Israel (ay. 25c).
KESIMPULAN UNTU PELAJARAN-HAYAT 1 DAN 2 SAMUEL
Satu dan 2Samuel menyingkapkan kepada kita, dari permulaan, bahwa Allah merampungkan ekonomi-Nya memerlukan koordinasi dan kerjasama manusia. Ilustrasi pertama adalah Hana, ibu Samuel. Ia mencari Allah dan dengan spontan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Allah. Ini memberi Allah jalan untuk menggantikan imamat yang basi di bawah Eli dengan imamat baru yang dibangkitkan Allah melalui anaknya, Samuel.
Samuel, hasil koordinasi dan kerjasama Hana, ibunya dengan Allah, menjadi seorang Nazir setia menurut kedambaan ibunya untuk Allah dan memberikan jalan kepada Allah untuk mengakhiri zaman hakim-hakim yang rusak dan mendatangkan (1) zaman jabatan raja menggantikan pemerintahan ministri imamat usang dan (2) jabatan nabi menggantikan ministri pembica Allah dari jabatan nabi yang usang.
Daud, seorang yang menurut hati Allah, memberikan Allah jalan untuk memulai jabatan raja untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi untuk kedatangan Kristus-Nya. Tetapi betapa disesalkannya bahwa Daud, pada saat yang penting si jahat penggoda, tidak mengekang ata nafsunya tetapi mengumbarnya dan melalukan dosa kotor yang menghina Allah sampai puncaknya. Ini menjadi faktor kehilangan sebelas dari dua belas bagian kerajaannya yang diberikan Allah, yang menaburkan benih kerusakkan Salomo, mengakibatkan kehilangan kerajaan yang diberikan Allah, dan benih kerusakan keturunannya dalam jabatan raja, mengakibatkan kehilangan tanah kudus dan penawanan umat kudus dalam berseraknya ke seluruh dunia sampai zaman ini.
PELAJARAN-HAYAT
1 DAN 2 RAJA-RAJA
Berita
01 02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22 23