← Daftar isi Kaum Muda bagi Pembangunan Gereja Pola-pola Kita untuk Membangun Gereja · bab 22/24

KAUM MUDA BAGI PEMBANGUNAN GEREJA

Pembacaan Alkitab: 1 Sam. 2:18; 16:11-13; Dan. 1:4, 8, 17; 2 Tim. 2:22; 3:1-4; Pkh. 4:12

Garis Besar

I. Allah memanggil kaum muda bagi pergerakan-Nya

II. Ditangkap dan diduduki oleh Allah

III. Menetapkan di dalam hati kita untuk tidak dicemari

IV. Keperluan bagi rekan-rekan

V. Berdoa dan menuntut kebenaran bersama rekan-rekan

Adalah baik bila pada saat kamu muda, kamu melihat visi mengenai gereja dan kamu mengembangkan sebuah beban untuk membangun gereja. Sesudah melihat visi gereja, kita semua memiliki perasaan bahwa kita ingin memberikan diri kita kepada Tuhan untuk membangun suatu hal yang paling ajaib di alam semesta—gereja-Nya. Beberapa orang dapat melihat visi ini ketika mereka lebih tua. Semakin tua seseorang, semakin sedikit waktu yang dia miliki untuk membangun. Kamu memliki waktu karena kamu masih muda. Hati-hati, waktumu dapat habis seperti orang lainnya jika kamu tidak mengatur hatimu di atas pembangunan Tuhan hari ini. Kamu harus melakukan segala sesuatu yang mungkin dilakukan, termasuk belajar dengan keras, membaca Alkitab, berdoa, belajar memberitakan, bersidang, dan mempersembahkan kepada Tuhan, menyiapkan diri kamu untuk pekerjaan ministri dan untuk pembangunan gereja.

I. ALLAH MEMANGGIL KAUM MUDA BAGI PERGERAKAN-NYA

Adalah hal yang baik bagi kaum muda berada di dalam pemulihan Tuhan. Di dalam setiap zaman dan generasi Allah telah datang kepada kaum muda untuk melaksanakan pergerakan-Nya. Baik Alkitab dan sejarah gereja memperlihatkan kepada kita bahwa Allah ingin menggunakan kaum muda. Kita dapat berkata bahwa Adam masih muda ketika Allah bersamanya karena dia baru saja diciptakan. Habel, generasi kedua manusia di dalam garis hayat, mungkin juga masih muda ketika dia mempersembahkan kurban-kurban kepada Tuhan (Kej. 4:2, 4). Henokh masih muda ketika mulai berjalan di dalam hadirat Allah. Dia mulai berumur enam puluh lima tahun ketika dia mulai berjalan bersama dengan Allah, tetapi di zamannya manusia yang berumur enam puluh lima tahun masihlah muda. Dia berjalan dengan Allah selama tiga ratus tahun, dan Allah meletakkan dia pada umur tiga ratus enam puluh lima tahun (Kej. 5:21-22).

Waktu pertama kali Allah memanggil Abraham, dia masih di Mesopotamia. Pada waktu itu dia masih muda. Muda dipanggil oleh Allah dan mulai melayani-Nya ketika dia berumur delapan puluh tahun, tetapi persiapannya untuk melayani dimulai ketika dia masih seorang anak kecil yang dirawat oleh ibunya. Samuel adalah seorang anak laki-laki yang muda ketika dia ditangkap oleh Allah (1 Sam. 2:18). Daud juga masih muda ketika dia mulai diurapi menjadi raja (1 Sam. 16:11-13). Demikian juga, Daniel masih muda ketika dia menjadi seorang pemenang di istana raja Babel.

Di dalam Perjanjian Baru, tidak seorang pun dari rasul-rasul yang Yesus panggil adalah seorang yang tua. Mereka semua adalah kaum muda. Ketika Tuhan berjalan di sepanjang pantai laut Galilea, Dia memanggil kaum muda. Zebedeus dengan kedua orang anaknya, Yohanes dan Yakobus, tetapi Tuhan hanya memanggil kedua orang anaknya dan bukannya Zebedeus (Mat. 4:21-22). Hal ini adalah cara ilahi dan ekonomi Allah untuk memanggil anak-anaknya dan bukan ayahnya. Para penatua di dalam gereja yang pertama di atas bumi, gereja di Yerusalem, adalah kaum muda.

Alkitab juga memberitahu kita bahwa Timotius menjadi seorang rasul (1 Tes. 1:1; cf. 2:6) sebagai seorang muda yang melaksanakan kesaksian Tuham. Di dalam 2 Timotius 2:22 Paulus menulis, "Sebab itu jauhilah nafsu orang muda." Hal ini menunjukkan bahwa penerima dari surat Rasul itu masih muda. Saya bahagia bahwa saya dipanggil oleh Allah ketika saya masih remaja. Mereka semua yang berada di dalam tahap permulaan pemulihan Tuhan dari penghidupan gereja yang tepat di atas lima puluh tahun yang lalu adalah kaum muda yang berumur dua puluh tahun. Sangat sedikit yang berada di tas dua puluh lima tahun. Kebanyakan mereka di SMU atau kuliah.

Jadi, kamu seharusnya tidak menanggap dirimu terlalu muda untuk serius dengan Tuhan. Kamu berada pada umur yang tepat untuk dipanggil bagi pergerakan Tuhan di dalam pemulihan-Nya untuk pembangunan gereja-Nya.

II. DITANGKAP DAN DIDUDUKI OLEH ALLAH

Tujuan Satan, musuh Allah, adalah untuk merampas dan menduduki umat manusia. Di dalam 2 Timotius 3:1-4 Paulus berkata, "Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri, dan menjadi hamba uang ... tidak suka yang baik ... lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah." Hari ini di seluruh bumi, orang-orang muda adalah pengasih-pengasih kesenangan. Olah raga, hiburan-hiburan, dan pertunjukan-pertunjukan adalah kesenangan-kesenangan sederhana.

Paulus memberitahu Timotius untuk berjaga-jaga bahwa akan datang masa-masa sukar ketika manusia mencintai dirinya sendiri. Sejarah memberitahu kita bahwa pada waktu keruntuhan kerajaan Romawi, bangsa Roma adalah pencinta-pencinta diri sendiri. Mereka tidak mempedulikan orang lain tetapi hanya diri mereka sendiri. Tentu saja, mereka juga adalah pencinta-pencinta uang. Diri sendiri, uang dan kesenangan selalu bersama-sama. Di mana ada diri sendiri, uang dikasihi dan kesenangan dicari. Manusia-manusia yang di dalam kondisi ini sepenuhnya dirampas dan diduduki oleh sesuatu yang bukan Allah. Mereka adalah pecinta-pecinta diri mereka sendiri, uang, dan kesenangan-kesenangan, tetapi bukan pengasih-pengasih Allah atau segala hal yang baik.

Puji Tuhan bahwa ditengah-tengah suatu situasi yang rusak demikian, Dia telah mengunjungi beberapa orang di antara kita. Beberapa orang muda di antara kita bukan hanya telah ditangkap oleh Allah tetapi juga diduduki oleh-Nya. Mereka telah "dihancurkan" oleh-Nya. Satan merampas manusia, tetapi Allah "menghancurkan" orang. Satan merampas manusia agar mereka menjadi tidak berguna bagi tujuan Allah, tetapi Allah menghancurkan manusia agar mereka menjadi tidak berguna bagi tujuan Satan, dari tujuan mencintai uang dan kesenangan. Mengapa terdapat begitu banyak kaum muda yang menghadiri sidang-sidang gereja? Mengapa mereka tidak mencari olahraga atau pertunjukan? Itu karena mereka telah dihancurkan. Lebih dari enam puluh tahun yang lalu, saya telah dihancurkan oleh Allah. Saya adalah seorang muda yang aktif, ambisius, dan pandai. Namun, suatu hari saya telah dihancurkan oleh Allah. Beberapa kali saya mencoba untuk kembali ke jalan lama saya, tetapi saya telah dihancurkan, saya tidak dapat lagi melakukannya. Kita telah ditangkap dan diduduki oleh Dia.

Mengapa Allah "menghancurkan" kita dan mengapa Dia menginginkan untuk "menghancurkan" beberapa orang dari teman-teman kita? Dia perlu membangun gereja-Nya. Dia memerlukan bahan-bahan dan sekerja-sekerja untuk pembangunan gereja.

III. MENETAPKAN DI DALAM HATI KITA UNTUK TIDAK DICEMARI

Daniel ditawan ketika masih muda. Dia dan ketiga temannya yang adalah keturunan Yehuda, telah dipilih untuk masuk ke dalam istana raja untuk diajar. Mereka bertiga telah memutuskan untuk tidak memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala-berhala. Makanan itu bukan lagi hanya makanan; tetapi telah menjadi berhubungan dengan setan-setan. Memakannya bukanlah perkara yang kecil. Daniel dan tiga temannya telah menetapkan di dalam hati mereka untuk tidak dicemari, untuk tidak berbagian di dalam elemen pencemar itu (Dan. 1:8).

Bagi Daniel dan tiga temannya tidak memakan makanan raja adalah untuk memprotes, menjadi kesaksian Allah, melawan pasang penyembahan berhala. Ini adalah sebuah hal yang besar di mata Allah dan juga di mata Iblis. Ini adalah pertempuran dari suatu peperangan rohani. Di dalam situasi demikian, Daniel adalah seorang yang ditangkap oleh Allah. Dari masa mudanya, dia telah dipanggil, ditawan, dan sepenuhnya diduduki oleh Allah. Pada akhirnya, hal itulah yang menyebabkan dia menghasilkan pemulangan dari penawanan.

Kaum muda hari ini juga berada di dalam suatu situasi penawanan. Kesaksian Allah telah dirampas, dan kekayaan-kekayaan, bejana-bejana, dari kesaksian Allah telah ditawan. Segala hal di zaman ini telah dicemari termasuk agama dan masyarakat dengan kesenangan-kesenangannya. Hari ini seluruh agama berada di dalam suatu bentuk penyembahan berhala. Agama memakai nama Allah, tetapi menyembah sesuatu yang diluar Allah. Ini adalah penyembahan berhala. Allah memerlukan bebetapa kaum muda untuk menjaga diri mereka dari pencemaran oleh penyembahan berhala. Ketika beberapa kaum muda melihat situasi agama hari ini, mereka akan menetapkan di dalam diri mereka. Mereka akan berkata, "Tuhan, sejak hari ini saya tidak akan lagi dicemari dengan agama ini. Saya akan melarikan diri dari pencemaran ini." Menjauhi nafsu orang muda adalah menjaga dari dicemari.

Jangan turut dengan situasi hari ini. Pada masa Daniel, beberapa kaum muda dapat berkata, "Apa yang salah bagi kami untuk memakan makanan raja? Segala sesuatu yang diciptakan Allah adalah bersih. Kami tidak mempedulikan apakah makanan ini telah dipersembahkan kepada berhala-berhala atau belum. Kami hanya mengambil keuntungan dari makanan itu." Ini adalah perkataan yang salah dan kalah. Mereka seharusnya lebih baik berkata, "Saya tidak akan turut dengan arus ini. Saya akan terpisah darinya. Saya protes melawan situasi hari ini. Silahkan yang lain makan, tetapi saya tidak akan." Jika kaum muda hari ini akan membuat sebuah ketetapan demikian ini di dalam hati mereka, Allah akan memakai mereka.

Kaum muda perlu menjauhi nafsu orang muda, dan mereka seharusnya juga mengejar, yang adalah mengejar, kebenaran, iman, kasih, dan damai (2 Tim. 2:22b). Kebenaran, iman, kasih dan damai semuanya adalah Kristus. Mengejar hal-hal ini adalah mengejar Kristus di dalam aspek-aspek yang berbeda. Menjauhi nafsu orang muda dan mengejar Kristus sebagai kebenaranmu di dalam hubunganmu dengan yang lainnya, sebagai imanmu di dalam hubunganmu dengan Allah, sebagai kasihmu di dalam hubunganmu satu sama lainnya, dan sebagai damaimu. Menjauhi dan mengejar demikian adalah suatu hidup bagi kesaksian Allah. Hal ini adalah kehidupan Injil sehari-hari. Suatu jalan sehari-hari yang mengekspresikan kebenaran, iman, kasih, dan damai adalah pemberitaan Injil yang terbaik. Hal itu adalah kehidupan yang membuka jalan bagi penginjilan untuk mencapai manusia.

III. KEPERLUAN BAGI REKAN-REKAN

Kamu perlu memiliki suatu kehidupan yang menjauhi dan mengejar. Namun, ketika kamu berusaha keras untuk menjauhi dan mengejar, kamu akan menemukan bahwa kamu tidak dapat melakukannya dengan dirimu sendiri. Cara untuk menjauhi nafsu orang mudamu dan mengejar Kristus adalah di dalam bagian terakhir dari 2 Timotius 2:22. Ayat ini berkata, "Jauhilah nafsu orang muda, dan kejarlah kebenaran, iman, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang menyeru nama Tuhan dengan hati yang murni." Kamu memerlukan "mereka yang menyeru nama Tuhan dengan hati yang murni." Dengan dirimu sendiri kamu tidak akan mampu. Kuncinya adalah "dengan mereka."

Kaum muda harus membuat keputusan untuk mengambil beberapa orang lain sebagai rekan-rekan. Daniel memiliki tiga rekannya. Di bawah Tuhan Yesus di dalam Perjanjian Baru tidak seorang pun dari murid-murid menjadi individual-individual. Mereka diutus berdua-dua; mereka semua memiliki rekan-rekan. Petrus dan Andreas serta Yakobus dan Yohanes ditunjukkan di dalam Injil-injil sebagai pasangan (Mat. 4:18, 21).

Bila kita memiliki empat orang rekan yang mendukung kita dari setiap arah, kita tidak akan jatuh, meskipun segala badai datang. Bila seseorang berdiri oleh dirinya sendiri, dia mungkin akan dapat ditangkap oleh musuh. Merupakan hal yang baik bagi empat atau lima lima orang muda dari sekolah menengah pertama untuk berkumpul bersama-sama sebagai rekanan. Marilah saudara-saudara muda menjadi rekanan satu dengan lainnya, dan marilah saudari-saudari muda menjadi rekanan satu dengan lainnya.

Kita memerlukan rekan-rekan bukan hanya karena kita lemah untuk berdiri dengan diri sendiri, tetapi juga karena kita sangat alamiah. Menurut watak alamiah kita, sangat sulit bagi kita untuk memiliki rekan-rekan. Individualisme kita adalah sebuah kesenangan bagi kita. Kita sangat menikmati individualisme kita. Kita mungkin tidak peduli terhadap seorang saudara atau saudari karena mereka tidak seperti kita. Kita meminta agar orang lain seperti kita. Menginginkan orang lain agar seperti kita adalah jahat. Bila kita mengasihi Tuhan, kita seharusnya dapat pergi ke saudara atau saudari manapun, tidak peduli seperti apakah mereka. Mereka mungkin adalah orang yang lamban atau cepat, bodoh atau pandai, seperti kamu atau seratus persen berbeda dengan kamu. Kita seharusnya melupakan semua perbedaan. Kita harus memiliki rekan-rekan. Bila kaum muda dikelompokkan dengan cara ini, Satan akan dipermalukan. Ini adalah sebuah masalah yang besar.

Bila lima orang murid sekolah menengah pertama dikelompokkan sebagai satu kelompok, sekolah mereka akan "diruntuhkan." Bila mereka mulai dengan lima, setelah waktu yang tidak lama, mungkin dua bulan, mereka akan menjadi lima belas. Pemberitaan Injil di sekolah mereka akan seperti api yang besar. Bahkan para mahasiswa dan kaum profesi perlu rekan-rekan. Mereka perlu bekerja bersama, hidup bersama-sama, dan memiliki hidup sehari-hari mereka bersama-sama. Pengkotbah 4:12 berkata, "tali tiga lembar tidak mudah diputuskan." Bila seorang memiliki empat orang rekan, mereka berlima akan menjadi seutas tali lima ganda. Tidak yang datang memutuskan mereka. Pemberitaan Injil dari kelima orang ini akan ternyatakan. Mereka akan menundukan orang. Kelompok mereka akan menghakimi orang, dan Satan akan dipermalukan.

Jangan memiliki rekan-rekan di dalam cara yang salah. Jangan mengambil seorang saudara sebagai seorang rekan karena kamu menyukainya dan esok harinya kamu menolak dia karena kamu tidak menyukainya. Bila dia adalah seorang saudara, kamu harus mengambil dia. Hal ini akan menundukan dan memecahkan kamu perlu dipecahkan. Siapakah yang akan memecahkan kamu? Para isteri adalah "pemecah-pemecah " yang baik, tetapi saya tidak percaya bahwa para isteri dapat secara penuh memecahkan suami mereka. "Pemecah-pemecah" yang baik adalah saudara dan saudari di dalam kelompok kamu.

Kaum muda harus menengadah kepada Tuhan untuk memiliki empat atau lima orang rekan. Bahkan orang-orang di dalam dunia berkata bahwa kesatuan adalah kekuatan. Dengan diri sendiri saya tidak mampu melakukan banyak hal, tetapi ketika saya memiliki empat orang rekan, saya akan mampu melakukan banyak hal.

V. BERDOA DAN MENUNTUT KEBENARAN BERSAMA REKAN-REKAN

Apakah yang dilakukan rekan-rekan ketika mereka berkumpul? Bila mereka berbicara hal-hal yang duniawi, mereka akan diputuskan dari Tuhan. Bila mereka mencerca satu sama lain dengan perkataan yang menuduh, mereka akan menghancurkan satu sama lain. Lima orang rekan seharusnya selalu menyeru nama Tuhan bersama-sama (2 Tim. 2:22). Mereka seharusnya selalu berkumpul untuk bersekutu, doa-baca, berdoa dan merawat orang-orang baru. Satu orang baru milik seorang saudara seharusnya menjadi milik saudara yang lain juga. Di dalam cara ini satu kelompok dari lima orang kaum saleh akan memiliki lima belas orang baru yang berada di bawah perawatan mereka. Semua orang baru ini akan diselamatkan. Prinsip bagi kaum saleh di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah bahwa mereka seharusnya dikelompokkan bersama-sama. Kaum muda perlu menjauhi nafsu orang muda dan mengejar kebenaran dengan beberapa orang rekan.

Mereka perlu berdoa. Berdoa menguatkan roh mereka. Berdoa akan mengerakkan Tuhan untuk bekerja. Berdoa akan memberikan mereka tuntunan bagaimana untuk dapat melanjutkannya dengan Tuhan. Paulu berkata di dalam 1 Timotius 2:1, "Pertama-tama aku menasihatkan" Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang." Berdoa adalah hal yang pertama yang harus kita lakukan. Kita suka berbicara; kita tidak suka berdoa. Kita perlu mengembangan sebuah kebiasaan untuk berdoa. Daniel tiga kali sehari berdoa dengan berlutut di hadapan Allah. Itu adalah kebiasaannya. Karena itu, kaum muda seharusnya berdoa bersama-sama untuk mengembangkan suatu kebiasaan yang kudus demikian. Paulus juga menyuruh kaum saleh untuk senantiasa berdoa. Kaum muda juga perlu mengembangan sebuah kebiasaan rohani untuk senantiasa berdoa. Cara yang terbaik untuk mengembangkan suatu kebiasaan demikian adalah dengan berdoa setiap waktu kita memikirkan seseorang atau setiap waktu kita harus melakukan sesuatu hal atau mengucapkan sesuatu. Jika kaum muda akan berdoa bersama-sama, mereka akan memberikan kepada Tuhan sebuah kesempatan untuk menyempurnakan mereka bago pekerjaan ministri itu dan bagi pembangunan gereja.

Mereka seharusnya menyelidiki hal-hal mengenai Kristus dan gereja. Ketika sebuah kelompok berkumpul, satu orang saudara dapat meminta kepada yang lainnya untuk dapat membicarakan sesuatu mengenai jaminan keselamatan. Kaum muda di dalam gereja dapat mengetahui bagaimana menyeru nama Tuhan, dan mereka dapat diselamatkan. Namun, beberapa orang mungkin tidak mengetahui dengan pasti bahwa mereka diselamatkan. Pada akhirnya, jaminan keselamatan mereka akan diuji. Kaum muda seharusnya secara menyeluruh bersekutu mengenai hal-hal seperti jaminan keselamatan dan kelahiran kembali di dalam kelompok-kelompok.

Gereja tidak memiliki waktu yang cukup untuk membahas semua hal ini. Sebagai akibatnya, pengenalan dan pengetahuan kaum muda adalah terlalu umum. Kaum muda seharusnya memperhatikan keperluan mereka sendiri di dalam kelompok mereka. Jika tidak, pada kahirnya kita mungkin memiliki sejumlah kaum saleh yang baik di antara kita, tetapi mereka tidak akan secara menyeluruh berakar di dalam hal-hal yang rohani. Jika lima orang muda tidak dapat berbicara secara jelas satu sama lain tentang jaminan keselamatan, bagaimana mereka dapat membantu orang lain? Mereka mungkin hanya dapat membantu mereka untuk menyeru nama Tuhan secara umum. Di dalam kelompok mereka kaum muda seharusnya membantu satu sama lain agar jelas mengenai pengalaman hayat.

Kita perlu meletakkan sebuah pondasi bagi pekerjaan kaum muda. Kaum muda seharusnya dibantu untuk mengenal apakah jaminan keselamatan itu, apakah kelahiran kembali, dan apakah hayat yang kekal. Jika setiap kelompok membahas satu atau dua topik setiap minggu, sesudah setengah tahun mereka akan mereka akan telah membahas tiga puluh sampai empat puluh topik dasar. Ini akan meletakkan dasar yang baik. Adalah tidak cukup untuk berkumpul dan berdoa secara umum. Kaum muda harus melakukan hal yang khusus, seperti hal kita memakan sesuatu yang khusus dan pasti setiap kita makan.

Melaksanakan sidang di dalam kelompok-kelompok kecil bukanlah hal yang sulit untuk dikerjakan. Setiap minggu sesudah sebuah sidang gereja, lima orang muda dapat pergi ke rumah seorang saudara untuk bersekutu. Mengeluarkan waktu hanya lima belas menit akan menjadi sebuah pertolongan bagi mereka. Mereka tidak seharusnya bersekutu di sana secara umum. Ini adalah waktu untuk membahas dua atau tiga topik khusus.

RINGKASAN

Kita mengharapkan bahwa semua orang muda akan memiliki sebuah beban bagi pembangunan gereja. Untuk melakukan pekerjaan pembangunan, mereka perlu ditangkap dan diduduki oleh Allah, menetapkan di dalam hati mereka untuk tidak dicemari, dan menjauhi nafsu orang muda dengan rekan-rekan mereka. Rekan-rekan memerlukan persekutuan satu sama lain, berdoa, mencari Tuhan di dalam Firman, dan memberitakan Injil bersama-sama. Tuhan akan mempersiapkan orang-orang muda ini bagi pergerakan-Nya, pemulihan-Nya, dan bagi pembangunan gereja-Nya.