← Daftar isi Rahasia Keselamatan Organik Allah – “roh itu Bersama dengan Roh Kita” · bab 2/6

RAHASIA (KUNCI) PEMBERIAN MAKAN DAN PENGUDUSAN GARIS BESAR

I. Rahasia (kunci) pemberian makan (kelanjutan kelahiran kembali)-bagian kedua dari keselamatan organik Allah :

A. Pemberian makan tahap awal :

1. Memberi makan bayi yang baru lahir-kaum beriman baru.

2. Melalui mengasuh mereka untuk mendoabacakan firman dan menyeru nama Tuhan dengan jalan melatih roh mereka yang diasuh oleh Kristus.

3. Dengan susu firman yang adalah Roh ituYoh. 6:63; Ef 6:17.

4. Bagi pertumbuhan mereka dalam hayat ilahi hingga keselamatan mereka sehari-hari - 1 Ptr. 2:2.

B. Pemberian makan terus-menerus :

1. Memberi makan kaum beriman yang sedang bertumbuh.

2. Dengan firman yang solid, yaitu Roh hayatlbr. 5:14.

3. Bagi kematangan mereka dalam hayat idahi hingga mencapai transformasi dan penyerupaan dengan citra Kristus.

C. Pemberian makan dalam penggembalaan :

1. Kristus sebagai "Dia yang datang supaya kaum beriman dapat mempunyai hayat" (Yoh. 10:10b) adalah Gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya (hayat-Nya - Tl.) untuk menebus kaum beriman dan bang-kit untuk memberi makan domba-Nya dengan diri-Nya sendiri sebagai padang rumput hijau sehingga mereka boleh mendapatkan hayat dengan lebih berlimpah (ay. 2-4; 9, 11, 14-16).

2. Ia menggembalakan semua kaum beriman-Nya dan membimbing mereka ke mata air hayat—Why. 7:17.

3. Ia sebagai Gembala agung menggembalakan kawanan domba Allah dalam kebangkitan untuk kesempurnaan mereka demi melakukan kehendak Allah dalam diri mereka—Ibr. 13:20-21.

4. Ia adalah Gembala jiwa kaum beriman dalam diri kaum beriman tersebut untuk mengawasi mereka—1 Ptr. 2:25.

5. Ia adalah Gembala Kepala yang memberi pahala kepada para penatua yang setia, yang menggembalakan kawanan domba Allah dengan setia, pahala itu berupa mahkota kemuliaan yang tidak dapat pudar sebagai dorongan bagi mereka—1 Ptr. 5:4.

6. Ia memberi amanat kepada Petrus, rasul yang ditunjuk oleh-Nya untuk memberi makan domba-domba-Nya dan menggembalakan domba-Nya dalam kasihnya terhadap Tuhan—Yoh. 21:15-17.

7. Ia sebagai Kepala memberikan kepada Tubuh orang-orang yang berkarunia, salah satunya adalah gembala-gembala, yang menyempurnakan orang-orang kudus dengan jalan mengajar bagi pembangunan Tubuh Kristus—Ef. 4:11-12.

8. Tanggung jawab utama para penatua dalam gereja adalah menggembalakan kawanan domba Allah dengan jalan mengajar dengan setia—1 Ptr. 5:2-3; 1 Tim. 3:2; 5:17.

9. Penggembalaan para penatua terhadap gereja, kawanan domba Allah, adalah cara yang terbaik untuk mengawasi "serigala-serigala ganas" dan orang-orang yang membicarakan ajaran-ajaran palsu di antara gereja-gereja—Kis. 20:28-30.

II. Rahasia (kunci) pengudusan--bagian ketiga dari keselamatan organik Allah:

A. Pengudusan Allah terhadap kaum beriman terdiri atas tiga aspek:

1. Aspek pertama adalah pengudusan pencarian oleh Roh Kudus dengan Firman yang menerangi pada tahap awal—1 Ptr. 1:2; Luk. 15:8.

2. Aspek kedua adalah pengudusan kedudukan oleh darah penebusan Kristus secara yuridis —Ibr. 13:12; 10:29.

3. Aspek ketiga adalah pengudusan watak secara organik oleh Roh Kudus—Rm. 15:16; 6:19, 22.

B. Kita diciptakan oleh Allah secara khusus agar kita bagi Dia. Tetapi kita jatuh dari Allah, dengan demikian kita kehilangan kedudukan (posisi) dan sifat (watak) kita sehingga menjadi umum. Karena itu, saat menyelamatkan kita, Allah menguduskan kita, baik kedudukan kita, posisi kita di hadapan-Nya secara luaran dan yuridis, maupun watak kita yang jatuh secara batin dan organik. Kita telah membahas pengudusan Allah secara posisi dan yuridis pada kesempatan yang lain. Apa yang dibahas dalam berita ini adalah pengudusan watak oleh Allah dan pengudusan organik :

1. Oleh Roh Kudus—Rm. 15:16:

a. Dalam watak mereka.

b. Dengan sifat Allah yang ilahi, kudus (2 Ptr. 1:4) sehingga mereka dapat menjadi kudus bagi Allah (Ef. 1:4).

c. Dengan unsur hayat kebangkitan Kristus yang mereka terima melalui pemberian makan.

2. Dari roh mereka yang ditawan oleh Kristus, melalui jiwa mereka hingga mencapai tubuh mereka, dengan demikian diri mereka dapat dikuduskan sepenuhnya - 1 Tes. 5:23.

c. Karena semua kaum beriman akan menjadi komponen dari kota kudus, Yerusalem Baru, mereka semua harus dikuduskan hingga sekudus KOTA KUDUS, Yerusalem Baru.

Doa : Tuhan, kami memuji Engkau sebagai Allah yang berbicara. Engkau berbicara pada zaman dulu, dan kami mempunyai Firman-Mu dalam tangan kami. Tuhan, Eng. kau masih berbicara sebagai Roh itu. Roh-Mu adalah Roh yang berbicara, dan kami mendengarkan pembicaraanNya. Tuhan, Engkau berbicara melalui Putra-Mu, dan kami berbagian dalam keputraan-Mu. Kami percaya bahwa Engkau masib berbicara melalui kami. Tuhan, terima kasib untuk pembicaraan-Mu. Selama tujuh puluh empat tahun ini, dalam pemuhhan-Mu, pembicaraan-Mu tidak pernah berhenti. Setiap tahun Engkau memberi kami terang baru dan wabyu baru melalui pembicaraan-Mu. Betapa kami bersyukur kepada-Mu! Dalam beberapa tahun belakangan ini, pembicaraan-Mu di tengah-tengab kami telab sangat diperkaya. Tuhan, sekah lagi kami meminta kepada-Mu untuk melepaskan apa yang telah Engkau tunjukkan kepada kami. Tuban, berkatilah dan pakailah hal itu. Kami tahu bahwa maksud-Mu adalah membangun Tubuh Putra-Mu, yaitu organisme Allah Tritunggal. Tuhan, kami tidak dapat melakukan apa-apa. Kami bersandar kepada-Mu. Amin.

Dalam bab sebelumnya, kami menunjukkan bahwa istilab kunci mengacu kepada kiat dalam melakukan sesuatu. Kunci keselamatan organik Allah adalah Roh itu dengan Roh kita. Roh itu adalah Roh yang melahirkan, Roh yang merawat, Roh yang menguduskan, Roh yang memperbarui, Roh yang mentransformasi, Roh yang membangun, Roh yang mendewasakan. Roh yang memeterai, dah Roh yang diintensifkan. Pernahkah Anda menyadari bahwa Roh itu mempunyai kesembilan aspek ini? Roh kita perlu dijamab oleh Kristus dengan kesembilan cara tersebut sehingga menjadi roh yang dihidupkan oleh Kristus, diasuh oleh Kristus, ditawan oleh Kristus, dihuni oleh Kristus, dipenuhi oleh Kristus, dimiliki oleh Kristus, diperkaya dengan Kristus, melonjak ria dengan Kristus, dan terpikat oleh Anak Domba. Apakah roh Anda berada dalam kesembilan keadaan ini? Roh Anda telah dihidupkan oleh Kristus, tetapi apakah telah diasuh oleh Kristus dan ditawan oleh Kristus? Jika roh Anda telah ditawan oleh Kristus maka Anda akan seperti orang yang disebutkan dalam kitab Kidung Agung, orang yang ditawan oleh Kristus, sang Penawan. Roh Anda pasti dihuni oleh Kristus, dan sekarang Roh yang memperbarui sedang mengerjakan pekerjaan pembaruan di dalam Anda. Untuk memperbarui kita, Kristus sebagai Roh itu harus berhuni dalam roh kita. Roh Anda seharusnya juga dipenuhi oleh Kristus sehingga Anda dapat ditransformasi dan lalu dibangun dengan yang lain. Jika Anda dibangun dengan yang lain dalam Tubuh Kristus, roh Anda perlu dimiliki oleh Kristus. Pembangunan itu mustahil tanpa kita dimiliki oleh Kristus dalam roh kita. Anda juga perlu diperkaya oleh Kristus dalam roh Anda. Jika roh Anda diperkaya dengan Kristus, Anda dapat menjadi dewasa. Selain itu, roh Anda perlu berada dalam keadaan yang melonjak ria dengan Kristus. Suka ria (Melonjak ria) ini sangat berkaitan dengan diri Anda diresapi dengan kemuliaan Allah dan dibawa masuk ke dalam kemuliaan Allah demi pemuliaan Anda. Tentu saja kita semua akan melonjak ria pada saat kedatangan Kristus dan pada saat keterangkatan kita dan transfigurasi (pengubahan) tubuh kita untuk "diserupakan dengan tubuh mulia-Nya" (Flp. 3:21). Akhirnya, roh Anda harus dipikat oleh Anak Domba. Dalam Wahyu 14, para pemenang dipikat oleh Kristus sang Anak Domba dan mengikuti-Nya ke mana saja Dia pergi (ay. 4).

Dalam berita ini kita akan membahas dua bagian dari keselamatan organik Allah-pemberian makan dan pengudusan. Dua bagian ini sangat berkaitan erat, karena tanpa pemberian makan tidak ada pengudusan. Pengudusan adalah melalui pemberian makan. Semakin kita diberi makan firman Allah, kita semakin dikuduskan. Firman yang diberikan kepada kita untuk kita makan menguduskan kita. Dalam Yohanes 17:17 Tuhan Yesus berkata, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran." Firman mengandung unsur yang digunakan Allah untuk menguduskan kita. Itulah sebabnya, pengudusan dan pemberian makan sangat berkaitan erat.

I. RAHASIA (KUNCI) PEMBERIAN MAKAN

Pemberian makan adalah bagian kedua dari keselamatan organik Allah. Dalam keselamatan organik Allah, pemberian makan adalah kelanjutan dari kelahiran kembali. Seperti yang diketahui oleh semua ibu, setelah seorang bayi dilahirkan maka ia perlu diberi makan. Para ibu juga tahu bahwa cara terbaik untuk menghibur dan memuaskan seorang bayi adalah menyusuinya, memberinya makan susu. Karena itu, pemberian makan adalah kelanjutan dari kelahiran kembali.

Kelahiran kembali membawa kita masuk ke dalam keberadaan ilahi dan menjadikan kita pribadi yang ilahi. Sebagai kelanjutan dari kelahiran kembali, pemberian makan membuat kita mampu untuk mempertahankan dan mengembangkan keberadaan ilahi kita. Pemberian makan adalah proses yang terus-menerus, tanpa berhenti, dan akan berlanjut melewati semua bagian dari keselamatan organik Allah berikutnya - pengudusan, pembaruan, transformasi, pembangunan, penyerupaan, dan pemuliaan. Karena itu, pemberian makan akan terus berlanjut dari kelahiran kembali hingga pemuliaan. Jika kita melihat hal ini, kita tidak akan memandang remeh perihal pemberian makan. Melalui pemberian makan itulah kita menerima unsur yang digunakan Allah untuk menguduskan kita dan melalui pemberian makan itulah kita menerima kekayaankekayaan yang digunakan Allah untuk memperbarui kita, mentransformasi kita, membangun kita, menyerupakan kita, dan memuliakan kita.

A. Pemberian Makan Tahap Awal

Pemberian makan tahap awal adalah memberi makan bayi yang baru lahir, kaum beriman baru. Kita memberi mereka makan melalui mengasuh mereka dengan doa baca firman dan menyeru nama Tuhan dengan jalan melatih roh mereka yang diasuh oleh Kristus. Sama seperti seorang ibu yang memberi makan anaknya, ia akan sering kali berusaha untuk membuat anaknya bahagia, mengasuhnya. Setelah ia mengasuh anak itu, ia memberinya sesuatu untuk dimakan, dan anak itu akan makan. Kita semua perlu diasuh. Ketika kita diasuh oleh Kristus, kita senang menerima firman. Kita harus mengasuh kaum beriman baru untuk doa baca firman dengan melatih roh mereka. Jika kaum beriman baru diasuh, mereka akan dengan senang hati melatih roh mereka untuk doa baca firman.

Setiap kali kita berdoa, kita harus berdoa di dalam roh (Ef 6:18). Kita melatih kaki kita dengan berjalan dan kita melatib roh kita dengan berdoa. Ketika kita diasuh oleh Kristus, pertama-tama kita merasa bahagia, kemudian dengan sendirinya kita melatih roh kita untuk berdoa, menyeru nama Tuhan. Sangat sukar untuk berdoa tanpa menyeru nama Tuhan. Roma 10: 12 mengatakan babwa Tuhan "kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya". Ketika kita menyeru nama Tuhan, kita menikmati kekayaan-kekayaan-Nya.

Kita memberi makan bayi yang baru lahir dengan susu firman yang adalab Roh itu (Yoh. 6:63-, Ef 6:17), untuk pertumbuhan mereka dalam hayat ilahi hingga keselamatan mereka sehari-hari (I Ptr. 2:2). Dalam Yohanes 6:63 Tuhan Yesus berkata, "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hayat."' Fakta bahwa firman adalah hayat menyiratkan bahwa firman mengandung susu yang bergizi. Menurut I Petrus 2 kita makan susu firman adalab agar "bertumbuh dan beroleh keselamatan (bertumbuh sampai kepada keselamatan - Tl.)". Keselamatan ini bukanlah keselamatan kekal yang sudah kita miliki, tetapi keselamatan sehari-hari.

Karena kita mempunyai keselamatan kekal, kita tidak akan binasa. Tetapi, kita mungkin kalah setiap hari dan menjadi seorang yang gagal, misalnya saat marah dengan pasangan kita. Dalam Filipi 2:14 Paulus memerintahkan kita untuk melakukan "segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan". Berbantah-bantahan berasal dari pikiran kita dan kebanyakan muncul dari para saudara, sedangkan bersungut-sungut berasal dari emosi dan kebanyakan muncul dari para saudari. Kita perlu setiap hari diselamatkan dari bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Diselamatkan dengan cara. demikian adalah mengerjakan keselamatan kita menurut pekerjaan Allah di dalam kita.

Kita perlu diselamatkan setiap hari dari banyak perkara-perkara yang berbeda. Sebagai contoh, seorang saudara adalah orang yang cepat. Sebagai orang demikian, ia selalu melakukan segala sesuatu secara cepat. Hal ini baik tetapi tidak selalu baik. Secara rohani, tidak baik bertindak tanduk dengan cepat karena ketika kita melakukan segala sesuatu terlalu cepat, hal itu menunjukkan bahwa kita sedang melakukan segala sesuatu dengan diri sendiri tanpa bersandar kepada Tuhan. Setiap kah kita melakukan segala sesuatu dengan bersandar kepada Tuhan, kita akan diperlambat dan bahkan berhenti. Bagi seorang saudara, diselamatkan dari sikapnya yang cepat adalah perkara keselamatan sehari-hari.

B. Pemberian Makan Terus-menerus

Pemberian makan tahap awal diikuti dengan pemberian makan terus-menerus. Pemberian makan terus-menerus adalah memberi makan kaum. beriman yang sedang bertumbuh dengan firman yang solid, yaitu Roh hayat (Ibr. 5:14), untuk kematangan mereka dalam hayat ilahi hingga mencapai transformasi dan penyerupaan dengan citra Kristus. Pada mulanya, seorang ibu memberi makan bayinya dengan susu, tetapi begitu anak itu bertumbuh, ia memberinya makan makanan keras. Prinsip memberi makan kaum beriman yang bertumbuh pun demikian. Bagian-bagian tertentu dari Alkitab adalah makanan keras. Sebagai contoh, firman mengenai Yerusalem Baru dalam Wahyu 21 dan 22 itu bukan susu tetapi makanan keras. Jika kita hanya minum susu, kita tidak dapat matang. Agar menjacti matang, kita perlu makanan keras.

C. Pemberian Makan dalam Penggembalaan

Pemberian makan dalam, keselamatan organik Allah juga meliputi pemberian makan dalam penggembalaan. Dalam Yohanes 21:15 Tuhan Yesus menugaskan Petrus dengan mengatakan, "Gembalakanlah domba-domba-Ku (berilah anak-anak domba-Ku makan - Tl.)." Dalam ayat 16 Ia berkata kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Dan dalam ayat 17 Ia meneruskan berkata, "Gembalakanlah (berilah makan - Tl.) domba-domba-Ku." Jika kita tidak tahu bagaimana menggembalakan, kita tidak akan bisa memberi makan orang lain. Tujuan utama sidang kelompok dan kelompok vital dalam kehidupan gereja bukan hanya saling memperhatikan tetapi juga saling menggembalakan. Anda menggembalakan saya dan saya menggembalakan Anda. Anda adalah seekor domba di bawah penggembalaan saya dan saya adalah seekor domba di bawah penggembalaan Anda. Inilah saling menggembalakan. Saat menggembalakan orang lain, pertama-tama kita harus mengasuh mereka untuk membuat mereka bahagia, kemudian kita harus memberi mereka makan. Pemberian makan yang demikian adalah penggembalaan yang sejati.

Penggembalaan menyiratkan ajaran. Hal ini ditunjukkan dalam Efesus 4:11 yang mengatakan bahwa sang Kepala telah memberi Tubuh "baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar." (gembala-gembala dan pengajar-pengajar sebagai satu kesatuan - red.) Ayat ini tidak menyebutkan bahwa gembala-gembala dan pengajar-pengajar adalah dua kelompok yang berbeda. Sebahknya, ayat ini menunjukkan babwa mereka adalah orang yang sama dalam kelompok yang sama. Karena itu, menggembalakan dan mengajar berjalan seiring.

1. Gembala yang Baik

Kristus sebagai "Dia yang datang supaya kaum beriman dapat mempunyai hayat" (Yoh. 10:10b) adalah Gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya (hayat-Nya-Tl.) untuk menebus kaum beriman dan bangkit untuk memberi makan domba-domba-Nya dengan diri-Nya sendiri sebagai padang rumput hijau sehingga mereka boleh mendapatkan hayat dengan lebih berlimpah (ay. 2-4, 9, 11, 14-16). Dalam Yohanes 14:16 Tuhan Yesus berkata, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain." Penolong yang lain ini adalah Roh itu. Tuhan adalah Gembala yang pertama, dan Roh itu, penolong kedua sebagai penerus-Nya juga adalah seorang Gembala.

2. Menggembatakan Semua Kaum Beriman

Kristus menggembalakan semua kaum beriman-Nya dan membimbing mereka ke mata air hayat (Why. 7:17). Dalam kekekalan yang akan datang, Kristus akan menjadi Gembala kekal kita yang memimpin kita ke mata air hayat.

3. Gembala yang Agung

Kristus sebagai Gembala agung menggembalakan kawanan domba Allah dalam kebangkitan untuk kesempurnaan mereka demi melakukan kehendak Allah dalam diri mereka (Ibr. 13:20-21). Kaum beriman dapat melakukan kehendak Allah dalam diri mereka dengan jalan disempurnakan melalui penggembalaan Kristus dalam kebangkitan. Hari ini Kristus ada dalam kebangkitan dan Ia menggembalakan kita dari dalam. Ketika Ia menggembalakan kita dengan cara demikian, kita melakukan kehendak Allah.

4. Gembala Jiwa Kaum Beriman

Kristus di dalam kaum beriman adalah gembala jiwa kaum beriman untuk mengawasi mereka (1 Ptr. 2:25). Ia adalah Gembala kita bukan hanya secara luaran tetapi juga di dalam batin. Ia menggembalakan kita dari dalam, dalam diri kita, dalam jiwa kita, untuk mengawasi kita. Jiwa kita perlu penggembalaan Kristus beserta pengamatan, pengawasan, dan pembetulan yang dilakukan oleh-Nya sehingga kita dapat dikuatkan. Penggembalaan semacam ini juga mehputi pemberian makan. Jiwa kita perlu penggembalaan Kristus beserta pemberian makan yang dilakukan oleh-Nya.

5. Gembala Kepala

Kristus adalah Gembala Kepala yang akan memberi pahala kepada para penatua yang setia, yaitu mereka yang menggembalakan kawanan domba Allah dengan setia, pahala. itu berupa mahkota kemuliaan yang tidak dapat pudar sebagai dorongan bagi mereka (I Ptr. 5:4). Kristus itu sendiri adalah Gembala, dan Ia telah menetapkan para penatua dalam gereja-gereja dan telah menugaskan mereka untuk menggembalakan "kawanan domba Allah" (ay. 2).

Tanggung jawab utama para penatua adalah menggembalakan kawanan domba Allah, gereja, bukan mengurusi urusan-urusan administrasi. Para penatua seharusnya memberikan urusan-urusan administrasi gereja kepada para diaken (orang-orang yang melayani), dan menyediakan lebih banyak waktu untuk menggembalakan. Tetapi, dalam kebanyakan gereja, para penatua melakukan pekerjaan para diaken dan mengabaikan perihal penggembalaan. Jika para penatua tidak bisa mempercayakan urusan-urusan administrasi, termasuk pembukuan kepada para diaken, maka para penatua tidak akan mempunyai waktu untuk menggembalakan orang-orang kudus. Saya akan mendorong setiap penatua untuk mengunjungi paling sedikit satu orang setiap hari. Tanpa penggembalaan para penatua, gereja tidak dapat dibangun. Semua kaum beriman, bagaimanapun tingkat pertumbuhan kerohaniannya, perlu penggembalaan. Bahkan perkataan singkat yang diucapkan seusai sidang untuk seorang kudus akan menghibur, memberi semangat, dan menguatkannya.

Saya akan mendorong semua penatua untuk menghubungi orang-orang kudus seorang demi seorang selama beberapa bulan. Jika para penatua setia melakukan perkara ini, gereja akan mengalami perubahan. Penggembalaan para penatua akan membuat keadaan gereja berubah.

6. Amanat Tuhan untuk Petrus

Karena gereja memerlukan penggembalaan. maka Tuhan Yesus memberi amanat kepada Petrus, rasul yang ditunjuk oleh-Nya, untuk memberi makan domba-dombaNya dan menggembalakan domba-Nya dalam kasihnya terhadap Tuhan (Yoh. 21:15-17). Seperti yang telah kami tunjukkan, Tuhan menyuruh dia untuk memberi makan anak-anak domba-Nya, menggembalakan domba-dombaNya, dan memberi makan domba-domba-Nya. Hari ini, kita perlu memberi makan anak domba-anak domba, orangorang yang lebih muda, dan menggembalakan mereka yang lebih tua.

7. Orang-orang yang Berkarunia

Kristus sebagai sang Kepala memberi Tubuh orang-orang yang berkarunia, salah satunya adalah gembala-gembala, yang menyempurnakan orang-orang kudus dengan jalan mengajar demi pembangunan Tubuh Kristus (Ef 4:11-12). Penggembalaan sangat penting bagi pembangunan Tubuh Kristus.

8. Tanggung Jawab Utama Para Penatua

Tanggung jawab utama para penatua dalam gereja adalah menggembalakan kawanan domba Allah dengan jalan mengajar secara setia (1 Ptr. 5:2-3; 1 Tim. 3:2; 5:17). Seorang penatua seharusnya cakap mengajar (1 Tim. 3:2). Istilah cakap mengajar menunjukkan bahwa para penatua seharusnya mempunyai hati, keinginan, dan kebiasaan untuk mengajar. Inilah syarat bagi seseorang untuk menjadi penatua. Dalam 1 Timotius 5:17 Paulus mengatakan bahwa "mereka yang berjerih payah dalam firman dan mengajar" patut dihormati dua kali lipat. Para penatua tidak seharusnya berjerih lelah dalam urusan-urusan administrasi tetapi dalam firman dan mengajar, menggembalakan kawanan domba Allah dengan setia.

9. Penggembalaan Kawanan Domba Allah

oleh Para Penatua merupakan Cara Terbaik

untuk Mengawasi "Serigala-serigala Ganas"

Penggembalaan para penatua terhadap gereja, kawanan domba Allah, adalah cara yang terbaik untuk mengawasi "serigala-serigala ganas" dan orang-orang yang membicarakan ajaran-ajaran palsu di antara gereja-gereja (Kis. 20:28-30). Sering kah para penatua bertanya kepada saya apakah yang harus mereka lakukan untuk menghadapi orang-orang yang membicarakan ajaran-ajaran palsu. Cara penatua untuk menghadapi keadaan yang demikian adalah dengan menggembalakan gereja. Sejarah selama bertahuntahun telah membuktikan bahwa penggembalaan para penatua akan menjaga orang-orang kudus dari "serigala-serigala ganas" dan dari orang-orang yang membicarakan ajaran-ajaran palsu.

II. RAHASIA (KUNCI) PENGUDUSAN

Pengudusan adalah bagian ketiga dari keselamatan organik Allah.

A. Tiga Aspek Pengudusan Allah

Pengudusan Allah terhadap kaum beriman terdiri atas tiga aspek.

1. Aspek Pertama

Aspek pertama adalah Pengudusan pencarian oleh Roh Kudus dengan Firman yang menerangi pada tahap awal (1 Ptr. 1:2; Luk. 15:8). Satu Petrus 1:2 membicarakan, "pengudusan Roh itu supaya taat kepada Kristus Yesus dan menerima pereikan darah-Nya". Di sini kita mempunyai pengudusan awal-pengudusan Roh itu yang mendahului ketaatan kepada Kristus dan iman terhadap penebusan-Nya, yaitu sebelum pembenaran melalui penebusan Kristus (Rm. 3-24). Aspek pe-ngudusan ini juga terlihat dalam Lukas 15:8. Dalam Lukas 15, pasal yang membicarakan keselamatan Allah Tritunggal, Putra (gembala) mencari orang-orang berdosa yang tersesat secara objektif, dan Roh itu (perempuan) mencari orang-orang berdosa yang hilang secara subyektif dengan jalan bekerja di dalam orang-orang berdosa yang bertobat. Dalam ayat 8, Roh yang mencari itu seperti seorang perempuan yang menyalakan pelita, menyapu runiah, dan mencari dengan teliti sampai ia menemukan dinar yang hilang. Hal ini menunjukkan pengudusan awal oleh Roh Kudus.

2. Aspek Kedua

Aspek kedua adalah pengudusan kedudukan oleh darah penebusan Kristus secara yuridis (lbr. 13:12; 10:29).

3. Aspek Ketiga

Aspek ketiga adalah pengudusan watak oleh Roh Kudus secara organik (Am. 15:16; 6:19, 22). Berkenaan dengan tiga aspek pengudusan Allah, kita perlu ingat tiga kata: tahap awal, juridis, dan organik.

B. Dalam Kedudukan Kita dan dalam Watak Kita

Kita diciptakan oleh Allah dengan maksud khusus agar kita bagi Dia. Tetapi kita jatuh dari Allah sehingga kita kehilangan kedudukan (posisi) dan sifat (watak) kita, menjadi umum. Karena itu, saat menyelamatkan kita, Allah menguduskan kita, baik dalam kedudukan kita di hadapan-Nya secara luaran dan yuridis, maupun dalam watak kita yang jatuh secara batin dan organik. Kita telah membahas pengudusan Allah secara kedudukan dan yuridis pada kesempatan yang lain - Apa yang dibahas dalam berita ini adalah pengudusan watak oleh - Allah dan pengudusan organik.

1. Oleh Roh Kudus

Pengudusan watak adalah oleh Roh Kudus (Rm. 15:16). Pengudusan Allah secara kedudukan adalah menguduskan kedudukan lahiriah kita di hadapan-Nya dengan darah penebusan Kristus secara yuridis, sedangkan pengudusan watak oleh Allah adalah menguduskan sifat batin kita yang jatuh, pengudusan ini dilakukan oleh Roh itu secara organik metalui roh kita yang ditawan oleh Kristus.

a. Dalam Watak Mereka

Roh itu menguduskan watak kaum beriman. Istilah watak mengacu kepada sifat. Istilah sifat mengacu kepada substansi yang diciptakan oleh Allah. Watak, istilah yang negatif, mengacu kepada sifat kita yang bengkok dan bejat.

Sifat itu baik, mongacu kepada substansi alamiah yang diciptakan oleh Allah, tetapi di dalam kita, umat yang jatuh, sifat itu telah menjadi watak-sifat kita. yang bengkok, bejat, rusak. Karena itu, jika yang kita maksudkan adalah sifat kita yang jatuh, kita menggunakan istilah negatif ini, watak.

b. Dengan Sifat Allah

Dalam keselamatan organik Allah, watak kita dikuduskan dengan sifat Allah yang ilahi, kudus (2 Ptr. 1:4) sehingga dapat menjadi kudus bagi Allah. Allah telah memilih kita untuk menjadi kudus (Ef 1:4). Bagi kita, menjadi kudus berarti kita memiliki dan berbagian dalam sifat kudus Allah dan mengambil bagian dalam keilahian Allah.

c. Dengan Unsur Hayat Kebangkitan Kristus

Roh Kudus juga menguduskan kita dengan unsur hayat kebangkitan Kristus yang kita terima melalui pemberian makan. Semakin kita diberi makan Firman, kita semakin menerima unsur-unsur hayat kebangkitan Kristus demi pengudusan watak kita.

2. Dikuduskan Sepenuhnya

Kaum beriman dikuduskan dari roh mereka, melalui jiwa mereka, hingga mencapai tubuh mereka, sehingga seluruh diri mereka dapat dikuduskan sepenuhnya. 1 Tesalonika 5:23 menunjukkan bahwa pengudusan dimulai dari roh kita, menyebar melalui jiwa kita, dan terampung dengan pengudusan tubuh kita. Dengan demikian, seluruh diri kita akan dikuduskan sepenuhnya.

C. Menjadi Sekudus Kota Kudus, Yerusalem Baru

Karena semua kaum beriman akan menjadi komponen dari kota kudus, Yerusalem Baru, mereka semua harus dikuduskan hingga sekudus kota kudus, Yerusalem Baru. Jika kita tidak dibuat kudus, kita tidak akan layak untuk menjadi bagian dari kota kudus, Yerusalem Baru. Sebagai kota kudus, Yerusalem Baru tersusun oleh kaum beriman yang kudus.