← Daftar isi Roh Manusia · bab 9/21

MENGENAL ROH MANUSIA

Pembacaan Alkitab : Roma 8:6, 4-5

Perasaan Roh

Mengenal roh berarti mengenal perasaan roh itu. Sampai sekarang, tidak scorang pun pernah melihat listrik. Cahaya lampu bukanah listrik, mdainkan suatu ekspresi, suatu tanda adanya listrik. Kita mengetahui adanya listrik melalui tanda-tanda dan ekspresi itu. Juga, tidak scorang pun pernah melihat kehidupan (hayat) jasmani sescorang, tetapi kita dapat mengetahui kehidupan jasmani itu melalui ekspresinya dan melalui indra-indra tertentu. Demikian pula, roh itu sangat misterius. Anda tidak dapat melihatnya, tetapi Anda dapat merasakannya. Anda tidak dapat melihat listrik, tetapi pada saat Anda menyentuhnya, Anda dapat merasakannya. Begitu pula, Anda dapat mengenal roh dengan cara merasakan roh itu. Merasakan roh merupakan cara untuk mengenal roh.

Dosa di dalam Anggota-anggota Tubuh Kita

Karena kejatuhan manusia, tubuh manusia menjadi rusak oleh dosa. Tubuh jasmani manusia ditambah dosa sama dengan daging. Allah menciptakan tubuh manusia, tetapi Allah tidak menciptakan daging yang berdosa itu. Yang diciptakan Allah adalah tubuh yang murni. Ketika Adam mengambil buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat, ia memasukkannya ke dalam tubuhnya. Kita tahu buah itu masuk ke dalam tubuhnya karena buah itu dimakannya (Kejadian 3:6). Apa saja yang Anda makan masuk ke dalam tubuh Anda. Pada dasarnya, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu adalah dosa, karena pohon itu tidak hanya berisi yang baik, melainkan juga yang jahat. Sejak Adam memakannya, Roma 7 dengan jelas menyatakan kepada kita, bahwa dosa diarn di dalam tubuh kita (ayat 20, 23). Dosa ada di dalam anggota-anggota tubuh kita karena dosa telah masuk ke dalam tubuh kita; karena itu, tubuh kita menjadi rusak. Setelah rusak, tubuh itu menjadi daging. Semua hawa nafsu daging ada di dalam tubuh.

Pikiran, Daging, dan Roh

Roma, 8:6 mengatakan, "Karena menaruh pikiran di atas daging adalah maut, tetapi menaruh pikiran di atas roh adalah hidup dan damai sejahtera." (Versi Pemulihan). Pikiran adalah bagian yang penting dari jiwa, dan jiwa merupakan diri kita. Tubuh bukanlah diri kita, melainkan suatu organ luar. Roh juga bukan diri kita, melainkan organ yang ada di dalam. Kita adalah satu manusia, satu jiwa. Jiwa memiliki dua organ -- organ luar, (yaitu tubuh), dan organ dalam (yaitu roh). Diri kita adalah jiwa kita. Inilah sebabnya dalam Matius 16:24-26 dan Lukas 9:23-25, Alkitab mengatakan, bahwa jiwa itu adalah diri kita dan bahwa seorang manusia disebut sebagai jiwa (Keluaran 1:5). Jika saya menyebut Anda sebagai tubuh, ini salah. Jika saya menyebut Anda roh, ini juga salah. Seorang manusia bukan tubuh atau roh, melainkan jiwa. Jiwa itu adalah diri Anda sendiri, dan pikiran Anda merupakan bagian yang penting dari diri Anda yang mewakili diri Anda sendiri. Pikiran mewakili diri kita, tubuh adalah daging, dan di dalam roh kita ada Roh Kudus (Roma 8:16). Di dalam roh kita ada Allah Tritunggal (Efesus 4:6; Galatia 2:20; Yohanes 14:17) sebagai Roh pemberi kehidupan yang almuhit (IKorintus 15:45; 2Korintus 3:17; 2Timotius 4:22; 1 Korintus 6:17). Di dalam manusia kita ada tiga unsur : lblis sebagai dosa, ada di dalam daging kita (Roma 7:17, 18, 20); Allah ada di dalam roh kita, dan diri kita ada di dalam jiwa kita yang diwakili oleh pikiran kita. Menaruh pikiran di atas daging berarti berpihak pada daging, bekerja sama dengan daging, dan berjuang bersama daging; menaruh pikiran di atas daging adalah maut. Menaruh pikiran di atas roh berarti berpihak pada roh, bekerja sama dengan roh, berjuang bersama roh; menaruh pikiran di atas roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Membedakan dengan Merasakan

Cara mengenal hidup dan damai sejahtera adalah dengan merasakan hidup dan damal sejahtera itu. Jika Anda berpihak pada roh, bekerja sama dengan roh, berjalan di dalam, roh, dan melakukan segala sesuatu di dalam roh, Anda akan merasakan hidup dan damai sejahtera.

Sebuah contoh berikut ini mungkin dapat menggambarkan perasaan kehidupan (hayat) itu. Ketika saya masih kecil, saya menghadiri sebuah pesta. Di meja ada dua macam bubuk berwarna putih, yaitu gula halus dan garam halus. Saya menaruh banyak garam pada makanan saya, mengira bahwa saya menaruh gula. Ketika saya memasukkan makanan itu ke dalam mulut, saya merasa sangat asin. Saya dapat merasakan bahwa bubuk yang saya makan bukan gula, melainkan garam. Walaupun mata saya tidak dapat melihat perbedaan antara gula dengan garam, indra perasa saya dapat. Inilah cara membedakan roh dengan merasakannya.

Perasaan Kehidupan

Unsur pertama dari perasaan kehidupan (hayat) adalah puas. Bagaimana Anda mengetahui bahwa ada kehidupan di dalam diri Anda? Karena ada rasa puas. Anda merasa puas dan Anda merasakan kepuasan itu. Kemudian setelah kepuasan itu Anda merasa dikuatkan. Jika Anda berpihak pada roh, Anda juga akan merasakan kesegaran.

Perasaan lairmya adalah merasa terdiris. Seseorang yang menaruh pikirannya di atas roh juga merasakan terang dan pengurapan (I Yohanes 2:20, 27). Perasaan kehidupan adalah perasaan puas, dikuatkan, disegarkan, didiris, diterangi, dan diurapi. Jika Anda merasakan semua unsur ini di dalam diri Anda, itulah perasaan kehidupan, dan perasaan ini membuktikan bahwa Anda hidup menurut roh.

Perasaan Damai Sejahtera

Menaruh pikiran di atas roh bukan hanya berarti kehidupan juga damai sejahtera. Damai sejahtera yang disebutkan dalam Roma 8:6 bukanlah damai di sekeliling kita, melainkan di dalam diri kita. Perasaan damai ini pertamatama merupakan rasa nyaman atau terhibur, setelah itu ada keharmonisan. Tidak ada percekcokan atau perselisihan di daiam diri. Perhentian, sukacita, dan kebebasan juga tereakup dalam rasa damai ini. Jika Anda merasakan damai sejahtera, Anda akan merasakan penghiburan, keharmonisan, perhentian, sukacita dan kebebasan. Inilah beberapa aspek rasa damai sejahtera. Jika kita merasakan hal-hal ini di dalam diri kita, hal ini membuktikan bahwa kita berjalan di dalam roh.

Perasaan Kematian

Jika Anda berpihak pada daging, akibatnya adalah kematian. Anda tahu tentang kematian ini karena Anda dapat merasakannya. Anda memiliki perasaan, kesadaran akan kematian. Jika Anda melakukan sesuatu menurut daging atau diri sendiri, Anda akan merasakan ketidakpuasan dan kekosongan. Sesuatu di dalam diri Anda juga melemahkan Anda. Ini membuktikan bahwa Anda tidak berada di dalam roh, melainkan di dalam daging atau jiwa. Keusangan, kekeringan, kegelapan, dan depresi merupakan aspekaspek lain dari perasaan kernatian ini, berlawanan dengan perasaan kehidupan. Perselisihan, pertengkaran, ketidaknyamanan, kegelisahan, kepedihan, keterikatan, dan dukacita adalah aspek- aspek kematian, berlawanan dengan perasaan damai sejahtera. Jika Anda mengalami semua perasaan ini, Anda tahu di mana Anda berada dalam kematian. Jangan berdebat atau membantah. Sekalipun apa yang Anda lakukan itu baik dan "suci", Anda harus memeriksa perasaan batin Anda. Apakah Anda memiliki perasaan nyaman, harmonis, perhentian, penghiburan, sukacita, atau kebebasan?

Kehidupan Orang Kristen adalah Berdasarkan Roh

Jika Anda memiliki Perasaan-perasaan batin yang positif itu, ini membuktikan Anda berada di dalam roh. Jika Anda tidak memiliki perasaan- perasaan itu, maka meskipun Anda menganggap tindakan Anda itu suci, baik dan berdasarkan Alkitab, Anda tidak hidup di dalam roh, melainkan dalam diri Anda, di dalam daging. Kehidupan orang Kristen adalah sebuah kehidupan yang mutlak didasarkan pada roh. Kehidupan orang Kristen tidak didasarkan pada alasan-alasan, pengajaran, atau standar benar atau salah, baik atau buruk, duniawi atau suci. Kehidupan Kristen didasarkan pada roh, dan kita mengenal roh itu melalui perasaan hidup dan damai sejahtera di dalam batin.

Jika saya datang ke suatu tempat untuk memberitakan firman Allah, mungkin saya berbkara di dalam dan melalui diri saya sendiri. Jika saya memberitakan firman Allah untuk Allah namun saya berbkara melalui diri saya sendiri, saya akan merasakan kekosongan, ketidakpuasan, dan kekeringan di dalam diri saya. Jalan, kehidupan, dan aktivitas orang Kristen bukanlah didasarkan atas standar baik atau buruk, tetapi mutlak menurut roh. Jika kita mau menyadari hal ini, diatur serta dikendalikan olehnya, Tuhan akan mengubah batin dan kehidupan kita sehari-hari.

Perasaan Hidup dan Damai Sejahtera

dalam Batin

Jangan berbantah-bantah dengan perasaan hidup dan damai sejahtera dalam batin ini. Jangan mengatakan sesuatu itu baik, berdasarkan Alkitab, atau suci. Jangan mencari-cari alasan dan memperdebatkan bahwa apa yang Anda lakukan adalah untuk Injil atau gereja. Batu ujiannya adalah : apakah Anda memiliki perasaan hidup dan damai sejahtera dalam batin? Semakin Anda berdebat dengan perasaan ini, semakin Anda berbantah-bantah, Anda semakin merasakan kematian di dalam diri Anda. Kita mengenal roh hanya melalui perasaan batin ini. Jika kita ingin membedakan roh dengan jiwa, kita harus menyangkal pikiran, emosi dan tekad yang rasional secara terus-menerus dan memelihara perasaan batin ini.