PERSIAPAN HAMBA-PENYELAMAT UNTUK PELAYANAN PENEBUSAN-NYA (1)
Pembacaan Alkitab: Mrk. 11:1-26
KESIMPULAN PELAYANAN INJIL HAMBA-PENYELAMAT
Pada akhir pasal 10 kita memiliki kesimpulan pela-yanan Injil Hamba-Penyelamat. Markus 4:35—10:52 adalah bagian yang panjang yang membahas pergerakan pelayanan Injil Hamba-Penyelamat. Dalam bagian ini 29 hal dibahas: meredakan angin dan laut (4:35-41); mengusir setan legion (5:1-20); menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan dan membangkitkan gadis yang mati (5:21-43); diremehkan orang (6:1-6); mengutus murid-murid (6:7-13); mati mar-tirnya pelopor (6:14-29); memberi makan lima ribu orang (6:30-44); berjalan di atas air (6:45-52); di mana-mana menyembuhkan (6:53-56); ajaran tentang perkara yang najis dari dalam (7:1-23); mengusir setan dari anak perempuan Kanaan (7:24-30); menyembuhkan orang tuli dan bisu (7:31-37); memberi makan empat ribu orang (8:1-10); tidak memberi tanda kepada orang Farisi (8:11-13); peringatan tentang ragi orang Farisi dan Herodes (8:14-21); menyembuhkan orang buta di Betsaida (8:22-26); pengungkapan kali pertama ke-matian dan kebangkitan-Nya (8:27—9:1); berubah rupa di atas gunung (9:2-13); mengusir roh bisu (9:14-29); pengung-kapan kali kedua kematian dan kebangkitan-Nya (9:30-32); ajaran tentang kerendahan hati (9:33-37); ajaran tentang bertoleransi bagi kesatuan (9:38-50); datang ke Yudea (10:1); ajaran tentang tidak boleh bercerai (10:2-12); memberkati anak-anak kecil (10:13-16); ajaran tentang orang kaya dan hal masuk ke dalam Kerajaan Allah (10:17-31); pengung-kapan kali ketiga kematian dan kebangkitan-Nya (10:32-34); ajaran tentang jalan naik takhta (10:35-45); menyembuh-kan Bartimeus (10:46-52). Dengan 29 hal ini, Tuhan Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya untuk dibawa masuk ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya.
DIBAWA MASUK KE DALAM KEMATIAN DAN KEBANGKITAN TUHAN
Mengapa sejumlah murid-murid Tuhan perlu dibawa masuk ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya? Jawaban dari pertanyaan ini adalah kalau tidak, murid-murid itu tidak dapat berbagian dalam kenikmatan akan Tuhan. Selanjutnya, jika mereka tidak menikmati Tuhan dengan dibawa ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya, mereka tidak akan dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, yaitu tidak memiliki bagian atau kaitan apa pun dengan kerajaan.
Kita memasuki kerajaan melalui menikmati Tuhan, melalui menikmati Kristus yang almuhit sebagai pengganti yang universal. Untuk menikmati Dia secara demikian, kita perlu melewati kematian dan kebangkitan-Nya. Karena itu, Tuhan menggarap murid-murid untuk membuat me-reka siap dibawa masuk ke dalam proses kematian dan kebangkitan-Nya.
Kita telah melihat bahwa Tuhan maju ke Yerusalem un-tuk mati di sana. Tetapi kita juga perlu tahu bahwa Tuhan tidak pergi ke Yerusalem sendirian, melainkan membawa bersama-Nya sejumlah pengikut-Nya yang setia. Pengikut-pengikut ini tidak jelas mengenai apa yang terjadi. Mereka hanya merasa bahwa Tuhan sangat patut dikasihi dan bah-wa mereka ingin pergi ke mana pun Dia pergi. Sesungguhnya, tujuan Tuhan adalah membawa mereka semua ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Sekali pengikut Tuhan dibawa ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya, mereka dapat berbagian dalam kenikmatan atas Dia secara sungguh-sungguh dan riil. Hanya melalui kematian dan ke-bangkitan, Tuhan menjadi bagian dan pengganti kita.
VISI YANG AJAIB
Dalam Injil Markus kita nampak Petrus, Yohanes, Yakobus, dan pengikut yang lain dari Tuhan Yesus. Dari sudut pandang mereka, mereka mengikuti Tuhan. Tetapi dari sudut pandang Tuhan, Dia sedang mempersiapkan mereka untuk dibawa ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Menjelang masuk ke Yerikho, mereka sepenuhnya disiapkan untuk hal ini.
Melalui masuk ke dalam kematian dan kebangkitan Tuhan, murid-murid dapat memiliki kenikmatan atas Tuhan dan mengalami Dia sebagai pengganti mereka. Hasilnya, pada hari Pentakosta ke-120 orang itu adalah orang-orang yang telah digantikan oleh Tuhan dan yang menikmati Tuhan. Mereka semua telah dibawa ke dalam kematian dan kebangkitan Tuhan. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, mereka berbagian di dalam-Nya, persona yang almuhit dan hidup, sebagai pengganti mereka.
Melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, mu-rid-murid pun dengan limpah masuk ke dalam Kerajaan Allah. Karena itu, pada hari raya Pentakosta kita melihat gambaran Kerajaan Allah. Bersama Petrus dan ke-120 orang pada hari raya Pentakosta, kita memiliki manifestasi Ke-rajaan Allah. Manifestasi ini mencakup kenikmatan yang penuh akan Kristus sebagai pengganti yang almuhit dan universal, melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Bagai-mana mungkin ke-120 orang itu berada dalam Kerajaan Allah pada hari raya Pentakosta? Hal ini hanya mungkin melalui masuknya mereka ke dalam kematian dan kebang-kitan Kristus.
Menurut Kisah Para Rasul 1, ke-120 orang itu adalah orang-orang Galilea. Meskipun mereka berasal dari Galilea, Tuhan Yesus membawa mereka melalui banyak hal ke Yerusalem, di mana mereka masuk ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Ketika Tuhan disalibkan, orang-orang Galilea ini ada di sana dan menyaksikan kematian-Nya. Sesungguhnya, mereka melewati penyaliban bersama Dia. Akhirnya, mereka dibawa masuk ke dalam kebangkitan Tuhan dan melihat kenaikan-Nya. Kemudian pada hari raya Pentakosta, Tuhan sebagai Roh dicurahkan ke atas me-reka. Semua yang telah mereka lihat dan lalui menjadi reali-tas bagi mereka. Mereka telah melihat kematian Tuhan, mereka telah masuk ke dalam kebangkitan-Nya, dan me-reka telah menyaksikan kenaikan-Nya. Tetapi ketika Tuhan sebagai Roh dicurahkan ke atas mereka, semua hal ini menjadi suatu realitas bagi mereka. Ini berarti mereka ber-ada di dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan. Mereka berbagian dalam kenikmatan yang penuh atas Kristus yang almuhit sebagai pengganti yang universal.
Kita semua perlu nampak visi ini ketika kita membaca Injil Markus. Jika kita tidak nampak visi ini, kita tidak akan dapat masuk ke kedalaman kitab ini.
Kelihatannya, Injil Markus adalah buku cerita. Sesung-guhnya, Injil Markus bukan buku cerita, melainkan buku yang berisikan visi yang ajaib. Ketika kita membaca pasal-pasal dari Injil ini, seolah-olah kita melihat televisi surgawi, dan pemandangan demi pemandangan adalah “siaran televisi” ke dalam roh kita. Puji Tuhan bagi visi yang sedemi-kian ini!
Kita bersyukur kepada Tuhan karena menunjukkan kepada kita betapa pengikut akrab-Nya bersyarat, disem-purnakan, diperlengkapi, dan dipersiapkan untuk masuk ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Bagian yang panjang dari 4:35 sampai 10:52 menyajikan gambaran yang jelas betapa orang-orang Galilea yang sangat alamiah dapat dipersiapkan untuk masuk ke dalam kematian dan kebang-kitan Kristus. Pada akhir pasal 10, mereka sepenuhnya dipersiapkan untuk datang ke Yerusalem, yaitu masuk ke dalam kematian dan kebangkitan Kristus.
MUKJIZAT TERBESAR DI ALAM SEMESTA
Selain Kristus sendiri, kematian dan kebangkitan Kristus adalah dua hal yang terbesar dalam alam semesta. Hanya persona Kristus sendiri yang lebih besar dari hal ini. Selain Kristus sendiri, tidak ada yang lebih besar daripada kematian dan kebangkitan-Nya.
Kita telah nampak bahwa sesungguhnya kepergian Tuhan Yesus ke Yerusalem adalah menuju ke kematian-Nya. Kemudian lewat kematian-Nya Dia masuk ke dalam kebangkitan-Nya. Tuhan Yesus dengan berani berjalan dari Kapernaum ke Yerusalem untuk masuk ke dalam kema-tian. Allah dan seluruh ciptaan sedang menunggu akan hal ini. Yesus tahu bahwa Dia sedang pergi ke Yerusalem untuk merampungkan satu kematian yang agung, yang almuhit. Mengetahui waktu yang ditetapkan dan hari ke-matian-Nya, Dia berjalan dengan berani ke Yerusalem.
Kita dapat mengatakan bahwa mukjizat yang ter-besar di alam semesta adalah Tuhan masuk dan meram-pungkan kematian-Nya yang almuhit. Menurut Ibrani 12, Tuhan bersukacita dengan apa yang terletak di ha-dapan-Nya (ayat 2). Dia tahu bahwa ada sukacita yang diletakkan di hadapan-Nya. Karena itu, Dia pergi ke Yerusalem agar dapat merampungkan tujuan Allah mela-lui kematian-Nya. Betapa agung langkah ini dalam ekono-mi Allah!
Suatu hal yang sangat berarti sekali bahwa dalam me-rampungkan kematian-Nya yang almuhit, Tuhan memba-wa kita semua ke dalam kematian bersama-Nya. Jika kita nampak hal ini, kita tidak akan menganggap Injil Markus hanya sebagai buku cerita. Sebaliknya, kita akan nampak bahwa buku ini menyampaikan wahyu yang be-sar.
PERSIAPAN BAGI PEKERJAAN PENEBUSAN TUHAN
Menjelang akhir pasal 10, ministri Injil Hamba Penyelamat telah rampung. Kita telah nampak bahwa ministri Hamba-Penyelamat mencakup lima hal sebagai isi pela-yanan Injil: memberitakan Injil, mengajarkan kebenaran, mengusir setan-setan, menyembuhkan orang sakit, dan men-tahirkan orang sakit kusta. Semua hal ini telah dirampungkan menjelang akhir pasal 10. Karena itu, pasal 11-16 ber-beda sifatnya dari pasal-pasal terdahulu dalam Injil Markus. Dalam keenam pasal terakhir dari Injil ini kita tidak lagi memiliki hal-hal seperti mengusir setan-setan atau me-nyembuhkan orang sakit. Sebaliknya, dalam 11:1—14:42 kita memiliki persiapan Hamba Penyelamat untuk pelayan-an penebusan-Nya. Sebelum Tuhan melaksanakan pekerjaan penebusan-Nya, perlu ada persiapan tertentu.
Tidak banyak pembaca Injil Markus yang nampak bahwa pasal 11 membahas persiapan Tuhan bagi pelayanan penebusan-Nya. Dalam pasal ini Tuhan mempersiapkan lingkungan, mempersiapkan orang-orang yang akan me-nyalibkan Dia, dan mempersiapkan murid-murid-Nya. Tuhan pergi ke Yerusalem untuk merampungkan kema-tian penebusan-Nya. Tetapi kematian ini memerlukan persiapan yang besar. Karena itu, Tuhan pergi ke Yerusalem sebelum waktunya untuk melaksanakan per-siapan ini, sebagaimana dicatat dalam 11:1—14:42. Semua yang dicatat dalam pasal-pasal ini bukanlah kebetulan. Sebaliknya, semua hal yang dicatat di sini berkaitan de-ngan persiapan Hamba-Penyelamat bagi perampungan pe-layanan penebusan-Nya.
MASUK KE YERUSALEM DAN MENGINAP DI BETANIA
Aspek pertama dari persiapan Hamba-Penyelamat bagi pelayanan penebusan-Nya adalah masuk ke Yerusalem dan menginap di Betania. Markus 11:1-2 mengatakan, “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah mendekati Yerusalem, de-kat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, ‘Per-gilah ke desa yang di depanmu itu. Pada waktu kamu ma-suk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.’” Di sini kita me-lihat kemahatahuan Hamba-Penyelamat, yang menyatakan keilahian-Nya.
Ayat 7 dan 8 mengatakan, “Lalu mereka membawa keledai muda itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka am-bil dari ladang.” “Pakaian” melambangkan kebajikan insani dalam perilaku. Murid-murid menghormati Hamba-Penyela-mat dengan menaruh pakaian mereka pada keledai untuk Dia tunggangi, dan orang banyak menghormati Dia dengan membeberkan pakaian mereka di jalan untuk Dia lewati.
Ranting-ranting pohon palem (Yoh. 12:13) melambangkan hayat yang menang (Why. 7:9) dan kepuasan dari menikmati hasil yang kaya dari hayat itu, seperti dilambangkan oleh Hari Raya Pondok Daun (Im. 23:40; Neh. 8:15). Orang banyak itu menggunakan pakaian mereka dan rantingranting dari pohon palem untuk merayakan kedatangan Hamba-Penyelamat.
Hamba-Penyelamat masuk ke dalam kota secara mulia dan menerima sambutan yang hangat. Hal ini terjadi me-nurut hikmat Tuhan. Sebagai persiapan bagi pelayanan pe-nebusan-Nya, terlebih dulu ada penyambutan yang demiki-an. Melalui penyambutan ini, Dia menerima penegasan orang. Sepertinya Dia menerima dukungan mereka. Orang-orang menjunjung Dia dan mengakui Dia sebagai Mesias.
Markus 11:9-10 mengatakan, “Orang-orang yang ber-jalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru, ‘Hosana! Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, terpujilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang mahatinggi!’” Perkataan yang diserukan oleh orang-orang ini dikutip dari Mazmur 118:26, nubuat mengenai kedatangan Mesias. Deklarasi yang sedemikian ini akan diulangi pada kedatangan Tuhan kali kedua. Pada waktu itu, Mazmur 118 akan digenapi sepe-nuhnya. Ketika Dia datang untuk kali kedua, Dia akan me-ngendarai awan-awan, bukan seekor keledai, dan Dia akan datang dari surga, bukan dari Yerikho. Kemudian orang Yahudi yang bertobat akan berseru, “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” Apa yang kita miliki dalam Markus 11:9-10 adalah pencicipan atau suatu ba-yangan lebih dulu dari sambutan yang akan Tuhan terima pada hari itu. Tetapi prinsip kedua peristiwa itu sama, yaitu umat pilihan Allah mengenali dan mengakui Mesias mereka.
Tuhan tahu bahwa di Yerusalem Dia akan menghadapi banyak penentang. Tetapi sebelum Dia menghadapi mereka, pertama-tama Dia menerima penegasan orang-orang. Hal ini adalah langkah pertama dalam persiapan-Nya bagi pelayanan penebusan-Nya.