← Daftar isi Kaum Muda bagi Pembangunan Gereja Pola-pola Kita untuk Membangun Gereja · bab 23/24

POLA-POLA KITA UNTUK MEMBANGUN GEREJA

Garis Besar

I. Yesus Kristus Tuhan kita menjadi suatu pola bagi kita

II. Petrus menjadi suatu pola bagi kita

III. Paulus menjadi suatu pola bagi kita

IV. Yohanes menjadi pola bagi kita

V. Menjadi setia sampai akhir

Dalam pelajaran terakhir ini , kita akan nampak penghidupan empat orang yang menempuh penghidupan insani menjadi pola kita unutk membangun gereja. Orang-orang ini mulai berjumpa dengan Tuhan ketika mereka masih muda. Beberapa orang berjumpa dengan Tuhan pada usia yang lebih muda, beberapa pada usia yang lebih tua, namun mereka semua dianggap orang-orang muda ketika mereka kali pertama berjumpa dengan Tuhan. Karena itu, jangan melihat ke bawah dirimu sendiri, tetapi lihatlah pola-pola ini.

I. YESUS KRISTUS TUHAN KITA MENJADI SUATU POLA BAGI KITA

Yesus Kristus Tuhan kita adalah pola kita yang pertama untuk membangun gereja. Dia tidak hanya Kepala dari Tubuh, Dia juga suatu pola. Dia merendahkan dan mengosongkan diri-Nya sendiri bagi gereja (Flp. 2:5-10). Dia menyisihkan kedudukan, status, kemuliaan, kenyamanan, dan tahtaNya untuk menjadi seorang manusia. Dia di dalam kandungan Maria selama sembilan bulan. Dia berada di bawah otoritas Yusuf dan Maria untuk tigapuluh tahun. Dia menyerahkan diri-Nya kepada ciptaan-Nya. Dia mengijinkan diri-Nya dibatasi, dihina, dicobai dengan tidak adil, dan disalibkan oleh umatNya. Dia melalui penderitaan insani menebus umat pilihan-Nya. Kemudian Dia dibangkitkan sehingga mereka dapat dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah dan anggota-anggota Tubuh-Nya. Dia terangkat untuk mencurahkan Roh ke atas anggota-anggota yang membentuk Tubuh-Nya. Dia melewati proses inkarnasi, penghidupan insani, ketersaliban, kebangkitan, dan kenaikan untuk membangun gereja. Dia memimpin kita untuk merendahkan diri sendiri dan mengosongkan diri untuk melakukan kehendak Bapa. Tidak cara lain untuk membangun gereja. Kita sebagai orang dosa tidak berkapasitas untuk membangun gereja. Karena itu, Dia memimpin kita lebih dulu melalui proses yang diperlukan untuk membangun gereja-Nya. Dia setia dan Dia adalah pola kita.

II. PETRUS MENJADI SUATU POLA BAGI KITA

Petrus juga pola kita untuk membangun gereja. Petrus adalah orang pertama yang padanya Bapa mewahyukan Kristus. Dia juga adalah orang yang padanya Kristus mewahyukan gereja. Keseluruhan Perjanjian Lama, tidak ada seorang pun yang jelas tentang Kristus dan gereja. Dalam Matius pasal 16, Petrus melihat wahyu Kristus dan gereja pada waktu yang bersamaan. Dia sangat diberkati. Adalah suatu berkat nampak Kristus dan gereja. Pernahkah kamu nampak Kristus dan gereja? Jika kamu nampak visi ini, kamu juga sangat diberkati.

Dia setia terhadap visi Tuhan, tidak berpikir dalam diri sendiri. Dia gagal dalam dirinya sendiri, dia juga sukses dalam Kristus. Sesudah Kristus menghembuskan Roh Kudus ke dalam dirinya dalam Yohanes 20:22, dan mencurahkan Roh-Nya ke atas Tubuh-Nya dalam Kisah Para Rasul 2:4. Petrus mengambil pimpinan untuk memberitakan Injil menyelamatkan orang Yahudi yang berdosa dan mendirikan gereja di Kisah Para Rasul 2. Ini adalah penggunaan kunci pertama Kerajaan Sorga untuk membuka kerajaan bagi kaum beriman Yahudi. Dia melanjutkan memberitakan Kristus untuk menyelamatkan orang berdosa untuk melahirkan mereka kembali dalam Kisah Para Rasul 3 dan 4 sekalipun ia diancam oleh orang-orang Yahudi yang memerintahkan dan melarang mengajar dalam nama Yesus (Kis. 4:18). Petrus dan Yohanes dengan berani berkata kepada mereka,” Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taaat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar” (Kis. 4:19-20). Dia juga menggunakan kunci kedua dari Kerajaan untuk membuka kerajaan bagi kaum beriman kafir di rumah Kornelius (Kis. 10). Dia melanjutkan memberitakan Kristus untuk mendirikan gereja walaupun faktanya dia diancam , dipukul dan dipenjara.

Ketika dia telah menjadi tua, dia menulis dalam 1 Petrus 2:5 bahwa kita adalah batu-batu hidup bagi pembangunan suatu rumah rohani. Dia tidak melupakan visi yang telah dilihatnya dalam Matius pasal 16. Puji Tuhan untuk saudara kita, Petrus, yang setia sampai akhir, memberitakan dan berjerih lelah bagi Kristus dan mendirikan gereja.

III. PAULUS MENJADI SUATU POLA BAGI KITA

Paiulus juga suatu pola yang sangat baik untuk membangun gereja. Dalam Kisah Para Rasul 26:19 Paulus memberitahu Raja Agripa bahwa dia “Tidak pernah tidak taat kepada penglihatan yang dari surga.” Bila dia berkata bahwa dia tidak pernah tidak taat, itu berarti bahwa satu orang dapat mejadi tidak taat. Dia setia. Dia tidak pernah tidak taat atas apa yang dilihatnya. Akankah kamu taat atau tidak taat atas apa yang kamu lihat.

Apakah yang telah dia lihat dalam visi yang surgawi. Dia melihat Kristus dan gereja. Pada waktu itu namanya Saulus dan ia menganiaya gereja (Kis. 9:1). Pada hari perubahannya, ia dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap semua orang yang memanggil nama Tuhan (Kis. 9:14). “Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya:”Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? ”Jawab Saulus;” Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: ”Akulah Yesus yagn kauaniaya itu”(Kis 9:3-5).

Saulus tidak mempunyai wahyu ini, ia berpikir bahwa ia menganiaya Stefanus dan pengikut Yesus yang lain, yang ada di atas jalan yang dianggapnya sebagai sekte, untuk mereka yang satu dengan Tuhan dengan disatukan kepada Dia melalui iman mereka dalam Dia. Dia mengira bahwa ia menganiaya orang-orang di bumi, tidak pernah berpikir bahwa ia menjamah Seseorang di Surga.Satu kejutan besar bagi Saulus ketika ada suara dari surga memberitahunya bahwa Dialah Seseorang yang ia aniaya, dan namaNya adalah Yesus. Baginya , ini adalah satu wahyu yang unik di seluruh alam semesta! Dengan ini ia mulai nampak bahwa Tuhan Yesus dan kaum berimanNya adalah satu persona yang besar—“Aku” yang ajaib. Ini pasti telah memberi kesan yang dalam dan mempengaruhi dia untuk ministrinya kelak tentang Kristus dan gereja sebagai misteri yang besar (Ef. 5:32), dan meletakkan dasar yang kokoh bagi ministrinya yang unik.Aku Yang Ajaib menunjukkan bahwa ia melihat Manusia Baru yang universal, Tubuh Kristus, dengan Kepala di surga dan Tubuh di bumi.

Visi Kristus dan gereja-Nya melepaskan ia dari segala sesuatu, dan memindahkannya ke dalam Kristus. Dia terlibat sangat dalam dengan agama Yahudi. Dia bersemangat untuk itu. Dia mencoba yang terbaik untuk unggul dalam agama Yahudi bahkan sampai puncaknya menganiaya gereja dengan ancaman dan pembunuhan. Tetapi ia menjadi buta pada saat melihat Kristus dan gereja. Dia membuang semuanya dan datang kepada Kristus untuk gereja-Nya.

Dari visi datang suatu amanat dari Tuhan. Kisah Para Rasul 26:17-18 mengatakan, ”Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain.Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepadaKu memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.” Ayat-ayat ini menunjukkan pada kita lima hal dari amanat Saulus: (1) membuka mata mereka; (2) memalingkan mereka dari kegelapan kepada terang; (3) memlingkan mereka dari kuasa iblis kepada Allah; (4) sehingga mereka mendapat pengampunan dosa; (5) dan mereka mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan oleh iman dalam Tuhan Yesus.

Dia setia kepada visi dan amanat. Dengan segera sesudah baptisannya, dia memproklamirkan Yesus di Damsyik, dan bergabung bersama murid-murid (Kis. 9:18, 20, 26). Ketika ia dianiaya, ia pergi ke Yerusalem dan “berbicara dengan berani dalam nama Tuhan”(Kis 9:28).

Dia mempunyai suatu permulaan yang kuat dan melanjutkannya lebih kuat lagi. Dia pergi melewati Asia kecil dan Eropa untuk memberitakan Kristus (Kis 9:28), menggembalakan kaum beriman baru(Kis 20:18-38), mengajarkan mereka apa yang ia tahu tentang Tuhan (Kis 20:18-28), dan mendirikan gereja - gereja (Kis 13-28; 14:23; Ti 1:5). Dia setia sampai akhir. Dia berkata dalam 2 Tim 4:7-8,”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.’ Karena ia setia, sebuah mahkota telah tersedia baginya.

Kamu mungkin berkata bahwa Paulus adalah orang yang khusus dan kamu tidak pernah menjadi seperti dia. Kita memang tidak pernah menerima visi sugawi tentang Kristus dan gereja secara langsung seperti yang dialami oleh Paulus, tetapi kita dapat menerima suatu visi surgawi secara tidak langsung melalui perkataan ministri Paulus. Sesungguhnya ini tidak berbeda. Tuhan berkata kepada Tomas dalam Yohanes 20:29,” Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Kita adalah orang - orang yang tidak melihat dan yang percaya. Kita yang tidak mempunyai visi yang surgawi secara langsung seperti Paulus, namun kita dapat melihat dari ministrinya dalam surat - surat rasulinya. Kita lebih diberkati. Tetapi kita harus setia unutk apa yang telah kita lihat. Paulus berkata dalam Filipi 3:17,” Saudara - saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sam seperti kami yang menjadi teladanmu.” Dia adalah pola kita. Dia pergi mendahului kita. Dia kali pertama melihat visi yang surgawi. Semua yang telah dia lihat adalah untuk kita terima dan tiru sebagai suatu pola.

Orang muda ini, Saulus dari Tarsus, adalah suatu contoh riil bagi kita. Ini mungkin bahwa dalam seluruh Alkitab hanya Tuhan Yesus sebagai manusia yang dapat melampaui Saulus, yang kemudian disebut Paulus. Paulus bahkan memberitahu kita dalam 1 Timotius bahwa ia adalah pola bagi kaum imani (1:16). Saulus agamis dan alamiah, sampai suatu hari ia menerima visi surgawi dan dipisahkan dari segala sesuatu yang bukan Kristus kepada diri Kristus sendiri. Sejak hari itu ia menjadi sangat berguna di tangan Allah dan mempunyai pengaruh yang besar. Tuhan melalui dia dapat merampungkan banyak perkara yang besar.Inilah jenis orang yang Allah dapat memakainya pada hari ini. Kita semua boleh pergi kepada Tuhan dan berkata,” Tuhan, aku disini. Aku terbuka kepadaMu, kepada visiMu, kepada amanatMu, dan aku siap membayar harga berapapun, pengorbanan apapun.Aku ingin menganggap segala sesuatu rugi dan menganggap hanya Kristus sebagai keuntungan. Aku siap untuk diduduki, dimiliki, dan dipenuhi oleh Kristus. Jika kita pergi kepada Tuhan dan meluangakan waktu dengan Dia menerima visi yang surgawi, kita akan mempunyai penghidupan yang berkontak dengan Kristus dan menjadi hidup, anggota yang berfungsi dari anggota TubuhNya yang hidup. Kemudian kita akan menjadi orang-orang dalam rencan Allah.

IV. Yohanes menjadi suatu pola bagi kita.

Yohanes adalah pola yang lain bagi kita. Kamu mungkin berkata bahwaYohanes tidak terlihat mempunyai banyak hal yang dirampungkan dalam injilnya dan dalam Kisah Para Rasul. Itu benar. Tetapi ia ada di sana, dan dia sangat setia. Dia bersama dengan Tuhan selama ministri bumiahnya selama tiga setengah tahun. Ketika Tuhan ditangkap dan diadili, Petrus menyangkal Tuhan tiga kali dan meninggalkan( Mat 26:75), namun Yohanes tetap tinggal(Yoh 18: 15-16). Ketika Tuhan disalibkan, tidak satu murid pun ditemukan ada di sekeliling salib, tetapi Yohanes ada disana ( Yoh 19:16). Setelah mendengar berita kebangkitan Tuhan, Yohanes lebih dulu tiba di kubur( Yoh 20:4). Yohanes hadir pada pertemuan pertama untuk menerima hembusan dan pencurahan Roh Kudus. Dia juga denga Petrus saat penyelamatan dari 3000 dan 5000 jiwa. Dia sangat setia dalam segala hal bahwa Tuhan sedang melakukan pembangunan Tubuh Kristus. Dia tidak mengambila pimpinan, namun dia satu dengan dan memberi dukungan yang penuh kepada Petrus, yang pada waktu itu mengambil pimpinan. Dia mempunyai visi yang jelas tentang Kristus dan gereja. Dia nampak kebutuhan keesaan (Yoh 17) dan memelihara keesaaan Roh itu.

Tuhan memelihara dia sampai semua murid - murid yang semula meninggal dunia. Dia sangat setia sampai akhir, bahkan selama pembuangannya di pulau Patmos.Kemudian hanya kepadanya Tuhan menunjukkan wahyu yang terakhir - Yerusalem Baru, perampungan yang ultima dari perbauran Kristus dan gereja yang terbangun. Yohanes adalah suatu pola yang pasti bagi kita untuk diikuti bagi pembangunan gereja.

V. Menjadi setia sampai akhir bagi pembangunan gereja.

Apakah kamu telah nampak visi tentang Kristus dan gereja? Petrus, Paulus dan Yohanes nampak visi dalam roh mereka. Kalian semua dapat melakukannya dengan mendoakan firman dalam Roh dan bersekutu dengan rekanmu. Akhirnya kamu akan nampak visi yang sama yang mereka lihat. Berdasarkan visi Kristus dan gereja, kamu akan menerima suatu amanat dari Tuhan memberitakan firman, membawa anggota - anggota yang baru ke dalam Tubuh Kristus, merawat mereka dalam hayat, mengajarkan kebenaran kepada mereka, dan membangun mereka di dalam gereja. Bersama-sama , kamu akan membangkitkan gereja-gereja di muka bumi dan membawa Tuhan datang kembali.

Nampak visi dan menerima amanat masih tidak cukup. Kamu perlu taat kepada visi yang surgawi, dan kamu perlu setia melaksanakan amanat. Petrus, Paulus dan Yohanes akan menerima pahala, dan demikian juga kamu. Jangan meletakkan mereka sebagai alas dan merendahkan dirimu sendiri. Mereka adalah saudara-saudara terkemuka kita. Mereka mempunyai problem yang sama seperti yang kita miliki. Mereka juga mempunyai roh yang sama dengan kita. Apapun yang mereka punyai kita juga mempunyai. Haleluyah! Suatu hari kita akan berbaris dalam satu garis yang sama bersama-sama menerima pahala kesetiaan dalam menikmati Kristus untuk membangun gereja.

Pertanyaan- Pertanyaan

1. Apakah pola-pola yang kamu temukan untuk diikuti dalam mengikuti :

a. Tuhan Yesus? , b. Petrus? , c. Paulus? , d. Yohanes?

2. Apakah kamu telah nampak visi Kristus dan gereja?

3. Setelah menyelesaikan pelajaran ini dan nampak visi pembangunan gereja, akankah kamu taat kepada visi yang surgawi?

PELAJARAN HAYAT

HAYAT ILAHI YANG KEKAL

HAYAT ADALAH DIRI ALLAH SENDIRI

TIGA HAYAT DAN EMPAT HUKUM

HUKUM HAYAT DAN TERANG HAYAT

PERTUMBUHAN HAYAT

PENGALAMAN HAYAT

PERASAAN DAN PERSEKUTUAN HAYAT

KONSEKRASI

MEMELIHARA SELURUH DIRI KITA BAGI HAYAT

MENTAATI PENGAJARAN PENGURAPAN

DIPENUHI DENGAN ROH KUDUS

MEMBERSIHKAN HAL-HAL YANG LAMPAU

MEMBERESKAN DOSA-DOSA

MENGHADAPI DUNIA

MEMBERESKAN DAGING DAN EGO

MEMBERESKAN SUSUNAN ALAMIAH, INDIVIDUALISME

DAN PERPECAHAN

DUA MACAM BUAH YANG DIHASILKAN

DARI HAYAT ILLAHI

MEMBANGUN TUBUH KRISTUS DALAM KEESAAN

BERKUASA DALAM HAYAT, PAHALA KERAJAAN, DAN YERUSALEM BARU

MEMELIHARA SATU ROH YANG KUAT DENGAN MENYERU DAN BERDOA

DIPERKAYA DENGAN FIRMAN MELALUI DOA-BACA,

MEMBACA, MEMPELAJARI, DAN MENGHAFAL

MEMBICARAKAN FIRMAN KRISTUS

AGAR TETAP BERADA DI DALAM HAYAT

MENEMPUH PENGHIDUPAN ORANG KRISTEN YANG NORMAL

MEMILIKI SUATU KEHIDUPAN GEREJA YANG NORMAL