YERUSALEM BARU -- PERAMPUNGAN SEMPURNA (4)
Pembacaan Alkitab:
Why. 21:3-4, 6-7, 24, 26; 22:2-5, 14, 17
Yerusalem Baru merupakan perampungan seluruh wahyu ilahi. Keenam puluh enam kitab dalam Alkitab mempunyai sebuah kesimpulan dan kesimpulan ini adalah Yerusalem Baru. Alkitab dimulai dengan penciptaan Allah dan diakhiri dengan pembangunan Allah. Penciptaan bukanlah sasaran Allah. Penciptaan adalah bagi sasaran Allah, yaitu pembangunan. Pemikiran mengenai pembangunan ilahi ini terbentang di seluruh Alkitab.
PERJANJIAN LAMA
Visi mengenai pembangunan Allah pertama-tama sampai kepada Yakub. Ketika ia sedang melarikan diri dari saudaranya Esau, ia bermimpi. Ia bermimpi mengenai rumah Allah, Betel (Kej. 28:11-19). Kemudian Allah membawa keturunan Yakub keluar dari Mesir dan menuju gunung Sinai, mereka tinggal di sana cukup lama. Ketika mereka berada di sana, Allah menunjukkan kepada mereka pola surgawi suatu bangunan, tabernakel, yang akan menjadi tempat kediaman Allah di tengah-tengah umat-Nya di bumi.
Setelah memasuki tanah permai, Allah menghendaki mereka untuk membangun Bait Suci. Perjanjian Lama terutama merupakan sejarah tabernakel dan Bait Suci. Keduanya adalah satu —tempat kediaman Allah di tengah-tengah umat-Nya di bumi. Sejarah keturunan Yakub merupakan sejarah tabernakel dan Bait Suci dalam Perjanjian Lama. Keduanya merupakan pusat, fokus, dari sejarah umat Perjanjian Lama Allah di bumi.
PERJANJIAN BARU
Dalam Perjanjian Baru, kita melihat Allah berinkarnasi. Allah menjadi manusia. Yohanes 1:14 memberi tahu kita bahwa Dia yang berinkarnasi "diam (bertabernakel) di tengah-tengah kita". Yohanes secara khusus menggunakan istilah "tabernakel" ini. Hal ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan Yesus berada di dalam daging di bumi, Ia adalah tabernakel Allah. Secara perlambangan, tabernakel yang dibangun dalam kitab Keluaran merupakan satu lambang yang utuh dari inkarnasi Tuhan; Tuhan berinkarnasi untuk menjadi perwujudan Allah di bumi. Perwujudan ini adalah tempat kediaman Allah. Kolose 2:9 memberi tahu kita bahwa seluruh kepenuhan ke-Allahan berdiam secara jasmaniah di dalam Kristus, yakni di dalam Kristus yang memiliki tubuh insani, tubuh fisik. Kristus adalah perwujudan Allah dan perwujudan ini adalah tabernakel Allah.
Dalam Yohanes 2:19 Tuhan memberi tahu orang-orang Yahudi, "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Tubuh fisik Tuhan Yesus adalah Bait Allah (ay. 21). Dalam Yohanes 1 ada tabernakel dan dalam Yohanes 2 ada bait. Perkataan Tuhan "dalam tiga hari" menandakan kebangkitan-Nya. Paulus memberi tahu kita dalam Efesus 2:6 bahwa ketika Kristus dibangkitkan, kita dibangkitkan bersama-sama dengan Dia. Petrus selanjutnya mengatakan bahwa melalui kebangkitan yang almuhit tersebut, kita semua telah dilahirkan kembali (1 Ptr. 1:3). Kita telah dilahirkan dari Allah dan kita adalah anak-anak-Nya. Ini berarti bahwa bait yang akan dibangun Tuhan Yesus dalam tiga hari, yaitu di dalam kebangkitan-Nya, bukanlah sesuatu yang individu melainkan sesuatu yang korporat. Karena itu dalam surat-surat rasul kita diberi tahu bahwa gereja sebagai Tubuh Kristus adalah Bait Allah. Satu Korintus 3:16 mengatakan bahwa orang-orang kudus adalah Bait Allah.
Perjanjian Baru berakhir dengan Yerusalem Baru, dan Yerusalem Baru sebagai kesimpulan Alkitab disebut tabernakel (Why. 21:3). Yohanes mengatakan bahwa ia tidak melihat bait dalam kota kudus, "sebab Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa adalah Bait Sucinya" (21:22).
Seperti yang telah kami tunjukkan, Yerusalem Baru mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tinggi yang sama. Ukuran panjang, lebar, dan tinggi kota adalah dua belas ribu stadia (21:16). Prinsip yang dinyatakan dalam Alkitab adalah sebuah bangunan dengan tiga dimensi yang sama mengindikasikan Ruang Maha Kudus. Ruang Maha Kudus di dalam tabernakel mempunyai ukuran sepuluh hasta dalam tiga dimensinya. Berdasarkan 1 Raja-raja 6:20, Ruang Maha Kudus di dalam Bait Suci juga mempunyai tiga dimensi yang sama, yaitu masing-masing dua puluh hasta. Jadi, sesuai dengan ukuran Yerusalem Baru, kota kudus ini pasti adalah Ruang Maha Kudus. Jika membaca Wahyu 21 secara teliti, kita dapat melihat bahwa kota kudus adalah tebernakel sekaligus bait.
Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru berpusat pada tabernakel dan bait sebagai tempat kediaman Allah. Kemudian kesimpulan seluruh Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Baru, juga adalah tabernakel dan bait. Dalam Perjanjian Lama, tabernakel melambangkan Kristus sebagai tabernakel Allah secara individu, dan bait melambangkan Kristus sebagai bait Allah secara korporat. Apa yang kita miliki di sini adalah Kristus dan gereja. Kristus merupakan penggenapan lambang tabernakel dan Kristus sebagai sang Kepala dengan gereja sebagai tubuh-Nya bersama-sama menggenapkan lambang bait. Semua ini akan mencapai perampungannya dan perampungan sempurna ini akan menjadi Yerusalem Baru, yang merupakan tabernakel sekaligus bait. Inilah perampungan sempurna tempat kediaman Allah yang telah Ia bangun selama berabad-abad. Selain itu, Yerusalem Baru merupakan suatu susunan yang hidup dari semua orang kudus Perjanjian Lama seperti yang diwakili oleh nama-nama dari kedua belas suku dan semua orang kudus Perjanjian Baru, seperti yang diwakili oleh nama kedua belas rasul. Inilah suatu susunan yang hidup dari orang-orang tebusan Allah untuk menjadi tempat kediaman kekal-Nya.
EMPAT ZAMAN BAGI PEMBANGUNAN ALLAH
Dalam ciptaan lama, sebelum kedatangan langit baru dan bumi baru terdapat empat zaman. Zaman Bapa-bapa leluhur, dari Adam sampai Musa, yang merupakan zaman sebelum hukum Taurat. Anda boleh menyebutnya zaman prahukum Taurat atau zaman Bapa-bapa leluhur. Yang kedua adalah zaman hukum Taurat, dari Musa sampai kedatangan Kristus yang pertama. Yang ketiga adalah zaman kasih karunia, yang berlangsung mulai kedatangan Kristus yang pertama sampai kedatangan-Nya yang kedua. Kemudian bersamaan dengan kedatangan-Nya yang kedua zaman keempat dimulai, yaitu pemerintahan Kristus selama seribu tahun. Setelah keempat zaman ini, ciptaan lama pasti akan diperbarui seluruhnya, karena melalui zaman-zaman ini Allah akan merampungkan apa yang Ia kehendaki untuk dirampungkan.
Pekerjaan penciptaan Allah telah rampung dalam dua pasal pertama dari Alkitab. Kemudian mulai setengah pasal yang kedua dari Kejadian 2, Allah memulai pekerjaan pembangunan-Nya. Pekerjaan ini berlanjut terus selama empat zaman: zaman Bapa-bapa leluhur, zaman hukum Taurat, zaman kasih karunia, dan akhirnya zaman pemerintahan selama seribu tahun. Melalui keempat zaman ini Allah merampungkan pembangunan-Nya.
PEKERJAAN ALLAH —
PEKERJAAN PEMBANGUNAN
Pekerjaan Allah melalui keempat zaman ini adalah pekerjaan pembangunan. Dalam Perjanjian Lama kita melihat pembangunan tabernakel dan Bait Suci yang merupakan pusat dari sejarah Perjanjian Lama. Ketika Tuhan Yesus datang, Ia adalah tabernakel. Setelah membantu murid-murid-Nya untuk mengenali bahwa Ia adalah Kristus, Anak Allah yang hidup, Ia dengan segera mewahyukan bahwa Ia akan membangun gereja-Nya (Mat. 16:18). Perkataan Tuhan menunjukkan bahwa Ia sedang melakukan satu pekerjaan pembangunan.
Pemikiran mengenai pembangunan ini sangat jelas dalam Alkitab. Bahkan dalam Kisah Para Rasul 4 Petrus memberi tahu pemimpin-pemimpin Yahudi bahwa mereka adalah tukang-tukang bangunan yang telah menolak Kristus, batu yang hidup, namun Allah telah membangkitkan Dia dan menjadikan Dia batu penjuru bangunan-Nya (Kis. 4:10-11). Petrus dalam tulisannya memberi tahu kita bahwa Tuhan adalah batu yang hidup, dan kita semua sebagai batu-batu yang hidup datang kepada Tuhan dan sedang dibangun menjadi suatu rumah rohani (1 Ptr. 2:4-5).
Paulus juga membicarakan pembangunan. Ia memberi tahu kita bahwa ia telah meletakkan fondasi (dasar) yang unik dan tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan fondasi (dasar) yang lain. Tetapi masalahnya adalah bagaimana kita membangun di atasnya. Kita dapat membangun baik dengan emas, perak, dan batu-batu permata maupun dengan kayu, rumput, dan jerami (1 Kor. 3:10-12).
Dalam tulisan Yohanes, pemikiran mengenai pembangunan lebih jelas. Ketika Simon datang kepada Tuhan Yesus dalam Yohanes 1:41-42, Tuhan mengubah namanya menjadi Kefas, sebuah batu. Kemudian dalam pasal yang sama Tuhan memberi tahu Natanael bahwa ia akan "melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia" (ay. 51). Sesungguhnya Tuhan sedang menunjukkan kepada Natanael mengenai mimpi bapa leluhurnya Yakub (Kej. 28:12, 17, 19), yang mengindikasikan bahwa pekerjaan pembangunan Betel, rumah Allah, sedang dimulai. Kemudian dalam pasal 2 Tuhan menunjukkan bahwa Ia akan membangun tubuh-Nya dalam kebangkitan sebagai Bait Allah yang korporat (2:19, 21-22).
Selanjutnya Yohanes dalam kitab Wahyu menulis bahwa para pemenang akan dibangun menjadi sokoguru di dalam Bait Allah (Why. 3:12). Akhirnya dalam Wahyu 21 ia menunjukkan kepada kita bahwa perampungan sempurna dari pekerjaan pembangunan ini akan menjadi Yerusalem Baru, tabernakel dan bait Allah, yang dibangun dengan emas, mutiara, dan batu-batu permata, dan rasul-rasul akan menjadi dua belas batu fondasinya.
Jadi, perhatikanlah bahwa di seluruh Alkitab hanya satu setengah pasal yang membicarakan mengenai penciptaan. Sisanya, mulai setengah pasal yang kedua dari kitab Kejadian 2 hingga kitab Wahyu, membicarakan pembangunan Allah. Bangunan ini terus menerus disebut dengan tabernakel dan Bait Suci, baik dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, maupun pada penutupan (kesimpulan) Alkitab. Dalam Perjanjian Lama terdapat tabernakel dan Bait Suci. Dalam Perjanjian Baru terdapat realitas dari tabernakel dan Bait Suci. Pada penutupan (kesimpulan) kedua Perjanjian ini terdapat perampungan sempurna dari tabernakel dan Bait Suci.
TOTALITAS DARI KEPUTRAAN ILAHI
Perampungan ini, Yerusalem Baru, merupakan totalitas dari keputraan ilahi bagi ekspresi korporat Allah Tritunggal (Rm. 8:23). Putra adalah ekspresi Bapa. Tidak seorang pun pernah melihat Bapa, tetapi Anak Tunggal Bapa telah menyatakan-Nya (Yoh. 1:18). Seorang Bapa dan anak-anak-Nya mempunyai gambar yang sama. Rupa anak-anak seperti rupa bapa. Yesus Kristus sebagai Putra Alah merupakan ekspresi Allah Bapa, tetapi Allah ingin mempunyai anak lebih dari satu. Kristus disebut sebagai Anak Tunggal dalam Yohanes 1:18 dan dalam Yohanes 3:16 yang mengatakan bahwa Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Dari Roma 8:29 kita tahu bahwa dalam kebangkitan, Putra Allah yang unik ini menjadi Putra sulung di antara banyak saudara. Tuhan Yesus dalam kebangkitan-Nya menyuruh seorang di antara para saudari "... pergilah kepada saudara-saudara-Ku" (Yoh. 20:17), dan Ibrani 2:11 mengatakan, itulah sebabnya Ia "tidak malu menyebut mereka saudara" karena mereka semua dilahirkan dari Bapa yang sama. Perbedaan satu-satunya hanyalah Ia adalah Putra sulung dan kita adalah banyak putra.
Memimpin Banyak Putra ke dalam Kemuliaan
Allah Tritunggal masih bekerja sampai hari ini untuk memimpin banyak putra-Nya masuk ke dalam kemuliaan (Ibr. 2:10). Kita adalah putra-putra Allah, namun kita masih belum berada dalam kemuliaan. Sama seperti seekor ulat bulu diubah menjadi seekor kupu-kupu, demikian juga kita sedang dipimpin masuk ke dalam kemuliaan. Haleluya, kita sedang dalam perjalanan! Suatu hari kita semua akan berada di sana, dalam kemuliaan, sebagai banyak putra Allah. Roma 8:18-22 memberi tahu kita bahwa seluruh ciptaan yang telah jatuh sekarang berada di bawah perbudakan kebinasaan dan sangat mengharapkan untuk melihat kita berada dalam kemuliaan. Kemuliaan tersebut akan menjadi kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah, yaitu penebusan tubuh kita sepenuhnya (ay. 23). Tubuh kita masih belum ditebus, tetapi suatu hari ia akan berubah rupa (transfigurasi) menjadi tubuh mulia (Flp. 3:21). Penebusan tubuh kita yang sepenuhnya merupakan keputraan yang sepenuhnya. Roh kita telah dilahirkan oleh Roh Allah, tetapi tubuh kita masih belum dibawa masuk ke dalam keputraan. Seluruh alam semesta sangat menantikan bagian terakhir dari penebusan kita. Semua ciptaan ingin melihat bahwa semua putra Allah dibawa masuk ke dalam kemuliaan untuk menikmati keputraan mereka yang utuh.
Putra-putra, Saudara-saudara, dan Anggota-anggota
Sebelum kebangkitan-Nya, Kristus adalah putra Tunggal Allah, tetapi melalui kematian dan kebangkitan, Ia menjadi Putra Sulung yang diikuti oleh banyak putra hasil dari kematian dan kebangkitan-Nya. Sekarang, bagi Allah, kita adalah banyak putra, bagi Kristus, kita adalah banyak saudara, dan bagi tubuh-Nya, kita adalah anggota-anggota. Itulah sebabnya kita menyebut diri kita sendiri saudara-saudara. Kita adalah saudara yang satu terhadap yang lain karena kita adalah saudara-saudara Kristus dan putra-putra Allah. Inilah keputraan. Ini merupakan satu kesatuan yang korporat.
Keputraan Total
Yerusalem Baru merupakan totalitas keputraan ilahi. Hanya ada satu keputraan ilahi; kita semua berada dalam keputraan yang esa ini. Di dalam kebangkitan, kita semua akan menjadi laki-laki, termasuk para saudari. Dalam tubuh ciptaan lama ini, kita masih mempunyai perbedaan antara para saudara dan para saudari, tetapi dalam kebangkitan, kita semua akan menjadi laki-laki, para saudara. Keputraan total akan menjadi lengkap melalui keterangkatan dan kebangkitan yang akan datang. Ketika kita berada di sana, di dalam Yerusalem Baru, itulah totalitas keputraan ilahi. Keputraan ini adalah bagi ekspresi korporat Allah Tritunggal yang maha besar: Bapa, Putra, dan Roh itu.
DITAKDIRKAN (DITENTUKAN) KEPADA KEPUTRAAN
Keputraan ini memenuhi kedambaan (hasrat) dari penakdiran Allah. Efesus 1:4-5 memberi tahu kita bahwa sebelum dunia dijadikan, Allah telah menentukan (menakdirkan) kita kepada keputraan. Ketika masih muda, saya menyukai ayat-ayat ini, tetapi saya berpikir bahwa Allah telah menakdirkan saya kepada surga. Kemudian saya berpikir bahwa saya ditakdirkan kepada keselamatan. Banyak di antara kita mungkin pernah memikirkan hal yang sama. Seringkali ketika membaca Alkitab, kita membaca sesuatu dari pikiran kita di dalamnya. Alkitab tidak mengatakan bahwa Allah telah menentukan kita kepada surga atau kepada keselamatan. Ia mengatakan bahwa kita telah ditentukan kepada keputraan.
Sebelum dunia dijadikan, Allah telah membuat sebuah keputusan yang tegas (tidak berubah) yaitu membuat Anda menjadi seorang putra. Setiap orang yang dipilih adalah seorang yang berdosa bahkan adalah musuh Allah, tetapi Allah mempunyai kemampuan menebus untuk menjadikan Anda salah satu dari anak-anak-Nya, Anda yang dulunya adalah seorang berdosa dan musuh-Nya. Ini adalah keajaiban di atas keajaiban. Allah telah membuat kita menjadi anak-anak-Nya, kita yang dulunya adalah musuh-musuh-Nya.
Yohanes mengatakan bahwa semua orang yang menerima-Nya, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, akan diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Orang-orang ini dilahirkan dari Allah. Ia datang untuk menjadi tabernakel (1:14), mendambakan agar kita menerima Dia sehingga dilahirkan sebagai anak-anak. Maksud Tuhan Yesus, sang Tabernakel, adalah agar kita dilahirkan sebagai putra-putra untuk menjadi komponen-komponen Bait Suci yang akan datang (Yohanes 2:19, 21-22).
KEPUTRAAN DALAM ROMA 8
Dalam Roma 8 Paulus sangat tegas mengenai masalah keputraan. Roma 8 mengatakan, "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah" (ay. 14). Allah tidak memberikan kepada kita roh perbudakan tetapi roh keputraan (TL.) (Roh yang menjadikan kita anak Allah — LAI) (ay. 15). Roh-Nya bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah (ay. 16). Dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan keputraan kita (saat anak-anak Allah dinyatakan — LAI) (ay. 19). Sekarang Allah sedang menyerupakan kita dengan gambaran Putra sulung, Kristus (ay. 29). Hari ini kita adalah saudara-saudara-Nya, tetapi belum sepenuhnya. Kita sedang di dalam proses. Pada waktu kita diserupakan dengan gambaran putra sulung, kita akan menjadi ekspresi-Nya secara korporat.
EKSPRESI KORPORAT ALLAH
Dalam kitab Wahyu, Allah yang duduk di atas takhta nampaknya seperti permata yaspis (4:3). Kemudian dalam 21:18 Yohanes memberi tahu kita bahwa tembok kota tersebut terbuat dari permata yaspis. Dua ayat ini memberi tahu kita bahwa Yerusalem Baru akan terlihat seperti Allah. Kota tersebut akan menjadi ekspresi korporat Allah.
Maksud Allah untuk memiliki sebuah ekspresi korporat juga terlihat dalam penciptaan-Nya akan manusia. Sebelum permulaan zaman, Allah telah menakdirkan (menentukan) kita kepada keputraan. Kemudian Ia menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri sesuai dengan penentuan-Nya, dengan maksud bahwa pada suatu hari manusia ciptaan ini akan menjadi ekspresi korporat-Nya. Hari itu masih belum datang. Ketika keempat zaman telah berlalu — zaman Bapa-bapa leluhur, zaman hukum Taurat, zaman kasih karunia, dan zaman kerajaan — pekerjaan Allah dalam menyerupakan kita dengan gambaran Putra sulung akan selesai. Kemudian kita akan menjadi kesatuan korporat yang hidup, yang memiliki gambar Allah.
Yerusalem Baru adalah totalitas dari semua putra sebagai suatu ekspresi korporat. Ia merupakan suatu susunan dari semua orang kudus terkasih yang ditebus oleh Allah dalam segala zaman, baik zaman Perjanjian Lama maupun zaman Perjanjian Baru. Mereka bersama-sama akan menjadi komponen-komponen kota kudus ini, totalitas dari keputraan ilahi, untuk mengekspresikan Allah secara korporat demi memenuhi hasrat hati-Nya seperti yang ditunjukkan-Nya pada saat Ia menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. Wahyu 21 dan 22 merupakan penggenapan dari Kejadian 1:26 — Allah mempunyai seorang manusia menurut gambarNya.
DUA KELOMPOK
Di dalam langit baru dan bumi baru terdapat dua kelompok manusia. Yang satu adalah banyak putra dan yang lain adalah umat. Pada waktu berada di dalam Yerusalem Baru, kita akan menjadi putra-putra Allah, bukan umat Allah.
Di Inggris ada keluarga kerajaan. Mereka bukan "umat", melainkan orang-orang yang memerintah. Orang-orang kudus, pernahkah Anda memikirkan bahwa Anda tidak termasuk di antara orang-orang biasa? Anda berasal dari keluarga kerajaan. Dalam Wahyu 1:6 Yohanes memberi tahu kita bahwa Kristus telah membuat kita "menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, BapaNya". Kita adalah putra-putra Allah yang Mahakuasa, Raja di atas segala raja. Hal ini menjadikan kita anggota-anggota, sanak saudara dari keluarga kerajaan. Kita bukan hanya putra-putra Allah tetapi juga anggota-anggota keluarga raja.
Wahyu 21:3 mengatakan, "Mereka akan menjadi umat-Nya." Kemudian dalam 21:7 mengatakan, "Barangsiapa menang, ... ia akan menjadi anak-Ku." Dalam 21:24 terdapat "bangsa-bangsa." Bangsa-bangsa akan berjalan dalam cahaya kota kudus. Kita, anak-anak-Nya, keluarga kerajaan, adalah kota kudus tersebut. Jadi, bagi Allah, anak-anak-Nya merupakan satu kelompok dan umat-Nya merupakan kelompok yang lain.
Di London, saya diajak untuk melihat pergantian penjaga di depan pintu gerbang istana Buckingham. Bahkan di dalam kota London yang besar, ada "kota kecil" yang disebut istana Buckingham, tempat keluarga kerajaan tinggal. Yerusalem Baru akan menjadi "Istana Buckingham" yang kekal, ilahi, rohani dan surgawi. Di sekitar kota kerajaan ada bangsa-bangsa.
Dalam langit baru dan bumi baru, kita tidak akan menjadi umat, bangsa-bangsa, melainkan putra-putra. Dalam Wahyu 21:6-7, Putra-putra Allah adalah mereka yang telah dilahirkan oleh Allah melalui pengubahan (Yoh. 1:12-13; 1 Ptr. 1:3, 4, 23; Yak. 1:18). Mereka dibangun bersama melalui pengubahan (1 Kor. 3:9-12a; Ef. 2:20-22; 1 Ptr. 2:4-6; 2 Kor. 3:18; Rm. 12:2; Ef. 4:23-24). Mereka akan dimuliakan dalam penyerupaan yang penuh untuk menjadi ekspresi korporat Allah Tritunggal (Rm. 8:29-30; Ibr. 2:10; Why. 21:11). Bangsa-bangsa di luar Yerusalem Baru tidak dilahirkan kembali, diubah, atau dimuliakan. Kita berbeda dengan bangsa-bangsa.
Putra-putra Allah
Golongan orang-orang yang dilahirkan kembali, diubah, di-muliakan, dan diserupakan akan menjadi komponen-komponen Yerusalem Baru. Hari ini, kaum beriman sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus merupakan komponen-komponen gereja yang adalah rumah Allah sekaligus istri Kristus. Gereja bukan suatu gedung. Gereja merupakan suatu susunan yang hidup dari semua anggota Kristus yang hidup. Susunan yang hidup ini adalah suatu organisme. Ia bukan satu organisasi. Di mana orang-orang ini berada, di sana terdapat suatu organisme. Kita berada di sini sebagai organisme ini, gereja. Jika kita pindah ke Miami, organisme ini akan berada di sana, di Miami.
Komponen-komponen ini — anak-anak Allah yang dilahirkan kembali, diubah, diserupakan, dan dimuliakan hingga menjadi rumah Allah sekaligus istri Kristus (Why. 21:3, 9) — dalam kekekalan akan makan pohon kehidupan dan minum air kehidupan. Hal ini akan menjadi dua kenikmatan yang utama, pokok, dan dasar dari anak-anak Allah. Wahyu 22:14 menjanjikan bahwa kita akan mempunyai hak untuk makan pohon kehidupan. Dalam Wahyu 22:17 terdapat panggilan untuk minum air. Hal ini akan menjadi kenikmatan kita yang mendasar dalam Yerusalem Baru untuk selamanya.
Kemudian kita akan melayani Allah dan Anak Domba sebagai hamba-hamba-Nya (Why. 22:3) untuk selamanya. Kita juga akan menjadi raja atas bangsa-bangsa — umat — untuk selamanya; Wahyu 22:5 mengatakan bahwa kita akan "memerintah selama-lamanya". Kaum beriman sebagai putra-putra Allah akan menjadi raja-raja. Malaikat-malaikat akan menjadi orang-orang yang melayani (Ibr. 1:13-14), melayani kita. Mereka adalah pelayan-pelayan keluarga kerajaan dan kita adalah raja atas bangsa-bangsa. Inilah kerajaan Allah dalam kekekalan.
Umat Allah
Umat Allah dalam Wahyu 21 merupakan sisa domba yang diceritakan dalam Matius 25:31-46. Ketika Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya di dalam Yerusalem dan akan mengumpulkan semua orang yang hidup dan berbeda dari bangsa-bangsa kepada-Nya. Mereka akan digolong-golongkan menjadi domba dan kambing dan Ia akan menghakimi mereka. Kambing-kambing, yang berada di sebelah tangan kiri-Nya, akan langsung masuk ke lautan api. Domba-domba, yang berada di sebelah tangan kanan-Nya, akan mewarisi kerajaan seribu tahun, yang Allah persiapkan bagi mereka sejak dunia dijadikan. Kita telah ditentukan (ditakdirkan) kepada keputraan sebelum dunia dijadikan, tetapi milenium dipersiapkan oleh Allah bagi domba-domba ini sejak dunia dijadikan. Jadi, ada perbedaan.
Penghakiman ini tidak akan terjadi di takhta putih yang besar (Why. 20:11), yang akan ada setelah milenium. Hal ini akan terjadi pada takhta kemuliaan Kristus sebelum masa seribu tahun. Penghakiman tersebut tidak berdasar pada hukum Taurat Musa ataupun berdasar pada Injil kasih karunia, tetapi berdasar pada Injil kekal (Why. 14:6-7). Banyak orang Kristen tidak pernah mendengar mengenai Injil kekal. Injil kekal tidak meliputi penebusan maupun pengampunan dosa-dosa. Injil kekal hanya terdiri dari dua hal: takut akan Allah dan menyembah Dia. Injil ini akan diberitakan oleh malaikat pada waktu kesusahan besar, yang akan berlangsung selama tiga setengah tahun. Saat itu adalah saat Antikristus melakukan apa pun yang dapat ia lakukan untuk menganiaya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen. Dalam Matius 25, berdasarkan keputusan penghakiman Kristus, kita dapat mengetahui bahwa orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen akan diperlakukan dengan baik oleh para domba (ay. 34-36). Tetapi sejumlah besar akan mengikuti Antikristus menganiaya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen. Karena itu, Kristus akan melaksanakan penghakiman-Nya dan penghakiman tersebut akan sesuai dengan Injil kekal.
Domba-domba akan dipindahkan ke dalam kerajaan seribu tahun untuk menjadi umat dan orang-orang kudus pemenang akan menjadi raja atas mereka (Why. 20:4, 6). Domba-domba akan dipulihkan kepada status semula manusia seperti yang diciptakan oleh Allah dan akan menjadi warga negara kerajaan seribu tahun untuk menikmati berkat pemulihan (Kis. 3:21). Pemulihan bukan kelahiran kembali. Dilahirkan kembali adalah dilahirkan sekali lagi dengan hayat yang lain, hayat Allah, tetapi dipulihkan adalah dibawa kembali kepada status semula penciptaan Allah.
Pada akhir masa seribu tahun, Satan, setelah dilepaskan, akan menghasut pemberontakan terakhir melawan Allah (Why. 20:7-9). Banyak domba yang akan bergabung dengan pemberontakan Satan dan akan dibakar dengan api dari surga. Sisa dari domba-domba akan dipindahkan ke bumi baru untuk menjadi bangsa-bangsa (Why. 21:24). Allah akan bertabernakel bersama mereka, umat-Nya (Why. 21:3). Mereka akan diperintah oleh anak-anak Allah yang adalah raja-raja (22:5). Bagi mereka tidak akan ada lagi maut, perkabungan, ratap tangis, dukacita, atau laknat (21:4; 22:3a). Mereka akan bertahan sampai kekal dengan daun dari pohon kehidupan (22:2). Kita akan makan buah, tetapi bangsa-bangsa akan menikmati daun-daun. Mereka akan berjalan dalam cahaya kota kudus (21:24a). Bersama dengan raja-raja mereka, mereka akan membawa kekayaan dan kemuliaan mereka ke dalam kota. Mereka akan menghargai kota tersebut dan menganggapnya sebagai pemimpin.
KESIMPULAN
Orang-orang kudus dari segala zaman yang telah ditebus akan menjadi orang-orang yang dilahirkan kembali, putra-putra Allah, milik keluarga kerajaan. Mereka akan menjadi raja-raja dalam kekekalan. Sisa orang-orang tidak percaya yang dipulihkan akan menjadi umat, bangsa-bangsa, berjalan dalam cahaya kota dan diperintah oleh orang-orang kudus. Golongan yang lain adalah orang-orang yang binasa. Orang-orang tidak percaya yang binasa akan berada dalam lautan api (21:8). Hal ini memberi kita pandangan menyeluruh mengenai langit baru dan bumi baru.