← Daftar isi Hidup dalam Roh · bab 4/5

Bab 4

Terlahirnya Manusia Baru dan Hidup dalam Roh

Pembacaan Alkitab :

Efesus 2:15; 3:8,16-17a,19b; 4:23-24; II Korintus 3:18

HARUS DAPAT MENGIKUTI ARUS ZAMAN

Pada masa perang konfrontasi (Perang Sino-Japan), saya pernah mengunjungi gereja-gereja di beberapa propinsi daerah barat laut. Di sebagian tempat saya harus menumpang gerobak, mulai pagi hingga petang, selama sehari penuh, hanya dapat mencapai 100 mil (ukuran setempat). Malamnya, begitu sampai di tempat penginapan, tulang-tulang sekujur tubuhku terasa remuk berantakan. Begitu rebah di atas dipan, saya sudah tidak tahu apa-apa lagi, sebab terlampau lelah. Tetapi di Taiwan, di Amerika, jalan-jalan dibuat sangat baik. Alat transportasi pun baik sekali. Kalau kita berdarmawisata, selain cepat, juga nyaman. Inilah suatu contoh yang riil. Saya sudah lebih dari 50 tahun menjadi orang Kristen. Pada masa-masa pertama, saya sungguh seperti naik gerobak. Menuntut dengan susah payah, tetapi tidak mencapai seberapa. Belajar pelajaran tidak sedikit, tetapi pertumbuhan hayat tak seberapa. Lambat laun setelah melalui banyak perubahan, sampai hari ini, sungguh Tuhan telah memimpin kita menempuh jalan cukup jauh. Baik pemberitaan maupun kidung-kidung kita jauh lebih maju bila dibandingkan dengan masa lampau. Zaman sekarang benar-benar berbeda! Sayang sekali gereja-gereja di Timur Jauh selalu tidak dapat mengikuti. Saya sangat kuatir, berita-berita yang kalian siarkan di tempat kalian kurang wahyu, kurang kaya, dan tidak dapat menjangkau zaman ini.

Ada sebagian orang tidak mau mengikuti arus zaman sekarang. Mereka menekankan ingin barang tangan pertama. Itu perkataan yang menipu. Hanya Paulus yang mempunyai barang tangan pertama. Setiap yang berasal dari Alkitab bukanlah barang tangan pertama. Terus terang saja, saya justru tidak peduli, apa itu barang tangan pertama atau bukan, saya hanya memperhatikan barang apakah itu. Kalau itu berlian, saya tidak peduli itu barang tangan keberapa, sebab ia pasti berharga bagiku. Tetapi jika itu tanah liat atau kotoran, walaupun barang tangan pertama saya tetap tidak mau. Kita semua harus rendah hati, jangan mengira diri sendiri sudah nampak sesuatu. Saya tidak mengatakan Anda tidak nampak sedikitpun, tetapi yang Anda tampak itu tidak berharga. Anda harus nampak visi yang inti, yakni Allah Tritunggal menjelma menjadi daging, menggenapkan penebusan, melalui maut dan bangkit pula, lalu menjadi Roh pemberi hayat yang almuhit. Hari ini Ia masuk ke dalam Anda, hidup di dalam Anda, Ia tidak hanya mengaruniakan hayatNya kepada Anda, juga meletakkan diriNya di dalam Anda, menjadi persona Anda. Dia bersatu dengan Anda, hingga sehayat, sepenghidupan, setindak tanduk, dan Anda hidup demi Dia. Apakah Anda nampak ini? Inilah masalah yang terbesar.

Anda berkata, "Aku telah menerima satu pelajaran, yakni kekudusan." Ya, memang itu pelajaran, tetapi itu pelajaran sampingan atau pucuk. Bila Anda memilikinya juga tidak berarti banyak, tiadapun tidak kekurangan seberapa. Allah hari ini mempunyai satu kehendak yang inti, visi yang inti, yang harus kita nampak. Itulah yang menjadi kekurangan di antara anak-anak Allah. Tidak hanya kekristenan kekurangan visi, di tengah-tengah kita pun demikian. Kita semua perlu nampak visi.

GEREJA IALAH MANUSIA BARU

YANG TERCIPTA DARI HAYAT KRISTUS

Kita semua tahu, surat Efesus adalah sejilid kitab yang khusus membicarakan masalah gereja. Efesus 1 mengatakan, gereja adalah Tubuli Kristus, dan ini sudah dipahami oleh kebanyakan orang. Tetapi tahukah Anda, bahwa gereja adalah satu manusia baru? Efesus 2:15 mengatakan, di salib Kristus telah menanggulangi semua kesulitan, dan menciptakan satu manusia baru yang berasal dari orang Yahudi dan orang kafir yang beriman kepadaNya di dalam diriNya sendiri. Manusia baru ini pasti bersifat korporat, bukan banyak manusia baru, melainkan satu. Manusia baru ini adalah yang dijadikan di dalam Kristus sendiri. Dengan bahan apakah Kristus menciptakannya? Dengan diriNya sendiri. Tuhan Yesus memakai diriNya sendiri sebagai bahan dan menjadikan kita satu manusia baru. Istilah "menciptakan"berarti mengadakan dari yang tidak ada. Asalnya dalam alam semesta ini tidak ada manusia baru. Kini Kristus di dalam diriNya sendiri, demi hayat kebangkitanNya, menciptakan manusia baru ini. Sebelum Tuhan Yesus bangkit dari kematian, Ia telah memiliki hayat Allah yang kekal, tetapi Ia belum memiliki hayat yang bangkit dari kematian. Tuhan tidak dapat menciptakan manusia baru dengan hayat kekal yang belum bangkit dari kematian. HayatNya yang telah mengalami maut itu berbeda besar dengan yang belum mengalami maut. Sebelum Ia mati di salib, Ia sudah memiliki hayat yang kekal, tetapi setelah Ia mati, dan bangkit, hayatNya itu telah mengalami maut dan telah bangkit. Dengan hayat inilah Tuhan Yesus menciptakan satu manusia baru. Karena itu, barangsiapa menjadi milik manusia baru ini, setiap bagiannya sudah mengalami maut dan juga sudah ada di dalam kebangkitan.

NAMPAK DAN MENIKMATI KELIMPAHAN KRISTUS

YANG TIDAK TERDUGA

Selanjutnya Efesus 3 memberitahu kepada kita, bahwa Paulus diutus untuk memberitakan kelimpahan Kristus yang tidak terduga itu. Kelimpalian itu terdapat di dalam hayatNya yang telah bangkit dari kematian. Untuk ini kita perlu bantuan orang lain untuk mencelikkan mata kita, memerlukan orang lain memaparkan isinya, agar kita nampak visi kelimpalian Kristus itu satu demi satu. 0, unsur manusia baru yang ada di dalam kita sungguh amat limpah! Kelimpahan yang tidak terduga itu hari ini ada di dalam kita!

Anda mungkin akan bertanya kepadaku, "Bagaimana kita, dapat menikmati kelimpahan Kristus yang tidak terduga itu?" Pada bagian akhir Efesus pasal 3 Paulus berdoa bagi kita, mohon Allah menurut kekayaan kemuliaanNya meneguhkan dan menguatkan manusia batiniah kita oleh RohNya. Allah memiliki kemuliaan, kemuliaanNya itu kaya melimpah, dan kekayaan kemuliaanNya justru adalah kekayaan atau kelimpahan Kristus yang tidak terduga itu. Anda nampak, dalam Efesus 3 terdapat 2 kali kata "kekayaan". Pertama ialah "kekayaan Kristus yang tidak terduga", kedua ialah "kekayaan kemuliaan Allah." Kedua kekayaan tersebut sebenarnya satu perkara. Paulus mohon agar Bapa menurut kekayaan kemuliaanNya dan demi RohNya, yakni Roh yang almuhit, meneguhkan serta menguatkan manusia batiniah kita. Ini berarti di dalam kita terdapat suatu benda hidup dan suatu daya hidup atau organ hidup yang mendorong kita terus menerus tanpa henti. Bukan mendorong di dalam otak kita, melainkan di dalam manusia baru yang telah dilahirkan pula itu. Alhasil, Kristus lalu bersemayam di dalam hati kita.

KRISTUS MAPAN DI DALAM HATI KITA

Saudara-saudari, ini bukan suatu perkara kecil, bukan pula suatu kiasan atau perumpamaan melainkan suatu realitas. Kristus bisa bersemayam tidak hanya di dalam roh kita, bahkan di dalam hati yang menyelubungi roh kita. Kalau Anda membaca Alkitab, Anda akan nampak, bahwa roh berada di dalam hati kita. Sebab itulah I Petrus pasal 3 mengatakan, di dalam hati kita terdapat seorang manusia batiniah yang tersembunyi, itulah roh kita. Jadi roh berada di dalam hati kita, sedang hati menyelubungi roh kita. Bila roh diperkuat, maka Kristus tidak hanya akan tinggal di dalam kita, bahkan akan tinggal di hati kita pula. Dengan kata lain, setiap bagian dari segenap manusia kita akan diduduki Kristus. Ini bukan teori seorang ahli budi pekerti, pun bukan teori ahli agama, juga bukan teori ahli filsafat, melainkan visi dari sorga.

Yang saya kuatirkan ialah banyak saudara-saudari yang sampai hari ini masih belum nampak visi ini, walau sudah berulang- ulang membaca surat Efesus. Kristus di dalam roh Anda senantiasa menantikan kesempatan untuk memasuki serta meresapi setiap bagian dari segenap manusia Anda, hingga Ia dapat tinggal di dalam hati Anda. Pada pasal 3:19 dikatakan, "Supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah" Ini filsafat apa? Ini ajaran apa? Alangkah agungnya! Konghucu pernah mengatakan, "Ajaran-ajaran dari pendidik agung tidak lain ialah menerangkan akal budi." Jadi, ajaran pendidik agung itu paling jauh hanya menerangkan akal budi yang terdapat di dalam kita. Hari ini, kita tidak hanya memiliki akal budi, atau hati nurani, bahkan memiliki Kristus yang almuhit, Roh yang almuhit, serta Allah Tritunggal di dalam roh kita, menjadi kelimpahan kita. Ahli filsafat China, Wang Yang Ming, mengatakan, "Kalau aku hanya memperbaiki lahiriah saja, itu tidak ubahnya seperti polion yang tidak berakar, dan seperti, air yang tidak bersumber." Kalau ahli filsafat begitu memperhatikan sumber yang di dalam, apa lagi kita? Yang mereka perhatikan hanyalah budi dan nurani dalam batin. Tetapi yang kita perhatikan hari ini ialah Allah Tritunggal yang maha agung. Tuhan almuhit, Roh almuhit yang diam di dalam roh kita dan yang terbaur menjadi satu roh dengan kita.

Saya sungguh yakin, bila Anda benar-benar nampak ini, paling sedikit Anda akan "gila" tiga hari, sebab ini adalah perkara yang bukan kepalang hebatnya. Allah Tritunggal tinggal di dalamku! Roh almuhit tinggal di dalam rohku, bahkan denganku telah menjadi satu roh; Dia menjadi aku, sehingga aku pun akan menjadi Dia, Dia dengan aku, aku dengan Dia, sehayat, sepenghidupan, setindak tanduk! Siapa saja yang nampak visi ini pasti akan melonjak-lonjak kegirangan. Sesudah kita mempunyai beberapa langkah terdahulu, maka kita akan dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bukan sekedar kasih dan kerendahan hati, melainkan segala kepenuhan kekayaan Allah memenuhi kita. Itulah penghidupan manusia baru dan penghidupan gereja.

DALAM SIDANG HANYA TAHU

MEMBEBASKAN ROH, TANPA TATA CARA

Kalau Anda dan saya hidup di dalam realitas ini di dalam sidang kita pasti tidak ada tata cara sedikitpun. Mungkin sekali dalam sidang kita malam ini tidak ada seorang pun yang ingin memilih kidung, tetapi setiap orang berdoa. Berdoa tidak perlu kalimat-kalimat rutin, tetapi dengan dua tiga patah kata sudah cukup. Kalimat-kalimat rutin itu selalu terbit dari otak. Anda ingin berdoa apa, tuturkanlah demikian. Kalian terlampau membiasakan diri dalam agama. Kalimat-kalimat rutin itu sebenarnya merupakan tali penggantung yang menggantung Anda. Mengapa Anda harus memakai kalimat-kalimat rutin? Tidak lain karena roh Anda tidak bangun. Kita sering mematikan suasana sidang tanpa tahu sebab- musababnya. Bukan berarti sesudah bernyanyi lalu tidak boleh berdoa, tetapi itu tidak seharusnya menjadi suatu kebiasaan.

Tuhan yang ada di dalam kita itu hidup. Dalam diri kita masing-masing ada Tuhan yang hidup. Ketika kita bersidang, mengapa tidak membiarkan Tuhan yang hidup itu bergerak dan beraksi? Anda menunggu seorang saudara memilih sebuah lagu, menunggu seorang saudara lainnya berdoa, semua itu suatu kebiasaan; itu bukan roh. Kita sering menyalahkan denominasi, tetapi cara-cara yang kita praktikkan hari ini mirip dengan mereka. Setiap orang yang datang sama seperti anggota denominasi yang duduk di bangku sebagai pendengar. Bila bersidang, Anda patut membebaskan roh, dengan demikian segala tata cara yang rutin itu akan lenyap. Sehingga dengan spontan kelimpahan akan meluap dari dalam Anda, dan dari dalam setiap orang yang berada dalam sidang itu. Berhimpun secara demikian, adalah satu penyembahan yang sejati. Itu baru sidang, kaya akan peredaran Roh Kudus, dan semua orang saleh mendapat makanan. Yang demikian inilah sidang gereja. Jika demikian, orang yang datang ke antara kita, pasti akan berkata, sungguh Allah ada di tengah-tengah kita!

TANGGALKAN SELUBUNG, MEMANDANG

TUHAN DENGAN WAJAH TERBUKA

Namun kita justru senang mempertahankan tata cara atau liturgi, padahal justru itulah yang mematikan kita. Dua Korintus 3:18 menerangkan kepada kita, bahwa keadaan kita yang normal ialah tanpa selubung pada wajah kita. Tetapi kebanyakan orang pada hari ini tertutup oleh selubung. Apakah selubung itu? Yaitu sesuatu yang membuat Anda tidak dapat melihat. Segala kebiasaan usang, peraturan usang, konsepsi usang dan pengalaman usang, semua itu adalah selubung. Kita harus memiliki sebuah wajah yang dari dalam roh hingga keluar tanpa selubung, segala selubung harus terbuang. Selubung yang dikatakan dalam II Korintus 3 itu terutama ditujukan pada Taurat, pengetahuan dan teori dalam kitab Pedanjian Lama. Hari ini pun demikian. Selubung Anda ialah pengetahuan- pengetahuan atau teori-teori Anda terhadap Alkitab, pengalaman- pengalaman Anda yang usang.

Saudara-saudari yang kekasih, kita semua perlu belaskasihan Tuhan. Kiranya Tuhan menanggalkan setiap lapisan selubung pada wajah kita, agar kita memiliki sebuah wajah yang terbuka, serupa dengan sebuah cermin yang terbuka. Andaikata Anda ini sebuah cermin, ketika Anda dihadapkan kepadaku, Anda lalu. memantulkan rupaku. Kalau pada cermin (Anda) itu terdapat sesuatu yang menutupinya, Anda tidak bisa memantulkan aku. Kita sering berkata, kita menengadah memandang Tuhan, tetapi kalau wajah Anda tertutup selubung, Anda pasti tidak dapat nampak Tuhan. Kita perlu memiliki satu wajah yang dari dalam roh sampai keluar tanpa selubung, persis sebuah cermin yang terbuka sepenuhnya, yang dapat nampak dan mencerminkan Tuhan kita. RupaNya akan terwujud di atas cermin ini, bahkan akan terpantul, menjadi bertambah mulia. Ini semua terbit dari Roh Tuhan.

Gereja-gereja di Taiwan memang sangat stabil, memang baik. Tetapi kaki kita harus kokoh, roh harus dinamis. Berdoa harus dinamis, cara hidup harus dinamis, bersekutu bersama pun harus dinamis. Kita masing-masing harus dinamis, bila tidak dinamis tidak akan ada jalan! Kalau kita terus-menerus usang, itu tidak berbeda dengan liturgi denominasi. Yang lain-lain kita tahu, roh saja yang kita tidak tahu. Yang lain-lain kita miliki, roh saja yang tidak kita miliki. Oh, Tuhan, singkirkanlah segala, selubung kami!