Pimpinan Roh Kudus dalam Sidang Gereja
“Jadi, bagaimana sekarang, Saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa lidah, atau karunia untuk menafsirkan bahasa lidah, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa lidah, biarlah dua atau sebanyakbanyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. Tentang nabi-nabi — baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan. Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan dari Allah, maka yang pertama itu harus berdiam diri. Sebab kamu semua boleh bernubuat (bertutur-sabda) seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan. Roh nabi takluk kepada nabi-nabi. Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.”
1 Korintus 14:26-33
TERANG DAN FIRMAN DALAM GEREJA
Efesus 2:22 memperlihatkan kepada kita, gereja terbangun menjadi tempat kediaman Allah di dalam Roh. Sebab itu kita percaya, ketika seluruh gereja berkumpul, gereja menjadi tempat kediaman Allah. Tempat kediaman Allah mempunyai satu ciri khas, yaitu mempunyai terang Allah. Kita mengetahui, dulu di pelataran luar Bait Suci ada terang matahari, di Tempat Kudus ada terang kaki dian, hanya di Tempat Mahakudus, Allah sendiri sebagai terang, Allah sendiri menyatakan kemuliaan dan terang-Nya. Sebab itu, kita percaya, ketika kita menjadi tempat kediaman Allah, di dalam kita pasti ada terang, karena pada saat itu Allah akan menyatakan terang-Nya sendiri. Kalau kita berhimpun dalam keadaan yang normal, kita dapat memandang Allah di tengah-tengah kita memancarkan terang, kita dapat berharap Allah berbicara kepada kita.
TIAP-TIAP ORANG MEMPERSEMBAHKAN SESUATU
Satu Korintus pasal 14 memperlihatkan kepada kita, bagaimana kita bersidang. Ayat 26 mengatakan, “Jadi, bagaimana sekarang, Saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa lidah, atau karunia untuk menafsirkan bahasa lidah, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.” Arti ayat di atas ialah: dalam sidang-sidang gereja ada orang mempersembahkan mazmur, ada orang mempersembahkan wahyu, ada orang mempersembahkan pengajaran, ada orang mempersembahkan bahasa lidah, ada orang mempersembahkan bahasa lidah yang diterjemahkan, mereka memakai apa yang mereka miliki untuk membangun gereja. Sebab itu, perkataan “hidup menurut pimpinan Roh” harus kita pahami dengan baik-baik di hadapan Allah.
Roh Kudus tidak bisa memimpin orang yang tidak mempunyai firman untuk berbicara, Roh Kudus tidak bisa memimpin orang yang mempunyai mazmur untuk mengajar, memimpin orang yang mempunyai wahyu untuk menerjemahkan bahasa lidah. Roh Kudus tidak melakukan perkara yang ceroboh. Hanya orang yang ceroboh melakukan perkara yang ceroboh. Persoalan penyuplaian dalam sidang, kita selesaikan bukan ketika kita sampai di tempat sidang, melainkan ketika kita di rumah sudah menyelesaikannya. Kita di rumah adalah orang yang bagaimana, ketika datang bersidang juga merupakan orang yang bagaimana. Kita di dalam rumah bukan orang yang bagaimana, ketika datang bersidang, berusaha sekuat-kuatnya, juga bukan merupakan orang yang bagaimana. Apa yang dikatakan “mempersembahkan”, bukanlah kegemaran seseorang, bukanlah produk pikirannya sendiri, juga bukan dorongan emosi; melainkan dalam sehari-hari mendapatkan sesuatu dari belajar di depan Allah, sesuatu yang terbentuk di dalam Roh. Simpanan rohani ini adalah yang kita “punyai”, yang dapat kita persembahkan di dalam sidang gereja menurut pimpinan Roh Kudus, untuk menyuplai gereja.
Sebab itu, ada yang mempunyai mazmur, lalu dengan mazmur menyuplai gereja; ada yang mempunyai wahyu, lalu dengan wahyu menyuplai gereja; ada yang mempunyai pengajaran, lalu dengan pengajaran menyuplai gereja; setiap orang dengan apa yang mereka miliki menyuplai gereja, bukan dengan yang tidak mereka miliki menyuplai gereja. Anda mempunyai apa, dengan itulah Anda menyuplai gereja.
Misalnya hari ini Anda mempunyai mazmur (nyanyian), yang terus-menerus mendengung di dalam Anda, entah mengapa Anda terus ingat dan terus menyanyikan nyanyian itu, ini berarti di dalam Anda ada nyanyian, di dalam Anda ada mazmur, inilah mazmur yang Anda miliki. Bukannya ketika datang ke dalam sidang, secara mendadak mencari satu nyanyian, melainkan di bawah pimpinan Roh Kudus, mengeluarkan nyanyian yang Anda “punyai”, untuk membangun gereja. Atau dalam beberapa hari ini, di dalam Anda ada beberapa patah kata, yang Anda rasakan berharga, inilah firman yang Anda punyai. Demikian juga, mungkin Anda mempunyai wahyu, atau pengajaran, lalu Anda mempersembahkan apa yang Anda punyai untuk menyuplai gereja.
Saudara saudari, dalam beberapa hari ini, Tuhan telah mengerjakan apa di atas diri Anda? Tuhan telah mengucapkan perkataan apa terhadap Anda?
PIMPINAN ROH KUDUS
Dalam 1 Korintus 14:26 dijelaskan, bagaimana Roh Kudus memimpin kita menurut apa yang kita miliki. Dalam ayat 2733 dijelaskan, bahwa pimpinan Roh Kudus juga menurut keadaan sekeliling.
Misalnya, suatu sidang gereja seharusnya selesai pada pukul 9. Roh Kudus tidak mungkin sampai hampir pukul 9, masih memimpin Anda menyampaikan perkataan yang sangat panjang, sebaliknya malah memberi perasaan kepada Anda, waktunya sudah tidak banyak, jangan menyanyikan nyanyian yang terlalu panjang, jangan bersekutu terlalu panjang. Sebab itu, di satu pihak Anda dengan apa yang Anda punyai menyuplai gereja, di pihak yang lain, Anda harus belajar “roh nabi takluk kepada nabi-nabi”. Anda mempunyai sesuatu, lalu Anda bersyarat memasukkannya, tetapi masih perlu melihat orang lain mempunyai berapa.
Misalnya, dalam suatu sidang ada 20 saudara, masing-masing mempunyai satu mazmur, tetapi Anda melihat sudah ada 2 atau 3 orang mempersembahkannya, lalu Anda tidak perlu mempersembahkan lagi. Bukannya 20 lebih saudara-saudara mempunyai 20 lebih nyanyian, lalu semua terus menyanyi sampai pukul 12 baru selesai. Kalau demikian, itu melanggar pimpinan Roh Kudus. Tuhan menghendaki kita teratur, menghendaki sidang kita “berlangsung dengan sopan dan teratur” (1 Kor. 14:40).
Sebab itu, “mempunyai” membuat kita layak menyuplai, “keadaan” membuat kita belajar bagaimana menerima pimpinan. Prinsip dua atau tiga orang adalah prinsip yang harus kita pelihara dalam sidang. Roh Kudus tidak akan memimpin kita menyuplaikan apa yang tidak kita punyai, Roh Kudus juga tidak akan memimpin kita melanggar prinsip dua atau tiga orang. Kalau saya di hadapan Allah “mempunyai”, saya bisa menerima pimpinan untuk berbicara; kalau saudara-saudara di hadapan Allah sudah mendapatkan, saya tidak perlu meneruskan pembicaraan saya lagi.
MANUSIA MEMBAWA BAHAN, ROH KUDUS MENGATUR
Di dalam gereja ada dua kesulitan. Kesulitan pertama ialah ada orang yang tidak mempunyai tetapi mengira dirinya mempunyai. Sering kali ada anak-anak Allah bukan orang yang semacam itu, tetapi ia mau mengucapkan perkataan itu; sesungguhnya Allah di dalamnya tidak berbicara, Allah di dalamnya tidak bekerja, di dalamnya kosong melompong, tetapi ia suka mengutarakan, suka berbicara. Hal ini tidak membina gereja.
Kesulitan yang kedua ialah ada orang yang tidak mau mengikuti pimpinan Roh Kudus. Banyak saudara saudari, di atas diri mereka Tuhan sudah berbicara, tetapi mereka terus menunggu, menekan dirinya untuk tidak berbicara, ini juga menyebabkan gereja tidak mendapatkan suplaian.
Kalau Anda merasa di dalam Anda kosong, Anda tidak seharusnya berbicara; kalau Anda mengetahui bahwa diri Anda mempunyai, Anda seharusnya menyuplai gereja. Roh Kudus akan melalui yang Anda miliki mengalirkan hayat ke dalam sidang, supaya anak-anak Allah menjamah hayat. Allah menaruh firman-Nya ke dalam hati Anda, ketika Anda menangani urusan, kata-kata itu ada di dalam Anda, ketika Anda berjalan, timbul lagi kata-kata itu, Anda telah tampak Allah berbicara kepada Anda. Ketahuilah, kata-kata Anda itu bukan untuk diri Anda sendiri, kata-kata itu adalah untuk gereja. Ketika Anda “mempunyai”, Anda seharusnya menyuplaikan semua yang Anda miliki kepada gereja.
Dalam Perjanjian Lama, ketika bani Israel membangun Tabernakel, mereka mempersembahkan emas dan perak kepada Allah. Hari ini kita juga demikian, mempersembahkan semua milik kita kepada Allah; ada orang mempunyai wahyu, ada orang mempunyai pengajaran, ada orang mempunyai mazmur, semua mempersembahkan yang mereka miliki. Ketika membangun Tabernakel, Roh Allah memberi orang hikmat, kecakapan, bisa menempa emas menjadi bejana yang cocok dipakai, bisa memakai semua bahan untuk dibangun menjadi satu Tabernakel; bahan-bahan dipersembahkan oleh orang Israel, terbangunnya menjadi satu Tabernakel adalah pengaturan Roh Kudus. Hari ini, kitalah yang membawa bahan-bahan, tetapi Roh Kudus yang mengatur, sehingga gereja bisa terbangun.
MEMPUNYAI DAN MENYUPLAI
Kita perlu dalam hidup sehari-hari berhubungan dengan Allah, sering memohon Allah banyak bekerja di atas diri kita, supaya kita mempunyai, kemudian dengan apa yang kita miliki itu menyuplai gereja. Ingatlah, Allah di dalam sidang memimpin Anda, karena Anda sudah mempunyai mazmur, Anda sudah mempunyai wahyu, Anda sudah mempunyai sesuatu yang bisa dibagikan kepada orang lain. Karena Anda dalam hari-hari biasa sudah belajar, sudah menyimpan, maka Anda bisa mendapatkan pimpinan dalam sidang, bisa memberi suplaian. Apa yang bisa Anda bagikan kepada gereja, bukan tiba-tiba Anda pikirkan, bukan yang Anda sendiri rasakan itu berarti, melainkan apa yang Anda miliki dalam hidup sehari-hari, yang Allah berikan kepada Anda dalam hari-hari ini. Allah memimpin Anda sampai tahap ini, Allah menggarap Anda menjadi orang yang demikian dalam hari-hari ini, kemudian Anda membagikan apa yang Anda miliki kepada orang lain. Opini atau ide tidak ada gunanya, doktrin juga tidak ada gunanya, apa yang Anda miliki barulah berguna. Anda dengan apa yang Anda “miliki” menyuplai gereja, barulah gereja terbina, saudara saudari mendapatkan bantuan. Semua mengeluarkan apa yang mereka miliki, pastilah hidup dan kaya.
Kita harus ingat, ketika gereja normal, Roh Kudus tidak akan memimpin seseorang dengan tiba-tiba melakukan satu perkara yang tidak ia miliki. Ketika Allah hendak menanggulangi Bileam, barulah memakai keledai (Bil. 22). Kalau kita satu per satu benar-benar hidup sebagai anak-anak Allah, sidang kita adalah tempat kudus. Semoga kita “mempunyai” dan dengan yang kita “punyai” menyuplai gereja.