Bab 5
Jauhkan Diri dari Berhala dan Hidup dalam Roh
Pembacaan Alkitab :
1Yohanes 2:24, 27-28; 4:13; 5:4, 18-21; Ibrani 4:12; 6:18-20
TINGGAL DI DALAM TUHAN,
HINGGA DIA DATANG
Dalam berita-berita yang lalu saya terus menekankan tentang Allah Tritunggal yang telah menjadi Roh pemberi hayat, tinggal di dalam roh kita, bersatu dengan kita, supaya kita hidup demi Dia, hidup bersamaNya dan setindak tanduk dengan Dia. Jika Anda berkata bahwa Anda tidak nampak dan mendengar ini, saya sama sekali tidak percaya. Saya sangat yakin setiap saudara dan saudari pasti telah nampak dan mendengar ini. Yang kita perlukan ialah menengadah kepada Tuhan, mohon Tuhan membelaskasihani kita dan mencurahkan kasih karuniaNya, agar kita hidup di dalam apa yang telah kita tampak. Kita tidak perlu nampak lagi, dan tidak perlu mencari cara lagi. Asal kita hidup di dalamNya, cukuplah.
Satu Yohanes mengatakan, bahwa kita sudah mendengar sejak semula. Jika kita memblarkan apa yang sudah kita dengar pada mulanya itu tinggal di dalam kita, maka kita pun tinggal di dalam Anak, dan juga tinggal di dalam Bapa. Saya sangat menyukai istilah "tinggal" ini. Anda harus membiarkan apa yang Anda dengar pada mulanya itu tinggal di dalam Anda, maka Anda akan tinggal di dalam Anak dan Bapa. Ini bukan perkataan dunia, melainkan perkataan sorga. Perkataan ini tidak mungkin Anda dengar di antara manusia di bumi ini, sebab suara ini berasal dari sorga. Kita tidak hanya dapat tinggal di dalam Anak, bahkan di dalam Bapa. Tuhan berkata, "Hai anakKu, tinggallah di dalam Aku". Bukan sehari atau tiga hari, melainkan tinggal seterusnya di dalam Tuhan, hingga Ia datang.
Tinggal tidak hanya singgah di dalam, bahkan hidup dan bergerak di dalam. Kalau kita telah mendengar rahasia yang kekal ini, maka mulai hari ini juga hendaklah kita tinggal di dalam Tuhan dengan sederhana; hidup dan bergerak di dalam Tuhan. Jangan sekali-kali bertanya, Tagaimana aku dapat tinggal di dalam Tuhan?" Saya katakan kepada Anda, "Tinggal sajalah di dalam Tuhan, jika Anda telah diselamatkcan." Setiap orang yang telah diselamatkan, di dalamnya ada Tuhan. Karena itu Anda pasti tahu bagaimana Anda dapat tinggal di dalam Tuhan. Tidak perlu mempelajarinya, tinggal saja di dalam Tuhan, itu sudah cukup. Anda wajib tinggal di dalam Tuhan hingga Ia datang.
FAKTA AJAIB, TUHAN ADA DI DALAM KITA
Dalam rencana Allah ada satu perkara besar yang tidak begitu kita sadari, juga tidak begitu menarik perhatian kita, namun ini sesungguhnya telah terjadi. Perkara itu adalah tatkala kita bertobat dan percaya kepada Tuhan, Tuhan (Roh yang hidup) itu telah masuk ke dalam kita tanpa terasa. Kalau Anda tidak percaya, boleh Anda coba. Anda berkata, Anda tidak merasa bahwa Tuhan tinggal di dalam Anda, sebab itu Anda tidak mau Tuhan dan tidak percaya Tuhan. Kalau Anda mau mengadakan percobaan yang demikian, Anda akan segera menemukan suatu perkara di dalam Anda sendiri, yaitu Tuhan ada di dalam Anda. Semakin Anda mengatakan, "Aku tak percaya", Tuhan semakin berkata, "Tidak, Aku tidak dapat tidak tinggal di dalammu!" Anda berkata, "Aku tidak mau Yesus", namun Ia berkata, "Aku mau engkau." Begitu Anda mencoba berbuat demikian, Anda akan tahu adanya kisah ini di dalam Anda. Kisah ini takkan terjadi dalam diri orang yang belum beriman kepada Yesus. Bagaimana kita mengetahui siapa beriman dan siapa yang tidak beriman? Pada lahirnya tidak dapat dipastikan, tetapi di dalam batin orang yang beriman terdapat suatu benda, satu kisah ajaib, suatu kisah yang betapa ajaib.
Hari ini di seluruh dunia sudah ada jutaan manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang pernah nampak Tuhan Yesus dengan mata jasmaninya. Dari segi rohaninya, kita sudah nampak Dia di dalam roh, ini benar; tetapi dari segi jasmani, tidak seorang pun di antara kita yang pernah melihat Dia. Namun di dalam kita ada suatu kisah, yang membuat kita tidak berdaya meninggalkan Yesus. Sekalipun kita gagal dan jatuh sampai tidak karuan, kisah yang ajaib itu tetap ada di dalam kita. Semakin Anda hendak menolak atau meninggalkanNya, Ia di dalam Anda akan mengikat Anda lebih erat. Ini membuktikan, bahwa ada suatu kisah yang terjadi di dalam Anda, yaitu Sang Ajaib, Tuhan, Roh almuhit telah masuk ke dalam Anda.
TUHAN HANYA MENGHENDAKI KITA
HIDUP DEMI DIA
Hari ini, Ia bukan menghendaki kita bergairah melakukan ini dan itu, melainkan menghendaki kita supaya selaras dengan Dia, hidup demi Dia, itu saja. Dialah hayat, juga persona Anda. Alhasil, Ia akan menjadi Anda, Ia pun menghendaki Anda menjadi Dia. Ini sungguh suatu perkara yang sangat sederhana. Tetapi manusia justru tidak mau melakukan perkara yang sederhana ini.
Seperti kita semua tahu, manusia beroleh selamat ialah suatu perkara yang sangat mudah, tak perlu berbuat ini dan itu. Asalkan seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, ia sudah beroleh selamat. Hari ini, di hadapan Allah, orang kafir hanya mempunyai satu dosa, yakni tidak percaya. Setiap orang dosa terhukum ke dalam neraka, bukan karena ia mencuri atau merampok, melainkan karena tidak percaya. Semua orang kafir binasa hanya dikarenakan satu dosa saja, yaitu tidak percaya. Biarlah saya katakan kepada Anda, hari ini, pada orang-orang yang telah percaya Tuhan juga hanya ada satu dosa, yaitu tidak hidup demi Yesus. Dosa orang-orang yang tak beriman ialah tidak percaya, sedang dosa orang-orang yang beriman ialah tidak hidup demi Yesus. Singkatnya ialah tidak hidup dalam roh.
Kita bisa berdoa, membaca Alkitab, bersidang, bekerja, melayani dan menyembah, tetapi kita tidak mau hidup demi Tuhan di dalam roh. Jangan menganggap kalau Anda bisa berdoa, membaca Alkitab, bersidang dan menyembah itu sudah baik. Anda harus membuang pandangan atau konsepsi agama seperti itu. Sebab ada kemungkinan, kemungkinan besar sekali, Anda berdoa, tapi Anda tidak berada di dalam roh, tidak sejalan dengan Tuhan. Anda membaca Alkitab, tetapi tidak di dalam roh. Anda bersidang, menyembah dan melakukan segala pelayanan, namun tidak di dalam roh. Dengan demikian, segala yang Anda lakukan hanyalah aktivitas agama. Anda menyembah Allah, tapi Allah tidak ada dalam. penyembahan Anda. Anda melayani Allah, namun Allah tidak ada di dalamnya. Anda memiliki agama tanpa memiliki Tuhan. Roh tidak ada di dalam Anda, Andapun tidak berada di dalam roh.
BAIT SUCI DAN PALUNGAN
Tatkala Tuhan Yesus masih belum datang ke dunia, di Yerusalem telah ada sebuah Bait Suci yang dibangun menurut perintah Allah, khusus untuk melakukan ibadah kepada Allah. Di depan Bait Suci terdapat sebuah mezbah. Para imam telah terlatih menurut giliran masing-masing, setiap hari mengenakan jubah imam, mempersembahkan korban di pelataran luar. Mereka juga membakar ukupan, menyalakan pelita, menyiapkan roti dan menyembah Allah di tempat yang kudus. Tidak dapat diragukan lagi, semua itu benar-benar satu liturgi ibadah yang murni. Akan tetapi ketahuilah, pada suatu hari, Allah datang, yaitu Tuhan Yesus. Ia tidak datang ke Bait Suci itu, tapi datang ke sebuah palungan di Betlehem, sebuah desa kecil. Saya bertanya kepada kalian, pada waktu itu, di manakah Allah berada? Di Bait Sucikah? Di palungankah? Penyembahan di Bait Suci itu benar atau palsu? Sukar dikatakan. Anda akan berkata, "Itu memang benar pada lahirnya, tapi intinya tidak menjamah Allah, sebab Allah tidak ada di situ". Allah telah pergi ke palungan. Kemudian Ia dibesarkan di Nazaret, dan mulai berkhotbah. Pada suatu hari Ia datang ke Betania. Ia mengunjungi satu keluarga miskin yang terdiri dari dua saudari dan satu saudara. Ia bersekutu dengan ketiga anak yatim piatu tersebut. Justru pada saat itu juga di Bait Suci para imarn sedang sibuk memberi persembahan dan membakar ukupan. Di manakah Allah pada saat itu? Ya, Ia tidak ada di Bait Suci, tetapi Ia ada di rumah orang miskin di Betania. Saat itu, penyembahan yang sejati ada di mana? Bukan di Bait Suci, melainkan di Betania. Dipandang dari luar, penyembahan di Bait Suci adalah yang murni, sesuai dengan kitab suci, menurut aturan dan mempunyai gaya atau ragam yang pantas. Tiada seorangpun dapat menyangkal, bahwa penyembahan di Bait Suci itulah yang wajar dan resmi. Sebaliknya, tidak seorangpun mau mengakui bahwa tiga orang pemuda duduk bersama Yesus dan berdialog dengan santai itu adalah penyembahan. Ah, itu terlalu sembarangan. Tanpa mengenakan jubah imam, juga tanpa korban. Itu terlalu sembarangan.
Saya harap lukisan ini dapat Anda nampak dengan jelas. Penyernbahan yang sejati tidak tergantung pada tatacara lahiriah, melainkan pada realitasnya. Soalnya ialah, adakah Tuhan di dalamnya? Jika di dalamnya ada Tuhan, itulah penyembahan sejati; jika di dalamnya tiada Tuhan, itu tidak lebih daripada tata cara agama semata.
BARANG YANG LAHIR DARI ALLAH
AKAN MELINDUNGI KITA DARI PERBUATAN DOSA
Dipandang dari luar, surat kiriman Yohanes sangat dangkal, mudah dimengerti. Tetapi ketahuilah, surat I Yohanes justru sebuah kitab yang sungguh ajaib. Ia mengatakan, bahwa kita dapat tinggal di dalam Tuhan. Ini sungguh ajaib! Dikatakan lagi, bahwa di dalam kita ada satu barang yang lahir dari Allah. "Setiap orang (seharusnya barang) yang lahir dari Allah" (I Yohanes 5:18). Dalam surat I Yohanes Anda tidak begitu mudah mendapatkan makna dari ayat tersebut di atas, tapi itu bisa Anda dapatkan dalam Injil Yohanes. Di situ dikatakan, "Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh" (Yohanes 3:6). Barang apakah yang dilahirkan dari Allah? Itulah roh yang telah dilahirkan kembali yang ada di dalam kita. Di alam semesta ini, matahari, bumi, bukan dilahirkan dari Allah; malaikat pun bukan dilahirkan dari Allah. Bahkan Anda pun bukan. Dalam alam semesta ini, hanya ada satu barang yang dilahirkan dari Allah. Barang itu ada di dalam Anda, saya, dan setiap otang yang percaya kepada Tuhan. Dalam Alkitab bahasa Yunani, ungkapan atau istilah yang dipakai dalam 1 Yohanes 5:4 sangat cermat. Di situ seharusnya diterjemalikan menjadi "semua barang yang lahir dari Allah" (kata "barang" itu dalam Alkitab Indonesia terjemahan baru tidak disebutkan). Jika tidak ada ayat ini kita hampir tak dapat memahami I Yohanes. Ketahuilah, saya sudah membacanya selama puluhan tahun, bagaimana pun saya tidak mengerti, mengapa semua yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa. Sebab pengalaman membuktikan kepada kita, pada satu pihak, memang kita telah dilahirkan dari Allah, tapi pada pihak lainnya kita sesungguhnya masih bisa berbuat dosa.
Di kalangan kekristenan ada satu golongan yang disebut golongan mencabut akar dosa. Menurut mereka, begitu orang percaya Yesus, maka akar dosanya telah dicabut oleh Allah. Pendapat mereka didasarkan pada I Yohanes 3, yaitu "setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa lagi" (3:9). Tahun 1930-an, di Shanghai ada seorang penginjil tua yang menjadi penganut golongan tersebut. Pada suatu hari, ia mengajak beberapa pemuda mengunjungi sebuah taman. Untuk masuk ke dalam taman, setiap orang harus memiliki karcis. Penginjil ini cuma membeli dua karcis. Apa daya? Pertama, disuruhnya dua orang masuk. Lalu salah satu keluar lagi dengan membawa dua buah karcis tadi, dan membawa satu orang lainnya masuk. Begitulah seterusnya sampai semuanya masuk ke dalam taman itu. Di antara mereka ada seorang saudara bernama Chung. Ia menceritakan peristiwa itu kepadaku, sebab dia sendiri adalah salah satu pelakunya. Melihat perbuatan itu, ia sangat bingung. Mana boleh dengan 2 karcis memasukkan 5 orang. Itu perbuatan apa? Setelah pulang, lalu ia bertanya kepada si penginjil tua, "Bukankah akar dosa kita sudah tercabut? Mengapa hari ini kita berlima masuk ke taman dengan 2 karcis?" Orang tua itu menjawab, "Ah, itu bukan berbuat dosa, itu hanya suatu kelemahan."
Baik itu dosa atau kelemahan, bagaimanapun itu bukan perbuatan yang baik. Pengalaman membuktikan, setiap orang yang telah dilahirkan kembali, masih bisa berdosa. Bahkan I Yohanes pun mengatakan, hingga hari ini kita masih ada keinginan daging, dan keinginan mata, serta keangkuhan hidup zaman ini. Namun mengapa pasal 2 mengatakan "setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa lagi"? Bertahun-tahun kitapun tidak paham dengan jelas.
Sampai pada suatu hari, ketika aku menyelidiki naskah asli ayat itu, aku nampak bahwa pasal 5:4 itu sebenarnya berbunyi demikian, "Sebab semua barang yang lahir dari Allah . . . " Aku mendapatkan terang dan aku kini mengerti, di dalam alam semesta hanya ada satu barang yang lahir dari Allah, yaitu roh yang di dalam kita. Tubuh, pikiran, tekad, sukma, dan hati, semua bukan lahir dari Allah. Yang lahir dari daging itulah daging, yang lahir dari Roh, itulah roh. Roh yang ada di dalam kita itulah yang lahir dari Allah. Siapapun tidak dapat menyangkal hal riil. Jika kita cocokkan dengan pengalaman kita, kita sungguh dapat mengatakan "amin"! Tubuh kita bisa berbuat dosa, pikiran kitapun bisa berbuat dosa, tetapi roh kita yang telah terlahirulang itu tidak berbuat dosa. Bukan hanya demikian, ketika tubuh kita berbuat dosa, roh kita yang telah dilahirulangkan itu terus memberi peringatan, "Jangan berbuat dosa! Jangan berbuat dosa!" Ia selalu memperingatkan Anda. Ketika Anda menuruti hawa nafsu, Anda pergi menonton film, roh di dalam Anda terus berkata, "Ayo pulang! Jangan menonton!" Setelah Anda beroleh selamat, siapakah yang sering membuat Anda resah? Itulah roh yang telah dilahirkan ulang. Di seluruh dunia, hingga hari ini, hanya ada sebidang tanah yang bersili, yang terlindung oleh Allah, tanpa jejak Iblis di dalamnya. Tanah itu ialah roh kita yang telah dilahirulangkan.
Saudari-saudari, aku berani menjamin, tidak peduli betapa Anda mengasihi dunia, senang modern, gemar bersolek, roh Anda di dalam akan berkata, "Sudahlah! Jangan begitu. Itu takkan berarti. Untuk apa membuang waktu demikian?" Pernahkah terjadi kisah demikian? Mungkin cobaan yang Anda terima sangat kuat, sehingga Anda tidak menghiraukan perasaan dalam roh. Anda berkata, "Kelak aku pasti bisa naik ke sorga. Aku bersolek sedikit toh tidak mungkin menyebabkan aku masuk ke neraka. Aku masih muda, buat apa seperti nenek-nenek." Namun batin Anda tetap berkata, "Tidak ada gunanya engkau beralasan. Hentikanlah semua itu! Engkau sudah membuat Tuhan tidak senang!" Anda merasa seolah-olah ada sesuatu yang tidak membiarkan Anda.
Malam ini aku tidak mempersoalkan Anda menang atau gagal. Aku tidak mementingkan itu. Hari ini aku ingin Anda tahu, bahwa di dalam Anda ada satu barang yang lahir dari Allah. Itulah roh Anda. Anda boleh pergi berjungkir balik di tempat yang paling mesum, tetapi barang yang ada di dalam Anda juga berjungkir balik di dalam Anda dan berkata kepada Anda, Tergilah! Jangan main gila di sini! Tidak ada artinya! Anda berkata, itulah Tuhan Yesus yang berkata kepada Anda. Ya, memang itulah perkataan Tuhan Yesus. Tetapi Tuhan Yesus berkata di mana? Bukan di dalam otak Anda, bukan di dalam emosi, tetapi di dalam. roh Anda yang telah dilahirkan ulang. Barang yang lahir dari Allah mengalahkan dunia!
Bukan itu saja, dikatakan pula dalam akhir pasal 5, bahwa dia yang lahir dari Allah akan melindunginya. Dalam kita ada satu bagian yang lahir dari Allah, barang itulah yang akan melindungi kita. Kita sekalian dapat bersaksi, barang yang lahir dari Allah sering melindungi kita. Aku tahu pasti, banyak orang Kristen mempunyai pengalaman ini. Tatkala Anda pergi ke gedung bioskop, dalam batin ada yang berkata, Tulanglah! Mencari apa engkau di sini?" Setelah masuk ke dalam bioskop, batin Anda berkata lagi, "Pulanglah!" Akhirnya Anda berkata, "Sudahlah!" Maka Anda pun pulang. Siapa yang melindungi Anda? Siapa yang membawa Anda pulang? Tidak lain ialah barang yang lahir dari Allah, yang ada di dalam Anda itu. Kita masing-masing adalah orang dosa besar, yang memenuhi syarat untuk melakukan perampokan dan perzinahan, namun kita telah dilindungi selama bertahun-tahun. Nah, yang dilahirkan kembali itulah yang melindungi kita.
Ada apakah di dalam barang ini? Ada Allah sendiri! Satu Yohanes 3:9 mengatakan, bahwa barang ini ialah benih Allah. Benih Allah ada di dalam kita, itulah Allah sendiri. Itulah Kristus sendiri. Ini merupakan suatu perkara yang amat misterius. Di dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali ada Allah, yaitu Kristus sendiri yang menjadi benih kita. Kita justru wajib tinggal di dalam roh ini, dan hidup bergerak di dalam roh ini. Bila kita tinggal di dalam roh ini, kita menjadi milik Allah.
KECUALI ROH, SELURUH DUNIA BERADA
DI BAWAH KUASA SI JAHAT
Alkitab juga mengatakan kepada kita, "seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat". Dunia ini meneakup urusan-urusan dunia, benda-benda dunia dan manusia-manusia dunia. Dalam pandangan Allah, segenap dunia, manusia, masyarakat dan segala-galanya, berada di bawah kuasa Iblis, kecuali satu bagian, yaitu roh kita yang terlahir ulang. Jangan mengira orang kafir saja yang berada di bawah kuasa Iblis, sedang Anda tidak. Anda tidak dapat mengatakannya dengan begitu menyeluruh. Hanya roh Anda yang terlahir ulang itu yang tidak. Mungkin pikiran Anda masih berada di bawah kuasa Iblis. Pada kenyataannya, mungkin sekali pembacaan Alkitab dan doa Anda juga berada di bawah kuasa Iblis, sebab pembacaan dan doa Anda bukan berasal dari roh itu, tapi berasal dari pikiran, emosi dan kesenaugan. Saya harap, malam ini kita dapat nampak terang yang lebih jelas dan lebih dalam. Di alam semesta, di seluruh bumi ini, hanya ada satu benda yang tidak bisa dicapai oleh Iblis, yaitu roh kita yang terlabir ulang. Bahkan bagi kita yang telah beroleh selamat, selain roh kita yang terlahir ulang itu, bagian-bagian lainnya berada di bawah kuasa si jahat.
Sekarang kita kembali menggunakan contoh yang telah saya katakan di depan. Misalkan pada hari itu, ketika Tuhan Yesus tinggal di rumah seorang miskin di Betani. Ia duduk sambil bersekutu dengan ketiga pemuda. Pada saat itu juga, di Yerusalem para imam sedang sibuk melakukan penyembahan dan membakar ukupan. Nah, saya ingin bertanya, saat itu, di manakah Allah itu? Allah ada di Betani, bukan di Bait Suci Yerusalem! Kalau begitu apakah artinya penyembahan yang dilakukan di Bait Suci? Itu hanya aktivitas agama belaka! Ketahuilah, segala pelayanan, pembakaran ukupan, sembah sujud yang dilakukan para imam, juga berada di bawah kuasa Iblis. Dengan demikian Anda nampak, sampai kitab Wahyu pasal 2 dan 3, pada waktu itu orang Yahudi menyembah kepada Allah, dan sinagoga mereka adalah tempat mengajar orang mengenal Alkitab, tetapi Tuhan mengatakan bahwa jemaah orang Yahudi telah menjadi jemaah Iblis. Bukan hanya agama, tetapi jemaah Iblis. Sebab di situ ada penyembahan, ada penelaahan Alkitab ada pelayanan dan lain-lainnya, tetapi tidak ada Allah. Allah berada di tempat lain, di Betania. Betania hari ini di mana? Betani hari ini justru ada di dalam roh kita. Kalau Anda meninjau dari pandangan ini dan menganalisis dari sudut ini, Anda akan segera nampak penyembahan dan pelayanan yang di dalamnya tanpa Roh Tuhan adalah milik Iblis. Oh, ini adalah satu masalah yang serius sekali!
Nah, sekarang, adakah Tuhan dalam doa Anda? Adakah Tuhan dalam pembacaan Alkitab atau pemecahan roti Anda? Kalau Anda tidak berada dalam roh, di sana pun tidak ada Tuhan. Ketahuilah, semuanya itu ada di bawah kuasa Iblis. Anda pergi berdansa, pergi ke nite-club atau berjudi, itu tentu berada di bawah kuasa Iblis. Namun, dalam pembacaan Alkitab, berdoa, bersidang, jika tidak berada di dalam roh, Anda tetap berada di bawah kuasa si jahat. Karena dalam alam semesta hanya ada satu tempat yang tidak dimasuki Iblis, tempat itu adalah roh kita yang telah dilabirkan kembali. Apapun yang kita kerjakan, kalau tidak di dalam roh, semuanya berada di bawah kuasa Iblis.
Di manakah Allah hari ini? Di dalam roh kita! Saudara- saudari, kita harus nampak bahwa roh kita adalah ternpat maha kudus Allah. Tubuh, sukma dan roh kita, ketiga bagian ini serupa benar dengan ketiga bagian dari Bait Suci. Roh kita adalah tempat maha kudus, sedang tempat kediaman Allah juga tempat yang maha kudus. Menurut surat Ibrani, kedua tempat yang maha kudus ini saling berhubungan. Tempat kediaman Allah adalah tempat yang maha kudus. Hari ini, roh kita pun adalah tempat maha kudus Allah. Sebagai tempat yang maha kudus, roh ini berkontak dan berhubungan dengan tempat maha kudus yang di sorga. Jika bukan demikian, tidak mungkin kita dapat masuk sembarang waktu ke dalamnya seperti yang dikatakan Ibrani pasal 10 itu. Kalau tempat yang maha kudus hanya ada di sorga, tidak ada di dalam roh kita, tidak mungkin kita menjumpai Tuhan setiap hari. Akan tetapi, hari ini roh kita adalah tempat yang maha kudus.
Tidak hanya demikian, bila roh kita ini semua digabungkan menjadi satu, terbentuklah gereja. Gereja bukan berada dalam bangunan ini,.melainkan di dalam roh kita. Gereja hari ini adalah tempat kediaman Allah, sebab gereja merupakan himpunan roh kita yang telah dilahirkan kembali.
Jadi, doa, pembacaan Alkitab, penyembahan dan pelayanan kita harus berada di dalam roh, dan harus pula di dalam gereja, sebab gereja adalah himpunan roh kita. Kadangkala kita mengadakan penyembahan bersama, tetapi tidak di dalam roh. Ketahuilah, penyembahan yang demikian bukanlah penyembahan gereja. Dalam keadaan demikian berarti kita telah keluar dari tempat yang maha kudus. Hanya roh kita yang telah dilahirkan ulang yang menjadi sebuah tempat yang maha kudus yang tidak berada di bawah kuasa Iblis. Kecuali ini di alam semesta, di dunia ini, setiap benda telah dikotori oleh Iblis.
INILAH ALLAH YANG SEJATI
DAN HIDUP YANG KEKAL
Bacalah lagi bagian akhir surat 1 Yohanes, tentu kalian akan memahami makna yang sebenarnya. Ayat 18, "Setiap orang yang lahir dari Allah" itu bukan ditujukan kepada manusianya, tetapi ditujukan kepada roh yang dilahirkan ulang. "Setiap orang yang lahir dari Allah tidak berdosa, tetapi dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya (mencelakakan)". Dalam alam semesta ini Allah telah melingkari roh kita. Saya mutlak percaya adanya perkara ini, yaitu Allah memberi batasan kepada Iblis, kataNya, "Kau hanya boleh sampai di sana, tidak boleh melampauinya barang sejengkal."
Prinsip ini dapat kita lihat dalam kitab Ayub. Allah mengizinkan Iblis melakukan ini dan itu. Tetapi Allah berkata, "Kau hanya boleh berbuat sampai batas itu, tidak boleh melampaui batas ini." Kalau Anda membaca Perjanjian Baru dengan cermat, dan demi pengalaman sendiri, Anda dapat nampak, bahwa Allah telah menggariskan suatu batasan, yaitu roh manusia yang telah dilahirkan kembali, yang tidak dapat dijamah oleh si jahat. Di sini jelas sekali dikatakan, bahwa "setiap orang yang lahir dari Allah, Allah melindunginya dan si jahat tidak dapat menjamah atau mencelakakannya". Jadi, asalkan Anda tinggal di dalam roh yang telah dilahirkan kembali, Anda pasti terlindung, dan Iblis tak berdaya menjamah Anda. Bukan Iblis tidak menggunakan akalnya, tapi ia sudah kehabisan akal, sehingga ia tidak berdaya. Karenanya, begitu Anda masuk ke dalam roh, Anda boleh berkata, "Hai Iblis, cobalah pakai akalmu! Masih adakah akalmu?" Iblis akan berkata, "Aku sudah kalah, aku sudah tidak berdaya lagi, kalau engkau ada di dalam sukma atau pikiran, aku bisa menjamahmu. Kalau engkau di dalam daging, aku lebih banyak akal untuk mencelakakanmu. Tetapi kalau engkau lari ke dalam roh, aku tak berdaya, aku kalah."
Ayat 19 mengatakan, "Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat." Keadaan ini mirip dengan seekor ikan yang diletakkan di atas talenan dan disembelih oleh koki sesuka hati. Hanya roh kita yang telah dilahirkan kembali, yang tidak berada di bawah kuasa si jahat. Selain ini, daging, pikiran, otak, tekad, emosi dan lain sebagainya, semua ada di bawah kuasa Iblis.
Ayat 20 mengatakan, "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian (hikmat) kepada kita, supaya kita mengenal yang benar (sejati)". Siapakah yang sejati itu? Itulah Allah Tritunggal, itulah Kristus yang almuhit, dan itulah Roh yang almuhit pula. Kita bisa mengenal Dia, itulah pengertian dan hikmat yang sejati. Coba Rhat para guru besar, dan orang yang bertitel doktor. Walau mereka memiliki ilmu pengetahuan duniawi, mereka tidak mau menerima Tuhan Yesus. Dengan demikian, pengetahuan mereka itu bukan yang sejati! "Kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang, dan telah mengaruniakan hikmat kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar (sejati); dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya, Yesus Kristus. Ini adalah Allah yang sejati dan hidup yang kekal." Perhatikanlah, di sini bukan dikatakan "Dia" adalah Allah yang sejati, melainkan "Ini"adalah Allah yang benar. Jadi, yang dikatakan ialah perkara semacam ini, keadaan atau kejadian semacam. ini, itulah Allah yang sejati, dan hidup yang kekal. Dalam alam semesta, hanya ada satu bagian yang sejati, yang adalah Allah yang sejati dan hidup yang kekal.
Karenanya, pada akhirnya ada sebuah peringatan, "Anak- anakku, waspadalah (jauhkanlah) terhadap segala berhala." Itu berarti, segala sesuatu yang bukan Allah yang sejati, bukan hidup yang kekal, dan bukan di dalam roh yang telah dilahirkan kembali, adalah berhala. Mungkin sekali pembacaan Alkitab Anda, doa Anda, bahkan pemecahan roti Anda adalah berhala, sebab semuanya tidak ada di dalam roh yang dilahirkan ulang. Anda berada di bawah si jahat, sebab tidak berada di dalam roh.
Bacalah Wahyu 3, yaitu dalam surat ketujuh yang Tuhan tujukan kepada gereja di Laodikia. Firman Tuhan, "Hai Laodikia, Aku memuntahkan engkau dari mulutKu. Engkau tidak dingin dan tidak panas. Engkau suam-suam kuku, maka Aku memuntahkan engkau. Tahukah engkau, bahwa Aku berdiri di muka pintu dan mengetok? Aku tidak berada di dalam pintumu, pun tidak ada di dalammu, juga tidak di dalam. mulutmu." Saya ingin bertanya, dalam keadaan demikian, di manakah gereja di Laodikia itu berada? Ia berada di dalam kuasa si jahat. Mereka tidak berada di dalam Tuhan. Tuhan pun tidak berada di dalam mereka. Saya sangat khawatir, gereja-gereja di Timur Jauh, bahkan ketika mereka memecahkan roti pun tidak di dalam roh; Tuhan tidak di dalam pemecahan roti itu, akhirnya menjadi Laodikia. Ada teori, ajaran, pengetahuan, tata cara, penyembahan dan sebagainya. Namun tidak di dalam. roh. Tuhan tidak di dalam itu semua. Ini adalah masalah yang sangat gawat!
"Anak-anakku, jauhkanlah segala berhala." Anda mungkin berkata, dalam tempat sidang kita mana mungkin ada berhala? Tidak tahukah Anda, bahwa berhala Anda adalah diri Anda sendiri, akal Anda dan kelicikan Anda. Tidak tahukah bahwa berhala Anda adalah pengharapan Anda untuk mengambil hati orang lain, agar orang lain bisa menyetujui pendapat Anda? Tidak tahukah bahwa berhala Anda ialah hendak mengajar orang lain dengan pengalaman yang Anda miliki 3 tahun yang lalu, dan dengan bagian Alkitab yang Anda sukai, Andapun memaksakan cara-cara Anda dalam membaca Alkitab? Itu semua adalah berhala. Semua yang tidak di dalam roh adalah berhala, dan semua yang tidak terbit dari roh adalah berhala. Pekerja-pekerja dan para penatua di gereja manapun, bila kalian berselisih, berarti di antara kalian pun ada berhala. Sebab bila kalian di dalam roh, pasti tidak ada perselisihan. Tuban Yesus hanya ada satu. RohNya yang di dalam kita pun hanya ada satu, demikian tidak akan terjadi perselisihan. Kalau di suatu gereja, di antara para penatua dan diaken, di antara sesama penatua atau di antara penatua dengan pekerja masih ada perselisihan, itu semua adalah berhala.
"Anak-anakku, jauhkanlah segala berhala." Apakah berhala itu? Yang bukan Allah sejati itulah herhala. Allah yang sejati hari ini justru berada di dalam roh kita yang telah dilahirulangkan. Kita tinggal di dalamNya, Ia pun tinggal di dalam kita. Itulah Allah yang sejati dan itulah hidup yang kekal. Tatkala beberapa saudara pewajib tidak sehati dan tidak dapat hidup rukun, itulah berhala. Tatkala beberapa saudara saling mencurigai dalam pelayanan, itulah berhala. Kalian memasang papan nama Tuhan Yesus, tapi yang kalian jual adalah daging kalian.
Bertahun-tahun lamanya saya tidak memahami, mengapa pada akhir surat Yohanes ini, tiba-tiba ia mengatakan, "Anak-anakku, jauhkanlah segala berhala." Pada suatu hari, Tuhan menunjukkan rahasiaNya kepadaku, sehingga saya tahu bahwa segala sesuatu yang tidak berada di dalam roh yang telah dilahirkan kembali, dan tidak menyalur hidupkan Roh Tuhan, adalah berhala. Hari ini, Allah yang sejati hanya ada satu, dan berada di satu tempat, yakni di dalam roh kita. Sernua yang berada di luar roh ini adalah allah yang palsu, yakni berhala. Kalian memecahkan roti dan memuji, jika tidak di dalam roh, itu palsu. Pekerjaan Anda juga palsu, sebab tidak di dalam roh. Mempertahankan pandangan kita masing-masing itu pun berhala.
MELARIKAN DIRI
DAN MENYEBERANGI SUNGAI
Karena itu Ibrani 4 mengatakan, bahwa Firman Allah itu hidup dan dapat menusuk ke dalam batin kita, serta memisahkan roh tempat maha kudus kita dengan sukma keadaan sekeliling kita. Hingga pasal 6 dikatakan, bahwa kita ini adalah orang-orang yang melarikan diri untuk mencari perlindungan (ayat 18). Melarikan diri dari mana? Melarikan diri dari daging, pendapat, opini, dari ketidak sehatian, dari pengalaman Anda yang usang, dan sebagainya. Istilah melarikan diri atau berlari yang dipakai di sini sangat khas, yang dalam bahasa aslinya dalam seluruh kitab Perjanjian Baru hanya dipakai dua kali. Pertarna di Kisah Para Rasul 16:6, yaitu Paulus melarikan diri dari Ikonium ke Listra. Kedua, ialah dalam Ibrani 6 tadi. Istilah "berlari" dalam kitab Perjanjian Baru ada banyak, tetapi "berlari" yang khas seperti ini mengandung arti "berlari yang diperkuat, yang cermat dan pesat", seperti berlarinya Lot bersama istrinya dari kota Sodom. Itulah maksud dari penulis surat Ibrani.
Hai saudara-saudara Ibrani, berlarilah! Tinggalkanlah agama Yahudi kalian dan ajaran-ajaran kalian yang kawak! Lalu kita berlari ke mana? Tidak lain ke tempat yang maha kudus. Saudara saudari yang kekasih, larikanlah diri Anda dari karakter Anda! Larikanlah diri Anda dari pendapat dan opini Anda di tengah tengah sekerja, dan larikanlah diri Anda dari ketidak sehatian! Kalau Anda tidak lari, Anda akan ada di bawah kuasa si jahat. Pelopor kita, Tuhan, telah masuk ke dalam roh, dan masuk ke tempat yang maha kudus. Hari ini, saya dan Anda tidak boleh berdiam di tempat kudus, tetapi harus lari masuk ke dalam tempat yang maha kudus, yaitu ke hadirat Allah sendiri, langsung bersentuhan dengan Allah. Dengan demikian, Anda dan Allah akan sarna-sama berada di tempat yang maha kudus, dan Anda tidak usah melarikan diri lagi. Hari ini kita semua adalah orang-orang yang melarikan diri.
Istilah ini dalam bahasa Ibrani justru berarti "penyeberang sungai". Abraham telah menyeberangi sungai, ia adalah orang Ibrani. Anda dan saya hari ini harus menyeberangi sungai, dari tepi sungai sebelah sini menyeberang ke tepi sebelah sana. Kita harus menyeberangi sungai daging, sungai pengetahuan, harus pula menyeberangi sungai agama yang usang dan cara yang usang.
Semoga Tuhan membelaskasihani kita. Kita harus menyeberangi sungai, harus pergi ke Kanaan, dan harus masuk ke tempat perhentian, sebab di sini baru ada Bait Suci Allah dan tempat kediaman Allah. Gereja-gereja di Timur Jauh telah memiliki sejarah puluhan tahun lamanya. Hari ini kalian telah tiba pada suatu tepian. Kita harus berdoa, "Oh Tuhan, belaskasihanilah kami. Kami mau melarikan diri ke tempat yang maha kudus."