PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS (2)
Pernbacaan Alkitab :
Ef 4:15-16
GARIS BESAR
III. Orang-orang kudus yang disempumakan membangun Tubuh Kristus secara langsung - Ef 4:15-16 :
A. Berpegang kepada kebenaran dalam kasih:
1. Ekonomi Perjanjian Baru Allah.
2. Kristus yang almuhit.
3. Gereja sebagai Tubuh Kristus - suatu organisme.
B. Bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus sang Kepala :
1. Melalui pengakuan kepemimpinan Kristus.
2. Mengijinkan Kristus bertambah dan bertumbuh dalam setiap bagian batin di dalam kita, anggota-anggota-Nya.
C. Berasal dari Kepala :
1. Seluruh Tubuh menyebabkan pertumbuhan Tubuh Kristus :
a. Melalui setiap sendi suplai - setiap bagian Tubuh Kristus yang berkarunia khusus untuk menyuplai tiap-tiap anggota Tubuh Kristus.
b. Dan melalui kadar pekerjaan tiap-tiap anggota (setiap anggota Tubuh Kristus).
2. Seluruh Tubuh dibangun bersama :
a. Disusun - semua bagian rangka disusun bersama menjadi satu struktur.
b. Dijalin - semua bagian yang lain disatukan dengan rangka dan dijalin bersama menjadi satu tubuh.
3. Tubuh Kristus membangun diri-Nya sendiri :
a. Dalam kasih - dalam elemen dan ruang lingkup kasih ilahi.
b. Pembangunan langsung - seluruh anggota Tubuh Kristus membangun Tubuh Kristus secara langsung.
Efesus 4:12-16 menduduki tempat yang istimewa dalam Perjanjian Baru karena ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita rahasia pembangunan Tubuh Kristus. Tanpa ayat-ayat ini, kita tidak akan tahu bagaimana membangun Tubuh Kristus. Pertama, kita harus mengatakan bahwa membangun Tubuh Kristus bukan membangun suatu perkumpulan keagamaan. Perkumpulan keagamaan adalah suatu organisasi, tetapi Tubuh Kristus adalah suatu organisme. Organisme mutlak merupakan perkara hayat, sedangkan organisasi tidak memiliki hayat. Sebagai contoh, sebuah meja disusun dari potongan-potongan kayu. Ini hanyalah sebuah organisasi, tidak memiliki hayat di dalainnya. Sebuah Robot mungkin bisa melakukan semua jenis pekerjaan, tetapi tetap saja merupakan sebuah organisasi, tidak memiliki hayat. Sebaliknya, saya berdiri di sini bukan sebagai suatu organisasi, tetapi sebagai suatu organisme. Seluruh diri saya adalah sebuah cerita hayat; setiap bagian dari diri saya berasal dari hayat. Beberapa orang berpendapat bahwa gereja adalah suatu. Perhimpunan keagamaan, karena itu gereja pasti merupakan suatu organisasi. Tetapi, segera setelah Paulus menyinggung masalah gereja dalam Efesus 1:22, dalam ayat 23 ia berkata. bahwa gereja adalah Tubuh Kristus. Beberapa penafsir (interpreter) Alkitab, telah menganggap Tubuh Kristus sebagai suatu kiasan. Tetapi Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa gereja adalah Tubuh Kristus. Ini bukan suatu kiasan, tetapi suatu fakta. Kristus adalah Kepala dan gereja adalah Tubuh-Nya. Jika Kepala adalah suatu organisme, Tubuh seharusnya juga sebuah organisme. Sebab itu, organisasi tidak memiliki tempat dalam gereja.
Beberapa orang mungkin bertanya, "Dengan adanya penatua dalam gereja, bukankah gerejajuga adalah suatu organisasi?" Kelihatannya gereja adalah suatu organisasi, tetapi sesungguhnya kepenatuaan bukan suatu organisasi. Seperti yang telah disebutkan, para penatua. bukan dilihat dari kedudukannya tetapi dilihat dari tingkat hayat dalam Tuhan. Itulah sebabnya I Petrus 5 menasihatkan para penatua untuk menggembalakan kawanan domba Allah di antara. mereka, bukannya memerintah mereka tetapi menjadi teladan bagi kawanan tersebut (ay. 1-3). Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa keberadaan para penatua dalam gereja bukanlah karena organisasi, tetapi karena, hayat mereka; mereka menjadi teladan bagi kawanan domba. Domba adalah hewan yang paling suka berkelompok, seluruh kawanan domba mengikuti pimpinan satu domba kepala. Para penatua adalah domba kepala. Di satu pihak, para. penatua adalah seperti gembala-gembala. Tetapi sesungguhnya, Tuhan tidak menyuruh mereka menjadi gembala-gembala. Sebaliknya, Dia. menyuruh mereka menjadi domba kepala, memegang pimpinan dalam segala sesuatu. Sebab itu, perkara ini bukanlah sesuatu. yang berkenaan dengan organisasi tetapi sesuatu. yang organik. Bukan berdasarkan suatu pengaturan tetapi berdasarkan hayat. Sebagai contoh, ketika saya sedang berbicara di sini, tidak hanya mulut saya yang bergerak, bahkan seluruh diri saya - tangan, kepala, mata, kaki, dan seluruh tubuh - ikut bergerak juga. Ketika salah satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan memperhatikannya. Hal ini bukan dikarenakan suatu pengaturan tertentu atau. dibuatbuat. Sebaliknya, ini adalah sesuatu yang organik.
Beberapa orang berkata bahwa gereja lokal adalah suatu perkumpulan keagamaan yang otonom (berpemerintahan sendiri), setiap gereja scharusnya diperintah oleh dirinya sendiri dan setiap tempat seharusn~ya terpisah. Nampaknya perkataan ini benar, tetapi sebenamya salah karena setiap gereja bukanlah satu Tubuh individu. Tubuh adalah jumlah total dari semua gereja yang ditambahkan bersama. Dalam tubuh tidak mungkin ada daerah otonom dalam bentuk apapun. Jika bahu, lengan, tangan, kepala, dada dan kaki, mau memisahkan diri menjadi daerah otonorn, maka tubuh akan sepenuhnya terkoyak-koyak. Meskipun secara sederhana kita bisa memisahkan bagian-bagian tubuh yang berbeda, namun sirkulasi darah yang ada di dalamnya tidak dapat dipisahkan. Dua minggu yang lalu, kaini mengunjungi seorang saudari tua, tepat pada saat itu seorang saudari setengah baya datang untuk mengobati kakinya yang sakit dengan akupuntur (tusuk jarum). Sungguh sangat ajaib, hanya dengan menusukkan jarum pada jari saudari itu, rasa sakit di kakinya hilang. Ini menunjukkan kepada kita, bahwa tubuh manusia itu organik dan seluruhnya bersatu-padu. Satu Korintus 12:26 juga mengatakan bahwa jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita. Sebab itu, tubuh tidak dapat dipisah-pisahkan, karena tidak ada satu anggota pun yang dapat merdeka dan otonom.
Ketika mengatakan bahwa gereja itu organik, kami tidak bermaksud mengatakan bahwa ia adalah satu organisme yang tersusun dari hayat alamiah kita. Sebaliknya, ia adalah satu organisme yang tersusun oleh hayat dalam roh kita, yaitu Kristus sendiri. Kristus yang bangkit adalah Roh pemberi hayat. Roh ini masuk ke dalam kita, orang yang telah menerima-Nya. Sebab itu, di dalam kita ada hayat yang sama dan Roh yang sama. Dalam satu hayat ini, kita. menjadi organik, digabungkan menjadi satu. Sekarang masalahnya adalah di dalam kita ada dua hayat. Yang satu adalah hayat alamiah; yang lain adalah Tuhan Yesus sebagai hayat kita. Dengan hayat mana kita, hidup? Jika kita hidup dengan hayat almniah, kita, bukanlah gereja. Jika hidup berdasarkan Kristus dan menampilkan Kristus, kita adalah gereja. Gereja adalah Kristus itu, sendiri di dalam kita. semua. Ketika Kristus di dalam diri-Nya sendiri, Dia hanya Kristus. Ketika Dia masuk ke dalam orang-orang kudus dan hidup bersama orang-orang kudus, Kristus dalam orang-orang kudus tersebut menjadi gereja. Realitas gereja adalah Kristus yang hidup di dalam kita. Kunci pernbangunan Tubuh Kristus adalah menampilkan Kristus. Jika kita membiarkan hayat alamiah kita hidup,
Tubuh Kristus tidak akan terbangun. Karena alasan ini, kita harus menyangkal dan menolak hayat alamiah kita, dan harus mengesampingkan hayat alamiah kita. Dengan demikian, Kristus akan memiliki tempat yang sesuai di dalam kita, dan akan bertambah dari hari ke hari. Inilah pembangunan Tubuh Kristus. Tubuh Kristus bertumbuh karena pertumbuhan Kristus di dalam kita dan dibangun dengan cara demikian.
ORANG-ORANG KUDUS
YANG DISEMPURNAKAN
MEMBANGUN TUBUH KRISTUS SECARA LANGSUNG
Pada bab terakhir, kita telah melihat bahwa dalam pernbangunan Tubuh Kristus, orang pertarna yang membangun adalah Kristus. Bagaimana Kristus membangun gereja? Dia melakukannya dalam kedudukan-Nya yang ditinggikan, yaitu dengan memberikan pemberian-pemberian kepada gereja seperti rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, serta gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Tuhan tidak membangun gereja secara langsung. Tetapi sebaliknya, pemberian-pemberian yang diberikan kepada gereja inilah yang menyempurnakan orang-orang kudus. Orang-orang kudus yang disempurnakan ini berbagian dalam pekerjaan ministri untuk membangun Tubuh Kristus secara langsung. Inilah perbedaan antara gereja dalam pemulihan Tuhan dengan denominasi-denominasi. Denominasi-denominasi dibangun sebagai suatu perkumpulan keagamaan oleh beberapa pastur dan pengkhotbah. Tetapi gereja dalam pemulihan Tuhan dibangun sebagai Tubuh Kristus oleh setiap orang kudus yang disempurnakan.
Berpegang Pada Kebenaran Dalam Kasih
Efesus 4:15 menunjukkan kepada kita bahwa untuk membangun Tubuh Kristus, pertma-tama kita, perlu berpegang pada kebenaran dalmn kasih. Dalam alam sernesta, segala sesuatu adalah kosong dan sia-sia; tidak ada kebenaran. Menurut kitab Efesus, dalam alam semesta hanya ada tiga, perkara yang benar dan akan berlangsung sampai kekekalan. Yang pertarna adalah ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ini sangat praktis dan riil. Kita harus berpegang kepada perkara ini dalam kasih. Kasih ini bukanlah kasih kita sendiri, tetapi adalah kasih Allah dalam Kristus yang menjadi kasih kita. Dengan kasih ini kita mengasihi Allah, Kristus, dan gereja. Kita harus berpegang kepada ekonomi Allah dalam kasih ini. Perkara kedua adalah Kristus yang almuhit. Kristus adalah yang paling riil. Semua doktrin lain, pembicaraan lain, dan ajaran lain (ajaran berbeda) tidaklah riil. Kita harus berpegang kepada Kristus dan meninggalkan yang lain. Perkara ketiga adalah gereja sebagai Tubuh Kristus, suatu organisme. Gereja juga benar dan akan bertangsung sampai kekekalan, karena gereja adalah Tubuh Kristus, sang Benar itu. Untuk membangun Tubuh Kristus, kita harus berpegang kepada ketiga perkara ini. Semua perkara yang lain harus kita tolak.
Bertumbuh Dalam Segala Hal
ke Arah Kristus Sang Kepala
Untuk membangun Tubuh Kristus, kita juga perlu bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus sang Kepala (Ef 4:15). Meskipun kita telah diselarnatkan, dalam banyak hal kita masih berada di luar Kristus. Kita perlu bertumbuh ke arah Kristus dalam segala hal. Sebagai contoh, ketika para saudari akan membuat pakaian, mereka seringkali mengambil keputusan sendiri saat memilih model, warna, dan jenis kain. Mereka tidak mengijinkan Tuhan menjadi tuan. Demikian juga, para saudara mungkin tidak mengijinkan Tuhan menjadi tuan saat menentukan apakah mereka akan membiarkan rambut mereka tetap panjang atau pendek. Dalam banyak hal kita tidak mengijinkan Kristus menjadi tuan. Karena itu, dalam perkara-perkara itu kita tidak di dalam Tuhan tetapi di luar Tuhan. Karena alasan ini, kita perlu bertumbuh. Kita perlu bertumbuh di dalam Tuhan dari satu perkara ke perkara yang lain. Untuk itu kita perlu mengakui kepernimpinan Kristus. Ketika seorang saudari akan membuat pakaian, ia seharusnya berdoa kepada Tuhan, "Tuhan, saya bukan tuan. Engkaulah tuan. Engkaulah yang memutuskan bagaimana seharusnya model, warna, dan jenis kain dari pakaian ini." Dengan demikian ia akan bertumbuh ke arah Kristus. Kedua, kita harus membiarkan Kristus bertambah dan bertumbuh dalam semua bagian batin kita. Ketika Kristus bertumbuh dalam kita, kita akan bertumbuh dalam Dia. Sebenarnya pertumbuhan dalam hayat bukanlah pertumbuhan kita, tetapi pertumbuhan Tuhan Yesus di dalam kita. Karena itu kita perlu memberikan tempat kepada-Nya dan mengakui kepemimpinan-Nya. Kita harus menyerahkan hak kita kepada-Nya dan mengijinkan Dia untuk memiliki tempat di dalam kita. Dengan demikian Dia akan menduduki kita dan akan bertumbuh di dalam kita, dan kita akan bertumbuh dalam hayat-Nya. Dengan cara ini, kita akan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus sang Kepala.
Berasal dari Kepala
Pertumbuhan kita dalam hayat adalah pertumbuhan ke arah Kristus sang Kepala. Tetapi fungsi kita dalam Tubuh Kristus berasal dari Kepala. Mula-mula kita bertumbuh ke arah Kepala. Kemudian dari Kepala dan berdasarkan Kepala, kita mempunyai sesuatu untuk membangun Tubuh-Nya.
Seluruh Tubuh
Menyebabkan Pertumbuhan Tubuh Kristus
Jika kita mengijinkan Kristus bertumbuh dalam kita, maka kita semua akan menghasilkan pertumbuhan Tubuh Kristus. Efesus 4:16 menunjukkan kepada kita bagaimana mengijinkan Kristus bertumbuh di dalam kita hingga mencapai pertumbuhan Tubuh Kristus. Pertarna, melalui suplai yang kaya dari setiap sendi. Sendi-sendi ini adalah pernberian-pernberian yang disebutkan dalam ayat 11. Mereka adalah anggota Tubuh Kristus yang berkarunia khusus dan mereka ada untuk menyuplai setiap anggota Tubuh Kristus. Kedua, melalui kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, yaitu melalui setiap anggota Tubuh Kristus. Ketika semua orang kudus, yang adalah anggota-anggota Tubuh Kristus, disuplai dan disempurnakan, mereka semua akan berfungsi menurut kadar mereka. Ini menyebabkan pertumbuhan, yaitu pembangunan Tubuh Kristus.
Seluruh Tubuh Terbangun Bersama
Ketika semua sendi Tubuh menyuplai dan ketika tiap-tiap anggota Tubuh berfungsi, Tubuh menjadi esa. Keesaan inilah pembangunan. Di satu pihak, pembangunan seluruh Tubuh adalah melalui penyusunan; di lain pihak, melalui penjalinan. Disusun berarti seluruh rangka Tubuh disusun bersama untuk membentuk satu struktur. Ini seperti tubuh manusia dengan kerangkanya. Dalam kerangka tersebut ada sendi-sendi yang menyusun tulang-tulang untuk membentuk satu sistem. Dijalin berarti semua bagian yang lain digabungkan dengan kerangka dan dijalin menjadi satu Tubuh. Ini juga seperti pernbangunan sebuah rumah. Pertarna, kita menggabungkan seluruh rangka. Lalu, kita menutup semua lubang dalam rangka, bagian demi bagian. Dengan demikian seluruh bangunan terbangun bersama melalui penyusunan dan penjalinan. Akhirnya, seluruh Tubuh menjadi satu. Di sini tidak ada opini-opini atau ide-ide manusia, yang ada hanya pekerjaan Roh itu dan Kristus yang hidup di dalain kita. Hasilnya adalah Tubuh membangun dirinya sendiri.
Tubuh Membangun Dirinya Sendiri
Efesus 4:16 menunjukkan kepada kita bahwa ketika Tubuh Kristus disusun dan dijalin, Tubuh membangun dirinya sendiri (Ef 4:16b). Pembangunan ini adalah dalam kasih, yang berarti dalam elemen dan ruang lingkup kasih ilahi. Pembangunan semacam ini juga merupakan pembangunan Tubuh Kristus oleh anggota-anggota Tubuh Kristus secara langsung. Sangat sulit untuk menemukan situasi seperti ini dalam kekristenan hari ini. Saya harap, dalam pemulihan Tuhan, para sekerja kita dan orang-orang yang berkarunia tidak hanya melakukan pekerjaan pembangunan sendiri, tetapi juga menyempurnakan orang-orang kudus, sehingga orang-orang kudus dapat berfungsi seorang demi seorang dan dapat membangun Tubuh Kristus secara langsung. Semoga Allah memberkati kita semua supaya dapat nampak visi pernbangunan Tubuh Kristus ini.
Berita ini disampaikan oleh saudara Witness Lee di Seoul, Korea pada tanggal 8 Nopember 1988.
PUNCAK VISI
DAN PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS
BAB
1 2 3 4
KATA PENGANTAR
Buku ini tersusun dari terjemahan berita-berita yang disampaikan oleh saudara Witness Lee saat bersekutu dengan para penatua dari Taipei pada tanggal 17-20 Mei 1994 di Anaheim, California.