IMAMAT KUDUS, RAJANI, DAN INJILI BAGI PEMBANGUNAN GEREJA
Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 2:5, 9; Rm. 15:16; Ibr. 9:14; 1 Yoh. 1:9; Yoh. 1:29; Ef. 2:14; 5:26; Kol. 2:9; Ibr. 4:16; Rm. 10:17; Maz. 119:147-148
Garis Besar
I. Definisi seorang imam
II. Imamat Kudus
III. Imamat Rajani
IV. Imamat Injili
V. Bagaimana melaksanakan imamat
A. Disegarkan setiap pagi untuk dijenuhi dengan Tuhan
B. Memikul orang-orang di hatimu kepada Tuhan di dalam doa
C. Melahirkan melalui kunjungan Injil
D. Merawat melalui penggembalaan
E. Mengajar di dalam kelompok-kelompok kecil
F. Membangun melalui bertutur sabda
Imamat adalah penting untuk membangun gereja. Ada tiga aspek dari imamat—kudus, rajani, dan Injil. Tetapi meskipun ada tiga aspek, ketiganya adalah imamat yang sama. Kita perlu menjadi imam-imam di dalam imamat dengan ketiga aspeknya. “Hood” mengacu kepada pembangunan imam-imam. Ketika kamu memiliki sebuah “imamat,” kamu memiliki pembangunan.
I. DEFINISI SEORANG IMAM
Kamus memberitahu kita bahwa seorang imam adalah seorang yang melayani Allah secara profesional. Kebanyakan orang Kristen akan memberitahu kita bahwa seorang imam adalah seorang yang melayani Allah. Ini adalah benar, tetapi apakah artinya melayani Allah? Orang-orang Kristen hari ini akan menjawab bahwa melayani Allah adalah bekerja bagi Allah. Jawaban ini adalah salah! Mengatakan bahwa seorang imam adalah seorang yang melayani Allah adalah benar, tetapi mengatakan bahwa melayani Allah hanyalah mengerjakan sesuatu bagi Allah, adalah salah.
Untuk menyadari apakah seorang imam, kita pertama-tama harus melihat rencana kekal Allah. Allah adalah Allah yang bertujuan. Dia memiliki sebuah rencana yang ingin Dia rampungkan. Menurut wahyu Alkitab, Allah memiliki sebuah rencana untuk menggarapkan diri-Nya ke dalam sekelompok orang, sehingga Dia dapat menjadi hayat mereka, dan sehingga mereka dapat menjadi ekspresi-Nya. Atas dasar rencana ini Allah menciptakan manusia.
Manusia ditakdirkan untuk menerima Allah, diisi, dijenuhi dan dirembesi dengan Allah, dan agar Allah mengalir keluar darinya sehingga dia dapat menjadi ekspresi Allah yang hidup. Ini adalah sebuah definisi singkat dari seorang imam. Dia harus mengontaki Allah, dipenuhi dengan Allah, dan dimiliki oleh Allah secara lengkap sehingga dia dapat dibangun dengan orang lain di dalam aliran hayat Allah. Kemudian imamat akan menjadi ekspresi korporat hidup-Nya.
Konsep Kekristenan adalah bahwa jika kita mengasihi Tuhan, kita harus bekerja bagi-Nya. Ini adalah sebuah konsep yang alamiah, agamawi, bukan wahyu Alkitab. Allah tidak pernah bermaksud memanggil kita hanya untuk bekerja bagi-Nya. Kehendak Allah adalah bahwa kita pertama-tama membuka diri kita kepada-Nya sehingga Dia dapat masuk ke dalam kita untuk memenuhi dan membanjiri kita sampai Dia telah memiliki setiap bagian dari diri kita. Seluruh diri kita harus dijenuhi dan dirembesi dengan-Nya. Kemudian kita akan menjadi satu dengan Dia. Kita tidak hanya akan mengenakan Dia secara luaran sebagai kuasa, tetapi dirembesi secara batini dengan Dia sebagai segala sesuatu. Kemudian secara spontan, Allah akan mengalir keluar dari kita, dan kita akan terbangun dengan yang lainnya di dalam aliran hayat.
Saya harus mengulangi bahwa seorang imam bukan hanya seorang yang bekerja bagi Allah. Allah tidak memiliki keinginan memanggil kita untuk mengerjakan sesuatu hal bagi-Nya. Kehendak-Nya adalah bahwa kita menjawab panggilan-Nya dengan membuka diri kita sendiri kepada-Nya dan berkata, “Tuhan, saya di sini, tidak siap untuk bekerja bagi-Mu, tetapi siap untuk diisi dan dimiliki oleh-Mu, dsan menjadi satu dengan-Mu.” Jika kita belum menjadi satu dengan Tuhan, kita tidak akan pernah bekerja bagi-Nya dan menjadi seorang imam yang sejati. Fungsi utama seorang imam adalah bukan untuk bekerja, tetapi mengeluarkan waktu di dalam hadirat Tuhan sampai dia menjadi satu dengan-Nya di dalam roh. Imamat adalah Allah berencana memiliki seorang manusia korporat yang dijenuhi dan dirembesi dengan diri-Nya.
II. IMAMAT RAJANI
Satu Petrus 2:5 berkata, “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” Imamat kudus adalah dilambangkan oleh imamat yang menurut urutan Harun. Menjadi kudus adalah dipisahkan dari hal-hal yang umum, hal-hal duniawi, ke dalam Allah yang kudus. Secara posisi atau obyektif kita perlu dipisahkan sehingga kita dapat diisi dengan Allah yang kudus secara watak atau subyektif. Jika kita tidak dipisahkan secara posisi, kita tidak dapat datang kepada Allah yang kudus. Sesudah kita datang kepada Allah, kita akan diisi dengan Allah dan sifat kudus-Nya, secara watak. Kemudian kita akan menjadi kudus sama seperti Dia.
Bagaimana kita datang kepada Allah sebagai seorang imam yang kudus? Tabernakel dan perlengkapannya adalah sebuah gambaran dari pengalaman kita yang sebenarnya. Bagian perlengkapan yang pertama di pelataran luar tabernakel adalah mezbah. Mezbah melambangkan salib dimana Kristus mati sebagai kurban kita (Ibr. 9:14). Ketika kita datang kepada Allah, kita pertama-tama perlu mempersembahkan Kristus sebagai kurban rohani kita, seperti yang dilambangkan oleh lima kurban dasar—kurban penghapus salah, kurban penghapus dosa, kurban pendamaian, kurban sajian, dan kurban bakaran (Ibe. 9:14). Ketika kamu datang kepada Allah, Dia mungkin mengekspos kamu atas sesuatu hal yang kamu katakan kepada ibumu yang adalah pemberontakan. Kamu dapat berdoa, “Tuhan, ampuni saya karena berbicara di dalam suatu cara yang memberontak kepada ibuku.” Dengan berdoa di dalam cara ini, kamu mengambil Tuhan sebagai kurban penghapus salahmu. Tuhan akan mengampuni kamu dari kurban penghapus salahmu (1 Kor. 15:3; 1 Yoh. 1:9). Kamu dapat melanjutkan berdoa, “Oh Tuhan, saya berbicara di dalam cara yang memberontak sebab saya memiliki sebuah sifat yang memberontak. Terima kasih Tuhan bahwa Kamu telah menyalibkan sifat dosaku, dan dibuat berdosa atas kepentinganku.” Di sini, kamu telah mempersembahkan Tuhan sebagai sebuah kurban penghapus dosa (Yoh. 1:29; 2 Kor. 5:21). Pada titik ini kamu akan merasakan penuh damai karena kamu merasakan bahwa Tuhan telah mengampuni kamu dan telah mencuci kamu. Kemudian kamu dapat berdoa lebih jauh, “Oh Tuhan, terima kasih; karena kamu adalah kurban penghapus salah dan kurban penghapus dosaku, sekarang saya memiliki damai dengan Allah dan ibuku.” Kamu telah mempersembahkan Kristus sebagai kurban pendamaian (Yoh. 14:27; 20:21; Ef. 2:140. Kemudian kamu dapat berdoa, “Tuhan, saya bukan seorang yang tepat dan seimbang; itulah mengapa saya selalu berdebat dengan ibuku. Tetapi saya memuji Kamu, Kamu sangat halus, seimbang dan murni. Saya berterima kasih kepada Kamu bahwa kamu tinggal di dalam saya, dan sehingga saya dapat mengambil kamu sebagai pribadi saya.” Kamu telah mempersembahkan Kristus sebagai kurban sajianmu (Yoh. 11:15, 35; Mat. 21:12-13; 23:33). Pada akhirnya, kamu boleh berdoa, “Tuhan, sebenarnya, saya berdebat sangat banyak karena saya bagi diri saya. Jika saya sepenuhnya bagi Allah dan kepentingan-Nya, saya tidak akan berdebat dengan ibu saya dalam sebuah cara yang memberontak. Tuhan, Kamu sepenuhnya bagi Allah; Kamu secara mutlak bagi kedambaan hati-Nya. Tuhan saya adalah satu dengan-Mu dan Kamu adalah satu dengan saya bagi Allah dan ekonomi-Nya.” Di dalam doa ini kamu telah mempersembahkan Kristus sebagai kurban bakaranmu (Yoh. 7:16-18).
Bagian perlengkapan kedua di pelataran luar adalah bejana pembasuhan. Bejana pembasuhan melambangkan pencucian air di dalam Firman (Ef. 5:26). Air ini adalah Roh hayat. Kita dibersihkan oleh Firman-Nya dari pencemaran dunia (Yoh. 15:3). Bagian perlengkapan pertama ketika kita masuk ke dalam ruang kudus adalah meja roti sajian. Roti melambangkan Firman sebagai makanan kita (Mat. 4:4). Bagian perlengkapan kedua di dalam ruang kudus adalah kaki dian. Kaki dian melambangkan terang yang diterima dari pembacaan Firman (Yoh. 8:12; Maz. 119:130). Tiga pengalaman ini adalah dari Firman. Ketika kita menggunakan roh kita untuk membaca Firman, Roh itu akan mencuci kita, memberi kita makan, dan menerangi kita.
Bagian perlengkapan ketiga di dalam ruang kudus adalah mezbah ukupan. Mezbah ukupan melambangkan doa kita (Why. 5:8). Ketika kita menggunakan Firman untuk berdoa, kita masuk ke dalam ruang maha kudus.
Bagian perlengkapan utama yang terdapat di dalam ruang maha kudus adalah tabut. Tabut melambangkan Kristus sebagai perwujudan Allah (Kol. 2:9). Ketika kita tiba pada tabut kita datang “kepada tahta kasih karunia sehingga kita dapat menerima rahmat dan dapat menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya” (Ibr. 4:16). Ini adalah tempat dimana kita bersekutu dengan Allah, dan dimana Allah dapat mengisi kita dengan diri-Nya untuk mengubah kita. Ini adalah tempat dimana kita dapat tinggal. Dengan tinggal di dalam ruang maha kudus, kita akan mengenal apakah kedambaan Tuhan dan apakah beban-Nya, sehingga kita dapat berdoa menurutnya.
Meskipun kita telah menguraikan proses itu selangkah demi selangkah, pengalaman kita boleh tidak mengikuti urutan ini. Jangan menjadi terlalu kaku; secara sederhana datang kepada Tuhan dengan doa dan dengan Firman-Nya. Tuhan akan membimbing kita di dalam mengalami-Nya, sampai kita dijenuhi dengan-Nya.
III. IMAMAT RAJANI
Satu Petrus berkata, “Tetapi kamulah imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Imamat yang rajani dilambangkan oleh imamat menurut urutan Melkisedek. Menurut Kejadian 14:18-20, Melkisedek datang dari Allah untuk memberkati Abraham dengan roti dan anggur. Dia datang dari Allah untuk memberkati manusia dengan meja Tuhan. Sesudah kita datang kepada Allah sebagai seorang imam yang kudus, dipisahkan bagi Allah, kita menjadi dijenuhi dengan Dia. Kemudian kita perlu pergi kepada umat Allah untuk memberkati mereka dengan Allah sebagai roti dan anggur. Meja Tuhan melambangkan kematian dan kebangkitan Tuhan bagi keselamatan dan kenikmatan manusia. Ini adalah Injil, kabar baik, bagi manusia yang jatuh dan penuh dosa. Sebagai tambahan, ini adalah apa yang kita bagikan di dalam sidang-sidang gereja untuk membangun gereja.
IV. IMAMAT INJILI
Roma 15:16 berkata, “Yaitu bahwa aku bolah menjadi pelayanan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pemberitaan pelayanan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.” Imamat injili yang disebutkan di sini tidak berbeda dengan imamat kudus dan rajani. Tiga istilah ini diaplikasikan kepada tiga aspek yang berbeda dari imamat yang sama di dalam Perjanjian Baru. Kita adalah imam-imam, dan kita sedang dibangunkan sebagai suatu imamat, yang memiliki Kristus sebagai imam besar.
Fungsi utama dari imamat injili adalah untuk memberitakan injil untuk menyelamatkan orang berdosa, sehingga mereka dapat dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban-kurban yang berkenan kepada Allah. Roma 15:16 membicarakan tentang seorang minister Kristus Yesus yang berjerih lelah mempersembahkan bangsa-bangsa. Satu Petrus 2:9 membicarakan tentang memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Dan 1 Petrus 2:5 membicarakan tentang mempersembahkan kurban-kurban rohani yang berkenan kepada Allah melalui Yesus Kristus. Fungsi dari tiga imamat ini secara mutlak adalah satu. Sebenarnya, imamat injil mencakup imamat kudus dan rajani. Sebagai imam injil pertama-tama kita perlu datang kepada Allah untuk dijenuhi dengan-Nya. Kemudian Tuhan akan memberikan kita beban untuk berdoa bagi teman-teman tertentu. Kita membawa Allah kepada teman itu sebagai seorang imam rajani. Bagaimana kita membawa Allah kepada dia? Kita melakukannya dengan memberitahu dia perbuatan-perbuatan-Nya yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Perbuatan-”Perbuatan-perbuatan-Nya” berarti kesempunaan-Nya, kekuatan-Nya, tenaga-Nya, kekuatan hayat yang diterima melalui injil yang mengeluarkan kita dari kegelapan. Ketika kamu memberitahukan temanmu tentang perbuatan-perbuatan-Nya, perkataan yang kamu katakan akan memberikan iman ke dalamnya (Rm. 10:17). Perkataan ini memiliki kekuatan untuk mengeluarkan dia dari kegelapan. Kemudian dia akan berdoa dengan kamu untuk menerima Roh itu (Gal. 3:5); pada akhirnya dia akan dibaptis ke dalam Allah Tritunggal. Pengalaman injil ini menjelaskan bagiman kita, sebagai seorang imam kudus, mempersembahkan seseorang sebagai sebuah kurban rohani kepada Allah.
Kita perlu menjadi imamat yang kudus, imamat yang rajani, dan imamat injili. Kita seharusnya selalu datang kepada Allah untuk dipenuhi dengan-Nya, membawa Allah kepada orang-orang dengan memberitahukan perbuatan-perbuatan-Nya, dan mmpersembahkan orang-orang berdosa yang bertobat sebagai kurban-kurban rohani kepada Allah. Kita melakukan hal ini tidak dengan cara individual tetapi dengan yang lainnya. Kita dibangun ketika kita melaksanakan kewajiban-kewajiban imamat kita. Ketika kita dibangunkan, lebih banyak imam-imam diselamatkan dan ditambahkan kepada imamat untuk dibangunkan bersama-sama dengan kita. Ini adalah cara Allah untuk membangun gereja.
V. BAGAIMANA MELAKSANAKAN IMAMAT
A. Disegarkan Setiap Pagi untuk Dijenuhi dengan Tuhan
Di dalam Perjanjian Lama, imam-imam mulai mempersembahkan kurban-kurban kepada Allah di pagi hari. Karena itu, kita juga harus menikmati Tuhan di dalam Firman lebih awal setiap hari di pagi hari untuk memiliki sebuah permulaan yang baru setiap hari (Maz. 119:147-148). Menurut prinsip Allah di dalam penciptaan-Nya, Dia menetapkan untuk memiliki sebuah tahun baru, sebuah bulan baru, dsan sebuah hari baru. Di dalam setiap tahun kita dapat memiliki tiga ratus enam puluh lima permulaan baru. Jika kita gagal selama tiga ratus enam puluh empat hari, kita masih memiliki satu kesempatan untuk memiliki sebuah hari yang sukses. Kita boleh telah gagal hari ini, tetapi kemudian Tuhan masih menunggu kita di sini besok. Besok pagi kita akan memiliki kesempatan yang lain untuk memiliki sebuah permulaan yang baru. Di dalam setiap dua puluh empat jam, terdapat sebuah kesempatan bagi kita untuk memiliki sebuah permulaan yang baru dan diperbaharui.
Untuk memiliki sebuah permulaan yang baru tidaklah sulit. Hal itu sangat mudah. Hanya bangun sedikit lebih awal dan berkata, “O Tuhan Yesus. O Tuhan Yesus.” Kamu tidak perlu berteriak terlalu keras sehingga mengganggu orang lain. Hanya perlu berkata, “O Tuhan Yesus.” Mengatakan ini membuat sebuah perbedaan yang besar. Kadang-kadang saya lupa menyeru nama Tuhan setelah saya bangun. Hal itu menjadi sebuah kehilangan besar bagi saya. Segera saya menyadari hal ini saya berkata, “Tuhan Yesus, maafkan saya karena melupakan Kamu.”
Sesudah menyeru nama Tuhan, kamu perlu doa-baca beberapa ayat. Firman Kudus untuk Penyegaran Pagi dapat menjadi sangat membantu. Membaca atau doa-baca satu atau dua halaman sehari. Gunakan rohmu dengan Firman untuk menjamah Tuhan. Menghafal ayat-ayat yang paling kamu nikmati. Kemudian tuliskan apa yang kamu nikmati selanjutnya untuk dibagikan kepada kaum saleh yang lain. Akan membantu memiliki bahan-bahan penyegaran pagi di tempat tidurmu sebelum kamu pergi tidur, sehingga kamu tidak perlu melihatnya di pagi hari.
Dengan memiliki sebuah penyegaran pagi setiap pagi, kamu akan dipenuhi dengan Allah untuk melaksanakan kewajiban imamatmu.
B. Memikul Orang-orang di Hatimu kepada Tuhan di dalam Doa
Kamu perlu senatiasa berdoa untuk bersekutu dengan Tuhan, dengan menyeru nama Tuhan dan dengan menggunakan ayat yang kamu hafalkan di pagi hari. Kamu juga perlu berdoa secara terinci untuk keselamatan teman-temanmu pada waktu yang tertentu, dengan dirimu sendiri dan dengan yang lainnya. Berdoa menyegarkan kita, menguatkan kita, dan memimpin kita di dalam fungsi imamat kita. Yohanes 15:16 berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulash yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Meminta adalah bukan untuk apa yang kita mau, tetapi secara spesifik untuk menghasilkan buah. Yakobus 4:2b berkata, “Kamu tidak mendapatkan karena kamu tidak berdoa.” Atas dasar ayat-ayat ini, jika kita meminta kita akan mendapatkan. Lebih banyak kita meminta, lebih banyak kita akan mendapatkan.
C. Melahirkan Melalui Kunjungan Injil
Kadang-kadang orang berkata bahwa doa tidak bekerja. Setelah mereka berdoa, mereka tinggal di rumah menunggu Tuhan bekerja. Yang lain berkata bahwa mereka tidak efektif di dalam injil, tetapi mereka tidak berdoa. Berdoa dan pergi adalah dua aspek jerih lelah kita dengan Allah. Pada satu sisi, kita perlu banyak berdoa. Pada sisi lain, kita perlu banyak pergi.Kita seharusnya tidak berdoa tanpa pergi, ataupun tidak pergi tanpa berdoa. Pada akhirnya, jika kita tidak berdoa dan pergi, kita akan menjadi kecewa dan memberhentikan doa dan pergi kita secara bersamaan. Menurut Yohanes 15:16, kita ditetapkan oleh Tuhan untuk menghasilkan buah. Cara untuk menghasilkan buah adalah dipangkas oleh Bapa, dibersihkan oleh perkataan tuhan, tinggal di dalam Tuhan, membiarkan Dia dan firman-Nya tinggal di dalam kita, meminta kepada Bapa untuk buah yang tetap, mengasihi satu dengan lainnya, dan akhirnya, pergi. Bila kita melakukan semua hal-hal di atas tanpa pergi, hal itu masih belum adekuat. Kita harus pergi dimana orang-orang ada, dan juga mengundang mereka untuk datang. Kita kadang-kadang menyerah jika mereka tidak datang. Cara yang tepat adalah pergi. Pergi mengunjungi orang-orang seperti Allah mengunjungi kita. Pergi dan membicarakan firman untuk memasukkan mereka ke dalam Tuhan. Booklet kecil Misteri Hidup Manusia adalah sangat membantu di dalam pemberitaan injil karena hal itu meringkas Alkitab mengenai ekonomi Allah, kondisi manusia, dan keselamatan manusia. Baptis teman-temanmu sesudah mereka berdoa menerima Tuhan. Ini adalah cara yang ditetapkan Allah untuk berfungsi sebagai seorang imam injil. Ini adalah sebuah pengalaman yang ajaib yang seharusnya kamu miliki.
D. Merawat Melalui Penggembalaan
Sesudah teman-temanmu menerima Tuhan, kamu harus melanjutkan untuk berdoa bagi mereka dan menggembalakan mereka ke dalam hayat, sehingga mereka dapat dibangunkan di dalam iman. Hal ini biasanya lebih efektif satu per satu. Kamu perlu mengajarkan mereka bagaimana berdoa dan mendoa-bacakan Firman dengan melakukannya bersama mereka. Kamu juga perlu membantu mereka membaca Firman setiap hari. Bersekutu dengan mereka tentang apa yang mereka baca setiap hari, sehingga mereka akan melanjutkan membaca Firman. Hal penting lainnya adalah membantu mereka hidup dengan perasaan roh di dalam mereka. Ketika kita berpikir, berbicara, atau melakukan hal-hal yang bukan dari Tuhan, kita akan mendapatkan perasaan kematian. Kesedihan, kekosongan, dan beban berat, adalah contoh-contoh dari perasaan ini. Sebaliknya, ketika kita memiliki perasaan hayat kita mengalami sukacita, damai, perhentian, dll. (Rm. 8:6, 13). Ketika kita hidup dengan perasaan ini, kita hidup dengan roh. Berdoa, membaca Firman, dan hidup dengan roh adalah tiga batu fondasi hidup Kristiani kita. Kamu harus membantu teman-teman beriman barumu untun berdoa, membaca Firman, dan hidup oleh roh.
E. Mengajar di dalam Kelompok-kelompok Kecil
Di dalam Matius 28:20 Tuhan berkata bahwa sesudah mereka membaptis orang, mereka seharusnya mengajar mereka “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Di dalam Kisah Para Rasul 20:27 Rasul Paulus berkata berkata bahwa mereka “Tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.” Karena itu, kamu harus mengajar kaum beriman baru segala sesuatu yang kamu ketahui tentang Tuhan, ekonomi-Nya, pemulihan-Nya, gereja-Nya, dll. Cara terbaik untuk mengajarkan kebenaran adalah di dalam kelompok-kelompok kecil. Ketika kamu memiliki sebuah kelompok kaum saleh bersidang bersama-sama, terdapat lebih banyak kekayaan Kristus. Jika seorang kaum beriman baru menanyakan sebuah pertanyaan yang kamu tidak dapat menjawabnya secara adekuat, yang lainnya mungkin mempersiapkan lebih baik untuk menjawabnya secara akurat. Ini adalah sebuah contoh imamat.
F. Membangun Melalui Bertutur Sabda
Poin terakhir mengenai perlaksanaan imamat mengenai bertutur sabda di dalam sidang-sidang gereja untuk membangun gereja. Bertutur sabda, di dalam 1 Korintus 14, terutama mengacu kepada berbicara bagi dan membicarakan Allah. Sesudah disegarkan selama enam hari dengan berdoa dan membaca Firman Tuhan, dan pergi untuk menghasilkan buah, kita seharusnya berbicara pada hari Tuhan untuk membangun gereja. Pada hari Sabtu, kamu dapat menyusun sebuah tutur sabda dengan terang dan kenikmatan seminggu. Di dalam sidang-sidang, kita melaksanakannya sebagai imam-imam rajani untuk berbicara bagi Allah dan membicarakan Allah ke dalam semua kaum saleh. Kamu mungkin berkata bahwa kamu masih muda dan tidak tahu banyak. Apapun yang sekarang ini kamu ketahui dan nikmati adalah bagianmu untuk membangun gereja. Jika kamu tidak bertutur sabda, kaum saleh akan kehilangan bagian yang telah kamu terima dari Tuhan minggu itu, dasn pembangunan gereja akan dirugikan. Bukan hanya kamu seharusnya bertutur sabda, kamu seharusnya juga melatih kaum beriman barumu untuk bertutur sabda. Gereja akan terbangun selangkah demi selangkah ketika kamu dan kaum beriman barumu bertutur sabda di dalam sidang-sidang.
RINGKASAN
Kita seharusnya berusaha keras untuk menjadi imam-imam yang kudus, rajani, dan injili di dalam satu imamat. Jika kita setia, hayat dan jumlah di dalam gereja akan bertambah dan Tuhan akan membangun gereja-Nya melalui kita. Jangan berkata bahwa kamu masih muda, dan kemudian menunggu sampai kamu lebih tua agar dapat serius. Sekarang adalah waktu bagi kamu untuk mulai berfungsi sebagai imam-imam. Kamu akan belajar, dan menjadi imam-imam yang berpengalaman, matang, dan berfungsi yang telah disempurnakan ketika kamu bertumbuh besar. Ketika Dia datang, kamu akan memiliki sebuah upah yang besar.