DOSA ISRAEL TERHADAP YEHOVA DAN PENGHUKUMAN YEHOVA TERHADAP ISRAEL (4)
KEMUNAFIKAN PENYEMBAHAN ISRAEL TERHADAP YEHOVA
(1)
Pembacaan Alkitab: Yer. 7—10
Dalam berita tentang dosa Israel terhadap Yehova dan penghukuman Yehova terhadap Israel ini, kita akan mulai melihat kemunafikan penyembahan Israel terhadapYehova.
I. KEMUNAFIKAN PENYEMBAHAN ISRAEL (SEBENARNYA YEHUDA) TERHADAP YEHOVA ALLAH MEREKA
A. Satu Penyembahan yang Takhayul
Kemunafikan penyembahan Israel (sebenarnya Yehuda—7:21; 9:26) terhadap Yehova Allah mereka adalah satu penyembahan yang palsu dan satu penyembahan yang takhayul.
1. Percaya kepada Perkataan Dusta tentang Bait Yehova
Dalam ketakhayulan penyembahan mereka, Israel percaya kepada perkataan dusta yang mengatakan, “Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN” (7:4). Bagi mereka bait Allah pun telah menjadi satu berhala dan menjadi sesuatu yang takhayul. Maka, Yeremia memberi tahu mereka untuk tidak mengatakan kata-kata tentang bait Yehova ini.
2. Melakukan Banyak Hal yang Fasik dan Kemudian Datang dan Berdiri di hadapan Yehova dan Mengatakan Bahwa Mereka Akan Selamat
Di satu pihak, umat Israel menyembah Allah; di pihak lain, mereka mencuri, membunuh, berzinah, bersumpah palsu, membakar kurban kepada Baal, dan mengikuti allah lain. Setelah melakukan hal-hal ini, mereka datang dan berdiri di hadapan Yehova di rumah yang atasnya nama-Nya diserukan dan berkata, “Kami selamat!” (ay. 9-10). Dengan mengatakan ini mereka memperdaya diri mereka dan menipu diri mereka sendiri.
3. Mengandalkan Rumah yang atasnya Nama Yehova Diserukan, yang telah Menjadi satu Sarang Penyamun di Mata Mereka
Israel mengandalkan rumah yang atasnya nama Yehova diserukan, yang telah menjadi sarang penyamun di mata mereka (ay. 11, 14; Mat. 21:13; Mrk. 11:17; Luk. 19:46). Ini menunjukkan bahwa penyembahan mereka kepada Allah telah mutlak menjadi satu kepalsuan.
B. Satu Penyembahan yang Sia-sia
Penyembahan Israel kepada Yehova juga merupakan satu penyembahan yang sia-sia.
1. Percaya kepada Perkataan Dusta
Dalam penyembahan mereka yang sia-sia itu, Israel percaya kepada perkataan dusta yang tidak menguntungkan mereka (ay. 8).
2. Yehova Menyuruh Nabi Yeremia Untuk Tidak Berdoa bagi Mereka
Yehova menyuruh nabi Yeremia untuk tidak berdoa bagi mereka dan tidak bersyafaat dengan-Nya, karena Dia tidak akan mendengarkannya (ay. 16).
3. Yehova Allah Mereka Tidak Mempedulikan Kurban Bakaran dan Persembahan-persembahan Mereka
Israel mempersembahkan banyak kurban bakaran dan persembahan kepada Yehova. Tetapi karena mereka tidak mau mendengarkan suara Yehova dan mengikuti seluruh jalan yang diperintahkan-Nya kepada mereka, maka Dia tidak akan mempedulikan kurban bakaran dan persembahan-persembahan mereka (ay. 21-23).
II. KEJAHATAN ISRAEL (SEBENARNYA YEHUDA) SEBAGAI PENYEMBAH-PENYEMBAH ALLAH YANG MUNAFIK
Sebagai penyembah-penyembah Allah yang munafik, Israel (sebenarnya Yehuda) melakukan banyak kejahatan.
A. Menindas Orang Asing, Yatim, dan Janda
Mereka menindas orang asing, yatim, dan janda, dan mereka menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Mereka juga mengikuti allah lain yang menjadi kemalangan mereka sendiri (ay. 6).
B. Mencuri, Membunuh, Berzinah, Bersumpah Palsu, Membakar Kurban kepada Baal
Yeremia 7:9 membicarakan tentang Israel mencuri, membunuh, berzinah, bersumpah palsu, membakar kurban kepada Baal, dan mengikuti allah lain yang tidak mereka kenal.
C. Membuat Penganan bagi Ratu Surga dan Mempersembahkan Kurban Curahan kepada Allah-allah lain
Dalam ayat 18 Yehova berkata, “Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan kepada ratu surga, dan orang mempersembahkan kurban curahan kepada allah lain dengan maksud menyakiti hati-Ku.” Di sini ratu surga adalah Seramis istri Nimrod; kemudian ia dikenal sebagai Artemis di Efesus (kis. 19:27). Sulit dipercaya bahwa umat Allah, yaitu umat pilihan-Nya, bisa merosot sampai sedemikian rupa hingga mereka membuat penganan bagi istri Nimrod. Ini adalah perkara perzinahan dan penyembahan berhala.
D. Tidak Mendengarkan atau Menyendengkan Telinga Mereka kepada Perintah Allah
“Hanya berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia” (ay. 23). Namun, Israel tidak mendengarkan suara Yehova Allah mereka melainkan mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hati mereka yang jahat dan mereka memperlihatkan belakangnya bukan mukanya (ay. 24).
E. Menegarkan Tengkuk Mereka
Mereka menegarkan tengkuk mereka dan berbuat lebih jahat daripada nenek moyang mereka (ay. 26).
F. Tidak Mendengarkan Suara Yehova Allah Mereka dan Tidak Mau Menerima Penghajaran
Israel tidak mau mendengarkan suara Yehova Allah mereka dan tidak mau menerima penghajaran. Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka (ay. 28). Mereka telah membuang kebenaran dan tidak lagi membicarakannya.
G. Melakukan Apa yang Jahat di Mata Yehova
Israel melakukan apa yang jahat di mata Yehova. Mereka menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikan di rumah yang atasnya nama Yehova diserukan, untuk menajiskannya (ay. 30). Ini berarti bahwa mereka menempatkan berhala-berhala di rumah Yehova.
H. Mendirikan Bukit Pengorbanan yang bernama Tofet untuk Membakar Anak-anaknya Lelaki dan Perempuan dalam Api
Israel bahkan melangkah lebih jauh sampai mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan dalam api (ay. 31).
I. Berpaling Terus-menerus kepada Kemurtadan
Israel berpaling terus-menerus kepada kemurtadan. Mereka berpegang pada tipu dan menolak untuk kembali (8:5). Kemurtadan Israel itu tidak sementara—melainkan kekal/terus-menerus.
J. Tidak Berkata Jujur dan Tidak Ada Seorang pun yang Menyesal karena Kejahatannya
Mereka tidak berkata jujur 9ay. 6a), dan tidak ada seorang pun yang menyesal karena kejahatannya, dengan berkata, “Apakah yang telah kulakukan ini?” (ay. 6b). Sebaliknya mereka berpaling sambil berlari, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran (ay. 6c).
K. Tidak Mengetahui Hukum Allah
Israel tidak mengetahui ketetapan (hukum) Yehova. Mereka tidak seperti burung ranggung di udara yang mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang, dan burung bangau yang berpegang pada waktu kembalinya (ay. 7). Burung-burung ini tahu waktunya datang dan pergi, tetapi Israel tidak mengenal tentang maksud Allah.
L. Menolak Firman Yehova dan Tidak Mempunyai Hikmat
“Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya mereka telah menolak firman TUHAN maka kebijaksanaan apakah yang ada pada mereka?” (ay. 9). Karena telah menolak firman Yehova, maka Israel tidak mempunyai hikmat.
M. Setiap Orang Mengejar Keuntungan yang Tidak Adil
Setiap orang mengejar keuntungan yang tidak adil. Dari nabi bahkan imam, semuanya melakukan tipu (ay. 10). Baik nabi maupun imam telah menjadi bobrok.
N. Merangsang Yehova untuk Murka terhadap Patung-patung Pahatan dan Dewa-dewa Asing Mereka
Umat itu merangsang Yehova untuk murka terhadap patung-patung pahatan dan dewa-dewa asing mereka (kesia-siaan—ay. 19).
O. Mereka Semua Adalah Orang-orang Berzinah dan suatu Kumpulan Orang-orang yang Tidak Setia
Mereka semua adalah orang-orang berzinah dan suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia (9:2). Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; karena mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan dan tidak mengenal Yehova (ay. 3). Mereka membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat (ay. 5). Lidah mereka adalah anak panah yang membunuh (ay. 8a). Mereka berbicara damai dengan temannya tetapi dalam hatinya mereka merancangkan pengadangan terhadapnya (ay. 8b).
P. Segenap Kaum Israel Tidak Bersunat Hatinya
Akhirnya, dalam ayat 26 Yehova mengatakan bahwa segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya.
Dari ayat-ayat yang telah kita liput dalam berita ini, kita melihat gambaran yang gamblang dari kebobrokan Israel. Israel bobrok terhadap Allah dan terhadap satu sama lain; Mereka bobrok dalam setiap hal.