Bab 1
Mengekspresikan Allah dan hidup dalam Roh
Pembacaan Alkitab :
Kejadian 1:26-27; Efesus 4.24; Wahyu 4:3a; 21:11,18a;
Kejadian 2:7; Zakharia 12:1b ; Ayub 32:8a; Amsal 20:27a;
Yohanes 3:6b; Roma 8:16; 2Timotius 4:22; Roma 1:9.
KESERANGKAIAN PIKIRAN ALKITAB
Alkitab itu serangkai. Di manakah letak keserangkaiannya? Bagaimana asal mulanya? Bagaimana prosesnya? Bagaimana pula akhirnya? Ada yang mengatakan keserangkaian Alkitab itu ada pada Kristus. Itu ungkapan lahiriahnya saja. Malam ini kita akan menggali tambang emas. Emas itu kita keluarkan dari kedalaman tanah sedalam 3.000 meter. Setiap perkara ada aspek luar dan dalamnya. Lihatlah meja kayu ini. Permukaannya berwarna coklat tua, itu lahiriahnya. Tapi warna meja yang sebenarnya adalah warna kayu. Anda harus memperlihatkan warna aslinya, luarnya berwarna coklat plitur, tetapi dalamnya adalah kayu.
Permulaan Alkitab
Kita harus nampak, pertama kali Alkitab menyinggung manusia, ia dihubungkan dengan rupa dan gambar Allah. Allah berfirman, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita." Kejadian pasal 1 mengisahkan penciptaan Allah. Hari pertama menciptakan ini, hari kedua menciptakan itu ... Ia menggunakan lima hari untuk menciptakan banyak hal. Namun cara penciptaanNya hanya dengan "berfirman". Berfirmanlah Allah, "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Berfirmanlah Allah, "Jadilah cakrawala." Maka jadilah cakrawala. FirmanNya mengatakan apa, jadi apa. Akan tetapi, pada hari terakhir, Allah mengadakan suatu musyawarah keAllahan. Berfirmanlah Allah, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita." Sebelum Allah menciptakan manusia, Ia menciptakan langit, bumi, dan beribu-ribu macam makhluk lain. Tetapi semua itu bukanlah inti tujuanNya. Intinya ialah manusia, yakni agar manusia menjadi ekspresiNya. Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya sendiri. Manusia seperti selembar foto Allah. Foto ini adalah gambar Allah, yaitu menjadi "master" (lembaran induk, untuk menghasilkan lembar-lembar cetakan yang lebih banyak), ekspresi Allah.
Hal ini sudah sering kita katakan pada hari-hari yang lalu, namun konsepsi alamiah kita tidak memilikinya. Walaupun sudah berulang-ulang dikatakan, belum tentu kita terima ke dalam hati. Ingatlah, dalam Alkitab ada satu prinsip: perkara apapun yang pertama kali disinggung oleh Alkitab, ia menjadi prinsip untuk selanjutnya. Pertama kali Alkitab menyinggung manusia, dikatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia ialah "master" Allah, ekspresi Allah. Ini adalah satu prinsip. Jika Anda bertanya kepada saya, "Manusia itu untuk apa?" Saya akan menjawab, "Manusia untuk mengekspresikan Allah." Sebab manusia adalah selembar foto Allah. Manusia ialah "master"Allah. Aku percaya, perkataan ini bukan hanya tidak dapat dikatakan oleh orang yang tidak percaya Alkitab dan Allah, bahkan orang-orang yang sudah bertahun-tahun dalam agama Kristen pun belum tentu dapat mengatakannya. Kita harus nampak, dalam Alkitab Allah ingin agar manusia dapat menjadi "master"Allah. Malam ini, di sini ada lebih dari 900 orang, namun semuanya adalah serupa, sebab semuanya adalah "master" Allah. Kita masing-masing serupa dengan Allah, tidak seorangpun yang serupa dengan lembu. Kita masing-masing adalah "master" Allah, yang mengekspresikan Allah. Itulah yang dikatakan Alkitab pada permulaannya.
Akhir Alkitab
Pada akhir Alkitab, yaitu kitab Wahyu pasal 21 dan 22, kita nampak munculnya satu kota. Kota ini merupakan sebuah lambang, bukan kota yang dibangun dengan tumpukan material. Kota ini ialah kota manusia hidup, yaitu orang-orang yang tertebus dan telah dilahirulangkan, dan yang telah berubah. Kota ini ialah susunan manusia hidup. Setiap batu memiliki nama seseorang. Batu yang satu bernama Petrus, batu yang satunya lagi bernama Yohanes . . . dan seterusnya. Haleluya, kita semua adalah batu.
Untuk apakah kota ini? Tembok kota ini tingginya 144 hasta, dan setiap batunya adalah permata yaspis. Tidak hanya demikian, kota inipun penuh dengan kemuliaan Allah. Apa pula permata yaspis itu? Kalau Anda membaca Wahyu 4 Anda akan tahu, yaspis itu justru rupa yang dinyatakan Allah yang duduk di atas takhta. Yohanes melihat Allah yang duduk di atas takhta itu rupaNya seperti permata yaspis. Sebab itu, kota ini bersinar cemerlang bagaikan permata yaspis. Dari segi lambang, kota Allah ini ialah ekspresi Allah. Mula-mula Allah menyatakan diri di atas takhta, pada akhirnya, Allah menyatakan diri di atas seluruh kota.
Inilah prinsip keserangkaian Alkitab. Pada permulaann-ya, Alkitab mengatakan Allah menciptakan manusia serupa dengan Dia; akhirnya, Alkitab mengatakan orang-orang yang Allah tebus, yang dilahirulangkan, dan yang diubah itu menjadi serupa dengan Dia secara korporat.
Pertengahan Alkitab
Bagaimana pula pertengahan Alkitab? Kita tahu bahwa Alkitab menerangkan adanya manusia lama dan manusia baru. Kejadian pasal 1 mencanturnkan manusia lama, sedangkan Efesus pasal 4 mencantumkan manusia baru. Diterangkan pula, bahwa manusia baru itulah gereja yang dijadikan menurut kehendak atau teladan Allah. Sebagaimana manusia lama dijadikan menurut gambar dan rupa Allah, manusia baru pun demikian. Manusia baru dalanx Efesus pasal 4, ketika sampai kepada perwujudan keseluruhannya yang terakhir, itulah Yerusalem Baru dalam kitab Waliyu. Yerusalem Baru adalah keseluruhan perwujudan manusia baru, yakni ekspresi terakhir manusia baru. Jadi kita harus nampak, pada permulaan Alkitab ada manusia mengekspresikan Allah, pada akhirnya ada manusia mengekspresikan Allah, demikian juga pada pertengahannya. Jelaslah, inilah pikiran Alkitab yang serangkai, yaitu Allah ingin mengekspresikan diriNya. Namun Ia tidak ingin mengekspresikan diriNya melalui diriNya sendiri, melainkan melalui manusia.
MANUSIA BARU KORPORAT
MENGEKSPRESIKAN ALLAH
Ekspresi ini bukan bersifat individu, melainkan korporat. Pada permulaan penciptaan Allah atas manusia, bukan hanya ada seorang Adam, melainkan suatu umat manusia. Jadi, Adam bukan seorang manusia perorangan, melainkan suatu umat manusia. Di dalam Adam tercakup ribuan juta keturunan manusia. Yang Allah ciptakan bukan satu manusia, melainkan satu manusia korporat. Jadi, ekspresi yang Allah kehendaki bukanlah ekspresi Anda atau saya secara perorangan, melainkan satu ekspresi yang korporat.
Kita sering mengatakan tentang tumpuan gereja. Tumpuan gereja bukan baru dibahas pada kitab Wahyu 1, dalam kitab Kejadian 1:26 sudah ada kebenaran tersebut. Sebab pada mulanya, Allah tidak menciptakan dua manusia. Kalau Ia menciptakan dua manusia, berarti ada dua tumpuan. Pada mulanya Allah hanya menciptakan satu manusia. Mari kita baca Kejadian 5:2, "Laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama 'Manusia' kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan." Istilah "manusia"di sini bahasa aslinya adalah Adam. Yang laki-laki Adam, yang perempuan juga Adam. Allah tidak menciptakan dua manusia, tetapi satu manusia saja. Memang benar Allah menciptakan laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, baik laki-laki mau pun perempuan adalah satu manusia. Dalam pandangan Allah, Ia hanya menciptakan satu manusia.
Kita sekalian adalah orang-orang yang dilahirkan pada abad ke 20. Akan tetapi, kapan kita diciptakan? Anda diciptakan atau dilahirkan? Ketahuilah, Anda, kita semuanya, diciptakan lebih dulu, kemudian baru dilahirkan. Pada waktu Adam diciptakan, kita pun sudah diciptakan. Adam, Habel dan kita tercipta pada waktu yang sama; hanya saja, Habel dilahirkan lebih dulu. Paulus juga dilahirkan lebih dulu daripada kita. Kita sekalian diciptakan pada masa itu dan dilahirkan pada masa kini. Ini menunjukkan kepada kita, bahwa kita hanya mempunyai satu tumpuan.
Namun, karena manusia jatuh, maka Iblis telah merembes masuk. Dalam Kejadian 9 muncullah sebuah kerajaan, dan kerajaan itu mewakili segala sekta atau denominasi dewasa ini. Syukur bagi Tuhan, sampai Kisah Para Rasul 2, yaitu pada hari Pentakosta, Allah dari berbagai bangsa memanggil manusia. Mereka berlainan bahasanya dan berasal dari berbagai negara, tetapi di Yerusalem mereka bersama-sama beroleh karunia, dan beroleh hayat yang sama, kemudihan terbangun bersama menjadi satu manusia baru. Manusia baru ini adalah gereja, dan manusia ini bertujuan mengekspresikan Allah.
ALLAH MENGHENDAKI MANUSIA
MENGEKSPRESIKAN DIA
Keserangkaian pikiran Alkitab ialah agar manusia mengekspresikan Allah. Jika Anda bertanya, "Bukankah Alkitab mengatakan, bahwa Allah menghendaki kita menyembahNya? Allah menghendaki kita melayaniNya dan bekerja bagiNya?" Ya, tetapi Anda tidak menemukan semua itu dalam Kejadian 1 dan 2. Yang Anda dapati ialah, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Sekali-kali jangan mengira bahwa saya sedang bersenda gurau. Misalkan saya adalah selembar foto Anda, lalu saya ingin menyembah, melayani atau bekerja bagi Anda. Anda pasti berkata, Toto ini konyol, ngawur! "Aku tidak ingin engkau menyembahku. Akuhanya ingin engkau menyatakan rupaku sejelas-jelasnya, itu sudah cukup."
Saudara-saudari, hari ini kita harus nampak, bahwa tujuan Allah yang serangkai dan yang inti pada dirl kita sekali-kali bukanlah menyembah, melayani atau bekerja bagiNya harap kalian paham benar-benar akan maksudku melainkan menghendaki kita mengekspresikan Dia. Yang Allah kehendaki pada gereja bukan kegairahan, bukan penyembahan yang takwa, bukan pula pelayanan yang sukses. Yang Allah kehendaki adalah agar setiap orang dapat nampak kehadiran Allah dalam gereja. Setiap gereja wajib nampak hal ini. Bukan kegairahan, kerajinan dan takwa kalian, melainkan kalian dapat mengekspresikan Allah. Orang yang datang ke tengah- tengah kalian seharusnya dapat mengatakan, Allah benar-benar berada di antara kalian.
Kekristenan yang jatuh, sudah berubah dari bentuk yang semestinya; merosot ke bawah, meninggalkan tujuan Allah yang agung, keluar dari kehendak Allah yang kekal, dan mulai membicarakan soal penyembahan, pelayanan dan pekerjaan. Mungkin ada yang akan mendebat, "Bukankah Paulus juga mengatakan tentang penyembahan dan pelayanan?" Ya, tapi ketahuilah penyembahan atau pelayanan yang Paulus katakan ialah mengekspresikan Kristus. Kamus yang kita pakai sama dengan yang dipakai Paulus, namun artinya tidak sama. Penyembahan, pelayanan dan pekerjaan yang dikatakan Paulus mengandung makna yang lain, bukan seperti yang Anda maksudkan. Aka Anda membaca semua surat tulisan Paulus, Anda akan nampak, bahwa penyembahan, pelayanan dan pekerjaan yang dikatakannya tidak lain berarti menampilkan Kristus di hadapan manusia.
Gereja adalah manusia baru, dan manusia baru ini merupakan selembar foto baru Allah. Dalam alam semesta ini Allah ingin memperoleh selembar foto, selembar "master". Allah telah me-master-kan diriNya, itulah gereja. Bertahun-tahun kita pernah memberi penjelasan yang bermacam-macam tentang gereja. Malam ini aku katakan, gereja adalah "master" Allah. Gereja adalah sebuah foto Allah secara korporat, yang dipotret untuk diriNya sendiri. Allah tidak ingin fotoNya itu menyembahNya, melayaniNya dan bekerja bagiNya. Allah hanya mempunyai satu maksud, yaitu supaya foto ini dapat mengekspresikan diriNya sejelasjelasnya, agar begitu orang meliliat gereja, orang segera nampak Allah. Kalau orang bertanya, "Di manakah Allah itu?" Anda jawab, "Mari lihat, Allah justru ada di dalam gereja." Kalau orang bertanya, "Allah itu seperti apa?" Anda jawab, "Silakan melihat gereja, begitulah rupa Allah." Gereja di Yerusalern pada masa mulanya benar-benar dapat mengatakan demikian. Hai bangsa Yahudi, apakah kalian ingin mengenal Allah? Lihatlah gereja! Apa yang diberitakan dan dipelajari nenek moyang kalian ialah hukum Taurat dan ajaran-ajaran belaka. Namun yang diekspresikan oleh gereja di Yerusalem hari ini ialah Allah sendiri. Gereja di Yerusalem adalah "master"Allah. Saudara saudari, dapatkah kita berkata demikian? Kalau kita tidak dapat berkata demikian, itu membuktikan bahwa kita sudah merosot.
Ketika Anda membaca Alkitab, Anda dapat nampak, bahwa Allah menegur dan menghakimi umatNya, kebanyakan bukan karena mereka melakukan dosa atau kejahatan, melainkan karena mereka bergairah melayani Allah, namun tidak mengekspresikanNya. Misalnya, pada tujuh pucuk surat dalam kitab Wahyu. Dalam surat pertama, yang ditujukan kepada malaikat gereja di Efesus, di situ dikatakan, "Aku tahu segala pekerjaanmu, baik jerih payahmu maupun ketekunanmu . . . Dan engkau tetap sabar dan menderita karena namaKu; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. . . . Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya jikalau engkau tidak bertobat." Apakah artinya? Itu berarti, "Engkau tidak dapat mengekspresikan Aku. Engkau mau pekerjaan, ketekunan, kesabaran, dan mau perkaraperkara baik lainnya. Akan tetapi engkau justru tidak mau Aku. Karena engkau tidak mau Aku, maka Akupun tidak mau engkau." Keadaan ini juga merupakan kesulitan kita.
Saudara-saudari, keadaan kita semua sama. Lima puluh tahun lamanya pikiranku selalu tertambat pada kegairahan bekerja bagi Tuhan. Aku dipanggil Allah, aku ingin bekerja bagiNya, aku ingin menyembah kepadaNya. Oh, kemarin aku kurang takwa berdoa, maka hari ini aku ingin berdoa lebih takwa. Akan tetapi, lebih takwapun tidak berharga. Allah tidak mau takwamu. Allah mau apa? Allah mau Anda mengekspresikanNya. Melihat Anda selalu bermuram durja, Anda mengekspresikan wajah pengemis, bukan mengekspresikan Allah! Ah, mereka semuanya bertindak semaunya, hanya aku tidak; aku tidak berani berkata dan tidak berani berbuat, sebab aku takut, kalau aku bergerak sedikit, aku akan berdosa kepada Allah. Aku katakan kepada Anda, mereka berbuat seenaknya tidak berharga, Anda tidak berbuat seenaknya, juga tidak berharga; sebab mereka tidak dapat mengekspresikan Allah, Andapun sama, tidak dapat mengekspresikan Allah. Selubung mereka seperti kain; selubung Anda seperti kulit lembu. Takwa Anda sedikitpun tidak berharga. Anda hanya memperlihatkan wajah yang bermuram durja. Allah tidak mau yang demikian. Yang Allah ingini ialah agar pada diri Anda ada ekspresiNya. Bukan muram durja Anda dapat menyebabkan orang beroleh selamat, melainkan terang ekspresi Allahlah yang dapat menyebabkan orang menjamah Allah.
MENGEKSPRESIKAN ALLAH TERGANTUNG
PADA MENGGUNANAN ROH
Untuk mengekspresikan Allah, tidak dapat tidak kita harus menggunakan roh. Kita ini manusia, dan manusia memiliki roh. Ketika Allah menciptakan manusia, Allah memakai cara yang istimewa. Ia terlebih dulu membuat bejana tubuh dari tanah, kemudian dihembuskanNya nafasNya ke dalam manusia. Ingatlah, bahwa kata nafas di situ, dalam kitab Amsal 20:27 diterjemahkan sebagai roh. Di situ dikatakan, bahwa roh manusia adalah pelita Allah. Kata yang sama itu di Kejadian 2 adalah nafas, sedang di kitab Amsal ialah roh. Ini membuktikan, bahwa hembusan nafas yang keluar dari mulut Allah itulah roh manusia. Dalam manusia terdapat roh, jadi manusia diciptakan dengan cara istimewa.
Untuk menjelaskan perkara ini kita dapat memakai sebuah perumpamaan : sebuah radio transistor, di luarnya merupakan sebuah kotak, di dalamnya terdapat alat-alat penerima gelombang suara. Tanpa alatalat tersebut, gelombang suara di udara tidak mungkin tertangkap. Alat-alat itu dibuat dengan cara yang istimewa. Kita masing-masing seperti sebuah pesawat radio, dan keistimewaan kita yaitu di dalam tubuh kita yang berbentuk ini terdapat satu roh yang tidak berbentuk. Anda dan aku telah mengetahui hal ini, tapi pengetahuan kita kurang sempurna. Selama beberapa tahun aku tidak menyadari bahwa roh manusia itu sama pentingnya dengan langit dan bumi. Zakharia 12 mengatakan, "Allah membentangkan langit, meletakkan dasar bumi, dan menciptakan roh dalam diri manusia." Langit, bumi dan roh dikatakan berbarengan. Langit untuk bumi, bumi untuk manusia, dan manusia untuk Allah. Allah itu Roh, karena itu dalam manusia harus ada roh juga. Allah sebagai roh seperti gerombang listrik di udara, sukar digambarkan, sukar pula diraba, namun sangat riil. Manusia ialah untuk Allah, ia harus mempunyai roh, baru dapat berhubungan dengan Roh Allah itu. Sebab itu kitab Zakharia 12:1 mengatakan, "Allah membentangkan langit, meletakkan dasar bumi, dan menciptakan roh dalam diri manusia." Untuk apa? Agar dalam alam semesta ini Allah bisa memperoleh sebuah wadah untuk menampungNya, serta mengekspresikanNya. Roh manusia bukan melulu sebagai satu organ untuk menyentuh Allah, bahkan suatu wadah untuk menampung Allah. Sama halnya lambung kita, yang merupakan sebuah wadah untuk diisi makanan, namun ia bukan melulu untuk diisi makanan, melainkan juga untuk mencerna, menghisap dan mengantar bahanbahan bergizi ke seluruh tubuh. Dalam kita pun ada lambung rohani, yakni roh kita. Roh ini tidak hanya dapat menghubungi Allah, bahkan dapat menyimpan Allah di dalamnya, dan roh ini pun dapat mengisap dan mengantarkan unsur-unsur Allah ke setiap bagian tubuh kita.
JANGAN MENGGARAP AGAMA,
HIDUP SAJA DI DAIAM ROH
Sungguh sayang, sebagai orang Kristen, kita selalu tidak memahami hal ini. Jangankan dalam penghidupan keluarga kita, bahkan dalam penghidupan gereja kita pun sampai hari ini masih tidak beres. Kita masih belum bisa bersidang. Dalam bersidang, kita bisa menggunakan ini dan itu, namun tidak bisa menggunakan roh. Kalian mengira berseru dan berteriak itu membebaskan roh, padahal itu sudah menjadi suatu cara. Banyak orang bisa menyeru dan berteriak, tetapi tidak bisa memakai roh. Dulu memiliki cara lama, sekarang memiliki cara baru. Padahal bukan hanya cara lama yang tidak berguna, cara baru-pun tidak berguna. Sesunggulinya itu tidak sukar, yang sukar ialah kita tidak mengerti rahasianya dan tidak mau berlatih. Ketika kita bersidang, baik berdoa, memuji, membaca Alkitab, berkhotbah, membagi nikmat atau bersekutu, tidak lain hanya dengan cara itu-itu saja. Sebelum datang ke balai sidang, Anda sama sekali tidak mempersiapkan roh Anda, Anda seolah-olah tidak mempunyai roh. Anda tahu memutar-mutar mata untuk melihat sesuatu, menggerakkan otak memikirkan sesuatu, namun Anda justru tidak tahu bagaimana menggunakan roh Anda. Dulu tenang, kini berteriak, sebetulnya keduanya tidak berbeda. Saya ingin berkata kepada orang-orang yang berteriak, saya tidak amin Anda berteriak; saya juga ingin berkata kepada orang-orang yang tenang diam, saya tidak amin Anda tenang. Kalau begitu, apakah yang saya aminkan? Kalau Anda menggunakan roh, itulah yang saya aminkan. Anda berteriak tanpa menggunakan roh, hanya berteriak di lahirnya, roh Anda tidak bergerak. Itulah sebabnya dalam sidang kita tidak nampak ekspresi Allah.
Menurut keadaan normal, sebelum kita datang ke sidang, kita sudah bersiap-siap di dalam roh dan sudah berlatih. Begitu. kita berlatih dalam roh, kita akan melupakan pikiran, emosi dan lain- lainnya, bahkan terhadap nama kita sendiripun lupa. Kalau sudah demikian, kita sudah lumayan, dan kita baru berada di dalam roh. Roh Anda sesungguhnya sudah tergerak. Tanpa menyeru atau berteriak, begitu Anda masuk dan duduk, seluruh roh dalam sidang akan bergerak.
Oh Tuhan, belaskasihanilah kami! Hari ini apa yang sibuk kita lakukan tidak lain ialah agama. Semua yang ada dalam Alkitab adalah kebenaran, tetapi begitu digunakan oleb. kekristenan, semua menjadi agama. Memang benar, dalam Alkitab ada hal memikul salib, namun itu di dalam roh. Bila Anda benar benar hidup di dalam roh, Anda sudah memikul salib. Kalau Anda tidak mengatakan hidup di dalam roh, tapi hanya mengatakan memikul salib, itu akan menjadi suatu pertapaan yang pada prinsipnya hampir seperti agama Hindu. "Oh, aku, tabu, istriku adalah salib yang Tuhan berikan, maka aku harus memikulnya. Oh, aku tahu, bahwa suamiku itu pemberian Tuhan, seumur hidup aku tidak boleh bercerai dengannya. Itulah salib dari Tuhan, aku harus memikulnya. Oh, Tuhan memberiku beberapa anak. Itulah beberapa salib kecil." Saudara-saudari, Alkitab tidak demikian. Ia hanya menyuruh Anda hidup di dalam roh. Ada anak, hidup di dalam roh; tidak ada anak, juga hidup di dalam roh. Anak-anak menurut, hidup di dalam roh; anak-anak membangkang, juga hidup di dalam roh. Asalkan Anda hidup di dalam roh, mau tidak mau Anda sudah memikul salib. Memikul salib berarti menyangkal diri sendiri dan melepaskan pilihan Anda sendiri. Bagaimana Anda dapat menyangkal diri sendiri? Bagaimana pula Anda bisa membiarkan Tuhan yang memilih untuk Anda? Hanya ada satu jalan, yakni hidup di dalam roh.
Bacalah sekali lagi kitab Perjanjian Baru Anda. Pada akhirnya, Perjanjian Baru hanya mengatakan hidup di dalam roh, yaltu, bertindak mengikuti roh. Alkitab tidak menyuruh Anda memikul salib dengan mengertak gigi. Pembacaan Anda pada Roma pasal 6 sudah menyeleweng. Anda menghitung diri sendiri sudah mati. Hitunglah terus! Betulkah hitungan Anda? Betul! Akan tetapi semakin menghitung, Anda akan wernakin hidup. Anda hanya ada Roma 6, tanpa Roma 8. Roma 8 rnonyuruh Anda bertindak menurut roh, hidup dalam roh. Anda melatih berdoa dengan tekun, itupun merupakan pertapaan. Itu hanya dapat bertahan beberapa saat lamanya. Namun penghidupan orang Kristen talah hidup dalam roh. Tanpa hidup dalam roh, Anda tidak mungkin dapat berdoa dengan tekun. Rahasia penghidupan orang Kristen ialah hidup dalam roh.
HIDUP DALAM ROH, REALITAS GEREJA
BARU TERWUJUD
Hidup dalam roh tidak seperti penyembahan, pelayanan dan kegairahan bekeda yang dikatakan oleh agama. Hidup di dalam roh ialah membiarkan Allah memenuhi Anda, membiarkan Kristus meresapi Anda, dan membiarkan Kristus merembes keluar dari diri Anda, sehingga Anda dapat mengekspresikanNya. Bukan Anda dapat mengasihi istri, bukan Anda dapat mengasihi suami, melainkan Anda hidup dalam roh, membiarkan Kristus pemberi hayat ini meresapi dan menjenuhi seluruh diri Anda, kemudian dari diri Anda Allah tertampil. Itulah penghidupan orang Kristen yang menang, itulah penghidupan keluarga Kristen, itulah penghidupan gereja orang Kristen, dan itulah realitas gereja. Realitas gereja ialah hidup, dalam roh. Roh yang kita maksud di sini bukan hanya Roh Kudus, melainkan juga roh kita, yang tercipta dan sudah dilahirkan kembali. Hari ini Anda harus melupakan pikiran, perasaan dan segala-gala Anda. Anda harus beralih ke dalam roh dan keranjingan di dalam roh. Kebanyakan orang keranjingan di dalam pikiran dan emosi, tidak keranjingan di dalam roh. Kita patut keranjingan di dalam roh. Aku tidak mengerti memikul salib, aku hanya tahu mengikuti roh. Akupun tidak mengerti berdoa, berpuasa, rendah hati, sabar dan lain-lain. Aku hanya tahu mengikuti roh. Begitu aku mengikuti roh, aku sudah memiliki segalanya, dan aku pun tanpa disadari sudah memikul salib. Begitu kita mengikuti roh, segala sesuatu akan menjadi milik kita.
Semoga Tuhan mencelikkan mata kita, agar kita nampak, apakah kebenaran keserangkaian Alkitab itu. Bagaimanakah kita dapat hidup di dalam keserangkaian itu? Hidup dalam roh! Di dalam roh, kita dilahirkan kembali. Di dalam roh kita, Roh Allah menyertai
kita. Di dalam roh kita, Kristus yang almuhit mapan. Di dalam roh kita, barulah kita dapat menikmati kasih karuniaNya. Di dalam roh kita, barulah kita memiliki kehadiran dan penyertaanNya. Di dalam roh kita, barulah kita memperoleh terang, hayat dan kebenaran. Segala-galanya ada di dalam roh.