← Daftar isi 1 dan 2 Samuel (3) · bab 25/30

SEJARAH MENGENAI DAUD (12)

DIMAHKOTAI OLEH RAKYAT UNTUK MENJADI RAJA

BAGI KERAJAAN ALLAH DI BUMI

2 SAMUEL 2—24

(6)

DOSA PERZINAHAN DAUD DAN PENGHUKUMAN ALLAH

Pembacaan Alkitab: 2Sam. 11:1—12:15a

Dalam Dua Samuel 11:1—12:15a adalah catatan mengenai dosa perzinahan Daud dan penghukuman Allah.

I. DOSA PERZINAHAN DAUD

A. Pada Waktu Yoab dan Pelayan-pelayan Daud Berperang melawan Raja-raja Kanaan

Daud melakukan dosa yang digambarkan dalam pasal sebelas pada waktu Yoab dan pelayan-pelayan Daud berperang melawan raja-raja Kanaan. Daud mengutus Yoab dan pelayan-pelayannya, tetapi dia sendiri tinggal di Yerusalem (ay. 1).

B. Pada Kehidupannya Nyaman

Setelah semua musuh Israel ditundukkan dan Daud ditinggikan sebagai raja Israel, Daud melakukan dosa besar ketika dia dalam situasi damai. Ini menunjukkan bahwa kapankala kita berada dalam situasi damai, hal ini mudah bagi kita untuk terbujuk hawa nafsu daging kita.

Ayat 2a memberi tahu kita bahwa suatu sore Daud terlambat bangun dari kasurnya dan pergi berjalan-jalan di atas sotoh istana. Di sini Daud menikmati hidup yang nayaman, dan dosanya adalah dilakukan selama waktu yang nyaman. Kenyamanan adalah rampasan terbesar. Kita perlu berjerih lelah, kerja keras, dan menderita. Selain ini merusak kita, penderitaan membantu kita. Kita perlu diduduki oleh berjerih lelah atau penderitaan.

C. Pada Hawa Nafsunya Mata dan Dagingnya

Dosa Daud diakibatkan hawa nafsunya mata dan dagingnya (ay. 2b-3).

D. Perzinahan yang Dilakukan dengan Sengaja melalui Perampas

Daud melakukan perzinahan dengan sengaja melalui perampas, menyalahgunakan kekuasaan jabatan rajanya (ay. 4-5). Ini adalah sangat menghina Allah. Dosa Daud yang besar hampir menghapuskan semua pencapaiannya yang lampau.

E. Berpura-pura untuk Menutupi Perbuatan Jahatnya

Setelah melakukan tindakan perzinahan yang sengaja, Daud berpura-pura untuk menutupi perbuatan jahatnya (ay. 6-13). Akhirnya, Allah menyingkapkan dia.

F. Membunuh Uria, Hambanya yang Setia, melalui Persekongkolan dengan Yoab

Daud membunuh Uria, hambanya yang setia, melalui persekongkolan dengan Yoab (ay. 14-25).

1. Menempatkan Uria di Barisan Depan Peperangan yang Sulit dan Meninggalkan Dia

Selanjutnya, Daud memerintahkan Yoab untuk menempatkan Uria di barisan depan peperangan yang sulit dan meninggalkan dia sehingga dia dapat dibunuh sampai mati (ay. 14-15). Melalui memberikan perkataan yang demikian kepada Yoab mengenai Uria, Daud menyalahgunakan jabatan rajanya. Yoab melakukan apa yang Daud perintahkan, dan Uria dibunuh.

2. Bahkan Mengorbankan Nyawa Banyak Anak Buah Daud

Bukan saja Uria yang dibunuh, tetapi juga “gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud” (ay. 17b). Ini menunjukkan bahwa Daud membunuh Uria bahkan mengorbankan nyawa banyak anak buah Daud.

3. Menyenangkan dan Mendorong Yoab

Yoab benar-benar menyadari bahwa dia terlibat dalam persekokongkolan untuk melaksanakan dosa besar, dan hati nuraninya menghukum dia. Daud menghibur dan mendorong Yoab, orang yang melaksanakan persekokongkolan, katanya, “Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu. Sebab itu perhebatlah seranganmu terhadap kota itu dan runtuhkanlah itu” (ay. 25). Betapa hal yang mengerikan apa yang dikatakan Daud ini! Uria bukan saja dibunuh oleh pedang, dia sebenarnya dibunuh oleh Daud supaya dia dapat mengambil istri Uria.

Perilaku Daud di sini samasekali berbeda dari Yusuf dan Boas. Yusuf dicobai, tetapi dia lari dan kabur dari perzinaan (Kej. 39). Boas, nenek moyang Daud, juga menjaga dirinya bersih dari perzinaan daging dosa (Rut 3). Kemurnian ini menjaga Boas dalam garis silsilah Kristus. Namun, Daud melakukan perzinaan. Melalui dosanya ini Daud melanggar lima terakhir dari Sepuluh Perintah (Kel. 20:13-17).

Sebelum Daud dimahkotai dan bertakhta, dia sudah memiliki sejumlah istri. Dua Samuel 5:13 mengatakan bahwa dia mengambil lagi gundik-gundik dan istri-istri. Daud seperna dalam segala hal, tetapi dia lemah dalam perkara

but he was weak in the matter mengumbar nafsu daging seperti kuda liar. Untuk menaundukkan nafsu ini, kita harus mengencangkan ikat pinggang. Dalam perkara ini Daud kendor, dan dia mengorbankan pencapaian tertingginya dalam mengejar Allah. Daud adalah ‘‘berlian’’ besar, tetapi pengumbaran nafsunya adalah gelap, partikel asing dalam berlian ini. Sekalipun dia seorang yang pencapai pengejaran rohaninya tinggi, dia masih bisa melakukan dosa besar semacam itu.

G. Mengambil Istri Uria yang Mati sebagai Istrinya Segera setelah Masa Berkabung untuk Suaminya, yang Dibunuh oleh Daud

Ketika istri Uri mendengar bahwa suaminya mati, ia meratapinya. Segera setelah waktu berkabungnya lewat. Daud mengambil ia sebagai istrinya (11:26-27a).

H. Sangat Menghina TUHAN

Hal yang telah dilakukan Daud adalah jahat di mata Tuhan (ay. 27b). Dosa Daud disebutkan di setiap tempat Alkitab. Satu Raja-raja 15:5 mengatakan, ‘‘Karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.’’ Bahkan dalam silsilah Kristus dalam Matius 1 ada perkataan berhubungan dengan ini: ‘‘Daud mempunai anak , Salomo dari istri Uria” (ay. 6b). Silsilah ini tidak mengatakan ‘‘dari Batsyeba’’ tetapi ‘‘dari ia yang telah menjadi istri Uria,’’ untuk menegaskan dosa besar Daud.

II. PENGHUKUMAN ALLAH

Dua Samuel 12:1-15a membicarakan penghukuman Allah atas dosa Daud

of David’s sin.

A. Melalui Nabi Natan

Penghukuman Allah datang kepada Daud melalui nabi Natan (ay. 1a). Dalam pasal tujuh Natan telah membantu Daud menyadari perlu di alasm semesta untuk Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia dan membangun diri-Nya ke dalam mereka. Dalam pasal dua belas, Natan datang kepada Daud untuk mengingatkan dia apa yang telah dia lakukan dan menegurnya.

B. Melalui satu Perumpamaan memimpin Daud untuk Menghukum Dirinya untuk apa yang telah Dilakukannya dalam membunuh Uria dan Merampas Dia dari Istrinya

Karena raja Daud memiliki kuasa dan karena dapat menyalahgunakan kuasanya untuk membunuh nabi Natan, Natan berhati-hati berbicara kepada Daud. Dari pada menghukum secara langsung, Natan memberi tahu dia perumpamaan untuk memimpin dia menghukum dirinya karena apa yang telah dia lakukan dalam membunuh Uria dan merampas istrinya (ay. 1b-7a). Ketika Daud mendengar tentang orang kaya yang mengambil anak domba betina orang miskin, Daud ‘‘sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan” (ay. 5-6). Kemudian Natan berkata kepada Daud, “Engkaulah orang itu” (ay. 7a).

C. Mengacukan kepada Dia segala Sesuatu yang Allah telah Lakukan bagi Dia

Natan menruskan menunjukkan kepada Daud semua hal yang telah dilakukan Allah untuk dia (ay. 7b-8). Khususnya Natan menunjukkan kepada Daud fakta bahwa Allah telah memberikan kepada dia keluarga Israel dan Yehuda. Kemudian Natan berkata bahwa, jika apa yang telah diberikan begitu sedikit, Allah akan menambahkan kepada Daud lebih banyak lagi.

D. Menghukum Daud karena Pembunuhannya atas Uria dan Perampasnya dari Istrinya

Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uris, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; istrinya kauambil menjadi istrimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon”(ay. 9). Di sini Allah, berbicara melalui Natan, menghukum Daud karena membunuh Uria dan merampas istrinya.

E. Akibat Penghukuman Allah

Natan memberi tahu Daud bahwa karena dia telah menghina TUHAN, pedang tidak akan menyingkir dari keturunannya sampai selamanya (ay. 10). Allah akan membangkitkan masalah terhadap dia dari dalam keluarganya. Selanjutnya, Allah berkata bahwa Dia akan mengambil istri Daud di hadapan matanya dan menyerahkan mereka kepada orang lain, yang akan tidur dengannya di siang hari (ay. 11). Daud telah melakukan ini dengan sembunyi, tetapi Allah akan melakukannya di hadapa seluruh Israel dan bahkan di bawah matahari (ay. 12). Di sini kita lihat bahwa Allah tidak saja mengasihi; Dia juga menakutkan. Di bawah penghakiman Allah, ada perzinaan dan pembunuhan keluarga Daud, dan anak Daud, Absalom, bahkan memberontak melawan dia.

F. Daud Mengakui Dosanya melawan TUHAN dan Natan Berkata kepadanya bahwa TUHAN telah Mengampuni Dosanya dan Dia tidak akan Mati

Daud mengaku dosanya terhadap TUHAN, dan Natan berkata kepada dia, ‘‘TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati” (ay. 13). Inilah belas kasihan Allah kepada Daud, walau Daud sebenarnya berhak untuk mati. Namun demikian, karena Daud telah menyerahkan musuh-musuh TUHAN banyak kesempatan untuk menista Dia, Natan memberi tahu dia bahwa anak yang dilahirkan untuknya akan amati (ay. 14).

Ketika Allah mengampuni, Dia melupakan (Yer. 31:34). Mengampuni adalah melupakan. Tetapi ini kelihatannya bahwa Allah tidak melupakan dosa Daud ini. Seperti kita telah tekankan, dalam catatannya dari silsilah Kristus, Matius dengan tujuan menulis, ‘‘Daud mempunyai anak, Solomo dari istri Uria.’’ Ini menunjukkan seriusnya dosa Daud.

Kita perlu mempelajari Daud atas sisi negatif sama dengan sisi positif. Nafsu daging adalah unsur pengrusak yang dapat menghancurkan kita. Jika manusia beribadah sedemikian seperti Daud dapat tertipu, dapatkah kita melarikan diri? Manusia adalah manusia, daging adalah daging, dan nafsu adalah nafsu. Kita harus selalu menjaga jarak di antara kita dan mereka dari lawan jenis. Orang muda atau perempuan muda seharusnya tidak berbicara pribadi dengan seseorang lawan jenis di ruangan tertutup. Seorang ibadah tidak seharusnya kendur dalam mengontaki lawan jenis. Tidak peduli pencapaian kita dalam pengejaran rohani kita, hal ini memungkinkan kita melakukan dosa yang demikian.