Bab 2
Tuhan adalah Roh itu yang Ada dalam Roh kita
Pembacaan Alkitab :
Yesaya 9:5; 11 Korintus 3:17; I Korintus 15.45b;
Roma 8:15; Galatia 4:6; Roma 8:10; 2 Timotius 4:22;
Roma 8:4; Galatia 5..16,25
ALLAH TRITUNGGAL ... BAPA, PUTRA DAN ROH
Sampai hari ini, dalam pemulihan Tuhan sekalipun, masih banyak orang saleh yang belum terlepas seluruhnya dari pengaruh- pengaruh konsepsi manusia, kebudayaan dan agarna, bahkan ajaran-ajaran agama Kristen tradisional. Sebab itu, walaupun di hari- hari yang lampau kita wing memberitakan di antara kita sendiri tentang apa yang Allah karuniakan kepada kita, tetapi hasilnya tidak nyata. Apa yang kita beritakan sudah didengar dan agaknya sudah diterima, tetapi reaksi dalam penghidupan gereja yang riil tidak cukup.
Titik beratku di sini, kalau kita memperbincangkan kejatuhan manunia, Allah mengasihi manusia, datang menjadi Juruselamat, mati di salib dan mengalirkan darahNya untuk menebus dosa kita -- semua itu mudah dimengerti, sebab selain berita-berita itu sesuai dengan Alkitab, sesuai pula dengan pikiran manunia. Konsepsi dalam pikiran manusia sedikit banyak berdekatan dengannya. Maka jika Anda memberitakan manalah itu, orang bisa mengerti, menerima dan bereaksi. Kalau Anda lebih lanjut mengatakan bahwa kalau kita telah beroleh selamat, perbuatan kita harus berubah; dulunya berbuat sewenang-wenang, tidak dapat memuliakan Allah, kini telah menjadi anak-anak Allah, patutlah menjadi manusia yang disiplin. Kalau tidak bisa, harus berdoa, mohon Allah membantu, supaya bisa menjadi orang baik. Pemberitaan semacam, itupun sangat sesuai dengan rasio manusia, sehingga mudah diterima, dan mudah mendapat reaksi. Anda tak dapat mengatakan di dalam. Alkitab tidak ada ajaran-ajaran demikian. Dalam, Alkitab ada ajaran ajaran tersebut.
Saya katakan sekali lagi, setiap benda memiliki dua aspek - luar dan dalam. Kedua aspek itu masingmasing berlainan. Sebenarnya pemberitaan-pemberitaan yang saya katakan tadi bukanlah aspek dalamnya, melainkan aspek luarnya. Apakah aspek dalamnya? Aspek dalamnya ialah yang diperlihatkan pada pokoknya oleh Alkitab, yaitu Allah itu Roh adanya. Bukan hanya sifat Allah itu Roh, bahkan dalam ekonomiNya Ia sebagai Bapa, Putra dan akhirnya sebagai Roh. Bapa, Putra dan Roh bukan hanya untuk doktrin Allah, Tritunggal, melainkan untuk ekonomi Allah. Apakah ekonomiNya itu? Tak lain Allah hendak menggarapkan diriNya sendiri ke dalam manusia. Allah ingin mengelolakan diriNya ke dalam diri manusia. Hal inilah yang memerlukan Allah menjadi Bapa, Putra dan Roh.
PUTRA ITULAH BAPA, PUTRA ITUPUN ROH
Agama Kristen yang tradisional hanya menerima ajaran tritunggal, yang mengatakan bahwa Allah itu satu, namun memiliki tiga persona. Ungkapan itu memang tidak salah, tergantung pada cara Anda berpikir. Tapi bagi kekristenan yang telah jatuh, setiap kali memberitakan ajaran itu, dalam benak mereka terkandung suatu konsepsi bakwa Bapa, Putra dan Roh adalah tiga Allah. Pengertian semacam itu bukan main kelirunya. Pada luarnya mereka seperti percaya bahwa Allah itu esa, namun kalau Anda bercakap-cakap dengan mereka, maka konsepsi mereka yang sebenarnya ialah mereka percaya bahwa Bapa adalah satu Allah, Putra juga satu Allah, Roh juga satu Allah. Mereka percaya bahwa Allah itu tiga Allah. Hanya mereka tidak mau terang-terangan berkata demikian. Saya tidak sembarangan berbicara di sini. Saya pernah berbincang-bincang dengan mereka, dan telah menggali apa yang ada di dalam benak mereka. Mereka tidak percaya bahwa Putra itu Bapa, juga tidak percaya bahwa Putra itupun Roh. Mereka percaya adanya ketiga Allah itu.
Saya tidak mau bicara panjang lebar di sini. Hal ini merupakan perdebatan besar dalam teologi dari abad ke abad. Saya hanya ingin memberitahu Anda, singkirkanlah semua perdebatan itu. Allah Tritunggal bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk suatu usaha menggarapkan diriNya ke dalam. kita. Jangan sekali-kali mengira bahwa Anda memiliki tiga Allah; mengira Bapa, Putra dan Roh masing-masing adalah satu persona. Itu adalah konsepsi tradisional. Anda barus melemparnya ke samudra Pasifik. Di Amerika pun terdapat tradisi agama Kristen demikian. Hingga isaat ini, peperangan itu di Amerika masih belum selesai. Saya benar- benar menantang mereka baik secara pribadi maupun di muka khalayak ramai. Di Amerika, saya katakan di hadapan ribuan orang, bahwa saya sekarang menantang kekristenan di seluruh Amerika, biarlah mereka menjawab pertanyaanku, mengenai kepercayaan mereka terhadap kitab Yesaya 9:5. Dalam ayat itu dikatakan ada "seorang bayi dilahirkan bagi kita, seorang anak dikaruniakan kepada kita, ia disebut Penasihat, Ajaib, Allah perkasa, Bapa yang kekal, Raja damai." Terhadap sebutan Ajaib, Penasihat, Raja damai, dan Allah perkasa, tidak ada persoalan. Namun banyak aliran kekristenan tidak percaya kepada sebutan Bapa yang kekal. Yesaya 9:5 mengatakan ada seorang yang Ajaib, Dia sungguh ajaib, maka namaNya disebut Ajaib. KeajaibanNya sedemikian rupa sehingga walaupun Ia seorang bayi, Ia disebut sebagai Allah yang perkasa. Semua orang Kristen murni percaya akan hal ini. Mereka percaya bahwa bayi yang dilahirkan dalam malaf itulah Allah yang perkasa. Kita semuapun percaya bahwa Yesus itu Allah, kalau Anda tidak percaya, saya tidak mungkin mengakui Anda sebagai saudaraku, bahkan Anda akan menjadi Antikristus. Agama Yahudi percaya kepada Allah, tetapi mereka tidak percaya bahwa bayi itu adalah Allah yang perkasa. Kita percaya itu.
Namun dalam Yesaya 9:5 terdapat dua garis : garis bayi, dan garis putra. Seorang anak (bayi) telah lahir untuk kita, dan seorang putra telah diberikan untuk kita, namanya disebut orang Bapa yang kekal. Banyak kalangan kekristenan hanya percaya garis pertama, tidak percaya garis kedua. Mereka bisa mengatakan dengan tegas, bahwa bayi yang dilahirkan dalam malaf itulah Allah perkasa, tetapi mereka tidak berani mangakui bahwa putra yang diberikan kepada kita itulah Bapa yang kekal; karena mereka telah dipengtruhi oleh ajaran-ajaran agama Kristen yang tradisional. Maka, di Amerika dengan lantang saya bertanya kepada mereka, "Apakah kalian hanya percaya separuh dari Yesaya 9:5, Mau percaya seluruhnya? Kalau kalian percaya bahwa bayi itu adalah Allah yang perkasa, harus pula parcaya bahwa putra itu adalah Bapa yang kekal."
Kalau kali lain ada orang mengatakan kepada kita, bahwa ajaran "Putra ialah Bapa" itu suatu bidat, kita harus membacakan Yesaya 9:5 itu kepada mereka. Di Amerika saya mengajarkan saudara saudari perang yang sangat sederhana. Pertama, bertanya, "Apakah Anda percayaa Alkitab?" Lalu bertanya, "Percayakah Anda kitab Yesaya, dan percayakah akan pasal 9:6 seluruhnya?" Itu sudah cukup untuk menyumbat mulut mereka. Jangan berdebat, sebab semakin berdebat, mereka akan semakin bingung dan mereka akan semakin ada alasan untuk mendebat Anda. Anda cukup menanyakan beberapa pertanyaan di atas. Akhirnya mereka tak dapat tidak mengakui, bahwa putra itu ialah Bapa yang kekal. Allah memiliki banyak misteri yang tidak kita pahami. Namun kata-kata Alkitab yang jelas patutlah kita terima. Itulah jurus pertama.
Kemudian tunjukkanlah II Korintus 3:17 yang mengatakan, "Tuhan adalah Roh".Tanyakanlah kepada mereka, "Apakah Tuhan yang dikatakan itu Tuhan Yesus?" Pasti, itulah Tuhan Yesus. Siapakah yang berani mengatakan itu bukan Tuhan Yesus? Siapa pula Roh itu? Mereka pasti tak dapat menyangkal, bahwa Roh itu ialah Roh Kudus. Nah, kalau Anda sudah mengatakan begitu, tidak perlu berdebat lagi. Anda masih boleh menunjukkan I Korintus 15:45, "Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan." Itupun tak dapat diperdebatkan.
Mereka pasti akan mengutarakan banyak pertanyaan lain. Misalnya bertanya, "Anda mengatakan Putra itulah Bapa. Kalau begitu, bagaimana Putra bisa berdoa kepada Bapa? Bagaimana Bapa bisa mendengar doa Putra?" Anda jawab, "Ini tidak bisa kujelaskan. Aku pun tidak ingin menjelaskan. Aku hanya ingin bertanya kepada Anda : Dalam Yohanes 14 tercatat, pada suatu hari Tuhan berkata kepada murid-muridNya : sudah sekian lamanya kamu beserta Aku, masakan kamu belum juga mengenal Aku? Kamu tidak tahu Akulah Bapa. Orang melihat Aku berarti meliliat Bapa. Sebab Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalani Aku. Bagaimana kita menjelaskan ayat tersebut?" Berbicara sampai akhirpun kita sekalian tidak mengerti, karenanya tidak perlu bertikai lagi. Tetapi Yesaya 9:5 boleh membuat kita semua jelas. Begitu pula II Korintus 3:17. Ada satu ayat mengatakan, "Tuhan adalah Roh." Apakah ini masih kurang?
Saya tidak mau memperdebatkan ajaran, melainkan ingin memberikan satu kesan. Kita semua harus nampak, bahwa Allah kita hanya satu. Allah itu ajaib sekali. Ia adalah Bapa, Putra dan juga Roh. Sebagai Bapa, itu ada sebabnya; sebagai Putra, itu ada maksudnya; dan sebagai Roh, itu lebih- lebih ada tujuannya. Baik sebab, maksud, maupun tujuan Allah tidak lain ialah bahwa Ia hendak menggarapkan diriNya sendiri ke dalam kita.
ALLAH TRITUNGGAL KINI ADALAH ROH
DAN TINGGAL DI DALAM ROH KITA
Semoga Tuhan membelaskasihiani kita, agar kita semua nampak dengan jelas, bahwa Allah, Tuhan Penebus kita, hari ini adalah Roh. Hakiki Allah ialah Roh; dalam ekonomiNya, terakhir Ia juga adalah Roh; dalam penebusanNya, Ia pun dengan riil telah menjadi Roh. Dia tidak hanya telah menjelma menjadi daging dan menggenapkan penebusan bagi kita, Ia pun dari daging menjelma menjadi Roh, masuk ke dalam kita, menjadi hayat kita. Kita wajib nampak, bahwa Allah, Tuhan Penebus kita hari ini adalah Roh ajaib yang almuhit. Roh ajaib ini tidak hanya ada di sorga tingkat ketiga, bahkan secara khusus tinggal di dalam roh kita.
Roma pasal 8 mengatakan, bahwa Kristus di dalam kita, menjadi hayat di dalam roh kita. Kristus adalah Roh itu, hari ini Ia ada di dalam roh kita, maka dalam roh kita ada Dia sebagai hayat, dan Roh itupun menjadi hayat. Ibarat arus listrik masuk ke dalam tabung lampu, tabung itu lalu menjadi terang. Wahyu yang demikian dalam Perjanjian Baru sangat jolas. Tuhan yang menjelma menjadi manusia, mati, mengucurkan darah, menebus dosa, bangkit, kini adalah satu Roh. Dia tidak hanya beserta kita dalam roh kita, bahkan berpadu menjadi satu dengan roh kita. Khotbah yang demikian sudah bertahun-tahun diberitakan di tengah-tengah kita, tapi reaksinya masih kurang, dan pelaksanaan praktisnya juga tidak memadai. Ini disebabkan kita masih terbatas oleh konsepsi, latar belakang dan ajaran-ajaran usang lainnya.
Pernah sekali saya mengikuti suatu sidang. Beritanya membuat saya sangat kecewa. Tema berita kali itu ialah "terus lari". Lagu yang dinyanyikan juga "lari". Ayat Alkitab yang dibaca pun mengandung kata "lari" yang terdapat dalam surat Filipi 3:13-14. Saya ingin bertanya, "Bagaimana larinya? Berlari di mana?" Pada saat itu saya melitiat saudara-saudari ikut berteriak, "Terus lari! Lari! Sedikitpun tidak ada wahyu, teriakan alamiah belaka. Saya ingin bertanya, setelah menempuh sidang kali itu, bantuan apakah yang saudara-saudari peroleh? Saya berani mengatakan bantuan apapun tidak mereka peroleh. Berulang-ulang mengatakan lari, namun tidak tahu bagaimana larinya? Dari mana larinya? Dan lari ke mana? Tanpa wahyu! Sekedar berteriak! Saya merasa heran, hendak dibawa ke manakah gereja in!? Dibawa lari ke dalam? Memang tidak salah, dalam Filipi 3:13 mengandung makna lari. Tetapi Anda harus terlebih dulu membaca Filipi pasal 3, barulah Anda bisa paham, apa sebenarnya yang dimaksud dengan "lari" dalamnya. Tak lain yaitu "lari meninggalkan agama!" Rasul Paulus berkata, "Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat palsu. Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi; disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus . . . dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus." Hari itu, kalian hanya berteriak "Lupakanlah yang di belakang!" Lupakan apa? Kalau kalian mempunyai wahyu, kalian akan nampak bahwa konsepsi agama, taurat, gairah, semuanya adalah perkara yang di belakang. Sebagai penanggung jawab sidang, penanggung jawab rumahan, penanggung jawab balai sidang, kalian sibuk sekali, bercucuran peluh. Lupakanlah semuanya. Lari dari mana? Lari dari sebagai penanggung jawab balai sidang, lari dari kesibukan. Anda tidak cukup hanya meneriakkan Filipi 3:13-14: Lupakan yang di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di depan, dan berlari-lari kepada tujuan . . . Tujuan kita ialah Kristus. Kristus di mana? Pada pagi hari itu, tidak ada orang yang berteriak, "Lari ke dalam Roh!" Tujuan kita adalah di dalam roh. Tujuan kita bukan penanggung jawab, juga bukan pelayanan. Tujuan kita adalah Kristus, Kristus yang kini berada di dalam roh kita. Kebenaran ini beratus-ratus kali pernah kita dengar, tetapi untuk menggunakannya secara praktis masih jauh daripada lumayan. Kita hanya mendengar khotbah, tanpa nampak visi.
Saudara-saudari yang kekasih, jika Anda dan saya benar-benar telah nampak wahyu ini, walau kita memberitakan sepuluh ribu firman dengan judul yang berbeda, namun prinsipnya masing- masing sama. Hari ini Anda berteriak-teriak demikian, dan berlari- lari sedemikian, namun seluruh gereja tidak mendapatkan bantuan apa-apa; karena Anda tidak mempunyai rel dan tanpa tujuan dalam memimpin gereja. Tujuan dan rel kita hanya satu, yaitu Kristus yang hidup di dalam roh kita. Khotbah ini dapat kita bicarakan dari sepuluh ribu aspek, bahkan boleh dibicarakan dari soal potong rambut. Anda berambut gondrong atau pendek bukanlah masalah peraturan. Tidak perlu bertanya kepada penatua, pun tidak perlu memeriksa Alkitab, Anda cukup bertanya kepada roh Anda sendiri. Jangan mengikuti model gondrong atau model pendek, tapi berlarilah ke dalam roh. Khotbah apa saja yang Anda katakan prinsipnya sama.
Tanpa wahyu, kita akan meraba-raba di dalam kegelapan, dan berbicara membabi buta. Anda berbicara tentang berdoa, bagaimana cara berdoa? Ketahuilah, bila Anda tidak nampak visi ini, doa Anda adalah membabi buta! Saya yakin Saulus yang berasal dari Tarsus berdoa lebih banyak daripada Anda. Ketika ia menerima surat kuasa dari imam besar untuk menangkapi kaum saleh di Damsyik, pasti ia memperkuat doanya, ya lebih tuntas daripada doa Anda. Akan tetapi, doanya bahkan berkoordinasi dengan Iblis! Ia berdoa kepada Allah, namun ia telah diperalat oleh Iblis. Saya sedikitpun bukan mengeritik. Pokoknya barangsiapa tidak nampak visi ini, apapun yang dilakukannya pasti tertipu oleh muslihat Iblis.
ROH YANG AJAIB ADALAH
KUNCI SEGALA-GALANYA
Kita perlu nampak suatu visi, bahwa Allah Tritunggal, Allah perkasa, Yehovah, Bapa, Putra dan Roh, telah menjadi segala sesuatu, dan telah menggarapkan diriNya ke dalam Anda dan saya. Kini Ia berada di dalam roh Anda dan rohku. Kunci dan titik tolak segala-galanya tak lain ialah Dia, Roh ajaib yang ada di dalam roh kita yang telah dilahirkan ulang, telah berbaur cialam roh kita, sehingga keduanya (Roh dan roh) itu menjacii satu roh. Bila doa Anda bukan bersumber dari sana atau ke sana, doa Anda akan membabi buta. Kalau kasih Anda bukan terbit dari roh yang berbaur itu dan masuk ke dalam roh itu, kanih Anda pun tidak berarti sama sekali. Daging belaka. Semua yang bukan terbit dari roh adalah terbit dari daging, bukan buah Roh Kudus, dan tidak dibenarkan oleh Roh hayat.
Anda boleh coba melupakan agama yang lapuk, bermunajad pagi, atau berdoa, semua tidak ada harganya. Kemungkinan besar doa Anda malah bekerja sama dengan Iblis, munajad pagi Anda telah dirembesi oleh Iblis, bahkan mungkin Anda menjadi penatua untuk Iblis. Bukan berarti Anda memasukkan berhala ke dalam gereja, bahkan Anda dengan takwa dan gairah membawa semua orang bermunajad pagi, berlatih membaca Alkitab dengan rajin sekali. Namun siapa sangka semua itu. berada di bawah infiltrasi Iblis. Hanya ada satu tempat yang tidak dapat dirembesi oleh Iblis, itulah roh Anda.
Saya hanya dapat menengadah kepada Tuhan, mohon Ia membelaskasiliani kita, agar kita dapat nampak visi dari sorga. Jangan mengira asal bergairah melayani Tuhan pastilah baik. Saulus dari Tarsus juga bergairah melayani Allah, akan tetapi kegairahan, pelayanan dan ketaatannya pada masa itu. berada di bawah kuasa Iblis. Beranikah Anda mengatakan, bahwa kegairahan pelayanan Anda hari ini bukan berada di bawah kuasa Iblis? Berada di bawah kuasa Iblis atau tidak, bukan ditentukan oleh apa yang Anda lakukan, melainkan ditentukan oleh apakah Anda berada di dalam roh atau berada di dalam daging. Ada sebagian saudara pagi-pagi jam 5.30 sudah bangun bermunajad. Aku ingin bertanya, munajad Anda itu dari alamiah atau dalam roh? Kalau dalam alamiah, maka munajad Anda itupun bisa-bisa ditunggangi Iblis! Tetapi kalau Anda bermunajad pagi di dalam roh, itu sangat berlainan rasanya. Hendaklah kita kembali ke dalam roh. Bukan soal kekudusan, bukan soal kemenangan, dan bukan soal tidak berdosa. Hanya ada satu soal, yakni kita harus hidup di dalam roh yang di dalamnya didiami oleh Tuhan itu.
JANGAN HIRAUKAN YANG LAIN,
HIDUP DALAM ROH SAJA
Sudah saya katakan, bahwa dalam sejarah kekristenan terdapat banyak ajaran dan teori, antara lain : memikul salib, menanggulangi daging, menuntut kekudusan, menempuh penghidupan menang, menuntut kepenuhan Roh Kudus dan lain-lain. Tetapi saudara- saudari yang kekasih, saya ingin mengatakan sepatah kata kepada Anda. Bacalah Perjanjian Baru sekah lagi dengan hati yang tenang. Anda pasti akan nampak, bahwa titik berat terakhir yang terdapat dalam kitab Perjanjian Baru tidak lain ialah "Hiduplah di dalam roh." Surat Roma merupakan ikhtisar penghidupan orang Kristen dan penghidupan gereja. Memang pada pasal 6 ada masalah salib, tetapi pasal 6 bukanlah yang terakhir. Anda baca pasal 8, di sana bolak-balik, berulang-ulang mengemukakan masalah roh. Pada pasal 6, salib hanya disinggung sekali, namun pada pasal 8 masalah roh disinggung lebih dari 20 kali. Memang surat Galatia pun mengetengahkan masalah salib, tetapi pada pasal 5 dikatakan betapa kita harus hidup dan bertindak di dalam roh, dengan demikian baru kita tidak menghamburkan hawa nafsu daging. Kalau kita hanya memperhatikan penanggulangan daging dan jalan menyalibkannya, tetapi tidak memperhatikan hidup di dalam roh, akibatnya daging kita malah semakin hidup. Perkataan dalam Galatia 5 cukup jelas : "Hidup dalam roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging" (5:16). Kalau kita hidup di dalam roh, kita pun sudah tersalib, sudah kudus, sudah menang, sudah memiliki kasih, terang dan lain sebagainya menjadi satu dengan roh kita.
Saudara-saudari yang kekasih, hari ini kita perlu melihat visi dari sorga itu. Kalau kita telah melihat visi, kita tidak lagi menghiraukan kesucian, kemenangan, penyaliban dan lainnya, tetapi kita hanya tahu hidup di dalam roh. Bila kita telah dilahirkan di dalam roh, wajib pula kita hidup di dalam roh. Asalkan kita hidup dan bertindak di dalam roh, apalagi yang kita tidak mampu? Kalau kita tidak hidup dan bertindak di dalam roh, tetapi dengan tekad untuk menyalibkan diri, pasti makin disalib kita semakin hidup. Kalau demi pribadi sendiri melatili menanggulangi keduniaan, dunia itu malah akan bertambah banyak melekat pada kita.
Malam ini saya mohon Tuhan Perahmat mencelikkan mata kita, agar kita benar-benar nampak suatu visi sorgawi : Allah Mahabesar, Yehovah, Bapa, Putra dan Roh, Tuhan Yesus Penebus, Pencipta, Roh Kudus ... hari ini adalah Roh almuhit yang telah tinggal di dalam roh kita serta berbaur menjadi satu dengan roh kita. Hari ini kita cukup hidup dan bertindak di sini. Bukan bersandiwara, melainkan realitas hidup sehari-hari. Hidup kita dari hari ke hari justru berada di dalam roh ini. Aku tidak mengerti apa itu rendah hati, kasih, kesabaran, kepatuhan, kegairahan, kesalehan, penyembahan, doa dan lain sebagainya. Pendeknya, semua aku tidak mengerti, aku hanya mengerti hidup di dalam roh. Setiap hari aku hidup dan bertindak menurut roh, dan di dalam roh. Di dalam roh ini aku dengan Tuhan selaras, bahkan manunggal. Aku sehayat, sesifat, sepenghidupan dan setindakan dengan Tuhanku.
Aku tidak tahu apa yang disebut mengasihi istri, patuh kepada suami, merendah dan sabar. Ini semua hanya merupakan istilah-istilah dalam budi pekerti. Aku hanya tahu satu perkara bahwa Allah yang mengasihi aku, Tuhan yang menydamatkan aku, kini adalah Roh almuhit pemberi hayat yang mapan di dalam rohku, barbaur menjadi satu dengan rohku; dengan demikian di dalam roh aku manunggal dengan Dia, Dia adalah hayatku, Dialah penghidupanku, Dialah tindak tandukku. Aku selaras dengan Dia.
HIDUP DALAM ROH,
MEMILIKI SEGALA-GAIANYA
Saudara-saudari, kalau Tuhan membelaskasihani Anda dengan mencelikkan mata Anda, sehingga Anda nampak hal ini, niscaya seluruh penghidupan kekristenan Anda akan mengalami perubahan besar. Saya katakan sekali lagi, bacalah Alkitab Andal Seluruh Alkitab pada akhirnya hanya menuntut agar kita hidup dan bertindak menurut roh ini, yaitu roh perbauran, perbauran antara roh kita dengan Roh almuhit. "Barangsiapa mengikatkan dirinya pada Tuhan menjadi satu roh dengan Dia." (I Korintus 6:17). Kalau watak Anda masih utuh, itu membuktikan bahwa Anda tidak hidup di dalam roh. Kalau Anda mengeritik dan mengecam orang lain seenaknya, itupun membuktikan Anda tidak berada di dalam roh. Kalau Anda suka meleter, membicarakan ini itu, Anda tidak berada di dalam roh. Kalau Anda terus mempertahankan pendapat Anda, itu juga berarti Anda tidak berada di dalam roh. Orang lain tidak bermunajad pagi, Anda tak dapat tidak bermunajad pagi, itupun berarti Anda tidak berada di dalam roh. Apakah hidup di dalam roh itu? Hidup di dalam roh adalah hidup di dalam roh. Kalau tidak di dalam roh, ya tidak di dalam roh. Kita harus nampak, segala realitas rohani berada di dalam roh ini. Gereja berada di dalam roh ini, pembangunan gereja juga berada di dalam roh ini, kesaksian yang kekal pun berada di dalam roh ini. Inilah kund dan rahasianya.
Saudara-saudari yang kekasih, Alkitab Perjanjian Baru tidak pernah mengetengahkan suatu masalah yang lebih banyak daripada masalah roh. Perjanjian Baru membicarakan masalah roh, roh hayat, roh kelahiran ulang kita, lebih-lebih membicarakan dua roh yang berbaur menjadi satu roh. Hampir setiap kitab Perjanjian Baru membicarakan masalah roh ini. Kitab terakhir - kitab Wahyu, secara khusus juga menunjukkan kepada kita bahwa kita wajib berada di dalam roh. Karena itu Anda wajib nampak, bahwa hari ini gereja pun wajib menekankan masalah roh ini. Anda boleh coba membicarakan masalah lain. Saya berani jamin, semakin Anda membicarakannya, Anda semakin mati, hampa dan pendengar Anda pun bosan. Ini adalah masalah zaman. Hari ini justru zaman roh, dan hari ini adalah arus roh.
Semoga Tuhan membelaskasihani kita, membuka mata kita, supaya kita nampak roh ini. Kekristenan yang beraneka ragam itu pernah saya liliat. Saya pernah mengikuti aliran persaudaraan (The Brethren) lebih kurang tujuh setengah tahun. Saya pun pernah berada dalam gerakan Karismatik dan juga pernah mengikuti aliran "hayat". Saya tahu dengan jelas apa yang saya persaksikan malam ini kepada Anda. Kecuali ini, tidak ada jalan lain bagi kita. Jalan Tuhan hari ini justru ada di sini. Hanya dengan hidup dalam roh, barulah Anda dapat memasuki kelimpahan Tuhan, dan hanya di dalam roh, Anda baru dapat terlepas dari segala sesuatu yang di luar Tuhan. Semoga Tuhan merahmati kita, agar kita semua nampak roh ini!