Telah Mati Bagi Hukum Taurat
"Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian, bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat."
Roma 7:4, 15-19
Roma pasal 7 adalah pasal yang sangat tidak asing bagi kita. Bukan saja saat membaca Alkitab sangat hafal, dalam pengalaman pun kita sangat hafal. Kita sering membaca Roma pasal 7, kita juga Sering mempraktikkan Roma pasal 7. Hari ini, melalui pembahasan singkat ini, Allah menghendaki saya membahas bagaimana "tertolong/terlepas dari tuntutan hukum Taurat" atau bagaimana "terlepas dari diri sendiri".
ORANG YANG BAGAIMANA
BARU BISA MENDAPATKAN PERTOLONGAN ALLAH
Sebelum saya membicarakan tentang pertolongan ini, dan bagaimana mendapatkan pertolongan ini, terlebih dulu saya akan menyinggung satu syarat, yaitu: orang yang bagaimana baru bersyarat mendengar pembahasan tentang pertolongan ini. Saudara saudari, meskipun pertolongan Allah disediakan untuk manusia, tetapi bukan setiap orang bisa mendapatkannya. Meskipun setiap orang bisa terlepas dari hukum Taurat, tetapi bukan setiap orang bisa mendapatkan kelepasan itu. Sebab itu, persoalan ini mutlak bukan berada di pihak Allah, melainkan mutlak berada di pihak manusia. Karena tidak semua orang mau mendapatkannya, juga tidak semua orang mau membayar harga itu. Rasul yang di dalam Roma pasal 7, pada akhirnya bisa mendapatkan pertolongan, karena ia telah memenuhi syarat itu, yaitu ada yang ia benci, juga ada yang ia maui. Hari ini, persoalan yang paling penting ialah: sekarang Anda belum mendapatkan pertolongan, tetapi terhadap temperamen yang tidak bisa Anda kalahkan itu, dosa yang selalu membuat Anda gagal itu, hal-hal yang selalu membuat Anda jatuh itu, apakah Anda memiliki kebencian yang mendalam? Mungkin Anda berkata, "Berdosa itu adalah hal yang lumrah bagi orang Kristen, itu tidak bisa dihindari." Atau, Anda di depan Allah merasa sangat benci terhadap pikiran Anda yang najis, perbuatan dosa Anda, temperamen yang tidak bisa Anda kalahkan, nafsu jahat yang merepotkan; dan Anda ingin terlepas darinya. Rasul dalam pasal ini tidak saja mengatakan dia mendapatkan penyelamatan, juga menyatakan bagaimana perasaan hatinya sebelum mendapatkan pertolongan. Sebelum dia mendapatkan pertolongan, dia sungguh-sungguh benci pada apa yang dia kerjakan. Dia berkata, "Apa yang aku kehendaki tidak aku perbuat, apa yang aku benci itulah yang aku perbuat." Hari ini, persoalannya yang pertama ialah apa yang Anda lakukan itu Anda senangi, atau Anda benci? Kita tahu, rasul bisa mendapat pertolongan, karena dia sungguh-sungguh membenci dan dengan sekuatnya memohon. Terhadap dosa yang diperbuatnya, dia sungguh tidak rela, bahkan dia tidak bisa tahan lagi. Bagaimanapun ia tidak bisa hidup bersama dosa-dosa itu. Ia benci begitu rupa, sampai-sampai dia berkata, "Aku lebih baik mati." la tidak bisa membiarkan perkara itu berkepanjangan lagi. Lihatlah, karena dia mempunyai tekad/kemauan yang demikian, maka dia mendapatkan pertolongan.
Saudara saudari, hari ini, apakah Anda juga mempunyai hati yang demikian dahaga? Apakah Anda merasa, bahwa Anda tidak bisa menjadi orang Kristen demikian terus? Apakah Anda merasa, kalau Anda belum mendapat kebebasan, masih dicengkeram oleh dosa, Anda tidak bisa hidup lagi? Apakah Anda tampak hal-hal itu sangat membencikan? Saudara saudari, pada kesempatan ini, pembahasan yang Allah pesankan kepada saya ini hanya ditujukan kepada sekelompok orang yang ingin mendapatkan pertolongan, yang sungguh-sungguh merasa, bahwa hari ini standar orang Kristennya terlalu rendah. Bukan ditujukan kepada orang yang merasa puas diri, yang merasa tetap tenang meskipun ia tinggal dalam kegagalan dosa; melainkan terhadap orang yang sungguh-sungguh menuntut ingin mendapat pertolongan, tetapi tidak mendapatkan jalannya. Bukan terhadap orang yang mengira, kalau marah-marah, nafsunya tergerak, ada pikiran yang najis, itu tidak mengapa; mengira kalau gagal, asal mengaku dosa kepada Allah, dan Allah mengampuni, sudahlah cukup. Kemenangan dalam Roma pasal 8 hanya dikatakan kepada orang yang mempunyai kegagalan dalam Roma pasal 7. Barangsiapa tidak beroleh selamat, selamanya tidak akan mendapatkan pertolongan ini. Orang-orang yang benci akan kehidupannya sekarang ini, tidak mau mempertahankan kehidupannya yang sekarang ini, barulah bisa mendapat kemenangan. Barangsiapa hidup dalam kegagalan kedosaan, tetapi tidak menyadari perkara-perkara itu sepatutnya ditolak, selamanya tidak bisa mengalami pertolongan Allah.
Ingatlah, setiap kali Anda mendapat pertumbuhan rohani di hadapan Allah, terlebih dulu harus didahului dengan adanya suatu perasaan tidak puas dengan keadaan yang sekarang. Semua pertumbuhan rohani berasal dari ketidakpuasan. Anda harus tertekan begitu rupa, merasakan tidak bisa terus demikian lagi, sudah sampai pada jalan buntu, hidup ini tidak sepatutnya demikian; kalau belum mendapatkan penyelamatan, kalau masih terbelenggu oleh diri sendiri, dunia dan dosa, itu celaka; apa yang dikehendaki tidak dilakukan, apa yang dibenci malah dilakukan, penghidupan yang kontradiksi ini tidak bisa dipertahankan lagi; bagaimanapun harus ada satu jalan keluar! Kepada orang yang berada di bawah keadaan inilah baru diperlihatkan oleh Allah apa itu jalan penyelamatanNya. Sebab itu, di depan Allah, kita mempunyai satu keperluan yang sangat rrtendesak, yaitu mohon Allah memberi kasih karunia kepada kita, supaya kita tidak bisa tinggal tenang di dalam hidup yang terus berdosa dan gagal. Setiap permulaan kemenangan selalu diawali dengan perasaan, bahwa kegagalan itu sungguh membencikan. Setiap orang yang akan mendapatkan pertolongan, pasti tertekan begitu rupa, menganggap dirinya yang demikian ini tidak bisa dipertahankan lagi. Hanya orang yang demikian, baru ada kemungkinan ditolong. Sekarang, apa yang saya berikan kepada Anda hanyalah cara. Pertolongan yang sungguh-sungguh hanya Allah yang bisa memberi. Dengan kata lain, apa yang saya berikan kepada Anda hanyalah terang, apa yang Allah langsung berikan kepada Anda barulah wahyu. Terang tidak bisa menyelamatkan Anda. Hanya wahyu yang bisa menyelamatkan.
MAKNA TERLEPAS DARI HUKUM TAURAT
Roma 7 adalah satu pasal yang besar. Hari ini, saya tidak bisa menyinggung semuanya, hanya khusus memilih satu ayat, yaitu ayat 4. Dalam ayat ini yang disinggung pertama-tama adalah, "Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus . . . " Saudara saudari, apakah Anda tampak, bahwa Anda perlu terlepas dari hukum Taurat? Kalau saya mengatakan, "Terlepas dari dosa", semua orang bisa mengerti, karena dosa itu benar-benar membencikan; kita perlu terlepas dari dosa. Kalau saya mengatakan, "Terlepas dari dunia", kita semua tahu, karena dunia telah menyalibkan Tuhan Yesus; dunia sungguh jahat. Kalau saya mengatakan, Harus terlepas dari ego (diri sendiri), kita semua juga tahu, karena daging juga merupakan sesuatu yang sangat membencikan. Kalau saya mengatakan, "Kita harus terlepas dari kenajisan, nafsu jahat", semua pun tahu. Tetapi di sini ada satu orang berkata, "Terlepas dari hukum Taurat". Mungkin Anda berpikir, "Menurutku, aku tidak merasa perlu terlepas darinya. Kalau rasul berkata, Harus terlepas dari diri sendiri, aku pasti menjawab, "Amin." "Harus terlepas dari dosa, najis", aku pasti menjawab, "Amin!" Kalau dia berkata, "Harus terlepas dari hukum Taurat, mati terhadap hukum Taurat", aku tidak tahu harus bagaimana menjawabnya."
Banyak orang percaya, bahwa perkataan rasul tidak salah, tetapi mereka tidak tahu mengapa demikian. Aku mengerti perkara terlepas dari dosa, terlepas dari diri sendiri, dari dunia, aku juga mengerti. Tetapi aku tidak mengerti mengapa harus terlepas dari hukum Taurat. Mengapa rasul menyuruh kita mati bagi hukum Taurat?Terlepas dari hukum Taurat? Apa sebenarnya hubungannya? O, benar-benar ada hubungannya! Terlepas dan hukum Taurat erat hubungannya dengan terlepas dari dunia; terlepas dari dosa dan dari diri sendiri juga erat hubungannya dengan terlepas dari hukum Taurat. Sebab itu, ini adalah satu perkara yang sangat penting!
Saudara saudari, ada satu hal yang sangat penting, yaitu kalau setiap orang Kristen mau mendapat pertolongan/penyelamatan, pertama-tama ia harus tahu, apakah Allah menaruh harapan terhadap dirinya atau tidak. Setiap orang yang ingin mendapat pertolongan, pertama-tama harus mengetahui dirinya bagaimana, melihat dirinya ada harapan atau tidak. Anda harus melihat dengan jelas, bagaimana Anda menilai sendiri, dan bagaimana Allah menilai diri Anda. Anda dan saya adalah orang Kristen, kita semua milik Kristus; Mungkin kita sudah menjadi orang Kristen bertahun-tahun. Saya sungguh-sungguh takut, Anda juga menempuh hidup yang gagal, berkali-kali jatuh dan lemah. Lalu, apa yang kita perbuat setiap kali setelah kita gagal? Hampir setiap orang, setiap kali ia gagal, setelah itu ia akan bertekad dan berkata kepada diri sendiri, "Lain kali aku harus lebih baik, tidak boleh gagal lagi." Sekali gagal, membuat Anda sekali bersedih, mengeluh sendiri dan berkata, "Mengapa aku melakukan ini? Mengapa aku selalu gagal? Aku seorang beriman, tidak seharusnya tidak baik seperti ini." Ah, sungguh-sungguh kasihan! Demikianlah Anda sangat sedih. Hampir setiap orang, setelah ia gagal, ada dua kesudahan: pertama, bertekad berbuat lebih baik di kemudian hari; kedua, melihat diri sendiri, lalu bersedih hati dan mengeluh, "Mengapa demikian buruk/bejat yang aku perbuat?" Inilah yang kita hadapi. Sering kali, begitu gagal, kita dengan sedih hati berkata, "Mengapa aku bisa demikian hina? Lain kali, bagaimanapun tidak boleh demikian lagi. Ya Tuhan, tolonglah aku." Pengalaman demikian jai sama dengan pengalaman dalam Roma 7, kesedihan yang satu belum habis, datang kesedihan yang lain lagi. Sekali bertekad belum tercapai, harus bertekad untuk yang kedua kali. Sekali demi sekali terus demikian, tetap tidak bisa berbuat baik. Inilah keadaan kita. Di manakah sebab musababnya? Karena Anda belum terlepas dari hukum Taurat, belum tampak apa itu hukum Taurat, apa itu tertolong dari hukum Taurat.
Kalau Anda ingin mengerti apa yang dimaksud dengan terlepas dari hukum Taurat, Anda harus mengerti apa hubungan hukum Taurat dengan Anda. Hukum Taurat adalah tuntutan Allah terhadap daging Anda. Hukum Taurat adalah Allah berkata kepada Anda, tidak boleh berbuat ini, atau harus berbuat itu; Allah menuntut Anda berbuat atau tidak berbuat, Allah melarang Anda atau memerintah Anda. Jadi, hukum Taurat adalah tuntutan Allah terhadap orang-orang yang di dalam Adam, semua perintah yang Allah berikan kepada orang yang di dalam Adam, yang menghendaki orang berbuat ini atau tidak berbuat itu. (Tujuan tindakan Allah ini adalah untuk membuktikan, bahwa kerusakan/kebobrokan daging sudah tidak tertolong lagi). Sebab itu, ingatlah, Allah bisa menaruh kita di bawah hukum Taurat, kita di dalam Adam juga bisa meletakkan diri kita ke bawah hukum Taurat untuk mencari perkenan Allah. Artinya, Anda sendiri menetapkan peraturan untuk Anda pelihara: harus berbuat ini, tidak boleh berbuat itu. Selain perintah yang Allah berikan kepada Anda, Anda sendiri . Mungkin juga membuat banyak hukum yang harus Anda lakukan, yang seketat Allah. Sebab itu, di satu pihak, Allah menuntut Anda, di pihak lain, Anda menuntut diri Anda sendiri. Artinya, terhadap orang yang di dalam Anda itu, Anda masih menaruh harapan, masih mengira bisa baik, masih berjuang untuk maju, untuk menang. Saudara saudari, keadaan hari ini ialah: Allah menaruh Anda di bawah hukum Taurat, dan Anda sendiri juga menaruh diri Anda di bawah hukum Taurat.
Lalu, apa artinya terlepas dari hukum Taurat? Yaitu Anda terhadap diri sendiri sama sekali tidak menaruh harapan. Tidak saja putus asa, bahkan sedikit pun tidak lagi mengharap. Sejak hari ini, Anda tidak lagi menaruh harapan kepada sendiri! O, inilah yang dimaksud dengan terlepas dari hukum Taurat. Allah membiarkan Anda berbuat dosa, sehari lewat sehari, supaya Anda memahami, bahwa diri Anda adalah orang yang bejat, rusak, tidak bisa diperbaiki, tidak bisa menang, tidak bisa memelihara hukum Taurat, tidak Mungkin dibantu lagi, terus-menerus merosot, sedikit pun tidak berguna. Allah menghendaki Anda tahu, mengapa la menyalibkan Anda di kayu salib (Di dalam Kristus, la telah menyalibkan Anda), karena Anda sudah rusak sedemikian rupa sehingga tidak bisa ditolong lagi. Apakah Anda tampak, diri Anda sudah tidak terobati lagi, tampak bahwa terhadap diri Anda Allah sudah tidak menaruh harapan? Sejak hari ini Anda harus berdiri pada kedudukan yang telah Allah berikan kepada Anda. Allah berkata, "Anda itu rusak sekali, tidak ada harapan"; Anda juga harus berkata, "Aku sudah rusak, tidak bisa diperbaiki, hanya bisa berdosa," Anda tidak menaruh harap pada diri Anda lagi. Inilah terlepas dari hukum Taurat, inilah pertolongan yang besar. Satu-satunya pertolongan adalah Anda tampak, bahwa diri Anda tidak ada harapan.
Pernah sekali di Kanada, saya bertemu dengan saudara Shear. la adalah saudara yang baik, pemberitaan 1njilnya juga bagus. Allah pernah memakai dia menolong banyak orang dosa. Saat itu usianya sudah lanjut, sudah 68 tahun lebih. Pada suatu hari, kami berjalan-jalan sambil membicarakan perkara ini. la berkata, "Pelajaran ini harus sering kita beritakan." Saya bertanya, "Apa arti perkataan itu?" Ia berkata, "Mengenai pengalamanku sendiri. Ketika aku masih muda, aku sangat bergairah, juga mengharapkan diriku bisa baik-baik melayani Tuhan, terus maju, aku ingin agar diriku, Shear ini, berbuat baik Tetapi kenyataannya tidak demikian, makin lama makin buruk, makin lama makin melihat diri sendiri tidak mampu, sampai aku kecewa, putus asa. Aku merasa heran, aku tampak diriku tidak bisa ditolong. Pada suatu hari, seorang saudara berkata kepadaku, "Saudara Shear, harapan Anda terhadap diri sandhi itu, tidak ada pada Allah. Betapa besar pengharapan Anda terhadap diri sendiri, tetapi Allah sama sekali tidak mengharapkan apa-apa terhadap Anda." Aku sangat heran, lalu bertanya kepadanya, "Bagaimana dengan perkataan Allah?" la berkata, "Allah .tahu, bahwa Anda sama sekali tidak ada kekuatan, tidak bisa berbuat apa-apa, sama sekali tidak berdaya; sebab itu, Allah menyalibkan Anda di kayu salib. Jadi, Anda hanya patut tersalib, tidak patut berbuat apa-apa." Sejak hari itu seolah ada selaput yang jatuh dani mataku, aku tampak bahwa terhadap diriku Allah sama sekali tidak ada permintaan, juga tahu bahwa aku sama sekali tidak berdaya; karena itu la menyalibkan aku. Kalau demikian, mengapa aku masih meronta-ronta?
Saudara saudari, dalam pikiran atau dalam teori, kita tahu jelas, bahwa hayat Adam yang tua itu tidak bisa ditolong, tidak bisa diperbaiki. Tetapi aneh sekali, sampai pada pengalaman, kita lalu mengoreksi, memperbaiki dan masih menaruh pengharapan terhadap hayat Adam. Banyak orang berkata, "Aku heran, mengapa aku bisa berbuat dosa ini?" Izinkan saya memberi tahu Anda, Anda tidak usah heran, bahwa Anda bisa berbuat dosa, sebaliknya, Anda harus heran bila Anda tidak bisa berbuat dosa. Adakah dosa yang tidak bisa kita lakukan? Dosa apa saja bisa kita lakukan, karena akar semua dosa itu ada di dalam kita. Allah justru melihat kita tidak bisa diperbaiki, maka la menyalibkan kita di kayu salib. Ketika Tuhan mati, kita juga mati. Allah menyalibkan Anda di kayu salib, inilah penilaian Allah terhadap Anda. Artinya, selain mati, selain dimusnahkan, Anda tidak patut mendapatkan kedudukan apa pun.
Saudara saudari, bagaimana pandangan kita terhadap diri kita? Samakah dengan pandangan Allah terhadap diri kita? Kita selalu mengira diri kita masih bisa, masih lumayan. Kita selalu mengira, kita masih bisa menang, kita bisa suci, bisa maju. Tetapi Allah berkata, bahwa Dia sama sekali tidak memiliki harapan itu. Semua yang Anda miliki, dari ujung rambut sampai ujung kaki, penuh dengan dosa, sedikit pun tidak berguna. Selain mati, tidak ada cara lain untuk menyelamatkan Anda. Kalau tidak mati, tidak ada pertolongan. Kita selalu mengira, bahwa diri kita masih bisa diperbaiki dan menang. Tetapi tidak ada perkara demikian. Hari ini, di sini kita tampak fakta yang pertama, yaitu bagaimana pandangan Allah terhadap diri kita. Apa yang Allah anggap patut kita kerjakan? Saudara saudari, berbahagialah orang yang lebih dulu melihat fakta ini. Entah ada berapa banyak orang Kristen yang setelah menempuh kejatuhan berkali-kali, gagal berkali-kali, dalam perkara yang najis, menyesal berkali-kali dan tidak ada kekuatan kembali pada jalan yang diharapkan, kemudian baru tampak, bahwa Allah sama sekali tidak menaruh harapan terhadap dirinya. Semakin dini Anda tampak fakta ini, semakin baik; karena semua permulaan pertolongan yang sejati tergantung pada hal ini. Semua kelepasan hayat yang sejati juga harus dimulai dari hal ini. Orang yang semakin diri tampak dirinya di hadapan Allah tidak patut mendapat apa-apa selain mati, akan semakin cepat maju. Semua masalah tergantung pada bagaimana pandangan Anda terhadap hayat Adam yang tua. Kita semua sudah mengetahui, bahkan di dalam sidang kita sudah disinggung berkali-kali, bahwa hayat Adam yang tua tidak bisa diperbaiki, tidak bisa ditolong. Tetapi saya ulangi lagi, ada berapa orang yang sungguh-sungguh tampak, bahwa dirinya harus mati? Ada berapa orang yang sungguh-sungguh tampak, bahwa selain mati, dirinya tidak ada jalan keluar. Tahu teori adalah satu hal, mengenal dan tampak adalah perkara yang lain. Teori hanyalah pemahaman dalam otak. Semua yang tidak ada wahyu (penglihatan) dari Allah, sama sekali tidak terhitung, sama sekali tidak ada khasiatnya.
Arti terlepas dari hukum Taurat adalah terlepas dari tuntutan Allah. Artinya, karena mengenal hayat Adam dan pekerjaan Kristus, maka sudah tidak lagi berencana untuk mencari perkenan Allah, tidak ingin melakukan sesuatu supaya Allah senang. Pada satu hari, jika hati kita masih ingin berdasarkan diri sendiri maju untuk mencari perkenan Allah, hari itu juga kita masih belum terlepas dari hukum Taurat, dan kita tidak bisa terhindar dari kesedihan dan kekecewaan. Kalau mengetahui Allah di dalam kita tidak ada harapan, itulah satu-satunya jalan tidak kecewa dan putus asa.
BAGAIMANA BARU BISA TERLEPAS DARI HUKUM TAURAT
Perkara pertama sudah kita lihat, yaitu kita harus terlepas dari hukum Taurat. Bagaimana baru bisa terlepas dari hukum Taurat? Hanya mati. Mengapa mati bisa menyebabkan kita terlepas dari hukum Taurat? Karena bila kita masih hidup, saat itu juga hukum Taurat masih ada tuntutan terhadap kita. Orang yang hidup tidak boleh melanggar hukum Taurat. Hukum Taurat akan menghukum Anda. Inilah apa yang dikatakan rasul di atas. Kalau Anda masih hidup, hukum Taurat masih ada tuntutan terhadap Anda. Kalau Anda mati, kuasa hukum Taurat tidak bisa mencapai Anda, terhadap Anda tidak ada tuntutan lagi. Sebab itu, kalau kita mau terlepas dari tuntutan hukum Taurat, selain mati tidak ada cara lain. Kalau Anda masih hidup, hukum Taurat akan terus menuntut terhadap Anda.
Sekarang saya tidak membahas bagaimana hukum Taurat menuntut kita. Yang saya bahas adalah bagaimana Anda membuat hukum Taurat sendiri dan dengan itu menuntut diri sendiri. Kapan Anda terhadap diri Anda ada tuntutan? Misalnya, hari ini Anda bangun terialu lambat. Anda segera bertekad, besok Anda harus bangun lebih pagi. Kapan Anda bertekad? Ketika Anda sangat najis, sepanjang hari terus bergumul dalam dosa, terus berputar-putar dalam dunia, Anda merasa hidup Anda sangat tidak baik, demikianlah Anda kemudian bertekad ingin menang. Anda mengira, "Aku bisa, aku mau, dan aku mampu." Dengan demikian, Anda masih tampak diri Anda hidup. Keadaan Anda ini menyatakan bahwa Anda belum tampak pekerjaan Kristus. Jika Anda benar-benar mengenal Allah, Anda pasti tahu, bahwa terhadap Anda, Allah tidak menaruh harapan, sebab itu, Dia hanya bisa menyalibkan Anda di kayu salib. Kalau Anda benar-benar melihat, bahwa, Anda hanya patut mati, maka semua tekad Anda akan hilang. Saya sendiri juga Sering bertekad, "Lain kali saya sekali-kali tidak bisa berbuat begitu lagi." Tetapi kemudian saya berkata kepada diri sendiri, "Bukankah kamu itu hanya patut mati? Kalau hanya patut mati, mengapa masih bertekad?" Demikianlah, Anda tampak cara untuk menang bukan bertekad, melainkan berdiri pada kedudukan yang telah Allah berikan kepada Anda; bukan mengharapkan nanti lebih baik, melainkan berdiri pada kedudukan yang telah Allah berikan kepada Anda. Anda tidak lagi bertekad, tidak lagi mengharapkan maju, tidak lagi berharap untuk menang, karena Anda tahu, semua itu dilakukan oleh hayat Adam yang tua, Anda harus menaruh dia pada kedudukan mati, jangan menggubris dia lagi. Kalau Anda sungguh-sungguh berdiri pada kedudukan mati, Anda akan menang. Anda akan mendapat kelepasan, terlepas dari semuanya itu. Sebab itu mati adalah satu-satunya jalan keluar kita, adalah satu-satunya cara untuk mendapat keselamatan; karena dunia, dosa, diri sendiri dan semua perkara lainnya tidak bisa menjamah orang yang telah man. Kalau Anda tampak bahwa kini Anda telah mati, semua itu tidak akan bisa menjamah Anda lagi.
KITA TELAH MATI DI DALAM KRISTUS
Sekarang kita akan maju selangkah lagi untuk melihat, bagaimana kita mati. Ayat 4 bagian atas mengatakan, "Kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus." Jadi, kematian kita adalah karena tubuh Kristus. Sebagaimana Kristus mati, Anda juga mati; ketika Kristus mati, saat itu Anda juga mati; Kristus sudah mati, Anda juga sudah mati. Ini bukan berarti bunuh diri rohani, dengan memaksa menghitung diri sendiri sudah mati, atau dengan berkata, "Aku sudah mati!" Sekuatnya memberitahu diri sendiri, "Sudah mati". Ini karena Anda telah tampak Allah telah mencakupkan Anda dalam kematian Kristus. Ketika Anda tampak ini, Anda tidak bisa tidak mengakui diri Anda sudah mati. Di dalam dunia ada dua pengalaman rohani yang sangat ajaib. Pertama, tampak rencana Allah, yaitu bagaimana rencana Allah terhadap Anda; Allah menganggap Anda seharusnya bagaimana. Misalnya, Allah menetapkan Anda mati. Kedua, tampak apa yang dikerjakan Allah bagi Anda dalam Kristus. Kedua perkara ini sangatlah ajaib. Anda dapat tampak ketetapan Allah atas diri Anda, juga bisa tampak bagaimana Anda bersatu dengan Kristus, dan di dalam Dia mendapatkan segala sesuatu yang dirampungkanNya. Seperti kematian Kristus di kayu salib, Anda juga berada di dalamnya, karena Allah telah melingkupkan Anda dalam kematianNya. Ketika tubuhNya terbelah, saat itu juga Anda terbelah. la tersalib, Anda juga tersalib. Jadi, Anda menjadi satu dengan Kristus. Itulah sebabnya kita sangat memperhatikan perkara baptisan. Banyak orang mengira baptisan hanyalah satu tata cara lahinah, sebab itu tidak penting. Tidak. Baptisan mutlak menyaksikan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Karen kita percaya, ketika Kristus mati, kita juga mati. Setelah mati, perkara yang pertama adalah dikubur. Sebab itu kita dibaptis melalui air, dikubur. Kalau kita tidak percaya, bahwa kita sudah mati, tentu tidak mau dikubur. Kita mau dikubur karena kita percaya kita sudah mati. Sebab itu, baptisan adalah percaya kematian Tuhan, juga percaya diri kita sudah mati, sebab itu dikubur. Penguburan membuktikan kita sudah mati. Kristus sudah tersalib, di salib Dia terpaku. Kita juga berada di dalamNya. Misalnya, ketika tabir terbelah, kerub juga terbelah. Tabir terbelah dari atas sampai ke bawah, sebab itu tabir dirobek oleh Allah dari atas sampai ke bawah. Saat itu juga kerub dirobek oleh Allah dari atas ke bawah, karena kerub tersulam pada tabir. Kita tahu, tabir adalah tubuh Kristus, kerub adalah ciptaan Allah; sebab itu, ketika Kristus mati, semua ciptaan lama juga mati. Inilah yang dimaksud mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus.
Cara penyelamatan bukan memaksa menghitung diri kita mati. Teori yang terus memberitakan menghitung diri kita mati adalah teori yang mati, doktrin yang salah. Lalu, apa yang benar? Yang benar adalah menghitung Anda telah mati di dalam Kristus. Bukan Anda sendiri mati, melainkan melalui atau oleh kematian tubuh Kristus. Karena Kristus sudah mati dan Anda bersatu dengan Dia, maka Anda juga mati. Kunci kemenangan yaitu selamanya tidak di luar Kristus melihat sendiri, selamanya tidak mau melihat diri sendiri yang di luar Kristus. Inilah yang dikatakan Tuhan dalam Injil Yohanes 15, "Tinggallah di dalam Aku." Artinya, aku selamanya tidak melihat diri sendiri di luar Kristus. Karena yang di luar itu masih tetap tidak baik, tidak dapat diperbaiki. Kalau Anda mau melihat diri sendiri, hanya dapat melihat di dalam Kristus. Karen begitu Anda melihat diri sendiri di luar Kristus, pasti segera gagal. Sering kali kita lupa akan fakta yang telah dirampungkan oleh Kristus. Sering kali dengan marah-marah, membenci diri sendiri Anda berkata, "Mengapa aku demikian?" Anda selalu gagal, selalu jatuh. Lalu Anda sedih dan menderita, kemudian putus asa, menjadi kecil hati. Tetapi ingatlah, semuanya itu karena Anda melakukan di luar Kristus. Di dalam Kristus, aku sudah mati terhadap hukum Taurat. Kalau di antara kita masih ada yang belum mendapat kelepasan ini, baiklah Anda hari ini melihat diri Anda sendiri di dalam Kristus. Di dalam Kristus, Allah telah menyalibkan kita, karena Allah melihat kita tidak bisa tertolong lagi; selain mati, tidak ada pertolongan. Sebab itu Allah menetapkan Anda mati, dan telah meletakkan Anda di dalam Kristus, bersama Dia mati disalib. Jadi, Anda telah mendapat kelepasan, terlepas dari tuntutan hukum Taurat. Maka di sini ada dua fakta yang perlu menjadi tumpuan kita yang mutlak. Yang pertama, Allah melihat, selain mati, kita tidak ada pertolongan lain. Hanya mati yang bisa melepaskan kita dari hukum Taurat. Kedua, Allah sudah menyalibkan kita di dalam Kristus. Pertama adalah rencana Allah, kedua adalah pekerjaan Allah. Pertama adalah ketetapan, kedua adalah perampungan. Allah tahu, selain mati, kita tidak ada pertolongan. Kita sudah hancur berkeping-keping, tidak bisa dipadukan menjadi satu satuan lagi. Sebab itu, dasar penyelamatan kita adalah salib. Malta hidup sehari-hari kita harus terus menerima fakta ini, sehingga terlepas dari hukum Taurat. Kalau Anda berdiri pada kedudukan itu, pasti tidak ada hal yang tidak lancar. Memang, kalau gagal, harus mengaku dosa, mohon pengampunan Allah, itu sudah seharusnya. Tetapi Anda tidak perlu selalu melihat semua itu, karena semua kegagalan dan kejatuhan berasal dari hayat Adam yang usang. Kalau Anda mohon Tuhan memberi kekuatan, supaya Anda lain kali tidak berbuat begitu lagi, di pandangan manusia, itu memang sangat baik; tetapi di pandangan Allah, itu berlebihan, karena kalau Anda sudah mati di dalam Kristus, apa lagi yang perlu ditetapkan? Aku sudah mati, artinya sejarahku sudah tamat, maka semua opini, ketetapan, juga tidak ada lagi. ()rang selalu menganggap bertekad adalah sesuatu yang paling baik, tetapi itu semua hanyalah alang-alang, buluh, tidak bisa dipakai untuk menghantam musuh; di hadapan Allah sama sekali tidak berguna.
KITA PERLU BERSATU DENGAN HAYAT KEBANGKITAN KRISTUS
Apa yang kita tampak di atas, adalah Allah telah mematikan kita bersama Kristus di kayu salib. Tetapi hanya ada ini, masih belum cukup, masih perlu selanjutnya, yaitu "supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah." Karena kita tidak hanya memerlukan "kelepasan" yang negatif, juga perlu "menjadi milik" yang positif. Jika tidak, semuanya itu hampa. Sebab itu, Allah hanya di pihak negatifnya membuat kita mati, bahkan membawa diri kita yang telah mati bagi hukum Taurat itu masuk ke dalam kebangkitan Kristus. Jadi, di satu pihak keluar, di pihak lain masuk; di satu pihak putus hubungan, di pihak lain menjalin hubungan; di satu pihak terlepas dari hukum Taurat, di pihak lain bersatu dengan Kristus, menjadi milik Kristus. Inilah "kebangkitan" yang sering kita singgung. Bangkit berarti bersatu dengan Kristus. Tidak hanya satu orang; kebangkitan itu membawa semua anak-anak Allah masuk ke dalam mulia. Inilah yang dikatakan dalam Yohanes 12:24, "Jikalau satu biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Semula hanya satu hayat, kini telah masuk ke dalam banyak butir; semula hanya satu kehidupan, kini menjadi banyak; semula hanya satu butir, kini telah menjadi banyak butir. Demikianlah, Kristus mati telah memberikan hayatNya kepada seluruh umat saleh. Karena itu, di dalam Kristus ada dua fakta: Pertama, Allah mencakupkan kita ke dalam kematian Kristus; ketika Kristus mati, kita pun mati. Kedua, bangkit bersama Kristus. Allah telah memberikan hayatNya kepada kita. Inilah yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang yang telah dilahirkan kembali, yang juga dimiliki secara bersama. Namun, di sini kita tidak banyak membahas hal ini, yang kita perhatikan adalah bagian yang di depan.
Kita, orang-orang yang bangkit di dalam Kristus, harus berbuah memuliakan Allah. Karena Allah telah memberikan hayat Kristus kepada kita, maka kita bisa menampilkan hayat Kristus. Sebagaimana butir gandum yang jatuh ke dalam tanah itu berbuah tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, atau bahkan seratus kali lipat, maka butir-butir yang jatuh selanjutnya juga seharusnya sama. Anda menanam gandum, tidak mungkin menghasilkan jelai, juga tidak mungkin menuai semangka. Apa yang ditanam, itulah yang dituai; tidak bisa berubah corak. Yang ditanam adalah gandum, yang dihasilkan pasti juga gandum. Persoalannya sekarang, bagaimanakah kita bisa menempuh suatu kehidupan yang mirip Kristus, suatu kehidupan mirip Kristus yang bisa berbuah memuliakan Allah? Hanya ada satu cara, yaitu membiarkan Kristus hidup di dalam kita, membiarkan Dia menempuh hidup. Karena itu, Dia tidak hanya mati bagi kita di kayu salib, juga hidup bagi kita di dalam kita. Bagaimana kita bisa menampilkan kehidupan Kristus? Harus terlebih dulu ada hayat Kristus yang diberikan kepada kita. Karena itu, kita harus memiliki hayat Kristus dulu, baru kita bisa berbuah memuliakan Allah.
Hari ini, saya membentangkan hal ini di depan Allah, kiranya kita tampak, bahwa dalam pandangan Allah, kita tidak ada harapan, tidak tertolong lagi. Meskipun Anda menganggap diri sendiri berpengharapan dan mampu, tetapi Allah terhadap Anda tidak berpengharapan; Allah telah mematikan Anda di dalam kematian Kristus. Sebab itu, Kapan saja Anda di luar Kristus masih merasakan keberadaan Anda, Anda pasti segera jatuh. Jadi, Anda hanya dapat melihat diri Anda di dalam Kristus. Di dalam Kristus, Anda memiliki dua fakta, yaitu telah mati dan telah bangkit. Yang hidup itu adalah Anda di dalam Kristus, karena itu, Allah menghendaki Anda hidup berdasarkan hayatNya. Di pihak lain, segala sesuatu kita yang di dalam Adam telah mati. Jika Anda memegang teguh fakta-fakta ini, Anda telah mati terhadap hukum Taurat. Ingatlah, Anda tidak saja telah mati terhadap dunia, ego, dosa, juga telah mati terhadap hukum Taurat. Demikianlah Anda dan saya tidak lagi menaruh harapan pada diri sendiri, dan dengan baik-baik bisa berdiri pada kedudukan yang Allah berikan kepada kita.