← Daftar isi Yeremia (2) · bab 19/40

DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (11)

KUTUKAN DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP RAJA-RAJA DAN NABI-NABI YEHUDA

Pembacaan Alkitab: Yer. 21—23

Dalam berita ini kita akan mulai melihat pasal dua puluh satu sampai dua puluh tiga. Pasal-pasal ini berkenaan dengan kutukan dan penghukuman Yehova terhadap raja-raja dan nabi-nabi Yehuda.

I. KUTUKAN DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP RAJA-RAJA YEHUDA DENGAN RAKYAT MEREKA

Dalam 21:1—23:8 kita memiliki firman tentang kutukan dan penghukuman Yehova terhadap raja-raja Yehuda dan rakyat mereka.

A. Kutukan Yehova terhadap Raja-raja Yehuda dengan Rakyat Mereka

1. Tidak Mau Mendengarkan Peringatan Yehova untuk Melakukan Keadilan dan Kebenaran

Yeremia 22:21 mengatakan, “Aku telah berbicara kepadamu selagi engkau sentosa, tetapi engkau berkata: “Aku tidak mau mendengarkan!” Itulah tingkah langkahmu dari sejak masa mudamu, sebab engkau tidak mendengarkan suara-Ku!” Di sini kita melihat bahwa raja-raja dengan rakyat mereka tidak mau mendengarkan suara Yehova. Khususnya, mereka tidak mau mendengarkan peringatan untuk melakukan keadilan dan kebenaran, melepaskan orang yang dirampas haknya dari tangan pemerasnya, untuk tidak menindas, tidak memperlakukan orang asing, yatim, dan janda dengan keras, atau pun menumpahkan darah orang yang tidak bersalah di negeri mereka (21:12, 23, 5).

2. Meninggalkan Perjanjian Yehova Allah Mereka

Menurut 22:9, raja-raja Yehuda dengan rakyat mereka telah meninggalkan perjanjian Yehova Allah mereka dan menyembah allah-allah lain dan melayaninya.

3. Membangun Istana Mereka dengan Ketidakadilan dan Anjungnya Bersadarkan Kelaliman

Mereka membangun istana mereka dengan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya (21:13). Mereka mempunyai mata dan hati hanya tertuju kepada keuntungan yang tidak halal, kepada penumpahan darah orang yang tidak bersalah, kepada pemerasan dan kepada penganiayaan (ay. 14-17).

4. Gembala-gembala Umat Yehova Telah Mencerai Beraikan Kawanan-Nya dan Membiarkan Mereka Terserak dan Tidak Menjaga Mereka

“Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!”—demikianlah firman TUHAN. Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel terhadap para gembala yang menggembalakan bangsa-Ku: “Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN!” (23:1-2). Raja-raja dan bangsawan-bangsawan adalah gembala-gembala umat Yehova, tetapi mereka gagal untuk melaksanakan penggembalaan yang tepat.

B. Penghukuman Yehova terhadap Raja-raja Yehuda dengan Rakyat Mereka

Dalam tiga pasal ini kita juga melihat penghukuman Yehova terhadap raja-raja Yehuda dengan rakyat mereka.

1. Menyerahkan Raja-raja Yehuda dengan Rakyatnya kepada Nebukadnezar, Raja Babel

Yehova akan menyerahkan raja-raja Yehuda dengan rakyatnya kepada Nebukadnezar, raja Babel, untuk membuang mereka ke negeri asing sehingga mereka tidak dapat kembali lagi dan melihat negeri kelahiran mereka (21:1-10; 22:10-12, 25-28). Dalam pembuangan mereka, mereka akan berada di negeri asing dan di bawah kekuasaan orang lain.

2. Membakar Kota Yerusalem dan Segala Sesuatu di Sekitarnya

Yehova mengumumkan bahwa Dia akan menghukum raja-raja Yehuda dengan rakyat mereka dengan membakar kota Yerusalem dan segala sesuatu yang di sekitarnya, membuatnya menjadi puing, padang gurun, dan tidak berpenghuni (21:11-14; 22:1-7).

3. Yoyakim bin Yosia, Raja Yehuda, akan Dikubur Secara Penguburan Keledai

Dalam 22:18 dan 19 kita mempunyai firman tentang Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, dan dalam ayat 29 dan 30, ada firman tentang Konya (Yekonia) bin Yoyakim. Yoyakim akan dikubur secara penguburan keledai dan akan dilemparkan ke luar pintu-pintu gerbang Yerusalem. Konya tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud dan memerintah kembali di Yehuda.

4. Yehova Bermaksud untuk Membalaskan kepada Raja-raja Yehuda Perbuatan-perbuatan Mereka yang Jahat

Yehova mengumumkan celaka kepada raja-raja Yehuda sebagai gembala-gembala yang menghancurkan dan mencerai beraikan kambing domba Yehova. Dia bermaksud untuk membalaskan kepada mereka perbuatan-perbuatan mereka yang jahat (23:1-2).

C. Janji Pemulihan Yehova terhadap Israel

Di tengah-tengah firman-Nya tentang kutukan dan penghukuman ini, Yehova memberikan satu janji akan pemulihan kepada Israel (23:3-8).

1. Yehova akan Mengumpulkan Sisa-sisa Kawanan Domba-Nya dari Segala Negeri Ke Mana Dia telah Mencerai Beraikan Mereka

Yehova mengatakan bahwa Dia akan mengumpulkan sisa-sisa kawanan domba-Nya dari segala negeri ke mana Dia telah mencerai beraikan mereka dan bahwa Dia akan membawa mereka kembali ke padang rumput mereka. Juga, Dia mengatakan bahwa mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak (ay. 3). Mengenai janji tentang pemulihan ini, ayat 7 dan 8 selanjutnya mengatakan, “Sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir! melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri.”

2. Yehova Mengangkat Gembala-gembala atas Mereka Yang Akan Memberi Makan Mereka

Dalam ayat 4 Yehova mengatakan bahwa Dia akan mengangkat gembala-gembala atas mereka yang akan memberi makan mereka, dan mereka tidak akan takut atau terkejut lagi, atau akan hilang lagi.

3. Yehova akan Mengangkat satu Tunas yang Adil (Kristus) bagi Daud, Yang Akan Memerintah sebagai Raja dan Berindak dengan Bijaksana dan akan Melakukan Keadilan dan Kebenaran di Negeri yang Kudus itu

Menurut ayat 5, Yehova akan mengangkat satu Tunas yang adil bagi Daud, yaitu, Kristus, yang akan memerintah sebagai Raja dan bertindak dengan bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri yang kudus itu. Ini adalah satu perkara yang sangat penting.

Dalam pemulihan yang akan datang Kristus akan datang sebagai Tunas Daud. Namun, dalam ayat ini Yeremia tidak memakai kata keturunan. Jika ia memakai kata ini, maka ayat 5 akan hanya menunjukkan bahwa Kristus adalah seorang manusia yang dilahirkan sebagai keturunan Daud. Tidak ada pemikiran atau ide tentang hayat ilahi. Namun, kata Tunas menunjukkan keinsanian Kristus, dan ini juga menunjukkan hayat.

Tunas adalah pucuk pohon yang baru, dan segar, khususnya pucuk dari sebuah pohon yang telah ditebang. Misalnya ada sebuah pohon yang sudah ditebang sampai dasarnya dan hanya pangkallnya saja yang tersisa. Pucuk ini adalah sebuah tunas. Sebagai Tunas Daud, Kristus adalah satu pucuk yang baru dari pangkal Daud. Keluaga raja Daud itu seperti sebuah pohon yang besar, tetapi karena kemurtadan Salomo dan keturunan-keturunannya, maka pohon itu ditebang, terutama oleh Nebukadnezar, dan hanya menyisakan pangkalnya di tanah. Ketika Kristus lahir, maka ada satu tunas yang baru, dan segar keluar dari pangkal ini.

Kelahiran Kristus sebagai Tunas yang demikian ini sepenuhnya adalah perkara hayat, dan kelahiran-Nya itu kaya dalam petunjuk-petunjuknya tentang hayat. Hayat ini telah bertumbuh dan menyebar sedemikian rupa hingga sekarang Kristus adalah Raja yang memerintah dan bertindak dengan bijaksana.

Pada waktu kedatangan Kristus, yaitu hampir dua ribu tahun yang lalu, pohon keluarga raja Daud ini hanya tinggal pangkalnya saja di tanah. Dalam menghasilkan Kristus sebagai Tunas Daud ini, Allah membawa dua keturunan bersama-sama yaitu Daud—Yusuf, keturunan Salomo, dan Maria, keturunan Natan, anak Daud lainnya. Kristus dikandung dalam Maria, bukan melalui Yusuf sebagai ayah melainkan melalui Roh Kudus (Mat. 1:18, 20), untuk menjadi sesuatu yang ilahi dan kudus (Luk. 1:35).

Pada hari sebelum kelahiran Kristus, ada sebuah pengumuman yang dikeluarkan dari Kaisar Agustus untuk mensensus semua penduduk di bumi, dan semua orang pergi mendaftarkan diri di kotanya masing-masing (Luk. 2:1, 30. Karena Yusuf berasal dari kaum dan keluarga Daud, maka ia pergi bersama dengan Maria ke Betlehem, kota Daud. Ketika mereka tiba di sana, Maria melahirkan Yesus dan menaruh-Nya dalam palungan karena di sana tidak ada kamar bagi mereka di penginapan itu. Kelahiran Kristus di Betlehem adalah penggenapan dari nubuat dalam Mikha 5:2. Karena penganiayaan Herodes, maka Yusuf membawa anak itu dan ibu-Nya ke Mesir (Mat. 2:14). Akhirnya, setelah Herodes mati, Yusuf kembali ke Nazaret dengan anak itu dan ibu-Nya (ay. 19-23). Inilah permulaan dari penggenapan janji Yehova tentang mengangkat Kristus sebagai Tunas, sebagai taruk yang baru, dari Daud.

4. Dalam Zamannya Yehuda akan Dibebaskan, dan Israel akan Hidup dengan Tenteram dan Nama-Nya Akan Disebut, Yehova Kebenaran Kita

“Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan diam dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN—keadilan kita” (Yer. 23:6). Ayat ini mewahyukan bahwa nama Tunas ini disebut “Yehova kebenaran kita,” yang menunjukkan bahwa Kristus, sebagai keturunan Daud, bukan hanya manusia melainkan adalah Yehova yang menciptakan langit dan bumi, yang memilih Abraham, mendirikan bangsa Israel, dan adalah Tuhan bagi Daud, yaitu Dia yang disebutnya Tuan (Mat. 22:43).

Pada zaman Yeremia tidak ada kebenaran di antara umat Allah. Tetapi Yeremia menubuatkan bahwa Kristus akan datang sebagai Tunas yang adalah Yehova itu sendiri untuk menjadi kebenaran umat pilihan Allah (1 Kor. 1:30). Jadi, ketika Allah mengutuk, menghukum, dan menghajar umat-Nya, Dia mempunyai maksud untuk berinkarnasi sebagai satu Tunas bagi Daud agar Dia dapat menjadi kebenaran umat-Nya. Berdasarkan kedatangan Kristus sebagai Yehova kebenaran mereka, maka ras Israel jahat itu dapat dipulihkan.

Untuk menjadi kebenaran umat-Nya, Kristus harus mati terlebih dahulu bagi mereka. Dia harus mencucurkan darah-Nya untuk membasuh dosa-dosa mereka dan menggenapkan penebusan, karena tanpa penumpahan darah maka tidak ada pengampunan (Ibr. 9:22). Berdasarkan penebusan yang digenapkan melalui penebusan Kristus di kayu salib ini, maka Allah dapat membenarkan umat-Nya. Umat Allah dibenarkan berdasarkan pada penebusan Kristus dan menerima Kristus sebagai Allah untuk menjadi kebenaran mereka. Kita tidak mempunyai kebenaran di dalam diri kita sendiri. “Semua kebenaran kita itu seperti pakaian dompang camping” (Yes. 64:6). Meskipun dalam diri kita, kita tidak mempunyai kebenaran apa pun, tetapi kita memiliki Dia yang adalah Allah itu sendiri sebagai manusia dan yang telah mati di kayu salib mencucurkan darah-Nya untuk menggenapkan penebusan bagi kita. Dengan penebusan ini sebagai dasarnya, maka kita dapat percaya kepada-Nya untuk menerima pengampunan Allah, dan Allah dapat membenarkan kita, membuat Kristus menjadi kebenaran kita dan mengenakan kita dengan jubah kebenaran (Yes. 61:10).

Sebagai Tunas Daud untuk menjadi Yehova kebenaran kita, Kristus adalah Dia yang almuhit. Pada-Nya kita memiliki keilahian yang berbaur dengan keinsanian. Pada-Nya kita memiliki kebenaran yang adalah Allah itu sendiri menjadi kebenaran kita, dan kita memiliki penebusan. Pada-Nya kita memiliki Roh pemberi hayat dan kekayaan-kekayaan hayat, yang meliputi elemen hayat, hukum hayat, dan perasaan hayat. Sebenarnya, hayat yang kita miliki dalam Kristus sebagai Tunas Daud dan sebagai Yehova kebenaran kita ini adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung untuk menjadi segala sesuatu bagi kita. Wahyu tentang Kristus yang demikian ini tentunya merupakan “buah” yang ajaib yang ditemukan di antara “daun-daun kering” dan “cabang-cabang yang mati” di dalam “kebun buah-buahan” dari kitab Yeremia ini!