Pelayanan Tuhan
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Markus 10:45
“Tetapi kamu janganlah demikian. Yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi seperti yang paling muda dan pemimpin menjadi seperti pelayan. Sebab siapakah yang lebih besar: Yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”
Lukas 22:26-27
“Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.”
Lukas 12:37
Ketiga ayat Alkitab di atas memperlihatkan kepada kita, bagaimana Kristus dahulu melayani kita, sekarang masih melayani kita, kelak juga akan tetap melayani kita.
MARKUS 10:45
Terlebih dulu mari kita lihat ayat Alkitab yang pertama, Markus 10:45, “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Ayat ini mengatakan Anak Manusia datang dan melayani siapa saja; siapa saja yang datang ke hadapan Tuhan, Tuhan pasti melayaninya. Terhadap yang lapar, Tuhan memberi mereka makan; yang sakit, Tuhan sembuhkan. Siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, Tuhan selalu melayani orang. Pelayanan Tuhan yang paling tinggi adalah memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Ia dengan jiwa-Nya melayani orang. Kita sering berpikir akan begini atau begitu melayani Allah. Sesungguhnya, di atas salib Tuhan justru dengan jiwa-Nya melayani kita. Ketika kita masih menjadi orang dosa, Dia sudah melayani kita.
LUKAS 22:26-27
Sekarang mari kita lihat ayat Alkitab yang kedua, Lukas 22:26-27, “Tetapi kamu janganlah demikian. Yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi seperti yang paling muda dan pemimpin menjadi seperti pelayan. Sebab siapakah yang lebih besar: Yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.” Markus membicarakan bagaimana Tuhan Yesus melayani orang dosa. Di sini dibicarakan bagaimana Kristus melayani murid-murid, Dia berkata, “Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.” Ingatlah, Tuhan di tengah-tengah kita melayani kita. Ini adalah kasih karunia!
Dalam sidang Pemecahan Roti, roti yang dibentangkan di hadapan kita menyatakan kepada kita bagaimana Kristus melayani kita. Tubuh-Nya terpecah-pecah untuk kita. Kasih karunia adalah Kristus terlebih dulu melayani kita, kemudian baru kita melayani Kristus. Kristus melayani kita tidak saja di atas salib, juga di tengah-tengah kita. Ketika kita ada keperluan, kita harus datang ke hadapan Tuhan, biar Dia melayani kita.
Pada suatu kali, setelah Tuhan menyuruh orang banyak pulang, Ia sendirian naik ke bukit dan berdoa. Murid-murid di atas perahu, karena angin sakal, mendayung dengan susah payah. Pada malam hari, saat suasana sangat gelap dan orang mengantuk, Tuhan datang membantu mereka. Mereka mengira Dia adalah hantu, lalu berteriak karena ketakutan. Tuhan segera berkata kepada mereka, “Tenanglah, inilah Aku!” (Mrk. 6:45-51). Tuhan boleh berkata kepada mereka, “Aku adalah Tuhan kalian.” Atau “Aku adalah Anak Allah.” Tetapi Tuhan tidak berkata demikian. Dia berkata, “Inilah Aku!” Apakah artinya? Kalau ada orang mengetuk pintu, dan orang yang di dalam bertanya, maka orang yang mengetuk pintu menjawab, “Ini aku.” Orang ini pastilah orang yang akrab dengan orang yang di dalam. Demikian barulah orang yang di dalam mengenal siapa “Aku” ini. Tuhan datang membantu murid-murid dengan cara yang akrab; dengan cara yang mesra membantu mereka. Kalau demikian, bagaimana seharusnya kita menikmati pelayanan dari Kristus?
Tuhan boleh tidak usah membayar bea untuk Bait Allah. Kalaupun Dia membayar, cukup dengan 2 dirham. Tetapi Tuhan ingat akan Petrus, lalu menyuruh dia memancing ke danau dan dalam mulut ikan pertama yang terpancing terdapat uang 4 dirham; cukup untuk bea bagi Dia dan bagi Petrus. Tuhan melayani Petrus, terlebih dulu mempersiapkan bagi Petrus (Mat. 17:24-27).
Ketika kita membaca keempat kitab Injil, apakah kita tampak Tuhan setahap demi setahap melayani murid-murid-Nya? Mungkin Anda akan heran, mengira orang Kristen yang seharusnya melayani Kristus. Bagaimana justru Kristus yang melayani orang Kristen? Mengapa Kristus melayani orang Kristen? “Sebab siapakah yang lebih besar: Yang duduk makan atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan?” Ini adalah pandangan manusia. Tetapi Tuhan kita “di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.” Karena Ia besar, sangat besar, maka Dia bisa melayani manusia. Semakin besar, semakin bisa melayani orang lain; semakin kecil, semakin tidak bisa melayani orang lain. Mungkin bagi orang yang paling kecil, satu orang pun tidak bisa ia layani. Tuhan itu besar, tidak terbatas, sebab itu, Dia bisa dengan tidak terbatas melayani orang.
Tuhan berkata, “Akulah terang dunia” (Yoh. 8:12). Apa lagi yang bisa lebih melayani orang dibandingkan dengan terang? Siapa saja yang mengikuti terang ini, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Tuhan berkata, “Akulah roti hayat” (Yoh. 6:48, Tl.). Apa lagi yang bisa lebih melayani orang daripada roti hayat? Siapa saja yang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Segala sesuatu yang Tuhan perbuat adalah untuk melayani manusia. Haleluya! Kita mempunyai satu Tuhan, Dia melayani kita! Ketika Anda terbentur pada kesulitan, ketika Anda tidak berdaya, berilah kesempatan kepada Tuhan untuk melayani Anda. Dia besar, begitu besar, sehingga dalam segala hal bisa melayani Anda.
Ada satu kejadian lagi, yaitu Tuhan membasuh kaki murid-murid-Nya. Dalam pandangan Petrus, ini sekali-kali tidak boleh terjadi. Tetapi Tuhan telah membasuh kaki mereka, Tuhan telah melayani mereka (Yoh. 13:4-8).
Terakhir, ketika orang menangkap Tuhan Yesus, Tuhan bertanya kepada mereka, “Siapakah yang kamu cari?” Mereka berkata, “Yesus dari Nazaret.” Yesus berkata, “Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka (murid-murid-Nya) ini pergi” (Yoh. 18:8). Tuhan sangat memperhatikan murid-murid-Nya. Mulai awal hingga akhir, Tuhan selalu melayani mereka.
Dia pernah berkata kepada Bapa, “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa” (Yoh. 18:9). O, Tuhan sejak hari pertama sampai hari terakhir, selalu melayani kita.
LUKAS 12:37
Masih ada ayat yang ketiga, Lukas 12:37, “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.”
O, ini sungguh karunia yang luar biasa! Mana mungkin ada perkara yang demikian? Tetapi Tuhan berkata, kelak Dia masih akan melayani kita. Kita berutang kepada Tuhan, menjadi orang yang menerima kasih karunia dengan cuma-cuma, kita juga selama-lamanya berutang kepada Tuhan, menjadi orang yang selama-lamanya menikmati kasih karunia.
Kita tidak tahu, hari ini ada berapa orang yang bisa menikmati pelayanan Kristus. Kita sering salah berpikir, mengira kita seharusnya melayani Kristus. Apakah di antara kita ada yang meminta Kristus melayani kita? Ada saudara berkata bahwa doanya terlalu dingin, dan dia ingin bisa bergairah. Ketahuilah, Kristus dalam perkara ini akan melayani Anda. Ada orang berpikir, ia tidak bisa membaca Alkitab, lalu dia berencana besok akan bagaimana melakukannya. Ketahuilah, dalam perkara ini Kristus dapat melayani Anda.
Allah memberikan Kristus kepada kita adalah menghendaki Kristus melayani kita. Sejak Kristus mati di atas salib, Kristus selalu melayani kita sampai selama-lamanya. Hal ini, meskipun tidak bisa kita mengerti, tetapi cukuplah kita nikmati saja. Jangan seperti Petrus yang menolak, perlu seperti Yohanes, bersandar pada dada Tuhan, biar Tuhan yang bekerja.