MINISTRI DOA GEREJA
Pembacaan Alkitab: Mat. 16:18-19; 18:18-19; Ef. 6:17-20; Yeh. 36:37; Yes. 62:6-7; 1 Yoh. 1:9; Kis. 1:14; 4:31; 12:5; 13:2-4: 20:36.
Garis Besar
I. Prinsip pekerjaan Allah
II. Ministri doa gereja mengikat dan melepaskan apa yang harus diikat dan dilepaskan di sorga.
III. Contoh doa di Kisah Para Rasul.
IV. Dua jenis doa:
A. Berdoa untuk bersekutu dengan Allah
B. Berdoa untuk pekerjaan Allah
V. Doa individu dan korporat
VI. Berdoa secara khusus dan terus-menerus
VII. Berdoa pada waktu tertentu dan sepanjang waktu
VIII. Berdoa dengan Firman dan catatan.
Dalam pelajaran ini kita akan bersekutu mengenai salah satu ministri gereja yang terpenting—ministri doa. Kita setuju bahwa orang Kristen seharusnya berdoa. Apakah anda berdoa? Bagaimana seringnya anda berdoa? Bagaimana konsistennya doamu? Apakah doamu dijawab? Bila Anda bertanya beberapa orang Kristen pertanyaan yang sama, kamu akan menemukan bahwa sebagian besar orang Kristen jarang berdoa,. Mengapa? Sebagaian besar dari kita tidak menyadari bahwa doa itu penting. Kita mungkin tidak tahu bagaimana berdoa atau kita mungkin tidak mengerti prinsip doa. Doa kita mungkin tidak efektif dan tidak berarti. Kita mengharapkan bahwa pelajaran ini akan mengubah semuanya. Setelah anda mempelajari pelajaran ini dan melatihnya, maka anda akan menjadi seorang pelayan yang tepat dalam minstri doa gereja.
I. PRINSIP PEKERJAAN ALLAH
Ketika Allah bekerja, Ia melakukannya dengan hukum yang khusus dan prinsip yang tepat. Meskipun Ia dapat melakukan apa saja untuk menyenangkan hati-Nya, tetapi Ia tidak pernah bertindak ceroboh. Dia selalu melaksanakan seturut keputusan hukum dan prinsip-Nya. Tidak dapat dipertanyakan lagi, Dia dapat melaksanakan semua hukum dan prinsip ini, karena Dia adalah Allah dan mampu bertindak menurut kehendak hati-Nya. Meskipun kita menemukan beberpa fakta yang besar dalam Alkitab, yang mana bahwa di samping kebesaran dan kemampuan-Nya untuk mengoperasi menurut kehendak-Nya, Allah tetap bertindak di dalam garis hukum dan prinsip-Nya yang telah Ia tentukan. Ini kelihatannya seakan-akan Dia meletakkan diri di bawah hukum untuk dikontrol oleh hukum-Nya.
Apakah kamu tahu prinsip pekerjaan Allah? Seperti di dalam matematika dan ilmiah, sekali orang mengerti prinsip yang diberikan, mereka bisa meramalkan dan menghasilkan setiap waktu secara konsisten. Hukum gravitasi, hukum Newton dan E=MC2 adalah contoh-contoh dari prinsip ini. Jika kamu mengetahui prinsip Allah bekerja, kamu akan berdoa banyak untuk menyebabkan Allah bekerja. Kita tahu bahwa puncak pekerjaan Allah adalah untuk membangun gereja. Banyak langkah yang ditawarkan untuk mencapai sasaran ini seperti keselamatan temanmu, membaca Firman dan berdoa, datang bersidang dan lain-lain. Apa prinsip yang Allah gunakan untuk menggenapkan pekerjaan ini? Ada tujuh langkah dari prinsipNya.
Langkah pertama adalah Allah memiliki kehendak untuk melakukan sesuatu. Langkah kedua adalah bahwa Allah mewahyukan kehendak-Nya kepada manusia melalui Firman oleh Roh-Nya. Langkah ketiga adalah bahwa gereja Allah berespon terhadap kehendak-Nya melalui menyetujuinya dalam doa. Langkah keempat adalah bahwa Allah merampungkan sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Langkah kelima adalah kita harus pergi dan menuai pekerjaan yang telah rampung. Langkah keenam adalah berterima kasih kepada Allah. Langkah ketujuh adalah untuk menikmati pekerjaan Allah yang telah rampung bersama dengan Allah dan gereja.
II. MINISTRI DOA GEREJA MENGIKAT DAN MELEPASKAN APA YANG HARUS DIIKAT DAN DILEPASKAN DI SURGA.
Kita telah menyebutkan bagaimana Allah memiliki kehendak mengenai segala sesuatu, tetapi bahwa Ia tidak akan melakukan sesuatu oleh diri-Nya sendiri dan secara independen. Dia hanya akan bertindak sesudah kehendak yang bebas dibumi berespon terhadap kehendak-Nya. Apakah ada kehendak di surga, Allah tidak akan melakukan pergerakan, pergerakan surgawi akan terampungkan di bumi hanya ketika Dia memiliki kehendak yang sama di bumi. Inilah yang kita hari ini sebut ministri gereja. Kaum beriman perlu untuk menyadari bahwa ministri gereja tidak hanya berisi khobah Injil—tentunya sebagian besar berisi ini, biarlah tidak ada kesalahan itu—tetapi juga ministri gereja termasuk membawa turun ke bumi kehendak yang ada di surga. Tetapi sebenarnya, bagaimana gereja membawanya? Ini melalui doa di bumi. Doa bukanlah hal yang kecil, tidak penting, tidak berisi seperti yang dipikirkan orang. Doa adalah suatu pekerjaan. Gereja berkata kepada Dia, “ Allah, kami mau kehendak-Mu.” Inilah yang disebut doa. Setelah gereja mengetahui kehendak Allah, dia membuka mulutnya untuk menanyainya. Inilah doa. Bila gereja tidak memiliki ministri ini, maka gereja tidaklah begitu berguna di bumi.
Banyak doa yang saleh, doa yang bersekutu dan doa permintaan yang tidak bisa diganti karena doa sebagai ministri atau pekerjaan. Bila semua dari doa kita adalah doa yang saleh atau sedikit berisi bersekutu dan bertanya, doa kita terlalu kecil. Doa sebagai pekerjaan dan ministri berarti bahwa kita berdiri di pihak Allah, menginginkan apa yang Allah inginkan. Berdoa seturut kehendak Allah adalah hal yang paling berkuasa. Karena bagi gereja untuk berdoa menunjukkan bahwa dia telah menemukan kehendak Allah dan sekarang sedang menyuarakannya. Doa bukan hanya bertanya pada Allah, ini juga suatu pendeklarasi. Seperti gereja berdoa, yang berdiri di pihak Allah dan mendeklarasikan bahwa apa yang manusia inginkan adalah yang Ia inginkan. Bila gereja bisa mendeklarasi demikian, deklarasi ini akan segera efektif.
Matius 18:18 mengatakan,”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di bumi ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di bumi ini akan terlepas di surga.” Siapakah “kamu” di sini? Mereka adalah gereja, karena di ayat sebelumnya, Allah menyebutkan gereja. Jadi ini adalah lanjutan dari ayat 17. Oleh sebab itu arti dari ayat 18 sekarang sebelum kita adalah: bahwa apapun yang kamu gereja akan ikat di bumi akan (apa yang telah) diikat di surga, dan apapun yang kamu gereja akan lepaskan di bumi akan (apa yang telah) dilepaskan di surga.
Di sini prinsip yang terpenting: Allah bekerja melalui gereja hari ini; Dia tidak dapat melakukan apa yang seturut kehendak hati-Nya kecuali Dia melakukan melalui gereja. Inilah prinsip yang paling kuat. Hari ini, Allah tidak dapat melakukan sesuatu menurut diri-Nya sendiri sebab ada di dalam keberadaan yang lain yang memiliki kehendak bebas; tanpa kerjasama kehendak itu, Allah tidak bisa melakukan apapun. Ukuran kekuatan gereja hari ditentukan oleh ukuran manifestasi kekuatan Allah.
Semua masalah ini dapat disamakan dengan aliran air yang ada di suatu rumah. Meskipun tangki air dari perusahaan suplai air itu besar, tetapi alirannya dibatasi sampai diameter pipa di sebuah rumah. Bila ada orang yang menginginkan aliran air yang lebih, dia harus memperbesar pipanya. Hari ini tingkatan manifestasi kekuatan Allah adalah dikuasai oleh kapasitas gereja. Seperti saat permulaan, ketika Allah memanifestasikan diri-Nya di dalam Kristus, manifestasinya adalah sebesar kapasitas Kristus; Jadi sekarang manifestasi Allah di dalam gereja sepertinya terbatas—kali ini oleh kapasitas gereja. Semakin besar kapasitas gereja, semakin besar pula manifestasi Allah dan semakin penuh pengetahuan akan Allah.
Berapa banyak hal yang ingin Allah ikat dan lepaskan di surga! Banyak orang dan hal yang berlawanan dengan Dia; Allah mengharapkan semuanya itu diikat. Banyak juga orang dan hal yang rohani, berharga, menguntungkan, kudus di hadapan Allah; dan milik Allah; dan Allah mengantisipasi mereka untuk dilepaskan. Tetapi di sini timbul masalah: Adakah orang di atas bumi yang akan pertama mengikat apa yang Allah ingin ikat dan melepaskan apa yang ingin Ia lepaskan? Allah menghendaki bumi memerintah surga; Dia menghendaki gereja-Nya di bumi memerintah surga.
Ini tidak berarti bahwa Allah tidak berkuasa, karena Ia benar-benar adalah Allah yang berkuasa, tetapi kekuasaan Allah hanya dapat dimanisfestasikan di bumi melalui saluran. Kita tidak dapat meningkatkan kekuatan Allah, tetapi kita dapat menyembunyikannya. Manusia tidak dapat memberikan peningkatan kekuatan Allah melainkan dapat menghancurkannya. Kita tidak bisa menyuruh Allah untuk melakukan apa yang Dia tidak ingin lakukan, tetapi kita dapat membatasi Dia untuk melakukan yang Dia ingin lakukan. Apakah kita sungguh-sungguh melihat ini. Gereja memiliki kekuatan untuk mengatur kekuatan Allah. Dia bukan saja mengijinkan Allah melakukan apa yang Dia inginkan bahkan bisa melarang Dia melakukannya
Mata kita perlu untuk melihat yang akan datang. Satu hari Allah akan mengubah gereja-Nya menjadi Yerusalem Baru, dan saat itu kemuliaan-Nya akan secara penuh termanifestasi melalui gereja tanpa hambatan dan kesulitan. Hari ini Allah ingin gereja melepaskan di bumi sebelum Dia merampungkannya di bumi apa yang telah dilepaskan di surga; Dia ingin gereja untuk mengikat di bumi sebelum Dia merampungkanyya di bumi apa yang telah diikat di surga. Surga tidak akan memulai hal-hal yang di bumi. Surga hanya akan mengikuti bumi dalam pekerjaannya. Allah tidak akan memulainya lebih dulu; Dia di dalam operasi-Nya hanya akan melalui gereja. Oh jika ini kasusnya, betapa agung-Nya tanggungjawab gereja.
III. CONTOH DOA DALAM KISAH PARA RASUL
Dalam Kisah Para Rasul 1 dan 2 kita melihat bahwa seratus dua puluh murid sedang berdoa. Sebelum menerima Roh Kudus, murid-murid bertengkar satu dengan yang lain untuk posisi dalam kerajaan. Ketika dalam perjalanan ke Yerusalem sebelum penyaliban Tuhan. Setelah mereka menerima Roh Kudus secara esensial dalam Yohanes 20 dan perintah dari Tuhan untuk tinggal di Yerusalem untuk menunggu kekuatan dari atas—pencurahan Roh secara ekonomikal untuk pekerjaan Allah—mereka berdoa selam sepuluh hari. Pada hari Pentakosta Roh turun ke atas mereka. Gereja dibentuk dan Injil meluas keluar; tiga ribu orang dibabtis. Melalui doa mereka melepaskan roh dari surga dan melepaskan tiga ribu jiwa di bumi ke dalam kerajaan Allah. Puji Tuhan untuk doa. Kaum saleh ini terus berdoa setiap hari.
Dalam Kisah Para Rasul 3 dan 4 kita melihat bahwa Petrus dan Yohanes akan pergi berdoa. Dalam perjalanan mereka memberitakan Injil, dan lima ribu jiwa diselamatkan. Mereka berdoa lagi dengan gereja setelah mereka diancam oleh bangsa Yahudi dan dikatakan untuk tidak memberitakan dalam nama Tuhan. Doa mereka menyebabkan gempa bumi; dan mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan membicarakan Firman Allah dengan berani.
Dalam Kisah Para Rasul 12 Petrus ditangkap demi Injil. Gereja berdoa terus-menerus untuk dia. Tuhan menjawab doa gereja dan melepaskan dia.
Dalam Kisah Para Rasul 13 Ketika yang memimpin gereja di Antiokia sedang berdoa, Roh turun ke atas Barnabas dan Saulus untuk menjadi rasul untuk membangkitkan gereja. Sisa dari orang yang memimpin berdoa bagi mereka dan mengutus mereka keluar. Anda dapat melihat bahwa doa menyebabkan Roh mengutus kita keluar untuk melakukan pekerjaan.
Dalam Kisah Para Rasul 20 ada pertemuan di pelabuhan Miletus. Setelah Paulus bersekutu dengan penatua dari gereja di Efesus, mereka berdoa di kapal yang Paulus naiki. Kamu dapat melihat bahwa gereja di zaman ini selalu berdoa untuk mengikat dan melepaskan. Mereka tidak mempedulikan pendekatan dengan orang lain; mereka hanya memperhatikan keinginan Allah.
IV. DUA JENIS DOA
Ada dua jenis doa yang utama—doa untuk bersekutu dengan Allah dan doa untuk pekerjaan Allah. Doa untuk bersekutu dengan Allah adalah untuk kita berkontak dengan Allah dan dipenuhi dengan Allah. Dalam jenis doa ini kita mengakui dan bertobat atas hal yang diterangi-Nya. Doa untuk pekerjaan Allah adalah doa untuk kehendak hati-Nya, sehingga Dia dapat merampungkan pekerjaan-Nya.
A. Doa untuk Persekutuan dengan Allah
Maksud dari aspek doa yang pertama adalah kita menggunakan roh untuk mengontaki Allah, dan untuk menyesap Allah, dan untuk seluruh bagian kita dibawa kembali ke dalam roh untuk bersekutu dengan Dia. Ketika kita berkontak dengan Allah, menyesap Allah, dan bersekutu dengan Allah dengan cara ini, Allah memiliki kesempatan mewahyukan diri-Nya ke dalam kita dan menginfuskan diri-Nya ke dalam kita. Seperti Allah mengalirkan diri-Nya ke dalam kita dengan cara ini, pikiran, emosi dan tekad kita secara perlahan-lahan berbaur dengan Allah. Sebagai hasilnya, Allah dapat membuka keinginan hati-Nya kepada kita, menyebabkan kita mengetahui tujuan-Nya. Pada saat yang sama ketika Dia sedang beroperasi dan bergerak di dalam kita, Dia akan sering sekali menunjukkan kelemahan kita, kesalahan kita, halangan kita dan kesulitan kita dan kemudian menyingkirkannya. Karena itu makna dari aspek doa yang pertama adalah untuk berkontak dengan Allah, menjamah Allah dan membiarkan Allah ada kesempatan untuk berbaur dengan kita dan mengatasi semua kesulitan kita. Karena itu kapan saja kita datang kepada Dia untuk berdoa, kita harus mencari hal ini sebagai prioritas yang pertama. Ini dapat dikatakan, kapan saja kita datang kepada Tuhan untuk berdoa kita tidak seharusnya pertama menyebutkan kepada Dia mengenai hal yang lainnya. Kita seharusnya pertama memalingkan kembali roh kita dan membiarkan seluruh diri kita di dalam terang wajah Tuhan, menunggu untuk operasi-Nya dan pergerakan-Nya, terang-Nya, wahyu-Nya, urapan-Nya, penyaluran-Nya, perbauran-Nya, pengisian-Nya dan penjenuhan-Nya. Kita seharusnya juga membiarkan dia mengekspos kelemahan, kesalahan, halangan, dan kesulitan kita. Bila kita rela untuk mengaku dan membiarkan Tuhan untuk menyingkirkan semua kesulitan ini, kesadaran kita akan damai tanpa ada tuduhan. Roh kita akan seluruhnya penuh di hadapan Allah. Pada poin ini kita dapat menyebutkan kepada Tuhan apa yang ingin kita doakan.
B. Berdoa untuk Pekerjaan Allah
Setelah memiliki persekutuan yang tepat dengan Allah di dalam doa, sebuah fundasi telah diletakkan kepada kita untuk melanjutkan doa kita kepada Allah untuk pekerjaan-Nya. Karena dari persekutuan kita yang tepat, Tuhan mampu untuk menyalurkan ke dalam kita beban-Nya untuk hal atau persona tertentu. Pada saat ini kita dapat berdoa kepada Allah untuk mereka. Tuhan berdasarkan mendengar doa kita akan bertindak dari takhta-Nya di surga untuk merampungkan pekerjaan itu. Kadang-kadang Dia tidak segera bertindak, karena kita masih memiliki beberapa masalah yang disembunyikan yang belum kita akui; atau waktunya meminta kita untuk menunggu. Di saat yang lain Satan dan malaikat-malaikat jatuhnya sedang menghambat pekerjaan Allah. Bila kita tidak melihat jawaban yang segera, ini tidak berarti bahwa doa kita tidak bekerja. Ini berarti bahwa kita perlu terus di dalam doa.
Jenis doa ini juga mendorong kita melalui memenuhi kita dengan roh dan dengan keberanian untuk pergi membuka mata orang dengan Firman-Nya, memalingkan mereka dari kegelapan kepada terang, dan memindahkan mereka dari kekuasaan Satan kepada Allah, sehingga mereka dapat menerima pengampunan dosa dan bagian yang umum di antara kaum beriman.
Akhirnya jenis doa ini menunjukkan kepada kita bagaimana untuk mendekati teman kita, apa yang harus kita katakan kepada mereka, ayat apa yang digunakan, dan lain-lain. Seringkali kita meneuntut bahwa apa yang harus dikatakan atau bahwa kita takut atau bahwa kita tidak dapat menyelamatkan seorangpun. Bila kita berdoa Allah akan bekerja di dalam kita dan di dalam teman kita.
V. DOA INDIVIDU DAN KORPORAT
Kita perlu berdoa secara individu dan korporat. Di dalam Matius 6:6 Tuhan mengatakan bahwa kita harus berdoa di dalam kamar pribadi. Tentu saja dosa harus diakui secara pribadi tanpa seorangpun mengetahuinya hanya Tuhan. Ini akan lebih nikmat untuk berdoa secara pribadi. Tetapi bahkan ketika kita berdoa dengan diri kita tumpuan kita haruslah selalu di dalam tubuh. Kita sedang berdoa secara individu tetapi tidak individu.
Di dalam Matius 18 Tuhan menyebutkan berdoa dengan dua atau tiga orang. Di dalam Kisah Para Rasul 1 dan 2, seratus dua puluh murid sedang berdoa bersama. Kita juga perlu untuk berdoa bersama. Doa korporat lebih kuat dan lebih efektif. Secara fakta kunci dari kerajaan tidak diberikan kepada yang individu tetapi kepada gereja secara korporat. Karena itu doa yang paling berkuasa untuk pekerjaan Allah masih tetap doa gereja yang korporat. Beberapa mungkin mengatakan “ini cukup bagi saya untuk berdoa sendiri. Saya menikmati Tuhan lebih dengan diri sendiri.” Ini mungkin benar bahwa kamu dapat menikmati Tuhan dengan dirimu sendiri. Bagaimanapun, kita harus bertanya pada diri kita “apakah pekerjaan Allah terampungkan melalui kenikmatan kamu yang individu?” Kamu mungkin menikmati Tuhan dengan dirimu sendiri dan bukan untuk Tuhan. Kenikmatan kita yang individu adalah untuk pekerjaan Allah yang korporat. Karena itu kita harus berkumpul bersama untuk berdoa untuk pekerjaan Allah dan untuk melaksanakan pekerjaan Allah.
VI. BERDOA SECARA KHUSUS DAN TERUS MENERUS
Seringkali doa kita tidak efektif karena kita terlalu umum; kita harus berdoa secara khusus. Kita mungkin berdoa “Tuhan selamatkan banyak orang. “Tuhan tidak tahu yang mana satu yang kamu kehendaki untuk diselamatkan. Kadang-kadang kita mungkin berdoa “Tuhan selamatkan teman saya, John”. Ini lebih baik. Kita bisa berdoa dengan lebih khusus, dengan mengatakan “Tuhan, biarkan saya melihat teman saya, John, hari ini saat makan siang, sehingga saya mungkin bisa mengatakan kepadanya tentang misteri hidup manusia. Tuhan persiapkan dia untuk menerima Injil.” Ini sangat khusus. Kamu memasukkan orang, waktu, berita dan apa yang kamu kehendaki Tuhan rampungkan. Tuhan mendengar permintaanmu yang khusus dan merampungkan pekerjaan seturut dengan doamu.
Kita juga perlu untuk terus menerus berdoa. Apa yang kamu lakukan, jika setelah doa khususmu kamu tidak menemukan temanmu John? Ini kelihatannya bahwa Tuhan tidak menjawab doamu. Efesus 6:18 mengatakan bahwa kita harus berjaga-jaga di dalam doa. Kita perlu terus menerus di dalam doa. Tuhan mungkin mewahyukan kepada kamu bahwa kamu mengambil pensil dari John tahun lalu dan tidak pernah membayarnya kembali. Setelah kamu bertobat kepada Tuhan dan membayarkannya kepada John, Tuhan akan menjawab doamu. Bila kamu tidak bertobat, kamu akan memboroskan waktumu untuk mengabarkan Injil kepada John, karena Dia tidak akan mendengarkan doamu. Setelah pengakuan dan ganti rugi, dia akan terbuka untuk menerima Injilmu. Jadi kita harus berdoa terus menerus sampai semua sekatan disingkirkan agar Tuhan dapat bekerja.
VII. BERDOA PADA WAKTU TERTENTU DAN SEPANJANG WAKTU
Kita semua tahu ayat, 1 Tesalonika 5:17, “doa yang tidak berkeputusan”. Berapa banyak dari kita yang bedoa tak berkeputusan? Kita perlu ada doa pada waktu tertentu setiap hari sehingga kita bisa kuat di dalam roh untuk berdoa tidak berkeputusan. Daniel mengatakan keoada kita bahwa dia berdoa tiga kali sehari, berlutut di depan Allah (Dan. 6:10). Daud berdoa di waktu malam, pagi dan sore. (Mzm. 55:17) Petrus dan Yohanes pergi berdoa saat jam doa (Kis 3:1). Saudara-saudara ini mempunyai waktu untuk berdoa; kita juga perlu untuk menyediakan waktu berdoa secara individu dan korporat jika kita benar-benar berhubungan dengan Tuhan. Ini tidak mudah untuk berdoa tiga kali dengan diri sendiri dan sekali dengan yang lainnya dalam sehari. Kita mengasihi Dia, dan kita ingin Dia untuk merampungkan kehendak hati-Nya. Karena itu kita harus berdoa pada waktu tertentu dan sepenjang waktu.
VIII. BERDOA DENGAN FIRMAN DAN CATATAN
Cara yang terbaik untuk berdoa adalah dengan Firman (Ef. 6:17-19). Kita juga seharusnya ada catatan dengan kita ketika kita berdoa. Seringkali kita tidak tahu bagaimana kita berdoa. Puji Tuhan untuk Firman-Nya. Kita dapat selalu membaca Firman-Nya dan berdoa dengan Firman-Nya agar dapat bersekutu dengan-Nya. Kita juga dapat berdoa menurut beban yang Dia berikan kepada kita melalui FirmanNya. Sebagai contoh, satu Timotius 2:4 mengatakan “(Allah) yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” Setelah membaca ayat kamu mungkin berdoa, “Tuhan, keinginan-Mu semua manusia untuk diselamatkan; ini berarti semua murid-murid di sekolah saya juga termasuk; ini berarti juga termasuk semua teman-teman saya. Oh Tuhan, ampuni saya karena tidak memberitakan kepada mereka tahun ini. Tuhan menguatkan roh saya saat itu juga dan membiarkan saya memberitakan kepada temanku yang terbaik, Mary. “Tuhan, Kamu dan saya menginginkan bahwa Mary diselamatkan.” Setelah doamu, kamu seharusnya menulis tanggal dan siapa dan apa kamu doakan di dalam catatanmu. Bila Tuhan masih belum menjawab doamu, doa lagi. Setelah jawabanmu datang kamu mungkin berterimakasih kepada Tuhan dan menuliskan tanggal dan bagaimana doamu dijawab. Kamu akan dikuatkan oleh imanmu dengan membuat catatan. Jika kamu lemah di dalam iman mengenai doa, kamu dapat mengulang kembali catatan jawaban doamu, kemudian kamu dapat bersaksi kepada yang lainnya bahwa doamu bekerja dan bahwa doamu adalah jalan pekerjaan Allah.