DUA ASPEK GEREJA— UNIVERSAL DAN LOKAL
Pembacaan Alkitab: Mat. 16:16-18; Ef. 1:22-23; Mat. 18:17; Ef. 2:22; 4:4; Tit.1:5; Kis. 14:23; 13:1; Why. 1:4a, 11; Kis. 2:42; 1 Kor. 10:16-17.
Garis Besar
I. Kebenaran menurut Alkitab
II. Aspek Universal
A. Termasuk seluruh kaum beriman Perjanjian Baru
B. Seperti yang diwahyukan oleh Tuhan di dalam Matius 16:18
III. Aspek Lokal
A. Kaum beriman tinggal di dalam gereja-gereja lokal
B. Gereja-gereja lokal adalah ekspresi lokal dari Tubuh Kristus
C. Seluruh gereja lokal menyusun satu Tubuh Kristus
IV. Tumpuan yang sejati
A. Tumpuan lokalitas — satu kota, satu gereja
B. Tumpuan keesaan yang sejati — satu Tubuh secara universal
V. Administrasi lokal dan persekutuan universal
A. Administrasi adalah terpisah dan sederajat secara lokal
B. Persekutuan adalah satu secara universal
Sesudah melihat seluruh rincian yang mulia dari status gereja, kita akan membicarakan dua aspek penting dari gereja — aspek universal dan lokal. Kebenaran-kebenaran dalam Alkitab selalu memiliki dua sisi. Saudara Govett menyebutnya, "Dua ganda kebenaran." Selembar kertas memiliki dua sisi yang sepertinya tidak hidup hanya dengan satu sisi; demikian juga, gereja memiliki dua aspek. Kebanyakan orang Kristen tidak melihat dua aspek dari gereja, dan akibatnya telah membuat beberapa kesalahan mengenai hal ini selama berabad-abad. Agar tidak membuat kesalahan yang sama, kita harus memberikan perhatian yang cukup kepada kebenaran ini.
I. KEBENARAN MENURUT ALKITAB
Kebanyakan orang Kristen akan setuju bahwa mereka perlu persekutuan dari suatu gereja. Sebenarnya terdapat sangat sedikit orang Kristen yang bukan anggota dari suatu gereja. Kebanyakan orang Kristen memiliki suatu gereja, tetapi pertanyaannya adalah apakah mereka memiliki gereja yang tepat atau suatu gereja yang tidak tepat? Hari ini di kota-kota yang besar terdapat banyak perbedaan dengan yang disebut "gereja-gereja." Di kota Seoul, Korea, gereja Roma Katholik sangat terkemuka. Bagaimanapun, salah untuk mengasosiasikan kota Roma dengan gereja. Di dalam Alkitab tidak terdapat gereja Roma. Kolose 3:11 memberi tahu kita bahwa di dalam manusia baru tidak terdapat Yunani atau Yahudi. Did alam Alkitab juga tidak terdapat hal seperti Gereja Yahudi atau Gereja Yunani. Selanjutnya tidak ada Gereja Anglikan, Gereja bangsa Cina, Gereja bangsa Korea, Gereja Presbiterian, Gereja Baptis, dan Gereja Pantekosta. Semua "gereja-gereja" ini tidak tepat karena tidak alkitabiah, tidak menurut Firman kudus Allah.
Agar mengetahui apakah yang tepat mengenai gereja, kita perlu memperlajari Alkitab. Saya telah mempelajari Alkitab mengenai perihal gereja sejak tahun 1925. Di dalam bab ini saya ingin menyajikan kepada kalian satu garis besar singkat mengenai hal ini. Garis besar yang singkat, akurat, dan jelas ini adalah yang terbaik dari hampir 60 tahun mempelajari mengenai gereja. Saya senang menyajikan garis besar ini kepada kalian. Keinginan saya adalah mengesankan kalian dengan pelaksanaan hidup gereja yang tepat menurut Alkitab.
Tidak terdapat kesalahan dengan gereja itu sendiri, tetapi cara orang Kristen melaksanakan hidup gereja mungkin salah. Di luar semua cara yang berbeda untuk melaksanakan hidup gereja di antara orang-orang Kristen hari ini, adalah sulit untuk menemukan satu yang benar. Benar di dalam pelaksanaan hidup gereja adalah menurut Alkitab. Pelaksanaan hidup gereja yang tepat bukan menurut kebudayaan, masyarakat, atau jenis-jenis latar belakang keagamaan, dan bukan menurut imajinasi kita; itu haruslah mutlak menurut Firman Allah yang kudus.
II. ASPEK UNIVERSAL
A. Termasuk semua Kaum Beriman Perjanjian Baru
Hanya terdapat satu gereja dalam alam semesta; jadi gereja adalah universal, tersusun dari semua kaum beriman dalam Kristus sepanjang masa dan di segala tempat (Ef. 1:22). Gereja yang universal tersusun dari semua kaum beriman yang ditebus Allah di dalam zaman Perjanjian Baru. Kaum saleh Perjanjian Lama, seperti Abraham, Ishak, Yakub, Yehuda, Musa, Daud, dan Yesaya, bukan anggota-anggota dari gereja Perjanjian Baru. Gereja Perjanjian Baru dimulai pada pencurahan Roh Kudus dalam kitab Kisah Para Rasul. Yohanes Pembaptis bukan di dalam gereja Perjanjian Baru. Tuhan Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu: di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari Yohanes, namun yang terkecil di dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.” (Luk. 7:28). Ini memperlihatkan bahwa Yohanes bukan seorang anggota dari gereja Perjanjian Baru.
Pada hari kembali-Nya, Tuhan Yesus akan menutup zaman gereja, dan banyak orang Yahudi akan bertobat. Zakharia 12 memberi kita rincian mengenai keselamatan mereka. Orang Yahudi akan diselamatkan, tetapi mereka tidak akan berada di dalam gereja Perjanjian Baru. Kita adalah orang yang paling diberkati karena kita berada di zaman yang paling diberkati, zaman gereja. Gereja memiliki satu aspek universal, termasuk Petrus, Yohanes, Paulus, dan semua kaum beriman sepanjang abad. Juga termasuk kita, dan termasuk mereka yang akan mengikuti kita di masa depan.
B. Seperti yang Diwahyukan oleh Tuhan di dalam Matius 16:18
Dalam Matius 16:18 kita mendapatkan Tuhan pertama kalinya menyebut mengenai gereja. Dalam ayat ini Dia berkata, "Di atas batu karang ini, Aku akan membangun gereja-Ku." Apa yang diwahyukan di sini adalah gereja universal bagi kesaksian Tuhan yang unik di alam semesta.
Gereja universal dibangun oleh Kristus, Putra Allah yang hidup yang diwahyukan oleh Bapa. Ketika Petrus mennyatakan bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup, Tuhan berkata kepadanya, "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di surga" (Mat. 16:17). Hanya Bapa yang mengenal Putra (Mat. 11:27) dan dapat mewahyukan Putra kepada kita. Putra diwahyukan oleh Bapa sekarang adalah untuk membangun gereja universal, bukan gereja dalam suatu negara atau gereja dalam suatu kota.
Gereja universal dibangun di atas batu karang dari wahyu mengenai Kristus, Anak Allah yang hidup. Wahyu ini adalah faktor yang penting, titik sentral pembangunan gereja universal. Gereja tidak dibangun menurut doktrin, kredo, atau apa pun yang disebut kepercayaan.
Pintu Alam Maut, kekuatan kegelapan Satan, tidak akan mampu melawan gereja. Sebaliknya gereja memiliki kunci kerajaan surga. Ini berarti bahwa gereja memiliki kuasa untuk mengikat Satan dan melepaskan umat Allah untuk gereja-Nya. Haleluya! Betapa mulia dan berkuasanya gereja.
III. ASPEK LOKAL
Aspek lain dari gereja adalah aspek lokal. Adalah penting untuk melihat aspek universal. Juga sama pentingnya untuk melihat aspek lokal. Beberapa orang Kristen sangat sedikit melihat mengenai gereja universal. Yang lain mungkin melihat sesuatu mengenai aspek universal gereja, tetapi mereka tidak menganggap aspek lokal gereja adalah penting.
A. Kaum Beriman Tinggal di dalam Gereja-gereja Lokal
Untuk tinggal di dalam gereja universal secara praktis, kita harus tinggal di dalam gereja-gereja lokal. Sebenarnya kita tidak dapat langsung tinggal di dalam gereja universal. Mustahil bagi kita untuk tinggal di dalam gereja universal tanpa tinggal di dalam suatu gereja lokal. Tuhan membangun gereja universal, dan setiap dari kita hidup secara praktis di dalam suatu gereja lokal. Dalam Matius 18:17 Tuhan berkata bahwa jika, sebagai seorang kaum beriman, kalian memiliki suatu masalah dengan kaum beriman lainnya, kalian seharusnya memberitahukannya kepada gereja. Tentunya gereja yang dimaksudkan dalam ayat ini bukan gereja universal; seharusnya gereja di tempat di mana kalian berada. Jika kalian di Seoul dan kalian memiliki beberapa masalah, kalian seharusnya memberitahukan masalah itu kepada gereja di Seoul. Jika kalian di Pusan, kalian seharusnya pergi ke gereja di Pusan; jika kalian di Hongkong, kalian seharusnya pergi ke gereja di Hongkong; dan jika kalian di New York, kalian seharusnya pergi ke gereja di New York. Gereja di mana kalian memberitahukan masalahmu adalah gereja lokal.
B. Gereja-gereja Lokal adalah Ekspresi Lokal Tubuh Kristus
Gereja-gereja lokal adalah ekspresi lokal Tubuh Kristus (1 Kor. 12:27; Ef. 2:22). Hanya ada satu Tubuh tetapi terdapat beberapa ekspresi. Secara universal seluruh gereja adalah satu Tubuh dan secara lokal, setiap gereja lokal adalah ekspresi lokal dari Tubuh universal itu. Suatu gereja lokal bukanlah Tubuh; itu hanya suatu bagian dari Tubuh. merupakan suatu ekspresi lokal dari Tubuh. Gereja di Seoul bukanlah seluruh Tubuh; merupakan satu bagian dari seluruh Tubuh sebagai ekspresi lokal Tubuh.
C. Seluruh Gereja Lokal Menyusun Satu Tubuh Kristus
Seluruh gereja lokal menyusun satu Tubuh Kristus (Ef. 4:4). Dalam Matius 16:18 Tuhan berkata, “Aku akan membangun gereja-Ku.” Di sini gereja dalam jumlah tunggal, menunjukkan bahwa di sini adalah gereja universal. Tetapi di dalam Kisah Para Rasul dan Surat-surat kiriman, sering kali Alkitab berkata “gereja-gereja” — gereja-gereja di Siria, gereja-gereja di Asia, gereja-gereja di Makedonia, dan gereja-gereja di Galatia. Bagaimana Alkitab dapat menunjukkan pertama-tama kepada satu gereja dan kemudian kepada beberapa gereja? Hal ini karena satu gereja, gereja universal, adalah totalitas dari satu gereja, dan seluruh gereja adalah penyusun lokal dari satu gereja universal.
IV. TUMPUAN YANG SEJATI
Sekarang kita perlu memperhatikan apakah tumpuan yang sejati dari gereja. Tumpuan mengacu kepada tempat yang di atasnya suatu bangunan dibangun. Setiap bangunan dibangun di atas suatu bagian tanah tertentu, dan tanah ini adalah tumpuan yang di atasnya bangunan dibangun. Gereja telah menyebar ke beberapa negara di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Afrika, dan Asia. Di seluruh bangsa-bangsa yang berbeda, gereja dibangun di atas tumpuan yang benar.
A. Tumpuan Lokalitas — Satu Kota, Satu Gereja
Tumpuan yang tepat untuk membangun gereja adalah tumpuan lokalitas. Ketika gereja menyebar ke Korea, pertama kali datang ke Seoul. Gereja sekarang dibangun di Seoul. Jadi, kota Seoul telah menjadi tumpuannya.
Di dalam Alkitab gereja-gereja tidak memiliki nama-nama tertentu. Dalam hal ini, gereja seperti bulan. Bulan tidak mempunyai suatu nama tertentu; namanya hanyalah bulan. Kita tidak menamakan bulan dengan bulan bangsa Amerika, bulan bangsa Cina, bulan bangsa Korea, atau bulan bangsa Jerman. Hanya ada satu bulan, bukan beberapa bulan. Bagaimanapun, kita dapat membicarakan bulan di Seoul, bulan di Osaka, atau bulan di Shanghai. Hal ini tidak menunjukkan beberapa bulan, tetapi satu bulan yang tampak di kota-kota yang berbeda.
Kota adalah tumpuan yang di atasnya gereja dibangun. Jadi, mengambil kota sebagai tumpuan, kita dapat menunjukkan gereja menurut kota (Wah. 1:11). Sebagai contoh, kalian dapat berkata bahwa kalian adalah seorang anggota gereja di Seoul. Sejak saya dan isteri saya tinggal di Anaheim, California, kita adalah anggota-anggota gereja di Anaheim. Beberapa kaum saleh yang menghadiri sidang istimewa ini datang dari kota-kota yang berbeda. Kita menggunakan nama kota-kota ini untuk menunjukkan gereja-gereja lokal yang berbeda. Karena hal ini, kita dapat berkata bahwa terdapat beberapa gereja. Tetapi sebenarnya, beberapa gereja lokal adalah satu gereja universal yang tampak di beberapa kota.
Ketika bulan tampak di Seoul, itu adalah bulan di Seoul. Ketika nampak di New York merupakan bulan di New York. Hanya ada satu bulan. Bulan di Amerika adalah bulan di Korea, dan bulan di Korea adalah bulan di Cina. Hanya ada satu bulan, tetapi satu bulan tampak di kota-kota yang berbeda. Jadi, adalah tepat untuk membicarakan bulan di kota tertentu. Hal ini adalah sama dengan gereja.
Kita dapat berkata bahwa ada beberapa gereja, tetapi beberapa gereja masih hanyalah satu gereja. Apakah kita semua di dalam gereja-gereja yang berbeda atau apakah kita di dalam satu gereja? Jawaban yang tepat adalah, berbicara secara lokal, kita di dalam beberapa gereja, tetapi, berbicara secara universal, kita semua di dalam satu gereja. Apakah kalian di dalam gereja-gereja lokal, atau apakah kalian di dalam gereja universal? Adalah bijaksana untuk menjawab, “Saya di dalam gereja universal dengan berada di dalam sebuah gereja lokal.” Kita tidak di dalam Gereja bangsa Roma, Gereja bangsa Inggris, Gereja bangsa Amerika, atau Gereja bangsa Korea. Kita di dalam gereja universal dengan berada di dalam gereja-gereja lokal. Sejak kita di kota Seoul, kita seharusnya berkata bahwa kita di dalam gereja universal dengan berada di dalam gereja-gereja lokal. Meskipun isteri saya dan saya tinggal di Anaheim, kita seharusnya ingat bahwa selama tinggalnya kita dengan kaum saleh di Seoul, kita tidak di dalam gereja di Anaheim, tetapi di dalam gereja di Seoul.
Sekarang saya ingin bertanya, kalian adalah anggota gereja yang mana? Jawaban terbaik adalah bahwa kalian adalah seorang anggota gereja universal yang Yesus Kristus bangun, dengan menjadi seorang anggota suatu gereja lokal yang tepat. Ketika kita di Seoul, kita adalah anggota-anggota gereja dari gereja universal dengan menjadi anggota-anggota gereja di Seoul. Hal ini adalah pelaksanaan gereja yang tepat. Kita adalah anggota-anggota gereja universal dengan menjadi anggota-anggota dari suatu gereja-gereja lokal. Selama kita adalah anggota-anggota dari suatu gereja lokal yang tepat, kita adalah anggota-anggota dari gereja secara universal.
Tumpuan gereja di Seoul adalah kota Seoul. Jadi, di dalam satu kota hanya ada satu gereja (Tit. 1:5; cf. Kis. 14:23). Selanjutnya, kota tidak pernah dapat dibagi; sebuah kota selalu tetap satu kota. Jadi, tumpuan lokalitas adalah satu secara permanen. Sama seperti kota tidak pernah dapat dibagi, tumpuan gereja tidak pernah dapat dibagi. Sejak kita tidak memiliki dua kota di Seoul. Di Seoul hanya ada satu kota; oleh karena di Seoul hanya ada satu gereja. Tumpuan unik ini menjaga gereja di dalam keesaan.
Hari ini, di suatu kota yang biasa mungkin terdapat beberapa yang disebut gereja-gereja. Ini mungkin menyerupai satu kota yang memiliki beberapa balai kota. Jika sebuah kota tertentu memiliki lebih dari satu balai kota, ini akan berarti bahwa kota terbagi. Dalam beberapa kota hanya ada satu balai kota. Hal ini melindungi keesaan kota. Sebuah gereja lokal dibangun di atas tumpuan lokalitasnya. Tumpuan yang unik ini dapat disebut tumpuan lokalitas. Tumpuan lokalitas adalah suatu perlindungan yang menjamin bahwa suatu gereja di dalam satu lokalitas tertentu akan selalu dilindungi di dalam keesaan.
B. Tumpuan Keesaan yang Sejati Satu Tubuh secara Universal
Tumpuan gereja seharusnya bukan hanya lokal; juga seharusnya adalah universal. Secara lokal, tumpuan gereja adalah tumpuan lokalitas; secara universal tumpuan gereja adalah keesaan yang sejati. Kristus hanya memiliki satu Tubuh. Keesaan Tubuh Kristus adalah tumpuan gereja universal.
Misalnya seluruh gereja-gereja lokal di Korea adalah satu dengan yang lainnya, tetapi tidak satu dengan gereja-gereja di benua-benua lainnya. Jika kasusnya seperti ini, gereja-gereja di Korea mungkin memiliki tumpuan lokal, tumpuan lokalitas, tetapi mereka tidak memiliki tumpuan universal, tumpuan keesaan Tubuh. Di seluruh alam semesta Kristus hanya memiliki satu Tubuh. Seluruh gereja-gereja lokal di enam benua — di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Australia, dan Asia — adalah satu Tubuh. Ini adalah tumpuan universal dari keesaan sejati.
Gereja-gereja di Inggris dapat berkata kepada gereja-gereja di Jerman, "Kami adalah gereja-gereja di Inggris dan kalian adalah gereja-gereja di Jerman; jadi, jangan ganggu kami." Secara lokal mereka mungkin benar, tetapi secara universal mereka salah. Mereka menjaga keesaan lokal, tetapi mereka menghancurkan keesaan universal. Secara lokal tumpuan gereja adalah tumpuan lokalitas, dan secara universal tumpuan gereja adalah keesaan universal Tubuh Kristus. Karena itu, ada aspek lokal keesaan, dan ada juga aspek universal keesaan.
Saya harap bahwa saudari-saudari muda akan menjadi jelas tentang hal ini dan mereka dapat mengajar anak-anak mereka, "Anak-anak, dari masa mudaku saya telah belajar bahwa gereja seharusnya adalah satu di dalam dua aspek: satu di lokalitas, dan satu di alam semesta." Gereja adalah satu secara lokal berdasarkan atas lokalitasnya, kota, dan satu secara universal berdasarkan atas satu Tubuh Kristus. Keesaan lokal dan universal ini adalah tumpuan gereja yang sejati.
V. ADMINISTRASI LOKAL DAN PERSEKUTUAN UNIVERSAL
Pada poin ini kita perlu memperhatikan dua hal lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan hidup gereja yang tepat: adminstrasi lokal dan persekutuan universal. Dalam hidup gereja yang tepat administrasi gereja adalah lokal, tetapi persekutuan gereja adalah universal.
A. Adminstrasi adalah Terpisah dan Sederajat secara Lokal
Adminstrasi dari setiap gereja lokal terpisah dari administrasi-adminstrasi seluruh gereja-gereja lokal lainnya. Selanjutnya, adminstrasi-administrasi dari seluruh gereja-gereja lokal ada pada tingkat yang sederajat. Dalam administrasi, tidak ada gereja yang lebih tinggi dari gereja yang lain, dan tidak ada gereja yang lebih rendah. Di suatu daerah atau negara ada tingkat-tingkat pemerintahan yang berbeda. Yang paling tinggi adalah pemerintahan pusat, dan di bawah pemerintahan pusat adalah pemerintahan-pemerintahan propinsi, atau negara bagian, dan pemerintahan-pemerintahan kota. Jenis pemerintahan dengan tingkat-tingkat yang berbeda ini mungkin menyerupai sebuah piramida. Pemerintahan pusat adalah tingkat tertinggi, dan pemerintahan propinsi dan kota pada tingkat-tingkat yang lebih rendah.
Tetapi di dalam hidup gereja yang tepat tidak ada hal yang demikian. Semua gereja lokal ada pada satu tingkat. Di dalam Gereja Roma Katolik, tingkat adminstrasi tertinggi di Vatikan. Paus ada di Puncak dan di sekelilingnya adalah kardinal-kardinal. Paus melaksanakan kontrol atas Roma Katolik di seluruh negara. Atas seluruh bumi dia memiliki sejumlah uskup-uskup besar. Di bawah uskup-uskup besar adalah uskup-uskup, dan di bawah uskup-uskup adalah imam-imam. Jenis organisasi pemerintahan ini adalah suatu hirarki agama. Suatu hirarki sedemikian seharusnya dihakimi. Di dalam pelaksanaan hidup gereja yang tepat, seluruh di atas seluruh bumi ada pada satu tingkat. Di atas hanya ada satu takhta, takhta dari Kepala, Kristus, di surga. Hanya Kepala di atas takhta. Di bawah Kepala, seluruh gereja ada pada tingkat yang sama.
Misalnya gereja di Seoul adalah gereja lokal yang paling besar di Korea. Apakah benar bagi gereja di Seoul untuk mengendalikan seluruh gereja lainnya di Korea? Misalnya gereja di Pusan adalah gereja kedua yang terbesar di Korea. Apakah benar bagi gereja di Pusan untuk berada di bawah gereja di Seoul? Kemudian jika terdapat satu gereja yang lebih kecil di sekitar Pusan. Apakah benar bagi gereja di Seoul sebagai gereja terbesar, mengendalikan gereja di Pusan, dan bagi gereja di Pusan mengendalikan gereja yang lebih kecil dalam sekitarnya yang sama? Dalam menjawab pertanyaan demikian, saya harus berkata dengan keras bahwa hirarki dan pengendalian semacam ini adalah salah dengan mutlak.
Dalam menghubungkan administrasi gereja-gereja lokal, saya telah menggunakan dua kata sifat: terpisah dan sederajat. Adminstrasi gereja di Seoul adalah terpisah dari gereja di Pusan dan Geochang. Adminstrasi-administrasi dari gereja-gereja ini adalah terpisah dan sederajat. Bahkan administrasi dari gereja lokal yang paling kecil di Korea adalah sederajat dengan administrasi gereja di Seoul. Jika saya adalah seorang penatua gereja di Seoul, saya mungkin memperhatikan bahwa, sejak gereja di Seoul adalah yang terbesar, saya seharusnya melaksanakan beberapa kontrol atas gereja-gereja yang lebih kecil. Para penatua gereja-gereja yang lebih kecil juga akan memperhatikan bahwa, sejak gereja di Seoul adalah terbesar dan tertua, mereka seharusnya dengan yakin taat kepada para penatua di Seoul. Dalam mata manusia hal ini kelihatannya benar, tetapi dalam pelaksanaan hidup gereja yang tepat, hal ini mutlak salah.
Setiap gereja lokal memiliki administrasinya sendiri, dan administrasi ini adalah terpisah dari seluruhnya. Juga sederajat dengan seluruhnya. Meskipun gereja di Seoul telah ada selama bertahun-tahun, dan satu gereja yang sangat kecil mungkin baru ada dua hari yang lalu, administrasi-administrasi dari kedua gereja ini adalash terpisah dan ada pada tingkat yang sama. Administrasi gereja adalah lokal. Tidak ada gereja, tanpa menghiraukan betapa besar dan matangnya, dapat mengontrol gereja lainnya.
B. Persekutuan adalah Satu secara Universal
Meskipun administrasi gereja adalah terpisah dan sederajat secara lokal, persekutuan gereja adalah satu secara universal. Dalam persekutuan tidak ada pemisahan. Di atas seluruh bumi ini hanya ada satu persekutuan, dan persekutan ini adalah satu secara universal. Persekutuan gereja adalah satu bukan hanya dalam suatu negara tertentu, tetapi di seluruh alam semesta. Tidak ada satu persekutuan di Inggris, persekutuan yang lain di Amerika, persekutuan yang lain di Jerman, persekutuan yang lain di Cina, dan persekutuan yang lain di Jepang. Dalam negara-negara ini ada pemisahan gereja-gereja di beberapa kota, tetapi hanya ada satu persekutuan di seluruh alam semesta.
Persekutuan ini disebut persekutuan para rasul. Kisah Para Rasul 2:42 berkata bahwa tiga ribu yang percaya dalam Tuhan Yesus dan menjadi anggota-anggota gereja pada hari Pentakosta melanjutkan dengan bertekun di dalam pengajaran dan persekutuan para rasul. Dalam gereja baik persekutuan dan pengajaran seharusnya satu secara universal. Dalam seluruh gereja kita seharusnya hanya mengajar satu hal — Yesus Kristus sebagai Roh itu menjadi hayat kita untuk menghasilkan gereja. Ini adalah pengajaran para rasul. Jika suatu pengajaran lain masuk, kita harus menolaknya (1 Tim. 1:3-4). Kita hanya menerima satu jenis pengajaran, pengajaran para rasul, dan hanya memiliki satu persekutuan, persekutuan para rasul.
Pada hari-hari permulaan seluruh kaum beriman bertekun dalam pengajaran dan persekutuan para rasul. Persekutuan para rasul ini adalah dengan Bapa dan dengan Anak. 1 Yohanes 1:3 berkata, "Apa yang telah kami lihat dan dengar itu, kami beritakan kepada kalian juga, supaya kamupun beroleh persekutuan juga dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” Persekutuan para rasul adalah dengan Bapa dan dengan Anak. Ini berarti bahwa hal itu adalah dengan Allah Tritunggal. Di seluruh bumi hanya ada satu persekutuan orang Kristen — persekutuan para rasul dengan Allah Tritunggal.
Persekutuan ini diekspresikan pada meja Tuhan. Ketika kita makan roti kita berbagian dalam persekutuan Tubuh Kristus, ketika kita minum cawan kita berbagian dalam persekutuan darah Tuhan (1 Kor. 10:16). Tubuh dan darah Tuhan adalah unik, dan persekutuan tubuh dan darah Kristus juga unik. Dengan berbagian dari satu roti, kita menjadi Tubuh Kristus yang mistikal (1 Kor. 10:17). Jadi, persekutuan universal ini adalah persekutuan Tubuh Kristus. Hal itu adalah persekutuan yang dilalui kepada kita oleh para rasul. Karena itu, hal tersebut adalah persekutuan para rasul dan persekutuan ini adalah dengan Allah Tritunggal. Satu persekutuan demikisan haruslah universal. Dalam administrasi gereja-gereja terpisah secara lokal, tetapi dalam persekutuan mereka disatukan menjadi satu secara universal.
KESIMPULAN
Sesudah melihat dua aspek gereja, kita seharusnya menyerahkan diri kita sehari-hari untuk hidup di dalam satu gereja lokal untuk membangun gereja universal. Kita seharusnya tidak pernah menggabungkan sebuah gereja yang tidak tepat yang 1) termasuk bukan orang-orang Kristen; 2) mengeluarkan beberapa orang-orang Kristen sejati di dalam kota; 3) yang diadministrasi lain dari secara lokal; dan 4) bukan di dalam persekutuan dengan gereja-gereja lokal yang tepat yang lainnya. Adalah benar bahwa satu gereja lokal selalu tinggal di dalam persekutuan dengan para rasul yang membangun gereja itu. Tuhan menggunakan para rasul untuk membangun gereja-gereja. Tuhan tentunya akan selanjutnya memakai mereka untuk memimpin gereja-gereja pada kematangan.
Kita seharusnya selalu mengasihi gereja di lokalitas kita. Jangan pernah mengkritik para penatua, orang-orang yang melayani, atau kaum saleh. Di mana pun Tuhan menempatkan kita adalah tempat yang terbaik. Berterima kasih dan memuji Tuhan bahwa Dia telah membawa kita ke dalam satu gereja lokal di antara banyak gereja-gereja lokal.