SEJARAH MENGENAI DAUD (6)
DIANIAYA DAN DICOBAI OLEH SAUL
(5)
Pembacaan Alkitab: 1Sam. 31:1—2Sam. 1:27
Dalam berita ini kita akan membahas akhir hidup Saul (1Sam. 31) dan reaksi Daud terhadapnya (2Sam. 1).
XXIII. AKHIR HIDUP SAUL
Poin pertama mengenai akhir hidup Saul yaitu dia kehilangan hadirat Allah (1Sam. 16:14). Hari ini kita memustikakan dan menikmati hadirat Allah. Hadirat Allah hanya dalam Roh. Roh itu adalah kebangkitan Kristus; kebangkitan Kristus adalah diri Kristus sendiri (Yoh. 11:25); dan Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung. Roh itu adalah realitas Allah dan kebangkitan Kristus. Jika kita memiliki Roh itu, kita berada dalam kebangkitan. Jika kita memiliki kebangkitan, kita memiliki Kristus. Jika kita memiliki Kristus, kita memiliki perwujudan Allah. Inilah satu kejadian bahwa banyak orang Kristen kehilangan Roh itu. Mereka memiliki Roh dalam teologi mereka, tetapi mereka tidak memustikakan Roh itu sebagai Allah yang rampung.
Pada poin ini saya akan mengatakan perkataan tentang langkah proses Allah dalam kekekalan yang lampau hanya Allah semata, ilahi dan tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh. Menurut kedambaan-Nya Allah membuat satu ekonomi, dan menurut ekonomi-Nya Dia menciptakan langit dan bumi dengan manusia sebagai intinya. Namun Dia masih tetap ilahi semata. Namun, Allah bermaksud untuk menyatukan diri-Nya dengan manusia agar membuat diri-Nya satu dengan manusia. Maka Dia menjadi manusia melalui inkarnasi, mengenakan darah dan daging manusia (Ibr. 2:14). Dalam kekekalan yang lampau Dia semata-mata ilahi, tetapi melalui inkarnasi Dia menjadi seorang manusia Allah bernama Yesus Kristus. Melalui proses inkarnasi Dia masuk ke dalam keinsanian, membuat diri-Nya, Yang Ilahi, bersatu dengan keinsanian. Dalam cara ini Dia menjadi manusia Allah, Dia adalah yang ilahi dan insani, Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna.
Sebagai Allah yang mahakuasa, kekal, dan lengkap, Dia hidup dalam keinsanian selama tiga puluh tiga setengah tahun. Kemudian, sebagai Sang kekal yang adalah hayat kekal, Dia masuk ke dalam kematian dan mengunjungi alam maut selama tiga hari. Bangkit dari alam maut, Dia berjalan keluar dari kematian dan masuk ke dalam kebangkitan. Melalui inkarnasi Dia membawa Allah ke dalam manusia, dan dalam kebangkitan Dia membawa manusia ke dalam Allah. Melalui inkarnasi Dia membawa keilahian ke dalam keinsanian, dan dalam kebangkitan Dia membawa keinsanian ke dalam keilahian. Setelah kebangkitan-Nya Dia masuk ke surga, dan hari ini Dia ada di surga sebagai seorang manusia yang duduk di takhta (Kis. 7:56; Ibr. 1:3b; Ef. 1:20).
Sebagai Seorang yang demikian, Dia sekarang adalah Allah yang rampung, telah diproses melalui langkah inkarnasi, kehidupan insani, kematian yang almuhit, bangkit, dan naik. Dalam kenaikan sebagai Allah Tritunggal yang rampung Dia tetap Allah yang lengkap berbaur dengan manusia yang sempurna, manusia Allah. Inilah realisasi kesimpulan pengkajian Alkitab kita atas tujuh dekade terakhir.
Hari ini sebagai Allah yang rampung Dia adalah Roh, hayat kita, dan Penebus kita, Juruselamat kita, Guru kita, Tuan kita, Bapa kita, dan Allah kita. Dia adalah segala sesuatu kita. Dia menjadi seorang manusia sehingga kita sebagai manusia dapat menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan). Dia telah menjadikan diri-Nya satu dengan kita, dan Dia telah menjadikan kita satu dengan Dia. Dia melalui kehidupan insani, dan kita mengunjungi bersama Dia. Dia pergi ke salib, dan kita disalibkan bersama Dia. Dia bangkit, dan kita bangkit bersama Dia. Dia ada di dalam surga, dan kita berada bersama Dia. Sekarang Allah Tritunggal yang rampung sebagai Roh pemberi hayat (1Kor. 15:45b) menghuni roh kita (6:17; Rm. 8:11). Maka, realisasi kehadiran Allah adalah perkara dua roh ini.
Saul kehilangan hadirat Allah, dan akhirnya kematian datang dalam setiap cara, dalam setiap aspek, dan dalam setiap pengertian. Saul dan anak-anaknya mati secara korporat. Mari kita sekarang membahas catatan akhir hidup Saul dalam 1Samuel 31.
A. Orang Filistin Berperang Melawan Orang Israel
Pada saat pasal tiga puluh satu, orang Filistin berperang melawan orang Israel (ay. 1a).
B. Orang-orang Israel Melarikan Diri
Orang-orang Israel melarikan diri dari orang Filistin dan banyak yang mati terbunuh di pegunungan Gilboa (ay. 1b).
C. Orang Filistin Memburu Saul dan Anaknya
Orang Filistin mengejar Saul dan anaknya dan menewaskan anaknya, termasuk Yonatan (ay. 2).
D. Saul Dilukai dengan Parah dan Mengambil Pedangnya dan Menjatuhkan ke atas Pedangnya
Peperangan sangat berat melawan Saul, dan dia dilukai dengan parah oleh pemanah. Saul memerintahkan pembawa senjatanya untuk menghunuskan pedangnya dan menikam dia dengan pedangnya, tetapi pembawa senjata menolak. Kemudian Saul mengambil pedangnya dan menjatuhkan diri ke atas pedangnya (ay. 3-4).
E. Pembawa Senjata Saul Menjatuhkan ke atas Pedangnya dan Mati bersamanya
Pembawa senjata Saul jatuh ke atas pedangnya dan mati bersama dia (ay. 5). Karena itu, Saul, tiga anaknya, dan pembawa senjatanya mati bersama-sama pada hari itu (ay. 6). Kematian korporat ini adalah penghakiman Allah atas orang yang telah memberontak melawan Dia, telah menyalahgunakan Dia, dan telah menjadi musuhnya. Saul telah mendirikan kerajaannya, sangat menyalahgunakan semua hal rohani yang diberikan kepada dia.
F. Orang-orang Israel Meninggalkan Kota-kota dan Melarikan Diri
Orang-orang Israel yang di seberang lembah dan yang di seberang sungai Yordan meninggalkan kota-kota dan melarikan diri, dan orang Filistin datang dan tinggal di sana (ay. 7).
G. Orang Filistin Menemukan Saul dan Anaknya Jatuh di Gunung Gilboa
Hari selanjutnya orang Filistin datang merampasi orang-orang yang terbunuh dan menemukan Saul dan tiga anaknya di gunung Gilboa. Mereka memotong kepada Saul dan merampas senjata-senjatanya dan mengirim mereka ke sekeliling negeri Filistin, untuk menyampaikan kabar baik ke kuil berhalanya dan kepada rakyatnya. Kemudian mereka menaruh senjata Saul di rumah Asytarot dan mayat tubuhnya dipakukan mereka di tembok Bet-Sean (ay. 8-10). Sungguh akhir hidup yang mengerikan!
H. Penduduk Yebesy-Gilead Mendengar apa yang telah Orang Filistin Lakukan terhadap Saul
Penduduk Yabesy-Gilead mendengar apa yang telah orang Filistin lakukan terhadap Saul, dan segenap orang gagah perkasa berjalan semalam-malaman dan mengambil mayat Saul dan anak-anaknya dari tembok Bet-Sean dan membakar mereka dan menguburkan mereka di Yabesy. Kemudian mereka berpuasa selama tujuh hari (ay. 11-13).
XXIV. REAKSI DAUD
Dalam 2Samuel 1 kita nampak reaksi Daud terhadap kematian Saul.
A. Seorang Pemuda Amalek Melaporkan Kematian Saul kepada Daud
Setelah tiga hari Saul mati, seorang pemuda Amalek melaporkan kematian Saul kepada Daud. Supaya menyenangkan Daud dia memberitahunya bahwa dia melihat Saul bertelekan pada tombaknya dan Saul meminta dia untuk membunuhnya dan dia melakukannya (ay. 1-10).
B. Daud Menghukum Orang Amalek karena Membunuh yang Diurapi TUHAN
Daud tidak terhibur dengan laporan pemuda Amalek itu, tetapi malahan menghukum dia karena membunuh orang yang diurapi TUHAN dan menghukumnya sampai mati (ay. 11-16). Daud tidak menganggap Saul musuhnya tetapi selalu menganggap dia sebagai yang diurapi Allah. Inilah Daud memandang Saul.
C. Daud Menyanyikan Nyanyian Ratapan atas Saul dan atas Yonatan Anaknya
Daud sangat sedih oleh kematian Saul. Daud menyanyikan nyianyian ratapan atas Saul dan atas Yonatan anaknya, dan dia memberi perintah untuk mengajarkan Nyanyian Permainan Kecapi ini kepada bani Yehuda (ay 17-27).
Catatan akhir hidup Saul yang mengerikan adalah satu peringatan keras kepada semua orang yang melayani di dalam kerajaan Allah untuk tidak melakukan pekerjaan yang terpisah di dalam kerajaan Allah atau untuk menyalahgunakan segala sesuatu dalam kerajaan. Dalam pemulihan Tuhan kita harus dalam takut dan getar, selalu bekerja bagi kerajaan Allah dan bukan bagi pekerjaan kita sendiri.