DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (10)
YEHOVA SEBAGAI TUKANG PERIUK DAN ISRAEL SEBAGAI PERIUKNYA
Pembacaan Alkitab: Yer. 18—20
Subyek dari berita ini adalah Yehova sebagai Tukang Periuk dan Israel sebagai periuknya. Yehova adalah Tukang Periuk, dan kita, umat pilihan-Nya, adalah periuk di tangan-Nya.
Sebagai Tukang Periuk, Allah kita mempunyai hak penuh atas kita. Terhadap kita, Dia mempunyai hak untuk melakukan apa saja yang Dia sukai. Pemikiran ini bukan hanya ada di dalam Yeremia 18 sampai 20 melainkan juga di dalam Roma 9. Saya percaya bahwa Paulus mempertimbangkan pasal-pasal dari Yeremia ini sewaktu dia menulis Roma 9 mengenai kedaulatan Allah dalam pemilihan-Nya. Dalam ayat 21 ia berkata, “Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu bejana untuk tujuan yang mulia dan yang lain untuk tujuan yang biasa?” Allah, Tukang Periuk ini, mempunyai otoritas yang demikian. Pemilihan-Nya adalah menurut hak penuh-Nya. Dia dapat memilih satu bejana dan menolak yang lainnya. Dia mempunyai hak penuh untuk melakukan sesuatu dengan cara apa pun terhadap periuk-Nya.
Dari perkataan Yeremia dalam 15:10—17:27, kita dapat melihat bahwa ada sesuatu di dalamnya yang berbeda dengan pemikiran Allah mengenai Israel. Saya percaya bahwa perasaan di dalam Yeremia adalah bahwa penghakiman Allah terhadap Israel itu terlalu keras. Sedikitnya ia tidak puas dengan situasi itu. Dalam satu hal, ia berdebat dengan Allah. Yeremia tidak berdebat dengan Allah secara langsung, melainkan ia berdebat secara tidak langsung dengan mengeskpresikan perasaannya kepada ibunya, dengan berkata, “Celakalah aku, ya ibuku, bahwa engkau melahirkan aku, seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan di negeri” (15:10a). Ini adalah satu perkataan yang keras. Allah tidak memberikan kesempatan kepada ibu Yeremia untuk memberi respon melainkan Dia datang berbicara kepada Yeremia dan bahkan berdebat dengannya. Sewaktu Allah berbicara kepada Yeremia, Dia bertanya kepadanya, “Dapatkah orang mematahkan besi, besi dari utara dan tembaga?” (ay. 12). Di sini Allah menunjukkan bahwa Dia telah memutuskan untuk memakai bangsa Babel sebagai besi untuk menghakimi dan menghukum Israel.
Setelah bagian yang di dalamnya ia memberitahukan pengalamannya tentang berdebat dengan Allah, Yeremia melanjutkan menulis satu bagian tentang Yehova sebagai Tukang Periuk dan Israel sebagai periuknya. Bagian ini membuatnya menjadi sangat jelas bahwa Allah mutlak bebas melakukan apa saja yang Dia ingin lakukan terhadap umat-Nya. Dia mempunyai hak penuh, sama seperti tukang periuk mempunyai hak penuh atas periuknya. Jika kita melihat hal ini, maka kita akan dapat memahami tiga pasal ini.
I. YEHOVA SEBAGAI TUKANG PERIUK YANG BERDAULAT
Yeremia 18:1-10 mewahyukan Yehova sebagai Tukang Periuk yang berdaulat, Dia yang mempunyai hak yang mutlak atas periuk-Nya.
A. Tukang Periuk itu Bekerja dan Mengerjakan Kembali Periuknya
Yehova menyuruh Yeremia untuk pergi ke rumah tukang periuk (ay. 1-2). Yeremia melihat bahwa tukang periuk itu sedang bekeja dan mengerjakan kembali periuk itu dengan pelarikan menjadi bejana lain, menurut apa yang baik pada pemandangannya (ay. 3-4). Ini menunjukkan bahwa tukang periuk itu mempunyai hak penuh untuk melakukan apa saja yang ia inginkan terhadap tanah liat itu.
B. Yehova sebagai Tukang Periuk yang Berdaulat Dapat Bertindak terhadap Kaum Israel, sebagai Tanah Liat di Tangan-Nya, dengan Cara yang Berubah-ubah
Yehova sebagai Tukang Periuk yang berdaulat ini dapat bertindak terhadap kaum Isarel, sebagai tanah liat di tangan-Nya, dengan cara yang berubah-ubah menurut keadaan Israel (ay. 6-10). Ayat 6 mengatakan, “Masakah Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!” Firman kepada Israel ini juga adalah firman kepada nabi, yaitu firman yang akan menjernihkan konsepnya. Yehova seolah-olah berkata kepada Yeremia, “Janganlah menghalangi Aku dari melakukan apa saja yang ingin Kulakukan terhadap kaum Israel. Israel adalah tanah liat di tangan-Ku, dan Aku menanggulangi mereka dengan cara yang berubah-ubah. Tergantung kepada keadaan mereka, Aku dapat menghukum mereka atau meninggikan mereka.”
II. KEADAAN ISRAEL YANG JAHAT
Ayat 11 sampai 23 membicarakan tentang keadaan Israel yang jahat. Firman ini adalah pembelaan Allah lebih lanjut terhadap diri-Nya sendiri kepada Yeremia. Meskipun Allah mempunyai hak penuh, tetapi Dia tidak akan menghukum Israel dengan cara yang tidak layak. Di sini Yehova seolah-olah memberi tahu Yeremia, “Aku bukan tidak bijaksana dalam menanggulangi Israel, dan Aku tidak melakukan sesuatu yang tidak layak. Lihatlah keadaan Israel. Jika kamu melihat keadaan mereka, maka kamu akan setuju bahwa mereka perlu dihukum.”
A. Tidak Mau Berbalik dan Memperbaiki Tingkah Langkahnya
Israel tidak mau berbalik dan memperbaiki tingkah langkahnya melainkan berjalan mengikuti rencananya sendiri dan bertindak mengikuti kedegilan hatinya yang jahat (ay. 11b-12). Ini adalah pembelaan Allah terhadap diri-Nya sendiri dalam terang dari keadaan Israel yang jahat.
B. Telah Melupakan Yehova dan Membakar Kurban kepada Kesia-siaan
Sebagai seorang dara ia melakukan satu hal yang sangat mengerikan—melupakan Yehova dan membakar kurban kepada kesia-siaan, yaitu kepada berhala (ay. 13-15a). Ia telah menjadi seorang dara yang dipertunangkan kepada Yehova, tetapi ia meninggalkan Dia, sang realitas sebagai tunangannya, dan berpaling kepada berhala-berhala, yang adalah kesia-siaan.
C. Telah Tersandung di Jalan-jalan Mereka dari Jalan-jalan Dahulu Kala, dan Mengambil Jalan Simpangan
Israel telah tersandung di jalan-jalan mereka dari jalan-jalan dahulu kala, dan mengambil jalan simpangan, yakni jalan yang tidak diratakan (ay. 15b). Jalan-jalan dahulu kala adalah jalan-jalan yang benar, yang telah ditempuh oleh nenek moyang mereka. Jalan yang benar, jalan-jalan dahulu kala, memimpin ke atas, sedangkan jalan simpangan memimpin ke bawah. Mengambil jalan simpangan adalah menurun ke bawah; mengambil jalan-jalan dahulu kala, yakni jalan yang diratakan, adalah naik ke atas. Dalam pemulihan Tuhan hari ini, kita sedang mengambil jalan ke atas, jalan-jalan dahulu kala, yang telah ditempuh oleh rasul Paulus dan rasul-rasul lainnya.
D. Membuat Negeri Mereka Menjadi Kengerian
Karena keadaan mereka yang jahat, maka Israel telah membuat negeri mereka menjadi kengerian, menjadi sasaran suitan untuk selamanya (ay. 16).
E. Bersekongkol melawan NabiYeremia
Selain itu, mereka bersekongkol melawan Yeremia. “Berkatalah mereka: “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya” (ay. 18). Mereka bertikai dengannya dan menggali pelubang untuk nyawanya, memasang jerat untuk kakinya dan merancangkan yang jahat untuk kematiannya (ay. 19-20a; 22b-23a). Betapa jahatnya mereka!
F. Memaksa Nabi Mengubah Doa Syafaatnya bagi Mereka di hadapan Yehova menjadi satu Kutukan bagi Mereka
Asalnya, nabi Yeremia berdoa syafaat bagi mereka. namun, penentangan mereka memaksa nabi mengubah doa syafaatnya bagi mereka di hadapan Yehova menjadi satu kutukan bagi mereka (ay. 19-23).
Memaksa Yehova Menyiapkan Malapetaka dan Merancangkan Rencana melawan Mereka
Israel juga memaksa Yehova menyiapkan malapetaka dan merancangkan rencana melawannya (ay. 11a). Maka, dalam ayat 17 Dia berkata, “Seperti angin timur akan menyerakkan mereka di depan musuhnya. Belakang-Ku akan Kuperlihatkan kepada mereka dan bukan muka-Ku pada hari bencana mereka.” Saya percaya bahwa semua malapetaka ini meyakinkan Yeremia bahwa penghakiman Allah atas Israel itu benar.
III. ISRAEL SEBAGAI BULI-BULI PERIUK TANAH LIAT UNTUK DIPECAHKAN
Dalam 19:1-13 Allah memperlihatkan kepada Yeremia bahwa Israel adalah buli-buli periuk tanah liat yang telah cemar dan perlu dipecahkan.
A. Digambarkan Dalam Lembah Ben Hinom di depan Pintu Gerbang Beling
Pemecahan Israel sebagai buli-buli periuk tanah liat ini digambarkan dalam lembah Ben Hinom di depan pintu gerebang beling (ay. 1-3). Beling adalah satu fragmen dari periuk yang pecah. Israel akan dihukum dan dipecahkan Allah menjadi beling-beling di pintu gerbang yang menuju ke lembah Ben Hinom, yaitu tempat di mana orang-orang dan hal-hal yang jahat dibakar.
B. Karena Kejahatan-kejahatan Israel
Pemecahan ini terjadi karena kejahatan-kejahatan Israel. Kejahatan-kejahatan mereka meliputi meninggalkan Yehova, mengasingkan tempat ini daripada-Nya, membakar kurban di dalamnya kepada allah-allah lain, memenuhi tempat ini dengan darah orang-orang yang tidak bersalah, dan mendirikan bukit-bukit pengorbanan bagi Baal untuk membakar anak-anak mereka dalam api sebagai kurban bakaran kepada Baal (ay. 4-5).
C. Yehova Ingin Memecahkan Israel sebagai Buli-buli Periuk Tanah Liat
Ayat 6 sampai 13 mewahyukan bahwa Yehova ingin memecahkan Israel sebagai buli-buli periuk tanah liat, untuk membuat tempat Yehuda dan Yerusalem menjadi lembah pembunuhan seperti lembah Tofet untuk mengubur mayat-mayat mereka. Dia akan membuat Yerusalem menjadi kengerian dan satu suitan, dan membuatnya makan daging anak-anaknya laki-laki, perempuan, dan memakan daging temannya.
IV. PENGULANGAN NUBUAT YEREMIA MENGENAI ISRAEL, PENGANIAYAAN ISRAEL TERHADAP YEREMIA, PENANGGULANGAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL, TUDUHAN YEREMIA TERHADAP ISRAEL DAN KUTUKANNYA TERHADAP HARI KELAHIRANNYA
A. Pengulangan Nubuat Yeremia mengenai Israel
Dalam 19:14 dan 15 kita memiliki pengulangan nubuat Yeremia mengenai Israel. Nubuat ini mengumumkan bahwa Allah Israel akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan atas semua kota-kotanya karena mereka telah menegarkan tengkuk mereka untuk tidak mendengarkan firman-firman-Nya.
B. Penganiayaan Israel terhadap Yeremia
Dalam 20:1-2, 7-10 kita memiliki satu catatan tentang penganiayaan Israel terhadap Yeremia. Mereka memukul dia, memasungkan dia di pintu gerbang, mencemooh dia, mengolok-olok dia, mengejek dia, mencemarkan dia, menakut-nakuti dia dengan mengadukan dan menjerat dia. Israel sungguh melakukan banyak hal jahat terhadap nabi Yeremia.
C. Penanggulangan Yehova terhadap Israel
Yeremia 20:3-6 membicarakan tentang penanggulangan Yehova terhadap Israel. Yehova akan menyerahkan seluruh Yehuda dan semua kekayaannya, segala barangnya yang berharga, dan semua perbendaharaan raja-raja Yehuda ke dalam tangan raja Babel, dan Dia akan membuang mereka ke Babel dan memukul mereka dengan pedang.
D. Tuduhan Yeremia terhadap Israel dan Kutukannya terhadap Hari Kelahirannya
Dalam 20:11-18 kita memiliki tuduhan Yeremia terhadap Israel dan kutukannya terhadap hari kelahirannya.
1. Tuduhannya terhadap Israel
Dalam tuduhannya terhadap Israel, Yeremia memohon kepada Yehova untuk membiarkan dia melihat pembalasan-Nya atas Israel. Yeremia yakin bahwa Yehova menyertai dia seperti pahlawan yang gagah yang akan menakut-nakuti dan bahwa para penganiayanya akan tersandung dan kalah. Mereka akan menjadi malu sekali, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan (ay. 11). Kemudian ia selanjutnya berkata, “Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat bathin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat” (ay. 12-13).
2. Kutukannya terhadap Hari Kelahirannya
Segera setelah menuduh Israel, Yeremia mengutuki hari kelahirannya (ay. 14-18). Ayat 14 dan 15 mengatakan, “Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku! Terkutuklah orang yang membawa kabar kepada bapaku dengan mengatakan: “Seorang anak laki-laki telah dilahirkan bagimu!” yang membuat dia bersukacita dengan sangat.” Yeremia menutup kutukannya akan hari kelahirannya dengan berkata, “Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu?” (ay. 18). Sebagai seorang manusia dari Allah, Yeremia tidak akan pernah mengutuki Allah; ataupun mengutuki umat Allah. Sebaliknya ia melakukan hal yang benar dengan mengutuki dirinya sendiri.
Mengapa Yeremia mengutuki hari kelahirannya? Jawabannya adalah karena ia berada dalam satu dilema dan dilema ini memaksanya untuk mengutuki hari kelahirannya. Dilema Yeremia berasal tiga faktor. Faktor pertama adalah keputusan Allah untuk menghukum Israel dengan keras. Faktor kedua adalah keadaan Israel yang jahat, yang mengakibatkan penghukuman Allah. Faktor ketiga adalah penolakan Israel terhadap perkataan Yeremia dan penganiayaan mereka terhadapnya. Karena tiga faktor ini maka Yeremia tidak mempunyai jalan untuk terus hidup dan karena itu ia mengutuki hari kelahirannya.
Sewaktu kita melihat keadaan Yeremia, kita sadar bahwa berbicara bagi Allah itu bukanlah satu hal yang mudah. Allah selalu memutuskan apa yang harus kita katakan. Jika kita berjalan bersama-Nya, maka kita akan menyakiti orang-orang. Pada akhirnya, beberapa orang akan mengadukan kita, mengatakan hal-hal yang dusta tentang kita, dan bahkan memasang jerat untuk memerangkap kita. Seorang hamba yang setia yang berbicara bagi Allah akan selalu berada dalam dilema yang demikian.